Milad ke-109 ‘Aisyiyah, PRA Wonokerto 2 Gelar Jalan Sehat Libatkan 250 Peserta Lintas Generasi

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Wonokerto 2, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, sukses menggelar kegiatan Jalan Sehat dalam rangka Milad ke-109 ‘Aisyiyah pada Ahad (12/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Ash-Sholeh, Garongan tersebut diikuti sekitar 250 peserta, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Jalan sehat menjadi salah satu rangkaian peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang mengusung semangat hidup sehat, mempererat silaturahmi, sekaligus menguatkan kebersamaan warga Muhammadiyah Aisyiyah Wonokerto dan masyarakat sekitar. Ketua PRA Wonokerto 2, Hj. Sri Wulanti, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak sekadar mengajak masyarakat berolahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial. “Milad ‘Aisyiyah kami maknai sebagai momentum untuk semakin mendekatkan organisasi dengan masyarakat. Jalan sehat ini menjadi ruang silaturahmi bagi seluruh warga, dari anak-anak hingga orang tua, sehingga kebersamaan yang telah terjalin dapat terus dipelihara,” ujar Sri Wulanti. Peserta menempuh rute yang dimulai dari Masjid Ash-Sholeh, melintasi wilayah Cepit, Gardu Projayan, kawasan permukiman Garongan, Pasar Ikan, hingga kembali finis di Masjid Ash-Sholeh. Selama perjalanan, panitia menyiapkan tiga pos pemeriksaan yang berada di Masjid Projayan, kawasan Pasar Ikan, dan Pos KKN RT 01. Setiap peserta memperoleh tanda berupa coretan stabilo dengan warna berbeda di masing-masing pos sebagai bukti telah menyelesaikan seluruh rute. Kegiatan dilakukan panitia yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pengurus ‘Aisyiyah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga KOKAM dan Linmas yang bertugas membantu pengamanan. Sekretaris panitia, Indryasari Widiyanti, A.Md.Kep, menjelaskan bahwa seluruh peserta juga diimbau membawa tumbler sebagai bagian dari kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai. “Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Karena itu peserta diminta membawa botol minum sendiri, sementara panitia menyediakan air minum isi ulang dan teh manis di lokasi,” jelas Indryasari. Panitia menyediakan 10 dispenser jumbo air putih serta dua dispenser jumbo teh manis yang disiapkan secara gotong royong oleh para anggota ‘Aisyiyah. Selain itu, tersedia layanan kesehatan melalui tim P3K yang didukung kader ‘Aisyiyah dan mahasiswa KKN untuk mengantisipasi apabila ada peserta yang membutuhkan pertolongan. Setelah seluruh peserta mencapai garis finis, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian makanan ringan, sambutan dari Ketua PRA Wonokerto 2, sambutan Ketua PRM Wonokerto 2 Sarno, A.Md, pembacaan sejarah singkat berdirinya ‘Aisyiyah oleh Hj. Kusmiyati, S.Pd, serta pembagian puluhan doorprize yang disambut antusias peserta. Untuk mendukung kelancaran acara, panitia juga menyiapkan tiga lokasi parkir, dokumentasi kegiatan, konsumsi, petugas keamanan, serta pemasangan banner dan bendera Merah Putih, Muhammadiyah, dan ‘Aisyiyah di sepanjang lokasi kegiatan. Milad ke-109 ‘Aisyiyah menjadi pengingat perjalanan panjang organisasi perempuan Muhammadiyah yang sejak berdiri pada 19 Mei 1917 terus berkontribusi dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, pelayanan sosial, dan dakwah kemasyarakatan. Semangat tersebut diwujudkan PRA Wonokerto 2 melalui kegiatan sederhana namun sarat makna, yaitu mengajak masyarakat hidup sehat, memperkuat persaudaraan, dan membangun kepedulian terhadap lingkungan. Rep Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman https://drive.google.com/drive/folders/1xea-U_NxMQXh9zazRj7LjX4K-OTeb-Pm?usp=sharing  

Loading

Semarak Milad ‘Aisyiyah ke-109, PCA Turi Gelar Lomba Tahfidz dan Mars ‘Aisyiyah

Turi, Pdmsleman.Or.Id Semarakkan Milad ‘Aisyiyah ke-109, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Turi menggelar Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Lomba Menyanyikan Mars ‘Aisyiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Ngablak, Bangunkerto, Turi, Ahad (5/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 11 Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) se-Kapanewon Turi dengan antusiasme yang tinggi. Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PCA Turi memperkuat syiar Islam, membangun semangat kebersamaan, serta meningkatkan kualitas kader melalui kompetisi yang bernilai edukatif dan religius. Sejak acara dimulai pukul 13.00 WIB, suasana Gedung Dakwah Muhammadiyah dipenuhi semangat para peserta yang tampil percaya diri membawakan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an maupun Mars ‘Aisyiyah. Penampilan mereka mendapat perhatian penuh dari dewan juri yang dihadirkan dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA). Ketua PCA Turi, Hj. Sri Winarti, M.Pd., mengaku bersyukur atas sambutan luar biasa dari seluruh ranting. Menurutnya, kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan pada periode kepengurusan saat ini mampu menghadirkan semangat baru bagi kader-kader ‘Aisyiyah di Turi. “Alhamdulillah, antusias peserta dari 11 ranting sungguh luar biasa. Ini menjadi kegiatan pertama pada periode ini dan hasilnya benar-benar di luar perkiraan kami. Melihat semangat ibu-ibu ‘Aisyiyah tampil dengan penuh percaya diri membuat kami sangat terharu,” ujar Sri Winarti. Ia menambahkan, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk mencari juara, tetapi menjadi sarana membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat identitas organisasi melalui Mars ‘Aisyiyah. “Kami berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk melangkah pada program-program berikutnya. Semoga semangat menghafal Al-Qur’an, memahami nilai perjuangan ‘Aisyiyah, dan memperkuat dakwah kemanusiaan terus tumbuh di seluruh ranting,” tambahnya. Adapun kriteria penilaian lomba menyanyi meliputi aspek Perform, kekompakan, artikulasi, ketepatan nada dengan music serta harmonisasi ( olah Vokal)  sedangkan untuk  kriteria penilaian Lomba hafalan meliputi aspek tajwid, kefasihan, kelancaran  dan adab. Kejuaraan akan diumumkan pada acara Puncak Milad, pada tanggal 25 Juli 2026. Sekaligus digelar senam Aisyiyah bersama, dan pembagian dana stimulan untuk pelaku UMKM ibu ibu Aisyiyah. PCA Turi berharap lomba serupa dapat menjadi agenda rutin pada peringatan Milad ‘Aisyiyah di tahun-tahun mendatang. Selain menjadi ajang silaturahmi antar-ranting, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang unggul, berakhlak mulia, serta semakin siap mengemban misi dakwah dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan cita-cita ‘Aisyiyah. Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh peserta, Milad ‘Aisyiyah ke-109 di PCA Turi menjadi momentum untuk memperkokoh ukhuwah, meningkatkan kualitas kader, serta memperluas manfaat gerakan dakwah bagi masyarakat. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kontingen PDA Sleman Tampil Gemilang di ‘Aisyiyah Cadre Camp DIY 2026

Bantul, Pdmsleman.Or.Id Kontingen Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Sleman menunjukkan semangat kaderisasi dan prestasi membanggakan dalam kegiatan ‘Aisyiyah Cadre Camp (ACC) DIY 2026 yang digelar pada Sabtu–Ahad, 4–5 Juli 2026, di Bumi Perkemahan Kalakijo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang menjadi bagian dari pola kaderisasi ‘Aisyiyah ini bertujuan membentuk kader yang kokoh dalam ideologi, berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan. Sebanyak 22 regu dari lima Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah kabupaten dan kota se-DIY, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah, serta organisasi otonom tingkat wilayah turut ambil bagian dalam perkemahan tersebut. PDA Sleman mengirimkan 24 peserta yang dibagi ke dalam tiga regu, masing-masing beranggotakan delapan orang. Kontingen ini merupakan gabungan kader dari berbagai Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah, yakni Turi, Cangkringan, Seyegan, Moyudan, Gamping, Kalasan, Berbah, dan Depok. Mereka juga diperkuat oleh kader dari organisasi otonom, yaitu Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA), Hizbul Wathan (HW), dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Ketua Kontingen Sleman, Sulis dari PCA Seyegan, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ACC menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas kader sekaligus memperluas pengalaman dalam berorganisasi. “ACC bukan sekadar kegiatan berkemah, tetapi ruang belajar bersama untuk menguatkan ideologi, membangun kepemimpinan, dan mempererat ukhuwah antarkader ‘Aisyiyah se-DIY,” ujarnya. Adapun tiga regu yang mewakili PDA Sleman diberi nama tokoh-tokoh perempuan inspiratif dalam sejarah Muhammadiyah, yakni Regu Nyai Walidah, Regu Siti Bariyah, dan Regu Nyai Siti Baroroh Baried. Sementara itu, posisi sekretaris kontingen diamanahkan kepada Lala dari Hizbul Wathan. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari materi kaderisasi, permainan tim, hingga kegiatan jelajah alam yang dirancang untuk melatih kepemimpinan, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kontingen Sleman juga tampil memukau dalam pentas seni dengan menampilkan Senam Sleman Bangkit dan Tari Buto-Buto Galak. Penampilan tersebut berhasil memeriahkan suasana perkemahan dan mendapat apresiasi dari peserta serta panitia. Prestasi membanggakan pun berhasil diraih oleh kontingen PDA Sleman. Mereka keluar sebagai juara dalam beberapa cabang perlombaan, di antaranya lomba memasak, lomba Kue Ketangguhan Ideologi ‘Aisyiyah, dan lomba jelajah alam. Reporter kegiatan, Nisa Kamila, menilai capaian tersebut menjadi bukti semangat kebersamaan dan kualitas kader ‘Aisyiyah Sleman. “Prestasi yang diraih menunjukkan bahwa kader PDA Sleman tidak hanya unggul dalam kebersamaan dan kreativitas, tetapi juga memiliki daya juang dan semangat kaderisasi yang kuat,” ungkapnya. Keikutsertaan dalam ACC DIY 2026 diharapkan semakin memperkuat peran kader ‘Aisyiyah Sleman sebagai perempuan berkemajuan yang siap berkontribusi bagi masyarakat, persyarikatan, dan lingkungan. Jika diperlukan, saya juga dapat menyesuaikan berita ini ke format rilis media cetak, portal berita online, atau menambahkan kutipan dari Ketua PDA Sleman untuk memperkuat unsur jurnalistiknya. https://drive.google.com/drive/folders/1FnMffmjOl7UAm0CpOtbHO8BkxRpOSvcv Rep Nisa Kamila PDA Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PRA Sidoarum Raih Juara II Lomba Penulisan Sejarah PRA se-Kapanewon Godean

Godean, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Sidoarum berhasil meraih Juara II dengan judul “Aisyiyah dan Gerakan Perempuan” dalam Lomba Penulisan Sejarah PRA se-Kapanewon Godean yang diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan Milad ‘Aisyiyah ke-198. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus bentuk apresiasi atas upaya mendokumentasikan perjalanan dakwah dan pengabdian PRA Sidoarum selama puluhan tahun. Dalam naskah yang dilombakan, tim penulis menyusun paparan sejarah dalam lima bab. Dengan berbekal berbagai sumber data, antara lain wawancara dengan tokoh dan kader, arsip organisasi, foto dokumentasi, serta berbagai sumber pendukung lainnya, naskah tersebut kemudian bisa mengungkap bahwa awal mula lahirnya PRA Sidoarum dilandasi adanya rasa keprihatinan dengan keadaan perempuan dan keinginan untuk berperan aktif dalam gerakan dakwah Islam yang diwujudkan melalui kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan. Sejarah mencatat bahwa PRA Sidoarum berdiri pada 17 Juli 1968 atau 15 Dzulhijjah 1387 H. Organisasi ini dirintis oleh Ibu Hindun dan teman-teman beliau serta termasuk putri beliau dan beberapa ibu dari berbagai padukuhan di wilayah Sidoarum dalam fase perkembangan organisasi selanjutnya. Pada masa awal, kegiatan masih dilakukan secara sederhana dan bergilir dari rumah ke rumah, meliputi pengajian rutin, belajar mengaji bersama, rapat, serta diskusi mengenai persoalan sosial kemasyarakatan. Perjalanan organisasi ranting ternyata tidak selalu mudah. Pada periode 1968–2004, berbagai kendala masih dihadapi. Organisasi ranting masih belum mempunyai kantor, administrasi yang sederhana, jumlah anggota pimpinan yang masih sedikit, dan pendanaan yang sering kurang. Namun sejak tahun 2005 hingga sekarang, PRA Sidoarum menunjukkan perkembangan yang pesat. Salah satu tonggak pentingnya adalah pendirian Taman Penitipan Anak yang kemudian berkembang menjadi Kelompok Bermain dan TK ABA “Bunda Aisyah”. Dari pendirian TPA lalu menginspirasi lahirnya berbagai program unggulan lain seperti Pengajian Hari Libur Nasional, Pengajian Keliling, dan Arisan Qurban. Selain bergerak di bidang pendidikan, PRA Sidoarum juga aktif dalam dakwah sosial melalui gerakan Al-Ma’un dan pengentasan buta huruf Al-Qur’an, bidang ekonomi melalui Koperasi WARMUSS, serta bidang kesehatan melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Dalam penutup naskah, para pengurus PRA Sidoarum tetap mengenang jasa para pendiri dan mengabadikan cerita semangat perjuangan kader terdahulu sebagai tonggak sejarah. PRA Sidoarum diharapkan terus menjadi pelopor gerakan perempuan Islam berkemajuan serta bisa selalu menjaga jejak dakwah ranting sebagai fondasi dalam mewujudkan peradaban yang adil, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Penulis Hp 081915495060

Loading

PC IMM Sleman Gelar Progresif Institut 2026, Cetak Kader Intelektual Progresif dan Berkeadilan

Sleman. Pdmsleman.Or.Id PC IMM Sleman Gelar Progresif Institut 2026, Cetak Kader Intelektual Progresif dan Berkeadilan Sleman – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sleman sukses menyelenggarakan kegiatan Progresif Institut (PI) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 12–14 Juni 2026 di SMK Muhammadiyah Prambanan. Kegiatan ini diikuti oleh 39 kader yang berasal dari berbagai Pimpinan Komisariat (PK) IMM Se Cabang-Kabupaten Sleman. Mengusung tema “Membangun Kader Intelektual Progresif dalam Membaca Realitas Sosial untuk Mendorong Perubahan Berkeadilan”, Progresif Institut menjadi ruang pengkaderan intelektual yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kader IMM dalam memahami berbagai persoalan sosial secara kritis, sistematis, dan berlandaskan nilai-nilai profetik. Ketua PC IMM Sleman, Muhammad Miftahuddin Al Kamal dalam sambutannya menyampaikan bahwa Progresif Institut merupakan upaya strategis untuk melahirkan kader-kader intelektual IMM yang tidak hanya memiliki kapasitas berpikir kritis, tetapi juga mampu menghasilkan berbagai produk intelektual yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat.  Kegiatan dibuka secara resmi oleh Perwakilan PDM Sleman Eko Priyo Agus Nugroho, S.Pd.I., M.Pd. setelah sebelumnya diawali sambutan dari Ketua PC IMM Sleman dan DPD IMM DIY. Pada sesi pembukaan, peserta mendapatkan materi Stadium General yang disampaikan oleh Dr. Phil. Ahmad Norma Permata, S.Ag., M.Α., dengan tema “Membangun Kader Intelektual Progresif dalam Membaca Realitas Sosial untuk Mendorong Perubahan Berkeadilan”. Dalam pelaksanaannya, Progresif Institut dibagi ke dalam empat kelas utama, yaitu Kelas Sosial, Kelas Kebijakan, Kelas Gender, dan Kelas Pemberdayaan. Masing-masing kelas dirancang untuk memperdalam pemahaman peserta terhadap isu-isu strategis yang berkembang di masyarakat. Kelas Sosial membahas teori sosial seperti Karl Marx untuk menganalisis persoalan alih fungsi lahan, pertambangan, hingga deforestasi. Sementara itu, Kelas Kebijakan membekali peserta dengan pemahaman mengenai proses penyusunan, pengawalan, evaluasi, dan rekomendasi kebijakan publik. Pada Kelas Gender, peserta diajak memahami konsep dasar gender, relasi gender dalam Islam, isu ketidakadilan gender kontemporer, serta mekanisme advokasi dan penanganan kasus kekerasan seksual. Adapun Kelas Pemberdayaan berfokus pada paradigma pemberdayaan masyarakat, pemetaan sosial, hingga penyusunan model Desa Pemberdayaan IMM yang berkelanjutan. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan Forum Group Discussion (FGD), penugasan, dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk implementasi hasil pembelajaran yang diperoleh peserta selama kegiatan berlangsung. Melalui Progresif Institut 2026, PC IMM Sleman menargetkan terwujudnya kader-kader yang memiliki kapasitas intelektual, kemampuan analisis sosial yang kuat, serta komitmen moral untuk menghadirkan perubahan yang berkeadilan di tengah masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi dalam melahirkan kader-kader intelektual IMM yang tidak hanya memiliki kapasitas berpikir kritis dan analitis, tetapi juga mampu menghasilkan berbagai produk intelektual yang berdampak, solutif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Progresif Institut, kader diharapkan mampu mengembangkan gagasan, riset, publikasi, serta berbagai bentuk karya keilmuan yang dapat berkontribusi dalam menjawab persoalan sosial dan mendorong terwujudnya perubahan yang berkeadilan.  Dengan terselenggaranya Progresif Institut 2026, PC IMM Sleman menegaskan komitmennya dalam memperkuat tradisi intelektual dan pengkaderan berbasis nilai profetik guna melahirkan generasi muda yang kritis, solutif, dan siap menjawab tantangan zaman. Rep Mahendra Maulana PC IMM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Belajar Dari PCM Gombong Kelola 45 Amal Usaha, Jadi Salah Satu Kekuatan Muhammadiyah di Wilayah Selatan Jawa Tengah

Kebumen, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah  Kabupaten Sleman menyelenggarakan Rapat Kerja   Pimpinan dan Evaluasi Program Majelis, Lembaga, serta Organisasi Otonom (Ortom) tingkat daerah pada 13–14 Juni 2026 di Sagara View of Karangbolong, Kebumen. Selain itu juga belajar dari suksesnya Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong yang berhasil meraih predikat cabang unggulan dalam CRM 2025 yang disamapikan oleh Heri Purnomo S.Ps dari PCM Gombong yang dinilai berhasil mengembangkan organisasi dan amal usaha Muhammadiyah secara signifikan. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam mengelola organisasi dan amal usaha. Berdiri sejak tahun 1924, PCM Gombong kini menjadi salah satu cabang Muhammadiyah yang memiliki jaringan amal usaha terbesar di wilayah selatan Jawa Tengah dengan total 45 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, dan dakwah. Hal tersebut terungkap dalam paparan PCM Gombong Tahun 1447 H/2026 M yang disampaikan oleh Wakil Ketua PCM Gombong Bidang Tabligh dan Pondok Pesantren, Heri Pramono, dalam forum sharing pengelolaan persyarikatan Muhammadiyah. Data tahun 2025 menunjukkan PCM Gombong membina 15 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) yang tersebar di 14 desa dan kelurahan. Selain itu terdapat 30 masjid dan musala, tujuh organisasi otonom yang seluruhnya aktif, 17 TPQ, empat pondok pesantren, sekitar 1.510 pegawai AUM, serta 50 mubaligh yang aktif berdakwah di masyarakat. Perkembangan tersebut sangat kontras dibandingkan kondisi tahun 2000. Saat itu PCM Gombong hanya memiliki sembilan AUM, delapan ranting, 12 masjid dan musala, serta tiga organisasi otonom. Kini jumlah AUM meningkat lima kali lipat menjadi 45 unit dengan jaringan pelayanan yang semakin luas. Di sektor kesehatan, PCM Gombong mengelola lima rumah sakit dan lima klinik. Salah satu yang tertua adalah RS PKU Muhammadiyah Gombong yang berdiri sejak 1958 dan kini berstatus rumah sakit tipe B. Dalam beberapa tahun terakhir, ekspansi layanan kesehatan terus dilakukan melalui akuisisi dan pengembangan sejumlah rumah sakit di Kabupaten Banyumas, Cilacap, hingga Purworejo. Rumah sakit yang kini berada dalam jaringan PCM Gombong antara lain RS PKU Muhammadiyah Amanah Sumpiuh, RS PKU Muhammadiyah Aghisna Kroya, RSU Aghisna Medika Sidareja, serta RSU Aisyiyah Purworejo. Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut tidak hanya melayani masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi bagi pengembangan dakwah Muhammadiyah di daerah setempat. Di bidang pendidikan, PCM Gombong mengelola Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo), SMA Muhammadiyah Gombong, SMP Muhammadiyah Gombong, SD Kreatif Muhammadiyah Gombong, tiga Madrasah Ibtidaiyah, TK Kreatif Muhammadiyah, serta empat pondok pesantren. Beberapa pesantren bahkan baru didirikan dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari penguatan kaderisasi dan pendidikan Islam. Sektor ekonomi juga berkembang pesat melalui pengelolaan BTM Lilis Nuryani, Surya Mart, Nururrohmah Mart, Lilis Nuryani Mart, hingga Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara di bidang sosial, PCM Gombong mengelola Panti Asuhan Yatim Dhuafa yang memiliki berbagai unit usaha produktif untuk mendukung kemandirian lembaga. Keberhasilan pengembangan organisasi tersebut tidak lepas dari strategi konsolidasi yang diterapkan PCM Gombong. Pengurus cabang rutin menggelar rapat mingguan, memperkuat sinergi antar majelis, ortom, dan AUM, serta melaksanakan pembinaan ranting secara berkelanjutan. Setiap ranting juga memperoleh dukungan dana operasional sesuai tingkat perkembangannya. Selain itu, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) diberi ruang luas untuk menjadi pelaksana berbagai kegiatan cabang. Berbagai agenda seperti pengajian, syawalan, milad, hingga kegiatan organisasi lainnya banyak dipercayakan kepada kader muda. PCM Gombong juga menerapkan kebijakan yang mendorong pegawai AUM aktif dalam kegiatan persyarikatan. Bahkan keaktifan dalam organisasi menjadi salah satu indikator penting dalam pembinaan sumber daya manusia Muhammadiyah. Melalui konsolidasi organisasi, penguatan kaderisasi, serta optimalisasi peran amal usaha, PCM Gombong terus berupaya memperkuat dakwah dan pelayanan kepada masyarakat. Model pengelolaan yang dijalankan cabang ini menjadi salah satu contoh keberhasilan Muhammadiyah dalam mengembangkan persyarikatan secara modern, profesional, dan berkelanjutan. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PDA Sleman Hadiri Gerakan Perempuan Mengaji Bahas Pencegahan Hubungan Seks Sedarah

Yogyakarta , Pdmsleman.Or.Id Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Sleman menghadiri kegiatan Gerakan Perempuan Mengaji yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY pada Ahad, 14 Juni 2026, di Ruang Seminar Gedung AR. Fachruddin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Delegasi PDA Sleman dipimpin oleh Ketua MTK PDA Sleman, Dra. Siti Aminah, bersama Sri Sumiarsi, M.Pd., selaku unsur Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Sleman yang membidangi Majelis Tabligh dan Ketarjihan. Kegiatan ini juga diikuti oleh anggota pimpinan MTK PDA Sleman serta perwakilan MTK Cabang dan MTK Ranting dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman. Mengangkat tema “Peran ‘Aisyiyah Mencegah Hubungan Seks Sedarah dan Solusinya”, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus refleksi atas berbagai persoalan sosial yang masih ditemukan di tengah masyarakat. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya menjaga ketahanan keluarga dan melindungi generasi dari berbagai risiko yang dapat mengganggu tumbuh kembang mereka. Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY, Dr. Widiastuti, S.Ag., M.M., menegaskan bahwa “ keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang berakhlak, sehat, dan berkepribadian Islami, oleh karena itu, peran perempuan dalam keluarga menjadi sangat penting untuk menghadirkan lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, dan berlandaskan nilai-nilai agama”. Sementara itu, Majelis Tabligh dan Ketarjihan PWA DIY menyampaikan bahwa “Gerakan Perempuan Mengaji tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dalam merespons berbagai tantangan sosial yang berkembang di masyarakat”. Kegiatan ini menghadirkan dr. Ida Rochmawati, M.Sc., Sp.KJ, dokter spesialis kedokteran jiwa sekaligus pemerhati kesehatan mental, yang memberikan pemahaman mengenai dampak psikologis, sosial, serta langkah-langkah pencegahan melalui penguatan pendidikan keluarga dan komunikasi yang sehat. Melalui kegiatan ini, ‘Aisyiyah kembali meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan dakwah yang mencerahkan, memperkuat ketahanan keluarga, dan membangun kesadaran bersama dalam menjaga masa depan generasi. Diharapkan, para peserta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing serta turut menghadirkan kehidupan masyarakat yang lebih sehat, aman, dan berkemajuan.

Loading

AMM Turi Tebar Daging Kurban ke Wilayah Minim Distribusi, Pererat Ukhuwah Islamiyah dan Penguatan Kader

Turi,Pdmsleman.or.Id Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kapanewon Turi kembali menunjukkan komitmennya dalam dakwah sosial melalui kegiatan Bakti Sosial dan Pendistribusian Daging Kurban 2026. Mengusung tema “Semangat Kurban, Menyatukan Umat dalam Kepedulian”, program ini menyasar masyarakat fakir, miskin, dan dhuafa di wilayah Sleman serta Kulon Progo yang selama ini relatif minim menerima distribusi daging kurban. Kegiatan yang dilaksanakan pada 27–28 Mei 2026 tersebut merupakan kolaborasi antara Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Turi dan Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Turi. Program ini tidak hanya menjadi sarana penyaluran daging kurban, tetapi juga wahana pembinaan kader muda Muhammadiyah agar memiliki kepekaan sosial dan jiwa kepemimpinan yang kuat. Ketua panitia, Sidik Budiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilandasi semangat meneladani Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT. Selain itu, kurban menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat sebagaimana disampaikan kepada redaksi pada Rabu 3 Juni 2026. “Melalui program ini, kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus membentuk karakter kader muda Muhammadiyah yang peduli, disiplin, dan siap mengabdi kepada umat,” ujarnya . Program tebar daging kurban tahun ini memperoleh dukungan luas dari berbagai elemen Persyarikatan Muhammadiyah, takmir masjid, donatur, serta para sahibul kurban. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp6.878.800, berasal dari kas AMM Turi, PCM Turi, PRM, PKU Muhammadiyah Sleman, dan sejumlah donatur perseorangan. Selain dukungan dana, AMM Turi juga menerima puluhan paket daging kurban dari berbagai masjid dan kelompok masyarakat, antara lain dari Ledoknongko, Ganggong, Ngentak, Dadapan, Masjid Kelor, Masjid Ngablak, hingga Masjid Randusongo. Daging kurban kemudian disalurkan kepada warga di sejumlah wilayah, seperti Kawedan, Tegalrejo (Ngepreh), Donomulyo, Daren, kelompok dhuafa pengajian Surodadi, hingga jamaah di Ngroto, Banjarsari, Kalibawang, Kulon Progo. Sebagian paket juga diberikan kepada anggota AMM yang terlibat aktif dalam kegiatan sosial tersebut. Ketua PCPM Turi   menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program ini. Menurutnya, kepercayaan para sahibul kurban menjadi amanah yang harus dikelola secara profesional dan tepat sasaran. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para sahibul kurban dan seluruh donatur yang telah mempercayakan pengelolaan daging dan hewan kurban kepada PCPM dan PCNA Turi. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan yang telah diberikan ” .  Melalui kegiatan ini, AMM Turi berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial yang menjadi ruh ibadah kurban terus tumbuh di tengah masyarakat. Tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi penerima manfaat, tetapi juga memperkuat peran kader Muhammadiyah sebagai pelopor gerakan sosial yang mencerahkan dan memberdayakan umat. Rep  Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Workshop Manajemen Kesejahteraan Lansia Dorong Terwujudnya Lansia Bahagia dan Sejahtera di Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id  Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM dan MKS PDA Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan menggelar Workshop Manajemen Kesejahteraan Lansia bertema “Menuju Lansia Bahagia dan Sejahtera” di Aula Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Sleman, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, yakni Prof. Dr. Fatwa Tentama, S.Psi., M.Si. serta Dr. Tri Wahyuni Sukesi, S.Si., MPH.. H. Wahyu Purhantoro MM Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM menegaskan bahwa “ kegiatan ini untuk membahas berbagai persoalan kesejahteraan lansia, mulai dari kesehatan mental, kesehatan fisik, lingkungan sosial, hingga strategi mewujudkan lansia tangguh di tengah meningkatnya populasi lanjut usia di Daerah Istimewa Yogyakarta”. Dalam pemaparannya, Prof. Fatwa Tentama menekankan pentingnya kesehatan mental bagi lansia agar tetap mampu menjalani masa tua secara bermakna dan produktif. Ia menjelaskan bahwa DIY saat ini telah memasuki fase aging population, yakni kondisi ketika jumlah penduduk usia lanjut melebihi 10 persen dari total populasi. “Lansia tangguh adalah seseorang yang tetap sehat secara fisik, sosial, dan mental, serta mampu beradaptasi positif terhadap proses penuaan,” jelas Prof. Fatwa dalam materinya. Menurutnya, konsep successful aging dapat diwujudkan melalui pola hidup sehat, tetap aktif secara fisik, membangun komunikasi, memiliki jaringan sosial yang kuat, serta menjaga sikap optimistis dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menyoroti fenomena kesepian dan isolasi sosial yang kerap dialami lansia. Kondisi tersebut, katanya, dapat memicu gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, hingga penurunan fungsi kognitif. “Kesepian bukan hanya persoalan tidak memiliki teman, tetapi perasaan subjektif ketika seseorang merasa jauh dari lingkungan sosialnya,” ungkapnya. Prof. Fatwa menjelaskan bahwa kesepian pada lansia dapat dipicu oleh faktor fisik, sosial, psikis, maupun spiritual. Gejalanya antara lain mudah sedih, menarik diri dari lingkungan, sulit tidur, kehilangan semangat, hingga merasa tidak berguna. Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia mendorong penguatan spiritualitas, peningkatan interaksi sosial, pengembangan hobi, serta dukungan keluarga dan tenaga profesional. “Kegiatan sosial, silaturahmi, ibadah, dan komunikasi rutin dengan keluarga sangat penting agar lansia tetap merasa dihargai dan memiliki makna hidup,” katanya. Selain itu, Prof. Fatwa menekankan pentingnya peran keluarga dan caregiver dalam mendampingi lansia. Pendamping diharapkan menjadi pendengar yang baik, memberi ruang bagi lansia untuk mengambil keputusan sederhana, serta memperhatikan perubahan perilaku dan kondisi kesehatannya. Sementara itu, Dr. Tri Wahyuni Sukesi membahas pentingnya menjaga kesehatan fisik dan lingkungan yang ramah lansia. Menurutnya, kesejahteraan lansia tidak hanya ditentukan oleh kondisi kesehatan, tetapi juga lingkungan sosial yang mendukung aktivitas dan interaksi mereka. Kegiatan workshop ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari unsur Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Kabupaten Sleman. Para peserta berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendampingan dan pelayanan lansia secara holistik. Melalui workshop ini, MPKS PDM dan MKS PDA Sleman berharap tercipta sinergi antara keluarga, masyarakat, dan lembaga sosial dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, bahagia, dan tetap produktif di usia senja. Editor  Arief HArtanto MPI PDM SLeman

Loading

Seminar Kesehatan Reproduksi Remaja Berakhlak dan Sehat: Perspektif Islam dalam Kesehatan Reproduksi

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman menggelar seminar kesehatan reproduksi bertajuk “Remaja Berakhlak dan Sehat: Perspektif Islam dalam Kesehatan Reproduksi” di Hall Baroroh, Gedung Siti Walidah Lantai 4 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti ratusan pelajar perwakilan SMU/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Seminar tersebut bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi yang selaras dengan nilai-nilai akhlakul karimah. Penyelenggara menilai, remaja saat ini menghadapi tantangan serius, baik dari sisi kesehatan fisik maupun degradasi moral akibat arus informasi yang tidak terbendung. Dalam sesi pemaparan, Anjarwati, S.SiT., MPH menjelaskan dari perspektif medis bahwa pemahaman terhadap fungsi organ reproduksi menjadi dasar penting bagi remaja. “Edukasi kesehatan reproduksi tidak boleh dianggap tabu. Justru dengan pemahaman yang benar, remaja dapat menjaga diri dari risiko penyakit maupun perilaku yang merugikan,” ujarnya. Sementara itu, Royan Utsany, Lc., M.S.I menyoroti aspek keislaman dalam menjaga kehormatan diri. Ia menegaskan bahwa kesehatan fisik harus berjalan beriringan dengan kekuatan iman. “Remaja harus memiliki benteng akhlak. Menjaga kehormatan diri bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga perintah syariat yang melindungi manusia dari kerusakan,” katanya. Materi edukasi juga diperkuat oleh Bhakti Gusti Walinegoro, S.IP., MPP yang memperkenalkan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta sebagai institusi pendidikan yang mengintegrasikan ilmu kesehatan dengan nilai-nilai Islam. Ia mendorong peserta untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan akademik yang mendukung pembentukan karakter. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Dr. Ismarwati, S.ST., S.KM., M.PH dari Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY, Dr. Yuli Isnaeni, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom dari unsur rektorat UNISA, serta jajaran pimpinan PDA Sleman dan Majelis Dikdasmen. Ketua PDA Sleman, Dra. Hj. Hanik Rosyada, M.Ag dalam sambutannya menegaskan pentingnya pembinaan generasi muda secara menyeluruh. “Melalui seminar ini, kita ingin mencetak remaja Muhammadiyah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik dan memiliki benteng iman yang kuat,” tuturnya. Ia menambahkan, peran keluarga, sekolah, dan organisasi seperti ‘Aisyiyah sangat strategis dalam membentuk karakter remaja di tengah tantangan globalisasi. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, termasuk diskusi interaktif yang membahas isu-isu aktual seputar pergaulan remaja dan kesehatan reproduksi. Panitia berharap, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan terselenggaranya seminar ini, PDA Sleman berharap para pelajar mampu menjadi agen perubahan yang mempromosikan gaya hidup sehat dan berakhlak di lingkungan sebaya. Edukasi berkelanjutan dinilai menjadi kunci dalam menciptakan generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berdaya saing di masa depan. Agustina Suprobowati  Sekretaris Majelis Kesehatan. PDA Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading