Kolaborasi MPI PDM Sleman Dan FEB UMY Perkuat Pengelolaan Media Sosial SMA/K se Sleman.

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Penguatan kapasitas digital sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman mendapat dukungan nyata dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FEB UMY) melalui penyelenggaraan Pelatihan Pengelolaan Media Sosial (Medsos), Rabu (11/2/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Laboratorium Ekonomi Program Studi Ekonomi FEB UMY, Gedung Ki Bagus Hadikusumo E4 lantai 2, ini diikuti 30 guru dan staf pengelola media sosial SMA/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Melalui fasilitas akademik dan pendampingan dosen, FEB UMY mengambil peran strategis dalam transfer pengetahuan dan keterampilan digital bagi pengelola media sekolah. Program ini merupakan kolaborasi antara tim pengabdian masyarakat Program Studi Ekonomi FEB UMY dengan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman. Sinergi kampus–persyarikatan tersebut dirancang sebagai model penguatan kapasitas digital marketing pendidikan yang aplikatif. Pelatihan berlangsung selama tiga jam dengan pendekatan kuliah interaktif, praktikum, diskusi kelompok, simulasi, serta studi kasus yang relevan dengan konteks pengelolaan kanal resmi sekolah. Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Ekonomi FEB UMY yang juga Ketua Program Studi Ekonomi FEB UMY, Dr. Dyah Titis Kusuma Wardani, S.E., MIDEC, menegaskan bahwa peran FEB UMY tidak berhenti pada penyediaan ruang dan narasumber, tetapi juga pada perancangan kurikulum pelatihan yang berbasis kebutuhan riil sekolah. “Melalui kolaborasi ini, kami mendorong peningkatan kompetensi guru dan staf agar mampu mengelola media sosial secara strategis, memproduksi konten yang efektif, serta membaca metrik kinerja untuk memperkuat reputasi sekolah,” jelasnya. Pada kesempatan tersebut, FEB UMY juga menyerahkan hibah sarana pendukung kepada MPI PDM Sleman sebagai mitra pengabdian masyarakat. Materi pelatihan difokuskan pada pemilihan platform media sosial yang relevan untuk institusi pendidikan, strategi produksi konten kreatif (foto, video, dan narasi), penguatan engagement audiens, serta analisis performa kanal digital. Sesi pertama diampu Rayna Aksan, praktisi pemasaran digital dan media sosial, dilanjutkan sesi kedua oleh Hussein sebagai fasilitator konten kreatif. Peserta memperoleh praktik langsung pengemasan konten visual, penyusunan kalender editorial, teknik storytelling institusional, hingga pengenalan analitik akun. Praktik pengeditan video pendek untuk promosi sekolah juga diberikan guna merespons tren konsumsi konten audiovisual di Instagram, Facebook, dan TikTok. Ketua MPI PDM Sleman, Arief Hartanto,  menekankan bahwa transformasi pengelolaan media sosial merupakan bagian dari syiar Muhammadiyah yang berkemajuan. “Media sosial tidak lagi sekadar etalase informasi, tetapi instrumen syiar digital yang berdampak bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah.,” ujarnya. Wakil Ketua PDM Sleman, Eko Sumardianto menilai inisiatif kolaboratif FEB UMY dan MPI PDM Sleman sebagai langkah konkret membangun ekosistem komunikasi publik sekolah Muhammadiyah.  Menurutnya, pengelolaan media sosial yang profesional akan meningkatkan kesadaran publik, menarik minat calon peserta didik, serta memperkuat kepercayaan orang tua. “Reputasi lembaga kini dibentuk melalui jejak digital yang konsisten, informatif, dan etis,” katanya. Pelatihan ini menyasar guru dan staf yang bertanggung jawab langsung atas akun resmi sekolah Muhammadiyah di Sleman.  Dengan dukungan keilmuan dan pendampingan FEB UMY, program ini diharapkan mempercepat peningkatan kualitas komunikasi digital sekolah Muhammadiyah sehingga reputasi lembaga dan kesadaran publik terhadap pendidikan Muhammadiyah semakin menguat. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

MPKS PDM Sleman Gelar Silaturahmi LKSA, Perkuat Legalitas dan Komitmen Anti-Kekerasan Anak

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan “Silaturahmi Anak Asuh Muhammadiyah-Aisyiyah se-Sleman” pada Sabtu, 31 Januari 2026 bertempat di Rumah Dinas Wakil Bupati Sleman. Acara ini menjadi momentum krusial bagi pengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) untuk memperkuat legalitas lembaga sekaligus memastikan perlindungan maksimal bagi anak asuh.  Kegiatan yang dihadiri oleh pengurus, pengasuh, dan perwakilan anak asuh dari berbagai cabang seperti ACC An Nur Prambanan hingga MCC Seyegan ini memfokuskan pada dua isu utama: sosialisasi regulasi terbaru Kementerian Sosial dan pencegahan kekerasan di lingkungan panti.  Dalam laporannya, MPKS PDM Sleman menekankan bahwa setiap LKSA atau panti asuhan memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pengasuhan dan pemenuhan hak anak. Untuk menjamin mutu tersebut, kepatuhan terhadap regulasi menjadi harga mati. “Setiap LKSA/Panti Asuhan diwajibkan memiliki Tanda Daftar sebagai bentuk legalitas dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 5 Tahun 2024,” tutur H. Wahyu Purhantara.  Workshop ini menghadirkan narasumber Josua Lapudhoh yang membedah mekanisme pengajuan Tanda Daftar tersebut. Melalui sesi ini, diharapkan para pengelola memahami hak dan kewajiban mereka sebagai lembaga yang terdaftar secara resmi di bawah payung hukum negara.  Selain aspek administratif, agenda utama lainnya adalah pencegahan kekerasan terhadap anak yang disampaikan Nyadi Kasmoredjo. MPKS menyadari bahwa anak yang tinggal di panti asuhan termasuk kelompok rentan yang membutuhkan sistem perlindungan kuat dan terstruktur.  Dasar pelaksanaan kegiatan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Konvensi Hak Anak. Panitia menegaskan bahwa lingkungan pengasuhan harus dipastikan aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, seksual, maupun penelantaran.  “Tujuan khusus kami adalah meningkatkan kesadaran pengelola dan pengasuh tentang pentingnya perlindungan anak serta mendorong penerapan pengasuhan yang aman dan ramah anak,” ungkap, Drs. Wahyu Purhantara, M.M., dalam sambutannya saat membuka acara.  Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini juga diisi dengan diskusi interaktif dan pembagian praktik baik (best practices) antar pengelola panti. Dengan anggaran yang disusun secara efisien, kegiatan ini mampu mensinergikan berbagai elemen pendukung kesejahteraan sosial di Kabupaten Sleman.  Melalui silaturahmi ini, MPKS PDM Sleman berharap seluruh pihak dapat berperan aktif demi terwujudnya pengasuhan anak yang berkualitas dan berkeadilan. Penutupan acara menandai komitmen bersama untuk menjadikan LKSA Muhammadiyah-Aisyiyah sebagai teladan dalam pemenuhan hak-hak anak di Daerah Istimewa Yogyakarta.  Rep H. Yu Poer  MPKS PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Peran Muhammadiyah dalam Pembangunan  Produk Halal di Wilayah Kabupaten Sleman DIY Dalam Gelaran (MSE) # 1

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Jumat, 9 Januari 2026  dalam event MSE Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) # 1 di Sleman City Hall(SCH), Lembaga Pengkajian, Pengawasan dan Pendampingan Produk Halal (LP4H) PDM Sleman berkesempatan melaksanakan Talkshow  Ekonomi di kegiatan MSE #  1 dengan tema  Peran Muhammadiyah dalam Pembangunan  Produk Halal di Wilayah Kabupaten Sleman DIY dengan sub tema  Titik Kritis Produksi Kuliner Halal. Dalam event tersebut, tampil Ketua LP4H PDM Kabupaten Sleman DIY , Drs. Sutarman, M.A. bersama Sekretaris H. Kurnia Widyadimulya, S. I. Komp.,MSc. Dipandu oleh moderator Ngudah dari SMK Muhammadiyah Turi. Ketua LP4H Sutarman memulai dengan menyampaikan berdasarkan Peraturan Bupati Sleman Nomor: 65 Tahun 2024 Tentang Percepatan Sertifikasi Halal Bagi Produk Usaha Miko Kecil Dan Menengah di Kabupaten Sleman DIY. Kapala Dinas Perindag Sleman melaunching proyek aksi perubahan melalui “Sinergi Sadar Halal ”  terbentuk kawasan Sektor Kuliner dan Industri Kecil Menengah (IKM), antara lain: Sentra Industri Halal Bakpiah Minomartani dan Jadah Tempe Kaliurang di wilayah Pemda Tk. 2 Sleman DIY.          LP4H PDM Sleman merupakan  satu-satunya lembaga yang sudah terbentuk di wilayah PWM DIY. BPJPH menetapkan implementasi kewajiban sertifikasi halal akan mulai  Tahun 2026 bulan November pemerintah mencanangkan wajib bersertifikat halal untuk  semua UMK di Wilayah NKRI, maka  BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) membentuk UPT. Balai PJPH di tiap Provinsi & Kabupaten.  Tahun 2026 Presiden Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto menetapkan  target dengan menyiapkan kuota 1,35 Juta Sertifikasi Halal Gratis bagi pelaku UMK (Usaha Mikro & Kecil) di seluruh Indinesia guna memperkuat hilirisasi produk UMKM dan perlindungan bagi konsumen muslim. Di akhir sesi,  Ketua LP4H PDM Sleman menjelaskan dari perspektif fiqih tentang pengertian  halal, haram dan subhat beserta contoh-contohnya. Sementara Sekretaris LP4H PDM Sleman H. Kurnia Widyadimulya, S.I. Komp., M. Sc lebih menyoroti tentang titik kritis produksi kuliner halal. Bahan yang halal, tetapi kalau dalam prosesnya ada hal yang haram, maka hasil olahan makanan tersebut bisa jadi haram. Contoh olahan ayam atau  bakar, ketika kuas yang dipakai tidak halal, maka ayam atau bebek bakar akan menjadi haram. Begitu juga dalam hal penyembelihan unggas, juga perlu diperhatikan betul, apakah penyembelih sudah bersertifikat halal atau belum. “Kita harus menjadi konsumen cerdas” katanya, “artinya sebagai konsumen ketika membeli makanan, pastikan di tempat yang terjamin kehalalannya”. Di akhir sesi  menyampaikan contoh salah satu usaha depo air minum isi ulang di wilayah Tirtomartani Kalasan Aquakita yang sudah memiliki sertifikat halal dari LPPOM MUI. Dalam usaha air isi ulang ini ada titik kritis pada bahan filter atau rang yang dipakai, harus terjamin kehalalannya. #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Kontributor: Slamet Widada & Sutarman, Lembaga Pengkajian, Pengawasan dan Pendampingan Produk Halal (LP4H) PDM Sleman DIY Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

MPI PDM Sleman Awali 2026 Gelar Koordinasi Pelatihan Penguatan Literasi Media Sosial untuk Syiar Sekolah Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman mengawali tahun 2026 dengan langkah strategis melalui penguatan literasi media sosial bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah. Komitmen tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi dan koordinasi program Pengabdian Masyarakat bersama akademisi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (8/1/2026). Pertemuan yang berlangsung pukul 16.00 hingga 18.00 WIB itu bertempat di Kantor PDM Sleman, yang berlokasi di utara RS PKU Muhammadiyah Sleman. Agenda utama kegiatan adalah menerima silaturahmi Dyah Titis Kusuma Wardani, S.E., MIDEC., Ph.D. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMY Yogyakarta, sekaligus membahas sinergi program penguatan literasi media sosial sebagai sarana syiar sekolah SMK dan SMU Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Ketua MPI PDM Sleman, Arief Hartanto, menyampaikan bahwa era digital menuntut institusi pendidikan Muhammadiyah untuk lebih adaptif dan cakap dalam memanfaatkan media sosial secara positif dan bertanggung jawab. Menurutnya, media sosial bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga wahana dakwah dan branding sekolah. “Media sosial harus dimaknai sebagai ruang syiar yang mencerahkan. Sekolah Muhammadiyah perlu memiliki narasi yang kuat, beretika, dan edukatif agar nilai-nilai Islam berkemajuan dapat tersampaikan secara luas,” ujar Arief Hartanto dalam sambutannya. Dyah Titis Kusuma Wardani, Ph.D. menjelaskan bahwa program Pengabdian Masyarakat FEB UMY dirancang untuk memperkuat kapasitas guru dan pengelola sekolah dalam mengelola konten media sosial. Fokus utamanya adalah literasi digital, manajemen konten, serta pemahaman etika bermedia. “Kami ingin membantu sekolah Muhammadiyah agar mampu mengelola media sosial secara profesional, tidak sekadar aktif, tetapi juga berdampak dan sesuai dengan nilai persyarikatan,” jelas Dyah Titis. Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran MPI PDM Sleman, antara lain H. Wahdan Arifudin, S.Pd., Dr. Sutipyo R., Pamuji Subeksti, S.Si., M. Afifudin, S.Pd., H. Ashari, SIP., serta Hj. Rr. Afiati Fatimah, M.Pd. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan terkait kondisi riil pengelolaan media sosial di sekolah Muhammadiyah Sleman. Dr. Sutipyo R. menekankan pentingnya literasi media sebagai bagian dari dakwah kultural Muhammadiyah dan penguatan literasi media sosial sejalan dengan semangat Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sementara itu, H. Wahdan Arifudin menambahkan bahwa sinergi antara MPI PDM Sleman dan UMY merupakan bentuk nyata kolaborasi amal usaha Muhammadiyah. “Ini langkah awal yang baik di tahun 2026 untuk memperkuat citra sekolah Muhammadiyah melalui media yang digandrungi generasi muda,” katanya. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi pijakan awal pelaksanaan program pendampingan literasi media sosial yang berkelanjutan, guna mendukung syiar pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Rep  Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Menjawab Tantangan Generasi Alpha

Anak-anak yang lahir antara tahun 2010 – 2025 atau sering disebut sebagai generasi alpha diyakini akan menghadapi banyak tantangan, sekaligus kesempatan di masa depan. Menurut Wahyu Purhantara, selaku Ketua MPKS PDM Sleman, mereka lahir langsung bisa menikmati teknologi dunia maya. Bagaimana tidak, ibunya sambil menyusui bayinya sambil menikmati tiktok, youtube, IG, medsos lainnya. Secara psikologis perilaku oknom ini telah menanamkan dunia gaget kepada putra putrinya. Maka, lanjut Wahyu Pur yang juga sebagai Ketua Forum Lembaga Kesejahteraan Anak (FLKSA) Kabupaten Sleman, perilaku yang demikian itu secara tidak langsung telah menanamkan nilai-nilai instant kepada generasinya. Sehingga ke depannya, di dalam pengasuhan dan pendidikan keluarga perlu dibekali muatan nilai-nilai keagaam dan ketimurandalam penggunaan gawai. Dan ini memerlukan keteladaan dari orang tua atau pengasuhnya, komitmen untuk menggunakan medsos secara cerdas, serta pentingnya komunikasi yang dialogis antara orang tua/ pengasuh dengan anak, dan lain-lain. Ini agar hak anak untuk tumbuhkembang tetap terpenuhi. Paparan Wahyu Pur itu disampaikan pada acara Penguatan Kapasitas Kepengasuhan yang diadakan oleh PSAA Muhammadiyah Seyegan beberapa waktu yang lalu. Sebagai anak panti asuhan kadang rentan terhadap pengaruh negatif yang ada di dunia maya. Akibatnya, menurut pengurus Forum Panti Asuhan Muhammadiyah dan Aisyiah (FORPAMA) Prop. DIY, anak asuhsangat sensitif terkena kekerasan, baikverbal maupun non-verbal, seperti: perundungan, grooming, dll. Sementara itu menurut Wuri Astuti, generasi alpha terlahir sudah menikmati kemajuan teknologi yang luar biasa, sehingga mental mereka sangat rapuh dan tidak mandiri. Mereka, menurut KetuaMajelis Kesejahteraan Sosial (MKS PWA DIY),  memiliki kemampuan belajar yang progresif, disamping beberapa hal, seperti: a) Punya sumber informasi yang luas. Maka orang tua/ pengasuh panti perlu memberikan pendampingan supaya informasi yang didapat anak dapat sesuai kebutuhannya. b) Sulit mengikuti aturan. Menurut Wuri yang juga Wakil Ketua PDA Kota Yogyakarta, Generasi alpha tidak dapat dibatasi oleh aturan seperti generasi sebelumnya. Energi yang mereka miliki sulit ditahan karena dunia digital yang menghubungkan mereka dengan perspektif tak terbatas untuk membendung kebutuhan diri sendiri. c) Interaksi melalui media social. Generasi alpha biasanya sudah akrab dengan sosialisasi melalui media sosial. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian, Beliau menekankan bahwa, supaya anak tidak kesulitan untuk sewaktu-waktu harus melakukan interaksi tatap muka. Namun secara kemasyarakatan, mereka cenderung kurang sosialisasi. Mereka terlalu asik dengan ponselnya masing-masing. Bahkan mereka cenderung abai. d) Sulit diprediksi dan individualistis. Anak dari generasi alpha cenderung terus berubah-ubah dan tak bisa diprediksi. Mereka juga cenderung lebih individualistis dan karenanya generasi alpha tidak termasuk dalam kategori orang yang dominan. Dan e) Cenderung terlalu santai. Mereka terlahir dalam kondisi segalanya sudah ada. Adanya Atificial Inteligent (AI) telah merubah segalanya. Anak-anak menyerahkan pekerjaan ilmiahnya kepada AI. Tren hidup saat ini menjadi kian populer di antara para generasi alpha. Yang mana, anak-anak ini hanya mengkhawatirkan hidup yang dijalani hari ini. Mereka juga cenderung tidak suka terlalu banyak berbagi. Rep  H. Wahyu Poerhantoro

Loading

Lazismu PDM Sleman  Himpun Rp.1,6 Miliar, Penggalangan Donasi Bencana Sumatra

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra menorehkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Sabtu, 13 Desember 2025 sore, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai 1.006 jiwa. Selain itu, sebanyak 217 orang masih dinyatakan hilang, sementara ribuan warga lainnya harus mengungsi setelah rumah dan harta benda mereka rusak atau hanyut diterjang banjir dan longsor. Di balik angka-angka tersebut, tersimpan kisah kehilangan anggota keluarga, doa yang tak pernah putus, serta perjuangan para penyintas untuk bertahan hidup di tengah keterbatasan. Kondisi darurat ini mendorong berbagai elemen masyarakat untuk bergerak cepat, termasuk Persyarikatan Muhammadiyah yang sejak awal dikenal aktif dalam kerja-kerja kemanusiaan. Sebagai bentuk respons cepat dan terkoordinasi, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menginstruksikan pengalihan infak Jumat di seluruh masjid Persyarikatan Muhammadiyah untuk membantu korban bencana alam. Infak Jumat pada 12, 19, dan 26 Desember 2025 ditetapkan secara khusus sebagai bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta daerah lain yang mengalami bencana. Kebijakan tersebut sejalan dengan Surat Keputusan Muhammadiyah tentang penghimpunan dana infak Jumat sebagai wujud kepedulian sosial dan tanggung jawab kemanusiaan Persyarikatan terhadap musibah nasional. Instruksi ini mendapat sambutan luas dari warga Muhammadiyah hingga ke tingkat daerah, termasuk di Kabupaten Sleman. Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman   menggerakkan solidaritas umat melalui penggalangan donasi yang masif dan terstruktur. Hingga 17 Desember 2025, Lazismu PDM Sleman berhasil menghimpun dana bantuan untuk bencana Sumatra sebesar Rp1,6 miliar. Capaian ini menjadi yang tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. “Alhamdulillah, per 17 Desember 2025, Lazismu PDM Sleman berhasil menghimpun donasi sebesar Rp1,6 miliar untuk bantuan bencana Sumatra. Dana ini berasal dari sinergi Pimpinan Ranting, Cabang, Amal Usaha Muhammadiyah, serta masyarakat umum yang menyalurkan donasinya melalui Lazismu PDM Sleman,” tutur Sinta Brata Ketua Lazismu PDM Sleman. Menurutnya, tingginya kepercayaan masyarakat kepada Lazismu menjadi modal penting dalam mempercepat penghimpunan dan penyaluran bantuan. Seluruh dana yang terkumpul akan dikelola secara transparan dan disalurkan melalui mekanisme resmi Muhammadiyah, bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Di sisi lain, relawan Muhammadiyah dan Lazismu terus bergerak ke lokasi terdampak bencana. Mereka menembus medan yang sulit untuk menyalurkan bantuan logistik, kebutuhan pangan, layanan kesehatan, serta dukungan psikososial bagi para korban yang kehilangan keluarga dan tempat tinggal. Melalui gerakan penggalangan dana dan aksi kemanusiaan ini, Lazismu PDM Sleman menegaskan komitmennya dalam memulihkan harapan para penyintas. Solidaritas dan gotong royong yang terbangun diharapkan menjadi kekuatan bersama untuk membantu saudara-saudara di Sumatra bangkit kembali dari duka dan keterpurukan akibat bencana. Rep Sinta Brata & Arief H LAzismu PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) PDM Sleman Gelar Workshop Manajemen Retail Modern

Sleman,  Pdmsleman.Or.Id Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) PDM Sleman menyelenggarakan Workshop Manajemen Retail Modern bertempat di Gedung Dekranasda Kabupaten Sleman pada Rabu (3/12), yang dihadiri para pelaku ritel dan praktisi usaha dari berbagai wilayah di DIY. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan dinamika persaingan ritel modern dan perkembangan teknologi.​ Acara diawali dengan sambutan Ketua Panitia, Arif Fajar Wibisono, S.E., M.Sc., yang menekankan pentingnya pemahaman manajemen ritel yang terstruktur, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan serta mendorong peserta untuk memanfaatkan forum workshop sebagai ruang belajar bersama dan membangun jaringan antarpelaku usaha.​ Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Ketua yang membidangi ekonomi, Drs. H. Irfan Haris, yang memberikan pengantar mengenai tantangan dan peluang sektor ritel di era digital. Irfan Haris menegaskan bahwa “ peningkatan kapasitas manajerial, penguasaan sistem, dan pembentukan mindset ritel yang profesional menjadi kunci agar usaha ritel mampu tumbuh berkelanjutan”.​ Ketua PDM Kabupaten Sleman, H. Harjaka, S.Ag., M.Ag., menyampaikan “ apresiasi kepada MEBP PDM Sleman atas inisiatif penyelenggaraan workshop yang selaras dengan agenda penguatan kemandirian ekonomi umat”. Harjaka sekaligus secara resmi membuka kegiatan workshop dan mengajak seluruh peserta untuk aktif berdiskusi serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di unit usaha masing-masing.​ Sesi materi diawali oleh Johan Satori selaku konsultan ritel dan trainer koperasi yang menyajikan topik ritel dasar, pembentukan mindset retail, serta tata kelola layout toko. Melalui materi ini, peserta diajak memahami prinsip dasar pengelolaan toko yang rapi, efektif, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan.​ Pemateri berikutnya adalah Taefur Aziz dan Muzaki Al Amin yang mengulas manajemen retail modern dengan fokus pada penyusunan dan penerapan Standard Operating Procedure (SOP), strategi pricing, pengendalian shrinkage, serta sesi diskusi interaktif. Peserta mendapatkan gambaran praktis mengenai bagaimana sistem, harga, dan pengendalian kehilangan barang berpengaruh langsung pada kinerja dan keuntungan usaha ritel.​ Selama penyampaian materi, jalannya workshop didampingi oleh moderator sekaligus penanggung jawab acara, Ketua MEBP PDM Sleman, Rama Widia Sentot, S.E., M.Ek. Peran moderator memastikan alur materi berjalan sistematis, membuka ruang tanya jawab yang konstruktif, dan menghubungkan pengalaman praktisi dengan kebutuhan konkret peserta di lapangan.​ Melalui workshop ini, MEBP PDM Sleman berharap lahir pelaku ritel yang semakin profesional, adaptif terhadap sistem manajemen modern, dan memiliki jaringan kolaborasi yang kuat di tingkat kabupaten serta wilayah DIY. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekonomi lokal dan memberdayakan pelaku usaha ritel berbasis nilai-nilai keunggulan dan kemandirian. Rep : Rama WS, MEBP PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

MDMC Gerakkan Dukungan Nasional untuk Respons Siklon Seyar: 240 Relawan Diterjunkan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Yogyakarta, Pdmsleman.or.id Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah  29 November 2025 menggerakkan dukungan berskala nasional untuk merespon dampak Siklon Seyar yang memicu hujan ekstrem, banjir, dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 25 November 2025. Kejadian ini menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa, sehingga menuntut respons cepat dan terkoordinasi dari berbagai unsur MDMC di tingkat pusat maupun wilayah. Sebagai langkah awal, MDMC telah mengirimkan tim asistensi tanggap darurat sekaligus mengoordinasikan pengerahan tim-tim profesional MDMC se-Regional Sumatera dan MDMC se-Jawa. Pola penempatan dukungan ditata berdasarkan wilayah terdampak. Untuk mendukung respons di Sumatera Barat, dikerahkan MDMC dari provinsi-provinsi di Sumatera yang tidak terdampak langsung, yakni Sumatera Selatan, Riau, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, dan Jambi. Sementara itu, dukungan untuk Sumatera Utara difokuskan melalui penguatan tim dari MDMC Jawa Tengah dan MDMC Jawa Timur yang akan bertugas di wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, hingga Langkat. Adapun untuk respon di Aceh, MDMC Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan MDMC Jawa Barat ditempatkan di wilayah Lhokseumawe dan Bireuen. Masing-masing MDMC wilayah pendukung tersebut ditugaskan mendirikan pos pelayanan dengan rincian 7 lokasi pos pelayanan di Sumatera Barat, 4 lokasi pos pelayanan di Suamatera utara dan 3 lokasi pos pelayanan di aceh, dan akaterus berkembang sesuai kenutuhan dan kecukupan sumberdaya. Pos pelayanan ini  menyediakan beberapa jenis layanan utama, antara lain layanan kesehatan, dukungan psikososial, penyediaan air bersih, hunian darurat, pendidikan darurat, serta distribusi bantuan permakanan dan logistik nonpangan. Pendekatan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan mendesak penyintas sekaligus menjaga keberlangsungan layanan dasar di lokasi terdampak. Pada kloter pertama, sedikitnya 240 personel relawan dikerahkan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kekuatan ini terdiri dari Tim Emergency Medical Team (EMT) MDMC yang berasal dari 13 RS Muhammadiyah–’Aisyiyah, tim psikososial, tim logistik, tim manajemen posko koordinasi dan data-informasi (datin), serta Tim SAR Muhammadiyah. Seluruhnya akan bersinergi dengan pemerintah daerah, lembaga penanggulangan bencana, dan jaringan kemanusiaan lainnya di lapangan. Masa penugasan relawan MDMC pada fase Tanggap Darurat Muhammadiyah ditetapkan hingga 5 Januari 2026, dan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di masing-masing daerah. Seluruh operasi darurat ini didukung sepenuhnya oleh Lazismu sebagai mitra filantropi Muhammadiyah. Melalui pengerahan kekuatan regional Sumatera dan dukungan lintas pulau dari DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk hadir bersama warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan respon yang cepat, terukur, dan berkelanjutan.  Source MDMC DIY

Loading

Lazismu Sleman, Berdayakan Umat Dari Mustahik Menjadi Muzakki 

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) Kabupaten Sleman pada Rabu, 19 November 2025 bertempat di The Westlake Resto, Bedog, Jl. Ringroad Barat, Baturan Trihanggo Gamping Sleman, melaksanakan program optimalisasi peran LazisMu dalam pemberdayaan Umat, berkolaborasi dengan PT Lancar Laju Barokah, UAD dan Bank BPD D.I. Yogyakarta. Syinta Brata, S.Si. (Ketua LazisMu) Kabupaten Sleman dalam pengantarnya menyampaikan  bahwa salah satu program optimalisasi gerakan yang dilakukan LazisMu Kabupaten Sleman ialah berupaya memberdayakan umat dari Mustahik menjadi Muzakki, dari Penerima menjadi Pemberi dari Tangan di bawah menjadi tangan di atas. “Hari ini kami menghadirkan narasumber utama owner PT Lancar Laju Barokah, yang memiliki produk ayam halal bersertifikat. Kami juga menghadirkan para pelaku usaha yang tergabung di Kantor Layanan LazisMu (KKL) Kabupaten Sleman,  Insyaa Allah kolaborasi ini mencapai hasil optimal”, harapnya. Acara berlangsung dari pukul 10.00 pagi hingga menjelang Ashar. Sambutan dan paparan materi disampaikan sebelum sebelum ISHOMA serta diskusi antara para pelaku usaha dan owner PT Lancar Laju Barokah dilakukan setelah ISHOMA sampai menjelang Ashar. Antusiasme luar biasa dari peserta. Alan Dahlan, owner PT Lancar Laju Barokah menekankan pentingnya jaringan dalam setiap usaha. Bagaimana membuka peluang usaha baru, visibilitas pengenalan produk, sumberdaya dan dukungan, kredibilitas, motivasi, serta tantangan dan hambatan, “Setiap pelaku usaha pasti mengalami tantangan dan hambata. Untuk itu PT Lancar Laju Barokah memberikan pendampingan dan berusaha mencarikan solusinya yang efektif.” pungkasnya. Rep M.A. Sanusi, MEK PCM Berbah). Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pelatihan Digital Marketing HIDIMU Sleman, Dorong Anggota Melek Teknologi dan Siap Bersaing di Era Digital

Sleman, Pdmsleman.Or.Id   Himpunan Difabel Muhammadiyah (HIDIMU) Sleman menyelenggarakan Pelatihan Digital Marketing pada Sabtu, 8 November 2025 di Masjid Agung Beran Sleman. Kegiatan yang diikuti 50 peserta ini merupakan bagian dari program Majelis Pemberdayaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM Sleman guna meningkatkan kemampuan ekonomi dan kemandirian anggota, yang digelar rutin setiap tiga bulan. Acara dibuka dengan sambutan PDM Sleman, Ardani AS, yang hadir bersama Ketua MPKS Sleman, H. Wahyu Purhantoro. Dalam sambutannya, Ardani menekankan pentingnya peningkatan kemampuan digital di tengah pesatnya perkembangan zaman.“Cepatnya arus informasi dan transaksi menuntut kita untuk meningkatkan layanan dan kualitas usaha. Salah satunya melalui pelatihan seperti ini. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali mereka sendiri yang berusaha mengubahnya,” ujar Ardani. Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri, yakni Endah Wening dari Lembaga Pengembangan UMKM PDM Sleman dan Rahmadi. Dalam paparannya, Endah menjelaskan bahwa digital marketing menjadi sarana efektif untuk memperluas pasar tanpa harus mengeluarkan biaya besar.“Pemasaran online itu lebih murah dan lebih efektif. Dengan strategi digital yang tepat, pelaku usaha bisa menghemat anggaran dan tetap memperoleh hasil maksimal,” terang Endah. Sementara itu, Rahmadi menambahkan bahwa menurut laporan Google, pelaku bisnis yang memanfaatkan pemasaran digital mampu meningkatkan pendapatan hingga 2,8 kali lipat dibanding mereka yang hanya mengandalkan metode tradisional. Selain membekali peserta dengan teknik dasar pemasaran digital, pelatihan ini juga mengusung semangat pemberdayaan. Slogan “Badan Sehat, Usaha Kuat, Hasil Bermanfaat” menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara kesehatan, kerja keras, dan kebermanfaatan usaha bagi masyarakat. Sebagaimana dituturkan  Bisron Irfani salah satu panitia acara pada Sabtu siang. Ketua MPKS Sleman, Wahyu Purwantoro, menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini terus berlanjut dan lebih inklusif. “Ke depan, kami berencana mengadakan kursus JBI (bahasa isyarat) bagi penyandang disabilitas netra agar semakin banyak saudara kita yang difabel bisa berpartisipasi aktif,” ujarnya. Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata HIDIMU Sleman dalam menciptakan pelaku usaha yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital masa kini. Rep A Bisron Irfan   MPKS PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading