![]()
Category Archives: Majelis dan Lembaga
Ketua LHKP PP Muhammadiyah Soroti Peluang Demokrasi dari Pemisahan Pemilu
Gamping, Pdmsleman.Or.Id Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai pemisahan waktu pelaksanaan pemilu nasional dan pemilu daerah mengundang beragam respons dari berbagai kalangan. Salah satu tanggapan yang mencerminkan kedalaman refleksi terhadap arah demokrasi Indonesia datang dari Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr.phil. Ridho Al-Hamdi, M.A. Dalam forum Diskusi Publik bertema “Quo Vadis Pemisahan Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal: Implikasinya untuk Masyarakat Akar Rumput” yang diselenggarakan di Aula Masjid KH. Sudja, RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Minggu (20/7/2025), Ridho menyampaikan pemikiran kritis sekaligus harapan besar terhadap putusan MK tersebut. “Ya, saya akui putusan ini bukan tanpa kritik. Tapi kita perlu menyambutnya bukan dengan penolakan emosional, melainkan dengan penalaran strategis,” ujarnya. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini menilai, pemisahan pemilu justru membuka ruang baru bagi revitalisasi demokrasi lokal yang selama ini cenderung tertutup oleh dominasi politik nasional. Ridho memotret dengan cermat bagaimana pemilu serentak selama ini telah menyebabkan seluruh perhatian masyarakat dan partai politik terpusat pada Pemilihan Presiden (Pilpres). Akibatnya, kontestasi legislatif dan pemilihan kepala daerah seolah menjadi agenda pelengkap semata. “Proporsional terbuka pun menjadi seolah-olah tertutup karena semua energi politik dan pemberitaan publik hanya fokus pada calon presiden. Ini menjadikan panggung politik lokal seperti hilang dari radar,” tegasnya. Bagi Ridho, kondisi tersebut berbahaya bagi kehidupan demokrasi jangka panjang. Sebab, politik nasional yang terlalu dominan dapat melumpuhkan dinamika lokal, memperlemah kaderisasi, serta menjadikan partai politik sekadar kendaraan elektoral lima tahunan. Meskipun keputusan MK dianggap mengejutkan dan penuh risiko dalam pelaksanaannya, Ridho justru melihat sisi lain yang bisa dimaksimalkan. “Ruang politik lokal punya peluang untuk tumbuh lebih sehat dan mandiri karena tidak lagi tergerus oleh gegap gempita pemilu nasional,” paparnya. Ia meyakini, dengan pemisahan waktu pelaksanaan, distribusi kerja politik partai akan menjadi lebih proporsional. Struktur partai di daerah akan terdorong untuk bekerja lebih serius dan terorganisir, tidak hanya aktif menjelang pemilu. Ridho menyampaikan, selama ini banyak struktur partai di daerah yang pasif dan hanya hidup dalam musim politik. Jika dikelola dengan baik, momentum ini bisa menjadi titik balik untuk membangun sistem partai yang tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga pada keberlanjutan gerakan sosial-politik di akar rumput. Sebagai Ketua LHKP PP Muhammadiyah, Ridho menekankan pentingnya partai politik sebagai aktor yang hadir secara konsisten di tengah masyarakat. Ia menolak model politik musiman yang hanya muncul setiap lima tahun sekali dan cenderung melupakan rakyat setelah pemilu usai. “Partai politik seharusnya menjadi kekuatan transformasi, bukan sekadar mesin elektoral. Ini saatnya kita merumuskan ulang fungsi partai agar lebih substantif,” tandasnya. Dalam pandangannya, putusan MK dapat menjadi alat dorong untuk membentuk kesadaran baru, bahwa demokrasi tidak boleh hanya berhenti pada angka partisipasi pemilu, tetapi harus menyentuh kualitas representasi dan keberlanjutan pengabdian. Menutup pernyataannya, Ridho menyerukan kepada seluruh elemen bangsa, baik akademisi, pengamat, partai politik, hingga masyarakat sipil, untuk tidak terpaku pada debat pro dan kontra putusan MK semata. Sebaliknya, ia mengajak untuk menjadikan keputusan tersebut sebagai momentum konsolidasi demokrasi Indonesia ke arah yang lebih substantif. “Mari kita rumuskan