BANDA NEKAD

Facebook
Twitter
LinkedIn
0 0
Read Time:2 Minute, 3 Second


Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 2)

Awalnya, saya babar blas nggak paham.

Saya belum pernah sekalipun terlibat dalam urusan kepanitiaan dalam pemilihan umum.

Ups, salah ding.

Pernah jadi panitia KPPS di TPS 02 di dusun saya, Jetis Depok, Sendangsari, Minggir.

Itu sudah lama sekali. Mungkin 10 atau 15 tahun lalu, saya lupa.

Sekian tahun kemudian …

Bertempat di Masjid Al Umar Parakan Wetan. Ketika itu ada acara Pengukuhan Pengurus dan anggota Majelis PCM Minggir.

Selepas acara, bertiga (pak Ngadimin, saya dan Mas Antok), kami ngobrol sambil menunggu selesai totalnya acara.

“Ini kita diamanahi pimpinan PDM, untuk segera membentuk TPC (Tim Pemenangan Cabang) DPD Syauqi”, kata pak Ngadimin.

“Mangga kita langsung saja pilih dan tentukan”, sambungnya.

Akhirnya, langsung ditentukan. TPC Syauqi Minggir, ketuanya : H. Ngadimin, S.Pd. M.Pd. Sekretaris : M. Sugiyanto dan Bendahara : Dwi Sumartono.

Maka, dikirimkanlah ketiga nama tersebut ke TPD Sleman. Di atas namakan koordinator TPC SQ Minggir.

Belakangan, terjadi pergeseran tugas. Bendahara dipegang Mas Antok. Dan saya, lebih fokus ke administrasi dan kesekretariatan.

Beberapa pekan kemudian, TPD meminta perwakilan TPC SQ Minggir untuk mengirim 3 nama sebagai wakil untuk dijadikan saksi SQ.

Mas Antok mengirimkan 3 nama : Saya, Fajarudin dan Jemingin.

Beberapa hari kemudian, ada undangan dari TPD untuk mengikuti Bimtek Saksi. Bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Sleman.

Yang bisa hadir : hanya saya seorang. Fajarudin tidak bisa datang. Bersamaan ada kegiatan. Jemingin juga ada kegiatan. Mantenan.

Di undangan dituliskan : sebaiknya saksi membawa laptop.

Masalahnya, saya gak punya lap top. Pun, waktu itu HP saya juga rusak. Lengkaplah sudah.

Apakah saya mundur ?

No way ! Pantang ! Bonek !.

Saya pinjam HP nya istri saya.

Sampai di lokasi, saya clingak ckinguk. Sama sekali tak ada yang saya kenal.

Pas giliran bimtek, semua mulai mengeluarkan bawaannya. Lap top dan HP.

Ternyata, HP yang saya bawa memorinya terbatas. Tidak bisa untuk menginstal aplikasi Relawan Syauqi.

Akhirnya, ya sudah.

Saya hanya duduk manis. Sambil bolak balik menyeruput kopi panas. Habis segelas, tambah lagi.

Demikian seterusnya. Sampai selesai acara.

Esok harinya, ketika ketemu mas Antok.

“Piye hasile bimtek wingi ?”, tanyanya.

“Panas tur legi. Mantab”, jawab saya.

” Lhah ! …. Apane sing legi ?”, sergahnya.

“Kopine !”

“Piye ta ?”

“Lha bimteknya pakai HP. Atau lap top. HP ku rusak. HP ne bojoku memorine ora mencukupi. Dadi ya ming meneng wae aku “, jelas saya.

Salahe milih aku. Wong jelas aku ora nduwe HP. Malah dikon melu Bimtek”.

Ancen bonek tenan arek iku.

Minggir, 19 Februari 2024. pukul 12.06 WIB.

Bertepatan dg selesainya Rekap Suara di Aula Kecamatan Minggir.

(Uwik DS)

Loading

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Replay

Solverwp- WordPress Theme and Plugin