Tempel, PDmsleman.Or.Id
Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Edukasi dan Pelatihan Lansia di Griya lansia PCA Tempel Riyadul Jannah Gedung Dakwah PRM Mororejo, Tempel, Sleman pada Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. dr. H. Probosuseno, Sp.PD-K.Ger., FINASIM, S.E., M.M., AIFO-K sebagai narasumber dokter yang dikenal memiliki perhatian terhadap persoalan kesehatan usia lanjut.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut mengangkat materi “Menjadi Senior/Lansia yang Tangguh dan Ampuh agar Tidak Rapuh dan Mudah Jatuh.” Edukasi ini menjadi bagian dari perhatian Muhammadiyah Sleman terhadap keberadaan kelompok lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, produktif, serta memiliki kualitas kehidupan yang baik.
Ketua MPKS PDM Kabupaten Sleman, Drs. Wahyu Purhantara, M.M., bersama Sekretaris Anna Yaskuri, S.H., menyampaikan bahwa Muhammadiyah Sleman dalam hal ini mempunyai perhatian terhadap kesehatan lansia yang tidak hanya ditempatkan pada aspek medis. Pesan yang disampaikan juga menyentuh pentingnya membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus menjaga keseimbangan kehidupan sosial dan spiritual.
Nampak hadir dalam kegiatan ini H. Arif Sulistyo SE PDM Sleman, PDA Sleman, PCM Tempel Samsul Alam Msi, PCA Tempel beserta sejumlah undangan dan peserta yang antusias mengikuti kegiatan.

Dalam materi pengenalan narasumber, Dr. dr. Probosuseno disebut sebagai dokter sekaligus pengajar. Ia lahir di Sukoharjo pada 1962 dan menempuh pendidikan kedokteran hingga bidang geriatri. Gelar yang tercantum antara lain Sp.PD dan K-Ger, disertai FINASIM, S.E., M.M., serta AIFO-K.
Selain menjalankan profesi sebagai dokter dan pengajar, Probosuseno juga memiliki sejumlah kegemaran, seperti mendengarkan pengajian, membaca, menulis, menyanyi, puisi, melukis, seni bela diri, berorganisasi, serta aktivitas bersama anak-anak.
Dalam materi bertajuk “Resep Sehat Bahagia”, terdapat pesan sederhana yang dirangkum dalam bait-bait yang mudah diingat. Salah satunya berbunyi, “Sehat bahagia, apakah resepnya? Rajin olahraga, seimbang gizinya.”
Pesan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pentingnya menjaga waktu istirahat, meningkatkan ketakwaan, mengembangkan hobi, serta menciptakan lingkungan yang baik. “ Dengan demikian, menjalani masa lanjut usia tidak semata-mata berkaitan dengan menjaga kondisi fisik, tetapi juga bagaimana seseorang tetap memiliki aktivitas dan lingkungan yang mendukung” tutur Probo.
“Tidur secukupnya, tingkatkan taqwanya, kembangkan hobinya, bagus lingkungannya,” demikian salah satu bagian dalam materi Resep Sehat Bahagia yang digunakan sebagai pesan edukatif bagi lansia.
Kesehatan lansia juga membutuhkan kesadaran untuk melakukan pemantauan secara berkala. Dalam materi tersebut terdapat pesan agar seseorang dapat menerima kondisi dirinya dengan lapang dan tetap melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Legowo dan ikhlas menerima, kontrol rutin, baca, tulis, tetap berkarya, sekuatnya saja,” demikian pesan lain yang tercantum dalam materi.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pada usia lanjut tetap dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing. Membaca, menulis, mengembangkan hobi, berinteraksi dengan lingkungan, hingga berkarya menjadi bagian dari upaya mempertahankan aktivitas kehidupan agar masa lansia tidak identik dengan berhenti beraktivitas.
Bagi MPKS PDM Kabupaten Sleman, kegiatan edukasi lansia menjadi ruang untuk memberikan pemahaman sekaligus membangun kesadaran bahwa kelompok lanjut usia membutuhkan perhatian yang berkelanjutan. Edukasi kesehatan juga diharapkan dapat membantu lansia dan keluarga mengenali berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Tema “agar tidak rapuh dan mudah jatuh” menjadi penekanan penting dalam kegiatan tersebut. Risiko jatuh merupakan salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian pada usia lanjut karena dapat berdampak terhadap mobilitas dan kemandirian seseorang.
Melalui kegiatan di Gedung Dakwah PRM Mororejo tersebut, peserta diajak melihat masa senior bukan sebagai fase untuk berhenti berkarya, melainkan masa yang tetap dapat dijalani dengan aktivitas yang terukur, kebiasaan hidup sehat, penguatan spiritual, serta hubungan sosial yang baik.
Dengan pendekatan tersebut, edukasi lansia di lingkungan Muhammadiyah Sleman tidak hanya berbicara tentang bagaimana seseorang tetap sehat secara fisik, tetapi juga bagaimana menjalani masa tua dengan bahagia, menerima kondisi diri, tetap produktif sesuai kemampuan, dan menjaga kualitas kehidupan bersama keluarga maupun masyarakat.
Rep : Mulyanto S.Pd MPKS PDM Sleman
Foto : Nur Cahya W. S.Pd PCA Tempel
Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman.
![]()








