Seleksi OlympicAD Tingkat SMP Muhammadiyah Se-Sleman Tahun 2025

Sleman,  Pdmsleman.Or.Id Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman menggelar kegiatan Seleksi Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) tingkat Kabupaten Sleman yang berlangsung di SMP Muhammadiyah 2 Kalasan pada Senin, 27 Oktober 2025 dari pagi sampai siang. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan murid dari 25 (dua puluh lima) SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Kegiatan seleksi ini bertujuan untuk menjaring peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Sleman dalam ajang OlympicAD tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk tingkat nasional akan di gelar bulan Februari di Makassar Sulawesi Selatan. Adapun cabang lomba yang diikuti untuk tingkat SMP/MTs meliputi 21 cabang olimpiade terdiri dari 2 cabang mata pelajaran yaitu IPA dan Matematika serta 19 cabang non mapel olimpiade yaitu, tahfidz, tilawah, kaligrafi, fahmil Qur’an, pidato Bahasa arab, Bahasa Inggris, story telling, music akustik, musikalisasi puisi,  senam anak Indonesia hebat, Desain Poster, Dakwah digital, Film Indie, majalah sekolah, pembelajaran inovatif bagi guru serta best practice bagi kepala sekolah. Dalam sambutannya, hadir Wakil Ketua PDM Sleman Drs. H. Abdul Kasri didampingi Drs. Suyono, M.Pd dan Dra. Sri Maryani, M.Pd dari Majelis Dikdasmen PDM Sleman, menyampaikan bahwa OlympicAD merupakan wadah untuk menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat sekaligus mengasah potensi akademik dan religius siswa Muhammadiyah.  “Melalui OlympicAD ini, kita ingin melahirkan generasi unggul yang cerdas, berakhlak, dan memiliki semangat juang seperti Kiai Ahmad Dahlan, Selamat bertanding. Kalian semua murid terpilih, maksimalkan kemampuan dan kompetensi, jalan berprestasi terbuka lebar, manfaatkan kesempatan ini. Selamat berjuang!” ujarnya. Kegiatan seleksi untuk non mapel berlangsung dengan lancar dan penuh antusias. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya. Untuk mapel atau bidang akademik sudah dilaksanakan sebelumnya pada Sabtu, 18 Oktober 2025 dibagi 2 korwil yakni korwil barat di SMP Muhammadiyah 1 Minggir dan korwil timur di SMP Muhammadiyah 2 Kalasan dengan system CBT untuk IPA dan Matematika. Panitia melibatkan dewan juri dari berbagai sekolah Muhammadiyah dan tokoh pendidikan di Sleman. Hasil seleksi dapat di download di sini. Para juara mendapatkan medali, piagam penghargaan dan tiket untuk maju ke OlympicAD tingkat DIY. Sementara itu, Ketua Badan Kerjasama Sekolah atau BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman, Hendro Sucipto, M.Pd  menyampaikan apresiasinya dan ucapan terimakasih kepada tuan rumah, panitia dan seluruh peserta. “Alhamdulillah penyelenggaran olympicAd se-Sleman berjalan sukses atas kerjasama semua sekolah, kami sampaikan selamat kepada semua prestasi yg di dapat. Kami bangga dapat menjadi bagian dari kegiatan besar ini. Semoga peserta yang terpilih bisa membawa nama baik SMP Muhammadiyah se Sleman ke tingkat selanjutnya di D.I. Yogyakarta,” tuturnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat fastabiqul khairat terus tumbuh di kalangan pelajar, guru dan kepala sekolah SMP Muhammadiyah se- Sleman, menuju generasi berkemajuan yang berilmu dan berakhlak mulia serta berdaya saing sesuai semangat perjuangan K.H. Ahmad Dahlan sebagai inspirasi dalam berinovasi, berdakwah, dan berkontribusi bagi kemajuan umat dan bangsa. Bravo SMP Muhammadiyah se-Sleman. Bergerak, bersatu dan maju. Aamiin Rep  Wahdan Arifudin, S.Pd Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Wujudkan Sekolah Siaga Bencana, SD Muhammadiyah Mantaran Trimulyo Gandeng MDMC Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Mitigasi Gempa Bumi di SD Muhammadiyah Mantaran Trimulyo, Sleman, menggelar kegiatan edukatif bertajuk Mitigasi Gempa Bumi, Senin (27/10). Kegiatan ini menghadirkan Supriyanto, atau yang akrab disapa “Ndan Supri Semprit” bersama team ambulanMU Turi, dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Sleman, yang dikenal sebagai penggiat kerelawanan Muhammadiyah dari Cangkringan dengan pengalaman panjang di dunia kebencanaan, terutama dalam penanganan erupsi Merapi dan berbagai peristiwa nasional lainnya.Dalam paparannya, Supriyanto menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kesiapsiagaan sejak dini di lingkungan sekolah. “MDMC adalah lembaga penanggulangan bencana milik Muhammadiyah yang tidak hanya bergerak saat terjadi bencana, tetapi juga fokus pada edukasi, mitigasi, dan kesiapsiagaan masyarakat,” ujarnya.Ia memulai materi dengan pengenalan tentang bencana, mencakup berbagai jenis bencana seperti alam, nonalam, dan sosial. Menurutnya, pemahaman tentang bencana sangat penting agar masyarakat, terutama siswa, tidak panik saat terjadi peristiwa alam seperti gempa bumi. “Bencana tidak bisa dihindari, tapi dampaknya bisa diminimalkan jika kita siap,” tegasnya.Materi utama mengenai gempa bumi disampaikan dengan gaya yang interaktif. Supriyanto menjelaskan secara sederhana apa itu gempa, penyebab terjadinya, serta potensi dampak dan risiko yang bisa timbul. “Gempa bumi terjadi akibat pergerakan lempeng bumi. Dampaknya bisa berupa kerusakan bangunan, korban jiwa, hingga trauma psikologis. Karena itu, penting untuk tahu cara menyelamatkan diri,” jelasnya di hadapan para siswa dan guru.Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penyelamatan diri saat terjadi gempa. Para siswa diajak mempraktikkan langkah-langkah dasar seperti “drop, cover, and hold on”—menunduk, berlindung di bawah meja, dan bertahan hingga guncangan berhenti. Mereka juga diajarkan untuk segera menuju titik kumpul yang aman setelah situasi dinyatakan kondusif. Suasana simulasi berlangsung penuh semangat dan antusias.Usai kegiatan, dilakukan sesi evaluasi untuk meninjau kesiapan sekolah dalam menghadapi potensi bencana. Dalam rekomendasinya, Supriyanto menyampaikan beberapa hal penting yang perlu ditindaklanjuti oleh sekolah. “Sekolah perlu memperbarui Tim Siaga Sekolah agar lebih responsif, memperbarui dokumen rekontingensi atau SOP penanggulangan bencana, serta memasang rambu-rambu kebencanaan seperti jalur evakuasi dan titik kumpul,” pesannya.Nur Hayati S,Ag, MM Kepala sekolah SD Muhammadiyah Mantaran menyambut baik kegiatan ini dan berharap pelatihan mitigasi semacam ini bisa dilaksanakan, terima kasih kepada MDMC PDM Sleman dan Ndan Supri atas ilmunya. Edukasi semacam ini sangat penting agar warga sekolah tangguh menghadapi bencana.Arief Hartanto KIM Kertomandiri Pendidikan Siaga Bencana

Loading

Kontingen MDMC Sleman Aktif Dalam Gelar Gladi Lapang MDMC DIY Siaga Erupsi Merapi, Wujudkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Lembaga Resiliensi Bencana Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (LRB PWM DIY) menggelar Latihan Gabungan dan Gladi Lapang Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Merapi pada 23–26 Oktober 2025 di Pakem, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji kesiapan seluruh potensi relawan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah DIY dalam menghadapi situasi kedaruratan bencana, khususnya potensi erupsi Gunung Merapi dan bencana hidrometeorologi. Latihan gabungan ini merupakan rangkaian puncak setelah sebelumnya dilaksanakan berbagai pelatihan sektoral, antara lain Pelatihan Manajemen Posko, Pelatihan Manajemen Logistik dan Peralatan (LOGPAL), Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial (LDP), serta Diklat SAR Muhammadiyah DIY yang hingga kini masih berlangsung. Seluruh kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis dan koordinasi lintas klaster dalam sistem tanggap darurat Muhammadiyah. Sebanyak 176 peserta yang terdiri dari unsur relawan LRB PDM se-DIY, Fakultas Kedokteran UAD, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Bantul, Gamping, Sleman, Pakem, dan Cangkringan, RS AMC, RS UAD, RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede, Fresht UNISA, TBM UAD, Korps AD UAD, LLHPB PDA se-DIY, serta Ortom Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Ketua MDMC DIY, Indrayanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud keseriusan Muhammadiyah dalam memperkuat kesiapsiagaan dan aksi antisipatif menghadapi bencana. “Gladi lapang penanganan darurat bencana erupsi Merapi ini merupakan puncak rangkaian Latihan Gabungan Relawan Muhammadiyah DIY yang diawali dengan kick off pada 20 September 2025. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi dan penguatan kapasitas relawan lintas klaster mulai dari kesehatan, logistik, SAR, psikososial, hunian, komunikasi, hingga manajemen posko dan pos pelayanan,” ujarnya. Indrayanto menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi relawan Muhammadiyah DIY untuk memperkuat struktur dan sistem tanggap bencana yang terintegrasi. “Latgab ini menjadi tonggak pergerakan relawan dalam memperkuat tim-tim respon yang handal di tingkat daerah maupun provinsi. Ke depannya kami akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan pembentukan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah di tingkat wilayah serta memperkuat sistem tanggap terpadu di bawah semangat One Muhammadiyah One Response,” jelasnya. Kontingen Sleman Latgab MDMC DIY  menurut Nur Khairudin selaku ketua LRB MDMC Sleman menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung di Bhumi perkemahan Kwarpus HW. Kaliurang  Ngipiksari, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman Yogyakarta.  Dari LRB Sleman mengirimkan personal yang tergabung dalam klister SAR terdiri dari Rifqi Wahyu Saputra, Andriyanto,  M Ekhsan , Psikososial;  Harjanto,  R.Kunto Aji , Manajemen Posko ; Nurkhoirudin, Supriyana, Wahyu Dwi S , Rohmadi, Hari Kusnadi , Dapur Umum ; Sarjianto, Wahid Hudaya   sedangkan untuk Logistik ; M Ishom, Suti dengan tambahan 3 unit armada LAZISMU Sleman. Melalui latihan gabungan ini, LRB PWM DIY menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas relawan Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana secara profesional, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas lembaga dalam Muhammadiyah ini diharapkan mampu memperkuat peran persyarikatan sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.  Rep MDMC DIY Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PDM Sleman Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi Organisasi, Perkuat Sinergi Cabang-Ranting Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id  Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman mengundang seluruh jajaran pimpinan cabang, ranting, dan amal usaha untuk menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Konsolidasi Organisasi pada Jumat, 24 Oktober 2025, bertempat di SD Muhammadiyah Domban 4, Panggeran, Triharjo, Sleman. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB ini menjadi upaya penting bagi Muhammadiyah Sleman dalam memperkuat jaringan dan koordinasi antarlembaga di tingkat cabang dan ranting. Acara akan dihadiri oleh jajaran anggota PDM Sleman, PDA Sleman, PCM dan PCA se-wilayah Mlati, Ngaglik, Sleman, Tempel, dan Turi, serta pimpinan amal usaha Muhammadiyah dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK. PDM Sleman diwakili H Nasirun mengucapkan selamat datang dan terimakasih hadirnya, kepada PM Sleman dan SDM Domban diucapkan terima kasih selaku tuan rumah acara, dan sekarang siswanya diatas 200 padahal dulu hampir tutup ini adalah sebuah upaya bersama yang harus disyukuri dan terus dikembangkan. “  Konsolidasi organisasi Muhammadiyah dengan fokus pada penguatan cabang dan ranting, saat ini antara lain dikembangkan melalui lomba cabang ranting  dan masjid sebagai implementasi fastabiqqul khairat harapannya  hal ini sebagai cara agar cabang ranting meningkat”. Tahun 2025 PDM Sleman mengirimkan  PCM Prambanan juara PCM unggulan tahun lalu, PCM Minggir PCM unggulan NAsional 2023 , PRM Nogotirto Gamping dan PRM Nargokaton ikuti LPCRM PP di  Banjarmasin Kalimantan pada bulan November. Dilanjutkan sosialisasi program Surya Citra Madani (SCM), lembaga mitra Muhammadiyah Sleman yang bergerak di bidang pelayanan perjalanan umrah dan haji. Sinergi Dakwah dan Ekonomi Umat Biro Umrah Surya Citra Madani (SCM) yang turut menjadi bagian dari sosialisasi acara ini merupakan lembaga yang tumbuh dari semangat kemandirian Muhammadiyah Sleman dalam memberdayakan ekonomi umat. SCM tidak hanya menyediakan layanan umrah dan haji plus, tetapi juga aktif dalam membangun ekosistem bisnis syariah yang berorientasi pada nilai dakwah dan kesejahteraan jama’ah Muhamadiyah. Melalui kerja sama dengan PDM dan amal usaha Muhammadiyah, SCM mendorong program edukasi travel syariah amanah dengan prinsip transparansi, kenyamanan, dan pendampingan bagi jamaah.  “Melalui sosialisasi ini, kami ingin memperkenalkan bagaimana perjalanan umrah dapat menjadi sarana dakwah dan pembinaan ruhani bagi jamaah Muhammadiyah,” jelas H. Nasirun perwakilan SCM Cabang Sleman. PDM Sleman berharap kegiatan silaturahmi dan konsolidasi ini dapat memperkuat jaringan kepemimpinan Muhammadiyah di tingkat akar rumput. Dengan semangat tajdid dan gerakan amar makruf nahi munkar, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi memperkokoh dakwah Muhammadiyah yang berkemajuan. “Harapannya, setiap cabang dan ranting dapat semakin aktif memakmurkan masjid, memberdayakan umat, dan memperluas dakwah melalui kerja nyata,” tutur PDM Sleman, H. Nasirun Rep n Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Hak Siswa, PDM Sleman Tak Izinkan Sekolah Menahan Ijazah

 Sleman, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah berkomitmen kuat untuk berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa membedakan latar belakang. Komitmen ini direalisasikan dengan mengelola ribuan institusi pendidikan, mulai dari tingkat paling dasar hingga perguruan tinggi, yang tersebar di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang memiliki ratusan sekolah Muhammadiyah dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, hingga Pendidikan Menengah.  Menanggapi berbagai kasus penahanan ijazah yang terjadi di sekolah-sekolah, baik yang dikelola pemerintah maupun masyarakat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman mengadakan sosialisasi terkait peraturan-peraturan yang melarang penahanan ijazah siswa serta tindakan diskriminatif terhadap siswa yang orang tuanya belum melakukan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Pada Selasa, 14 Oktober 2025 diselenggarakan sosialisasi larangan penahanan ijazah siswa pada forum Badan Koordinasi Sekolah (BKS) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman di SMP Muhammadiyah Turi. Selanjutnya pada Rabu, 15 Oktober 2025 sosialisasi yang sama diselenggarakan pada forum BKS Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman di RTG Gumuk Sikuneng. Kedua forum tersebut dihari oleh Kepala Sekolah.  Adapun sosialisasi disampaikan oleh Ari Wibowo yang merupakan Ketua Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) PDM Kabupaten Sleman. Dalam sosialisasinya Ari menyampaikan bahwa larangan penahanan ijazah siswa terdapat dalam beberapa peraturan antara lain Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 58 Tahun 2024 tentang Ijazah Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2022 tentang Spesifikasi Teknis dan Bentuk, serta Tata Cara Pengisian, Penggantian, dan Pemusnahan Blangko Ijazah Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Tahun Pelajaran 2021/2022, serta Perda DIY Nomor 10 Tahun 2013 tentang Pedoman Pendanaan Pendidikan.  “Menahan ijazah siswa dan membatasi akses fasilitas lainnya seperti ujian atau raport hasil studi, tidak boleh dilakukan terhadap siswa hanya karena orangtuanya belum membayar SPP. Pembayaran SPP itu kewajiban orangtua kepada sekolahan, sehingga tidak bisa dibebankan kepada siswa yang memiliki hak untuk mendapatkan akses pendidikan sebagaimana siswa lainnya,” ujar Ari yang juga merupakan Dosen di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia. Ia menambahkan, dalam Perda DIY Nomor 10 Tahun 2013 terdapat sanksi administratif dan sanksi pidana yang diancamkan kepada satuan pendidikan dan pengelola satuan pendidikan. Selain itu, ada potensi dikenakan ketentuan Pasal 372 KUHP yang mengatur tindak pidana penggelapan.  “Sekolah yang sekarang masih menyimpan ijazah siswa, sebaiknya segera memanggil orangtua walinya untuk mengambil. Silakan sambil ditagih untuk melunasi SPP, boleh diangsur, tetapi bukan sebagai syarat pengambilan ijazah,” sarannya. Sosialisasi ini sebagai wujud komitmen PDM Kabupaten Sleman untuk memberikan akses pendidikan kepada siswanya tanpa diskriminasi khususnya siswa yang belum mampu membayar SPP. Sosialisasi di BKS SD/MI dibuka oleh Ketua PDM, H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., dan dihadiri Sekretaris PDM, H. Arif Mahfud, S.Ag.,M.S.I. dan Majelis Dikdasmen PDM, Drs. Suyono, M.Pd. Rep : DR.  Ari Wibowo S.H.I., S.H., M.H  Ketua Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) PDM Kabupaten Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Belajar Kepengasuhan Bayi FORPAMA DIY Kunjungi Panti Bayi Sehat

Bandung, Pdmsleman.Or.id MPKS PDM Sleman mengirimkan kafilahnya sebanyak 15 orang dari 8 panti yang dibina pada kegiatan studi tiru Forum Silaturahmi Panti Asuhan Muhammadiyah -Aisyiyah (FORPAMA) DIY yang dibawah naungan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM DIY melaksanakan kunjungan Studi Tiru ke Pimpinan Cabang Muhamamadiyah (PCM) Sukajadi Kota Bandung, kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu (04/10) bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sukajadi Kota Bandung. Adapun AUM yang dikunjungi adalah Panti Bayi Sehat Muhammadiyah Cabang Sukajadi. Sementara menurut Wahyu Purhantara selaku ketua MPKS PDM Sleman, “ diharapkan setiap panti dapat mencontoh pola manajemen panti, kepengasuhan kemandirian panti, pola-pola kerjasama antar Lembaga”. Hal Ini bertujuan lanjut Wahyu, yang juga menjadi kordinator bidang kelembagaan FORPAMA, panti-panti Muhammadiyah Aisyiah mampu mencerahkan dan memajukan umat. Dalam sambutannya ketua PCM Sukajadi, Rahmat Sanjaya menyampaikan ucapan selamat datang terhadap rombongan FORPAMA DIY “Kami ucapkan selamat datang kepada rombongan FORPAMA dari DIY, kehadiran bapak ibu merupakan  kebahagiaan bagi kami dan harapannya bisa menjadi sarana menguatkan ukhwah” tuturnya. PCM Sukajadi pada tahun ini mengikuti LPCR Award mewakili Kota Bandung “Kami sebenarnya merasa belum pantas mendapatkan kepercayaan ini karena masih perlu banyak pembenahan” ucapnya. Cabang Muhammadiyah Sukajadi memiliki 6 ranting Muhammadiyah, 2 sekolah Muhammadiyah, 2 Panti Muhahammadiyah termasuk panti bayi yang akan dikunjungi, Klinik Pratama, Surya Mart, dan beberapa Amal Usaha dibidang ekonomi lainnya “ Kami berkomitmen selalu berkonsolidasi dengan berbagai stakeholder, dan memiliki cita-cita Muhammadiyah Sukajadi Berkemajuan dan Unggul yang terejawantahkan dalam program terkait penguatan organisasi usaha dan amal usaha di Sukajadi” tambahnya. Wibowo Ketua FORPAMA menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti Studi Tiru sejumlah 50 orang “Peserta Studi Tiru ini kurang lebih 50 orang yang terdiri dari 25 Panti dengan perwakilan masing – masing  panti 2 orang” ungkapnya. Untuk meningkatkan kalitas pengasuh di Panti terdapat kelas FORPAMA. Wibowo berharap dengan adanya Studi Tiru ini peserta bisa mendapatkan informasi dan referensi terkait pengelolaan. Ferry Sopyan Kepala Panti Bayi Sehat Muhammadiyah menjelaskan terkait dengan profil singkat Panti tersebut, ia menjelaskan bahwa mereka merawat bayi yang baru lahir, anak yang terlantar, anak hasil hubungan diluar nikah dan lain sebagainya “Kami membesarkan dan merawat anak dari bayi sampai dewasa bahkan ada yang sampai menikah, nanti tergantung kondisi jika ada keluarganya yang mampu  merawatnya maka kami kembalikan anak tersebut” ungkapnya. Dalam menerima anak asuh tentunya melalui asessement terlebih dahulu yang dilakukan Tenaga Pekerja Sosial Profesional yang dimiliki oleh Panti Sehat Muhammadiyah “Kami dalam melakukan pengasuhan anak harus melalui assessment terlebih dahulu, jika anak tersebut belum diketahui orang tuanya maka akan dibuatkan akta kelahiran terlebih dahulu” tambahnya. Rep Wicak & Yu Poer

Loading

Refleksi Demonstrasi Tuntutan Rakyat dan Sikap Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Aula Masjid KH. Sudja RS PKU Muhammadiyah Gamping, Ahad (5/10/2025) pagi dipenuhi ratusan peserta dari jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Aisyiyah, Ortom, PCM, PCA, PRM hingga PRA se-Kabupaten Sleman hadir memenuhi undangan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PDM Sleman dalam forum silaturahmi dan diskusi bertajuk “Refleksi Demonstrasi Tuntutan Rakyat dan Sikap Muhammadiyah.” Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan pembukaan resmi oleh Ketua PDM Sleman, H. Harjaka S.Pd., S.Ag., M.A. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya forum ini untuk membangun kesadaran kebangsaan. “Kita perlu melakukan refleksi atas dinamika demonstrasi yang beberapa waktu terakhir mewarnai kehidupan politik nasional. Muhammadiyah harus memberi pandangan yang jernih dan konstruktif, agar umat tidak terjebak dalam arus yang merugikan bangsa,” ujarnya. Sementar Dokter Faisol selaku Direktur RS PKU Muhammadiyah Gamping menyampaikan “ kami menyambut baik acaranya sekaligus sebagai upaya untuk lebih mengenalkan RS PKU Gampingn secara lebih luas dan kami berkomitmen untuk mendukung berbagai kegiatan PDM Sleman”. Diskusi menghadirkan empat narasumber lintas perspektif. Mereka adalah Ir. Achmad Syauqi Soeratno (Anggota DPD RI Daerah Pemilihan DIY), Dr. Abdul Gafar Karim (akademisi FISIPOL UGM), Kombes Pol. Burkan Rudy Satria, S.I.K. (Wakil Direktur Tindak Pidana Umum, Bareskrim Polri), serta H. Singgih Januratmoko, M.M. (Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Fraksi Golkar) dengan moderator Trapsi Haryadi, M.IP. Dalam paparannya, Ir. Achmad Syauqi Soeratno yang juga menjadi Ketua BAP Badan Akuntabilitas Publik  Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) “Saya menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh LHKP PDM Sleman ini, khususnya untuk memberikan edukasi politik yang objektif dan solutif, terkait peran Muhammadiyah dalam hidup berbangsa dan bernegara, dengan berbagai dinamikanya.” Sementara itu, Dr. Abdul Gafar Karim mengingatkan bahwa konsolidasi demokrasi Indonesia masih belum rampung. “Kita punya referensi konstitusi dan dasar negara, tetapi implementasinya sering kali terhambat oleh kepentingan politik jangka pendek. Situasi ini yang menyebabkan demokrasi kita belum matang. Perlu check-up menyeluruh,” tegasnya. Ia juga menyoroti isu fundamental kesejahteraan rakyat yang erat kaitannya dengan akses pendidikan dan kesehatan. Dari perspektif kepolisian, Kombes Pol. Burkan Rudy Satria menjelaskan dinamika pengamanan aksi massa. “Polri selalu berusaha mengedepankan pendekatan humanis. Ketika demonstrasi berlangsung tertib, maka polisi membelakangi massa sebagai tanda situasi aman. Tapi jika berhadapan langsung, itu artinya ada potensi gangguan. Tantangan kita adalah mencegah provokasi yang bisa menimbulkan anarki,” jelasnya. Ia mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat tetap harus menghormati hak orang lain, menjaga ketertiban, serta menaati hukum. Adapun H. Singgih JanuratmokoAnggota DPR RI Komisi VIII dengan lingkup tugas di bidang Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungam Anak.    Diskusi berlangsung interaktif dengan banyak peserta mengajukan pertanyaan seputar sikap Muhammadiyah dalam menghadapi gejolak politik nasional. Beberapa peserta menyoroti bagaimana organisasi Islam ini sebaiknya menempatkan diri, tidak larut dalam pragmatisme politik, tetapi juga tidak apatis terhadap proses demokrasi. Demonstrasi sebagai bagian dari dinamika demokrasi, namun harus disikapi dengan kedewasaan dan warga Muhammadiyah diharapkan menjadi kekuatan moral yang mampu menjaga keutuhan bangsa dengan bekal memahami makna demokrasi dan juga memberi kontribusi nyata dalam ranah publik dan kebijakan serta peran strategis Muhammadiyah dalam menjaga kehidupan berbangsa. Reportase n Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

10 Stand PDM Sleman Siap Meriahkan Muhammadiyah Jogja Expo #4 2025

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) ke-4 kembali digelar sebagai hajatan besar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2025. Acara yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) pada 12-14 September 2025 ini menjadi ajang inovasi dakwah dan syiar Muhammadiyah dalam membangun ekosistem dakwah yang progresif dan inklusif. MJE tidak hanya menampilkan produk-produk unggulan UMKM warga Muhammadiyah, tetapi juga menjadi wadah bagi program-program unggulan dari jamaah cabang, ranting, dan masjid. Khusus untuk wilayah Kabupaten Sleman, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman melalui koordinasi Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Masjid (LPCRPM) telah menyiapkan 10 stand yang akan menampilkan berbagai potensi terbaik dari cabang, ranting, dan masjid unggulan. Menurut US Prawoto S.Ag, Ketua LPCRPM PDM Sleman, “Kesepuluh stand tersebut terdiri dari PCM Prambanan, PCM Minggir, PCM Kalasan, PCM Berbah, PCM Godean, PCM Sleman, PRM Margakaton, PRA Perumnas CC, PRA Sumberarum, dan Masjid Al Kautsar Mrincingan Seyegan.” Ia menambahkan, “Kami mengajak seluruh warga Muhammadiyah di wilayah Sleman untuk berbondong-bondong menghadiri perhelatan MJE dan mengunjungi stand PDM Sleman nomor 41 sampai 50.” Prawoto menegaskan bahwa keikutsertaan PDM Sleman dalam MJE #4 ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antar elemen Muhammadiyah di tingkat daerah. “Melalui stand-stand ini, kami ingin menunjukkan keberagaman dan kekuatan dakwah Muhammadiyah yang tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat,” ujarnya. Muhammadiyah Jogja Expo sendiri merupakan event tahunan yang telah menjadi agenda penting PWM DIY dalam memperkuat jaringan dakwah dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warga Muhammadiyah. Selain pameran produk UMKM, MJE #4 juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti seminar, talkshow, hiburan budaya, dan presentasi produk unggulan. Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat menarik ribuan pengunjung dari berbagai kalangan. Dengan persiapan matang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, PDM Sleman optimis bahwa kehadiran mereka di MJE #4 akan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Muhammadiyah di DIY. “Kami siap menyambut dan melayani pengunjung dengan berbagai produk dan program unggulan yang kami bawa,” pungkas US Prawoto. Rep US Prawoto S.Ag LPCRPM PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

 Workshop Penguatan Kapasitas Pengurus dan Pengasuh LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah Sleman: Menjawab Tantangan Pengasuhan di Era Digital

Sleman,Pdmsleman.Or.Id Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar workshop penting bertajuk “Penguatan Kapasitas Pengurus dan Pengasuh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Sleman.” Pada Sabtu 30 Agustus 2025 .  Kegiatan ini merupakan bagian dari program divisi Muhammadiyah Children Center (MCC) yang fokus pada penguatan pengelolaan panti asuhan di wilayah Sleman. Workshop berlangsung di kantor PDM Sleman dan dihadiri oleh para pengurus dan pengasuh LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah. Ketua divisi MCC, Ahmad Zainal Fanani, S.Pd., MA, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan pengasuh dalam menghadapi berbagai problematika yang selama ini dihadapi oleh LKSA. “Penguatan manajemen dan pengasuhan menjadi kunci agar anak-anak asuh dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sehat dan penuh kasih sayang,” ujarnya. Dalam sambutannya, Ketua PDM Sleman, AS. Ardhani, mengungkapkan sejumlah tantangan utama yang dihadapi oleh LKSA, antara lain Sarana dan prasarana yang masih terbatas, manajemen sumber daya manusia (SDM) dan keuangan yang perlu ditingkatkan, Problem pengasuhan yang kompleks, Tantangan tresshold alumni, yaitu bagaimana alumni panti dapat beradaptasi dan mandiri setelah keluar dari panti. Menurut Ardhani, pengurus dan pengasuh harus menjadi teladan dan solutif dalam menjalankan tugasnya. “Mereka harus mampu membangun mashlahah agar anak-anak asuh merasa bahagia dan mendapatkan perhatian yang layak,” tegasnya. H. Wahyu Purhantoro, MMmenyoroti perubahan signifikan yang dibawa oleh teknologi digital dalam pola asuh anak. “Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pola asuh anak. Orang tua dan pengasuh dihadapkan pada tantangan baru untuk memastikan anak-anak tumbuh dengan baik di tengah arus informasi yang begitu deras,” jelas Wahyu. Ia menambahkan bahwa pola asuh positif di era digital menjadi kunci untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Beberapa tantangan pengasuhan yang dihadapi saat ini antara lain Kecanduan gadget., Kurangnya pengawasan orang tua, Cyberbullying, Grooming dan tracking serta Keamanan online anak-anak. Untuk mengatasi hal tersebut, Wahyu menyarankan agar pengasuh meningkatkan literasi digital dan menggunakan teknologi sebagai alat edukasi. “Pengasuh harus mengawasi aktivitas online anak-anak, membangun komunikasi yang terbuka dan positif, serta menjadi contoh dalam penggunaan gawai,” ujarnya. Lebih lanjut, Wahyu menekankan pentingnya manajemen kasus yang sistematis terhadap setiap anak secara periodik. Salah satu metode yang dianjurkan adalah asesmen, yang bertujuan untuk mengungkap dan memahami permasalahan, kebutuhan, serta potensi anak asuh. Dengan demikian, pengurus dan pengasuh dapat menyusun rencana dan tindakan yang tepat untuk mendukung perkembangan anak. Salah satu pembicara utama, Yuli Ernawati, S.Sos., dari Dinas Sosial Sleman, memberikan wawasan terkait Manajemen kasus pekerja sosial yakni “ proses terorganisir untuk menilai, merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi layanan yang bertujuan membantu individu dan keluarga mengatasi kebutuhan kompleks dan meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan “ Sementara itu, Fatimah, S.Pd., dari Divisi MCC MPKS PWM D.I. Yogyakarta, Perkuat pemahaman anak tentang akidah dan syariat Islam. Ini menjadi benteng agar anak dapat mengenali konten yang sesuai dan menyaring pengaruh negatif mediasosial. Ketua MPKS Sleman, Workshop ini menjadi momentum penting bagi pengurus dan pengasuh LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah Sleman untuk memperkuat kapasitas mereka dalam menghadapi tantangan pengasuhan modern. Dengan dukungan dari MPKS PDM Sleman dan divisi MCC, diharapkan pengelolaan panti asuhan Miuhammadiyah di Sleman semakin profesional dan mampu memberikan lingkungan terbaik bagi anak-anak asuh. Rep  Yu Poer Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Bedah Buku Media dan Islam Berkemajuan, 110 Tahun Suara Muhammadiyah

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Saat ini masyarakat mengambil sumber rujukan keagamaan condong kepada tokoh-tokoh yang tampil di media mainstream, terutama televisi. Sehingga seolah mereka memiliki otoritas keagamaan yang lebih ketimbang tokoh-tokoh Muhammadiyah. Hal tersebut disampaikan Direktur PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah, Deny Asy’ari dalam Launching dan Bedah Buku berjudul Media dan Islam Berkemajuan, di Graha Suara Muhammadiyah, Rabu (13/8/2025), acara  ini digelar sebagai rangkaian Milad 110 Tahun Suara Muhammadiyah . Deny menambahkan media Muhammadiyah harus bisa bersaing di tengah gempuran media online yang memunculkan cyber religion. Sementara Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, Prof. Muchlas berpesan agar jurnalis Muhammadiyah tidak menjadi korban Artificial Intelegent (AI). “Jangan menjadi jurnalis AI, harus lebih pintar dari AI,” ungkapnya. Ia pun mengapresiasi, buku Media dan Islam Berkemajuan yang ditulis Roni Tobroni. Ia pun menyebut empat tokoh yang diulas dalam buku tersebut memiliki kontribusi untuk bangsa. Empat tokoh tersebut, Haji Fachrodin, Buya HAMKA, Ahmad Syafii Ma’arif, dan Haedar Nashir. Hadir juga dalam kesempatan tersebut, penulis Roni Tobroni, Pemimpin Redaksi Kedaulatan Rakyat,  Octo Lampito dan Pemimpin Redaksi Suara Muhammadiyah, Isngadi Marwah. Octo memaparkan peran media dalam perjuangan bangsa sangat besar. “Dulu ketika ada peristiwa perjuangan untuk angkat senjata, seperti saat agresi militer, media tidak terbit karena ikut berjuang,” terangnya. Sedangkan Isngadi mengungkapkan media Islam, khususnya Suara Muhammadiyah memiliki daya ubah. Nampak pula hadir Ketua Umum Tapak Suci  Drs. M. Afnan Hadikusumo, MPI PWM dan PDM se DIY, HW, IMM PDNA dan sejumlah undangan para pemerhati media dan literasi, sedangkan untuk MPI PDM Sleman nampak hadir Arief Hartanto dan Eko Triyanto.  Rep  Eko Triyanto

Loading