Bedah Buku “Ekologi Berkemajuan” Dorong Kesadaran Lingkungan Berbasis Nilai Islam

Yogyakarta. pdmsleman.Or.Id Majelis Lingkungan Hidup dan Majelis Pustaka dan Informasi PWM DIY menggelar Diskusi dan Bedah Buku Ekologi Berkemajuan: Gerakan Lingkungan Berkelanjutan Muhammadiyah di Ruang Audio Visual Museum Muhammadiyah Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan yang berpijak pada nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. MPI PDM Sleman dalam kesempatan kali ini hadir sebagai peserta bedah buku yang dihadiri oleh Arief Hartanto ketua dan Wahdan Arifudin Sekretaris bersama puluhan undangan dari Majelis Lingkungan Hidup, Majelis Pustaka dan Informasi se DIY beserta akademisi dan penggiat lingkungan dan literasi. Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PWM DIY, Afan Kurniawan, S.T., M.T dalam sambutannya menegaskan bahwa berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini menuntut perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pencemaran lingkungan, berkurangnya keanekaragaman hayati, serta meningkatnya berbagai bencana ekologis menunjukkan bahwa hubungan manusia dengan alam perlu dibangun kembali secara lebih bertanggung jawab. “Buku ini mengajak kita memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari nilai-nilai keislaman. Manusia sebagai khalifah memiliki tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan alam sebagai amanah Allah SWT,” ujarnya. Afan menjelaskan bahwa konsep Ekologi Berkemajuan sejalan dengan semangat Islam Berkemajuan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan manusia, tetapi juga keberlanjutan lingkungan. Ia berharap buku tersebut mampu menjadi sumber inspirasi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun gerakan lingkungan yang berbasis ilmu pengetahuan, nilai keagamaan, dan kepedulian sosial. Sementara itu, Ketua Majelis Lingkungan Hidup PWM DIY, Dr. Sapardiyono, S.Hut., M.H., mengungkapkan bahwa krisis lingkungan yang terjadi saat ini merupakan persoalan global yang sebagian besar dipicu oleh aktivitas manusia. Ia menyoroti tingginya angka bencana yang terjadi di Indonesia sebagai dampak dari kerusakan lingkungan dan perubahan iklim. “Pada tahun 2024 terjadi 3.472 bencana di Indonesia, dan sekitar 70 persen di antaranya berupa banjir serta cuaca ekstrem. Ini menunjukkan bahwa krisis lingkungan tidak bisa dipandang sebagai persoalan alam semata, tetapi juga akibat perilaku manusia yang tidak ramah lingkungan,” katanya. Menurut Sapardiyono, Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ekologis melalui pendidikan, literasi, dan gerakan kolektif warga persyarikatan. “Muhammadiyah perlu menggerakkan, mendidik, dan meliterasi warganya agar pelestarian lingkungan menjadi nilai yang hidup dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya. Apresiasi terhadap terbitnya buku tersebut juga disampaikan Wali Kota DR. dr Hasto Wardoyo Yogyakarta melalui sambutan tertulis yang dibacakan dalam acara. Pemerintah Kota Yogyakarta menilai buku Ekologi Berkemajuan sebagai literatur yang komprehensif dalam membahas berbagai persoalan lingkungan dari beragam perspektif. “Buku ini tidak hanya membahas aspek lingkungan hidup, tetapi juga kaitannya dengan kesehatan manusia. Lingkungan yang buruk dapat memicu berbagai penyakit, baik menular maupun tidak menular, termasuk persoalan kesehatan mental yang saat ini semakin meningkat,” demikian isi sambutan tersebut. Dalam sesi diskusi yang dipandu Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta Ahmad Ahid Mudayana S.K.M, M.P.H dengan bahasan oleh Prof. Wajiran, S.S., M.A.,dari UAD  menyoroti pentingnya membangun kesadaran ekologis melalui pendidikan dan sastra. Ia mendorong agar literasi lingkungan diintegrasikan dalam kurikulum sekolah maupun perguruan tinggi, serta diperkuat melalui berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan generasi muda. Ketua LHKP PP Muhammadiyah, Prof. Dr. phil. Ridho Al Hamdi, menilai keunggulan buku ini terletak pada keberagaman perspektif para penulis yang berasal dari berbagai disiplin ilmu. “Persoalan ekologi bukanlah domain satu bidang tertentu. Semua disiplin ilmu memiliki tanggung jawab yang sama dalam membangun kesadaran dan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan,” ujarnya Selain itu, ia mengingatkan pentingnya perhatian terhadap persoalan ekologis yang dihadapi Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti krisis air bersih di Gunungkidul, persoalan sampah, alih fungsi lahan pertanian, hingga ancaman bencana yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Merapi. Menutup diskusi, para narasumber sepakat bahwa kesadaran ekologis harus menjadi gerakan bersama. Pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila manusia mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan upaya pelestarian lingkungan demi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang. https://drive.google.com/drive/folders/1SzT6HA-PCIYzxb3uY2liiJfxzKq_lA_q?usp=sharing Rep Arief H & Wahdan Arifudin

Loading

Masjid Al-Mukmin Plosorejo Gelar Pelatihan Juru Sembelih dan Asah Bilah Gratis

Ngaglik, Pdmsleman.Or.Id  Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, Masjid Al-Mukmin yang berlokasi di Plosorejo, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, menggelar acara pelatihan dan pengenalan alat serta asah bilah pada Sabtu (23/5/2026). Masjid binaan Ustaz Fathurrahman Al-Katitanji ini menghadirkan pemateri Ustaz Husein Ardiyanto, yang juga merupakan pengurus JagalMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman bidang dakwah dan pelatihan. Kegiatan yang berlangsung bakda Maghrib ini diawali dengan seminar bertajuk “Persiapan Alat Kurban: Antara Kompetensi, Higienitas, dan Keselamatan”. Dalam pemaparannya, Ustaz Husein menekankan empat kompetensi utama yang wajib dimiliki oleh juru sembelih (juleha), yakni pengetahuan tentang syariat penyembelihan, keterampilan teknis, pemahaman higienis dan sanitasi, serta kepedulian terhadap kesejahteraan hewan. “Pelaksanaan kurban bukan hanya soal memotong, tetapi juga soal menjaga kesehatan masyarakat dan kehormatan hewan kurban. Sanitasi yang baik akan menentukan kualitas dyang diterima mustahik,” ujar Ustadz Husein di hadapan puluhan peserta yang antusias. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan berbagai jenis pisau kurban, mulai dari pisau sembelih ( slaughter knife ), pisau  skinning untuk menguliti, pisau  boning  untuk memisahkan daging dari tulang, pisau dapur serbaguna, hingga kapak cacah tulang. Tak ketinggalan, teknik mengasah pisau yang benar serta cara merawat dan menyimpan pisau agar tetap tajam dan awet menjadi sesi yang paling dinanti. Memasuki bakda Isya hingga pukul 21.00 WIB, panitia membuka layanan asah bilah gratis. Tim Juleha Sleman yang berkolaborasi dengan JagalMu berhasil mengasah 113 alat kurban milik warga dan panitia masjid. Pisau-pisau yang semula tumpul kembali bercahaya dengan ketajaman optimal. Ketua panitia acara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim JagalMu dan Juleha Sleman. “Kami bersyukur, warga kini lebih paham pentingnya alat tajam yang higienis. Semoga kurban tahun ini lebih berkualitas,” tuturnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Masjid Al-Mukmin berharap dapat menjadi pusat edukasi kurban yang berkelanjutan di wilayah Sleman.   Editor Arief Hartanto MPI ODM Sleman

Loading

Gladen Geden Sasi Besar Jagal Muhammadiyah LP4H PDM Sleman Perkuat Kompetensi Jagal dan Dakwah Persyarikatan

Sleman, Pdmsleman.Mu.Or.id Lembaga Pengkajian Pengawasan dan Pendampingan Produk Halal Pimpinan (LP4H) Daerah Muhammadiyah Sleman melalui Jagal Muhammadiyah menggelar kegiatan “Gladen Geden Sasi Besar Jagal Muhammadiyah PDM Sleman” pada Sabtu, 16 Mei 2026, pukul 07.30–13.00 WIB di Masjid Darussalam Sleman 3. Kegiatan ini diikuti oleh 85 peserta utusan PCM se-Kabupaten Sleman serta 45 peserta umum. Ketua panitia, Mohammad Hasan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembinaan keterampilan sekaligus penguatan dakwah persyarikatan melalui edukasi penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam. Berbagai agenda praktik dan materi edukatif diselenggarakan dalam kegiatan tersebut. Pada sesi praktik, peserta mendapatkan pelatihan penyembelihan dan kelet kambing sebanyak lima ekor secara langsung. Selain itu, panitia juga mengadakan pengecekan bilah pisau kurban guna memastikan alat penyembelihan memenuhi standar ketajaman dan keamanan. Dalam sesi materi, Dr. Yayan Suryana menyampaikan pembahasan mengenai kesalahan-kesalahan dalam berkurban. Materi ini menyoroti pentingnya pemahaman syariat, pemilihan hewan kurban, hingga tata cara penyembelihan yang benar agar ibadah kurban terlaksana secara sah dan optimal. Selanjutnya, Tri Hartanto Saputro bersama Nurhadi Bambang Handoko memberikan materi tentang cara mengasah bilah pisau dengan benar serta teknis penyembelihan hewan kurban. Para peserta juga mendapatkan praktik langsung mengenai penggunaan alat dan teknik penyembelihan yang efektif, cepat, dan sesuai tuntunan syariat. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selain memperoleh ilmu teoritis, peserta juga mendapatkan pengalaman praktik yang diharapkan dapat diterapkan di masing-masing PCM dan lingkungan masyarakat menjelang Iduladha. Dalam kesan dan pesannya, Mohammad Hasan berharap keberadaan Jagal Muhammadiyah Sleman dapat terus berkembang dan berkelanjutan. Ia menyampaikan, “Harapan kami JagalMu Sleman yang telah dikukuhkan pada setiap Kapanewon akan terus berkelanjutan dan bukan hanya agenda tahunan, terutama dalam menyikapi DAM Haji, senantiasa simak kabar, ikuti instruksi supaya menggerakkan roda dakwah persyarikatan.” Rep Arsyad

Loading

Pelatihan TOT SATUMU PDM Sleman Perkuat Transformasi Digital Keanggotaan Muhammadiyah

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman menggelar Pelatihan Training of Trainers (TOT) aplikasi SATUMU pada Sabtu 2 Mei 2026 di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dari wilayah Kapanewon Minggir, Moyudan, dan Godean. Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua PCM yang menegaskan urgensi pelatihan dalam mendukung tertib administrasi keanggotaan di lingkungan Muhammadiyah. “Pelatihan ini sangat penting untuk memastikan proses pendataan, migrasi, hingga penerbitan e-KTAM dapat berjalan lebih cepat dan terstruktur,” ujarnya. Perwakilan PDM Sleman, Arif Mahfud, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini sebagai langkah strategis dalam mendukung transformasi digital organisasi. “Kami menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian penting dari upaya Muhammadiyah dalam bertransformasi secara digital. Peran agen dan verifikator sangat krusial dalam menjaga validitas data keanggotaan,” ungkapnya. Sementara itu, perwakilan PWM DIY, Cahyono, dalam arahannya menekankan bahwa digitalisasi merupakan kebutuhan mendesak bagi organisasi modern. “Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Aplikasi SATUMU menjadi instrumen penting dalam membangun sistem keanggotaan yang modern, terintegrasi, dan akuntabel,” tegasnya. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas agen dan verifikator dalam mengoperasikan aplikasi SATUMU, khususnya terkait proses migrasi data anggota dan penerbitan e-KTAM di tingkat cabang dan ranting. Dengan peningkatan kompetensi tersebut, diharapkan administrasi keanggotaan Muhammadiyah dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Materi pelatihan disampaikan oleh tim TOT aplikasi SATUMU dari MPI PP Muhammadiyah. Para pemateri memberikan pendampingan teknis sekaligus pemahaman mendalam terkait implementasi aplikasi di lapangan. Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta aktif menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, mulai dari proses migrasi data anggota, verifikasi data, hingga teknis penerbitan e-KTAM. Tim pemateri pun memberikan solusi praktis untuk menjawab permasalahan tersebut. Melalui forum diskusi tersebut, diharapkan tercipta kesamaan persepsi serta peningkatan kemampuan teknis para agen dan verifikator. Dengan demikian, implementasi aplikasi SATUMU di tingkat cabang dan ranting dapat berjalan optimal, berkelanjutan, serta mampu mendukung sistem administrasi keanggotaan Muhammadiyah yang lebih tertib dan modern. Rep  : Totok SE PDM Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Rakor LPCRPM PDM Sleman menghadapi CRM Award 2027

Sleman, Pdmsleman.Or.id Wakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman H. Nasirun menyampaikan bahwa pertemuan ini berada di wilayah kota Yogyakarta yakni difasilitasi oleh Bank BSI Jalan Jendral Sudirman Yogyakarta dan berharap akan lebih maju dan sukses termasuk menghadapi CRM Award 2027 di Gombong Jawa Tengah yang akan datang. “Dalam CRM Award untuk cabang unggulan sudah terpilih 3 cabang yaitu: PCM Sleman, PCM Gamping dan PCM Kalasan, sedangkan 3 ranting dan 3 masjid unggulan akan diadakan lomba kepada tiap PCM se-Sleman untuk menyiapkannya.” Kegiatan rakor LPCRPM atau Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman bersama 17 (tujuh belas) ketua dan sekretaris Pimpinan Muhammadiyah Cabang se-Sleman berlangsung pada Ahad 26 April 2026 di Kantor BSI Jalan Jendral Sudirman Yogyakarta. Selain membahas CRM Award 2027 juga dibahas tentang pengaktifan dan penunjukan agen dalam aplikasi Satumu, pembahasan KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta serta Proposal bantuan ke PKU Yogyakarta dan Gamping dan pihak bank BSI penyampaian promo dan layanan BSI tentang tabungan haji dan umroh, menabung dan cicil emas, gadai emas dan produk layanan lainnya. Sebagaimana dalam cita-cita utama Muhammadiyah adalah terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, yaitu masyarakat utama, adil, dan makmur yang diridhai Allah SWT. “Tahun ini kita bertekad Sleman juara dalam LPCR atau CRM Award” Ujar Nasirun. Untuk pemilihan ranting dan masjid unggul se Sleman, disampaikan bahwa masing-masing cabang untuk memilih mana ranting dan masjid unggul yakni sampai 16 Mei 2026 dengan kriteria yang sudah maju sebelumnya tidak boleh maju. Tandas Prawoto Umar Said, S.Ag, MKM, ketua LPCRPM PDM Sleman. Selanjutnya Heru Prasetyo, dari anggota LPCR PDM Sleman menyampaikan bahwa dalam best of the best di Banjarmasin tahun sebelumnya ketiganya dari Sleman. Untuk ranting Margokaton masih boleh ikut karena tahun sebelumnya belum juara 1 dan 2.“Data-data masuk sicara, data yang masuk adalah keunggulan yakni berdasar kriteria cabang unggul yakni:adanya program yang saling bersinergi baik dengan cabang, aum dan lazismu. Memiliki SK PCM, Kantor harus milik sendiri dan tidak numpang AUM, memiliki kajian rutin, memiliki masjid unggulan sebagai pusat dakwah, pelatihan dan memiliki korps mubaligh, dll Selanjutnya disampaikan kriteria cabang, ranting dan masjid unggulan secara lengkap adalahsebagai berikut: Kriteria Cabang Unggulan: Kriteria Ranting Unggulan: Kriteria Masjid Makmur dan Memakmurkan : Reportase: H Wahdan Arifudin S.Pd PCM Godean Editor: Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman Rapat Koordinasi dan Capacity Building di Sragen

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sabtu – Ahad, 25-26 April 2026 dalam rangka menyatukan visi, memperkuat kolaborasi, dan merumuskan langkah nyata dalam memajukan Pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Sleman selenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi, Kunjungan Studi Tiru, dan Capacity Building di Sragen dan Sarangan, Magetan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Jajaran Pimpinan dan Anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman dari berbagai Bidang. Melalui paparannya H. Surakhmad, S.Pd. Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman menegaskan kepada seluruh Pimpinan dan Anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman ” untuk bersama-sama Mewujudkan Sekolah Muhammadiyah Daerah Sleman sebagai sekolah yang Berkarakter, Berdaya Saing, dan Berdampak bagi Umat dan Bangsa”. Pada kegiatan ini Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman didampingi oleh Jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sleman. Suharno, SP., MSi, (Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Sragen) dalam sambutannya mengucapkan terima kasih menyampaikan rasa bangga atas dipilihnya PDM Sragen sebagai tempat untuk belajar bersama oleh rombongan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman beserta PDM dan PDA Kabupaten Sleman. Dipaparkan juga oleh K.H. Ali Rosyidi, S.Pd.I., M.M Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sragen “melalui kegiatan kunjungan ini tentang bagaimana perjuangan dan upayanya melalui prinsip Gandeng dan Gendong untuk mengokohkan, menguatkan, melanjutkan perjuangan pendahulu di Persyarikatan Muhammadiyah yang mengelola 256 sekolah dari berbagai jenjang; TK ABA PAUD, SD/MI,SMP/MTs, SMA/K serta beberapa Pondok Pesantren Muhammadiyah sehingga muncul kemudian, SD Birul Walidain Muhammadiyah, SMP Al Qolam Muhammadiyah Gemolong, dan SMA Trensains sebagai sekolah unggulan di bawah binaan PDM Kabupaten Sragen”. Setelah selesai menyelesaikan lawatannya ke PDM Kabupaten Sragen, kemudian Majelis Dikdasmen dan PNF Kabupaten Sleman melanjutkan perjalanan ke Sarangan, Magetan untuk melakukan Rapat Koordinasi Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Sleman guna Evaluasi Pelaksanaan Program Kerja dan Penyusunan Program Kerja Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Sleman Tahun 2026. Rep Fathan Majelis Dikdasmen

Loading

KOKAM PDPM Sleman Tuan Rumah Apel Siaga KOKAM DIY, Tegaskan Penolakan Miras dan Premanisme

Sleman, Pdmsleman.Or.Id KOKAM Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sleman menjadi tuan rumah pelaksanaan Apel Siaga Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) DIY yang digelar di Lapangan Kompleks Balai RW 07 Kamdanen, Danikerto, Tegalrejo, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Minggu pagi (15/2/2026). Kegiatan ini digelar sebagai respons atas meningkatnya peredaran minuman keras (miras) dan praktik premanisme yang dinilai kian meresahkan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Apel siaga tersebut diikuti sekitar 700 personel KOKAM dari DIY dan Jawa Tengah. Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir sebagai bentuk sinergi masyarakat sipil dengan aparat dan pemerintah daerah, di antaranya Anggota DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno, Anggota DPRD Sleman Abdul Kadir, unsur Koramil dan Polsek Ngaglik, Muspika Ngaglik, serta Eko Sumardiyanto Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman. Kehadiran para pihak ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Dalam sambutannya, Ahmad Syauqi Soeratno menekankan bahwa Yogyakarta sebagai Kota Pelajar dan Kota Budaya tidak semestinya dikepung toko-toko penjual miras di kawasan permukiman. Menurutnya, peredaran miras yang dibiarkan tumbuh bebas akan berdampak langsung pada gangguan keamanan warga. Ia juga mengingatkan bahwa praktik peredaran miras ilegal kerap berkamuflase dengan nama usaha berbeda, sehingga pengawasan perlu dilakukan secara konsisten dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Ia mengapresiasi semangat kolektif komunitas yang terorganisasi dalam menjaga tatanan sosial. Forum-forum seperti apel siaga ini, menurutnya, mencerminkan masyarakat yang terkelola secara struktural, memiliki program yang jelas, serta nilai yang kuat. KOKAM dinilai menjadi salah satu pionir dalam membangun gerakan sosial yang terarah dan berkelanjutan. Sementara itu, Ari Wibowo, SH., MH., mengingatkan bahwa gerakan amar makruf nahi mungkar harus tetap berada dalam koridor hukum. Pendampingan dari Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah diperlukan agar setiap langkah dan aksi lapangan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia juga menyoroti persoalan permisivisme, yakni sikap abai terhadap kemaksiatan selama tidak berdampak langsung, yang dinilai turut memperparah persoalan miras, judi daring, dan narkoba di DIY. Menurutnya, sebagian besar peredaran miras di wilayah DIY bersifat ilegal dan tidak sesuai Perda. Karena itu, kekuatan masyarakat perlu dihimpun agar tidak kalah oleh jejaring “orang-orang kuat” di balik praktik tersebut. Ia mendorong peran media untuk ikut mengedukasi publik mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan bersama. Pada kesempatan yang sama, Sekretaris KOKAM DIY, Ndan Marwan Hamed, membacakan lima poin pernyataan sikap, yakni penolakan terhadap peredaran miras sebagai sumber kejahatan, penegasan dampak miras terhadap kesehatan dan ketertiban umum, komitmen melawan peredaran miras, dukungan terhadap penegakan hukum oleh kepolisian dan pemerintah, serta ajakan kepada masyarakat untuk melindungi diri dan keluarga dari bahaya miras. Pernyataan ini menjadi komitmen moral sekaligus pedoman aksi di lapangan. Usai apel, peserta melakukan longmarch sekitar lima kilometer menyusuri Jalan Palagan dengan membawa spanduk kampanye anti-miras, di antaranya bertuliskan “Jogja Berhati Nyaman, Miras Bikin Gak Nyaman” dan “Mirasmu Meresahkan, Jogja Butuh Nyaman”. Aksi damai ini dimaksudkan sebagai bentuk edukasi publik agar warga terlibat aktif dalam mencegah penyakit masyarakat. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sarasehan yang menghadirkan narasumber HM Syukri Fadholi, SH. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memperdalam perspektif hukum dan sosial terkait pengendalian miras serta pencegahan premanisme di tingkat akar rumput. Sementara itu, Abdul Kadir yang juga pelindung KOKAM Ngaglik menyatakan dukungannya terhadap penguatan penegakan Perda miras di Sleman, terlebih menjelang Ramadhan. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menutup praktik-praktik ilegal sebelum bulan suci, seraya mendorong agar gerakan masyarakat seperti KOKAM terus berjalan konsisten di jalur hukum. Melalui Apel Siaga yang dipusatkan di Sleman ini, PDPM Sleman sebagai tuan rumah menegaskan pentingnya orkestrasi bersama dalam pengendalian miras dan premanisme: mulai dari komitmen warga, dukungan aparat, keberpihakan kebijakan, hingga konsistensi penegakan hukum. Kolaborasi lintas unsur tersebut diharapkan memperkuat rasa aman, menjaga marwah Yogyakarta sebagai kota berbudaya, serta melindungi generasi muda dari dampak destruktif miras.  Rep Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman  Foto  Iframe Studio pro

Loading

Strategi Marketing dan Branding Digital bagi Sekolah Menengah Atas dan kejuruah Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id   Pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana marketing dan branding digital kembali ditekankan dalam kegiatan pelatihan pengelolaan media sosial yang digelar pada 11 Februari 2026 dalam Pelatihan Pengelolaan Media Sosial (Medsos) untuk Sekolah Muhammadiyah se Sleman. Kegiatan ini digelar di Laboratorium Ekonomi Program Studi Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FEB UMY), Gedung Ki Bagus Hadikusumo E4 lantai 2, dan diikuti 30 guru serta staf pengelola media sosial sekolah Menengah Atas dan Kejuruan Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman yang diinisiasi Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman bekerja sama dengan tim pengabdian masyarakat FEB UMY. Narasumber pelatihan Rayna Aksan selaku praktisi pemasaran digital, praktisi media sosial memaparkan peran strategis media sosial sebagai platform digital untuk berkomunikasi, berbagi konten, dan membangun interaksi antara institusi pendidikan dengan masyarakat luas. Dalam paparan materi, narasumber menjelaskan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga memiliki fungsi sosial-bisnis, informasi, dan edukasi. Platform digital dinilai mampu menjadi etalase reputasi sekolah apabila dikelola secara terarah. “Media sosial hari ini bukan sekadar tempat berbagi foto, melainkan kanal strategis untuk membangun citra lembaga, menyampaikan informasi, dan menarik minat calon peserta didik,” terang pemateri dalam sesi pengantar. Peserta pelatihan diajak menganalisis pemilihan platform yang tepat sesuai tujuan utama komunikasi, mulai dari branding dan citra sekolah, penyampaian pengumuman dan informasi, hingga upaya menarik perhatian serta minat siswa. Selain itu, pengenalan audiens menjadi kunci penting dalam penyusunan konten, mencakup karakteristik, kebutuhan, dan tingkat pengetahuan pengikut akun resmi sekolah. Materi juga mengulas jenis konten yang dinilai efektif di media sosial, di antaranya konten foto, video pendek, cerita, edukasi, testimoni, informasi, konten interaktif, hingga behind the scene. Narasumber menekankan bahwa variasi format konten diperlukan untuk menjaga atensi audiens dan mendorong keterlibatan. “Satu konten, satu pesan utama. Hook tiga detik pertama sangat menentukan apakah audiens akan bertahan menonton atau tidak,” jelasnya. Dalam sesi strategi produksi konten, peserta diberikan panduan teknis seperti pentingnya visual dan teks yang sederhana, membangun alur cerita, menjaga konsistensi kualitas serta jadwal unggahan, dan menyesuaikan format konten dengan karakter masing-masing platform. Interaksi aktif dengan audiens juga menjadi indikator penting dalam membangun kedekatan emosional dan kepercayaan publik. Pelatihan ini turut menyoroti peran media sosial dalam meningkatkan reputasi sekolah. Reputasi dinilai dapat dibangun dengan menampilkan proses kegiatan, bukan hanya hasil akhir, memperkuat peran guru sebagai figur utama, membangun narasi nilai dan budaya sekolah, serta mengelola prestasi secara elegan. Keterlibatan orang tua dan alumni, konsistensi visual, keaktifan dalam kegiatan sosial, serta sikap transparan dan responsif menjadi faktor pendukung reputasi digital yang berkelanjutan. Untuk meningkatkan jumlah pengikut dan engagement, pemateri merekomendasikan perapihan identitas akun, konsistensi posting, fokus pada video pendek, pelibatan siswa dan guru, pemanfaatan momentum kegiatan, penggunaan hashtag dan lokasi yang tepat, respons cepat terhadap komentar dan pesan langsung, hingga kolaborasi serta optimalisasi iklan digital di berbagai platform. Evaluasi performa konten melalui analisis hasil juga ditekankan agar strategi dapat diperbaiki secara berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, diharapkan pengelola akun media sosial sekolah mampu membangun reputasi digital secara konsisten, profesional, dan berdampak pada peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading