SMK Muhammadiyah 1 Sleman Hadirkan Bengkel Teaching Factory Berbasis Industri

SMK Muhammadiyah 1 Sleman terus memperkuat pembelajaran berbasis dunia kerja melalui Bengkel Teaching Factory (Tefa) yang melayani perawatan kendaraan bagi masyarakat. Selain menjadi sarana praktik bagi peserta didik, bengkel tersebut juga menghadirkan promo cuci mobil gratis bagi setiap pelanggan yang melakukan servis sebagai bentuk peningkatan kualitas layanan. Bengkel Teaching Factory dirancang agar peserta didik memperoleh pengalaman kerja secara langsung melalui pelayanan kepada pelanggan. Dengan konsep tersebut, siswa tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga memahami standar pelayanan, etika kerja, dan kebutuhan industri otomotif. Wakil Kepala SMK Muhammadiyah 1 Sleman, Afifuddin, mengatakan keberadaan Bengkel Teaching Factory merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. “Teaching Factory menjadi wadah bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman nyata. Mereka tidak hanya berlatih keterampilan teknis, tetapi juga memahami budaya kerja, pelayanan kepada pelanggan, dan tanggung jawab sebagai calon tenaga profesional,” ujarnya, Selasa (21/7/2026). Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Karena itu, sekolah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, salah satunya melalui promo cuci mobil gratis bagi setiap pelanggan yang melakukan servis. “Kami ingin masyarakat mendapatkan pelayanan yang berkualitas, sekaligus ikut mendukung proses pembelajaran siswa. Semakin banyak kendaraan yang ditangani, semakin banyak pula pengalaman yang diperoleh peserta didik,” katanya. Bengkel Tefa SMK Muhammadiyah 1 Sleman melayani berbagai jenis perawatan kendaraan, mulai dari tune up mobil EFI dan karburator, servis rem dan balance roda, hingga pemindaian (scan) kendaraan. Seluruh layanan didukung peralatan modern dan pendampingan guru serta teknisi yang berpengalaman. Keberadaan Bengkel Teaching Factory sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memperkuat pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan dunia usaha dan dunia industri. “Melalui pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi dengan masyarakat, sekolah diharapkan mampu mencetak lulusan yang kompeten, siap kerja, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sleman,” tandasnya. Rep Athiful Depok

Loading

Pelatihan ToT SATUMU Perkuat Digitalisasi Keanggotaan Muhammadiyah di Sleman

Godean, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman menyelenggarakan Pelatihan Training of Trainer (ToT) SATUMU di SMP Muhammadiyah 1 Gamping pada Sabtu, 18 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat implementasi aplikasi SATUMU dalam menyambut Muktamar Muhammadiyah. Pelatihan dipandu langsung oleh Tim SATUMU Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta. Para peserta mendapatkan pendampingan mengenai penggunaan aplikasi SATUMU agar mampu menjadi pendamping bagi cabang dan ranting di wilayah masing-masing. Sekretaris PDM Sleman, Arif Mahfud, menyampaikan bahwa seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di Sleman telah aktif menggunakan aplikasi SATUMU. Namun, dari 153 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), masih terdapat 52 ranting yang belum aktif. “Melalui pelatihan ini diharapkan seluruh ranting sudah aktif menggunakan SATUMU sebelum 31 Agustus 2026. Khusus ranting-ranting di wilayah Moyudan akan diadakan pelatihan tersendiri. Apabila masih ada ranting yang belum aktif, pendampingannya dapat ditangani oleh PCM,” ujar Arif Mahfud. Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah anggota yang telah aktif menggunakan e-KTAM kini telah mencapai lebih dari 35.000 anggota. Kehadiran e-KTAM dan aplikasi SATUMU diharapkan mampu mendata seluruh anggota Muhammadiyah secara lebih akurat, sekaligus memetakan berbagai potensi dan sumber daya yang dimiliki organisasi sebagai dasar penyusunan program serta penguatan dakwah dan kemajuan Muhammadiyah. Menurut Ridwan W dari Sekretariat PDM Sleman menuturkan bahwa update yang telah melakukan migrasi E KTAM untuk PDM Sleman telan mencapai anggota sebanyak 2.500 orang. Melalui kegiatan ToT ini, PDM Sleman berharap seluruh cabang dan ranting dapat segera mengoptimalkan penggunaan SATUMU sehingga proses pendataan keanggotaan dan pengelolaan organisasi semakin tertata, terintegrasi, dan siap mendukung suksesnya penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah. Rep Totok Sekretariat PDM Sleman Editorr Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

