Muspimcab PCM SLeman, Mensinergikan Langkah untuk Mewujudkan Sleman yang Unggul dan Berkemajuan

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sleman menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sleman pada Selasa, 16 Juni 2026 M bertepatan dengan 1 Muharram 1448 H. Kegiatan yang berlangsung di SD Muhammadiyah Mantaran ini mengusung tema “Mensinergikan Langkah untuk Mewujudkan Sleman yang Unggul dan Berkemajuan.” Musyawarah Pimpinan Cabang atau MUSPIMCAB menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah Sleman untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyatukan visi gerakan, serta merumuskan langkah strategis dalam pengembangan dakwah, pendidikan, sosial, dan penguatan kelembagaan. Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan cabang, majelis, lembaga, organisasi otonom, Amal Usaha Muhammadiyah, serta perwakilan ranting. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, Bapak Harjaka yang dlam pembukaannya menyampaikan p”entingnya sinergi antarunsur persyarikatan agar Muhammadiyah di tingkat cabang mampu hadir lebih kuat, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi umat serta masyarakat luas”. Melalui tema yang diangkat, MUSPIMCAB Muhammadiyah Sleman menegaskan komitmen untuk membangun gerakan yang lebih terarah dan berkemajuan. Sinergi antara cabang, ranting, majelis, lembaga, ORTOM, dan AUM dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan Muhammadiyah Sleman yang unggul, mandiri, serta mampu menjawab tantangan zaman. Salah satu agenda utama dalam musyawarah ini adalah pembentukan tiga komisi pembahasan. Ketiga komisi tersebut meliputi Komisi Penguatan Majelis dan Ranting, Komisi ORTOM dan AUM, serta Komisi Persiapan Cabang Unggul. Masing-masing komisi melaksanakan sidang untuk membahas pembentukan struktur, arah kerja, dan program strategis yang akan menjadi acuan gerak organisasi ke depan. Komisi Penguatan Majelis dan Ranting membahas upaya penguatan peran majelis serta ranting sebagai ujung tombak dakwah Muhammadiyah di masyarakat. Sementara itu, Komisi ORTOM dan AUM memfokuskan pembahasan pada penguatan koordinasi organisasi otonom dan Amal Usaha Muhammadiyah agar semakin selaras dengan visi persyarikatan. Adapun Komisi Persiapan Cabang Unggul merumuskan langkah-langkah strategis dalam mempersiapkan PCM Sleman menuju cabang yang lebih maju, tertata, dan berdaya saing. Setelah melalui proses diskusi dan sidang komisi, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan hasil pembahasan dari masing-masing komisi. Setiap komisi menyampaikan rumusan program dan rekomendasi yang diharapkan dapat menjadi pijakan dalam pelaksanaan agenda persyarikatan di tingkat cabang. Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sleman ini diakhiri dengan semangat kebersamaan untuk terus memperkuat dakwah amar makruf nahi mungkar, membangun kolaborasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat. Melalui MUSPIMCAB ini, Muhammadiyah Sleman diharapkan semakin solid dalam melangkah menuju cabang yang unggul dan berkemajuan

