Muhammadiyah Turi
![]()
Muhammadiyah Turi
![]()
Godean, Pdmsleman.Or.Id Suasana haru, bangga, dan penuh kebersamaan mewarnai acara Pelepasan dan Penyerahan Kembali Siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Godean yang digelar di Balai Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026). Mengusung tema “Nggayuh Prestasi Luhur Mbangun Nagari”, kegiatan berlangsung khidmat dengan balutan budaya Jawa yang begitu kental.Sejak awal acara, para tamu disambut nuansa tradisional yang elegan. Murid, guru, dan karyawan mengenakan busana adat Jawa, sementara pembawa acara, Nurkasiadi, memandu jalannya kegiatan menggunakan bahasa Jawa. Sentuhan budaya tersebut tidak hanya menambah kekhidmatan acara, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa kepada generasi muda. Dan dipra acara ditampilkan seni tapak suci oleh 3 murid yang cukup memukau.Dalam pembacaan hasil kelulusan, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Ari Niken Tyastutik, menyampaikan bahwa SMP Muhammadiyah 2 Godean berhasil meluluskan seluruh siswa kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026.“Alhamdulillah, sebanyak 90 siswa yang terdiri atas 62 siswa putra dan 28 siswa putri dinyatakan lulus 100 persen,” ungkapnya disambut tepuk tangan hadirin.Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, orang tua, dan para siswa yang telah menyelesaikan proses pendidikan selama tiga tahun dengan penuh perjuangan.Dalam sambutannya, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Godean, Wahdan Arifudin, menyampaikan sejumlah pesan penting sebagai bekal para lulusan dalam menapaki jenjang pendidikan berikutnya.“Jagalah nama baik sekolah dan almamater SMP Muhammadiyah 2 Godean di mana pun kalian berada. Tunjukkan sikap yang baik sehingga masyarakat mengenal lulusan Muhammadiyah sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan berprestasi,” pesannya.Ia juga mengingatkan para lulusan untuk senantiasa menjaga ajaran Islam dengan sungguh-sungguh, terutama dalam melaksanakan ibadah salat lima waktu secara tertib dan istiqamah.“Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kualitas iman, takwa, dan akhlak yang dimiliki,” tegasnya.Selain itu, Wahdan berharap para lulusan tetap menjadi kader Muhammadiyah yang mampu membawa nilai-nilai Islam Berkemajuan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Ia mendorong para siswa untuk terus belajar, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah dalam menggapai cita-cita.“Teruslah belajar, jangan mudah menyerah, dan yakini bahwa masa depan yang gemilang hanya dapat diraih dengan usaha, doa, dan kesungguhan,” ujarnya.Menutup sambutannya, ia berpesan agar para lulusan senantiasa menghormati orang tua dan guru serta menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.Taklupa disampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan orang tua/wali mendidik putra-putrinya di SMP Muhammadiyah 2 Godean seraya meminta maaf jika terdapat kekurangan dan sudah berusaha meningkatkan layanan pendidikan lebih baik. “Dengan demikian setelah melewati masa pendidikan di SMP Muhammadiyah 2 Godean dengan ini kami kembalikan kepada orang tua dan wali untuk seterusnya dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.” Pada kesempatan tersebut, anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, Sri Maryani, M.Pd., berkenan mewisuda tiga siswa terbaik sekolah, yaitu Alfino, Favian, dan Reyna. Sementara itu, penghargaan prestasi bidang keagamaan diraih oleh Ghina, sedangkan prestasi bidang olahraga diraih oleh Tegar.Ketua Komite Sekolah, Suripto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa prosesi wisuda dan pelepasan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk terus berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.“Wisuda ini adalah langkah awal untuk terus meningkatkan diri dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kami juga berharap orang tua terus mendampingi dan memberikan dukungan kepada putra-putrinya,” tuturnya.Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean, Bapak Haris Darmawan, mengingatkan pentingnya menyiapkan generasi yang kuat dan berkualitas sebagaimana pesan Al-Qur’an.“Allah mengingatkan kita dalam Surah An-Nisa ayat 9 agar tidak meninggalkan generasi yang lemah. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan anak-anak dengan sebaik-baiknya, baik dari sisi akidah, ilmu pengetahuan, kesehatan, maupun kemandirian ekonomi,” ungkapnya.Acara pelepasan berlangsung semakin haru saat sekolah secara simbolis menyerahkan kembali para siswa kepada orang tua dan wali murid. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan mereka sebagai siswa SMP Muhammadiyah 2 Godean sekaligus awal langkah baru menuju pendidikan yang lebih tinggi.Kegiatan ini turut dihadiri Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean, PRM Sidomulyo, Lurah Sumbersari Sukadi, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Sumbersari, Dukuh Sembuh Kidul, Komite Sekolah, serta seluruh guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 2 Godean.Kemeriahan acara semakin terasa dengan berbagai penampilan seni dari para siswa, di antaranya permainan angklung yang membawakan lagu “Rayuan Pulau Kelapa” serta paduan suara dengan lagu “Prau Layar” dan “Sampai Jumpa”, persembahan dari IPM SMP Muhammadiyah 2 Godean, serta tari tradisional yang dibawakan siswa kelas VII dan VIII. Suasana haru juga menyelimuti ruangan saat Kirania mewakili siswa kelas IX menyampaikan kesan dan pesan perpisahan, yang kemudian disambung dengan sambutan perwakilan orang tua siswa yang disampaikan oleh orang tua Zada.Dengan kelulusan 100 persen serta bekal nilai-nilai keislaman, kemuhammadiyahan, dan karakter yang kuat, para lulusan SMP Muhammadiyah 2 Godean diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi unggul, berilmu, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan demi mewujudkan cita-cita dan memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara. Rep H Wadhan A Godean
![]()
Berbah, Pdmsleman.Or.Id Pelepasan enam puluh delapan siswa kelas enam SD Muhammadiyah Semoya tahun ajaran 2025-2026 merupakan momen mengharukan. Selama masa menuntut ilmu enam tahun merupakan perjalanan panjang dengan tetesan keringat, jair mata, dalam kebersamaan untuk menggapai cita dan harapan.Melalui kerja keras keras cerdas siswa, guru, karyawan, dorongan doa dari orang tua dan komite, kerja panjang mencapai akhir yang menggembirakan. Meski kelas enam ini merupakan salah satu kelas yang mengalami terpaan pandemi covid -19. Merasakan ketegangan pandemi namun semua siswa tetap tegar dan semangat hingga saat ini menjadi lulusan terbaik pada TKD/A diantara SD Muhammadiyah dalam wilayah Kapanewon Berbah. Capaian tersebut merupakan kebanggaan yang menunjukkan hasil dari pembelajaran yang berlangsung di SD Muhammadiyah Semoya berjalan dengan baik.Untuk siswa yang mendapat nilai kelulusan yang tinggi jangan menjadi takabur harus bersyukur dan tetap belajar.“Bagi yang merasa belum mendapatkan nilai memuaskan , tetap semangat belajar lebih giat pada jenjang sekolah selanjutnya.” Pesan Rini Wuriyastuti, Kepala sekolah SD Muhammadiyah Semoya saat menyampaikan sambutan pada acara perpisahan Sabtu 6 Juni 2026 di aula SD Muhammadiyah Semoya, Tegaltirto, Berbah , Sleman, Yogyakarta. Kegiatan pelepasan dan perpisahan kelas enam SD Muhammadiyah Semoya dihadiri dari PCM Berbah Ustadz Wahab dan ustadz Dadang Margono. Komite sekolah Roem Sibli , guru dan karyawan, siswa kelas enam beserta orang tua. Selanjutnya kepala sekolah SD Muhammadiyah Semoya menyerahkan kembali putra putri kelas enam kepada orong tua siswa dengan pesan untuk melanjutkan apa yang telah menjadi kebiasaan baik hasil dari pembelajaran selama enam tahun di SD Muhammadiyah Semoya. Dengan menjaga putra putri dengan cara menjaga akhlak yang baik, disiplin waktu dan management yang baik dalam berbagai hal.Kepada siswa dirinya memberikan pesan yang utama untuk selalu menjaga sholat tertib, disiplin dan selalu berbakti kepada kedua orang tua.Pada jenjang sekolah berikutnya pastilah akan bertemu dengan temen pergaulan yang lebih luas, pandai pandai untuk memilih teman. Karena lingkungan pergaulan akan sangat berpengaruh pada pembentukan karakter.“Terimakasih untuk tawa, cerita dan perjuangan yang telah kita lewati bersama. Teriring doa semoga keberhasilan selalu menyertai langkahmu.” Tutur Rini. Pada kesempatan tersebut sekolah memberikan apresiasi kepada siswa yang mendapat nilai seratus pada pada pada masing masing nilai ujian kelulusan. Apresiasi ini sebagai bentuk penghargaan untuk semangat dan perjuangan selama ini. Selanjutnya para siswa dan guru menampilkan berbagai talent, diantaranya penampilan tarian anak yang menjadi juara FLS3N tingkat Kapanewon Berbah dan juara 3 tingkat Kabupaten Sleman.Penampilan yang sesuai dengan acara pelepasan adalah ketika guru bersama sama menyanyikan lagunya Virgoun Saat Kau Telah Mengerti.“Bila bentakan kecilku patahkan hatimu, Lebih keras dari itu dunia kan menghakimimu, Kubentuk dirimu menjadi engkau hari ini, kau harus kuat kau harus hebat permata hatiku.”Lirik yang menjadi relevan, bentuk gambaran perjuangan guru membentuk murid sebagai permata. Rep Kusnadi Berbah
![]()
Yogyakarta. pdmsleman.Or.Id Majelis Lingkungan Hidup dan Majelis Pustaka dan Informasi PWM DIY menggelar Diskusi dan Bedah Buku Ekologi Berkemajuan: Gerakan Lingkungan Berkelanjutan Muhammadiyah di Ruang Audio Visual Museum Muhammadiyah Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan yang berpijak pada nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. MPI PDM Sleman dalam kesempatan kali ini hadir sebagai peserta bedah buku yang dihadiri oleh Arief Hartanto ketua dan Wahdan Arifudin Sekretaris bersama puluhan undangan dari Majelis Lingkungan Hidup, Majelis Pustaka dan Informasi se DIY beserta akademisi dan penggiat lingkungan dan literasi. Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PWM DIY, Afan Kurniawan, S.T., M.T dalam sambutannya menegaskan bahwa berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini menuntut perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pencemaran lingkungan, berkurangnya keanekaragaman hayati, serta meningkatnya berbagai bencana ekologis menunjukkan bahwa hubungan manusia dengan alam perlu dibangun kembali secara lebih bertanggung jawab. “Buku ini mengajak kita memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari nilai-nilai keislaman. Manusia sebagai khalifah memiliki tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan alam sebagai amanah Allah SWT,” ujarnya. Afan menjelaskan bahwa konsep Ekologi Berkemajuan sejalan dengan semangat Islam Berkemajuan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan manusia, tetapi juga keberlanjutan lingkungan. Ia berharap buku tersebut mampu menjadi sumber inspirasi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun gerakan lingkungan yang berbasis ilmu pengetahuan, nilai keagamaan, dan kepedulian sosial. Sementara itu, Ketua Majelis Lingkungan Hidup PWM DIY, Dr. Sapardiyono, S.Hut., M.H., mengungkapkan bahwa krisis lingkungan yang terjadi saat ini merupakan persoalan global yang sebagian besar dipicu oleh aktivitas manusia. Ia menyoroti tingginya angka bencana yang terjadi di Indonesia sebagai dampak dari kerusakan lingkungan dan perubahan iklim. “Pada tahun 2024 terjadi 3.472 bencana di Indonesia, dan sekitar 70 persen di antaranya berupa banjir serta cuaca ekstrem. Ini menunjukkan bahwa krisis lingkungan tidak bisa dipandang sebagai persoalan alam semata, tetapi juga akibat perilaku manusia yang tidak ramah lingkungan,” katanya. Menurut Sapardiyono, Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ekologis melalui pendidikan, literasi, dan gerakan kolektif warga persyarikatan. “Muhammadiyah perlu menggerakkan, mendidik, dan meliterasi warganya agar pelestarian lingkungan menjadi nilai yang hidup dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya. Apresiasi terhadap terbitnya buku tersebut juga disampaikan Wali Kota DR. dr Hasto Wardoyo Yogyakarta melalui sambutan tertulis yang dibacakan dalam acara. Pemerintah Kota Yogyakarta menilai buku Ekologi Berkemajuan sebagai literatur yang komprehensif dalam membahas berbagai persoalan lingkungan dari beragam perspektif. “Buku ini tidak hanya membahas aspek lingkungan hidup, tetapi juga kaitannya dengan kesehatan manusia. Lingkungan yang buruk dapat memicu berbagai penyakit, baik menular maupun tidak menular, termasuk persoalan kesehatan mental yang saat ini semakin meningkat,” demikian isi sambutan tersebut. Dalam sesi diskusi yang dipandu Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta Ahmad Ahid Mudayana S.K.M, M.P.H dengan bahasan oleh Prof. Wajiran, S.S., M.A.,dari UAD menyoroti pentingnya membangun kesadaran ekologis melalui pendidikan dan sastra. Ia mendorong agar literasi lingkungan diintegrasikan dalam kurikulum sekolah maupun perguruan tinggi, serta diperkuat melalui berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan generasi muda. Ketua LHKP PP Muhammadiyah, Prof. Dr. phil. Ridho Al Hamdi, menilai keunggulan buku ini terletak pada keberagaman perspektif para penulis yang berasal dari berbagai disiplin ilmu. “Persoalan ekologi bukanlah domain satu bidang tertentu. Semua disiplin ilmu memiliki tanggung jawab yang sama dalam membangun kesadaran dan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan,” ujarnya Selain itu, ia mengingatkan pentingnya perhatian terhadap persoalan ekologis yang dihadapi Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti krisis air bersih di Gunungkidul, persoalan sampah, alih fungsi lahan pertanian, hingga ancaman bencana yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Merapi. Menutup diskusi, para narasumber sepakat bahwa kesadaran ekologis harus menjadi gerakan bersama. Pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila manusia mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan upaya pelestarian lingkungan demi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang. https://drive.google.com/drive/folders/1SzT6HA-PCIYzxb3uY2liiJfxzKq_lA_q?usp=sharing Rep Arief H & Wahdan Arifudin
![]()
Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen-PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) meluncurkan Muhammadiyah Balanced Scorecard (MBS) sebagai instrumen pengukuran kinerja sekolah dan madrasah Muhammadiyah. Peluncuran berlangsung dalam Seminar Pendidikan Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Unggul Berkemajuan di Grha As Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Selasa (2/6), yang diikuti kepala sekolah/madrasah Muhammadiyah se-DIY. Pada kesempatan yang sama, Majelis Dikdasmen-PNF PWM DIY juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Marshall Cavendish Education sebagai upaya memperkuat pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pembelajaran coding, serta pengembangan STEM dalam pembelajaran matematika. Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PWM DIY, Ahmad Muhamad, M.Ag., menjelaskan bahwa Muhammadiyah Balanced Scorecard merupakan instrumen yang telah dipersiapkan secara sistematis dan telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI). “Ini merupakan bentuk implementasi ikhtiar kami untuk mewujudkan sekolah unggul di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah DIY melalui langkah-langkah yang sistematis. Seluruh sekolah dan madrasah akan kita bangun agar terus tumbuh dan berkembang berdasarkan kondisi riil masing-masing,” ujarnya. Melalui instrumen tersebut, sekolah Muhammadiyah akan dipetakan dalam lima kategori, yakni sekolah tumbuh, berkembang, unggul pratama, unggul madya, dan unggul utama. Ahmad menegaskan, sekolah yang masih berada pada kategori tumbuh tidak perlu berkecil hati karena sistem ini dirancang untuk membantu setiap sekolah berkembang berdasarkan baseline yang dimiliki. “Kami ingin semua sekolah bergerak maju bersama. Instrumen ini bukan untuk menghakimi, tetapi menjadi panduan pengembangan yang terukur dan berkelanjutan,” katanya. Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, Ph.D., menyambut baik peluncuran instrumen tersebut. Menurutnya, kehadiran key performance indicators (KPI) akan membantu sekolah melihat capaian kinerja secara lebih objektif, kuantitatif, dan terukur. “Kita membutuhkan ukuran keberhasilan yang jelas. Dengan KPI, subjektivitas dalam penilaian dapat diminimalkan sehingga sekolah memiliki target yang terukur dalam proses peningkatan mutu,” ujarnya. Meski demikian, Didik mengingatkan bahwa KPI tidak boleh menghilangkan aspek-aspek kualitatif yang menjadi kekhasan pendidikan Muhammadiyah. Ia mencontohkan karakter, kemandirian lulusan, kepemimpinan organisasi, hingga akuntabilitas pengelolaan keuangan sebagai aspek penting yang tetap harus diperhatikan. “Jangan sampai penggunaan KPI menghilangkan unsur-unsur penting yang menjadi keunggulan pendidikan Muhammadiyah. Ada banyak nilai kualitatif yang tetap harus direpresentasikan dalam ukuran-ukuran yang relevan,” katanya. Ia berharap inovasi yang dilakukan PWM DIY dapat menjadi model praktik terbaik bagi sekolah Muhammadiyah di berbagai daerah. “Terima kasih kepada PWM DIY yang terus menjadi center of excellence dan menjadi contoh praktik baik bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia,” tambahnya. Ketua PWM DIY, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, M.A. menjelaskan bahwa pendidikan tidak bisa dilepaskan dari ilmu dan sangat diutamakan dalam ajaran Islam. Dalam tradisinya, pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai proses transfer pengetahuan (ta’lim), tetapi juga mencakup proses pengasuhan dan pembentukan karakter (tarbiyah). Ikhwan memandang, ukuran keberhasilan pendidikan tidak semata-mata terletak pada capaian angka, indikator kinerja, atau prestasi akademik. “Semua itu penting, tetapi ada aspek yang lebih mendasar, yaitu bagaimana pendidikan mampu menjadikan manusia mengenal dirinya, memahami tugas kemanusiaannya, dan pada akhirnya mengenal Tuhannya,” ucapnya. Maka dari itu, Ikhwan berharap seminar pendidikan dan peluncuran Muhammadiyah Balanced Scorecard ini memperkuat ikhtiar Muhammadiyah dalam menghadirkan pendidikan yang holistik, integratif, dan berkemajuan bagi anak-anak Indonesia serta kemajuan bangsa. Seminar pendidikan tersebut menghadirkan Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, M.Ed., Ph.D., dan Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Prof. Dr. Toni Toharudin, M.Sc., sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Muhammad Sayuti menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang kuat di tengah semakin ketatnya persaingan lembaga pendidikan. Menurutnya, kemajuan Muhammadiyah selama ini tidak dapat dilepaskan dari kemampuan organisasi dalam membangun sistem manajemen yang modern, profesional, dan terukur. “Persaingan sekolah semakin berat, demikian juga perguruan tinggi yang kini bersaing ketat mendapatkan mahasiswa. Karena itu, setiap pemimpin sekolah harus memiliki parameter keberhasilan yang jelas, mulai dari amanah, kemajuan yang dicapai, hingga mutu manajemen yang dijalankan,” ujarnya. Sayuti menambahkan bahwa budaya pengukuran kinerja merupakan bagian penting dalam membangun organisasi yang sehat. Menurutnya, amal saleh yang dilakukan dalam organisasi perlu memiliki ukuran yang jelas agar dampaknya dapat dirasakan secara nyata. Sementara itu, Prof. Toni Toharudin menilai inisiatif Muhammadiyah Balanced Scorecard berpotensi menjadi rujukan nasional dalam pengembangan tata kelola sekolah berbasis mutu. “Ini bisa menjadi praktik baik di tingkat nasional dan menjadi referensi bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah di wilayah lain dalam membangun tata kelola yang sesuai dengan target yang diinginkan,” katanya. Ia menjelaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini bukan hanya memperluas akses, tetapi memastikan setiap peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang bermutu. Karena itu, sistem penjaminan mutu harus dibangun secara kuat dan berkelanjutan. Menurut Toni, sekolah saat ini harus memasuki era pengambilan keputusan berbasis data. Seluruh proses peningkatan mutu perlu didukung data yang akurat agar perbaikan dapat dilakukan secara tepat sasaran dan berkesinambungan. “Kita harus membangun budaya mutu, bukan sekadar budaya kepatuhan administratif. Budaya mutu berorientasi pada perbaikan yang benar-benar dirasakan peserta didik dari waktu ke waktu,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya keterhubungan antara sistem penjaminan mutu internal sekolah dengan sistem penjaminan mutu eksternal, sehingga seluruh instrumen pengukuran dapat berjalan selaras dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Rep Dzikril F Mediamu
![]()
Turi,Pdmsleman.or.Id Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kapanewon Turi kembali menunjukkan komitmennya dalam dakwah sosial melalui kegiatan Bakti Sosial dan Pendistribusian Daging Kurban 2026. Mengusung tema “Semangat Kurban, Menyatukan Umat dalam Kepedulian”, program ini menyasar masyarakat fakir, miskin, dan dhuafa di wilayah Sleman serta Kulon Progo yang selama ini relatif minim menerima distribusi daging kurban. Kegiatan yang dilaksanakan pada 27–28 Mei 2026 tersebut merupakan kolaborasi antara Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Turi dan Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Turi. Program ini tidak hanya menjadi sarana penyaluran daging kurban, tetapi juga wahana pembinaan kader muda Muhammadiyah agar memiliki kepekaan sosial dan jiwa kepemimpinan yang kuat. Ketua panitia, Sidik Budiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilandasi semangat meneladani Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT. Selain itu, kurban menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat sebagaimana disampaikan kepada redaksi pada Rabu 3 Juni 2026. “Melalui program ini, kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus membentuk karakter kader muda Muhammadiyah yang peduli, disiplin, dan siap mengabdi kepada umat,” ujarnya . Program tebar daging kurban tahun ini memperoleh dukungan luas dari berbagai elemen Persyarikatan Muhammadiyah, takmir masjid, donatur, serta para sahibul kurban. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp6.878.800, berasal dari kas AMM Turi, PCM Turi, PRM, PKU Muhammadiyah Sleman, dan sejumlah donatur perseorangan. Selain dukungan dana, AMM Turi juga menerima puluhan paket daging kurban dari berbagai masjid dan kelompok masyarakat, antara lain dari Ledoknongko, Ganggong, Ngentak, Dadapan, Masjid Kelor, Masjid Ngablak, hingga Masjid Randusongo. Daging kurban kemudian disalurkan kepada warga di sejumlah wilayah, seperti Kawedan, Tegalrejo (Ngepreh), Donomulyo, Daren, kelompok dhuafa pengajian Surodadi, hingga jamaah di Ngroto, Banjarsari, Kalibawang, Kulon Progo. Sebagian paket juga diberikan kepada anggota AMM yang terlibat aktif dalam kegiatan sosial tersebut. Ketua PCPM Turi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program ini. Menurutnya, kepercayaan para sahibul kurban menjadi amanah yang harus dikelola secara profesional dan tepat sasaran. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para sahibul kurban dan seluruh donatur yang telah mempercayakan pengelolaan daging dan hewan kurban kepada PCPM dan PCNA Turi. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan yang telah diberikan ” . Melalui kegiatan ini, AMM Turi berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial yang menjadi ruh ibadah kurban terus tumbuh di tengah masyarakat. Tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi penerima manfaat, tetapi juga memperkuat peran kader Muhammadiyah sebagai pelopor gerakan sosial yang mencerahkan dan memberdayakan umat. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Jihadi TV https://www.youtube.com/watch?v=mRBg_dxPSBY
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar pelantikan kepala sekolah di Aula Kantor PDM Sleman, Senin (1/6/2026). Kegiatan diawali dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an oleh Purwanto S.Pd yang menambah kekhidmatan suasana acara. Dalam kesempatan tersebut, dilantik kepala sekolah dari sejumlah sekolah dasar Muhammadiyah di Kabupaten Sleman, yaitu SD Muhammadiyah Sangonan 1, SD Muhammadiyah Sangonan 2, SD Muhammadiyah Sangonan 4, SD Muhammadiyah Macanan, dan SD Muhammadiyah Klewonan. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, H. Harjaka yang arahannya, Harjaka menegaskan “pentingnya komunikasi yang baik antara kepala sekolah dan seluruh guru agar program-program sekolah dapat dipahami, diterima, dan dilaksanakan secara maksimal”. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah, tetapi juga oleh sinergi seluruh unsur pendidikan di lingkungan sekolah. Selain itu, Harjaka mengingatkan bahwa pemenuhan pembelajaran, termasuk pendidikan olahraga, harus diimbangi dengan perhatian terhadap kebutuhan peserta didik secara menyeluruh. Menurutnya, sekolah perlu memastikan peserta didik memperoleh asupan makanan yang bergizi sebagai penunjang tumbuh kembang dan prestasi belajar. Tidak kalah penting, lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan mendukung proses pembelajaran juga harus menjadi perhatian utama setiap sekolah. Dengan suasana belajar yang kondusif, diharapkan peserta didik dapat berkembang secara optimal baik dalam aspek akademik, karakter, maupun kesehatan. Pelantikan ini menjadi momentum penguatan kepemimpinan pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Para kepala sekolah yang dilantik diharapkan mampu mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta terus menghadirkan inovasi demi terwujudnya sekolah Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing. Acara berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan, dihadiri oleh jajaran PDM Sleman, Majelis Dikdasmen dan PNF, kepala sekolah, serta tamu undangan dari amal usaha Muhammadiyah Kabupaten Sleman. Rep Totok Sekretariat PDM Sleman
![]()
Moyudan, Pdmsleman.Or,Id Pelaksanaan Idul Adha 1447 H di Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman berjalan lancar. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah hewan kurban yang disembelih mencapai 89 ekor sapi dan 165 ekor domba atau kambing. Penyembelihan tersebar di beberapa masjid dan musholla se-Sumbersari. Sebagian besar dilaksanakan pada Rabu, ( 27/5/2026, dan sisanya pada Kamis, 28 /5/2026. Carik Sumbersari yang juga Bendahara PRM Sombangan Raya, Junaidi, mengatakan angka tersebut membuktikan kesadaran warga untuk beribadah kurban semakin meningkat. “Ini juga menunjukkan bahwa tingkat perekonomian di Sumbersari lebih baik dibanding sebelumnya,” ujarnya. Pemerintah Kalurahan Sumbersari memberikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara atas dedikasi dan integritasnya. Berkat kerja panitia, pelaksanaan Idul Kurban di wilayahnya berjalan lancar tanpa hambatan. Untuk tahun mendatang, Pemkal Sumbersari berharap para dukuh dapat melaporkan jumlah hewan kurban yang akan disembelih dari masing-masing padukuhan. Langkah ini bertujuan agar pemantauan dan pendataan oleh pemerintah kalurahan menjadi lebih akurat.Rep Sugiyanto Moyudan
![]()
Khotbah sholat ldul Adha 1447 HDr. Hendro Widodo, M.Si di lapangan Margomulyo Seyegan
![]()