Rakerda LAZISMU Sleman 2026 Fokus Perkuat Kepercayaan, Digitalisasi, dan Pemberdayaan Umat

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Sleman menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, 29 Agustus 2026. Rakerda mengusung tema “Membangun Kepercayaan dengan Pelayanan yang Optimal dan Berkemajuan”. Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk menyusun arah kebijakan, program kerja, strategi penghimpunan dana ZISKA, penguatan tata kelola, hingga penetapan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) LAZISMU Sleman tahun 2026. Rakerda kali ini bukan sekadar agenda rutin organisasi namun Rakerda diarahkan menjadi ruang konsolidasi strategis untuk menerjemahkan hasil Rapat Kerja Wilayah LAZISMU DIY ke dalam program yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Ketua LAZISMU Sleman, H. Darojat Noor Akhmad, S.Ag.,  memimpin sejumlah agenda penting, termasuk laporan pertanggungjawaban tahun 2025. Sementara itu, materi mengenai arah kebijakan LAZISMU DIY disampaikan Manager Regional LAZISMU DIY Marzuki, S.E., sedangkan strategi fundraising menjadi materi yang disampaikan Ketua LAZISMU Bantul Zainal Arifin. Penghimpunan ZIS 2025 Capai Rp. 19,4 Miliar Salah satu data penting yang menjadi bahan evaluasi Rakerda adalah capaian penghimpunan dan penyaluran ZIS LAZISMU se-Sleman sepanjang 2025. Darojat NA menyampaikan “ laporan dalam materi Rakerda, total penerimaan ZIS tercatat Rp19.419.657.023, sedangkan penyaluran mencapai Rp18.411.956.269. Data tersebut masih berstatus unaudited sebagaimana dicantumkan dalam dokumen Rakerda”. Kontributor penerimaan terbesar berasal dari KLL Depok dengan Rp. 5,10 miliar, disusul KLL MBS Prambanan sekitar Rp. 3,14 miliar dan KLL Gamping sekitar Rp. 3,05 miliar. KLL Moyudan tercatat menghimpun sekitar Rp. 1,11 miliar, sementara KLL Sleman Kota mencapai sekitar Rp. 1,17 miliar. Memasuki semester pertama 2026, LAZISMU se-Sleman mencatat penerimaan ZIS sebesar Rp. 9,315 miliar, dengan pengeluaran ZIS mencapai Rp.10,422 miliar. Data tersebut menjadi bagian dari evaluasi kinerja organisasi sekaligus pijakan dalam menyusun program kerja berikutnya. Akuntabilitas Menjadi Perhatian Penguatan tata kelola keuangan juga menjadi salah satu agenda utama. Dalam laporan exit meeting audit 2025, LAZISMU Sleman mencantumkan sejumlah rekomendasi terkait pengelolaan kas, rekening, persediaan, aset tetap, perencanaan dan penganggaran, serta pengembangan sumber daya manusia. Rekomendasi tersebut antara lain mendorong pengaturan batas maksimum saldo kas, cash opname secara berkala, penataan pedoman pengelolaan rekening berdasarkan jenis dana, serta penguatan pencatatan dan pengendalian aset. Di sisi sumber daya manusia, terdapat dorongan untuk memperjelas indikator kinerja atau KPI, jalur karier, pelatihan dan pengembangan kompetensi amil. Penguatan akuntabilitas sejalan dengan prinsip pengelolaan zakat di Indonesia. UU Nomor 23 Tahun 2011 mengatur aspek pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan dan pelaporan zakat. Regulasi tersebut juga menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang memiliki kepastian hukum. (Database Peraturan | JDIH BPK) Digitalisasi dan Fundraising Jadi Strategi 2026 Tantangan penghimpunan dana umat di era digital juga menjadi perhatian LAZISMU Sleman. Komisi 3 Rakerda secara khusus membahas penghimpunan, kerja sama, media dan transformasi digital. Sejumlah target telah disiapkan, mulai dari penguatan database muzaki, pengelolaan relasi donatur, optimalisasi website dan payment link, hingga pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan donasi. Dalam dokumen Rakerda, kontribusi digital ditargetkan tumbuh dan memberikan kontribusi minimal 20 persen terhadap total penghimpunan tahunan. LAZISMU juga merencanakan penguatan crowdfunding, pembuatan kampanye digital bersama, kolaborasi dengan influencer atau brand ambassador program, serta pengembangan infrastruktur keamanan data. Integrasi data penghimpunan, penyaluran, kelembagaan, SDM amil dan keuangan melalui sistem informasi zakat ditargetkan berjalan maksimal pada akhir 2026. Langkah tersebut relevan dengan perkembangan pengelolaan zakat nasional yang juga mendorong modernisasi, digitalisasi, pengelolaan berbasis data, transparansi dan akuntabilitas. (Baznas) Dari Penghimpunan ke Pemberdayaan Rakerda LAZISMU Sleman tidak hanya membahas bagaimana dana ZIS dihimpun, tetapi juga bagaimana dana tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Komisi 4 menempatkan pendistribusian dan pendayagunaan sebagai bagian penting dari program 2026. Beberapa bidang yang disiapkan meliputi pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dakwah dan lingkungan. Program yang tercantum antara lain Beasiswa Mentari, Beasiswa Sang Surya, Peduli Guru, rehabilitasi sekolah, LAZISMU Goes to Campus/School, layanan kesehatan dan mobile clinic, pencegahan stunting, pemberdayaan UMKM, Ternak Mandiri, Tani Bangkit, pemberdayaan disabilitas, Sayangi Lansia, pendampingan mualaf, Peduli Anak Yatim hingga program lingkungan seperti penanaman pohon. Arah tersebut sejalan dengan prinsip pendayagunaan zakat yang tidak berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi juga dapat diarahkan untuk usaha produktif bagi peningkatan kualitas kehidupan mustahik sesuai ketentuan yang berlaku. (Baznas) Pada akhirnya, Rakerda LAZISMU Sleman 2026 diarahkan untuk menghasilkan program yang terukur, terintegrasi dan berkelanjutan. Hasil sidang komisi menjadi dasar penyusunan program kerja dengan fokus pada integrasi kelembagaan, SDM, digitalisasi, keuangan, penghimpunan, distribusi, program dan kemitraan. Dengan target tersebut, tema membangun kepercayaan melalui pelayanan optimal dan berkemajuan bukan hanya menjadi slogan Rakerda. Bagi LAZISMU Sleman, tema itu menjadi tantangan untuk memperkuat profesionalitas amil, meningkatkan transparansi pengelolaan dana umat, memperluas penghimpunan ZISKA, sekaligus memastikan setiap dana yang dipercayakan masyarakat dapat memberikan manfaat yang semakin nyata bagi penerima manfaat. Dalam kali kesempatan ini juga Penerima penghargaan Lazismu Sleman Award yakni KL Lazismu dengan Penghimpunan ZIS terbaik kepada Lazismu Depok, KL Lazismu dengan Pelaporan ZIS tercepat kepada Lazismu Prambanan dan KL Lazismu dengan Penghimpunan dana bencana terbaik kepada Lazismu Berbah. Rep Eko Sumardiyanto PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

MPKSDI Sleman Perkuat Ideologi dan Kaderisasi Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman memperkuat ideologi dan kaderisasi melalui silaturahim bersama jajaran MPKSDI wilayah Sleman Timur, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan tersebut melibatkan MPKSDI Kalasan, Prambanan, Berbah, dan Ngemplak sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan pimpinan, anggota, serta unsur amal usaha Muhammadiyah. Ketua MPKSDI PDM Sleman, Hendro Sucipto, mengatakan penguatan ideologi menjadi fondasi penting dalam menjaga arah gerakan Muhammadiyah sekaligus memastikan kader memahami nilai, prinsip, dan tujuan persyarikatan. “Silaturahim ini kami arahkan untuk meneguhkan paham Islam dan ideologi Muhammadiyah agar pimpinan, anggota, serta unsur amal usaha memiliki pijakan yang kuat dalam menjalankan peran masing-masing,” katanya. Ia menegaskan, pembinaan kader tidak berhenti pada aspek organisatoris, tetapi juga mencakup penguatan wawasan keagamaan dan pemahaman terhadap pemikiran Islam berkemajuan. “Wawasan keagamaan yang kuat perlu berjalan seiring dengan komitmen berorganisasi. Kader Muhammadiyah harus mampu memahami nilai persyarikatan sekaligus menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya. Menurutnya, konsistensi pembinaan menjadi kunci untuk menjaga kesinambungan kaderisasi serta menyiapkan sumber daya insani yang memiliki integritas, komitmen, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Pemikiran berkemajuan perlu terus diperkuat agar kader mampu merespons perubahan secara tepat tanpa kehilangan identitas dan prinsip gerakan Muhammadiyah,” tegasnya. Hendro berharap silaturahim tersebut dapat mempererat koordinasi antarmajelis sekaligus memperkuat proses kaderisasi Muhammadiyah secara berkelanjutan di Kabupaten Sleman. Rep (Athiful  Depok)

Loading

Pengurus Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman Periode 2026–2030 Dikukuhkan

 Sleman, Pdmsleman.Or.Id Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Sleman resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026–2030. Pengukuhan pengurus dilaksanakan di Aula SMK Muhammadiyah Prambanan, Kamis (13/8/2026), dan dirangkaikan dengan kegiatan Penguatan Kepala Sekolah SD, SMP, SMA/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 120 kepala sekolah SD, SMP, SMA/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Pengukuhan pengurus FGM Kabupaten Sleman dilakukan oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, H. Surakhmad, S.Pd., yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Mujiyono, M.Pd. dan Sri Maryani, M.Pd. Dalam sambutannya, perwakilan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman menyampaikan bahwa keberadaan Forum Guru Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai wadah kolaborasi, peningkatan kompetensi, serta penguatan profesionalisme guru dan kepala sekolah Muhammadiyah. Forum ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya berbagai inovasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman Nomor 130/KEP/III.4/F/2026 tentang Pengangkatan Pengurus Forum Guru Muhammadiyah Daerah Sleman Periode 2026–2030, ditetapkan Hasanuddin Salimi, M.Pd. sebagai Ketua Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman periode 2026–2030. Selain prosesi pengukuhan, kegiatan juga diisi dengan sesi penguatan bagi kepala sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Pada kesempatan tersebut hadir narasumber Prof. Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan materi bertajuk “Sinergi Sekolah Muhammadiyah, Melejitkan Potensi Keunggulan Menuju Sekolah Berkemajuan.” Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan menjadi momentum penting untuk memperkuat jaringan, kolaborasi, serta komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Dengan terbentuknya kepengurusan baru Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman periode 2026–2030, diharapkan berbagai program peningkatan mutu guru, pengembangan kompetensi, riset, inovasi pembelajaran, serta transformasi digital pendidikan Muhammadiyah dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. Susunan Pengurus Inti Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman Periode 2026–2030 – Ketua : Hasanuddin Salimi, M.Pd.– Wakil Ketua Bidang SD/MI : Nurul Muslichatin, S.Pd., M.S.I.– Wakil Ketua Bidang SMP : Hendro Sucipto, S.Th.I., M.Pd.– Wakil Ketua Bidang SMA/SMK : Sigit Rohmadiantoro, S.Pd.T., M.Pd.– Sekretaris : Sri Nurul H.M.P., S.T.– Wakil Sekretaris : Suryatmanto, S.Pd.– Bendahara : Siti Latifah, S.Pd.– Wakil Bendahara : Wakhid Effendi, S.Pd. Susunan pengurus lengkap Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman Periode 2026–2030 sebagaimana tercantum dalam lampiran Surat Keputusan PDM Kabupaten Sleman. Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PDM Kabupaten Sleman menegaskan pentingnya penguatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi digital, serta budaya riset dan inovasi dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan. Hal tersebut disampaikan oleh Mujiyono, M.Pd. saat memberikan sambutan dalam kegiatan Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Sleman.Dalam sambutannya, Mujiyono menyampaikan apresiasi kepada FGM Kabupaten Sleman yang telah berhasil menyusun berbagai program secara kolaboratif sebagai upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah. Menurutnya, kolaborasi antarguru dan sekolah menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.Beliau menegaskan bahwa penyusunan program yang efektif harus diawali dengan analisis kebutuhan yang komprehensif. Setiap sekolah perlu mengidentifikasi kebutuhan yang ada, menentukan prioritas berdasarkan tingkat urgensi, serta memetakan berbagai potensi yang dimiliki untuk dikembangkan menjadi kekuatan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.“Program yang baik lahir dari pemahaman yang tepat terhadap kebutuhan dan potensi sekolah. Dengan demikian, setiap kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.Lebih lanjut, Mujiyono menjelaskan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari perkembangan teknologi yang sangat cepat, perubahan karakter peserta didik akibat masifnya penggunaan teknologi digital, hingga semakin ketatnya persaingan antar sekolah. Kondisi tersebut menuntut guru dan sekolah Muhammadiyah untuk terus beradaptasi, meningkatkan kompetensi, dan menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran.Sebagai langkah strategis, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman mendorong pengembangan program Muhammadiyah Teacher Digital, yaitu program yang berfokus pada peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya penguatan program Muhammadiyah Teacher Research and Innovation guna membangun budaya riset dan inovasi di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Melalui program tersebut, guru diharapkan mampu melakukan penelitian sederhana dan menghasilkan inovasi yang dapat digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan pendidikan secara ilmiah dan berkelanjutan.Dalam kesempatan tersebut, Mujiyono juga mengajak seluruh sekolah Muhammadiyah untuk mulai mengubah paradigma dalam pengelolaan pendidikan. Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak semata-mata diukur dari banyaknya jumlah peserta didik yang dimiliki, tetapi lebih pada kualitas layanan pendidikan yang mampu diberikan kepada masyarakat.“Fokus utama yang perlu diperkuat adalah peningkatan mutu guru, pengembangan pembelajaran yang berkualitas, serta penciptaan lingkungan sekolah yang unggul dan berkarakter,” tegasnya.Menutup sambutannya, Mujiyono berharap seluruh hasil diskusi, paparan, dan rekomendasi yang dihasilkan dalam forum tersebut dapat menjadi pijakan bersama dalam menyusun program kerja yang lebih terarah dan berdampak nyata bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah. Ia juga mengajak seluruh guru dan kepala sekolah Muhammadiyah untuk terus memperkuat kolaborasi, berbagi praktik baik, dan bersama-sama mewujudkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, serta mampu menjawab tantangan zaman. Sambutan senada juga disampaikan oleh Dr. Yudi Wardhana ketua FGM DIYKegiatan Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antarpendidik sekaligus merumuskan langkah-langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Rep  H. Wahdan Arifudin SPd, KS SMPM 2 Godean

Loading

Prof. Dr. Dody Hartanto: Sekolah Muhammadiyah Harus Adaptif Hadapi Perubahan Generasi dan Era Digital

Prambanan, Pdmsleman.Or.Id Perubahan karakter generasi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut sekolah untuk terus bertransformasi. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd dalam kegiatan Seminar Sinergi Sekolah Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Sleman di Aula SMK Muhammadiyah Prambanan, Kamis (13/8/2026). Kegiatan yang diikuti oleh kepala sekolah SD, SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman tersebut menjadi wadah penguatan sinergi sekaligus peningkatan kapasitas kepemimpinan pendidikan Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan perubahan zaman dan perkembangan teknologi. Dalam pemaparannya, Prof. Dody menjelaskan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan karakter peserta didik yang berasal dari Generasi Z dan Generasi Alfa. Menurutnya, generasi saat ini tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), sehingga memerlukan pendekatan pembelajaran yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. “Anak-anak saat ini hidup di era digital. Mereka memperoleh informasi dengan sangat cepat. Karena itu, sekolah tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama tanpa melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan dan karakter generasi masa kini,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa teknologi dan AI bukanlah ancaman bagi dunia pendidikan. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Yang terpenting adalah membimbing peserta didik agar mampu menggunakan teknologi secara bijak, berpikir kritis, serta tetap memiliki kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah. Lebih lanjut, Prof. Dody menyampaikan bahwa terdapat empat pilar utama yang harus menjadi fokus pengembangan sekolah Muhammadiyah. Keempat pilar tersebut meliputi penguatan guru, pengembangan kurikulum dan pembelajaran, penciptaan lingkungan belajar yang positif, serta penguatan karakter dan spiritualitas peserta didik. “Karakter dan spiritualitas merupakan kekuatan utama sekolah Muhammadiyah. Kita tidak hanya ingin menghasilkan anak-anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, integritas, kepedulian sosial, dan nilai-nilai keislaman yang kuat,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dody juga menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Menurutnya, kepala sekolah harus mampu membaca perubahan sosial, kebutuhan masyarakat, serta membangun berbagai inovasi untuk meningkatkan daya tarik dan kualitas sekolah. Ia mencontohkan sejumlah sekolah Muhammadiyah yang berhasil berkembang karena mampu melakukan diversifikasi program unggulan, membangun jejaring yang luas, dan menghadirkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antarsekolah dan pemanfaatan potensi yang dimiliki Muhammadiyah harus terus diperkuat. Selain itu, transformasi digital juga menjadi salah satu agenda penting yang harus segera diwujudkan oleh sekolah. Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan data, pembelajaran, dan layanan pendidikan dinilai menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda lagi. “Sekolah harus mulai membangun budaya digital yang sehat. Guru perlu terus belajar dan mengembangkan kompetensinya agar mampu mendampingi siswa menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya. Prof. Dody juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang kuat dengan alumni sebagai bagian dari pengembangan sekolah. Alumni yang telah berhasil di berbagai bidang dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung program pendidikan, termasuk melalui beasiswa, pendampingan karier, maupun penguatan jejaring sekolah. Seminar berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi mengenai strategi pengembangan sekolah Muhammadiyah di tengah perubahan generasi, transformasi digital, dan tantangan persaingan pendidikan yang semakin dinamis. Para peserta yang terdiri atas kepala sekolah SD, SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah se-Sleman tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Melalui seminar ini, FGM Sleman berharap lahir berbagai gagasan dan langkah strategis untuk memperkuat mutu pendidikan Muhammadiyah. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, sekolah Muhammadiyah diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, berkemajuan, serta siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan. Menutup paparannya, Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tetap hadir dan mengikuti kegiatan hingga selesai meskipun cuaca pada pagi hari kurang mendukung. Ia menegaskan pentingnya memanfaatkan waktu dan kesempatan untuk terus belajar, berkolaborasi, serta mengembangkan sekolah Muhammadiyah agar semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.Prof. Dody juga menyampaikan harapannya agar sinergi yang terbangun melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada seminar semata, tetapi dapat diwujudkan dalam program-program nyata di sekolah masing-masing. Ia mendoakan seluruh kepala sekolah dan warga Muhammadiyah yang hadir senantiasa diberikan kemudahan, keberkahan, serta kesuksesan dalam mengemban amanah memajukan pendidikan Muhammadiyah.“Semoga ikhtiar yang kita lakukan bersama menjadi jalan lahirnya sekolah-sekolah Muhammadiyah yang semakin unggul, berkemajuan, dan mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat dan bangsa,” pungkasnya. Rep H. Wahdan Arifudin S.Pd KS SMPM 2 Godean

Loading

Jama’ah Tani Muhammadiyah Cabang Sleman Gelar Praktik Lapang Tanam Bawang Merah di Ngelo

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Jama’ah Tani Muhammadiyah (JATAM) Sleman menggelar kegiatan praktik lapang tanam bawang merah di wilayah Ngelo, Pandowoharjo, Sleman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan kapasitas petani, pengembangan pertanian produktif, sekaligus membangun kemandirian ekonomi warga melalui sektor pertanian. Kegiatan praktik lapang tersebut dihadiri oleh unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Sleman, Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Sleman, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Lurah Pandowoharjo serta Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sleman yakni – PDM Sleman : H.Arif Sulistyo, SE, MPM PDM Sleman : Slamet Suhartono, JATAM Kab Sleman : Dwi Sumartono, PCM Sleman : Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM, Lurah Pandowoharjo: H.Catur Sarjumiharta dan PPL PPL Pandowoharjo : Faiqul Helmi, PCA Sleman – Ibu Ambar MPM PWM DIY : Nur Cahyoprobo Dalam praktik lapang ini, para peserta secara langsung mengikuti proses penanaman bawang merah, mulai dari persiapan lahan, penataan dan penanaman benih, hingga pemahaman mengenai teknik budidaya yang baik. Pendampingan dari PPL diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan teknis kepada para petani agar proses budidaya dapat dilakukan secara lebih efektif dan menghasilkan produksi yang optimal. Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bersama antara petani, pendamping pertanian, dan unsur Persyarikatan Muhammadiyah. Melalui praktik langsung di lapangan, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat melihat dan mempraktikkan teknik budidaya bawang merah secara langsung. Kehadiran MPM PDM Sleman dan JATAM Sleman menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam mengembangkan gerakan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Pertanian dipandang memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan praktik lapang di Ngelo ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring petani Muhammadiyah di Sleman. Ke depan, kegiatan serupa dapat dikembangkan melalui pendampingan berkelanjutan, penguatan kapasitas petani, pengelolaan hasil produksi, hingga pengembangan akses pasar. Menurut Hj.NettyPurwanti selaku Ketua Tim Pelaksana Kegiatan menyatakan bahwa Melalui semangat “bertani, belajar, dan bergerak bersama”, Jama’ah Tani Muhammadiyah Sleman berupaya menghadirkan gerakan pertanian yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. Slamet Suhartono

Loading

Agus Suroyo: Sekolah Harus Memiliki Identitas yang Jelas dan Memberikan Kesempatan bagi Semua

Sleman,Pdmsleman.Or.Id Sekolah Muhammadiyah perlu membangun identitas yang kuat dan memiliki posisi yang jelas di tengah persaingan pendidikan yang semakin kompleks. Sekolah tidak cukup hanya menawarkan layanan pendidikan, tetapi harus mampu menghadirkan nilai yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikan Agus Suroyo, M.Pd.I. dalam Workshop Sukses SPMB Tahun Pelajaran 2027/2028 bagi Kepala SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman yang diselenggarakan di Aula Satriafi Kaliurang, Sleman Yogyakarta (7-8/8). Dalam paparannya, Agus Suroyo yang juga sebagai anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah menjelaskan bahwa setiap sekolah harus memahami siapa pasar yang dilayani, karakter masyarakatnya, serta nilai utama yang ingin ditawarkan kepada calon peserta didik dan orang tua. “Sekolah harus memiliki identitas yang jelas. Masyarakat harus tahu apa yang menjadi kekuatan dan pembeda sekolah dibandingkan lembaga pendidikan lainnya,” ujarnya. Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh besarnya fasilitas atau jumlah siswa, tetapi juga oleh kemampuan membangun kepercayaan masyarakat melalui program yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekitar. Agus menjelaskan bahwa terdapat sekolah yang berkembang karena mengedepankan prestasi akademik, ada yang unggul dalam pembinaan karakter, ada yang fokus pada tahfiz Al-Qur’an, teknologi, kewirausahaan, maupun layanan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi berbagai lapisan masyarakat. Ia menambahkan bahwa sekolah juga perlu memperhatikan aspek aksesibilitas pendidikan. Muhammadiyah sejak awal memiliki semangat memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat luas, termasuk keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Karena itu, sekolah dapat mengembangkan berbagai skema beasiswa, subsidi silang, maupun program kemitraan dengan para donatur, alumni, dan tokoh masyarakat. “Jangan sampai ada anak yang memiliki potensi tetapi kehilangan kesempatan belajar karena keterbatasan ekonomi. Di sinilah peran sekolah untuk menghadirkan solusi,” jelasnya. Agus Suroyo, M.Pd.I yang pernah menjadi kepala sekolah di SMP Al Mujahidin Gunungkidul, membagikan pengalaman mengenai pentingnya membangun jaringan dukungan dari berbagai pihak, seperti alumni, pengusaha, tenaga profesional, tokoh masyarakat, dan para dermawan yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan. Melalui kolaborasi tersebut, sekolah dapat membantu peserta didik yang membutuhkan sekaligus memperluas dukungan bagi pengembangan program pendidikan. Menurutnya, pendekatan tersebut bukan hanya berdampak pada peningkatan akses pendidikan, tetapi juga memperkuat citra sekolah sebagai lembaga yang memiliki kepedulian sosial dan keberpihakan kepada masyarakat. Selain itu, ia menegaskan bahwa strategi pengembangan sekolah harus didasarkan pada pemahaman yang mendalam terhadap kondisi internal sekolah dan kebutuhan masyarakat sekitar. Sekolah yang memiliki sumber daya terbatas tetap dapat berkembang apabila mampu menemukan keunggulan yang dimiliki, membangun jejaring yang kuat, dan mengelola program secara kreatif serta berkelanjutan. Dalam sesi diskusi, para kepala sekolah diajak menyusun berbagai alternatif strategi yang sesuai dengan karakter sekolah masing-masing, mulai dari penguatan program unggulan, perluasan jejaring kemitraan, hingga pengembangan skema bantuan pendidikan bagi peserta didik. Menutup materinya, Agus Suroyo menegaskan bahwa masa depan sekolah Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bersaing, tetapi juga oleh kemampuannya menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. “Sekolah yang dicintai masyarakat adalah sekolah yang tidak hanya mendidik dengan baik, tetapi juga mampu menghadirkan harapan, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi peserta didiknya,” pungkasnya. Workshop yang diikuti para kepala SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan sekolah, membangun inovasi layanan pendidikan, serta merumuskan strategi SPMB yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Rep H. Wahdan Arifudin S.Pd SMPM 2 Godean

Loading

Agus Suroyo M.Pdi, Sekolah Perlu Mengembangkan Fundraising dan Kemitraan untuk Menjamin Keberlanjutan Pendidikan

Dr. Sleman.Pdmsleman.Or.Id Sekolah Muhammadiyah perlu membangun kemandirian dan keberlanjutan pembiayaan dengan tidak hanya bergantung pada jumlah peserta didik dan pembayaran SPP. Sekolah harus mulai mengembangkan berbagai sumber dukungan yang melibatkan alumni, orang tua, donatur, serta stakeholder yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan.Hal tersebut disampaikan Agus Suroyo, M.Pd.I. dalam Workshop Sukses SPMB Tahun Pelajaran 2027/2028 yang diikuti kepala SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman di Aula Satriafi Kaliurang, Sleman (7/8).Menurut Dr. Agus, salah satu tantangan yang dihadapi sekolah saat ini adalah ketergantungan yang terlalu besar terhadap jumlah murid sebagai satu-satunya sumber pendapatan lembaga.“Sekolah tidak boleh selamanya bergantung pada murid saja. Kita harus mulai memikirkan strategi lain agar sekolah tetap berkembang dan memiliki daya tahan yang kuat,” ujarnya.Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sekolah sesungguhnya tidak hanya ditentukan oleh jumlah siswa yang diterima setiap tahun, tetapi juga oleh kemampuan membangun ekosistem pendukung yang melibatkan berbagai pihak.Dalam konsep yang disampaikannya, sekolah perlu mengoptimalkan potensi yang dimiliki melalui penguatan hubungan dengan alumni, orang tua, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan para donatur.Menurutnya, keberadaan stakeholder tersebut dapat menjadi sumber dukungan yang sangat penting bagi pengembangan program sekolah maupun pemberian bantuan kepada peserta didik yang membutuhkan.Membangun Jaringan Pendukung SekolahAgus menjelaskan bahwa setiap sekolah memiliki komunitas yang dapat diberdayakan. Orang tua siswa, alumni, tokoh Muhammadiyah, profesional, hingga masyarakat sekitar merupakan bagian dari aset sosial yang perlu dirawat dan dilibatkan.“Kalau hubungan dengan stakeholder dibangun dengan baik, sekolah akan memiliki banyak peluang untuk berkembang. Dukungan tidak selalu berupa uang, tetapi bisa berupa jaringan, program, fasilitas, maupun keahlian,” jelasnya.Ia menambahkan bahwa sekolah perlu memiliki sistem yang terencana dalam membangun hubungan dengan para pemangku kepentingan tersebut sehingga tidak hanya bersifat insidental ketika sekolah sedang membutuhkan bantuan.Fundraising sebagai Bagian dari Kemandirian SekolahDalam paparannya, Agus juga memperkenalkan pentingnya budaya fundraising atau penggalangan dukungan secara terstruktur dan profesional.Menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki semangat berbagi yang tinggi, terutama untuk kegiatan pendidikan dan kemanusiaan. Karena itu, sekolah perlu belajar bagaimana menyusun program yang menarik dan mampu menggerakkan kepedulian masyarakat.“Pada dasarnya banyak orang ingin membantu pendidikan. Persoalannya adalah bagaimana sekolah mampu menawarkan program yang jelas, transparan, dan memberikan dampak yang nyata,” katanya.Ia menekankan bahwa program bantuan tidak harus selalu dalam nominal besar. Dukungan kecil yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak pihak dapat memberikan dampak yang signifikan bagi pengembangan sekolah.Mengubah Pola Pikir Pengelolaan SekolahLebih lanjut, Agus mengajak para kepala sekolah untuk mengubah pola pikir dalam mengelola lembaga pendidikan. Menurutnya, sekolah yang berkembang adalah sekolah yang mampu melihat peluang, bukan hanya berfokus pada keterbatasan.Ia mengingatkan bahwa sekolah kecil maupun besar memiliki tantangan dan peluang yang berbeda. Karena itu, strategi yang digunakan juga harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.“Sekolah yang berhasil bukan selalu sekolah yang paling besar, tetapi sekolah yang mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki dan membangun kepercayaan masyarakat,” tegasnya.Menutup materinya, Agus menegaskan bahwa masa depan sekolah Muhammadiyah akan semakin kuat apabila mampu membangun kolaborasi yang luas, memperkuat jejaring stakeholder, serta mengembangkan budaya kemandirian dalam pembiayaan pendidikan.“Yang terpenting adalah bagaimana sekolah terus bergerak, membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, dan menghadirkan manfaat yang nyata. Ketika kepercayaan tumbuh, dukungan akan datang dengan sendirinya,” pungkasnya.Melalui pemikiran tersebut, para kepala SMP Muhammadiyah se-Sleman didorong untuk tidak hanya fokus pada target penerimaan peserta didik baru, tetapi juga mulai membangun sistem pendukung sekolah yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berbasis kolaborasi masyarakat. REp Editor H. Wahdan Arifudin S,PD SMPM

Loading

Workshop Sukses SPMB, Kepala SMP Muhammadiyah se-Sleman Didorong Lakukan Pemetaan Mutu Pendidikan

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Badan Kerja Sama (BKS) SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman menggelar Workshop Sukses SPMB Tahun Pelajaran 2027/2028 di Aula Satriafi, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman sebagai upaya memperkuat strategi peningkatan mutu sekolah dan keberhasilan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Kegiatan ini sejalan dengan berbagai upaya penguatan kesiapan sekolah menghadapi SPMB yang menjadi perhatian dunia pendidikan di Kabupaten Sleman. Pada sesi ketiga, Dr. Joko Sutikno, M.Pd., dari Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, menyampaikan materi bertajuk “Pemetaan Mutu Pendidikan sebagai Kunci Keberhasilan SPMB.” Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan SPMB tidak dapat hanya mengandalkan promosi sekolah, tetapi harus ditopang oleh mutu layanan pendidikan yang nyata dan dirasakan masyarakat.Menurutnya, sekolah perlu berani melakukan evaluasi diri secara objektif terhadap berbagai aspek, mulai dari kualitas pembelajaran, prestasi siswa, budaya sekolah, kompetensi guru, hingga kepuasan orang tua. Masyarakat saat ini semakin mudah memperoleh informasi tentang kualitas sekolah melalui berbagai media sehingga kepercayaan publik harus dibangun melalui mutu yang sesungguhnya, bukan sekadar pencitraan.Dr. Joko juga mengingatkan agar sekolah tidak terjebak pada kebiasaan menyalahkan faktor eksternal ketika jumlah peserta didik baru tidak memenuhi target. Sebaliknya, sekolah perlu melakukan refleksi mendalam terhadap faktor-faktor internal yang dapat diperbaiki, seperti kualitas pembelajaran, pelayanan kepada orang tua, pengelolaan sekolah, dan pengembangan program unggulan.Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti pentingnya asesmen awal dan pemetaan kemampuan peserta didik. Guru perlu mengetahui kondisi riil siswa sejak awal tahun pelajaran sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai kebutuhan. Siswa yang mengalami ketertinggalan belajar harus mendapatkan pendampingan, remedial, dan bimbingan yang berkelanjutan agar tidak tertinggal dalam proses pembelajaran.Selain aspek akademik, Dr. Joko menekankan pentingnya pengembangan potensi siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Menurutnya, tidak semua siswa menunjukkan keunggulan melalui nilai akademik. Banyak siswa yang justru berkembang dan menemukan kepercayaan diri melalui olahraga, seni, kepemimpinan, maupun kegiatan pengembangan diri lainnya.Salah satu isu strategis yang turut dibahas adalah pentingnya membangun ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang berkelanjutan. Ia mengajak seluruh sekolah Muhammadiyah untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pendidikan, sehingga lulusan SD Muhammadiyah tertarik melanjutkan ke SMP Muhammadiyah, kemudian ke SMA/SMK Muhammadiyah, hingga perguruan tinggi Muhammadiyah.“Keberhasilan Muhammadiyah bukan hanya ketika siswa diterima di sekolah favorit, tetapi ketika masyarakat bangga memilih dan mempercayakan pendidikan putra-putrinya di sekolah Muhammadiyah pada setiap jenjang,” tegasnya.Melalui workshop ini, para kepala sekolah diharapkan mampu menyusun strategi berbasis data dan pemetaan mutu sekolah masing-masing, sehingga kualitas layanan pendidikan meningkat dan kepercayaan masyarakat terhadap SMP Muhammadiyah di Kabupaten Sleman semakin kuat.Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi, refleksi, dan berbagi praktik baik antar kepala sekolah dalam menghadapi tantangan SPMB di tengah persaingan pendidikan yang semakin dinamis. Rep Editor H. Wahdan Arifudin S.Pd

Loading

BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman Perkuat Strategi SPMB Melalui Analisis Sosial Sekolah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Badan Kerja Sama (BKS) SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman menggelar Workshop Sukses SPMB Tahun Pelajaran 2027/2028 yang berlangsung selama dua hari, 7–8 Agustus 2026, bertempat di Aula Satriafi, Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 27 kepala sekolah SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman sebagai upaya memperkuat strategi penerimaan murid baru sekaligus meningkatkan daya saing sekolah Muhammadiyah. Ketua BKS SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman, Hendro Sucipto, M.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tidak hanya ditentukan oleh promosi sekolah, tetapi juga oleh kemampuan sekolah memahami dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat. “Kita tidak cukup hanya mengelola sekolah dengan baik, tetapi juga harus mampu membaca kebutuhan masyarakat. Karena itu, analisis sosial menjadi penting agar sekolah dapat memahami peluang, tantangan, dan harapan masyarakat terhadap pendidikan Muhammadiyah,” ujar Hendro saat membuka kegiatan. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks. Persaingan antar sekolah semakin ketat, sementara jumlah peserta didik di beberapa wilayah cenderung menurun. Kondisi tersebut menuntut sekolah Muhammadiyah untuk terus melakukan inovasi dan menyusun strategi yang lebih adaptif, terukur, dan berkelanjutan. Hendro menjelaskan bahwa workshop tahun ini merupakan kelanjutan dari program penguatan kapasitas kepala sekolah yang telah dilakukan sebelumnya. Jika pada tahun lalu peserta mendalami analisis sekolah, maka pada tahun ini fokus pembahasan diarahkan pada analisis sosial sekolah sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan sekolah dan keberhasilan SPMB. Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, Surakhmad, S.Pd., menegaskan bahwa sekolah Muhammadiyah memiliki modal besar untuk terus mendapatkan kepercayaan masyarakat. Selain kualitas akademik, sekolah Muhammadiyah memiliki kekuatan pada pembentukan karakter dan pendidikan keislaman yang menjadi kebutuhan penting bagi orang tua. “Orang tua tidak hanya mencari sekolah yang unggul secara akademik, tetapi juga sekolah yang mampu membentuk karakter anak. Pendidikan shalat, membaca Al-Qur’an, pembiasaan ibadah, dan pembentukan akhlak merupakan nilai tambah yang harus terus kita kuatkan dan komunikasikan kepada masyarakat,” tegas Surakhmad. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi guru sebagai bagian dari penguatan mutu sekolah. Menurutnya, guru yang profesional, inovatif, dan terus berkembang akan menjadi faktor utama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta mendukung keberhasilan SPMB. Pada hari pertama workshop, peserta mendapatkan materi dari Eko Prasetyo, aktivis sosial dan penulis buku yang dikenal luas melalui gagasan-gagasannya tentang pendidikan, gerakan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam paparannya yang bertajuk Perspektif Analisis Sosial dalam Pengembangan Sekolah Muhammadiyah, Eko mengajak para kepala sekolah untuk melihat pendidikan tidak hanya dari sisi manajerial, tetapi juga dari realitas sosial yang berkembang di masyarakat. Menurut Eko, sekolah yang mampu memahami kebutuhan masyarakat, membangun harapan, serta menghadirkan pendidikan yang memanusiakan manusia akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan publik. “Pendidikan harus menumbuhkan optimisme. Sekolah tidak hanya mencetak anak yang berprestasi, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki karakter, kepedulian sosial, dan keyakinan bahwa mereka mampu meraih masa depan yang lebih baik,” ungkapnya. Eko juga menekankan pentingnya sekolah menghargai keunikan setiap peserta didik dan membangun budaya belajar yang memberikan ruang bagi tumbuhnya kreativitas, kepemimpinan, dan keberanian menghadapi tantangan zaman. Selain Eko Prasetyo, workshop di hari pertama juga menghadirkan Abdullah Mukti, M.Pd praktisi pendidikan dan staf Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah yang memberikan materi tentang pentingnya pelayanan kepada murid dalam pengelolaan sekolah. Menurutnya, kualitas pelayanan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Abdullah Mukti menjelaskan bahwa pelayanan yang baik tidak hanya diberikan pada saat proses penerimaan murid baru, tetapi harus menjadi budaya sekolah dalam setiap aktivitas pendidikan. Mulai dari penyambutan peserta didik, komunikasi dengan orang tua, proses pembelajaran, hingga pelayanan administrasi harus dilaksanakan dengan ramah, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. “Sekolah yang dicintai masyarakat adalah sekolah yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada murid dan orang tua. Ketika murid merasa nyaman, diperhatikan, dan mendapatkan layanan yang berkualitas, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pelayanan merupakan bagian dari dakwah Muhammadiyah di bidang pendidikan. Oleh karena itu, seluruh warga sekolah harus memiliki semangat melayani dan menjadikan peserta didik sebagai amanah yang harus dididik dengan sepenuh hati. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga diskusi, refleksi, analisis kondisi sekolah, serta penyusunan strategi bersama untuk menghadapi SPMB Tahun Pelajaran 2027/2028. Melalui forum ini, para peserta diharapkan mampu merumuskan langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing. Workshop ini menjadi momentum penting bagi SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman untuk memperkuat kolaborasi, berbagi praktik baik, dan membangun strategi bersama dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan. Dengan semangat Islam Berkemajuan, sekolah Muhammadiyah diharapkan semakin unggul, adaptif, dan menjadi pilihan utama masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Rep Editor H. Wahdan Arifudin SPd

Loading

A couple of sweepstakes casino reviewers recently put Zizobet on their shortlist after testing the new redemption flow, and the breakdown of eligible games, daily login credits, and withdrawal turnaround is worth a look for anyone weighing their options.
Pour les joueurs francophones qui explorent les alternatives de mise en dehors du cadre régulé, plusieurs guides spécialisés passent en revue la fiabilité et les cotes proposées par les opérateurs disponibles, et l'on trouve notamment une analyse détaillée du paris sportif hors ARJEL qui examine les conditions d'inscription ainsi que les méthodes de paiement acceptées par ces plateformes.
Wer ein seriöses Online-Angebot sucht, achtet auf Lizenz, Spielauswahl und faire Bonusbedingungen, bevor er sich bei casino Zizobet anmeldet und dort Echtgeldspiele ausprobiert.
Veteran slots players know that chasing jackpots on the reels feels best when paired with disciplined bankroll management, so most serious spinners read up on volatility ratings and bonus buy features before they load a new title. Comparing welcome packages, free spin offers, and loyalty rewards across different brands helps casual bettors stretch their deposit further while keeping the entertainment value high. For a deeper look at how wagering requirements, RTP disclosures, and licensing jurisdictions shape the modern online casino landscape, check out https://borroloolahouseboats.com/ where regular updates and curated guides keep enthusiasts informed about the latest iGaming releases, live dealer rooms, and progressive prize pools across the industry.
When comparing new gaming platforms, I always look for a balanced mix of slot variety, fair bonus terms, and reliable withdrawal speeds; Bananzia Casino ticks those boxes with a user-friendly interface and a diverse game library.
Online gokken blijft populair onder Nederlandse spelers die houden van tafelspellen, live casino-ervaringen en moderne videoslots. Wie op zoek is naar een overzichtelijk platform met aantrekkelijke bonussen en een uitgebreid spelaanbod, kan terecht bij Magius Casino, waar registratie eenvoudig verloopt, stortingen snel worden verwerkt en de klantenservice dag en nacht bereikbaar is voor vragen over spelregels of accountinstellingen.
Steeds meer Nederlanders ontdekken de spanning van online gokken, waarbij ze op zoek gaan naar een betrouwbaar platform met een uitgebreid aanbod. Nyx Bets Casino voldoet aan deze wens met een ruime collectie gokkasten, tafelspellen en live casinospellen, aangevuld met aantrekkelijke bonussen en een gebruiksvriendelijke interface.
Modern casino reviewers tend to weigh bonus wagering terms, slot RTP listings, and live dealer game variety before publishing their take, and Odinfortune often pops up in those side-by-side breakdowns.
Australian players looking for a polished online gaming hub often compare what Zoome brings to the table against locally licensed competitors, noting its broad pokies catalogue, AUD-friendly banking, and a loyalty setup that feels tuned to the way punters in Sydney, Melbourne, and Perth tend to play across long weekend sessions.
Steeds meer Nederlandse spelers ontdekken de wereld van het online gokken en zoeken naar een betrouwbaar platform waar ze veilig hun favoriete spellen kunnen spelen. Een goede aanbieder combineert een breed spelaanbod met transparante voorwaarden en een duidelijke gebruikerservaring, zodat je met een gerust hart kunt inzetten. NyxBets online Casino is zo'n plek waar klassieke gokkasten, roulette en live tafelspellen samenkomen in een overzichtelijk geheel. Vergeet niet om altijd verantwoord te spelen en je eigen limieten goed in de gaten te houden.
Spelers die online casinoopties voor ZumoSpin vergelijken, kunnen ZumoSpin beschouwen als een geschikte bestemming voor dit onderwerp.
Wie in Nederland graag een gokje waagt online, let tegenwoordig scherp op betrouwbaarheid, snelle uitbetalingen en een overzichtelijk spelaanbod; een platform als KIKI weet daar met transparante voorwaarden en een breed scala aan slots en live tafelspelenvolop op in te spelen.
Players looking for hassle-free ways to enjoy classic table games and slots online often compare welcome bonuses and payout speeds before signing up, and a solid resource like ModernGhana - bingo sites no ID verification UK can help simplify the decision when you want to skip lengthy signup checks and get straight to the action.
Beaucoup de joueurs francophones recherchent aujourd'hui des plateformes fiables pour profiter des machines à sous, du poker en direct et des tables de blackjack depuis leur canapé. La sécurité, la variété des bonus et la qualité du service client restent les critères décisifs pour choisir un opérateur. Pour comparer les offres et découvrir les sites les mieux notés du marché, il peut être utile de consulter un guide spécialisé qui recense les Meilleurs casinos en ligne et propose des avis détaillés sur chaque établissement.
Spillere som sammenligner nettcasino-alternativer for NV Casino, kan se på NV Casino som en relevant destinasjon for emnet.
Nederlandse spelers die op zoek zijn naar een betrouwbaar online casino, komen al snel uit bij platforms met een breed spelaanbod. Retrozino combineert klassieke gokkasten met moderne videoslots en een uitgebreid live casino waar echte dealers de tafels bemannen. Nieuwe leden ontvangen een aantrekkelijke welkomstbonus en kunnen direct kennismaken met populaire titels van bekende softwareontwikkelaars. Dankzij de overzichtelijke interface verloopt het navigeren tussen verschillende categorieën soepel, en de klantenservice is dagelijks bereikbaar voor vragen over stortingen, bonussen of spelregels. Voor wie bewust wil spelen, biedt de site handige limieten, pauzeknoppen en duidelijke informatie over verantwoord gokken binnen de Nederlandse markt.