Aisyiyah Senior School Sa’adah PCA Sleman
![]()
Aisyiyah Senior School Sa’adah PCA Sleman
![]()
Turi Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Turi kembali menggelar pengajian rutin Ahad Pon 9 Agustus 2026 bertempat di masjid at Taqwa Sidoharjo Bangunkerto Turi Sleman yang diikuti para anggota dan jamaah di lingkungan persyarikatan. Rangkaian pengajian diawali pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Aisyah, menyanyikan Mars Aisyiyah, serta sambutan Ketua PCA Turi, Musfirah, MP. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan diikuti jamaah dengan antusias. Kegiatan tersebut diisi tausiyah oleh Ustaz. Subagyo, S.Ag., M.Si., yang mengajak jamaah memperkuat iman dengan membiasakan diri bersyukur dan bersabar dalam menjalani kehidupan. Dalam ceramahnya, Ustaz Subagyo mengingatkan jamaah agar tidak menganggap bulan Safar sebagai bulan yang membawa kesialan. Menurutnya, setiap bulan dalam kalender Islam memiliki kedudukan yang baik dan tidak selayaknya dikaitkan dengan anggapan-anggapan yang tidak memiliki dasar. Ia kemudian mengaitkan pembahasan tersebut dengan tema pentingnya menghiasi kehidupan dengan iman kepada Allah SWT. Iman, menurutnya, tidak cukup hanya diyakini dalam hati, tetapi harus tercermin melalui sikap dan perilaku sehari-hari. “Orang yang beriman itu harus mampu bersyukur dan bersabar,” pesannya kepada jamaah. Syukur diwujudkan dengan menyadari berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT, kemudian menggunakan nikmat tersebut untuk melakukan kebaikan. Kesehatan, waktu, harta, keluarga maupun kesempatan untuk beribadah merupakan nikmat yang harus dimanfaatkan secara benar. Menurut dia, ketika seseorang memperoleh kesehatan, maka kesehatan itu semestinya digunakan untuk beribadah, menuntut ilmu dan membantu sesama. Demikian pula ketika memperoleh rezeki lebih, hendaknya tidak hanya dinikmati untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi terhadap kiprah Aisyiyah yang selama ini bergerak dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, sosial dan kesehatan. Ia mendorong para kader Aisyiyah untuk terus bersemangat melakukan amal usaha dan pelayanan kepada masyarakat tanpa dibatasi usia. Selain syukur, kesabaran menjadi bagian penting dari kehidupan orang beriman. Ustaz Subagyo menjelaskan bahwa ujian kehidupan dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari persoalan kesehatan, keluarga, ekonomi hingga persoalan lainnya. Semua itu harus dihadapi dengan kesabaran dan tetap mengharap pertolongan Allah SWT. “Sabarnya itu merupakan kekuatan jiwa dalam menghadapi ujian Allah,” tuturnya. Ia juga mengingatkan jamaah agar menjaga salat lima waktu. Menurutnya, kehidupan yang tertib dalam menjalankan ibadah menjadi salah satu cerminan kualitas keimanan seseorang. Pengajian juga tidak seharusnya membuat seseorang meninggalkan kewajiban salat ketika waktunya telah tiba. Selain itu, jamaah diajak membangun akhlak terpuji, antara lain rendah hati, menjaga kehormatan diri, senang membantu orang lain dan tidak memiliki sifat fasik maupun takabur. Keimanan, kata dia, harus melahirkan pribadi yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan. Di akhir tausiyah, Ustaz . Subagyo mengajak seluruh jamaah untuk terus memohon kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan menjadi pribadi yang ahli bersyukur, sabar, rendah hati dan berakhlak baik. Pesan tersebut diharapkan tidak berhenti dalam forum pengajian, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga, organisasi dan masyarakat. Dengan iman yang diwujudkan melalui amal nyata, keberadaan Aisyiyah diharapkan semakin memberikan manfaat bagi umat dan lingkungan sekitar. Rep Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Muhammadiyah Turi
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.Id Suasana halaman SMA 1 Turi di Gunung Anyar, Donokerto, Turi, Sleman, tampak begitu bersemangat sejak Sabtu pagi (25/7/2026). Ratusan perempuan berkaus senada memadati area sekolah dengan senyum merekah. Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Turi resmi menggelar Puncak Peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah, membawa tema besar “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WIB. Sebagai pembuka, Ketua PCA Turi, Sri Winarti, S.Pd., M.Pd., secara resmi membuka jalannya acara. Sri menyampaikan bahwa “ peringatan Milad ke-109 ini bukan sekadar momen seremonial tahunan, melainkan ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen ‘Aisyiyah dalam menebar manfaat nyata bagi masyarakat luas”. Usai pembukaan, suasana berganti riuh hangat saat sekitar 250 peserta perwakilan dari 11 Ranting ‘Aisyiyah se-Cabang Turi bergerak bersama mengikuti Senam ‘Aisyiyah Bahagia. Dipandu oleh instruktur Mbak Ayuk Shafira, gerakan senam yang energik berhasil membakar semangat seluruh warga ‘Aisyiyah yang hadir sejak pagi terbit. Namun, semangat kemanusiaan menjadi inti utama dari perayaan kali ini. PCA Turi menunjukkan kepedulian sosialnya melalui penyerahan tali kasih berupa santunan kepada 15 anak yatim dan dhuafa yang berasal dari KB serta TK ABA se-Cabang Turi. Tak berhenti di situ, perhatian terhadap ekonomi warga juga diwujudkan lewat pemberian dana stimulan atau bantuan bagi 9 pelaku usaha kecil lokal agar terus berkembang. Langkah dakwah sosial ‘Aisyiyah kian lengkap dengan digelarnya sosialisasi sekaligus pengumuman jajaran pengurus Griya Lansia ‘Aisyiyah (GLA). Program ini disiapkan sebagai wadah pendampingan dan perhatian khusus bagi para lanjut usia di wilayah Turi, agar tetap berdaya dan bahagia di masa tua. Momen yang paling ditunggu-tunggu tentu saja pengumuman kejuaraan lomba yang sebelumnya telah digelar meriah. Kebanggaan menyeruak saat para pemenang diumumkan di atas panggung. Untuk Lomba Paduan Suara Mars ‘Aisyiyah antar-ranting, gelar Juara 1 berhasil disabet oleh Ranting Bangunkerto 1, disusul Ranting Wonokerto 2 sebagai Juara 2, dan Ranting Donokerto 2 di posisi Juara 3. Sementara itu, pada Lomba Tahfidz, Ranting Girikerto tampil memukau dan berhasil mengamankan Juara 1. Posisi Juara 2 diraih oleh Ranting Donokerto 4, dan Juara 3 diraih oleh Ranting Wonokerto 1. Gemuruh tepuk tangan dan ucapan selamat mengudara membaur bersama keceriaan pembagian puluhan doorprize menarik yang disediakan oleh PCA Turi serta Majelis ‘Aisyiyah. Puncak peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah di Turi ini akhirnya ditutup dengan rasa syukur yang mendalam. Acara ini berhasil membuktikan bahwa di usia yang makin matang, ‘Aisyiyah terus konsisten menebarkan manfaat untuk perempuan berkemajuan dan masyarakat. Reporter: Choirunnisa Setyaningsih, S.E., S.Pd. Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Wonokerto 2, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, sukses menggelar kegiatan Jalan Sehat dalam rangka Milad ke-109 ‘Aisyiyah pada Ahad (12/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Ash-Sholeh, Garongan tersebut diikuti sekitar 250 peserta, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Jalan sehat menjadi salah satu rangkaian peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang mengusung semangat hidup sehat, mempererat silaturahmi, sekaligus menguatkan kebersamaan warga Muhammadiyah Aisyiyah Wonokerto dan masyarakat sekitar. Ketua PRA Wonokerto 2, Hj. Sri Wulanti, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak sekadar mengajak masyarakat berolahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial. “Milad ‘Aisyiyah kami maknai sebagai momentum untuk semakin mendekatkan organisasi dengan masyarakat. Jalan sehat ini menjadi ruang silaturahmi bagi seluruh warga, dari anak-anak hingga orang tua, sehingga kebersamaan yang telah terjalin dapat terus dipelihara,” ujar Sri Wulanti. Peserta menempuh rute yang dimulai dari Masjid Ash-Sholeh, melintasi wilayah Cepit, Gardu Projayan, kawasan permukiman Garongan, Pasar Ikan, hingga kembali finis di Masjid Ash-Sholeh. Selama perjalanan, panitia menyiapkan tiga pos pemeriksaan yang berada di Masjid Projayan, kawasan Pasar Ikan, dan Pos KKN RT 01. Setiap peserta memperoleh tanda berupa coretan stabilo dengan warna berbeda di masing-masing pos sebagai bukti telah menyelesaikan seluruh rute. Kegiatan dilakukan panitia yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pengurus ‘Aisyiyah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga KOKAM dan Linmas yang bertugas membantu pengamanan. Sekretaris panitia, Indryasari Widiyanti, A.Md.Kep, menjelaskan bahwa seluruh peserta juga diimbau membawa tumbler sebagai bagian dari kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai. “Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Karena itu peserta diminta membawa botol minum sendiri, sementara panitia menyediakan air minum isi ulang dan teh manis di lokasi,” jelas Indryasari. Panitia menyediakan 10 dispenser jumbo air putih serta dua dispenser jumbo teh manis yang disiapkan secara gotong royong oleh para anggota ‘Aisyiyah. Selain itu, tersedia layanan kesehatan melalui tim P3K yang didukung kader ‘Aisyiyah dan mahasiswa KKN untuk mengantisipasi apabila ada peserta yang membutuhkan pertolongan. Setelah seluruh peserta mencapai garis finis, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian makanan ringan, sambutan dari Ketua PRA Wonokerto 2, sambutan Ketua PRM Wonokerto 2 Sarno, A.Md, pembacaan sejarah singkat berdirinya ‘Aisyiyah oleh Hj. Kusmiyati, S.Pd, serta pembagian puluhan doorprize yang disambut antusias peserta. Untuk mendukung kelancaran acara, panitia juga menyiapkan tiga lokasi parkir, dokumentasi kegiatan, konsumsi, petugas keamanan, serta pemasangan banner dan bendera Merah Putih, Muhammadiyah, dan ‘Aisyiyah di sepanjang lokasi kegiatan. Milad ke-109 ‘Aisyiyah menjadi pengingat perjalanan panjang organisasi perempuan Muhammadiyah yang sejak berdiri pada 19 Mei 1917 terus berkontribusi dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, pelayanan sosial, dan dakwah kemasyarakatan. Semangat tersebut diwujudkan PRA Wonokerto 2 melalui kegiatan sederhana namun sarat makna, yaitu mengajak masyarakat hidup sehat, memperkuat persaudaraan, dan membangun kepedulian terhadap lingkungan. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman https://drive.google.com/drive/folders/1xea-U_NxMQXh9zazRj7LjX4K-OTeb-Pm?usp=sharing
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.Id Semarakkan Milad ‘Aisyiyah ke-109, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Turi menggelar Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Lomba Menyanyikan Mars ‘Aisyiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Ngablak, Bangunkerto, Turi, Ahad (5/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 11 Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) se-Kapanewon Turi dengan antusiasme yang tinggi. Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PCA Turi memperkuat syiar Islam, membangun semangat kebersamaan, serta meningkatkan kualitas kader melalui kompetisi yang bernilai edukatif dan religius. Sejak acara dimulai pukul 13.00 WIB, suasana Gedung Dakwah Muhammadiyah dipenuhi semangat para peserta yang tampil percaya diri membawakan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an maupun Mars ‘Aisyiyah. Penampilan mereka mendapat perhatian penuh dari dewan juri yang dihadirkan dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA). Ketua PCA Turi, Hj. Sri Winarti, M.Pd., mengaku bersyukur atas sambutan luar biasa dari seluruh ranting. Menurutnya, kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan pada periode kepengurusan saat ini mampu menghadirkan semangat baru bagi kader-kader ‘Aisyiyah di Turi. “Alhamdulillah, antusias peserta dari 11 ranting sungguh luar biasa. Ini menjadi kegiatan pertama pada periode ini dan hasilnya benar-benar di luar perkiraan kami. Melihat semangat ibu-ibu ‘Aisyiyah tampil dengan penuh percaya diri membuat kami sangat terharu,” ujar Sri Winarti. Ia menambahkan, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk mencari juara, tetapi menjadi sarana membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat identitas organisasi melalui Mars ‘Aisyiyah. “Kami berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk melangkah pada program-program berikutnya. Semoga semangat menghafal Al-Qur’an, memahami nilai perjuangan ‘Aisyiyah, dan memperkuat dakwah kemanusiaan terus tumbuh di seluruh ranting,” tambahnya. Adapun kriteria penilaian lomba menyanyi meliputi aspek Perform, kekompakan, artikulasi, ketepatan nada dengan music serta harmonisasi ( olah Vokal) sedangkan untuk kriteria penilaian Lomba hafalan meliputi aspek tajwid, kefasihan, kelancaran dan adab. Kejuaraan akan diumumkan pada acara Puncak Milad, pada tanggal 25 Juli 2026. Sekaligus digelar senam Aisyiyah bersama, dan pembagian dana stimulan untuk pelaku UMKM ibu ibu Aisyiyah. PCA Turi berharap lomba serupa dapat menjadi agenda rutin pada peringatan Milad ‘Aisyiyah di tahun-tahun mendatang. Selain menjadi ajang silaturahmi antar-ranting, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang unggul, berakhlak mulia, serta semakin siap mengemban misi dakwah dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan cita-cita ‘Aisyiyah. Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh peserta, Milad ‘Aisyiyah ke-109 di PCA Turi menjadi momentum untuk memperkokoh ukhuwah, meningkatkan kualitas kader, serta memperluas manfaat gerakan dakwah bagi masyarakat. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Bantul, Pdmsleman.Or.Id Kontingen Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Sleman menunjukkan semangat kaderisasi dan prestasi membanggakan dalam kegiatan ‘Aisyiyah Cadre Camp (ACC) DIY 2026 yang digelar pada Sabtu–Ahad, 4–5 Juli 2026, di Bumi Perkemahan Kalakijo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang menjadi bagian dari pola kaderisasi ‘Aisyiyah ini bertujuan membentuk kader yang kokoh dalam ideologi, berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan. Sebanyak 22 regu dari lima Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah kabupaten dan kota se-DIY, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah, serta organisasi otonom tingkat wilayah turut ambil bagian dalam perkemahan tersebut. PDA Sleman mengirimkan 24 peserta yang dibagi ke dalam tiga regu, masing-masing beranggotakan delapan orang. Kontingen ini merupakan gabungan kader dari berbagai Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah, yakni Turi, Cangkringan, Seyegan, Moyudan, Gamping, Kalasan, Berbah, dan Depok. Mereka juga diperkuat oleh kader dari organisasi otonom, yaitu Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA), Hizbul Wathan (HW), dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Ketua Kontingen Sleman, Sulis dari PCA Seyegan, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ACC menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas kader sekaligus memperluas pengalaman dalam berorganisasi. “ACC bukan sekadar kegiatan berkemah, tetapi ruang belajar bersama untuk menguatkan ideologi, membangun kepemimpinan, dan mempererat ukhuwah antarkader ‘Aisyiyah se-DIY,” ujarnya. Adapun tiga regu yang mewakili PDA Sleman diberi nama tokoh-tokoh perempuan inspiratif dalam sejarah Muhammadiyah, yakni Regu Nyai Walidah, Regu Siti Bariyah, dan Regu Nyai Siti Baroroh Baried. Sementara itu, posisi sekretaris kontingen diamanahkan kepada Lala dari Hizbul Wathan. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari materi kaderisasi, permainan tim, hingga kegiatan jelajah alam yang dirancang untuk melatih kepemimpinan, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kontingen Sleman juga tampil memukau dalam pentas seni dengan menampilkan Senam Sleman Bangkit dan Tari Buto-Buto Galak. Penampilan tersebut berhasil memeriahkan suasana perkemahan dan mendapat apresiasi dari peserta serta panitia. Prestasi membanggakan pun berhasil diraih oleh kontingen PDA Sleman. Mereka keluar sebagai juara dalam beberapa cabang perlombaan, di antaranya lomba memasak, lomba Kue Ketangguhan Ideologi ‘Aisyiyah, dan lomba jelajah alam. Reporter kegiatan, Nisa Kamila, menilai capaian tersebut menjadi bukti semangat kebersamaan dan kualitas kader ‘Aisyiyah Sleman. “Prestasi yang diraih menunjukkan bahwa kader PDA Sleman tidak hanya unggul dalam kebersamaan dan kreativitas, tetapi juga memiliki daya juang dan semangat kaderisasi yang kuat,” ungkapnya. Keikutsertaan dalam ACC DIY 2026 diharapkan semakin memperkuat peran kader ‘Aisyiyah Sleman sebagai perempuan berkemajuan yang siap berkontribusi bagi masyarakat, persyarikatan, dan lingkungan. Jika diperlukan, saya juga dapat menyesuaikan berita ini ke format rilis media cetak, portal berita online, atau menambahkan kutipan dari Ketua PDA Sleman untuk memperkuat unsur jurnalistiknya. https://drive.google.com/drive/folders/1FnMffmjOl7UAm0CpOtbHO8BkxRpOSvcv Rep Nisa Kamila PDA Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Godean, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Sidoarum berhasil meraih Juara II dengan judul “Aisyiyah dan Gerakan Perempuan” dalam Lomba Penulisan Sejarah PRA se-Kapanewon Godean yang diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan Milad ‘Aisyiyah ke-198. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus bentuk apresiasi atas upaya mendokumentasikan perjalanan dakwah dan pengabdian PRA Sidoarum selama puluhan tahun. Dalam naskah yang dilombakan, tim penulis menyusun paparan sejarah dalam lima bab. Dengan berbekal berbagai sumber data, antara lain wawancara dengan tokoh dan kader, arsip organisasi, foto dokumentasi, serta berbagai sumber pendukung lainnya, naskah tersebut kemudian bisa mengungkap bahwa awal mula lahirnya PRA Sidoarum dilandasi adanya rasa keprihatinan dengan keadaan perempuan dan keinginan untuk berperan aktif dalam gerakan dakwah Islam yang diwujudkan melalui kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan. Sejarah mencatat bahwa PRA Sidoarum berdiri pada 17 Juli 1968 atau 15 Dzulhijjah 1387 H. Organisasi ini dirintis oleh Ibu Hindun dan teman-teman beliau serta termasuk putri beliau dan beberapa ibu dari berbagai padukuhan di wilayah Sidoarum dalam fase perkembangan organisasi selanjutnya. Pada masa awal, kegiatan masih dilakukan secara sederhana dan bergilir dari rumah ke rumah, meliputi pengajian rutin, belajar mengaji bersama, rapat, serta diskusi mengenai persoalan sosial kemasyarakatan. Perjalanan organisasi ranting ternyata tidak selalu mudah. Pada periode 1968–2004, berbagai kendala masih dihadapi. Organisasi ranting masih belum mempunyai kantor, administrasi yang sederhana, jumlah anggota pimpinan yang masih sedikit, dan pendanaan yang sering kurang. Namun sejak tahun 2005 hingga sekarang, PRA Sidoarum menunjukkan perkembangan yang pesat. Salah satu tonggak pentingnya adalah pendirian Taman Penitipan Anak yang kemudian berkembang menjadi Kelompok Bermain dan TK ABA “Bunda Aisyah”. Dari pendirian TPA lalu menginspirasi lahirnya berbagai program unggulan lain seperti Pengajian Hari Libur Nasional, Pengajian Keliling, dan Arisan Qurban. Selain bergerak di bidang pendidikan, PRA Sidoarum juga aktif dalam dakwah sosial melalui gerakan Al-Ma’un dan pengentasan buta huruf Al-Qur’an, bidang ekonomi melalui Koperasi WARMUSS, serta bidang kesehatan melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Dalam penutup naskah, para pengurus PRA Sidoarum tetap mengenang jasa para pendiri dan mengabadikan cerita semangat perjuangan kader terdahulu sebagai tonggak sejarah. PRA Sidoarum diharapkan terus menjadi pelopor gerakan perempuan Islam berkemajuan serta bisa selalu menjaga jejak dakwah ranting sebagai fondasi dalam mewujudkan peradaban yang adil, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Penulis Hp 081915495060
![]()
Sleman. Pdmsleman.Or.Id PC IMM Sleman Gelar Progresif Institut 2026, Cetak Kader Intelektual Progresif dan Berkeadilan Sleman – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sleman sukses menyelenggarakan kegiatan Progresif Institut (PI) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 12–14 Juni 2026 di SMK Muhammadiyah Prambanan. Kegiatan ini diikuti oleh 39 kader yang berasal dari berbagai Pimpinan Komisariat (PK) IMM Se Cabang-Kabupaten Sleman. Mengusung tema “Membangun Kader Intelektual Progresif dalam Membaca Realitas Sosial untuk Mendorong Perubahan Berkeadilan”, Progresif Institut menjadi ruang pengkaderan intelektual yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kader IMM dalam memahami berbagai persoalan sosial secara kritis, sistematis, dan berlandaskan nilai-nilai profetik. Ketua PC IMM Sleman, Muhammad Miftahuddin Al Kamal dalam sambutannya menyampaikan bahwa Progresif Institut merupakan upaya strategis untuk melahirkan kader-kader intelektual IMM yang tidak hanya memiliki kapasitas berpikir kritis, tetapi juga mampu menghasilkan berbagai produk intelektual yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Perwakilan PDM Sleman Eko Priyo Agus Nugroho, S.Pd.I., M.Pd. setelah sebelumnya diawali sambutan dari Ketua PC IMM Sleman dan DPD IMM DIY. Pada sesi pembukaan, peserta mendapatkan materi Stadium General yang disampaikan oleh Dr. Phil. Ahmad Norma Permata, S.Ag., M.Α., dengan tema “Membangun Kader Intelektual Progresif dalam Membaca Realitas Sosial untuk Mendorong Perubahan Berkeadilan”. Dalam pelaksanaannya, Progresif Institut dibagi ke dalam empat kelas utama, yaitu Kelas Sosial, Kelas Kebijakan, Kelas Gender, dan Kelas Pemberdayaan. Masing-masing kelas dirancang untuk memperdalam pemahaman peserta terhadap isu-isu strategis yang berkembang di masyarakat. Kelas Sosial membahas teori sosial seperti Karl Marx untuk menganalisis persoalan alih fungsi lahan, pertambangan, hingga deforestasi. Sementara itu, Kelas Kebijakan membekali peserta dengan pemahaman mengenai proses penyusunan, pengawalan, evaluasi, dan rekomendasi kebijakan publik. Pada Kelas Gender, peserta diajak memahami konsep dasar gender, relasi gender dalam Islam, isu ketidakadilan gender kontemporer, serta mekanisme advokasi dan penanganan kasus kekerasan seksual. Adapun Kelas Pemberdayaan berfokus pada paradigma pemberdayaan masyarakat, pemetaan sosial, hingga penyusunan model Desa Pemberdayaan IMM yang berkelanjutan. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan Forum Group Discussion (FGD), penugasan, dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk implementasi hasil pembelajaran yang diperoleh peserta selama kegiatan berlangsung. Melalui Progresif Institut 2026, PC IMM Sleman menargetkan terwujudnya kader-kader yang memiliki kapasitas intelektual, kemampuan analisis sosial yang kuat, serta komitmen moral untuk menghadirkan perubahan yang berkeadilan di tengah masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi dalam melahirkan kader-kader intelektual IMM yang tidak hanya memiliki kapasitas berpikir kritis dan analitis, tetapi juga mampu menghasilkan berbagai produk intelektual yang berdampak, solutif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Progresif Institut, kader diharapkan mampu mengembangkan gagasan, riset, publikasi, serta berbagai bentuk karya keilmuan yang dapat berkontribusi dalam menjawab persoalan sosial dan mendorong terwujudnya perubahan yang berkeadilan. Dengan terselenggaranya Progresif Institut 2026, PC IMM Sleman menegaskan komitmennya dalam memperkuat tradisi intelektual dan pengkaderan berbasis nilai profetik guna melahirkan generasi muda yang kritis, solutif, dan siap menjawab tantangan zaman. Rep Mahendra Maulana PC IMM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Kebumen, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Rapat Kerja Pimpinan dan Evaluasi Program Majelis, Lembaga, serta Organisasi Otonom (Ortom) tingkat daerah pada 13–14 Juni 2026 di Sagara View of Karangbolong, Kebumen. Selain itu juga belajar dari suksesnya Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong yang berhasil meraih predikat cabang unggulan dalam CRM 2025 yang disamapikan oleh Heri Purnomo S.Ps dari PCM Gombong yang dinilai berhasil mengembangkan organisasi dan amal usaha Muhammadiyah secara signifikan. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam mengelola organisasi dan amal usaha. Berdiri sejak tahun 1924, PCM Gombong kini menjadi salah satu cabang Muhammadiyah yang memiliki jaringan amal usaha terbesar di wilayah selatan Jawa Tengah dengan total 45 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, dan dakwah. Hal tersebut terungkap dalam paparan PCM Gombong Tahun 1447 H/2026 M yang disampaikan oleh Wakil Ketua PCM Gombong Bidang Tabligh dan Pondok Pesantren, Heri Pramono, dalam forum sharing pengelolaan persyarikatan Muhammadiyah. Data tahun 2025 menunjukkan PCM Gombong membina 15 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) yang tersebar di 14 desa dan kelurahan. Selain itu terdapat 30 masjid dan musala, tujuh organisasi otonom yang seluruhnya aktif, 17 TPQ, empat pondok pesantren, sekitar 1.510 pegawai AUM, serta 50 mubaligh yang aktif berdakwah di masyarakat. Perkembangan tersebut sangat kontras dibandingkan kondisi tahun 2000. Saat itu PCM Gombong hanya memiliki sembilan AUM, delapan ranting, 12 masjid dan musala, serta tiga organisasi otonom. Kini jumlah AUM meningkat lima kali lipat menjadi 45 unit dengan jaringan pelayanan yang semakin luas. Di sektor kesehatan, PCM Gombong mengelola lima rumah sakit dan lima klinik. Salah satu yang tertua adalah RS PKU Muhammadiyah Gombong yang berdiri sejak 1958 dan kini berstatus rumah sakit tipe B. Dalam beberapa tahun terakhir, ekspansi layanan kesehatan terus dilakukan melalui akuisisi dan pengembangan sejumlah rumah sakit di Kabupaten Banyumas, Cilacap, hingga Purworejo. Rumah sakit yang kini berada dalam jaringan PCM Gombong antara lain RS PKU Muhammadiyah Amanah Sumpiuh, RS PKU Muhammadiyah Aghisna Kroya, RSU Aghisna Medika Sidareja, serta RSU Aisyiyah Purworejo. Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut tidak hanya melayani masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi bagi pengembangan dakwah Muhammadiyah di daerah setempat. Di bidang pendidikan, PCM Gombong mengelola Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo), SMA Muhammadiyah Gombong, SMP Muhammadiyah Gombong, SD Kreatif Muhammadiyah Gombong, tiga Madrasah Ibtidaiyah, TK Kreatif Muhammadiyah, serta empat pondok pesantren. Beberapa pesantren bahkan baru didirikan dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari penguatan kaderisasi dan pendidikan Islam. Sektor ekonomi juga berkembang pesat melalui pengelolaan BTM Lilis Nuryani, Surya Mart, Nururrohmah Mart, Lilis Nuryani Mart, hingga Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara di bidang sosial, PCM Gombong mengelola Panti Asuhan Yatim Dhuafa yang memiliki berbagai unit usaha produktif untuk mendukung kemandirian lembaga. Keberhasilan pengembangan organisasi tersebut tidak lepas dari strategi konsolidasi yang diterapkan PCM Gombong. Pengurus cabang rutin menggelar rapat mingguan, memperkuat sinergi antar majelis, ortom, dan AUM, serta melaksanakan pembinaan ranting secara berkelanjutan. Setiap ranting juga memperoleh dukungan dana operasional sesuai tingkat perkembangannya. Selain itu, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) diberi ruang luas untuk menjadi pelaksana berbagai kegiatan cabang. Berbagai agenda seperti pengajian, syawalan, milad, hingga kegiatan organisasi lainnya banyak dipercayakan kepada kader muda. PCM Gombong juga menerapkan kebijakan yang mendorong pegawai AUM aktif dalam kegiatan persyarikatan. Bahkan keaktifan dalam organisasi menjadi salah satu indikator penting dalam pembinaan sumber daya manusia Muhammadiyah. Melalui konsolidasi organisasi, penguatan kaderisasi, serta optimalisasi peran amal usaha, PCM Gombong terus berupaya memperkuat dakwah dan pelayanan kepada masyarakat. Model pengelolaan yang dijalankan cabang ini menjadi salah satu contoh keberhasilan Muhammadiyah dalam mengembangkan persyarikatan secara modern, profesional, dan berkelanjutan. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()