bersama sistem pemilu yang tidak hanya adil secara prosedural, tapi juga mampu memperkuat kualitas demokrasi dari pusat hingga daerah,” pungkasnya. Diskusi publik ini tidak hanya menyoroti implikasi teknis pemisahan pemilu, tetapi juga membuka ruang kontemplasi tentang masa depan demokrasi di Indonesia. Pandangan Ridho Al-Hamdi memberi warna yang mendalam, bahwa di balik setiap kebijakan, terdapat peluang untuk memperbaiki kualitas hidup demokrasi di negeri ini, selama ada keberanian untuk membaca tanda zaman dan bekerja bersama demi masyarakat akar rumput. Rep : Athiful/KIM Depok Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Utusan PDM Sleman Hadiri Workshop dan Rakernas MPKU PP Muhammadiyah
Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah sebagai gerakan Islam menjalankan misi dakwahya sejak berdiri tahun 1912 dengan gerakan pembaharuan di berbagai bidang, seperti bidang pembaharuan pemahaman agama, pendidikan, sosial,pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan kesehatan. Menurut Dr. H. A. Agus Samsudin, MM dalam sambutan pembukaan Workshop dan Rakernas Majelis Pembinaan Kesehatan Umat (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 17 Juli 2025 di Hotel Morazen Yogyakarta, “gerakan kesehatan dan kemasyarakatan dilembagakan dalam bentuk amal usaha yang meliputi rumah sakit, poliklinik, balai kesehatan, dan pembinaan keehatan masyarakat dalam pelembagaan penoeloeng kesengsaraan oemat (PKO) yang memiliki landasan kokoh pada Al Maun.” Agenda Workshop dan Rakernas MPKU PP Muhammadiyah mengagendakan pembahasan Renstra tahun 2023 – 2027 bidang : Keuangan, IT dan Coder, serta Kesehatan Masyarakat. Khusus untuk kesehatan masyarakat, worksop ini melibatkan majelis dan lembaga yang lain, yaitu MPKS, LPCRPM, LPP, Lazismu, tingkat pusat, dan lain-lain. Menurut Dr. Agus, keterlibatan majelis dan lembaga ini diharapkan dapat dibangun sinergitas antar majelis dan lembaga dalam mewujudkan program-program setrategis dan langsung menyentuh umat. Workshop ini dihadiri oleh jajaran MPKU PP Muhammadiyah, jajaran Majelis dan Lembaga tngkat pusat, MPKU PWM di seluruh Indonesia, MPKU-MPKS-LPCRPM seluruh DIY, beberapa utusan dari pondok pesantren Muhammadiyah di lingkungan DIY. Kini, Muhammadiyah telah berusia satu abad lebih, maka gerakan dakwah layanan masyarakat harus bisa menjawab tantangan perkembangan zaman dan modernitas yang tetap berpijak pada prinsip Al Maun. “Gerakan dakawah dan layanan MPKU harus menyentuh dan dirasakan oleh ummat, sebagaimana telah dirintis oleh KH. Ahmad Dahlan dan para koleganya, terutama KH. Soedjak yang telah banyak menggagas pelaksanaan gerakan PKO. Sementara itu, Dr. Emma Rahmawati, M.Kes, Wakil Ketua MPKU dalam mengawali worksop menyampaikan bahwa, Generasi Muhammadiyah (Gen-Mu) sebagai ikon dari MPKU adalah generasi yang mengemban gerakan dakwah Muhammadiyah harus SEHAT, TANGGUH, dan BERKEMAJUAN. Semangat menciptakan Gen-Mu ini harus disosialisasikan oleh semua pihak dilingkungan Muhammadiyah. Maka, menurutnya, program-program MPKU yang bisa disinergikan dengan majlis dan lembaga lain dibumikan dalam bentuk: Lembaga Kesejahteraan Sosial Sehat Berkemajuan (LKSSB), Masjid Sehat Berkemajuan (MSB), Pesantren Sehat Berkemajuan (PSB), Lingkungan Tanpa Rokok Sehat Berkemajuan (LTRSB), dan Aksi Bergizi Sehat Berkemajuan. Di bagian akhir, bunda Emma mengajak agar warga Muhammadiyah menjaga kebugarannya melalui Senam Kebugaran Muhammadiyah yang dapat diunduh di youtube Rep: Wahyu Purhantara
![]()
Majelis Pengembangan Pondok Pesantren Paparkan Sejumlah Program Unggulan Peluang Studi ke Timur Tengah
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Ahad 6 Juli 2025 Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman berlangsung di Pendopo DPRD Sleman. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting dalam organisasi Muhammadiyah, termasuk para pimpinan Majelis dan lembaga PDM Sleman. Rapat ini bertujuan untuk menyampaikan laporan dan evaluasi program yang telah dilaksanakan selama periode Januari hingga Juni 2025. Majelis Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah Sleman memaparkan sejumlah program yang telah berjalan. Di antara program lama yang dilaporkan adalah sosialisasi pemetaan anak-anak santri di wilayah Sleman untuk melanjutkan studi ke Timur Tengah serta penyediaan beasiswa untuk Pesantren Muhammadiyah. Program ini telah berjalan dengan baik dan diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan bagi santri. Selain itu, pendampingan dalam pendirian dan perizinan pesantren juga menjadi fokus utama. Saat ini, proses ini sedang berlangsung di (MGS) dan Ma’had Ali Bin Abi Thalib. Pendampingan penyaluran native speaker bagi Pondok Pesantren Muhammadiyah juga telah dilaksanakan di (MBS) Prambanan, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris santri. Namun, tidak semua program berjalan sesuai rencana. Monitoring dan evaluasi pesantren Muhammadiyah di wilayah Sleman tidak dapat dilaksanakan karena sudah dilakukan oleh (LP2) PWM. Hal ini menunjukkan adanya sinergi antara lembaga yang ada dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren. Dalam rapat tersebut, Majelis Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah Sleman juga memperkenalkan program baru untuk tahun 2025. Salah satunya adalah pembukaan kuota beasiswa untuk PesantrenMu bagi santri berprestasi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Program ini diharapkan dapat memberikan motivasi lebih bagi santri untuk berprestasi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. LP2M juga berkomitmen untuk membantu membangun kerjasama kuota beasiswa Timur Tengah untuk pondok pesantren di Sleman. Agenda safari dauroh untuk kunjungan rektor Timur Tengah ke kampus dan pondok pesantren di Sleman juga menjadi salah satu program baru yang diharapkan dapat memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan di Indonesia dan Timur Tengah. Ust. H. Riandi Pratama, Lc, Wakil Ketua LP2M Sleman, menyampaikan” pentingnya kerjasama dan kolaborasi antara pondok pesantren Muhammadiyah di Sleman”. Ia berbagi pengalaman pribadi ketika mendampingi beberapa rektor kampus di Timur Tengah, seperti Rektor International University of Africa Sudan, Prof. Dr. Hatim Ustman, dan Presiden International Union of University, Prof. Dr. Muhammad Khair Al-Ghobbani. Pengalaman ini menunjukkan betapa pentingnya menjalin hubungan internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren. “Semoga dengan adanya kerjasama dan kolaborasi yang baik, para pimpinan pondok pesantren Muhammadiyah se-Sleman mampu mewujudkan banyak generasi unggul yang go internasional dan mendunia,” harap Ust. Riandi. Rep Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Lazismu PWM DIY Peduli Guru dengan Program FitriMu Untuk 700 Guru Senilai Rp. 1,6 Milyard
Yogyakarta ,Pdmsleman.Or.Id DR. Muhammad Ikhwan Ahada selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY menyampaikan komitmen untuk terus berikhtiar untuk melakukan perbaikan kesejahteraan guru. Posisi guru sangat penting dimana di Muhammadiyah salah satu pilarnya adalah pendidikan, semangat Al Ma’un yang menginspirasi lahirnya ribuan AUM. Kekokohan lembaga pendidikan di Muhammadiyah dan Asiyayah terbukti dimana bisa bertahan meski dengan jumlah murid yang minim. “Dengan bermodal stempel Muhammadiyah dan keikhlasan para guru untuk berkhidmat dalam pendidikan, semoga para guru golongan yang masuk surga pertamakali karena akar keihklasan yang sangat bagi guru-guru Muhammadiyah yang tujuan akhirnya keridhoan Allah SWT” Sebagai salah satu ikhtiar untuk membantu menyelesaikan persoalan guru honorer, LAZISMU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan program “Peduli Guru dengan FitriMu”. Program ini merupakan bantuan stimulant yang diberikan kepada Guru Muhammadiyah-’Aisyiyah atas dedikasinya telah konsisten mengajar dan mencerdaskan murid di sekolah/madrasah Muhammadiyah-’Aisyiyah. Guru merupakan garda terdepan bangsa dalam proses pembelajaran yang bertujuan menjadikan para pelajar sebagai sumber daya manusia yang cerdas, unggul dan maju di masa depan. Namun,fenomenanya kesejahteraan para guru masih belum bisa terpenuhi terutama untuk guru yang berstatus Honorer. Hal ini sebagaimana nampak dalam lauching program peduli guru dengan Fitrimu dilaksanakan pada Sabtu, 5 Juli 2025 di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung Siti Moendjijah Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA Yogyakarta) . Sumber dana program ini dari Zakat, Infaq umum dan program pendayagunaan zakat fitri yang dihimpun pada bulan Ramadhan 1445 H/2025 M yang selanjutnya akan disalurkan setiap bulannya untuk guru-guru yang bergaji dibwah Rp. 750.000 selama setahun kedepan. Menurut Pimpinan LAZISMU DIY. Bidang Program Maryono, “ Program Bhakti Guru Fitrimu ini merupakan amanah Tanwir Muhammadiyah Kupang dan juga merupakan Keputusan dari PWM DIY dan Program ini sendiri sudah berjalan sejak 2020” tuturnya. Terima kasih juga diucapkan kepada Rektor UNISA Yogyakarta atas support untuk kegiatan ini, dan Fitrimu ini menjadi juga program orkestrasi dan kolaborasi wilayah, daerah, dan kantor layanan Lazismu se-D.I. Yogyakarta serta dukungan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Kolaborasi dengan Majelis DIKDASMEN PNF PWM DIY dan berbagai mitra donator seperti Bank BPD Syariah DIY dan BPRS HIK MCI. Penerima Manfaat adalah Guru yang aktif mengajar di Sekolah/Madrasah Muhamadiyah-’Aisyiyah Memberikan bantuan dana ZISKA kepada guru sebesar Rp 200.000,-/bulan Lazismu Wilayah, Lazismu Daerah daerah (disesuaikan kemampuan daerah masing-masing). Tahun 2025 ini ditargetkan penerima manfaat sejumlah 500 orang, namun karena antusias dari berbagai stakeholder menjadi 704 orang penerima manfaat di tahun ini dengan total anggaran mencapai 1,6 Milyar Rupiah.
![]()
SMP Muhammadiyah 1 Gamping Raih Juara 3 Sekolah Adiwiyata Muhammadiyah, Aksi Nyata Mewujudkan Bumi Lestari
Gamping, Pdmsleman.Or.Id SMP Muhammadiyah 1 Gamping meraih juara ke 3 dalam lomba sekolah Adiwiyata Muhammadiyah lintas jenjang SD-SMP Muhammadiyah se DIY oleh Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (MLH PWM DIY). Kegiatan ini merupakan bagian dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang bertema Aksi Nyata Mewujudkan Bumi Lestari. Verifikasi dan evaluasi dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2025, dihadiri oleh tim evaluator dari Majelis Lingkungan Hidup PWM DIY, Majelis Dikdasmen PNF dan Pontren PCM Gamping, jajaran pimpinan sekolah, guru karyawan, murid kader adiwiyata, paguyuban orangtua serta perwakilan komite sekolah. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meninjau sejauh mana program Adiwiyata di SMP Muhammadiyah 1 Gamping telah dijalankan secara berkelanjutan dalam Gerakan Peduli dan Budaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS). Evaluasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kebijakan sekolah yang ramah lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, hingga kegiatan partisipatif warga sekolah dan pengelolaan sarana pendukung berwawasan lingkungan. Kepala SMP Muhammadiyah 1 Gamping, Watini, S.Pd.Si, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh jejaring mitra yang telah dijalin baik kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Sleman, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, PPL kapanewon Gamping, H. Koesno Wibowo, ST, M.Si Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PDM Sleman maupun DR. Sapardiyono MLH PWM DIY terhadap upaya sekolah dalam membentuk lingkungan yang sehat, asri dan nyaman. Semua ini bukanlah proses yang instan namun butuh proses panjang yang berkelanjutan, melalui penguatan karakter seluruh warga sekolah yang diwujudkan dalam pembiasaan dan keteladanan. “Kami berkomitmen menjadikan sekolah ini sebagai ruang edukasi yang tidak hanya menanamkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai dan empati kepedulian terhadap lingkungan hidup di sekolah,” tandas beliau. Senada dengan itu, Dhamar Wahyuningsih, S.Pd., selaku Ketua Program Adiwiyata, juga menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari kerja kolektif seluruh warga sekolah. “Adiwiyata bukan hanya kegiatan sesaat, tapi telah menjadi budaya di SMP Muhammadiyah 1 Gamping. Kami terus mengembangkan inovasi, baik melalui kegiatan penghijauan, pengelolaan sampah, maupun edukasi lingkungan yang terintegrasi dalam pembelajaran,” jelasnya. Apresiasi diberikan pada Puncak kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang diselenggarakan di Taman Budaya Embung Giwangan tanggal 28 Juni 2025. Capaian ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi SMP Muhammadiyah 1 Gamping untuk terus meningkatkan Gerakan Peduli dan Budaya Lingkungan Hidup di Sekolah beserta kualitas program Adiwiyata dan menjadi teladan bagi sekolah-sekolah lain dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang ramah lingkungan. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan semua pihak, SMP Muhammadiyah 1 Gamping optimis mampu mempertahankan predikat sebagai Sekolah Adiwiyata dan terus berkontribusi dalam mewujudkan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan. Rep Humas Muhiga
![]()
MEBP Sleman dan PWM DIY Gelar Sosialisasi Ja-Ri-Mu, Luncurkan JSM Sleman dan Teken MoU Penguatan Ekonomi Umat
Sleman,Pdmsleman.Or.Id Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman bersama MEBP Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY menggelar kegiatan Sosialisasi Jaringan Ritel Muhammadiyah (Ja-Ri-Mu) di Sleman, pada hari Sabtu, 28 Juni 2025 pukul 13.00 hingga 16.30 WIB bertempat di Aula PDM Sleman. Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua PDM Sleman yang membidangi MEBP, Drs. H. Irfan Haris, Ketua MEBP PDM Sleman H. Rama Widia Sentot, SE., MEK., jajaran Pengurus MEBP PDM Sleman, serta perwakilan MEBP dari seluruh PCM se-Kabupaten Sleman. Dalam sosialisasi ini, tim Ja-Ri-Mu DIY mempresentasikan program unggulan bertajuk “Kulakan Bersama” sebagai langkah konkret untuk memperkuat jaringan ritel warga Muhammadiyah melalui model pengadaan kolektif. Program ini diharapkan menjadi solusi efisien dan kolaboratif bagi pelaku usaha ritel Muhammadiyah di akar rumput. Kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) ke-4, yang dijadwalkan berlangsung pada 12–14 September 2025 mendatang. MJE ke-4 akan menjadi panggung utama bagi produk UMKM warga Muhammadiyah dan berbagai inovasi ekonomi dari berbagai daerah di DIY. Puncak acara ditandai dengan Launching Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) Sleman, yang bertujuan membangun ekosistem saudagar Muhammadiyah yang solid, kolaboratif, dan profesional. Pada kesempatani ini, juga diperkenalkan susunan pengurus JSM Sleman periode 2025–2028, sebagai berikut: Ketua : ArifFajarWibisono, SE., M.Sc.WakilKetua : JazimHamidy, S.P.Sekretaris : Imam Suharmanto, SE.WakilSekretaris : DwiRahmanto Nugroho, S.Pd.Bendahara : Tri SugengRiyadiWakilBendahara : Jamhari, S.TP. Pengurus JSM Sleman ini direncanakan akan dilantik secara resmi oleh Pengurus JSM DIY pada saat pelaksanaan MJE September mendatang. Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, acara ini juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara MEBP PDM Sleman, yang diwakili oleh Ketua H. Rama Widia Sentot, SE., MEK., dan PT. Fosil Jogja Istimewa (PT. FJI), yang diwakili oleh Direktur Utamanya, Taefur Aziz, S.H.I. MoU ini bertujuan memperkuat peran PT. FJI sebagai mitra konsultan dan fasilitator pembinaan pendidikan ritel Muhammadiyah Sleman di bawah koordinasi JSM Sleman. Acara ditutup dengan suasana penuh semangat kolaborasi dan kebersamaan dalam sesi foto bersama, menandai langkah maju konsolidasi kekuatan ekonomi Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Rep H. Rama Widia Sentot, SE, MEBP PDM Sleman
![]()
Muhammadiyah Sleman Gelar Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis dan Diskusi Koperasi Desa Merah Putih
Sleman, Pdmsleman.Mu.Or.Id Sabtu, 14 Juni 2025 Pk. 08.00-13.00 WIB bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman LHKP ( Lembaga Hikmah Kenijakan Publik ), Majelis Ekonomi Bisnis Pawisata Daerah dan Cabang Muhammadiyah Sleman gelar Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis dan Diskusi Koperasi Desa Merah Putih yang dihadiri sekitar 250 peserta. Menurut Nur Cahyo Ketua Panitia acara “ Tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah melihat bagaimana Persyarikatan Muhammadiyah Kabupaten Sleman dapat memahami peluang positif dan menyusun langkah konkret terkait program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis, Terumuskannya rencana aksi Muhammadiyah Kabupaten Sleman terkait program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis di Sleman”. Sekda Sleman Drs. Susmiarto MM dalam sambutanya menyampaikan bahwa “ apresiasi atas acara ini guna pembentukan Koperasi Merah Putih yang merupakan inisiatif pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa dan pemberdayaan ekonomi tingkat bawah melalui usaha bersama berbasis kebutuhan local ”. Dalam pembentukannya koperasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, dan warga desa. Sementara A.S Ardani Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman yang membidangi Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik dalam sambutannya menyatakan bahwa “ Muhammadiyah telah mengambil peran yg strategis dalam mendukung program pemerintah Makan Bergizi Gratis bagi anak sekolah dan bumil. Peran strategis itu diwujudkan dengan telah membentuk Kornas dan Korwil di tingkat Wilayah DIY”. Begitu juga di tingkat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman direncanakan mengadakan beberapa titik dapur makan bergizi gratis yang sebagian sedang dalam proses pembangunan, seperti di cabang Minggir,Moyudan dan Prambanan. Dalam acara sosialisasi ini dimoderatori oleh Trapsi Haryadi dengan materi pembicara Penjelasan Detail tentang Koperasi Desa Merah Putih dan Progressnya di Kab. Sleman” Oleh Dra. Tina Hastani, M.M. (Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kab. Sleman) dilanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemberdayaan Rakyat Desa/Kalurahan” Oleh R. Agus Choliq, S.E., M.M. (Ketua Forkom BUMKal se-DIY, Praktisi Program MBG) dan “Program Koperasi Merah Putih (KDMP) untuk Mewujudkan Kemakmuran Rakyat” Oleh Husni Heriyanto (Puskopkab Koperasi Desa Merah Putih Kab. Sleman). Dalam diskusi ini mengemuka berbagai bahwa pembentukan Koprasi Desa Merah Putih harus terbentuk lewat Muskalsus dengan tujuan untuk pemberdayaan ekonomi tingkat bawah dengan membuat koperasi baru, Revitalisasi koerasi baru, pengembangan koperasi desa yang sehat dan aset berkembang adapun modal koperasi berasal dari penyertaan modal dan simpan pinjam serta Badan Hukum koperasi difasilitasi Pemkab Sleman. Harapannya pertumbuhan ekonomi akan semakin tumbuh sesuai dengan tagline Menko Pangan Zulkifli Hassan “Bangun desa Indonesia jaya”. Koperasi bukan perkumpulan modal tapi perkumpulan anggota dengan wujud kKerjasama saling menghargai, tidak akan mengkerdilkan usaha yang ada, kerjasama agar tidak ada konflik di masyarakat yang semuanya bermuara agar angka kemiskinan bisa turun dan pertumbuhan ekonomi. Reportase HArjito MPI PDM SLeman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
LPCRPM PDM Sleman menerima kunjungan ketua PWM DIY yang membidangi LPCRPM.
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pemberdayaan Masjid PDM Sleman terus bergerak, hal ini Nampak ketika Ustadz Cahyono S.Ag selaku ketua PWM DIY yang membidangi LPCRPM, mengadakan tatap muka dengan pimpinan LPCRPM PDM Sleman pada Rabu (4/6/25)di Sekretariat PDM Sleman. Hadir pada kesempatan itu Ketua PDM Sleman Ust Nasirun didampingi US Parwoto M.KM selaku Ketua dan sejumlah anggota LPCRPM Sleman. Pada acara tersebut Ust Cahyono menyampaikan ada 8 program unggulan PWM DIY, dalam pengarahannya menjelaskan antara lain program yang terkait dengan LPCRPM , “ apakah di Sleman sudah berjalan dengan baik ataukah belum dan apa kendala-kendalanyanya. Diantaranya program KTAnisasi anggota Muhammadiyah yang telah dicanangkan bagaimana tingkat keberhasilannya di Sleman, masing-masing PRM punya target pertambahan 3 orang perbulan berapa jumlah rantingnya di Sleman tercapai atau tidak”. Sudahkah dipersiapkan cabang, ranting dan masjid unggul di Sleman, berharap munculnya cabang ranting unggul di Sleman disamping juga masjidnya. Sementara dalam sambutannya Ust Nasirunwakil Ketua PDM Sleman” PDM Sleman menyambut baik kunjungan itu dan siap untuk mendukung penuh program-program unggulan PWM DIY dapat dijalankan di PDM Sleman”. Silaturahmi ditutup dengan foto bersama, meski masih diguyur hujan Alhamdulillaah berjalan baik, lancar dan penuh keakraban. Reportase US Parwoto M.KM Ketua LPCRPM PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Sarasehan Cabang, Ranting, dan Masjid Unggul Tingkat Daerah Muhammadiyah Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sabtu, 24 Mei 2025 Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman ( PDM ) Sleman bertempat di Aula SMK Muhammadiyah 1 Sleman menggelar acara bertajuk “Sarasehan Cabang, Ranting, dan Masjid Unggul Tingkat Daerah”. Acara ini dihadiri oleh segenap anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sleman, Pimpinan Majelis dan Lembaga PDM, serta 17 pimpinan cabang Muhammadiyah se-Daerah Sleman. Acara ini dibuka oleh Ketua LPCRPM PDM Sleman US Prawoto, S.Ag. MKM yang menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar cabang dan ranting dalam mengembangkan program-program unggulan di lingkungan Muhammadiyah. “Kita berkumpul di sini untuk saling berbagi pengalaman dan strategi dalam membangun Cabang dan Ranting dan masjid yang unggul”. Arahan dan Amanat Ketua PDM Sleman serta membuka Sarasehan oleh Ketua PDM Sleman diwakili H. Nasirun Wakil Ketua yang membidangi LPCR “ Periode kemarin PDM Sleman telah melahirkan PCM Minggir juara II LPCRPM Nasional, PRM diwakili PRM Nogotirto dan Masjid bAiturrahman Depok, ke depan terus saling berlomba dalam kebaikan untuk berikan yang terbaik”. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari H. Muhammad Jamaluddin Ahmad, S. Psi, Psikolog (Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah 2022-2027) membawakan materi ‘ Menghidupkan Masjid, Menguatkan Cabang Dan Ranting . Cabang,Ranting dan Masjid Muhammadiyah adalah “The Real Muhammadiyah, Ranting Muhammmadiyah adalah ujung tombak persyarikatan Muhammadiyah, Ruhnya” Ranting Muhammadiyah adalah Pengajian yang subur, Masjid yang makmur memakmurkan, Beramal dengan ikhlas dan gembira, Gemar berinfaq, zakat, shodaqoh dan berwakaf dan Rapat rutin yang dapat diselenggarakan dengan baik, ada tindak lanjut dan evaluasi serta selalu disemangati nilai “tajdid”. majunya cabang dan ranting serta masjid jadi kunci strategis untuk dakwah Persyarikatan Muhammadiyah, cabang dan ranting Muhammadiyah di seluruh Indonesia memiliki masjid percontohan dan ini bisa dimulai di Tingkat Daerah untuk memulai dengan mengirimkan perwakilan mengikuti pelatihan Marbotmu. Dalam presentasinya, beliau menjelaskan berbagai program yang telah dilaksanakan oleh Muhammadiyah di tingkat pusat dan bagaimana program tersebut dapat diadaptasi di tingkat daerah. “Kita harus mampu menjawab tantangan zaman dengan inovasi dan kreativitas. Masjid harus menjadi tempat yang ramah dan inklusif bagi semua kalangan,” tegasnya. Sesi berikutnya adalah Kiat-Kiat menuju PCM, PRM & Masjid Unggul berupa testimoni dari beberapa cabang dan ranting yang telah berhasil menerapkan konsep Masjid Unggul pada tahun 2024 yakni Ketua PCM Minggir Oleh H.Ngadimin, PRM Nogotirto Gamping Oleh Heru Prasetyo dan Ketua Takmir Masjid “Baiturrahman” Condong Catur Ir. Budi Prasetyo. Reportase Arief Hartanto MPI PDM SLeman
![]()