Belajar Kepengasuhan Bayi FORPAMA DIY Kunjungi Panti Bayi Sehat

Bandung, Pdmsleman.Or.id MPKS PDM Sleman mengirimkan kafilahnya sebanyak 15 orang dari 8 panti yang dibina pada kegiatan studi tiru Forum Silaturahmi Panti Asuhan Muhammadiyah -Aisyiyah (FORPAMA) DIY yang dibawah naungan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM DIY melaksanakan kunjungan Studi Tiru ke Pimpinan Cabang Muhamamadiyah (PCM) Sukajadi Kota Bandung, kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu (04/10) bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sukajadi Kota Bandung. Adapun AUM yang dikunjungi adalah Panti Bayi Sehat Muhammadiyah Cabang Sukajadi. Sementara menurut Wahyu Purhantara selaku ketua MPKS PDM Sleman, “ diharapkan setiap panti dapat mencontoh pola manajemen panti, kepengasuhan kemandirian panti, pola-pola kerjasama antar Lembaga”. Hal Ini bertujuan lanjut Wahyu, yang juga menjadi kordinator bidang kelembagaan FORPAMA, panti-panti Muhammadiyah Aisyiah mampu mencerahkan dan memajukan umat. Dalam sambutannya ketua PCM Sukajadi, Rahmat Sanjaya menyampaikan ucapan selamat datang terhadap rombongan FORPAMA DIY “Kami ucapkan selamat datang kepada rombongan FORPAMA dari DIY, kehadiran bapak ibu merupakan  kebahagiaan bagi kami dan harapannya bisa menjadi sarana menguatkan ukhwah” tuturnya. PCM Sukajadi pada tahun ini mengikuti LPCR Award mewakili Kota Bandung “Kami sebenarnya merasa belum pantas mendapatkan kepercayaan ini karena masih perlu banyak pembenahan” ucapnya. Cabang Muhammadiyah Sukajadi memiliki 6 ranting Muhammadiyah, 2 sekolah Muhammadiyah, 2 Panti Muhahammadiyah termasuk panti bayi yang akan dikunjungi, Klinik Pratama, Surya Mart, dan beberapa Amal Usaha dibidang ekonomi lainnya “ Kami berkomitmen selalu berkonsolidasi dengan berbagai stakeholder, dan memiliki cita-cita Muhammadiyah Sukajadi Berkemajuan dan Unggul yang terejawantahkan dalam program terkait penguatan organisasi usaha dan amal usaha di Sukajadi” tambahnya. Wibowo Ketua FORPAMA menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti Studi Tiru sejumlah 50 orang “Peserta Studi Tiru ini kurang lebih 50 orang yang terdiri dari 25 Panti dengan perwakilan masing – masing  panti 2 orang” ungkapnya. Untuk meningkatkan kalitas pengasuh di Panti terdapat kelas FORPAMA. Wibowo berharap dengan adanya Studi Tiru ini peserta bisa mendapatkan informasi dan referensi terkait pengelolaan. Ferry Sopyan Kepala Panti Bayi Sehat Muhammadiyah menjelaskan terkait dengan profil singkat Panti tersebut, ia menjelaskan bahwa mereka merawat bayi yang baru lahir, anak yang terlantar, anak hasil hubungan diluar nikah dan lain sebagainya “Kami membesarkan dan merawat anak dari bayi sampai dewasa bahkan ada yang sampai menikah, nanti tergantung kondisi jika ada keluarganya yang mampu  merawatnya maka kami kembalikan anak tersebut” ungkapnya. Dalam menerima anak asuh tentunya melalui asessement terlebih dahulu yang dilakukan Tenaga Pekerja Sosial Profesional yang dimiliki oleh Panti Sehat Muhammadiyah “Kami dalam melakukan pengasuhan anak harus melalui assessment terlebih dahulu, jika anak tersebut belum diketahui orang tuanya maka akan dibuatkan akta kelahiran terlebih dahulu” tambahnya. Rep Wicak & Yu Poer

Loading

Refleksi Demonstrasi Tuntutan Rakyat dan Sikap Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Aula Masjid KH. Sudja RS PKU Muhammadiyah Gamping, Ahad (5/10/2025) pagi dipenuhi ratusan peserta dari jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Aisyiyah, Ortom, PCM, PCA, PRM hingga PRA se-Kabupaten Sleman hadir memenuhi undangan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PDM Sleman dalam forum silaturahmi dan diskusi bertajuk “Refleksi Demonstrasi Tuntutan Rakyat dan Sikap Muhammadiyah.” Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan pembukaan resmi oleh Ketua PDM Sleman, H. Harjaka S.Pd., S.Ag., M.A. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya forum ini untuk membangun kesadaran kebangsaan. “Kita perlu melakukan refleksi atas dinamika demonstrasi yang beberapa waktu terakhir mewarnai kehidupan politik nasional. Muhammadiyah harus memberi pandangan yang jernih dan konstruktif, agar umat tidak terjebak dalam arus yang merugikan bangsa,” ujarnya. Sementar Dokter Faisol selaku Direktur RS PKU Muhammadiyah Gamping menyampaikan “ kami menyambut baik acaranya sekaligus sebagai upaya untuk lebih mengenalkan RS PKU Gampingn secara lebih luas dan kami berkomitmen untuk mendukung berbagai kegiatan PDM Sleman”. Diskusi menghadirkan empat narasumber lintas perspektif. Mereka adalah Ir. Achmad Syauqi Soeratno (Anggota DPD RI Daerah Pemilihan DIY), Dr. Abdul Gafar Karim (akademisi FISIPOL UGM), Kombes Pol. Burkan Rudy Satria, S.I.K. (Wakil Direktur Tindak Pidana Umum, Bareskrim Polri), serta H. Singgih Januratmoko, M.M. (Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Fraksi Golkar) dengan moderator Trapsi Haryadi, M.IP. Dalam paparannya, Ir. Achmad Syauqi Soeratno yang juga menjadi Ketua BAP Badan Akuntabilitas Publik  Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) “Saya menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh LHKP PDM Sleman ini, khususnya untuk memberikan edukasi politik yang objektif dan solutif, terkait peran Muhammadiyah dalam hidup berbangsa dan bernegara, dengan berbagai dinamikanya.” Sementara itu, Dr. Abdul Gafar Karim mengingatkan bahwa konsolidasi demokrasi Indonesia masih belum rampung. “Kita punya referensi konstitusi dan dasar negara, tetapi implementasinya sering kali terhambat oleh kepentingan politik jangka pendek. Situasi ini yang menyebabkan demokrasi kita belum matang. Perlu check-up menyeluruh,” tegasnya. Ia juga menyoroti isu fundamental kesejahteraan rakyat yang erat kaitannya dengan akses pendidikan dan kesehatan. Dari perspektif kepolisian, Kombes Pol. Burkan Rudy Satria menjelaskan dinamika pengamanan aksi massa. “Polri selalu berusaha mengedepankan pendekatan humanis. Ketika demonstrasi berlangsung tertib, maka polisi membelakangi massa sebagai tanda situasi aman. Tapi jika berhadapan langsung, itu artinya ada potensi gangguan. Tantangan kita adalah mencegah provokasi yang bisa menimbulkan anarki,” jelasnya. Ia mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat tetap harus menghormati hak orang lain, menjaga ketertiban, serta menaati hukum. Adapun H. Singgih JanuratmokoAnggota DPR RI Komisi VIII dengan lingkup tugas di bidang Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungam Anak.    Diskusi berlangsung interaktif dengan banyak peserta mengajukan pertanyaan seputar sikap Muhammadiyah dalam menghadapi gejolak politik nasional. Beberapa peserta menyoroti bagaimana organisasi Islam ini sebaiknya menempatkan diri, tidak larut dalam pragmatisme politik, tetapi juga tidak apatis terhadap proses demokrasi. Demonstrasi sebagai bagian dari dinamika demokrasi, namun harus disikapi dengan kedewasaan dan warga Muhammadiyah diharapkan menjadi kekuatan moral yang mampu menjaga keutuhan bangsa dengan bekal memahami makna demokrasi dan juga memberi kontribusi nyata dalam ranah publik dan kebijakan serta peran strategis Muhammadiyah dalam menjaga kehidupan berbangsa. Reportase n Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

10 Stand PDM Sleman Siap Meriahkan Muhammadiyah Jogja Expo #4 2025

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) ke-4 kembali digelar sebagai hajatan besar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2025. Acara yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) pada 12-14 September 2025 ini menjadi ajang inovasi dakwah dan syiar Muhammadiyah dalam membangun ekosistem dakwah yang progresif dan inklusif. MJE tidak hanya menampilkan produk-produk unggulan UMKM warga Muhammadiyah, tetapi juga menjadi wadah bagi program-program unggulan dari jamaah cabang, ranting, dan masjid. Khusus untuk wilayah Kabupaten Sleman, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman melalui koordinasi Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Masjid (LPCRPM) telah menyiapkan 10 stand yang akan menampilkan berbagai potensi terbaik dari cabang, ranting, dan masjid unggulan. Menurut US Prawoto S.Ag, Ketua LPCRPM PDM Sleman, “Kesepuluh stand tersebut terdiri dari PCM Prambanan, PCM Minggir, PCM Kalasan, PCM Berbah, PCM Godean, PCM Sleman, PRM Margakaton, PRA Perumnas CC, PRA Sumberarum, dan Masjid Al Kautsar Mrincingan Seyegan.” Ia menambahkan, “Kami mengajak seluruh warga Muhammadiyah di wilayah Sleman untuk berbondong-bondong menghadiri perhelatan MJE dan mengunjungi stand PDM Sleman nomor 41 sampai 50.” Prawoto menegaskan bahwa keikutsertaan PDM Sleman dalam MJE #4 ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antar elemen Muhammadiyah di tingkat daerah. “Melalui stand-stand ini, kami ingin menunjukkan keberagaman dan kekuatan dakwah Muhammadiyah yang tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat,” ujarnya. Muhammadiyah Jogja Expo sendiri merupakan event tahunan yang telah menjadi agenda penting PWM DIY dalam memperkuat jaringan dakwah dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warga Muhammadiyah. Selain pameran produk UMKM, MJE #4 juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti seminar, talkshow, hiburan budaya, dan presentasi produk unggulan. Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat menarik ribuan pengunjung dari berbagai kalangan. Dengan persiapan matang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, PDM Sleman optimis bahwa kehadiran mereka di MJE #4 akan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Muhammadiyah di DIY. “Kami siap menyambut dan melayani pengunjung dengan berbagai produk dan program unggulan yang kami bawa,” pungkas US Prawoto. Rep US Prawoto S.Ag LPCRPM PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

 Workshop Penguatan Kapasitas Pengurus dan Pengasuh LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah Sleman: Menjawab Tantangan Pengasuhan di Era Digital

Sleman,Pdmsleman.Or.Id Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar workshop penting bertajuk “Penguatan Kapasitas Pengurus dan Pengasuh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Sleman.” Pada Sabtu 30 Agustus 2025 .  Kegiatan ini merupakan bagian dari program divisi Muhammadiyah Children Center (MCC) yang fokus pada penguatan pengelolaan panti asuhan di wilayah Sleman. Workshop berlangsung di kantor PDM Sleman dan dihadiri oleh para pengurus dan pengasuh LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah. Ketua divisi MCC, Ahmad Zainal Fanani, S.Pd., MA, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan pengasuh dalam menghadapi berbagai problematika yang selama ini dihadapi oleh LKSA. “Penguatan manajemen dan pengasuhan menjadi kunci agar anak-anak asuh dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sehat dan penuh kasih sayang,” ujarnya. Dalam sambutannya, Ketua PDM Sleman, AS. Ardhani, mengungkapkan sejumlah tantangan utama yang dihadapi oleh LKSA, antara lain Sarana dan prasarana yang masih terbatas, manajemen sumber daya manusia (SDM) dan keuangan yang perlu ditingkatkan, Problem pengasuhan yang kompleks, Tantangan tresshold alumni, yaitu bagaimana alumni panti dapat beradaptasi dan mandiri setelah keluar dari panti. Menurut Ardhani, pengurus dan pengasuh harus menjadi teladan dan solutif dalam menjalankan tugasnya. “Mereka harus mampu membangun mashlahah agar anak-anak asuh merasa bahagia dan mendapatkan perhatian yang layak,” tegasnya. H. Wahyu Purhantoro, MMmenyoroti perubahan signifikan yang dibawa oleh teknologi digital dalam pola asuh anak. “Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pola asuh anak. Orang tua dan pengasuh dihadapkan pada tantangan baru untuk memastikan anak-anak tumbuh dengan baik di tengah arus informasi yang begitu deras,” jelas Wahyu. Ia menambahkan bahwa pola asuh positif di era digital menjadi kunci untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Beberapa tantangan pengasuhan yang dihadapi saat ini antara lain Kecanduan gadget., Kurangnya pengawasan orang tua, Cyberbullying, Grooming dan tracking serta Keamanan online anak-anak. Untuk mengatasi hal tersebut, Wahyu menyarankan agar pengasuh meningkatkan literasi digital dan menggunakan teknologi sebagai alat edukasi. “Pengasuh harus mengawasi aktivitas online anak-anak, membangun komunikasi yang terbuka dan positif, serta menjadi contoh dalam penggunaan gawai,” ujarnya. Lebih lanjut, Wahyu menekankan pentingnya manajemen kasus yang sistematis terhadap setiap anak secara periodik. Salah satu metode yang dianjurkan adalah asesmen, yang bertujuan untuk mengungkap dan memahami permasalahan, kebutuhan, serta potensi anak asuh. Dengan demikian, pengurus dan pengasuh dapat menyusun rencana dan tindakan yang tepat untuk mendukung perkembangan anak. Salah satu pembicara utama, Yuli Ernawati, S.Sos., dari Dinas Sosial Sleman, memberikan wawasan terkait Manajemen kasus pekerja sosial yakni “ proses terorganisir untuk menilai, merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi layanan yang bertujuan membantu individu dan keluarga mengatasi kebutuhan kompleks dan meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan “ Sementara itu, Fatimah, S.Pd., dari Divisi MCC MPKS PWM D.I. Yogyakarta, Perkuat pemahaman anak tentang akidah dan syariat Islam. Ini menjadi benteng agar anak dapat mengenali konten yang sesuai dan menyaring pengaruh negatif mediasosial. Ketua MPKS Sleman, Workshop ini menjadi momentum penting bagi pengurus dan pengasuh LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah Sleman untuk memperkuat kapasitas mereka dalam menghadapi tantangan pengasuhan modern. Dengan dukungan dari MPKS PDM Sleman dan divisi MCC, diharapkan pengelolaan panti asuhan Miuhammadiyah di Sleman semakin profesional dan mampu memberikan lingkungan terbaik bagi anak-anak asuh. Rep  Yu Poer Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Bedah Buku Media dan Islam Berkemajuan, 110 Tahun Suara Muhammadiyah

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Saat ini masyarakat mengambil sumber rujukan keagamaan condong kepada tokoh-tokoh yang tampil di media mainstream, terutama televisi. Sehingga seolah mereka memiliki otoritas keagamaan yang lebih ketimbang tokoh-tokoh Muhammadiyah. Hal tersebut disampaikan Direktur PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah, Deny Asy’ari dalam Launching dan Bedah Buku berjudul Media dan Islam Berkemajuan, di Graha Suara Muhammadiyah, Rabu (13/8/2025), acara  ini digelar sebagai rangkaian Milad 110 Tahun Suara Muhammadiyah . Deny menambahkan media Muhammadiyah harus bisa bersaing di tengah gempuran media online yang memunculkan cyber religion. Sementara Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, Prof. Muchlas berpesan agar jurnalis Muhammadiyah tidak menjadi korban Artificial Intelegent (AI). “Jangan menjadi jurnalis AI, harus lebih pintar dari AI,” ungkapnya. Ia pun mengapresiasi, buku Media dan Islam Berkemajuan yang ditulis Roni Tobroni. Ia pun menyebut empat tokoh yang diulas dalam buku tersebut memiliki kontribusi untuk bangsa. Empat tokoh tersebut, Haji Fachrodin, Buya HAMKA, Ahmad Syafii Ma’arif, dan Haedar Nashir. Hadir juga dalam kesempatan tersebut, penulis Roni Tobroni, Pemimpin Redaksi Kedaulatan Rakyat,  Octo Lampito dan Pemimpin Redaksi Suara Muhammadiyah, Isngadi Marwah. Octo memaparkan peran media dalam perjuangan bangsa sangat besar. “Dulu ketika ada peristiwa perjuangan untuk angkat senjata, seperti saat agresi militer, media tidak terbit karena ikut berjuang,” terangnya. Sedangkan Isngadi mengungkapkan media Islam, khususnya Suara Muhammadiyah memiliki daya ubah. Nampak pula hadir Ketua Umum Tapak Suci  Drs. M. Afnan Hadikusumo, MPI PWM dan PDM se DIY, HW, IMM PDNA dan sejumlah undangan para pemerhati media dan literasi, sedangkan untuk MPI PDM Sleman nampak hadir Arief Hartanto dan Eko Triyanto.  Rep  Eko Triyanto

Loading

Ketua LHKP PP Muhammadiyah Soroti Peluang Demokrasi dari Pemisahan Pemilu

Gamping, Pdmsleman.Or.Id Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai pemisahan waktu pelaksanaan pemilu nasional dan pemilu daerah mengundang beragam respons dari berbagai kalangan.  Salah satu tanggapan yang mencerminkan kedalaman refleksi terhadap arah demokrasi Indonesia datang dari Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr.phil. Ridho Al-Hamdi, M.A. Dalam forum Diskusi Publik bertema “Quo Vadis Pemisahan Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal: Implikasinya untuk Masyarakat Akar Rumput” yang diselenggarakan di Aula Masjid KH. Sudja, RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Minggu (20/7/2025), Ridho menyampaikan pemikiran kritis sekaligus harapan besar terhadap putusan MK tersebut. “Ya, saya akui putusan ini bukan tanpa kritik. Tapi kita perlu menyambutnya bukan dengan penolakan emosional, melainkan dengan penalaran strategis,” ujarnya. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini menilai, pemisahan pemilu justru membuka ruang baru bagi revitalisasi demokrasi lokal yang selama ini cenderung tertutup oleh dominasi politik nasional. Ridho memotret dengan cermat bagaimana pemilu serentak selama ini telah menyebabkan seluruh perhatian masyarakat dan partai politik terpusat pada Pemilihan Presiden (Pilpres).  Akibatnya, kontestasi legislatif dan pemilihan kepala daerah seolah menjadi agenda pelengkap semata. “Proporsional terbuka pun menjadi seolah-olah tertutup karena semua energi politik dan pemberitaan publik hanya fokus pada calon presiden. Ini menjadikan panggung politik lokal seperti hilang dari radar,” tegasnya. Bagi Ridho, kondisi tersebut berbahaya bagi kehidupan demokrasi jangka panjang. Sebab, politik nasional yang terlalu dominan dapat melumpuhkan dinamika lokal, memperlemah kaderisasi, serta menjadikan partai politik sekadar kendaraan elektoral lima tahunan. Meskipun keputusan MK dianggap mengejutkan dan penuh risiko dalam pelaksanaannya, Ridho justru melihat sisi lain yang bisa dimaksimalkan.  “Ruang politik lokal punya peluang untuk tumbuh lebih sehat dan mandiri karena tidak lagi tergerus oleh gegap gempita pemilu nasional,” paparnya. Ia meyakini, dengan pemisahan waktu pelaksanaan, distribusi kerja politik partai akan menjadi lebih proporsional. Struktur partai di daerah akan terdorong untuk bekerja lebih serius dan terorganisir, tidak hanya aktif menjelang pemilu. Ridho menyampaikan, selama ini banyak struktur partai di daerah yang pasif dan hanya hidup dalam musim politik.  Jika dikelola dengan baik, momentum ini bisa menjadi titik balik untuk membangun sistem partai yang tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga pada keberlanjutan gerakan sosial-politik di akar rumput. Sebagai Ketua LHKP PP Muhammadiyah, Ridho menekankan pentingnya partai politik sebagai aktor yang hadir secara konsisten di tengah masyarakat.  Ia menolak model politik musiman yang hanya muncul setiap lima tahun sekali dan cenderung melupakan rakyat setelah pemilu usai. “Partai politik seharusnya menjadi kekuatan transformasi, bukan sekadar mesin elektoral. Ini saatnya kita merumuskan ulang fungsi partai agar lebih substantif,” tandasnya. Dalam pandangannya, putusan MK dapat menjadi alat dorong untuk membentuk kesadaran baru, bahwa demokrasi tidak boleh hanya berhenti pada angka partisipasi pemilu, tetapi harus menyentuh kualitas representasi dan keberlanjutan pengabdian. Menutup pernyataannya, Ridho menyerukan kepada seluruh elemen bangsa, baik akademisi, pengamat, partai politik, hingga masyarakat sipil, untuk tidak terpaku pada debat pro dan kontra putusan MK semata.  Sebaliknya, ia mengajak untuk menjadikan keputusan tersebut sebagai momentum konsolidasi demokrasi Indonesia ke arah yang lebih substantif. “Mari kita rumuskan bersama sistem pemilu yang tidak hanya adil secara prosedural, tapi juga mampu memperkuat kualitas demokrasi dari pusat hingga daerah,” pungkasnya. Diskusi publik ini tidak hanya menyoroti implikasi teknis pemisahan pemilu, tetapi juga membuka ruang kontemplasi tentang masa depan demokrasi di Indonesia.  Pandangan Ridho Al-Hamdi memberi warna yang mendalam, bahwa di balik setiap kebijakan, terdapat peluang untuk memperbaiki kualitas hidup demokrasi di negeri ini, selama ada keberanian untuk membaca tanda zaman dan bekerja bersama demi masyarakat akar rumput. Rep : Athiful/KIM Depok Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Utusan PDM Sleman Hadiri Workshop dan Rakernas MPKU PP Muhammadiyah

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah sebagai gerakan Islam menjalankan misi dakwahya sejak berdiri tahun 1912 dengan gerakan pembaharuan di berbagai bidang, seperti bidang pembaharuan pemahaman  agama, pendidikan, sosial,pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan kesehatan. Menurut Dr. H. A. Agus Samsudin, MM dalam sambutan pembukaan Workshop dan Rakernas Majelis Pembinaan Kesehatan Umat (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 17 Juli 2025 di Hotel Morazen Yogyakarta, “gerakan kesehatan dan kemasyarakatan dilembagakan dalam bentuk amal usaha yang meliputi rumah sakit, poliklinik, balai kesehatan, dan pembinaan keehatan masyarakat dalam pelembagaan penoeloeng kesengsaraan oemat (PKO) yang memiliki landasan kokoh pada Al Maun.” Agenda Workshop dan Rakernas MPKU PP Muhammadiyah mengagendakan pembahasan Renstra tahun 2023 – 2027 bidang : Keuangan, IT dan Coder, serta Kesehatan Masyarakat. Khusus untuk kesehatan masyarakat, worksop ini melibatkan majelis dan lembaga yang lain, yaitu MPKS, LPCRPM, LPP, Lazismu, tingkat pusat, dan lain-lain. Menurut Dr. Agus, keterlibatan majelis dan lembaga ini diharapkan dapat dibangun sinergitas antar majelis dan lembaga dalam mewujudkan program-program setrategis dan langsung menyentuh umat. Workshop ini dihadiri oleh jajaran MPKU PP Muhammadiyah, jajaran Majelis dan Lembaga tngkat pusat, MPKU PWM di seluruh Indonesia, MPKU-MPKS-LPCRPM seluruh DIY, beberapa utusan dari pondok pesantren Muhammadiyah di lingkungan DIY. Kini, Muhammadiyah telah berusia satu abad lebih, maka gerakan dakwah layanan masyarakat harus bisa menjawab tantangan perkembangan zaman dan modernitas yang tetap berpijak pada prinsip Al Maun. “Gerakan dakawah dan layanan MPKU harus menyentuh dan dirasakan oleh ummat, sebagaimana telah dirintis oleh KH. Ahmad Dahlan dan para koleganya, terutama KH. Soedjak yang telah banyak menggagas pelaksanaan gerakan PKO. Sementara itu, Dr. Emma Rahmawati, M.Kes, Wakil Ketua MPKU dalam mengawali worksop menyampaikan bahwa, Generasi Muhammadiyah (Gen-Mu) sebagai ikon dari MPKU adalah generasi yang mengemban gerakan dakwah Muhammadiyah harus SEHAT, TANGGUH, dan BERKEMAJUAN. Semangat menciptakan Gen-Mu ini harus disosialisasikan oleh semua pihak dilingkungan Muhammadiyah. Maka, menurutnya, program-program MPKU yang bisa disinergikan dengan majlis dan lembaga lain dibumikan dalam bentuk: Lembaga Kesejahteraan Sosial Sehat Berkemajuan (LKSSB), Masjid Sehat Berkemajuan (MSB), Pesantren Sehat Berkemajuan (PSB), Lingkungan Tanpa Rokok Sehat Berkemajuan (LTRSB), dan Aksi Bergizi Sehat Berkemajuan. Di bagian akhir, bunda Emma mengajak agar warga Muhammadiyah menjaga kebugarannya melalui Senam Kebugaran Muhammadiyah yang dapat diunduh di youtube Rep: Wahyu Purhantara

Loading

Majelis Pengembangan Pondok Pesantren Paparkan Sejumlah Program Unggulan Peluang Studi ke Timur Tengah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Ahad 6 Juli 2025 Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman berlangsung di Pendopo DPRD Sleman. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting dalam organisasi Muhammadiyah, termasuk para pimpinan Majelis dan lembaga PDM Sleman. Rapat ini bertujuan untuk menyampaikan laporan dan evaluasi program yang telah dilaksanakan selama periode Januari hingga Juni 2025. Majelis Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah Sleman memaparkan sejumlah program yang telah berjalan. Di antara program lama yang dilaporkan adalah sosialisasi pemetaan anak-anak santri di wilayah Sleman untuk melanjutkan studi ke Timur Tengah serta penyediaan beasiswa untuk Pesantren Muhammadiyah. Program ini telah berjalan dengan baik dan diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan bagi santri. Selain itu, pendampingan dalam pendirian dan perizinan pesantren juga menjadi fokus utama. Saat ini, proses ini sedang berlangsung di (MGS) dan Ma’had Ali Bin Abi Thalib. Pendampingan penyaluran native speaker bagi Pondok Pesantren Muhammadiyah juga telah dilaksanakan di (MBS) Prambanan, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris santri. Namun, tidak semua program berjalan sesuai rencana. Monitoring dan evaluasi pesantren Muhammadiyah di wilayah Sleman tidak dapat dilaksanakan karena sudah dilakukan oleh (LP2) PWM. Hal ini menunjukkan adanya sinergi antara lembaga yang ada dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren. Dalam rapat tersebut, Majelis Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah Sleman juga memperkenalkan program baru untuk tahun 2025. Salah satunya adalah pembukaan kuota beasiswa untuk PesantrenMu bagi santri berprestasi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Program ini diharapkan dapat memberikan motivasi lebih bagi santri untuk berprestasi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. LP2M juga berkomitmen untuk membantu membangun kerjasama kuota beasiswa Timur Tengah untuk pondok pesantren di Sleman. Agenda safari dauroh untuk kunjungan rektor Timur Tengah ke kampus dan pondok pesantren di Sleman juga menjadi salah satu program baru yang diharapkan dapat memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan di Indonesia dan Timur Tengah. Ust. H. Riandi Pratama, Lc, Wakil Ketua LP2M Sleman, menyampaikan” pentingnya kerjasama dan kolaborasi antara pondok pesantren Muhammadiyah di Sleman”. Ia berbagi pengalaman pribadi ketika mendampingi beberapa rektor kampus di Timur Tengah, seperti Rektor International University of Africa Sudan, Prof. Dr. Hatim Ustman, dan Presiden International Union of University, Prof. Dr. Muhammad Khair Al-Ghobbani. Pengalaman ini menunjukkan betapa pentingnya menjalin hubungan internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren. “Semoga dengan adanya kerjasama dan kolaborasi yang baik, para pimpinan pondok pesantren Muhammadiyah se-Sleman mampu mewujudkan banyak generasi unggul yang go internasional dan mendunia,” harap Ust. Riandi. Rep  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Lazismu PWM DIY Peduli Guru dengan Program FitriMu Untuk 700 Guru Senilai Rp. 1,6 Milyard

Yogyakarta ,Pdmsleman.Or.Id DR. Muhammad Ikhwan Ahada selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY  menyampaikan komitmen untuk terus berikhtiar untuk melakukan perbaikan kesejahteraan guru.   Posisi guru sangat penting dimana di Muhammadiyah salah satu pilarnya adalah pendidikan, semangat Al Ma’un yang menginspirasi lahirnya ribuan AUM. Kekokohan lembaga pendidikan di Muhammadiyah dan Asiyayah terbukti dimana bisa bertahan meski dengan jumlah murid yang minim.  “Dengan bermodal stempel Muhammadiyah dan keikhlasan para guru untuk berkhidmat dalam pendidikan, semoga para guru golongan yang masuk surga pertamakali karena akar keihklasan yang sangat bagi guru-guru Muhammadiyah yang tujuan akhirnya keridhoan Allah SWT” Sebagai salah satu ikhtiar untuk membantu menyelesaikan persoalan guru honorer, LAZISMU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan program “Peduli Guru dengan FitriMu”. Program ini merupakan bantuan stimulant yang diberikan kepada Guru Muhammadiyah-’Aisyiyah atas dedikasinya telah konsisten mengajar dan mencerdaskan murid di sekolah/madrasah Muhammadiyah-’Aisyiyah. Guru merupakan garda terdepan bangsa dalam proses pembelajaran yang bertujuan menjadikan para pelajar sebagai sumber daya manusia yang cerdas, unggul dan maju di masa depan. Namun,fenomenanya kesejahteraan para guru masih belum bisa terpenuhi terutama untuk guru yang berstatus Honorer. Hal ini sebagaimana nampak dalam lauching program peduli guru dengan Fitrimu  dilaksanakan pada Sabtu, 5 Juli 2025 di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung Siti Moendjijah Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA Yogyakarta) . Sumber dana program ini dari Zakat, Infaq umum dan program pendayagunaan zakat fitri yang dihimpun pada bulan Ramadhan 1445 H/2025 M yang selanjutnya akan disalurkan setiap bulannya untuk guru-guru yang bergaji dibwah Rp. 750.000 selama setahun kedepan. Menurut Pimpinan LAZISMU DIY. Bidang Program Maryono,  “ Program Bhakti Guru Fitrimu ini merupakan amanah Tanwir Muhammadiyah Kupang dan juga merupakan Keputusan dari PWM DIY dan Program ini sendiri sudah berjalan sejak 2020” tuturnya. Terima kasih juga diucapkan kepada Rektor UNISA Yogyakarta atas support untuk kegiatan ini, dan Fitrimu ini menjadi juga program orkestrasi dan kolaborasi wilayah, daerah, dan kantor layanan Lazismu se-D.I. Yogyakarta serta dukungan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Kolaborasi dengan Majelis  DIKDASMEN PNF PWM DIY dan berbagai mitra donator seperti Bank BPD Syariah DIY dan BPRS HIK MCI. Penerima Manfaat adalah Guru yang aktif mengajar di Sekolah/Madrasah Muhamadiyah-’Aisyiyah Memberikan bantuan dana ZISKA kepada guru sebesar Rp 200.000,-/bulan Lazismu Wilayah, Lazismu Daerah daerah (disesuaikan kemampuan daerah masing-masing). Tahun 2025 ini ditargetkan penerima manfaat sejumlah 500 orang, namun karena antusias dari berbagai  stakeholder menjadi 704 orang penerima manfaat di tahun ini dengan total anggaran mencapai 1,6 Milyar Rupiah.

Loading