Wasiat Luhur Dalam Pendidikan Keluarga Aisyiyah

 Tempel, Pdmsleman.Or.Id Gen Z, sebuah generasi yang penuh dengan warna- warni karakter yang kadang sangat mengkhawatirkan. Mereka tumbuh Bersama berkembangnya gadget dan tehnologi inforn=masi yang membersaianya. Mereka tumbuh berkembang di dalamnya, belajar darinya, bahkan hidup bersamanya (gadget itu). Akibatnya adalah settingan norma dalam pikirannya adalah setingan gad get,bukan hasil pendidikan moral dan perilaku yang terpola dan terencana. Pola pikiran dan perilaku mereka cenderung mengikuti apa yang ada di gadget. Tentu hal ini sangat mengkhawatirkan, karena remaja remaja kita terdidik oleh nilai yang entah berasal dari mana dan banyak sekali bertentangan dengan norma keseharian hidup kita. Mereka cenderung menjadi insan insan yang cuek, tak peduli lingkungan sekitar, tak banyak tahu tentang adab, tata krama dan lain sebagainya. Padahal, dalam masyarakat kita banyak wasiat wasiat yang luhur. Oleh karenanya, sebagai orang tua apalagi ibu, tidak boleh kecolongan mengandalkan gadget sebagai sarana edukasi anak dan hal ini amat berbahaya. “ Anak anak Gen Z dewasa ini tampaknya kering akan siraman warisan nilai luhur bangsa. Berbagi wasiat bukanlah sekedar harta, tetapi juga persoalan warisan inteletual dan moral”. Sebagaimana disampaikan Dra. Mutia Hariati Hussin, M. Si, dosen senior di Prodi Hubungan Internasional UMY di depan 60-an pimpinan Cabang Aisyiyah se Cabang Tempel, sebagai bagian dari Pengabdian Masyarakat Skema khusus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada ahad 1 Maret 2026. “Ayo ibu-ibu, sebagai madrasah pertama dan garda depan pendidikan bagi generasi muda penerus bangsa, kita gunakan lagi pepatah dan peribahasa sebagai wasiat yang berguna untuk menjadi pedoman hidup. Ingat, bumi tempat kita hidup adalah ‘pinjaman’ dari anak cucu kita. Mari hidupkan pepatah, hijaukan desa, kembalikan bumi kepada anak cucu kita dalam kondisi yang nyaman untuk hidup dimasa depan”, tegas Bu Mutia. Ber-wasiat bukan hanya mewariskan harta tetapi juga nilai moral, etika, atau filosofi hidup yang dijaga oleh keluarga atau komunitas dan diwariskan dari generasi ke generasi. Wasiat juga bisa berupa pepatah dan peribahasa seperti misalnya, “alon-alon waton kelakon’, “Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit” atau “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”. Ini adalah bentuk wasiat budaya yang mengajarkan kesabaran, kerja sama, dan solidaritas. Dalam Kehidupan Sehari-Hari, orang tua mewariskan nasihat tentang kejujuran, kerja keras, dan kesederhanaan sebagai wasiat moral. Desa atau masyarakat adat dapat melestarikan pepatah tradisional sebagai wasiat kolektif, yang mengatur hubungan sosial dan menjaga harmoni, dan di level nasional wasiat para pendiri bangsa berupa semboyan atau falsafah hidup, misalnya Bhinneka Tunggal Ika, menjadi pedoman bersama yang harus terus dijaga. Secara Filosofis, wasiat dalam bentuk pepatah/peribahasa adalah penjaga identitas budaya yang menjadi pedoman hidup. Ia berfungsi sebagai jembatan antar generasi, memastikan agar generasi berikutnya tetap berpegang pada nilai luhur sehingga nilai kebijaksanaan tidak hilang ditelan zaman. Berbagi Wasiat menegaskan bahwa berbagi bukan hanya soal harta, tetapi juga soal warisan intelektual dan moral . Rep Roy PCM Tempel Editor  arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Bekali Muballigh Prm Ambar Selatan Sleman Adakan Pelatihan Quranic Arabic

Gamping, Pdmsleman.Or.Id Selasa 14/05 ba’da isya’ bertempat di ruang kelas Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Green School Gamping Sleman Yogyakarta diadakan pelatihan peningkatan pemahaman Islamic Arabic Muballigh Muhammadiyah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Ambarketawang Selatan. Pelatihan tersebut terlaksana atas kerjasama PRM Ambarketawang Selatan dengan ustadz Talqis Nurdianto, Lc. MA selaku dosen Pendidikan Bahasa Arab UMY yang tengah melakukan pengabdian masyarakat di Ambarketawang Selatan. Pelatihan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran PRM Ambarketawang Selatan beserta Majelis-majelis yang ada di dalamnya, Takmir Masjid dan Mushola yang berada di Ambarketawang Selatan dan Angkatan muda Muhammadiyah Ambarketawang. Selama 1,5 jam pelatihan nampak antusias peserta sangat tinggi dikarenakan materi yang diberikan adalah materi dasar materi yang baru didapat oleh para peserta dan sangat dekat akan kebutuhan masyarakat utamanya Muballigh Muhammadiyah saat ini. Kata dalam Al-Qur’an dapat dibedakan menjadi tiga kategori, antara lain isim (kata benda), fiil (kata kerja), dan huruf. Isim mempunyai empat properti yang bisa dibedakan, yakni status, jender, bilangan, dan tipe. Pada kegiatan ini diharapkan peserta dapat memahami keempat properti itu, sehingga dapat lebih paham akan makna suatu kata dalam Al-Qur’an. Sedangkan untuk fiil dan huruf tidak dibedakan menjadi empat properti tersebut. Narasumber memberikan contoh menentukan keempat properti isim pada beberapa kata di Al-Qur’an dan kemudian peserta diminta untuk menentukan juga dari beberapa kata dalam Al-Qur’an. Peserta kegiatan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini dan menjadi lebih memahami tentang pemahaman kata dalam Al-Qur’an. Ustadz Talqis Nurdianto selaku pemateri menyampaikan dengan sangat detail, ” kami berusaha menggambarkan dengan sangat mudah dan memberikan contoh yang dekat dengan masyarakat sehingga feedback atas apa yang disampaikan dapat dipahami dan menjadikan antusias peserta lebih tinggi”. Selain itu peserta merasa pelatihan seperti ini penting dan berharap pelatihan ini bisa dilanjutkan ke materi-materi selanjutnya. Di akhir pelatihan ada dua penyerahan bantuan atau dana hibah yang pertama dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang diwakili oleh Ustadz Talqis  beserta tim yang menyerahkan bantuan pembelian barang dakwah digital kebutuhan ranting dengan jumlah nominal 3 juta rupiah dan yang kedua adalah bantuan sosial yang diberikan oleh SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta Teruntuk Panti Asuhan Abu Dzar Al Ghifari yang terletak di Ambarketawang Selatan yang diberikan oleh sekolah kepada pihak Panti Asuhan yang diwakili oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan ZIS PRM Ambarketawang Selatan. Reporter: M. Falah dan Erico (Pimpinan Harian PRM Ambar Selatan). 0812 2920 2665 Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

340 Peserta Ikuti Dialog  IDEOPOLITOR Muhammadiyah 2023 Angkat Tema Mewujudkan Muhammadiyah Sleman yang Unggul dan Berkemajuan.

PDMSleman.Or.Id Ahad 10 September 2023 bertempat di Gedung AR Fahrudin Lantai V Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl. Brawijaya/Ring Road Barat PDM Sleman menggelar Dialog Ideopolitor 2023. Acara Dialog Ideologi, Politik dan Organisasi yang diikuti unsur Anggota PDM , PDA Kabupaten Slemanserta Pimpinan Cabang Muhammadiyah Aisyiyah se-Kabupaten Sleman dan Ketua Ortom Tingkat Daerah Kabupaten Sleman  berjumlah sekitar 340an peserta. Dalam Pembukaan Ideopolitor yang mengangkat tema  Mewujudkan Muhammadiyah Sleman yang Unggul dan Berkemajuan, Ketua PDM Sleman H. Harjaka menegaskan “ bahwa Program Ideopolitor merupakan program PP Muhammadiyah dan nanti diharapkan bisa diadakan di tingkat cabang.  Ideopolitor (Ideologi, Politik, Organisasi). Ideologi Muhammadiyah harus menjadi pegangan dalam gerak langkah kita. Politik harus cerdas, yakni encere endas (otak yang encer)”. Disamping itu dalam Organisasi kita kedepan harus memiliki pengkaderan dimana Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah diharapkan sampai tingkat Ranting. Prof. Dr. Gunawan Budiyanto rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam sambutan  menyampaikan bahwa “ acara ideopolitor jangan sampai sebatas melaksanakan saja. Kita terlalu lama meninggalkan konsep ideologi Muhammadiyah”. Beberapa pemateri yang dijadwalkan mengisi acara ini antara lain Optimalisasi Potensi Lokasi Menuju Kemandirian Muhammadiyah. oleh : Dr. H. Anwar Abbas, M.M. , Peneguhan Ideologi Muhammadiyah di Tengah Dinamika Gerakan Keagamaan oleh : Dr. H. Agung Danarto, M.Ag.  , Tata Kelola Organisasi Muhammadiyah Yang Modern dan Berkemajuan Oleh : M. Izzul Muslimin, SIP dan Pemantapan Program Pemenangan DPD Oleh : H. Isnawan, S.E.,M.M./TPW. Reportase H Wahdan A S.Pd, Ashari SIP MPI PDM Sleman, Foto Al Mufti Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading