Pelepasan Siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Godean Berlangsung Khidmat dengan Nuansa Budaya Jawa

Godean, Pdmsleman.Or.Id Suasana haru, bangga, dan penuh kebersamaan mewarnai acara Pelepasan dan Penyerahan Kembali Siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Godean yang digelar di Balai Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026). Mengusung tema “Nggayuh Prestasi Luhur Mbangun Nagari”, kegiatan berlangsung khidmat dengan balutan budaya Jawa yang begitu kental.Sejak awal acara, para tamu disambut nuansa tradisional yang elegan. Murid, guru, dan karyawan mengenakan busana adat Jawa, sementara pembawa acara, Nurkasiadi, memandu jalannya kegiatan menggunakan bahasa Jawa. Sentuhan budaya tersebut tidak hanya menambah kekhidmatan acara, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa kepada generasi muda. Dan dipra acara ditampilkan seni tapak suci oleh 3 murid yang cukup memukau.Dalam pembacaan hasil kelulusan, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Ari Niken Tyastutik, menyampaikan bahwa SMP Muhammadiyah 2 Godean berhasil meluluskan seluruh siswa kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026.“Alhamdulillah, sebanyak 90 siswa yang terdiri atas 62 siswa putra dan 28 siswa putri dinyatakan lulus 100 persen,” ungkapnya disambut tepuk tangan hadirin.Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, orang tua, dan para siswa yang telah menyelesaikan proses pendidikan selama tiga tahun dengan penuh perjuangan.Dalam sambutan pembukaan, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Godean, Wahdan Arifudin, menyampaikan sejumlah pesan penting sebagai bekal para lulusan dalam menapaki jenjang pendidikan berikutnya.“Jagalah nama baik sekolah dan almamater SMP Muhammadiyah 2 Godean di mana pun kalian berada. Tunjukkan sikap yang baik sehingga masyarakat mengenal lulusan Muhammadiyah sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan berprestasi,” pesannya.Ia juga mengingatkan para lulusan untuk senantiasa menjaga ajaran Islam dengan sungguh-sungguh, terutama dalam melaksanakan ibadah salat lima waktu secara tertib dan istiqamah.“Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kualitas iman, takwa, dan akhlak yang dimiliki,” tegasnya.Selain itu, Wahdan berharap para lulusan tetap menjadi kader Muhammadiyah yang mampu membawa nilai-nilai Islam Berkemajuan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Ia mendorong para siswa untuk terus belajar, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah dalam menggapai cita-cita.“Teruslah belajar, jangan mudah menyerah, dan yakini bahwa masa depan yang gemilang hanya dapat diraih dengan usaha, doa, dan kesungguhan,” ujarnya.Menutup sambutannya, ia berpesan agar para lulusan senantiasa menghormati orang tua dan guru serta menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.Taklupa disampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan orang tua/wali mendidik putra-putrinya di SMP Muhammadiyah 2 Godean seraya meminta maaf jika terdapat kekurangan dan sudah berusaha meningkatkan layanan pendidikan lebih baik. “Dengan demikian setelah melewati masa pendidikan di SMP Muhammadiyah 2 Godean dengan ini kami kembalikan kepada orang tua dan wali untuk seterusnya dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.” Pada kesempatan tersebut, anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, Sri Maryani, M.Pd., berkenan mewisuda tiga siswa terbaik sekolah, yaitu Alfino, Favian, dan Reyna. Sementara itu, penghargaan prestasi bidang keagamaan diraih oleh Ghina, sedangkan prestasi bidang olahraga diraih oleh Tegar.Ketua Komite Sekolah, Suripto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa prosesi wisuda dan pelepasan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk terus berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.“Wisuda ini adalah langkah awal untuk terus meningkatkan diri dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kami juga berharap orang tua terus mendampingi dan memberikan dukungan kepada putra-putrinya,” tuturnya.Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean, Haris Darmawan, mengingatkan pentingnya menyiapkan generasi yang kuat dan berkualitas sebagaimana pesan Al-Qur’an.“Allah mengingatkan kita dalam Surah An-Nisa ayat 9 agar tidak meninggalkan generasi yang lemah. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan anak-anak dengan sebaik-baiknya, baik dari sisi akidah, ilmu pengetahuan, kesehatan, maupun kemandirian ekonomi,” ungkapnya.Acara pelepasan berlangsung semakin haru saat sekolah secara simbolis menyerahkan kembali para siswa kepada orang tua dan wali murid. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan mereka sebagai siswa SMP Muhammadiyah 2 Godean sekaligus awal langkah baru menuju pendidikan yang lebih tinggi.Kegiatan ini turut dihadiri Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean, PRM Sidomulyo, Lurah Sumbersari Sukadi, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Sumbersari, Dukuh Sembuh Kidul, Komite Sekolah, serta seluruh guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 2 Godean.Kemeriahan acara semakin terasa dengan berbagai penampilan seni dari para siswa, di antaranya penampilan Seni Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang dibawakan 3 personil, permainan angklung yang membawakan lagu “Rayuan Pulau Kelapa” serta paduan suara dengan lagu “Prau Layar” dan “Sampai Jumpa”, persembahan dari IPM SMP Muhammadiyah 2 Godean, serta tari tradisional yang dibawakan siswa kelas VII dan VIII. Suasana haru juga menyelimuti ruangan saat Kirania mewakili siswa kelas IX menyampaikan kesan dan pesan perpisahan, yang kemudian disambung dengan sambutan perwakilan orang tua siswa yang disampaikan oleh orang tua Zada.Dengan kelulusan 100 persen serta bekal nilai-nilai keislaman, kemuhammadiyahan, dan karakter yang kuat, para lulusan SMP Muhammadiyah 2 Godean diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi unggul, berilmu, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan demi mewujudkan cita-cita dan memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara. Reportase: Wahdan A Editor: Arif Hartanto

Loading

Syawwalan dan Peresmian Sekretariat PRM dan PRA Sidorejo Godean

 Godean, Pdmsleman.Or.Id Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Syawwalan yang dirangkaikan dengan peresmian Sekretariat Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Sidorejo. Acara ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM),  Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Godean, Lurah Sidorejo, Dukuh Pare 2 dan Pare 3, tokoh masyarakat, anggota PRM PRA Sidorejo serta tokoh masyarakat sekitar. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, dan diakhiri dengan tausiyah serta doa bersama. Bertempat di rumah H. Kuswanto, Dusun Pare 2 Sidorejo Godean Sleman Yogyakarta Ahad, 29 Maret 2026 telah diresmikan kantor sekretariat Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Sidorejo oleh ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean Haris Darmawan, S.Pd Menurut ketua panitia Drg. Sri Wijayanti menyampaikan bahwa “tujuan peresmian sekretariat ini adalah untuk meningkatkan gerak langkah dakwah berkemajuan di Sidorejo dan pelaksanaan peresmian ini bertepatan dengan kajian penguatan ideologi Muhammadiyah tiap Ahad Kliwon yang dibimbing oleh H. Hadi Suprapto”.  Adanya kantor ini merupakan kebaikan H. Kuswanto untuk dapat digunakan dalam kegiatan PRM PRA Sidorejo. Dilaporkan juga kegiatan lain diantaranya pengajian rutin Jumat Wage, pengajian tiap Sabtu pagi di Masjid Prawirosetiko dan kajian Ahad kliwon ini serta kegiatan per majelis. Lurah Sidorejo, Isharyanto mengapresiasi  kegiatan PRM PRA agar lebih baik lagi karena sebelumnya belum memiliki sekretariat saat ini sudah akan diresmikan kantor sekretariat dan di Sidorejo sudah ada tanah wakaf Muhammadiyah di Dusun Ganjuran akan lebih membawa manfaat bagi masyarakat. “Terimakasih kepada Bapak Kuswanto atas kesediaan memanfaatkan untuk sekretariat sebagai penguatan dakwah Muhammadiyah di Sidorejo”. Selanjutnya Haris Darmawan, S.Pd menyampaikan dalam sambutan bahwa” kantor sekretariat PRM PRA Sidorejo merupakan yang pertama di Cabang Muhammadiyah Godean dan menjadi penting untuk lebih menunjukkan eksistensinya lagi walau gerak langkah baik PRM PRA Sidorejo sudah real ada  dan eksis namun dakwah kepada jamaah harus lebih ditingkatkan”. Adapun tanah wakaf di Ganjuran nanti insyaAllah untuk pemanfaatan panti asuhan, diharapkan dapat dirintis dan dikelola oleh PRM PRA Sidorejo mengingat dakwah tidak hanya pengajian saja namun juga pemberdayaan bagi warga masyarakat tidak mampu juga peningkatan ekonomi warga masyarakat pungkas Haris. Acara Syawwalan semakin terasa khidmat dengan tausiyah yang mengangkat tema pentingnya akhlaq bagi seorang warga Muhammadiyah. Dalam tausyiyah Hadi Suprapto menyampaikan ada 3 perkara yang hendaklah kamu bisa melakukan, Pertama, memberi orang yang tidak pernah member, Kedua, ampunilah orang yang menyakiti dan Ketiga, menjadi penghubung menyambung silaturahmi. Selain itu, setelah doa oleh Drs. H. Moh. Fatchan dan pengguntingan pita masuk kantor sekretariat,  suasana keakraban juga terlihat saat ramah tamah dan makan bersama yang menjadi penutup kegiatan ini. Rep H Wahdan Arifusin SPd   PCM Godean Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pesantren Ramadhan di SMP Muhammadiyah 2 Godean

Godean, Pdmsleman.Or.Id Suasana Ramadhan yang penuh berkah terasa hangat di lingkungan SMP Muhammadiyah 2 Godean melalui kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H pada Jum’at, 6 Maret 2026 yang diselenggarakan dengan berbagai rangkaian kegiatan pembinaan keislaman bagi para siswa. Kegiatan ini dipusatkan di Masjid At Tauhid yang berada di lingkungan sekolah yang beralamat di Sembuh Lor, Sidomulyo, Godean, Sleman Yogyakarta. Pesantren Ramadhan tahun ini mengambil tema “Dengan Ramadhan kita raih ilmu dan kebersamaan” diawali dengan kegiatan Pra-Ramadhan yang dilaksanakan jelang memasuki bulan suci Ramadhan. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan bekal spiritual dan pemahaman kepada seluruh murid agar dapat menyambut dan menjalani Ramadhan dengan lebih baik, penuh kesadaran ibadah, serta meningkatkan akhlak dan kepedulian sosial. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah aksi berbagi takjil on the road yang dilaksanakan di gerbang sekolah pinggir jalan utama barat perikanan Godean. Dalam kegiatan ini, para siswa yang tergabung dalam IPM Ranting SMP Muhammadiyah 2 Godean membagikan 90an paket takjil kepada masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan berbagi tersebut dipimpin oleh Ketua IPM, Candra Nugraha, dengan pendampingan pembina IPM, Danang Dwi Cahyono, S.Pd. dan waka kesiswaan Lathifah Mutiq, S.Pd.I. Melalui kegiatan ini, para siswa dilatih untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta semangat berbagi kepada sesama, terutama di bulan suci Ramadhan. Setelah kegiatan berbagi takjil, rangkaian acara dilanjutkan dengan pengajian menjelang berbuka puasa yang disampaikan oleh Arif Jatmiko, S.Si. dan didampingi seluruh guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 2 Godean. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas fenomena remaja masa kini, tantangan yang dihadapi generasi muda, serta bagaimana seorang pelajar muslim seharusnya bersikap di tengah arus perubahan zaman. Para siswa diajak untuk tetap menjaga akhlak, memperkuat iman, serta bijak dalam menggunakan teknologi dan pergaulan. Setelah berbuka puasa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan Shalat Isya dan Tarawih berjamaah yang dipimpin oleh imam Idrus Aqibuddin, M.Pd., Guru Ismuba. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan kultum sebelum sholat tarawih oleh Kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Godean, Wahdan Arifudin, S.Pd yang mengangkat tema berbakti kepada orang tua. Dalam kultumnya, beliau mengajak para siswa untuk meneladani kisah keteladanan Uwais Al Qarni, salah satu tokoh dari kalangan Khairu Tabi’in, yang dikenal luas karena pengabdian dan kecintaannya yang luar biasa kepada sang ibu. Melalui kisah tersebut, para siswa diingatkan bahwa ridha Allah sangat erat kaitannya dengan ridha orang tua, sehingga berbakti kepada orang tua merupakan salah satu jalan menuju keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Kegiatan Pesantren Ramadhan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai keimanan, kepedulian sosial, serta akhlak mulia dalam diri para siswa. Dengan demikian, Ramadhan benar-benar menjadi momentum untuk membentuk generasi pelajar yang berilmu, beriman, dan berkarakter serta menjadikan Muhago Tumbuh yakni menumbuhkan generasi yang:✨ Takwa✨ Unggul✨ Mandiri✨ Ber-Akhlak✨ Ulet✨ HebatMenumbuhkan akhlak mulia,menumbuhkan jiwa kepemimpinan,menumbuhkan budaya literasi,dan menumbuhkan karakter sejak dini.Bersama MUHAGO (SMP Muhammadiyah 2 Godean),kita tumbuh — pelan tapi pasti,kuat dalam nilai,siap menghadapi masa depan. Aamiin Rep  H. Wahdan A  S.Pd  SMPM 2 Godean

Loading

Pengajian Bersama Syeikh Poer Ji di Masjid At Tauchid SMP Muhammadiyah 2 Godean

Godean, Pdmsleman.Or.id Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan, jamaah dan masyarakat menghadiri kegiatan Pengajian Tarhib Ramadhan bersama Syech Poer Ji dengan tema “Ramadhan Lebih Bermakna”. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh antusias serta ger-geran. Pengajian ini menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memasuki bulan penuh berkah. Ustadz Drs. Purwono, MA menyampaikan di hadapan ratusan jamaah dari PRM, PRA, IPHUI, PHBI Sidomulyo, JIT/Jamaah Ibu-Ibu At Tauhid, serta perwakilan guru karyawan SMP Muhammadiyah 2 Godean di Masjid At Tauhid Sembuh Sidomulyo Godean Sleman Yogyakarta pada Ahad,  8 Februari 2026. Dengan tema “Ramadhan lebih bermakna” disampaikan oleh Ustadz Purwono yang sering dipanggil Syekh Poer Ji bahwa Bulan Ramadhan harus dilakukan dengan penuh keimanan dan keikhlasan akan diampuni segala dosa-dosanya. Bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan besar untuk memperbaiki hati, memperkuat iman, dan meningkatkan amal kebaikan. “Taqwa adalah tujuan puasa sebagaimana dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183, taqwa pada hakekatnya adalah keyakinan yang mantab kepada Allah, rasa takut yang mendalam, dan perasaan muraqabah yang terus-menerus, maka taqwa merupakan aktualisasi ketaatankepada ilahi. Siapa yang mempersiapkan diri dengan baik untuk meraih taqwa, insyaAllah akan merasakan Ramadhan yang lebih bermakna dan penuh keberkahan,” tutur beliau. Beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk memaksimalkan ibadah di bulan suci dengan 9 (Sembilan) tips/kiat agar iman dan taqwa meningkat selama ramadhan dengan aktifitas berikut: 1.         Puasa 2.         Sholat 3.         Sahur dan Buka 4.         Baca Qur’an dan menghatamkannya 5.         Sedekah 6.         I’tikaf 7.         Banyak Berdoa 8.         Mengajak berbuat baik 9.         Kurangi nonton TV dan main HP Kegiatan pengajian ini diakhiri dengan doa bersama oleh Ustadz Purwono,agar umat Islam diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk menjalani Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan.  Seno Pitoyo, S. Kep, Ns, selaku panitia berharap pengajian ini dapat menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi masyarakat untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.Dengan adanya kegiatan ini, Ramadhan tahun ini diharapkan benar-benar menjadi bulan yang lebih bermakna, bukan hanya secara ritual, tetapi juga dalam membangun pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.Selain pengajian dimeriahkan penampilan angklung dari TK ABA Melati Putih Sidomulyo Godean, Pemeriksaan Kesehatan dari PKU Muhammadiyah Gamping dan aneka UMKM di Sidomulyo. Rep H. Wahdan Arifudin KS SMPM 2 Godean Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pengajian Hari Bermuhammadiyah se-Sleman Perkuat Konsolidasi Dakwah, Galang Dana Gedung Dakwah Godean

Godean, Pdmsleman.or.IdPengajian Akbar Hari Bermuhammadiyah tingkat Kabupaten Sleman digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026, di kawasan eks Relokasi Pasar Godean, Berjo Kulon, Kalurahan Sidoluhur. Sejak jauh hari, suasana antusias telah terasa. Ribuan warga Muhammadiyah dari berbagai unsur pimpinan persyarikatan, organisasi otonom, hingga jamaah ranting. Panitia memperkirakan sekitar 5.000 undangan hadir, menjadikan momentum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang temu besar warga Muhammadiyah se-Sleman untuk saling menguatkan.Pengajian ini tidak berdiri sendiri. Ia disinergikan dengan ikhtiar strategis Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Godean dalam upaya memulai pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah di lahan seluas 2.284 meter persegi yang telah diletakkan batu pertamanya pada 31 Januari 2026.  Di atas lahan yang berada di jalur strategis itu, PCM Godean menaruh harapan besar: terbangunnya pusat dakwah yang hidup, terbuka, dan bermanfaat luas bagi umat.Ketua PCM Godean, Haris Darmawan, S.Pd menyampaikan keyakinannya bahwa ikhtiar kolektif akan mempercepat terwujudnya pusat dakwah tersebut.  “Momentum Pengajian Hari Bermuhammadiyah kami sinergikan untuk menguatkan dukungan jamaah terhadap pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Godean. Ini ikhtiar bersama agar pusat dakwah segera terwujud dan berfungsi bagi umat,” ujarnya.  Baginya, gedung dakwah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simpul penggerak aktivitas persyarikatan dan pelayanan umat di tingkat cabang.Panitia menegaskan, pengajian ini dirancang sebagai ruang konsolidasi gerakan sekaligus penggalangan dukungan nyata. Stan infak dibuka di area depan lokasi, lengkap dengan kanal donasi agar jamaah dapat berkontribusi secara berkelanjutan. “Di depan lokasi sudah ada panitia yang siap menerima kesanggupan jamaah untuk membantu pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Godean. Kami juga menyiapkan informasi rekening agar infak dan donasi bisa terus mengalir,” tutur perwakilan panitia. Nuansa pengajian kian hidup dengan kehadiran layanan sosial. Pemeriksaan kesehatan gratis dan bazar produk lokal yang dikelola ranting serta Aisyiyah setempat menjadi bagian dari rangkaian acara.  Kehadiran layanan ini memperlihatkan wajah dakwah berkemajuan: menguatkan spiritualitas sekaligus menyentuh kebutuhan nyata warga, serta mendorong denyut ekonomi lokal. Penceramah utama, H. Iskak Sulistia, S.Ag., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Klaten sekaligus unsur Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid PP Muhammadiyah, mengajak jamaah menjaga keseimbangan hidup.  “Muhammadiyah mengajarkan keseimbangan, attawazun bainar ruhiyah wal madiyah—ibadah harus kokoh, ikhtiar duniawi juga serius dan ditempuh dengan cara yang benar,” tegasnya.  Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan agar kemajuan tidak menjauhkan manusia dari nilai agama, seraya mengutip Surah Al-An’am ayat 44 sebagai peringatan agar tidak terperdaya oleh kelapangan dunia.Menurutnya, warga Muhammadiyah dituntut menjadi pribadi yang saleh sekaligus hadir memberi manfaat sosial. “Kuat ibadahnya, kuat pula kontribusinya bagi masyarakat,” katanya.  Pesan itu seolah menegaskan arah gerak Muhammadiyah: membangun iman, merawat integritas, dan memperluas kebermanfaatan.Panitia mencatat, hingga akhir rangkaian kegiatan, infak khusus pengajian mencapai Rp19,5 juta, sementara total donasi pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Godean telah merangkak ke sekitar Rp118 juta. Capaian ini dipandang sebagai modal awal yang menumbuhkan optimisme. Lebih dari angka, ia mencerminkan kepercayaan jamaah terhadap ikhtiar kolektif persyarikatan. Selain mempererat ukhuwah Islamiyah, Pengajian Hari Bermuhammadiyah juga menjadi ruang temu lintas cabang dan ranting. PDM Sleman menyampaikan bahwa agenda serupa akan berlanjut di Kapanewon Mlati pada bulan Syawal mendatang. Melalui kesinambungan agenda ini, Muhammadiyah Sleman menegaskan komitmennya merawat gerakan dakwah yang menyatukan penguatan iman, pelayanan sosial, dan pembangunan institusi umat. Rep H Wahdan arifudin SPD  PCM Godean  MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Peletakan Batu Pertama Gedung Dakwah Muhammadiyah Godean

Godean, Pdmsleman.Or.Id Bertempat di lahan seluas 2.284 m2 tepatnya di timur kantor Kapanewon Godean pada Sabtu, 31 Januari 2026 telah sukses diadakan peletakan batu pertama atau groundbreaking gedung dakwah Muhammadiyah Godean. Dalam acara yang digagas oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean dan KL Lazismu Godean, peletakan batu pertama dilakukan oleh Lurah Sidoagung Edi Utomo, ketua PCM Godean Haris Darmawan, wakil PDM Sleman H. Darojat Nuur Ahmad, tokoh Muhammadiyah Hadi Suprapto dan Supriyanto, serta sesepuh Aisyiyah Ismiati Adib Susilo, serta Kyai Saebani dari Bantul. Dalam pengajian setelah peletakan batu pertama disampaikan oleh Kyai Saebani dari Bantul. Beliau menyampaikan bahwa ada “5 I” agar tidak tergoda syaiton dalam kehidupan Pertama, Isti‘anah, yakni memohon pertolongan kepada Allah (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ) Kedua, Isti‘adzah yakni berlindung kepada Allah dari godaan setan (A‘ūdzu billāhi minas-syaithānir-rajīm) Ketiga, Istighfar yakni memohon ampun kepada Allah, larena dosa adalah pintu masuk setan, Keempat, Ikhlas, yakni memurnikan niat hanya karena Allah, Setan tak berdaya menghadapi hamba yang ikhlas Kelima, Istiqamah yakni konsisten dalam kebaikan dan ketaatan, Bukan hanya semangat di awal, tapi terus dijaga Kyai Syaebani juga menyampaikan bahwa”Muhammadiyah itu ada karena kerjasama dengan kompak, harus sehat, orang dulu itu “la tahdhop”, jangan mudah marah. Papar Kyai Syaebani yang menyampaikan dengan penuh kelucuan. Diakhir pengajian disampaikan bahwa orang Muhammadiyah itu tujuan utamanya adalah mengajak ke surga secara bersama-sama kenapa? Karena mau cari apa di Muhammadiyah itu, nyari uang gak ada karena adanya urunan dan tombok, mau cari nama? gak ada nama atau jeneng di Muhammadiyah itu, di Muhammadiyah itu hanya mencari pahala atau ridho Allah. Dengan peletakan batu pertama ini semoga dimudahkan untuk peletakan kedua, ketiga dan seterusnya, pungkas Kyai Saebani Sebelumnya dalam sambutannya ketua PCM Godean, Haris Darmawan menyampaikan bahwa kita yakin akan mampu dan optimis memanfaatkan lahan ini untuk gedung dakwah Muhammadiyah Godean. Selanjutnya ketua menyampaikan bahwa besok Sabtu, 7 Februari 2026 InsyaAllah akan diadakan Pengajian Hari Bermuhammadiyah se-Sleman bertempat di eks Relaksasi Pasar Godean Berjo Sidoluhur yang InsyaAllah akan dihadiri 5.000 undangan. Sedangkan Lurah Sidoagung Edi Utomo menyampaikan bahwa lahan ini bermula saat tahun 2014 dimana saat itu menjadi Lurah di awal periode, ada warga yang akan menjual lahan sawah seluas 2.284 m2 kemudian bersama ketua PCM Godean waktu itu yakni Drs. Robingun menghadap untuk menindaklanjuti dan langsung deal. Sehingga pak Lurah optimis bahwa warga Muhammadiyah Godean akan mampu mewujudkan sebelum masa jabatan sebagai lurah berakhir 2029, harap Lurah Edi Utomo yang juga kader Muhammadiyah. Kegiatan dihadiri 250 undangan dan muzakki Lazismu Godean. Acara ditutup dengan doa dan penghargaan bagi pengumpul zakat terbanyak dari Lazismu Godean diantaranya kepada Muji Suprapto dari Sidoluhur sebagai pengumpul terbanyak. Rep H. Wahdan Arifudin S.Pd  PCM Godean KS SMP muhammadiyah 2 Godean Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading