UMY dan PCM Godean Perkuat Sinergi Dakwah Berkemajuan Melalui Masjid, AUM dan Pemberdayaan Masyarakat

Godean, PdmSleman.Or.Id– Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Godean bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar Silaturahmi di Pengajian Rutin Ahad Pagi atau Jihadi serta penyerahan dosen dan tendik UMY yang tinggal di Cabang Muhammadiyah Godean berlangsung di Masjid Al Huda Pandean VII Sidoluhur Godean Sleman Yogyakarta (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan persyarikatan dalam mengembangkan dakwah Islam berkemajuan di tengah masyarakat. Dalam sambutannya, Haris Darmawan, S.Pd selaku Ketua PCM Godean menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kehadiran tim dosen serta civitas akademika UMY yang berkenan menjalin kerja sama dengan Muhammadiyah Godean. Kehadiran UMY diharapkan dapat memberikan penguatan dalam bidang dakwah, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). “Kolaborasi antara perguruan tinggi Muhammadiyah dengan persyarikatan di tingkat cabang merupakan langkah strategis untuk mempercepat kemajuan dakwah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan dukungan keilmuan dan pengalaman akademik yang dimiliki UMY, berbagai program pemberdayaan masyarakat dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan berkelanjutan” ungkap Haris Dalam tausiyahnya, Ustadz Gita Danupranata, S.E., M.M. menegaskan bahwa seluruh Amal Usaha Muhammadiyah didirikan bukan semata-mata sebagai lembaga pelayanan, melainkan sebagai instrumen dakwah yang bertujuan menghadirkan kemaslahatan bagi umat. Oleh karena itu, sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, maupun lembaga sosial Muhammadiyah harus senantiasa menjaga ruh persyarikatan dan nilai-nilai dakwah dalam setiap aktivitasnya. “Amal usaha Muhammadiyah harus menjadi corong dakwah Persyarikatan. Keberadaannya bukan hanya untuk melayani masyarakat, tetapi juga untuk menyebarluaskan nilai-nilai Islam yang berkemajuan dan mencerahkan,” papar Ustadz Gita. Selain membahas peran amal usaha, Ustadz Gita Danupranata yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta juga menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini, termasuk masalah lingkungan, pengelolaan sampah, pendidikan, dan penguatan karakter generasi muda.Muhammadiyah diharapkan mampu hadir sebagai bagian dari solusi melalui gerakan dakwah yang membumi dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa tujuan tertinggi dakwah Islam adalah menghadirkan rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, dakwah Muhammadiyah harus diwujudkan dalam bentuk karya nyata yang memberikan manfaat bagi sesama manusia, lingkungan, dan kehidupan secara luas. Pada kesempatan tersebut juga ditekankan pentingnya mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat peradaban umat. Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga harus menjadi pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pelayanan sosial, konsultasi masyarakat, dan penguatan ukhuwah Islamiyah. “Apabila persoalan masyarakat dapat dibahas dan dicarikan solusi di masjid, maka masjid benar-benar akan menjadi pusat kehidupan umat sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW,” jelasnya. Ustadz Gita Danupranata yang juga aktif di lingkungan Majelis Tabligh Muhammadiyah mengajak seluruh jamaah untuk memberi ruang yang lebih luas kepada generasi muda dalam memakmurkan masjid. Menurutnya, banyak anak muda memiliki potensi besar, namun sering kali belum mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dan mengembangkan kreativitasnya dalam kegiatan masjid. “Anak-anak muda bukan tidak mau ke masjid. Mereka perlu diberikan kepercayaan, kesempatan, dan panggung untuk berkontribusi. Jika itu dilakukan, masjid akan menjadi lebih hidup dan dekat dengan generasi penerus,” tuturnya. Dalam sesi dialog, peserta juga membahas tantangan organisasi Muhammadiyah, khususnya terkait kader yang kurang aktif setelah terpilih menjadi pimpinan. Menanggapi hal tersebut, Ustadz Gita Danupranata menekankan pentingnya pendekatan silaturahmi, komunikasi personal, dan budaya saling menguatkan dalam organisasi. “Jangan mudah meninggalkan kader yang mulai jarang hadir. Datangi, ajak berbicara, dan bangun kembali semangat perjuangannya. Muhammadiyah dibangun dengan ukhuwah dan kebersamaan,” pesannya. Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan dakwah Muhammadiyah, keberkahan amal usaha, kesehatan seluruh warga persyarikatan, serta kemajuan bangsa dan umat. Sebagai simbol penguatan kerja sama, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyerahkan bantuan dan cendera mata secara simbolis oleh Sub Direktorat Dakwah dan Internalisasi AIK, Ustadz Mukhlis Rahmanto, Lc., M.A., Ph.D kepada PCM Godean. Penyerahan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi dakwah, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan program-program Muhammadiyah yang berkemajuan. Melalui kolaborasi yang terus dibangun antara UMY dan PCM Godean, diharapkan lahir berbagai program inovatif yang mampu memperkuat dakwah Islam, memakmurkan masjid, mengembangkan amal usaha, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kegiatan ini cukup meriah dan dihadiri oleh 400an jamaah termasuk 20 orang dosen dan tendik dari UMY Yogyakarta. Rep H. Wahdan Arifudin SP.d PCM Godean

Loading

PRA Sidoarum Raih Juara II Lomba Penulisan Sejarah PRA se-Kapanewon Godean

Godean, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Sidoarum berhasil meraih Juara II dengan judul “Aisyiyah dan Gerakan Perempuan” dalam Lomba Penulisan Sejarah PRA se-Kapanewon Godean yang diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan Milad ‘Aisyiyah ke-198. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus bentuk apresiasi atas upaya mendokumentasikan perjalanan dakwah dan pengabdian PRA Sidoarum selama puluhan tahun. Dalam naskah yang dilombakan, tim penulis menyusun paparan sejarah dalam lima bab. Dengan berbekal berbagai sumber data, antara lain wawancara dengan tokoh dan kader, arsip organisasi, foto dokumentasi, serta berbagai sumber pendukung lainnya, naskah tersebut kemudian bisa mengungkap bahwa awal mula lahirnya PRA Sidoarum dilandasi adanya rasa keprihatinan dengan keadaan perempuan dan keinginan untuk berperan aktif dalam gerakan dakwah Islam yang diwujudkan melalui kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan. Sejarah mencatat bahwa PRA Sidoarum berdiri pada 17 Juli 1968 atau 15 Dzulhijjah 1387 H. Organisasi ini dirintis oleh Ibu Hindun dan teman-teman beliau serta termasuk putri beliau dan beberapa ibu dari berbagai padukuhan di wilayah Sidoarum dalam fase perkembangan organisasi selanjutnya. Pada masa awal, kegiatan masih dilakukan secara sederhana dan bergilir dari rumah ke rumah, meliputi pengajian rutin, belajar mengaji bersama, rapat, serta diskusi mengenai persoalan sosial kemasyarakatan. Perjalanan organisasi ranting ternyata tidak selalu mudah. Pada periode 1968–2004, berbagai kendala masih dihadapi. Organisasi ranting masih belum mempunyai kantor, administrasi yang sederhana, jumlah anggota pimpinan yang masih sedikit, dan pendanaan yang sering kurang. Namun sejak tahun 2005 hingga sekarang, PRA Sidoarum menunjukkan perkembangan yang pesat. Salah satu tonggak pentingnya adalah pendirian Taman Penitipan Anak yang kemudian berkembang menjadi Kelompok Bermain dan TK ABA “Bunda Aisyah”. Dari pendirian TPA lalu menginspirasi lahirnya berbagai program unggulan lain seperti Pengajian Hari Libur Nasional, Pengajian Keliling, dan Arisan Qurban. Selain bergerak di bidang pendidikan, PRA Sidoarum juga aktif dalam dakwah sosial melalui gerakan Al-Ma’un dan pengentasan buta huruf Al-Qur’an, bidang ekonomi melalui Koperasi WARMUSS, serta bidang kesehatan melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Dalam penutup naskah, para pengurus PRA Sidoarum tetap mengenang jasa para pendiri dan mengabadikan cerita semangat perjuangan kader terdahulu sebagai tonggak sejarah. PRA Sidoarum diharapkan terus menjadi pelopor gerakan perempuan Islam berkemajuan serta bisa selalu menjaga jejak dakwah ranting sebagai fondasi dalam mewujudkan peradaban yang adil, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Penulis Hp 081915495060

Loading

 Milad ke-109 Aisyiyah, PRM dan PRA Sidoarum Lakukan Soft Launching Griya Syiar Muhammadiyah Aisyiyah [GSMA]

Godean,Pdmsleman.Or.Id Momentum peringatan Milad ke-109 Aisyiyah di wilayah Sleman ditandai dengan capaian penting di bidang infrastruktur dakwah dan pendidikan. Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Sidoarum menggelar Pengajian Akbar sekaligus Soft Launching Griya Syiar Muhammadiyah Aisyiyah (GSMA) Sidoarum, Godean, Sleman, pada Selasa (16/5/2026). Acara yang berlangsung khidmat di depan Gedung GSMA tersebut bertepatan dengan momentum tahun baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah. Ketua Panitia Pembangunan, Miftahulhaq, mengungkapkan bahwa berdirinya gedung pusat syiar ini melalui proses perjuangan yang cukup panjang. Prosesnya telah dimulai sejak pembebasan lahan pada tahun 2022, sementara konstruksi fisik bangunan baru dimulai pada Mei 2025 lalu. “Rencananya gedung ini ingin dibangun dua lantai, tetapi untuk saat ini baru terealisasi satu lantai. Seluruh pembiayaan pembangunan ini murni berasal dari para donatur, baik perorangan maupun lembaga,” ujar Miftahulhaq saat memberikan laporan kepanitiaan. Kehadiran Griya Syiar ini dipastikan langsung membawa dampak nyata bagi sektor pendidikan anak usia dini di lingkungan setempat. Ketua PRA Sidoarum, Ana Rusmiyati, menjelaskan bahwa di dalam Gedung Syiar tersebut, terdapat dua ruang keas baru yang digunakan khusus untuk kelas tambahan TK Aisyiyah Bunda Aisyah. “Mudah-mudahan fasilitas baru ini menambah semangat Ibu-ibu Aisyiyah Sidoarum untuk terus berkhidmat dalam dakwah, baik di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, maupun bidang lainnya,” tutur Ana penuh harap. Acara ini turut dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, Dr. Hj. Siti Aisyah, M.Ag. Dalam tausiyahnya di hadapan ratusan jamaah, Siti Aisyah mengajak seluruh kader perempuan Muhammadiyah tersebut untuk terus merawat semangat berdakwah demi kemuliaan manusia, sekaligus dalam upaya mewujudkan Islam Rahmatan lil ‘Alamin. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi solid yang ditunjukkan oleh pengurus persyarikatan di tingkat ranting. “Saya merasa sangat bahagia, PRM dan PRA Sidoarum mampu bersinergi dengan baik dalam dakwah hingga berhasil membangun Gedung Syiar ini. Semoga gedung ini betul-betul bisa menyiarkan dakwah Muhammadiyah dan Aisyiyah, khususnya di wilayah Sidoarum ini,” pungkas Siti Aisyah. Rep Miftahudin

Loading

Pelepasan Siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Godean Berlangsung Khidmat dengan Nuansa Budaya Jawa

Godean, Pdmsleman.Or.Id Suasana haru, bangga, dan penuh kebersamaan mewarnai acara Pelepasan dan Penyerahan Kembali Siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Godean yang digelar di Balai Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026). Mengusung tema “Nggayuh Prestasi Luhur Mbangun Nagari”, kegiatan berlangsung khidmat dengan balutan budaya Jawa yang begitu kental.Sejak awal acara, para tamu disambut nuansa tradisional yang elegan. Murid, guru, dan karyawan mengenakan busana adat Jawa, sementara pembawa acara, Nurkasiadi, memandu jalannya kegiatan menggunakan bahasa Jawa. Sentuhan budaya tersebut tidak hanya menambah kekhidmatan acara, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa kepada generasi muda. Dan dipra acara ditampilkan seni tapak suci oleh 3 murid yang cukup memukau.Dalam pembacaan hasil kelulusan, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Ari Niken Tyastutik, menyampaikan bahwa SMP Muhammadiyah 2 Godean berhasil meluluskan seluruh siswa kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026.“Alhamdulillah, sebanyak 90 siswa yang terdiri atas 62 siswa putra dan 28 siswa putri dinyatakan lulus 100 persen,” ungkapnya disambut tepuk tangan hadirin.Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, orang tua, dan para siswa yang telah menyelesaikan proses pendidikan selama tiga tahun dengan penuh perjuangan.Dalam sambutan pembukaan, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Godean, Wahdan Arifudin, menyampaikan sejumlah pesan penting sebagai bekal para lulusan dalam menapaki jenjang pendidikan berikutnya.“Jagalah nama baik sekolah dan almamater SMP Muhammadiyah 2 Godean di mana pun kalian berada. Tunjukkan sikap yang baik sehingga masyarakat mengenal lulusan Muhammadiyah sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan berprestasi,” pesannya.Ia juga mengingatkan para lulusan untuk senantiasa menjaga ajaran Islam dengan sungguh-sungguh, terutama dalam melaksanakan ibadah salat lima waktu secara tertib dan istiqamah.“Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kualitas iman, takwa, dan akhlak yang dimiliki,” tegasnya.Selain itu, Wahdan berharap para lulusan tetap menjadi kader Muhammadiyah yang mampu membawa nilai-nilai Islam Berkemajuan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Ia mendorong para siswa untuk terus belajar, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah dalam menggapai cita-cita.“Teruslah belajar, jangan mudah menyerah, dan yakini bahwa masa depan yang gemilang hanya dapat diraih dengan usaha, doa, dan kesungguhan,” ujarnya.Menutup sambutannya, ia berpesan agar para lulusan senantiasa menghormati orang tua dan guru serta menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.Taklupa disampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan orang tua/wali mendidik putra-putrinya di SMP Muhammadiyah 2 Godean seraya meminta maaf jika terdapat kekurangan dan sudah berusaha meningkatkan layanan pendidikan lebih baik. “Dengan demikian setelah melewati masa pendidikan di SMP Muhammadiyah 2 Godean dengan ini kami kembalikan kepada orang tua dan wali untuk seterusnya dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.” Pada kesempatan tersebut, anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, Sri Maryani, M.Pd., berkenan mewisuda tiga siswa terbaik sekolah, yaitu Alfino, Favian, dan Reyna. Sementara itu, penghargaan prestasi bidang keagamaan diraih oleh Ghina, sedangkan prestasi bidang olahraga diraih oleh Tegar.Ketua Komite Sekolah, Suripto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa prosesi wisuda dan pelepasan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk terus berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.“Wisuda ini adalah langkah awal untuk terus meningkatkan diri dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kami juga berharap orang tua terus mendampingi dan memberikan dukungan kepada putra-putrinya,” tuturnya.Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean, Haris Darmawan, mengingatkan pentingnya menyiapkan generasi yang kuat dan berkualitas sebagaimana pesan Al-Qur’an.“Allah mengingatkan kita dalam Surah An-Nisa ayat 9 agar tidak meninggalkan generasi yang lemah. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan anak-anak dengan sebaik-baiknya, baik dari sisi akidah, ilmu pengetahuan, kesehatan, maupun kemandirian ekonomi,” ungkapnya.Acara pelepasan berlangsung semakin haru saat sekolah secara simbolis menyerahkan kembali para siswa kepada orang tua dan wali murid. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan mereka sebagai siswa SMP Muhammadiyah 2 Godean sekaligus awal langkah baru menuju pendidikan yang lebih tinggi.Kegiatan ini turut dihadiri Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean, PRM Sidomulyo, Lurah Sumbersari Sukadi, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Sumbersari, Dukuh Sembuh Kidul, Komite Sekolah, serta seluruh guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 2 Godean.Kemeriahan acara semakin terasa dengan berbagai penampilan seni dari para siswa, di antaranya penampilan Seni Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang dibawakan 3 personil, permainan angklung yang membawakan lagu “Rayuan Pulau Kelapa” serta paduan suara dengan lagu “Prau Layar” dan “Sampai Jumpa”, persembahan dari IPM SMP Muhammadiyah 2 Godean, serta tari tradisional yang dibawakan siswa kelas VII dan VIII. Suasana haru juga menyelimuti ruangan saat Kirania mewakili siswa kelas IX menyampaikan kesan dan pesan perpisahan, yang kemudian disambung dengan sambutan perwakilan orang tua siswa yang disampaikan oleh orang tua Zada.Dengan kelulusan 100 persen serta bekal nilai-nilai keislaman, kemuhammadiyahan, dan karakter yang kuat, para lulusan SMP Muhammadiyah 2 Godean diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi unggul, berilmu, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan demi mewujudkan cita-cita dan memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara. Reportase: Wahdan A Editor: Arif Hartanto

Loading

Syawwalan dan Peresmian Sekretariat PRM dan PRA Sidorejo Godean

 Godean, Pdmsleman.Or.Id Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Syawwalan yang dirangkaikan dengan peresmian Sekretariat Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Sidorejo. Acara ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM),  Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Godean, Lurah Sidorejo, Dukuh Pare 2 dan Pare 3, tokoh masyarakat, anggota PRM PRA Sidorejo serta tokoh masyarakat sekitar. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, dan diakhiri dengan tausiyah serta doa bersama. Bertempat di rumah H. Kuswanto, Dusun Pare 2 Sidorejo Godean Sleman Yogyakarta Ahad, 29 Maret 2026 telah diresmikan kantor sekretariat Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Sidorejo oleh ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean Haris Darmawan, S.Pd Menurut ketua panitia Drg. Sri Wijayanti menyampaikan bahwa “tujuan peresmian sekretariat ini adalah untuk meningkatkan gerak langkah dakwah berkemajuan di Sidorejo dan pelaksanaan peresmian ini bertepatan dengan kajian penguatan ideologi Muhammadiyah tiap Ahad Kliwon yang dibimbing oleh H. Hadi Suprapto”.  Adanya kantor ini merupakan kebaikan H. Kuswanto untuk dapat digunakan dalam kegiatan PRM PRA Sidorejo. Dilaporkan juga kegiatan lain diantaranya pengajian rutin Jumat Wage, pengajian tiap Sabtu pagi di Masjid Prawirosetiko dan kajian Ahad kliwon ini serta kegiatan per majelis. Lurah Sidorejo, Isharyanto mengapresiasi  kegiatan PRM PRA agar lebih baik lagi karena sebelumnya belum memiliki sekretariat saat ini sudah akan diresmikan kantor sekretariat dan di Sidorejo sudah ada tanah wakaf Muhammadiyah di Dusun Ganjuran akan lebih membawa manfaat bagi masyarakat. “Terimakasih kepada Bapak Kuswanto atas kesediaan memanfaatkan untuk sekretariat sebagai penguatan dakwah Muhammadiyah di Sidorejo”. Selanjutnya Haris Darmawan, S.Pd menyampaikan dalam sambutan bahwa” kantor sekretariat PRM PRA Sidorejo merupakan yang pertama di Cabang Muhammadiyah Godean dan menjadi penting untuk lebih menunjukkan eksistensinya lagi walau gerak langkah baik PRM PRA Sidorejo sudah real ada  dan eksis namun dakwah kepada jamaah harus lebih ditingkatkan”. Adapun tanah wakaf di Ganjuran nanti insyaAllah untuk pemanfaatan panti asuhan, diharapkan dapat dirintis dan dikelola oleh PRM PRA Sidorejo mengingat dakwah tidak hanya pengajian saja namun juga pemberdayaan bagi warga masyarakat tidak mampu juga peningkatan ekonomi warga masyarakat pungkas Haris. Acara Syawwalan semakin terasa khidmat dengan tausiyah yang mengangkat tema pentingnya akhlaq bagi seorang warga Muhammadiyah. Dalam tausyiyah Hadi Suprapto menyampaikan ada 3 perkara yang hendaklah kamu bisa melakukan, Pertama, memberi orang yang tidak pernah member, Kedua, ampunilah orang yang menyakiti dan Ketiga, menjadi penghubung menyambung silaturahmi. Selain itu, setelah doa oleh Drs. H. Moh. Fatchan dan pengguntingan pita masuk kantor sekretariat,  suasana keakraban juga terlihat saat ramah tamah dan makan bersama yang menjadi penutup kegiatan ini. Rep H Wahdan Arifusin SPd   PCM Godean Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pesantren Ramadhan di SMP Muhammadiyah 2 Godean

Godean, Pdmsleman.Or.Id Suasana Ramadhan yang penuh berkah terasa hangat di lingkungan SMP Muhammadiyah 2 Godean melalui kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H pada Jum’at, 6 Maret 2026 yang diselenggarakan dengan berbagai rangkaian kegiatan pembinaan keislaman bagi para siswa. Kegiatan ini dipusatkan di Masjid At Tauhid yang berada di lingkungan sekolah yang beralamat di Sembuh Lor, Sidomulyo, Godean, Sleman Yogyakarta. Pesantren Ramadhan tahun ini mengambil tema “Dengan Ramadhan kita raih ilmu dan kebersamaan” diawali dengan kegiatan Pra-Ramadhan yang dilaksanakan jelang memasuki bulan suci Ramadhan. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan bekal spiritual dan pemahaman kepada seluruh murid agar dapat menyambut dan menjalani Ramadhan dengan lebih baik, penuh kesadaran ibadah, serta meningkatkan akhlak dan kepedulian sosial. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah aksi berbagi takjil on the road yang dilaksanakan di gerbang sekolah pinggir jalan utama barat perikanan Godean. Dalam kegiatan ini, para siswa yang tergabung dalam IPM Ranting SMP Muhammadiyah 2 Godean membagikan 90an paket takjil kepada masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan berbagi tersebut dipimpin oleh Ketua IPM, Candra Nugraha, dengan pendampingan pembina IPM, Danang Dwi Cahyono, S.Pd. dan waka kesiswaan Lathifah Mutiq, S.Pd.I. Melalui kegiatan ini, para siswa dilatih untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta semangat berbagi kepada sesama, terutama di bulan suci Ramadhan. Setelah kegiatan berbagi takjil, rangkaian acara dilanjutkan dengan pengajian menjelang berbuka puasa yang disampaikan oleh Arif Jatmiko, S.Si. dan didampingi seluruh guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 2 Godean. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas fenomena remaja masa kini, tantangan yang dihadapi generasi muda, serta bagaimana seorang pelajar muslim seharusnya bersikap di tengah arus perubahan zaman. Para siswa diajak untuk tetap menjaga akhlak, memperkuat iman, serta bijak dalam menggunakan teknologi dan pergaulan. Setelah berbuka puasa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan Shalat Isya dan Tarawih berjamaah yang dipimpin oleh imam Idrus Aqibuddin, M.Pd., Guru Ismuba. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan kultum sebelum sholat tarawih oleh Kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Godean, Wahdan Arifudin, S.Pd yang mengangkat tema berbakti kepada orang tua. Dalam kultumnya, beliau mengajak para siswa untuk meneladani kisah keteladanan Uwais Al Qarni, salah satu tokoh dari kalangan Khairu Tabi’in, yang dikenal luas karena pengabdian dan kecintaannya yang luar biasa kepada sang ibu. Melalui kisah tersebut, para siswa diingatkan bahwa ridha Allah sangat erat kaitannya dengan ridha orang tua, sehingga berbakti kepada orang tua merupakan salah satu jalan menuju keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Kegiatan Pesantren Ramadhan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai keimanan, kepedulian sosial, serta akhlak mulia dalam diri para siswa. Dengan demikian, Ramadhan benar-benar menjadi momentum untuk membentuk generasi pelajar yang berilmu, beriman, dan berkarakter serta menjadikan Muhago Tumbuh yakni menumbuhkan generasi yang:✨ Takwa✨ Unggul✨ Mandiri✨ Ber-Akhlak✨ Ulet✨ HebatMenumbuhkan akhlak mulia,menumbuhkan jiwa kepemimpinan,menumbuhkan budaya literasi,dan menumbuhkan karakter sejak dini.Bersama MUHAGO (SMP Muhammadiyah 2 Godean),kita tumbuh — pelan tapi pasti,kuat dalam nilai,siap menghadapi masa depan. Aamiin Rep  H. Wahdan A  S.Pd  SMPM 2 Godean

Loading

Pengajian Bersama Syeikh Poer Ji di Masjid At Tauchid SMP Muhammadiyah 2 Godean

Godean, Pdmsleman.Or.id Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan, jamaah dan masyarakat menghadiri kegiatan Pengajian Tarhib Ramadhan bersama Syech Poer Ji dengan tema “Ramadhan Lebih Bermakna”. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh antusias serta ger-geran. Pengajian ini menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memasuki bulan penuh berkah. Ustadz Drs. Purwono, MA menyampaikan di hadapan ratusan jamaah dari PRM, PRA, IPHUI, PHBI Sidomulyo, JIT/Jamaah Ibu-Ibu At Tauhid, serta perwakilan guru karyawan SMP Muhammadiyah 2 Godean di Masjid At Tauhid Sembuh Sidomulyo Godean Sleman Yogyakarta pada Ahad,  8 Februari 2026. Dengan tema “Ramadhan lebih bermakna” disampaikan oleh Ustadz Purwono yang sering dipanggil Syekh Poer Ji bahwa Bulan Ramadhan harus dilakukan dengan penuh keimanan dan keikhlasan akan diampuni segala dosa-dosanya. Bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan besar untuk memperbaiki hati, memperkuat iman, dan meningkatkan amal kebaikan. “Taqwa adalah tujuan puasa sebagaimana dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183, taqwa pada hakekatnya adalah keyakinan yang mantab kepada Allah, rasa takut yang mendalam, dan perasaan muraqabah yang terus-menerus, maka taqwa merupakan aktualisasi ketaatankepada ilahi. Siapa yang mempersiapkan diri dengan baik untuk meraih taqwa, insyaAllah akan merasakan Ramadhan yang lebih bermakna dan penuh keberkahan,” tutur beliau. Beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk memaksimalkan ibadah di bulan suci dengan 9 (Sembilan) tips/kiat agar iman dan taqwa meningkat selama ramadhan dengan aktifitas berikut: 1.         Puasa 2.         Sholat 3.         Sahur dan Buka 4.         Baca Qur’an dan menghatamkannya 5.         Sedekah 6.         I’tikaf 7.         Banyak Berdoa 8.         Mengajak berbuat baik 9.         Kurangi nonton TV dan main HP Kegiatan pengajian ini diakhiri dengan doa bersama oleh Ustadz Purwono,agar umat Islam diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk menjalani Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan.  Seno Pitoyo, S. Kep, Ns, selaku panitia berharap pengajian ini dapat menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi masyarakat untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.Dengan adanya kegiatan ini, Ramadhan tahun ini diharapkan benar-benar menjadi bulan yang lebih bermakna, bukan hanya secara ritual, tetapi juga dalam membangun pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.Selain pengajian dimeriahkan penampilan angklung dari TK ABA Melati Putih Sidomulyo Godean, Pemeriksaan Kesehatan dari PKU Muhammadiyah Gamping dan aneka UMKM di Sidomulyo. Rep H. Wahdan Arifudin KS SMPM 2 Godean Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading