Ketua PDM Tekankan Spirit “KISS” untuk Perkuat Gerak Persyarikatan

Kebumen – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Sagara View, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini dihadiri secara lengkap oleh 13 pimpinan harian PDM Sleman, serta para ketua dan sekretaris majelis, lembaga, dan organisasi otonom (ortom) tingkat daerah se-Kabupaten Sleman. Raker yang menjadi forum strategis penyusunan program dan penguatan sinergi organisasi tersebut dibuka langsung oleh Ketua PDM Sleman, H. Harjaka, S.Ag., S.Pd., M.A. Dalam sambutannya, Harjaka kembali menegaskan pentingnya budaya organisasi yang dirangkum dalam akronim “KISS” sebagai fondasi kemajuan Muhammadiyah. “Mungkin sebagian sudah hafal, bahkan mungkin ada yang merasa jenuh mendengarnya. Namun dalam teori psikologi, sesuatu yang diulang-ulang akan lebih mudah tertanam dan dipahami. Karena itu, saya akan terus mengingatkan hal ini,” ujarnya di hadapan peserta raker. Menurut Harjaka, organisasi yang ingin maju dan berkembang harus memiliki KISS, yakni Koordinasi, Interaksi, Sinkronisasi, dan Sosialisasi. Empat unsur tersebut menjadi pilar penting dalam membangun organisasi yang solid, efektif, dan berkemajuan. “Suatu organisasi akan berjalan dengan baik apabila memiliki apa yang saya sebut sebagai KISS. Tanpa KISS, organisasi akan sulit berkembang bahkan bisa mengalami kemunduran. Sebagaimana sebuah keluarga yang tidak memiliki komunikasi dan kebersamaan yang baik, keharmonisannya akan mudah terganggu,” tegasnya. Empat Pilar KISS Harjaka menjelaskan bahwa unsur pertama adalah Koordinasi. Menurutnya, koordinasi harus dilakukan secara rutin di seluruh lini organisasi, baik majelis, lembaga, ortom, maupun pimpinan. Koordinasi menjadi fondasi utama agar seluruh program dan aktivitas organisasi dapat berjalan selaras dan saling menguatkan. Pilar kedua adalah Interaksi. Dari koordinasi yang baik akan lahir berbagai interaksi, pertukaran gagasan, usulan, dan inovasi program. Interaksi yang sehat akan melahirkan kreativitas sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi. Selanjutnya adalah Sinkronisasi, yaitu proses menyelaraskan berbagai program yang muncul agar sesuai dengan prioritas dan kemampuan organisasi. Harjaka mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan organisasi bukanlah banyaknya program yang dirancang, melainkan seberapa besar program tersebut dapat diwujudkan dan memberi manfaat nyata. “Tidak perlu terlalu banyak program. Yang penting program itu bisa dilaksanakan dengan baik, terukur, dan memberikan dampak yang dirasakan masyarakat,” katanya. Pilar terakhir adalah Sosialisasi. Setelah program tersusun dan tersinkronisasi, langkah berikutnya adalah menyampaikannya kepada seluruh keluarga besar Muhammadiyah. Sosialisasi yang baik akan memastikan setiap kebijakan dan program dipahami serta didukung oleh seluruh elemen persyarikatan. “Apabila koordinasi, interaksi, sinkronisasi, dan sosialisasi berjalan dengan baik, insyaallah Muhammadiyah akan semakin maju, berkembang, dan mampu memberikan manfaat yang luas bagi umat dan masyarakat. Muhammadiyah akan menjadi organisasi yang diperhitungkan dan tidak dipandang sebelah mata oleh pihak lain,” pungkas Harjaka. Belajar dari Keberhasilan PCM Gombong Selain agenda pembukaan, peserta raker juga mendapatkan inspirasi dari praktik baik yang disampaikan oleh Heri Pramono dari PCM Gombong. Dalam pemaparannya, Heri membagikan pengalaman dan strategi pengembangan amal usaha Muhammadiyah yang mengantarkan PCM Gombong meraih penghargaan Best of The Best PCM se-Indonesia pada kegiatan CRM di Banjarmasin. Prestasi tersebut diraih karena kemampuan PCM Gombong dalam menggerakkan dan menginspirasi PCM lain, tidak hanya di Kabupaten Kebumen, tetapi juga lintas daerah. Salah satu langkah besarnya adalah inisiatif mendirikan rumah sakit di Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur, sebagai bentuk dakwah dan pelayanan Muhammadiyah di wilayah terluar. Tak hanya itu, PCM Gombong juga memiliki sejumlah amal usaha unggulan, termasuk perguruan tinggi yang dikelola secara mandiri serta jaringan lima rumah sakit yang berkembang pesat. Di bidang filantropi, Kantor Layanan Lazismu tingkat daerah mampu menghimpun dana sekitar Rp3 miliar per tahun, sementara Kantor Layanan Lazismu PCM Gombong berhasil mengumpulkan sekitar Rp1 miliar per tahun. Paparan tersebut menjadi salah satu inspirasi penting bagi peserta Raker PDM Sleman untuk terus memperkuat tata kelola organisasi, mengembangkan amal usaha, serta memperluas kontribusi Muhammadiyah bagi masyarakat. Kontributor: Wahdan ArifudinEditor: Arif Hartanto

Loading

Jalan Sehat dan Senam Diikuti 3.500  Peserta, Rangkaian Milad Muhammadiyah ke-113 PCM Godean

Diwarnai Tampilan Tapak Suci dan Seni Tari SMP Muh 2 Godean Meriahkan Godean, Pdmsleman.Or.Id Bertempat di Lapangan Sawo Sidomulyo Godean Sleman Yogyakarta pada Ahad, 7 Desember 2025 telah diadakan acara Jalan Sehat dan Senam yang diikuti 3.500 peserta baik dari warga Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah serta masyarakat umum termasuk 128 peserta dari SMP Muhammadiyah 2 Godean yang terletak tidak jauh dari lapangan Sawo.  Dalam kegiatan jalan sehat mengelilingi wilayah Sidomulyo bagian utara sejauh 4.5 kilometer serta senam massal  tersebut setelah acara pembukaan dilanjutkan pembukaan dan penghargaan berupa Muhammadiyah Godean Award bagi pendidik di tingkat PAUD dan TK kepada Retnoningsih dari TK ABA Dadapan, tingkat SD Noviana Maharfiani dari SD Muhammadiyah Sangonan 2 serta Tingkat SMP kepada Sri Ruwantini dari SMP Muhammadiyah 2 Godean. Selanjutnya berbagai sambutan oleh ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean Haris Darmawan, S.Pd disampaikan bahwa dengan acara Jalan sehat dan senam ini merupakan ajang dakwah yang menggembirakan. Selain itu ketua panitia Tri Harjono, S.E. menyampaikan bahwa “ selain acara jalan sehat dan senam ditampilkan juga UMKM dari warga Muhammadiyah maupun umum, cek kesehatan dari PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan Gamping, Layanan Lazismu Godean dan Pengelolaan sampah oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sidomulyo”. Acara dihadiri oleh KUA Godean Abdul Rohim, S.H.I sekaligus menyampaikan doa, Lurah Sidomulyo Rustho Busono serta Lurah Sidoagung Edi Utomo serta anggota dewan DPRD Propinsi Arif Kurniawan, S.Ag, M.H. dan Sofyan Setyo Darmawan, S.T. M.Eng anggota DPRD Kabupaten Sleman Erna Ekawati, S.E, M.M. dan Muh. Zuhdan, S.Pd, M.AP Disela-sela acara pengundian door prize ditampilkan beberapa kesenian diantaranya penampilan  Tapak Suci dan Seni Tari (tari kipas) SMP Muhammadiyah 2 Godean serta penampilan angklung dari Pimpinan Cabang Aisyiyah Godean. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Godean, Wahdan Arifudin, S.Pd mengungkapkan bersama komite sekolah Suripto, perwakilan murid maupun guru karyawan sekolah setempat total ada 128 peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga selesai. Kebetulan sekolah kami berdekatan dengan lokasi start dan finish, sehingga sebagian murid kami menyumbangkan penampilan Tapak Suci serta Tari Kipas,” ungkap Wahdan. Adapun peserta yang memperoleh doorprice utama, yaitu  Eni W dari TambakrejoTempel (kulkas), Triningsih-Nyamplung Gamping (mesin cuci) dan Fajar-SD Muh. Sangonan 4 (sepeda MTB) dan lain-lain. Acara berjalan meriah dan lancar dan didukung penuh PCM, PCA, PCPM, PCNA, Kokam dan Ambulanmu Godean dan Gamping, serta Polsek Godean, Rep      :  H. Wahdan A  KS SMPM 2 Godean, PCM Godean Editor  : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah PDM Sleman “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, Launching Muhammadiyah Sleman Expo #1  (MSE #1)  

‎ Sleman, Pdmsleman.Or.id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 pada Selasa, 18 November, di Sleman City Hall angkat tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Acara berlangsung meriah dihadiri ratusan Pengurus PDM, Cabang, Ranting, Organisasi otonom dan Amal Usaha Muhammadiyah se Sleman dengan rangkaian kegiatan, penampilan seni, serta peluncuran program Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE #1) . ‎‎Ketua PDM Sleman, Harjaka, dalam sambutannya menegaskan kembali prinsip dasar gerakan Muhammadiyah.“Aqidah Muhammadiyah tauhid menuju akhirat serta menekankan pentingnya pemurnian akidah dan penguatan spiritualitas di tengah dinamika masyarakat”. ‎‎Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Muhammadiyah bagi pembangunan. Ia menyebut Muhammadiyah telah berperan nyata dalam bidang pendidikan, ekonomi, dakwah, sosial, dan kesehatan, khususnya bagi masyarakat Sleman. ‎‎‎‎Rangkaian acara juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni dan budaya, antara lain Tari Saman dari SMA Muhammadiyah 1 Sleman, pembacaan puisi oleh siswa SD Muhammadiyah Sleman, tilawah dari santri MBS Prambanan, penampilan paduan suara Gita Aisyiyah Sleman, serta atraksi dari Padepokan Tapak Suci. ‎‎Pada momen tersebut, PDM Sleman resmi meluncurkan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1, yang akan digelar pada 9-11 Januari 2026 di Sleman City Hall. Expo ini menjadi bagian dari rangkaian Milad Muhammadiyah dan bertujuan memperkuat sinergi gerakan ekonomi, sosial, dan dakwah serta lebih memperkenalkan Muhammadiyah khususnya di Muhammadiyah Sleman. ‎‎ Acara dilanjutkan dengan Penyerahan Piagam Penghargaan dalam dua kategori utama: pengembangan amal usaha dan pemberdayaan cabang serta ranting. Penerima Penghargaan Kategori Pengembangan Amal Usaha: Penerima Penghargaan Kategori Pemberdayaan Cabang dan Ranting Terbaik: Penyerahan penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja keras di tingkat bawah yang menjadi vital bagi kelangsungan persyarikatan. H. Cahyono, S.Ag, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, dalam tausiyahnya menekankan bahwa “  pentingnya penguatan ideologi persyarikatan di tengah derasnya arus informasi dan  mengajak hadirin untuk bersyukur atas usia Muhammadiyah yang semakin matang di 113 tahun adalah sebuah angka yang membuktikan kekuatan dan daya tahan persyarikatan dan Muhammadiyah tidak menunjukkan tanda-tanda surut, melainkan terus berkembang, bertambah kuat, dan memberikan manfaat yang semakin luas”. ‎ ‎Rep  Totok Yudho P  Sekretariat Kantor PDM Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Wakaf Uang Dan Wakaf Melalui Uang

Pakem, Pdmsleman.Or.Id Wakaf uang adalah perbuatan mewakafkan harta berupa uang yang disetorkan melalui Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang. (LKS-PWU) dimana dananya tetap di bank sebagai dana abadi. Uang tersebut dikembangkan oleh Bank (bersama Nadzir) dan hasilnya yang ditasharufkan untuk kemaslahatan umat baik bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi maupun sosial. “ Disamping itu, ada juga nomenklatur wakaf melalui uang, dimana seseorang mewakafkan uang kepada Nadzir untuk langsung dimanfaatkan untuk keperluan wakaf, seperti pembelian tanah, pembelian material untuk bangunan dan semacamnya yang bersifat jangka panjang” . Hal tersebut disampaikan oleh R. Agung Nugraha ketika mensosialisasikan platform WAKAFMU, salah satu program Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman dalam rangkaian kunsiroh bertempat di SMP Muhammadiyah Pakem. Untuk memasifkan WAKAFMU tersebut, pada kesempatan ini secara simbolis diserahkan poster peraga sosialisasi oleh PDM Sleman kepada tiga cabang. PDM Sleman melaksanakan Kunjungan Silaturahmi (Kunsiroh) pada tanggal 31 Agustus 2024 dengan sasaran dan audien PCM Pakem, PCM Ngaglik dan PCM Turi lengkap dengan organisasi otonom dan Amal Usaha yang ada di tiga cabang tersebut.  Sebagai pemateri, H. Nasirun, selaku wakil ketua PDM yang membidangi Majelis Pendayagunaan Wakaf, LazisMu dan LPCRM, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan kunjungan ke 6 dari tujuh putaran yang direncanakan. Titik tekan yang disampakan antara lain : Optimalisasi dan penguatan Cabang, ranting dan ortom,  Pengamanan asset wakaf Muhammadiyah termasuk masjid Muhammadiyah didalamnya, Pengadaan tanah dan pembangunan gedung PDM, Pembentukan Korp Muballigh Mujammadiyah di setiap cabang, Sikap Muhammadiyah Sleman terkait maraknya Minuman keras, hingga posisi Muhammadiyah Sleman dalam Pemilihan Kepala Daerah. Reportase  (RAN) Editor  Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Muhammadiyah Ranting UGM Siap Gelar Pengukuhan

Depok, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah Universitas Gadjah Mada (PRM UGM) bersiap untuk segera dibentuk dan dikukuhkan. Hal ini merupakan respon cepat setelah keluarnya Surat Keputusan (SK) Pendirian PRM UGM dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman pada Ahad (25/8). Diterbitkannya SK ini tentunya sangat disyukuri oleh PRM UGM sendiri, mengingat panjangnya proses yang dilalui agar PRM UGM dapat berdiri. Maka, tak butuh waktu lama bagi PRM UGM untuk segera konsolidasi internal maupun dengan pihak-pihak lain, terutama di lingkungan Muhammadiyah Salah satunya dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Depok, Sleman, pada Rabu (28/8). Pada pertemuan ini, perwakilan PRM UGM mendiskusikan banyak hal terkait persiapan pengukuhan yang akan dilaksanakan segera. “Langkah pertama kami konsolidasi organisasi, tentu dengan melengkapi struktur kepengurusan dan menambahkan anggota yang selama ini sebenarnya sudah ada di UGM melalui grup WA, tapi belum ada wadah secara resmi,” kata Sekretaris Embrio PRM UGM, Nurhadi, S.Sos., M.Si., Ph.D. PRM UGM juga sudah menyusun rencana-rencana program yang akan dikonsultasikan terlebih dahulu untuk dapat dijalankan. Namun, di luar itu, misi besar dari dibentuknya PRM UGM adalah bagaimana Muhammadiyah ini bisa punya nama secara formal di UGM. “Karena kita tahu UGM ini punya potensi yang besar untuk kemajuan bangsa maupun umat. Banyak (dosen dan tendik kader Muhammadiyah) yang dari UGM bisa memajukan Muhammadiyah sekaligus umat,” ujar Nurhadi. Ke depannya, jika sudah resmi berdiri, PRM UGM mewacanakan anggota dari representasi 20 fakultas di UGM. Selain dosen dan tendik, PRM UGM juga mengakomodasi semua mahasiswa di UGM, sehingga diharapkan bisa sekitar 40 orang yang masuk dalam pimpinan. Kemudian, Ketua PCM Depok, H. M. Ichsan, M.M. turut menyambut gembira bangga atas berdirinya PRM UGM yang ditandai dengan terbitnya SK Pendirian dari PDM Sleman. “Selanjutnya, kami berharap untuk acara pengukuhan ini nanti bisa semakin semarak dan juga setelah pengukuhan, tentunya akan dilanjutkan dengan rapat kerja menyusun program-program sesuai dengan apa yang sudah disepakati,” kata Ichsan. Ichsan juga berharap setelah PRM UGM berdiri, akan berlanjut pendirian Ranting Muhammadiyah berbasis Perguruan Tinggi Negeri lainnya, seperti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), UIN Sunan Kalijaga, dan lain-lain. “Tentunya dari PRM UGM, mudah-mudahan untuk universitas-universitas yang lain segera bisa menyusul berdirinya PRM, seperti UNY dan UIN Sunan Kalijaga,” harap Ichsan. Pendirian PRM UGM ini merupakan bagian dari program LPCR PM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta, yaitu pembentukan ranting berbasis komunitas. Hal ini ditujukan untuk memperluas jangkauan dakwah Muhammadiyah sampai kepada komunitas – komunitas masyarakat.

Loading

PDM -PDA Sleman terima Kunjungan silaturahim  PDM-PDA Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan

Sleman, Pdmsleman.Or.D Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kab Sleman bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman pada Jum’at 9 Agustus 2024 menerima kunjungan silaturahim Pimpinan Daerah Muhammadiyah – ‘Aisyiyah Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Sebanyak 25 orang terdiri dari PDM/A Tanah Bumbu beserta Ketua PCM/PCA, Majelis Dikdasmen, dan perwakilan guru SD, SMP, dan SMK di PDM Tanah Bumbu. Kegiatan ini dalam rangka studi inspirasi untuk menggerakkan dakwah melalui pendidikan di Tanah Bumbu. PDM Sleman diwakili Wakil Ketua PDM Sleman Drs H.Sudarto  menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan silaturahim dari PDM Tanah Bumbu. Dalam kesempatan ini  Sudarto  juga menyampaikan kondisi PDM Sleman dengan program unggulannya. “ Setelah RS PKU Sleman dilaunching, yang menempati gedung PDM dengan pembangunan lebih lengkap sebagai indikator akreditasi RS. Saat ini PDM berusaha melunasi lahan disamping RS dengan nilai 3.5 M”. Program unggulan digitalizing melalui SIMPEGMU dan SIPPMU di Sleman menjadi terobosan baru untuk pendataan dan perhitungan insentif pendidik dan tenaga kependidikan termasuk program ta’awun insentif kepala sekolah dan waka. Sementara PDA Sleman, Hj. Hanik Rosyada menyampaikan bahwa “mdengan 198 amal usaha Aisyiyah berusaha mencerdaskan dan mengantarkan kader pilihannya menjadi generasi unggul berakhlakul karimah. Sedangkan program Day Care Aisyiyah untuk melayani kebutuhan lansia SETAMAN. Sehat Tangguh Mandiri bersama Aisyiyah Sleman. Sementara Faurazi Akbar, S.P Ketua PDM dan Tati Maisarah Ketua PDA Kabupaten Tanah Bumbu merupakan pemekaran Muara Kapuas Kota Baru Kalimantan Selatan. “ saat ini kami memiliki beberapa amal usaha antara lain 5 TK, 3 SD, 3 SMP dan 1 SMK, dengan silaturahmi ini Muhammadiyah Aisyiyah Tanah Bumbu berharap bisa belajar di Sleman untuk menggerakkan dakwah Muhammadiyah”. Acara dilanjutkan dengan diskusi yang hangat untuk pengembangan Islam Berkemajuan dalam suasana penuh persaudaraan dalam Iman dan Islam dan dilanjutkan dengan tukar cinderamata serta foto bersama. Reportase  Hj. Hanik Rosyada PDA Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Khotbah Jumat, MIRAS INDUK SEGALA KEJAHATAN

Sleman, Pdmsleman.Or.Id إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ, وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ وَمُبَلِّغُ النَّاسِ شَرْعِهِ. فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.: مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ: اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى فَإِنَّ مَنِ اتَّقَى اللهَ وَقَاهُ وَأَرْشَدَهُ إِلَى خَيْرٍ أُمُوْرٍ دِيْنِهِ وَدُنْيَاهُ. وَتَقْوَى اللهِ جَلَّ وَعَلَا عَمَلٌ بِطَاعَةِ اللهِ عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ رَجَاءَ رَحْمَةِ اللهِ. وَبُعْدٌ عَنْ مَعْصِيَةِ اللهِ عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ خِيْفَةَ عَذَابِ اللهِ Kaum muslimin, Sidang Sholat Jum’at yang Allah rahmati, Islam memberikan perhatian pada setiap persoalan hidup, tidak terkecuali pada permasalahan akal. Untuk menjaga akal dari kerusakan, Islam memberi larangan seputar minuman keras. Allah Ta’ala secara tegas melarang kita semua meminum minuman keras: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّنْتَهُوْنَ “Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kalian beruntung. Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian, dan menghalang-halangi kalian dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat, maka tidakkah kalian mau berhenti?” [Qs Al-Ma’idah 90 – 91]. Bukan hanya meminumnya yang dilarang, bahkan termasuk siapapun yang ikut andil di dalamnya. Dalam sebuah hadits disebutkan: لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ فِي الْخَمْرِ عَشْرَةً عَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَشَارِبَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةُ إِلَيْهِ وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَآكِلَ ثَمَنِهَا وَالْمُشْتَرِي لَهَا وَالْمُشْتَرَاةُ لَهُ “Rasulullah r melaknat sepuluh perkara dalam khamr: (1) Yang membuatnya,(2) Yang minta dibuatkan,(3) Peminumnya, (4) Pembawanya, (5) Yang minta dibawakan, (6) Yang menuangkannya, (7) Penjualnya, (8). Pemakan hasilnya, 9. Pembelinya, 10. Yang minta dibelikan”. (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Dalam hadits tersebut terdapat konsekuensi bahwa segala perbuatan yang mendukung keberadaan miras adalah haram. Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah … Ingatlah bahwasannya khamr atau miras adalah induk dari segala kejahatan dan kerusakan. Diriwayatkan, dalam khutbahnya, khalifah Utsman bin Affan menyerukan: “Waspadalah terhadap minuman keras (miras) karena sesungguhnya miras merupakan induk segala perbuatan keji. Sungguh, pernah terjadi pada seorang pria saleh sebelum kalian dari kalangan ahli ibadah. Dia rajin beribadah ke masjid. Suatu ketika dia bertemu dengan seorang perempuan. Perempuan tersebut memerintahkan pelayannya untuk mempersilakan lelaki tersebut masuk ke dalam rumahnya. Kemudian pintunya dikunci rapat-rapat. Di sisi perempuan tersebut terdapat miras dan seorang anak kecil. Kemudian perempuan tadi berkata, “Kamu tidak bisa keluar dari rumah ini sebelum engkau memilih minum segelas arak ini atau engkau berzina denganku, atau engkau membunuh anak kecil ini. Jika kamu tidak mau, maka saya akan berteriak dan saya katakan bahwa kamu ini memasuki rumahku tanpa izin. Siapa yang akan percaya kepadamu?”. Lelaki tersebut menjawab, “Saya tidak mau melakukan perbuatan keji (berzina) atau pun membunuh manusia.” Akhirnya dia minum segelas miras. Demi Allah, dia menjadi mabuk sehingga dia pun  berbuat zina dengan perempuan tersebut dan membunuh si anak kecil. Khalifah Utsman bin Affan lantas berpesan, “Maka jauhilah minuman keras, karena minuman keras merupakan induk segala perbuatan keji. Demi Allah, sungguh, iman dan minuman keras tidak akan bersatu di dalam hati seseorang melainkan hampir pasti salah satu di antaranya melenyapkan yang lain.” Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah … Kisah di atas memberi pelajaran yang teramat berharga. Pesannya jelas, bahwa menenggak miras, sedikit atau banyak, menguntungkan pengusaha atau tidak, gratis atau membayar, dapat menghangatkan badan atau tidak, ia tetap sebuah sumber malapetaka. Kerusakan yang ditimbulkan akibat khamr sangatlah banyak, seperti tindak kriminal maupun efek buruk bagi kesehatan, sebagaimana telah kita ketahui bersama. Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah Bukan hanya menimbulkan kerugian dan kesengsaraan di dunia saja, miras juga menimbulkan dosa besar dan siksa yang berat di akhirat. Sebabnya adalah: Pertama, pecandu khamar disamakan dengan para penyembah berhala. Rasulullah r bersabda: مُدْمِنُ الْخَمْرِ كَعَابِدِ وَثَنٍ “Pecandu khamar seperti penyembah berhala.” (HR. Ibnu Majah). Kedua, pecandu khamar diancam tidak masuk surga. Rasulullah r bersabda: لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ مُدْمِنُ خَمْرٍ “Pecandu khamar tidak akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah). Ketiga, shalat peminum khamar tidak diterima selama 40 hari. Rasulullah ﷺ bersabda: الخَمْرُ أُمُّ الخَبَائِثِ. فَمَنْ شَرِبَهَا لَمْ تُقْبَلْ صَلاَتُهُ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا. فَإِنْ مَاتَ وَهِيَ فِي بَطْنِهِ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً “Khamar adalah induk berbagai macam kerusakan. Siapa yang meminumnya, shalatnya selama 40 hari tidaklah diterima. Jika ia mati dalam keadaan khamar masih di perutnya, berarti ia mati seperti matinya orang jahiliah.” (HR. Ath-Thabrani). Makna tidak diterima shalatnya maksudnya adalah tidak diberi pahala, walaupun ia tetap diperintahkan untuk shalat. Itulah diantara akibat minum khamr. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْلُقْرءَانِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّه هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Khutbah Kedua: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ وَعَلَى آِلهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اتَّبَعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعدُ: Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah, Sangat disayangkan, Ada sebuah fatwa nyeleneh yang mendorong merebaknya miras, yaitu pendapat bahwa pelegalan miras adalah untuk kemashlahatan. Padahal sangat jelas di dalam Al-Quran, Allah Ta’ala berfirman : يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡخَمۡرِ وَٱلۡمَيۡسِرِۖ قُلۡ فِيهِمَآ إِثۡمٞ كَبِيرٞ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثۡمُهُمَآ أَكۡبَرُ مِن نَّفۡعِهِمَا “Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.” (Qs Al-Baqarah 219). Ayat ini sudah jelas menerangkan bahwa meskipun ada manfaat dari miras, namun tetaplah berdosa. Mafsadat dan bahaya yang ditimbulkan lebih besar dan lebih dahsyat. Dari sini kita melihat, bahwa kebijakan pihak berwenang seharusnya tidak mendatangkan mudharat dan mafsadat bagi masyarakat. Keputusan atau peraturan yang dibuat untuk usaha serta investasi tidak boleh mengedepankan kepentingan pengusaha daripada kepentingan masyarakat luas. Tidak sepatutnya pihak berwenang memberikan izin kepada usaha-usaha yang berpotensi merusak dan menimbulkan kehancuran bagi rakyat, seperti investasi di bidang minuman keras. Apa yang disampaikan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, harus kita jadikan sebagai patokan untuk melarang segala usaha yang menimbulkan kekacauan dalam kehidupan umat manusia. Jauh sebelum sains membuktikan kebenaran ilmiah dari kerusakan yang ditimbulkan oleh miras, …

Loading

PDM Sleman Gelar Kunjungan Silaturrahmi ke PCM Se-Daerah Sleman

Sleman, Pdmselan.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman tahun 2024 ini mengadakan kunjungan silaturrahmi ke PCM se-Daerah Sleman dalam rangka merealisir program unggulan PDM Sleman. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi berbagai kegiatan yang sedang dilaksanakan oleh PDM serta mendengar langsung situasi dan kondisi yang ada di Cabang-cabang selama ini. Menurut H. Nasirun, Wakil Ketua PDM Sleman, “Tujuan silaturrahmi ini adalah untuk menyampaikan informasi berbagai kegiatan yang sedang dilaksanakan oleh PDM. Kami juga ingin mendengar langsung situasi dan kondisi yang ada di Cabang-cabang selama ini.” Dengan demikian, kegiatan dari PDM maupun PCM diharapkan terlaksana secara sinergis. Beberapa masukan diharapkan dapat diakomodir bersama antara Daerah dan Cabang untuk menggairahkan dan mensinergikan gerak dan langkah persyarikatan di Sleman secara optimal, harmonis, dan berkemajuan. Kunjungan silaturrahmi ini berlangsung sejak Juli sampai Agustus 2024, dengan jadwal kegiatan sebagai berikut: PDM Sleman juga memiliki 6 program unggulan untuk tahun 2022-2027, yaitu: Dengan adanya program unggulan ini, diharapkan PDM Sleman dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan persyarikatan Muhammadiyah di Sleman.

Loading