Loading

Belajar dari PCM Gombong, Kaderisasi jadi kata kunci Pengembangan

Agenda rapat kerja PDM Kabupaten Sleman diantaranya mengundang Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gombong sebagai juara 1 Best of The Best PCM dalam Cabang Ranting Muhammadiyah Award 2026 di Banjarmasin Kalimantan Timur baru-baru ini. Bertempat di Sagara View, Pantai Karang Bolong Kebumen Jawa Tengah, Sabtu-Ahad, 13-14 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut PCM Gombong, menyampaikan best practice oleh Heri Pramono selaku wakil ketua PCM Gombong. Di bidang pendidikan, kondisi sekolah-sekolah Muhammadiyah juga beragam. Ada yang jumlah siswanya sudah besar, ada pula yang masih memerlukan perhatian dan penguatan. Namun yang terpenting bukan hanya jumlah siswa, melainkan bagaimana sekolah tersebut mampu menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan kaderisasi dengan baik. “Di Kabupaten Kebumen terdapat 26 kecamatan, dan Muhammadiyah telah hadir di sebagian besar wilayah tersebut. Kehadiran Muhammadiyah tidak hanya melalui sekolah dan masjid, tetapi juga melalui ranting-ranting yang aktif menggerakkan dakwah di tengah masyarakat.” Ungkap Heri Pramono Pengalaman menunjukkan bahwa ketika sebuah ranting berdiri dan aktif, banyak manfaat yang dirasakan masyarakat. Ada warga yang sebelumnya belum mengenal Muhammadiyah dengan baik kemudian menjadi bagian dari persyarikatan. Ada pula yang semakin memahami agama dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan serta dakwah. “Karena itu, salah satu strategi yang kami lakukan adalah memperkuat ranting dan membangun basis kader di tingkat akar rumput. Tanah wakaf, masjid, sekolah, maupun amal usaha lainnya diarahkan untuk memperkuat gerakan dakwah dan pelayanan kepada masyarakat. Bahkan berbagai program sosial juga terus dikembangkan untuk membantu anak yatim, kaum dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan.” Tegas Heri Selain itu, pengembangan sumber daya manusia di PCM Gombong menjadi perhatian utama. Muhammadiyah membutuhkan kader yang tidak hanya menjadi anggota, tetapi juga bersedia aktif mengambil peran dan tanggung jawab dalam organisasi. Sebab organisasi yang besar tidak mungkin berjalan hanya oleh segelintir orang. “Kita juga perlu memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga pendidikan, pondok pesantren, dan amal usaha yang ada. Persaingan tidak boleh menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam membangun umat. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh potensi yang ada dapat saling menguatkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.” Papar Heri Pramono Menciptakan Kader melalui AMM Kaderisasi harus dirancang berdasarkan kebutuhan organisasi di masa depan. Kita harus mampu memetakan kebutuhan sumber daya manusia yang akan mengelola amal usaha, memimpin organisasi, mengembangkan dakwah, serta melayani masyarakat. Jika kebutuhan itu tidak dipersiapkan sejak sekarang, maka suatu saat kita akan mengalami kekurangan kader. Karena itu, rekrutmen dan pembinaan kader harus dilakukan secara terencana. Anak-anak muda yang memiliki potensi perlu didampingi, diberikan ruang berkembang, dan dibina secara berkelanjutan. Mereka bukan hanya dipersiapkan menjadi anggota Muhammadiyah, tetapi juga menjadi pemimpin, penggerak, dan pelanjut estafet perjuangan. Pengalaman menunjukkan bahwa ketika Muhammadiyah membutuhkan guru, mubaligh, pengasuh pesantren, dokter, perawat, dan berbagai profesi lainnya, semuanya harus dipersiapkan melalui proses kaderisasi yang panjang. Kita tidak bisa berharap kader muncul secara tiba-tiba tanpa pembinaan. Karena itu, Muhammadiyah harus terus melahirkan kader ulama, kader guru, kader dokter, kader perawat, kader profesional, dan kader pemimpin masyarakat. Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) akan tetap kuat apabila dikelola oleh kader-kader yang memahami nilai dan ideologi Muhammadiyah. Target idealnya adalah semakin banyak kader yang terlibat dalam pengelolaan AUM. Jika sebagian besar pengelola AUM adalah kader Muhammadiyah, maka keberlanjutan gerakan akan lebih terjamin. Sebaliknya, apabila kader yang terlibat sangat sedikit, maka risiko melemahnya identitas dan arah perjuangan akan semakin besar. Oleh karena itu, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) menjadi modal utama kaderisasi. Anak-anak para aktivis dan pimpinan Muhammadiyah juga perlu mendapatkan perhatian khusus melalui berbagai program pembinaan, seperti Baitul Arqam, pengkaderan Ortom, dan berbagai kegiatan pembentukan karakter lainnya. Yang tidak kalah penting adalah menanamkan kecintaan kepada Muhammadiyah sejak usia dini. Anak-anak harus mengenal Muhammadiyah bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai gerakan dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, dan amal saleh yang menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kita perlu meyakinkan generasi muda bahwa berkhidmat di Muhammadiyah adalah bagian dari ibadah dan jalan kebaikan. Ketika nilai-nilai ini tertanam kuat, mereka akan memiliki kebanggaan dan komitmen untuk terus melanjutkan perjuangan persyarikatan. Karena itu, kaderisasi bukan sekadar program organisasi, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Muhammadiyah. Dari kaderisasi yang kuat akan lahir pemimpin-pemimpin baru, pengelola amal usaha yang profesional, dan penggerak dakwah yang mampu membawa Muhammadiyah terus maju dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi umat. Semua proses organisasi harus berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam organisasi, namun semuanya harus diselesaikan melalui musyawarah dan tetap dalam koridor persyarikatan. Dengan demikian, Muhammadiyah akan tetap kokoh, berkembang, dan mampu menjawab tantangan zaman. Semoga semangat perjuangan para pendahulu dapat terus kita lanjutkan, sehingga Muhammadiyah semakin maju, semakin kuat kaderisasinya, dan semakin besar manfaatnya bagi umat, bangsa, dan negara. Kontributor: Wahdan Arifudin Editor: Arif Hartanto

Loading

Ketua PDM Tekankan Spirit “KISS” untuk Perkuat Gerak Persyarikatan

Kebumen – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Sagara View, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini dihadiri secara lengkap oleh 13 pimpinan harian PDM Sleman, serta para ketua dan sekretaris majelis, lembaga, dan organisasi otonom (ortom) tingkat daerah se-Kabupaten Sleman. Raker yang menjadi forum strategis penyusunan program dan penguatan sinergi organisasi tersebut dibuka langsung oleh Ketua PDM Sleman, H. Harjaka, S.Ag., S.Pd., M.A. Dalam sambutannya, Harjaka kembali menegaskan pentingnya budaya organisasi yang dirangkum dalam akronim “KISS” sebagai fondasi kemajuan Muhammadiyah. “Mungkin sebagian sudah hafal, bahkan mungkin ada yang merasa jenuh mendengarnya. Namun dalam teori psikologi, sesuatu yang diulang-ulang akan lebih mudah tertanam dan dipahami. Karena itu, saya akan terus mengingatkan hal ini,” ujarnya di hadapan peserta raker. Menurut Harjaka, organisasi yang ingin maju dan berkembang harus memiliki KISS, yakni Koordinasi, Interaksi, Sinkronisasi, dan Sosialisasi. Empat unsur tersebut menjadi pilar penting dalam membangun organisasi yang solid, efektif, dan berkemajuan. “Suatu organisasi akan berjalan dengan baik apabila memiliki apa yang saya sebut sebagai KISS. Tanpa KISS, organisasi akan sulit berkembang bahkan bisa mengalami kemunduran. Sebagaimana sebuah keluarga yang tidak memiliki komunikasi dan kebersamaan yang baik, keharmonisannya akan mudah terganggu,” tegasnya. Empat Pilar KISS Harjaka menjelaskan bahwa unsur pertama adalah Koordinasi. Menurutnya, koordinasi harus dilakukan secara rutin di seluruh lini organisasi, baik majelis, lembaga, ortom, maupun pimpinan. Koordinasi menjadi fondasi utama agar seluruh program dan aktivitas organisasi dapat berjalan selaras dan saling menguatkan. Pilar kedua adalah Interaksi. Dari koordinasi yang baik akan lahir berbagai interaksi, pertukaran gagasan, usulan, dan inovasi program. Interaksi yang sehat akan melahirkan kreativitas sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi. Selanjutnya adalah Sinkronisasi, yaitu proses menyelaraskan berbagai program yang muncul agar sesuai dengan prioritas dan kemampuan organisasi. Harjaka mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan organisasi bukanlah banyaknya program yang dirancang, melainkan seberapa besar program tersebut dapat diwujudkan dan memberi manfaat nyata. “Tidak perlu terlalu banyak program. Yang penting program itu bisa dilaksanakan dengan baik, terukur, dan memberikan dampak yang dirasakan masyarakat,” katanya. Pilar terakhir adalah Sosialisasi. Setelah program tersusun dan tersinkronisasi, langkah berikutnya adalah menyampaikannya kepada seluruh keluarga besar Muhammadiyah. Sosialisasi yang baik akan memastikan setiap kebijakan dan program dipahami serta didukung oleh seluruh elemen persyarikatan. “Apabila koordinasi, interaksi, sinkronisasi, dan sosialisasi berjalan dengan baik, insyaallah Muhammadiyah akan semakin maju, berkembang, dan mampu memberikan manfaat yang luas bagi umat dan masyarakat. Muhammadiyah akan menjadi organisasi yang diperhitungkan dan tidak dipandang sebelah mata oleh pihak lain,” pungkas Harjaka. Belajar dari Keberhasilan PCM Gombong Selain agenda pembukaan, peserta raker juga mendapatkan inspirasi dari praktik baik yang disampaikan oleh Heri Pramono dari PCM Gombong. Dalam pemaparannya, Heri membagikan pengalaman dan strategi pengembangan amal usaha Muhammadiyah yang mengantarkan PCM Gombong meraih penghargaan Best of The Best PCM se-Indonesia pada kegiatan CRM di Banjarmasin. Prestasi tersebut diraih karena kemampuan PCM Gombong dalam menggerakkan dan menginspirasi PCM lain, tidak hanya di Kabupaten Kebumen, tetapi juga lintas daerah. Salah satu langkah besarnya adalah inisiatif mendirikan rumah sakit di Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur, sebagai bentuk dakwah dan pelayanan Muhammadiyah di wilayah terluar. Tak hanya itu, PCM Gombong juga memiliki sejumlah amal usaha unggulan, termasuk perguruan tinggi yang dikelola secara mandiri serta jaringan lima rumah sakit yang berkembang pesat. Di bidang filantropi, Kantor Layanan Lazismu tingkat daerah mampu menghimpun dana sekitar Rp3 miliar per tahun, sementara Kantor Layanan Lazismu PCM Gombong berhasil mengumpulkan sekitar Rp1 miliar per tahun. Paparan tersebut menjadi salah satu inspirasi penting bagi peserta Raker PDM Sleman untuk terus memperkuat tata kelola organisasi, mengembangkan amal usaha, serta memperluas kontribusi Muhammadiyah bagi masyarakat. Kontributor: Wahdan ArifudinEditor: Arif Hartanto

Loading

Mempererat Kemitraan, Dosen dan Tendik UNISA Hadiri Muhammadiyah Sleman Expo 2026

Sleman , Pdmsleman.or.Id Dosen dan Tendik Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, turut berpartisipasi dalam Muhammadiyah Sleman Expo 2026 yang diselenggarakan di Sleman City Hall, Sleman, pada 9-11 Januari 2026. Acara pameran dan promosi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Muhammadiyah, serta mempromosikan produk dan jasa yang dihasilkan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) maupun Amal Usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (AUM-A). Dalam acara ini, dosen dan tendik UNISA hadir menyukseskan MSE 2026. “ Berinteraksi dengan pengelola stan dan pengunjung menjadi keistimewaan tersendiri.  Produk dan jasa yang dihasilkan oleh  Muhammadiyah membuktikan kepedulian Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang terus menyikapi perubahan dan perkembangan jaman” tuturnya. Di stan PRM PRA Banyuraden, Gamping misalnya kita temui adanya program Mabrur Event, Gowes tiap Ahad Legi dan masih banyak lainnya. Adapun di stan PCM Gamping kita saksikan program MAC, Muhammadiyah Agriculture Center. Di stan ini pula diinfokan berbagai amal usaha pendidikan antara lain SD Muhammadiyah Ambarketawang 1, SD Muhammadiyah Ambarketawang 2, SD Muhammadiyah Ambarketawang 3, SD Muhammadiyah Banyuraden, MGS (Muhammadiyah Green School), SD Muhammadiyah Mlangi, SD Muhammadiyah Balecatur, SMP Muhammadiyah 1 Gamping, SMK Muhammadiyah Gamping. Kepedulian Muhammadiyah terhadap pendidikan begitu besar. “Partisipasi dosen dan tendik UNISA dalam Muhammadiyah Sleman Expo 2026 ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Muhammadiyah,” kata salah satu pegawai UNISA. “Kami berharap, melalui acara ini, masyarakat dapat lebih mengenal dan memahami Muhammadiyah, serta dapat memanfaatkan produk dan jasa yang dihasilkan oleh warga Muhammadiyah. Bagi warga Muhammadiyah sendiri, berbagai potensi ini diharapkan dapat meningkatkan ukhuwah dan profesionalisme. Muhammadiyah Sleman Expo 2026 ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk warga Muhammadiyah, pegawai AUM Aisyiyah, para pelajar, dan masyarakat umum. Talkshow pendidikan bersama drg.Hanum Rais dan Bapak Mujiono, Pengawas Pendidikan merupakan dialog terbuka tentang upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang dilakukan Muhammadiyah. Pengelolaan profesional, sungguh-sungguh, diniatkan ibadah ikhlas lillah menjadi kunci keberhasilan pendidikan  Muhammadiyah. Dengan hadir MSE 2026, diharapkan tercipta ukhuwah dan kemitraan yang erat antara pegawai UNISA Yogyakarta dengan sesama warga persyarikatan, terutama di domisili masing-masing. Adapun stan UNISA Yogyakarta ramai dikunjungi. Daya tariknya adalah adanya pemeriksaan asam urat dan gula darah secara gratis. Kampus berwawasan kesehatan, pilihan dan unggul ini mendukung suksesnya Muhammadiyah Sleman Expo 2026. Rep : Hanik Rosyada M.Pd  PDA Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

PCM Moyudan Berpartisipasi Dalam Pagelaran MSE #1

Sleman. Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah Sleman menggelar perhelatan akbar yang diberi nama Muhammadiyah Sleman Expo # 1 ( MSE #1 ). Kegiatan berlangsung di Sleman City Hall ( SCH) pada tanggal 9 – 11 Januari 2026. Dalam perhelatan tersebut menampilkan beberapa produks unggulan dari Muhammadiyah Bisnis Centra  ( MBC) dari masing-masing Pimpinan Cabang Muhammadiyah ( PCM) se- Kabupaten Sleman. Tidak ketinggalan MBC PCM Moyudan juga berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.   Ketua Majlis Bisnis, Ekonomi dan Pariwisata PCM Moyudan, Anton Sudarto menuturkan bahwa dalam kegiatan MSE tersebut PCM Moyudan menampilkan produk UMKM, produk MBC, dan produk Jamaah Tani Muhammadiyah ( Jatam) Moyudan. “Tidak ketinggalan kami juga menampilkan produk unggulan lainnya yaitu Lurik Moyudan.” Imbuh Anton.  Lebih lanjut Anton mengungkapkan bahwa MSE bisa menjadi sarana promosi MBC yang merupakan media Centra usaha di bawah Majlis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata PCM Moyudan. “Yang selama ini kami telah membuka stand usaha di Ruko SMK Muhammadiyah I Moyudan.” Tandasnya.  Ia juga mengungkapkan bahagianya karena pada Sabtu 10 Januari 2026, dalam kegiatan MSE stand PCM Moyudan dikunjungi langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah ( PDM) Sleman H. Harjaka, yang didampingi H. Abu Hanifah Ketua PCM Moyudan. Harjaka memberikan apresiasi atas partisipasinya PCM dalam kegiatan MSE. “Semoga Muhammadiyah semakin berkembang dan berdaya untuk kepentingan umat.” Ungkap Harjaka.-Rep  Sugiyanto PCM  Moyudan  Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Ahmad Syauqi Soeratno, Muhammadiyah Sleman Expo Wujud Syiar Kemajuan  

Sleman, pdmsleman.Or.Id Tokoh nasional sekaligus aktivis Muhammadiyah, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M., anggota DPD RI menghadiri perhelatan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 yang digelar di Atrium Rama, Sleman City Hall (SCH). Kehadiran Syauqi tidak hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi juga memberikan pesan mendalam mengenai posisi strategis Muhammadiyah di ruang publik dan pentingnya keberlanjutan amal usaha. Dalam testimoninya di hadapan ribuan pengunjung, Syauqi Soeratno menekankan bahwa “Expo” bukan sekadar pameran biasa, melainkan sebuah bentuk “eksposisi” atau upaya menampilkan posisi Muhammadiyah kepada dunia luar. Menurut Syauqi, MSE menjadi wadah bagi sekolah-sekolah, amal usaha Muhammadiyah (AUM), dan organisasi otonom (ortom) untuk menunjukkan kemajuan yang telah dicapai. Ia menegaskan bahwa menampilkan kemajuan ini adalah bagian dari syiar Islam yang berkemajuan. “Ekspo ini menampilkan posisi kita (Muhammadiyah) ke eksternal. Ini penting untuk syiar, bukan untuk ria atau sombong. Syiar itu maknanya empat: dakwah, berbagi ilmu, berbagi jejaring, dan berbagi manfaat,” ujar Syauqi. Ia merasa bangga melihat Sleman City Hall seolah-olah menjadi “milik” Muhammadiyah dan Aisyiyah Sleman selama kegiatan berlangsung. Selain mengapresiasi pameran, Syauqi juga mengajak warga Muhammadiyah yang hadir untuk berpartisipasi dalam agenda besar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, yakni pembangunan gedung kantor PDM yang baru. Ia mengemas ajakannya dengan gaya yang relevan bagi pengunjung mal. “Bagi Bapak Ibu yang rajin ke mal, itu baik-baik saja. Tapi pastikan investasi akhirat tetap jalan. PDM Sleman sedang memiliki program pengadaan tanah untuk gedung kantor. Jika belanja di mal dapat diskon, sisihkan diskonnya untuk investasi tanah ini. Satu meter hanya Rp750.000,” ajaknya .Ia menyebut partisipasi ini sebagai investasi yang tidak akan lekang oleh waktu karena akan terus bermanfaat bagi persyarikatan. Syauqi juga menyoroti peran strategis Muhammadiyah dalam membantu akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Ia menceritakan pengalamannya bertemu dengan wali murid di area parkir yang berterima kasih karena anak mereka mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Ia mengungkapkan bahwa Muhammadiyah saat ini proaktif mengawal program beasiswa dari pemerintah, seperti PIP untuk siswa sekolah dan KIP Kuliah untuk mahasiswa. “Bersyukurlah menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah. Kita punya petugas yang bertugas mencari informasi beasiswa agar biaya pendidikan tidak lagi menjadi beban berat bagi orang tua,” ungkapnya . Suasana formal berubah menjadi hangat dan haru ketika panitia memberikan kejutan ulang tahun kepada Syauqi Soeratno yang genap berusia 55 tahun tepat pada hari tersebut. Diiringi lagu “Selamat Ulang Tahun” dari grup band Jamrud, Syauqi menerima simbolis hadiah berupa senjata tradisional sebagai kiasan untuk terus berjuang dalam dakwah dan menyampaikan aspirasi masyarakat . “Saya tidak menyangka sama sekali. Terima kasih atas doanya. Semoga kita semua, khususnya warga Sleman, selalu diberikan kesehatan dan keberkahan,” tutur Syauqi. Kehadiran Syauqi Soeratno di MSE #1 mempertegas pesan bahwa Muhammadiyah harus terus hadir di tengah masyarakat dengan membawa solusi nyata, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga pemberdayaan umat. Rep  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Sarasehan Pendidikan Bersama Staf Khusus Mendikdasmen: Guru Harus Kompeten dan Sejahtera

 Sleman, Pdmsleman.Or.Id Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, telah diselenggarakan Sarasehan Pendidikan bersama Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dengan mengangkat tema “Pendidikan bermutu untuk Semua”. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan para pendidik, kepala sekolah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, Majelis dikdasmen dan PNF dan pemerhati pendidikan, dari PAUD, TK ABA, SD, SMP, SMA/K se-Kabupaten Sleman bertempat di Sinta Hall, Sleman City Hall, Denggung Sleman Yogyakarta pada Jum’at 9 Januari 2026 dalam rangkaian kegiatan Muhammadiyah Sleman Expo #1 tanggal 9-11 Januari 2026 Dalam sarasehan tersebut, Staf Khusus Menteri Dikdasmen RI, Arif Jamali Muis, M.Pd menegaskan bahwa kompetensi guru merupakan kunci utama keberhasilan pendidikan. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang seimbang. “Guru hari ini harus adaptif terhadap perubahan zaman, dimana kita menghadapi era algoritma dan AI sehingga guru mampu adaptif  memanfaatkan teknologi, serta menjadi teladan dalam karakter dan akhlak bagi murid” tegasnya dalam pemaparan yang di pandu oleh moderator Hasanuddin Salimi, M.Pd. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas tantangan dunia pendidikan kedepan, penguatan literasi dan numerasi yang masih rendah, serta peran guru dalam membentuk generasi berkarakter di tengah perkembangan digital. “Tema utama menteri pendidikan adalah pendidikan bermutu untuk semua. Islam berkemajuan memiliki ciri berpedoman tauhid, tapi tauhid yang menggerakkan. Seorang pendidik akan gelisah melihat perkembangan mutu menurun, jumlah murid juga turun. Berbicara tentang mutu maka ada beberapa hal yang perlu disampaikan dan diwujudkan bersama yang menjadi esensi sarasehan ini yakni: Pertama, guru harus kompeten dan sejahtera. Seorang guru harus mampu beradaptasi dengan situasi kekinian. Anak-anak kita jika belajar pytagoras bisa tetapi jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari menjadi kurang adaptif. Saat ini era algoritma sehingga seorang guru harus mampu menghadapi perubahan. Perubahan itu dimulai dari kelas. Transformasi itu akan terlihat di masa yang akan datang, dan tergantung apa yang dilakukan guru saat ini. Kedua, Pembelajaran harus bermakna dan adaptif. Bagama cara mengajarkan teologi Al Maun oleh Kyai Ahmad Dahlan, dimana diajarkan sampai 3 bulan. Sebelumnya wal asri 7 bulan pertemuan dan ini menjadikan kebermaknaan atau sudahkah implementasi ajaran Kyai Dahlan dapat diterapkan secara bermakna, berkesadaran dan menggembirakan. Ketiga, Fasilitas harus memadahi sehingga program revitalisasi gedung kelas, dan fasilitas pendukung terus dilakukan Keempat, Pendidikan itu harus ada kolaborasi agar paradigma kita itu fastabiqul khoirot terus dilakukan Para peserta menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik. Selanjutnya dalam diskusi disampaikan beberapa penanya yang mencoba mengkritisi program baik itu tentang kesejahteraan guru, kebijakan guru P3K, guru paruh waktu dan lain-lain. Menurut Apung Syaifuddin, M.Pd selaku sekretaris BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman menyampaikan bahwa : “upaya yang dilakukan oleh pemerintah sudah sedikit banyak membantu dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua dan berharap peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan dan menjadi tugas kita bersama.” Ujar Apung yang merupakan kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Kalasan Disisi lain menurut Yudi Megawanto selaku peserta  menyampaikan bahwa “Upaya pendidikan bermutu untuk semua apakah benar-benar sudah menjawab tantangan dan permasalahan dunia pendidikan di tengah perubahan zaman dimana tugas utama pendidik atau guru adalah memberikan nilai-nilai, moral, akhlaq yg mendasar bagi murid sudah menjadi tugas dan fungsi pokok seorang guru? Harapannya terus dilakukan dan berproses untuk mewujudkan guru yang kompeten dengan memperhatikan fungsi pokok guru, tutur Yudi yang merupakan kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Minggir. “Guru janganlah hanya mengejar kesejahteraan dan karir, tetapi dia juga adalah kurir Tuhan untuk anak-anak didiknya” tambah Didik. Sarasehan ini diharapkan menjadi ruang refleksi dan penguatan komitmen bersama bahwa guru yang kompeten adalah fondasi utama terciptanya pendidikan yang bermutu untuk semua dan berkeadilan. Bravo Pendidikan Muhammadiyah Sleman. Maju bersama dan bersama-sama  maju. #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Rep  H. Wahdan Arifudin S.Pd  KS SMPMuh 2 Godean   MPI PDM Sleman Editor   Arief Hartanto MPI PD Sleman

Loading

Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah PDM Sleman “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, Launching Muhammadiyah Sleman Expo #1  (MSE #1)  

‎ Sleman, Pdmsleman.Or.id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 pada Selasa, 18 November, di Sleman City Hall angkat tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Acara berlangsung meriah dihadiri ratusan Pengurus PDM, Cabang, Ranting, Organisasi otonom dan Amal Usaha Muhammadiyah se Sleman dengan rangkaian kegiatan, penampilan seni, serta peluncuran program Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE #1) . ‎‎Ketua PDM Sleman, Harjaka, dalam sambutannya menegaskan kembali prinsip dasar gerakan Muhammadiyah.“Aqidah Muhammadiyah tauhid menuju akhirat serta menekankan pentingnya pemurnian akidah dan penguatan spiritualitas di tengah dinamika masyarakat”. ‎‎Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Muhammadiyah bagi pembangunan. Ia menyebut Muhammadiyah telah berperan nyata dalam bidang pendidikan, ekonomi, dakwah, sosial, dan kesehatan, khususnya bagi masyarakat Sleman. ‎‎‎‎Rangkaian acara juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni dan budaya, antara lain Tari Saman dari SMA Muhammadiyah 1 Sleman, pembacaan puisi oleh siswa SD Muhammadiyah Sleman, tilawah dari santri MBS Prambanan, penampilan paduan suara Gita Aisyiyah Sleman, serta atraksi dari Padepokan Tapak Suci. ‎‎Pada momen tersebut, PDM Sleman resmi meluncurkan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1, yang akan digelar pada 9-11 Januari 2026 di Sleman City Hall. Expo ini menjadi bagian dari rangkaian Milad Muhammadiyah dan bertujuan memperkuat sinergi gerakan ekonomi, sosial, dan dakwah serta lebih memperkenalkan Muhammadiyah khususnya di Muhammadiyah Sleman. ‎‎ Acara dilanjutkan dengan Penyerahan Piagam Penghargaan dalam dua kategori utama: pengembangan amal usaha dan pemberdayaan cabang serta ranting. Penerima Penghargaan Kategori Pengembangan Amal Usaha: Penerima Penghargaan Kategori Pemberdayaan Cabang dan Ranting Terbaik: Penyerahan penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja keras di tingkat bawah yang menjadi vital bagi kelangsungan persyarikatan. H. Cahyono, S.Ag, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, dalam tausiyahnya menekankan bahwa “  pentingnya penguatan ideologi persyarikatan di tengah derasnya arus informasi dan  mengajak hadirin untuk bersyukur atas usia Muhammadiyah yang semakin matang di 113 tahun adalah sebuah angka yang membuktikan kekuatan dan daya tahan persyarikatan dan Muhammadiyah tidak menunjukkan tanda-tanda surut, melainkan terus berkembang, bertambah kuat, dan memberikan manfaat yang semakin luas”. ‎ ‎Rep  Totok Yudho P  Sekretariat Kantor PDM Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

SD MBS Prambanan Gelar Kemah Ceria Pandu Pengenal, Wadah Pengembangan Karakter dan Keterampilan Siswa

Prambanan.Pdmsleman.Or.Id SD MBS Prambanan menyelenggarakan kegiatan Kemah Ceria Pandu Pengenal yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (15/5) hingga Sabtu (17/5) di Bumi Perkemahan Girikaton, Pakem, Sleman. Kegiatan tahunan ini diikuti oleh siswa kelas 4 sebagai peserta utama dan  Dewan Pengenal kelas 5. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari program pengembangan karakter dan keterampilan siswa di luar lingkungan sekolah. Ustaz Toro selaku ketua panitia menyampaikan bahwa Kemah Ceria Pandu Pengenal bertujuan tidak hanya sebagai bentuk rekreasi edukatif, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan dan karakter siswa. “Kegiatan ini dirancang untuk membentuk jiwa kepemimpinan, meningkatkan kerja sama tim, menumbuhkan rasa tanggung jawab, dan mendorong kemandirian anak-anak. Melalui kegiatan alam terbuka seperti ini, para siswa juga diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan lebih sehat secara fisik maupun mental,” ungkap Ustaz Toro. Beragam aktivitas menarik mewarnai kemah kali ini, mulai dari latihan kepanduan, games kelompok, pentas seni, hingga kegiatan outbound yang mendorong kreativitas dan kerjasama tim. Peserta terlihat antusias dan bersemangat mengikuti setiap sesi kegiatan dari awal hingga akhir. Sementara itu, Kepala SD MBS Prambanan, Ustazah Rizana, dalam sambutannya berpesan kepada seluruh peserta untuk senantiasa menjaga sikap dan kebersihan lingkungan selama berada di lokasi kemah. “Walaupun kegiatan ini di luar lingkungan sekolah, adab dan kebersihan tetap menjadi prioritas utama. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, dan anak-anak tetap semangat serta memperoleh banyak pelajaran berharga,” tutur beliau. Kegiatan Kemah Ceria Pandu Pengenal ini diharapkan menjadi pengalaman yang berkesan dan bermakna bagi seluruh peserta sebagai bekal dalam membangun karakter dan kecakapan hidup di masa mendatang. Rep Noviana SDM MBS Prambanan

Loading