SPKLU SMK Muhammadiyah 2 Sleman Kian Diminati Masyarakat

SLEMAN. Layanan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) SMK Muhammadiyah 2 Sleman kian diminati masyarakat. Meningkatnya jumlah pengguna kendaraan listrik yang memanfaatkan fasilitas tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap layanan pengisian daya di Kabupaten Sleman terus bertumbuh. Kepala SMK Muhammadiyah 2 Sleman, Ahmad Maftuhin, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap SPKLU yang dibuka untuk umum terus meningkat. Menurutnya, fasilitas tersebut dimanfaatkan oleh pengguna kendaraan listrik dari berbagai daerah karena lokasinya strategis serta didukung layanan pengisian daya cepat (fast charging). “Sejak dibuka, respons masyarakat sangat baik. Semakin banyak pengguna kendaraan listrik yang datang untuk mengisi daya di SPKLU kami. Ini menjadi indikator bahwa kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung kendaraan listrik terus meningkat,” ujarnnya, Jumat (17/7/2026). Ia menjelaskan, SPKLU di SMK Muhammadiyah 2 Sleman menggunakan teknologi fast charging berkapasitas 50 kW DC sehingga mampu mempercepat proses pengisian daya dibandingkan pengisian konvensional. Kehadiran fasilitas ini sekaligus menjadi salah satu upaya sekolah mendukung percepatan transisi menuju penggunaan energi bersih. Selain melayani masyarakat umum, keberadaan SPKLU juga memiliki nilai edukatif. Fasilitas tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi peserta didik untuk mengenal teknologi kendaraan listrik, sistem pengisian daya, serta pengelolaan layanan yang sesuai dengan kebutuhan industri otomotif masa depan. Menurut Maftuhin, tingginya minat masyarakat menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus menjaga kualitas pelayanan. Perawatan peralatan dilakukan secara berkala agar layanan tetap aman, nyaman, dan andal bagi seluruh pengguna. “Harapan kami, SPKLU ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat pengguna kendaraan listrik, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi dunia pendidikan dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” katanya. Melalui layanan SPKLU, SMK Muhammadiyah 2 Sleman berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap infrastruktur kendaraan listrik sekaligus memperkuat peran sekolah vokasi sebagai institusi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Rep (Athiful Depok)

Loading

Kontingen SD Muhammadiyah Condongcatur Sleman Pamitan ke PWM DIY Menuju International Scout Camp (ISC) 2026

YOGYAKARTA Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta menerima kunjungan pamitan Kontingen International Scout Camp (ISC) 2026 di Kantor PWM DIY  Selasa 14 Juli 2026 . Membawa Semangat “Muhammadiyah Is The Best, To Be The Best” untuk Mengharumkan Muhammadiyah dan Indonesia Kegiatan ini menjadi momentum pemberian motivasi, doa, serta bekal nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan kepada para peserta yang akan mengikuti kegiatan kepanduan bertaraf internasional yakni International Scout Camp (ISC) pada 18–27 Juli 2026 di Thailand–Malaysia–Singapura. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY yang memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta agar mampu menjadi duta Muhammadiyah sekaligus duta Indonesia di ajang internasional. Turut mendampingi peserta dari Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan DIY, Dede Dian, M.Pd., serta Wakil Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan DIY, Drs. Hendro Setyono, S.E., M.Sc. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan penuh Kwartir Wilayah Hizbul Wathan DIY terhadap kader-kader terbaik yang akan mengikuti kegiatan kepanduan tingkat internasional. Dari SD Muhammadiyah Condongcatur, hadir Kepala Sekolah Estri Rukmiyanti, M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Margono Wisanto, M.Si., Estry Pujilestari, S.Pd., serta Slamet Untung, S.Ag. Kehadiran pimpinan sekolah beserta guru pendamping menunjukkan komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan karakter, kepemimpinan, dan wawasan global peserta didik melalui kegiatan kepanduan internasional. Dalam sambutannya, Dr. Muh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A. menyampaikan pesan penuh inspirasi kepada para peserta. Beliau menegaskan bahwa “Muhammadiyah Is The Best, maka kita harus To Be The Best.” Menurutnya, menjadi yang terbaik tidak selalu berarti mengungguli semua orang, tetapi berusaha menjadi pribadi terbaik di bidang yang ditekuni dengan terus belajar, berakhlak mulia, dan memberikan manfaat bagi sesama. Wakil Ketua PWM DIY, H. Gita Danupranata, S.E., M.M., berpesan bahwa keikutsertaan dalam International Scout Camp merupakan kesempatan emas untuk memperluas jaringan persahabatan serta menambah wawasan global. Melalui perjumpaan dengan peserta dari berbagai negara, diharapkan lahir generasi Muhammadiyah yang terbuka, berwawasan internasional, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Sementara itu, Wakil Ketua PWM DIY, Ir. H. Azman Latif, menyampaikan rasa bangga kepada para peserta, khususnya siswa-siswi SD Muhammadiyah Condongcatur, yang telah menunjukkan keberanian mengikuti kegiatan di luar Daerah Istimewa Yogyakarta, bahkan hingga ke luar negeri. Menurut beliau, keberanian untuk keluar dari zona nyaman merupakan langkah awal dalam membentuk karakter pemimpin masa depan. Pesan yang tak kalah bermakna disampaikan oleh Wakil Ketua PWM DIY, Dr. H. Nur Ahmad Ghozali, S.Ag., M.A. Beliau mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan selama ISC untuk memperbanyak sahabat dari berbagai negara ASEAN sebagai bekal memperluas jejaring internasional. Beliau juga mengingatkan agar peserta selalu berhati-hati dalam memilih makanan selama berada di luar negeri dengan memastikan kehalalannya. Dengan penuh keakraban, beliau bahkan berpesan bahwa apabila memiliki kesempatan, para peserta dapat berkunjung ke Halal Mart yang dikelola oleh cicit KH. Ahmad Dahlan. Suasana semakin hangat ketika Wakil Ketua PWM DIY, Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Pd.I., memberikan apresiasi atas keberanian para peserta mengikuti kegiatan kepanduan bertaraf internasional. Untuk memotivasi mereka, beliau mengajukan pertanyaan mengenai cita-cita masing-masing peserta. Jawaban-jawaban polos namun penuh harapan pun mengundang senyum seluruh hadirin. Mas Khafizh dengan sederhana menjawab, “Manut Bapak.” Sementara itu, Mas Abiyyu bercita-cita menjadi Dokter Spesialis, Mbak Yumna ingin menjadi Dokter Anak, dan Mbak Zahra memiliki impian menjadi Dokter Umum. Momen tersebut menjadi gambaran optimisme dan semangat generasi muda Muhammadiyah dalam meraih cita-cita. Rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Wakil Ketua PWM DIY, Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag., memohon perlindungan Allah SWT agar seluruh peserta diberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran, serta mampu mengikuti seluruh rangkaian International Scout Camp (ISC) 2026 dengan baik dan kembali ke tanah air membawa pengalaman, prestasi, serta nama baik Muhammadiyah. Kontingen International Scout Camp (ISC) 2026 yang berasal dari SD Muhammadiyah Condongcatur terdiri atas peserta Putri Aina, Aini, Aisyah, Zahra, Mima,Yumna, Cia dan Zareen  sedangkan peserta Putra adalah Abiyyu, Al, Keyvin, Kafa, Hakan, Khafizh dan Aidan Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Kwartir Wilayah Hizbul Wathan DIY, pimpinan SD Muhammadiyah Condongcatur, guru pendamping, serta seluruh peserta di depan Gedung PWM DIY sebagai simbol dukungan dan pelepasan resmi menuju International Scout Camp (ISC) 2026. Semoga keikutsertaan kontingen ISC 2026 menjadi langkah nyata dalam melahirkan kader-kader Hizbul Wathan dan Muhammadiyah yang berkarakter Islami, berwawasan global, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu menjadi duta persyarikatan yang mengharumkan nama Muhammadiyah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Indonesia di tingkat internasional. Rep Dede Dian HW SDM CC Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Rahasia Sehat Holistik: Dr. Zaenal Sofro Ajak Masyarakat Rawat Hati, Pikiran, dan Tubuh Secara Seimbang

Turi, Pdmsleman.Or.Id Menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan mengonsumsi makanan bergizi atau berolahraga. Kesehatan sejati juga ditentukan oleh keseimbangan hati, pikiran, serta kedekatan spiritual kepada Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, Circ&Med, AIFM, dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), dalam Kajian Syiar Bermuhammadiyah Ahad Kliwon yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah NGablak Kapanewon Turi, Sleman, Ahad (12/7/2026). Di hadapan jamaah, dr. Zaenal menjelaskan bahwa konsep kesehatan holistik memandang manusia sebagai satu kesatuan utuh antara jasmani, psikologis, sosial, dan spiritual. Menurutnya, banyak penyakit kronis berawal dari gaya hidup yang tidak seimbang serta lemahnya kemampuan mengelola hati dan emosi. “Ngaji bukan hanya membaca, tetapi juga mengasah jiwa. Ketika hati tertata, pikiran menjadi jernih dan tubuh pun bekerja lebih optimal,” ujar dr. Zaenal. Ia menekankan pentingnya menjaga fungsi tubuh melalui kebiasaan sederhana, seperti memperbanyak minum air putih, tidak duduk terlalu lama, rajin bergerak, serta memanfaatkan gerakan salat sebagai aktivitas fisik yang membantu melancarkan sirkulasi darah. Menurutnya, tubuh manusia diciptakan dengan mekanisme yang sangat sempurna. Karena itu, manusia perlu mensyukuri nikmat tersebut dengan menerapkan pola hidup sehat sekaligus memperkuat keimanan. Dalam paparannya, dr. Zaenal juga mengajak jamaah memahami bahwa Al-Qur’an tidak hanya menjadi pedoman ibadah, tetapi juga memberikan inspirasi untuk menjaga kesehatan. Ia mengutip sejumlah ayat, di antaranya Surah Ali Imran ayat 190-191, Ali Imran ayat 159, Al-Hajj ayat 46, dan Az-Zariyat ayat 21, yang mendorong manusia untuk berpikir, mengenali dirinya, serta menumbuhkan kelembutan hati. “Yang sesungguhnya buta bukanlah mata, melainkan hati yang ada di dalam dada. Karena itu, kesehatan hati harus menjadi perhatian utama,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin waktu, mengendalikan emosi, serta membangun sikap optimistis dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Menurutnya, stres berkepanjangan dan emosi yang tidak terkendali dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental. Kajian yang berlangsung hangat tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta. Di akhir kegiatan, jamaah diajak menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai motivasi untuk menerapkan pola hidup sehat secara menyeluruh, tidak hanya melalui perawatan fisik, tetapi juga dengan memperkuat ibadah, akhlak, dan hubungan sosial. Konsep kesehatan holistik yang disampaikan dr. Zaenal sejalan dengan pandangan World Health Organization bahwa kesehatan merupakan keadaan sejahtera secara fisik, mental, dan sosial, bukan sekadar terbebas dari penyakit. Pendekatan ini juga didukung berbagai penelitian kedokteran modern yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik, pengelolaan stres, kualitas tidur, serta kesehatan spiritual berkontribusi besar terhadap peningkatan kualitas hidup dan pencegahan penyakit tidak menular. Rep Editor Arief Hartanto TUri

Loading

Hari Pertama Sekolah, TK ABA Semesta Kenalkan Lingkungan Belajar yang Ramah Anak

TK ABA Semesta resmi memulai kegiatan belajar mengajar melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (13/7) Mejing Kidul, Ambarketawang, Gamping, Sleman . Hari pertama sekolah diawali dengan perkenalan guru, doa bersama, serta pengenalan lingkungan sekolah yang diikuti dengan antusias oleh para peserta didik. Kepala TK ABA Semesta, Shofia Amalia, menjelaskan bahwa proses pembelajaran di sekolah dirancang dengan pendekatan yang menyenangkan sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. “Kami mengajarkan nilai-nilai Islam melalui pendekatan bermain. Namun, pada hari pertama ini fokus kami masih pada pengenalan lingkungan sekolah. Proses pembelajaran akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya. Menurut Shofia, fase MPLS menjadi momentum penting untuk membangun rasa aman dan nyaman bagi anak-anak sebelum memasuki proses belajar yang lebih intensif.“Kami ingin anak-anak terlebih dahulu merasa nyaman dengan lingkungan sekolah. Ketika mereka sudah merasa aman, proses pembelajaran akan berlangsung lebih kondusif,” katanya.Ia menjelaskan, kurikulum TK ABA Semesta disusun untuk memenuhi kebutuhan perkembangan anak secara menyeluruh. Berbagai aktivitas belajar telah dipetakan dalam sejumlah pos pembelajaran sehingga setiap pekan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang beragam. “Kami telah memetakan berbagai kegiatan pembelajaran, mulai dari practical life, project-based learning, hingga berbagai aktivitas lainnya yang mendukung perkembangan anak secara optimal,” ungkapnya.Shofia juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi memerlukan keterlibatan aktif orang tua dalam proses pembelajaran.Karena itu, TK ABA Semesta menghadirkan program Ayah Bercerita sebagai salah satu bentuk penguatan kolaborasi antara keluarga dan sekolah.“Salah satu program unggulan kami adalah Ayah Bercerita. Program seperti ini masih belum banyak diterapkan di taman kanak-kanak, padahal keterlibatan ayah memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak,” jelasnya. Sebagai bagian dari orientasi menuju sekolah berstandar internasional, para guru juga mulai mengenalkan penggunaan bahasa Inggris sejak hari pertama pembelajaran. Setiap hari Rabu, bahasa Inggris akan digunakan sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan belajar.“Target kami bukan agar anak-anak langsung fasih berbahasa Inggris, tetapi membiasakan mereka berkomunikasi secara bilingual sejak usia dini,” ujarnya. Mengusung tagline “Play, Pray, Lead the Future”, Shofia berharap terbangun kolaborasi yang erat antara sekolah dan orang tua. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, sehingga mereka memiliki bekal untuk menjadi generasi dan pemimpin masa depan yang berkarakter, berakhlak, serta berkemajuan.

Loading

Buka MPLS Ramah 2026, Mendikdasmen Minta Sekolah Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Kab. Malang, Jawa Timur Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 sebagai penanda dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui MPLS Ramah, Kemendikdasmen memastikan setiap murid memulai perjalanan belajar di lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari praktik perpeloncoan maupun senioritas. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa MPLS merupakan tahapan penting yang menjadi awal perjalanan belajar murid di setiap jenjang pendidikan. “Kami mengajak anak-anakku sekalian untuk menjadikan momentum MPLS sebagai langkah awal menatap masa depan yang gemilang dan mencapai cita-cita yang mulia dalam kehidupan kalian,” ujar Mendikdasmen saat menjadi pembina upacara di SMK Negeri 2 Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (13/7). Ia menegaskan bahwa Kemendikdasmen terus berkomitmen membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman, sekaligus menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi seluruh warga sekolah. Setiap anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi, kemampuan intelektual, maupun kondisi fisik, berhak memperoleh layanan pendidikan yang bermutu. Mendikdasmen kembali mengingatkan bahwa pelaksanaan MPLS tidak boleh diwarnai praktik perpeloncoan maupun senioritas. Sebaliknya, MPLS Ramah menjadi momentum untuk membangun budaya saling menghormati, saling menghargai, dan saling menyayangi di lingkungan sekolah. “MPLS Ramah juga menjadi momentum untuk menemukan, menggali, dan mengembangkan bakat anak-anak Indonesia. Pada dasarnya setiap anak Indonesia adalah anak yang hebat dengan potensi dan bakat yang mereka miliki,” tuturnya. Pada kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang terus mendampingi murid dengan penuh ketulusan, serta kepada orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada sekolah. “Kepada anak-anak sekalian, selamat memasuki jenjang pendidikan yang baru. Jadikan MPLS ini sebagai awal semangat baru untuk meraih cita-cita yang kalian impikan,” pesannya. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menambahkan bahwa MPLS harus menjadi ruang yang menguatkan proses adaptasi murid baru melalui pendampingan guru yang ramah serta kakak kelas yang bersahabat. Untuk mendukung pelaksanaan MPLS Ramah, Kemendikdasmen telah menerbitkan Buku Rujukan MPLS Ramah 2026 yang memuat berbagai contoh kegiatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Kegiatan tersebut antara lain Salam Sapa Murid Baru, Upacara Bendera, Pagi Ceria, pengenalan Delapan Dimensi Profil Lulusan, Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Selain itu, MPLS juga diisi dengan berbagai materi penguatan yang mencakup pencegahan penyalahgunaan narkoba, bahaya judi, serta budaya disiplin, tanggung jawab, dan pembelajaran yang menyenangkan. “Mari bersama-sama kita kawal pelaksanaan MPLS Ramah 2026 dengan penuh tanggung jawab, keterbukaan, dan rasa cinta kepada murid. Saya mengajak orang tua, sekolah, dan seluruh panitia MPLS menjadikan hari pertama sekolah sebagai hari yang penuh senyum,” ucap Dirjen Tatang. Semangat MPLS terlihat di SMK Negeri 2 Singosari. Salah seorang panitia MPLS Ramah, Putri Kayla Azzahra, murid kelas XI Program Keahlian Animasi, mengatakan bahwa dirinya bersama rekan-rekan OSIS telah menyiapkan berbagai kegiatan untuk menyambut sekitar 600 murid baru. Kayla menuturkan bahwa sejak pra-MPLS para murid baru telah diajak berkeliling mengenal lingkungan sekolah. Selama pelaksanaan MPLS, mereka akan mengikuti berbagai materi, seperti pengenalan budaya sekolah, bahaya NAPZA, serta budaya ASRI. Kegiatan akan ditutup dengan pentas seni dan perlombaan sebagai ruang untuk mempererat kebersamaan. “Untuk adik-adik, terus semangat dan jangan takut untuk mencoba, karena kami di sini bersama-sama untuk membuat inovasi baru dan meraih prestasi,” ujar Kayla. Kemendikdasmen Terbitkan SE Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan, Dorong Budaya Digital yang Sehat Malang, Jawa Timur, 13 Juli 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan. Hal ini bertujuan mendorong penggunaan teknologi digital secara bijaksana, aman, dan bertanggung jawab oleh peserta didik. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak dimaksudkan untuk melarang penggunaan gawai, melainkan mengatur penggunaannya agar lebih tepat sasaran dan mendukung proses pembelajaran. “Pembatasan itu bukan pelarangan, tetapi bagaimana mereka menggunakan teknologi digital, khususnya gawai, dengan bijak, arif, dan untuk kepentingan edukatif,” ujar Mendikdasmen. Melalui surat edaran tersebut, Kemendikdasmen mendorong terciptanya budaya belajar yang aman dan nyaman, meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik, memperkuat interaksi sosial antarmurid, mendukung Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, melindungi peserta didik dari dampak negatif penggunaan gawai yang tidak tepat, membangun budaya digital yang sehat, aman, bijaksana, dan bertanggung jawab, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran. Pembatasan penggunaan gawai dilakukan selama kegiatan belajar di satuan pendidikan. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya perlindungan terhadap anak dari berbagai risiko penggunaan teknologi digital, seperti adiksi digital, paparan konten negatif, kekerasan berbasis daring, ancaman keamanan siber, hingga gangguan terhadap kesehatan fisik dan mental. Penguatan literasi digital juga menjadi bagian penting agar peserta didik mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab. Mendikdasmen menilai kebijakan ini menjadi relevan mengingat tingginya intensitas penggunaan internet di Indonesia. Berdasarkan data, rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan waktu berselancar di dunia maya selama 7 jam 32 menit setiap hari. “Kalau mereka tidak menggunakan teknologi itu untuk hal yang positif, maka akan ada banyak masalah yang menyangkut kesehatan mental maupun kesehatan fisik. Karena itu, kerja sama antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan para penyedia layanan digital sangat kami harapkan,” lanjutnya. Melalui Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2026, kepala satuan pendidikan didorong menyesuaikan tata tertib sekolah mengenai pembatasan penggunaan gawai sesuai karakteristik, kebutuhan, dan kondisi masing-masing satuan pendidikan. Dengan demikian tetap memberikan ruang bagi pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari proses pembelajaran, namun dengan pengaturan yang jelas. Selain itu, pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan menjadi teladan dalam menggunakan teknologi digital secara bijaksana, aman, dan bertanggung jawab selama berada di lingkungan satuan pendidikan. Kemendikdasmen juga mengajak orang tua dan wali murid untuk berperan aktif mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut di lingkungan keluarga. Orang tua didorong membiasakan penggunaan gawai secara bijaksana melalui penerapan prinsip 3S, yaitu screen time, screen zone, dan screen break sesuai usia, tingkat perkembangan, dan kebutuhan anak. Melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan berbagai pihak, Kemendikdasmen berharap kebijakan pembatasan penggunaan gawai dapat membentuk budaya digital yang lebih sehat sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Loading

Milad ke-109 ‘Aisyiyah, PRA Wonokerto 2 Gelar Jalan Sehat Libatkan 250 Peserta Lintas Generasi

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Wonokerto 2, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, sukses menggelar kegiatan Jalan Sehat dalam rangka Milad ke-109 ‘Aisyiyah pada Ahad (12/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Ash-Sholeh, Garongan tersebut diikuti sekitar 250 peserta, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Jalan sehat menjadi salah satu rangkaian peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang mengusung semangat hidup sehat, mempererat silaturahmi, sekaligus menguatkan kebersamaan warga Muhammadiyah Aisyiyah Wonokerto dan masyarakat sekitar. Ketua PRA Wonokerto 2, Hj. Sri Wulanti, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak sekadar mengajak masyarakat berolahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial. “Milad ‘Aisyiyah kami maknai sebagai momentum untuk semakin mendekatkan organisasi dengan masyarakat. Jalan sehat ini menjadi ruang silaturahmi bagi seluruh warga, dari anak-anak hingga orang tua, sehingga kebersamaan yang telah terjalin dapat terus dipelihara,” ujar Sri Wulanti. Peserta menempuh rute yang dimulai dari Masjid Ash-Sholeh, melintasi wilayah Cepit, Gardu Projayan, kawasan permukiman Garongan, Pasar Ikan, hingga kembali finis di Masjid Ash-Sholeh. Selama perjalanan, panitia menyiapkan tiga pos pemeriksaan yang berada di Masjid Projayan, kawasan Pasar Ikan, dan Pos KKN RT 01. Setiap peserta memperoleh tanda berupa coretan stabilo dengan warna berbeda di masing-masing pos sebagai bukti telah menyelesaikan seluruh rute. Kegiatan dilakukan panitia yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pengurus ‘Aisyiyah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga KOKAM dan Linmas yang bertugas membantu pengamanan. Sekretaris panitia, Indryasari Widiyanti, A.Md.Kep, menjelaskan bahwa seluruh peserta juga diimbau membawa tumbler sebagai bagian dari kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai. “Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Karena itu peserta diminta membawa botol minum sendiri, sementara panitia menyediakan air minum isi ulang dan teh manis di lokasi,” jelas Indryasari. Panitia menyediakan 10 dispenser jumbo air putih serta dua dispenser jumbo teh manis yang disiapkan secara gotong royong oleh para anggota ‘Aisyiyah. Selain itu, tersedia layanan kesehatan melalui tim P3K yang didukung kader ‘Aisyiyah dan mahasiswa KKN untuk mengantisipasi apabila ada peserta yang membutuhkan pertolongan. Setelah seluruh peserta mencapai garis finis, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian makanan ringan, sambutan dari Ketua PRA Wonokerto 2, sambutan Ketua PRM Wonokerto 2 Sarno, A.Md, pembacaan sejarah singkat berdirinya ‘Aisyiyah oleh Hj. Kusmiyati, S.Pd, serta pembagian puluhan doorprize yang disambut antusias peserta. Untuk mendukung kelancaran acara, panitia juga menyiapkan tiga lokasi parkir, dokumentasi kegiatan, konsumsi, petugas keamanan, serta pemasangan banner dan bendera Merah Putih, Muhammadiyah, dan ‘Aisyiyah di sepanjang lokasi kegiatan. Milad ke-109 ‘Aisyiyah menjadi pengingat perjalanan panjang organisasi perempuan Muhammadiyah yang sejak berdiri pada 19 Mei 1917 terus berkontribusi dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, pelayanan sosial, dan dakwah kemasyarakatan. Semangat tersebut diwujudkan PRA Wonokerto 2 melalui kegiatan sederhana namun sarat makna, yaitu mengajak masyarakat hidup sehat, memperkuat persaudaraan, dan membangun kepedulian terhadap lingkungan. Rep Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman https://drive.google.com/drive/folders/1xea-U_NxMQXh9zazRj7LjX4K-OTeb-Pm?usp=sharing  

Loading