Lazismu PDM Sleman  Himpun Rp.1,6 Miliar, Penggalangan Donasi Bencana Sumatra

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra menorehkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Sabtu, 13 Desember 2025 sore, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai 1.006 jiwa. Selain itu, sebanyak 217 orang masih dinyatakan hilang, sementara ribuan warga lainnya harus mengungsi setelah rumah dan harta benda mereka rusak atau hanyut diterjang banjir dan longsor. Di balik angka-angka tersebut, tersimpan kisah kehilangan anggota keluarga, doa yang tak pernah putus, serta perjuangan para penyintas untuk bertahan hidup di tengah keterbatasan. Kondisi darurat ini mendorong berbagai elemen masyarakat untuk bergerak cepat, termasuk Persyarikatan Muhammadiyah yang sejak awal dikenal aktif dalam kerja-kerja kemanusiaan. Sebagai bentuk respons cepat dan terkoordinasi, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menginstruksikan pengalihan infak Jumat di seluruh masjid Persyarikatan Muhammadiyah untuk membantu korban bencana alam. Infak Jumat pada 12, 19, dan 26 Desember 2025 ditetapkan secara khusus sebagai bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta daerah lain yang mengalami bencana. Kebijakan tersebut sejalan dengan Surat Keputusan Muhammadiyah tentang penghimpunan dana infak Jumat sebagai wujud kepedulian sosial dan tanggung jawab kemanusiaan Persyarikatan terhadap musibah nasional. Instruksi ini mendapat sambutan luas dari warga Muhammadiyah hingga ke tingkat daerah, termasuk di Kabupaten Sleman. Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman   menggerakkan solidaritas umat melalui penggalangan donasi yang masif dan terstruktur. Hingga 17 Desember 2025, Lazismu PDM Sleman berhasil menghimpun dana bantuan untuk bencana Sumatra sebesar Rp1,6 miliar. Capaian ini menjadi yang tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. “Alhamdulillah, per 17 Desember 2025, Lazismu PDM Sleman berhasil menghimpun donasi sebesar Rp1,6 miliar untuk bantuan bencana Sumatra. Dana ini berasal dari sinergi Pimpinan Ranting, Cabang, Amal Usaha Muhammadiyah, serta masyarakat umum yang menyalurkan donasinya melalui Lazismu PDM Sleman,” tutur Sinta Brata Ketua Lazismu PDM Sleman. Menurutnya, tingginya kepercayaan masyarakat kepada Lazismu menjadi modal penting dalam mempercepat penghimpunan dan penyaluran bantuan. Seluruh dana yang terkumpul akan dikelola secara transparan dan disalurkan melalui mekanisme resmi Muhammadiyah, bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Di sisi lain, relawan Muhammadiyah dan Lazismu terus bergerak ke lokasi terdampak bencana. Mereka menembus medan yang sulit untuk menyalurkan bantuan logistik, kebutuhan pangan, layanan kesehatan, serta dukungan psikososial bagi para korban yang kehilangan keluarga dan tempat tinggal. Melalui gerakan penggalangan dana dan aksi kemanusiaan ini, Lazismu PDM Sleman menegaskan komitmennya dalam memulihkan harapan para penyintas. Solidaritas dan gotong royong yang terbangun diharapkan menjadi kekuatan bersama untuk membantu saudara-saudara di Sumatra bangkit kembali dari duka dan keterpurukan akibat bencana. Rep Sinta Brata & Arief H LAzismu PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) PDM Sleman Gelar Workshop Manajemen Retail Modern

Sleman,  Pdmsleman.Or.Id Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) PDM Sleman menyelenggarakan Workshop Manajemen Retail Modern bertempat di Gedung Dekranasda Kabupaten Sleman pada Rabu (3/12), yang dihadiri para pelaku ritel dan praktisi usaha dari berbagai wilayah di DIY. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan dinamika persaingan ritel modern dan perkembangan teknologi.​ Acara diawali dengan sambutan Ketua Panitia, Arif Fajar Wibisono, S.E., M.Sc., yang menekankan pentingnya pemahaman manajemen ritel yang terstruktur, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan serta mendorong peserta untuk memanfaatkan forum workshop sebagai ruang belajar bersama dan membangun jaringan antarpelaku usaha.​ Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Ketua yang membidangi ekonomi, Drs. H. Irfan Haris, yang memberikan pengantar mengenai tantangan dan peluang sektor ritel di era digital. Irfan Haris menegaskan bahwa “ peningkatan kapasitas manajerial, penguasaan sistem, dan pembentukan mindset ritel yang profesional menjadi kunci agar usaha ritel mampu tumbuh berkelanjutan”.​ Ketua PDM Kabupaten Sleman, H. Harjaka, S.Ag., M.Ag., menyampaikan “ apresiasi kepada MEBP PDM Sleman atas inisiatif penyelenggaraan workshop yang selaras dengan agenda penguatan kemandirian ekonomi umat”. Harjaka sekaligus secara resmi membuka kegiatan workshop dan mengajak seluruh peserta untuk aktif berdiskusi serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di unit usaha masing-masing.​ Sesi materi diawali oleh Johan Satori selaku konsultan ritel dan trainer koperasi yang menyajikan topik ritel dasar, pembentukan mindset retail, serta tata kelola layout toko. Melalui materi ini, peserta diajak memahami prinsip dasar pengelolaan toko yang rapi, efektif, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan.​ Pemateri berikutnya adalah Taefur Aziz dan Muzaki Al Amin yang mengulas manajemen retail modern dengan fokus pada penyusunan dan penerapan Standard Operating Procedure (SOP), strategi pricing, pengendalian shrinkage, serta sesi diskusi interaktif. Peserta mendapatkan gambaran praktis mengenai bagaimana sistem, harga, dan pengendalian kehilangan barang berpengaruh langsung pada kinerja dan keuntungan usaha ritel.​ Selama penyampaian materi, jalannya workshop didampingi oleh moderator sekaligus penanggung jawab acara, Ketua MEBP PDM Sleman, Rama Widia Sentot, S.E., M.Ek. Peran moderator memastikan alur materi berjalan sistematis, membuka ruang tanya jawab yang konstruktif, dan menghubungkan pengalaman praktisi dengan kebutuhan konkret peserta di lapangan.​ Melalui workshop ini, MEBP PDM Sleman berharap lahir pelaku ritel yang semakin profesional, adaptif terhadap sistem manajemen modern, dan memiliki jaringan kolaborasi yang kuat di tingkat kabupaten serta wilayah DIY. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekonomi lokal dan memberdayakan pelaku usaha ritel berbasis nilai-nilai keunggulan dan kemandirian. Rep : Rama WS, MEBP PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

MDMC Gerakkan Dukungan Nasional untuk Respons Siklon Seyar: 240 Relawan Diterjunkan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Yogyakarta, Pdmsleman.or.id Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah  29 November 2025 menggerakkan dukungan berskala nasional untuk merespon dampak Siklon Seyar yang memicu hujan ekstrem, banjir, dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 25 November 2025. Kejadian ini menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa, sehingga menuntut respons cepat dan terkoordinasi dari berbagai unsur MDMC di tingkat pusat maupun wilayah. Sebagai langkah awal, MDMC telah mengirimkan tim asistensi tanggap darurat sekaligus mengoordinasikan pengerahan tim-tim profesional MDMC se-Regional Sumatera dan MDMC se-Jawa. Pola penempatan dukungan ditata berdasarkan wilayah terdampak. Untuk mendukung respons di Sumatera Barat, dikerahkan MDMC dari provinsi-provinsi di Sumatera yang tidak terdampak langsung, yakni Sumatera Selatan, Riau, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, dan Jambi. Sementara itu, dukungan untuk Sumatera Utara difokuskan melalui penguatan tim dari MDMC Jawa Tengah dan MDMC Jawa Timur yang akan bertugas di wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, hingga Langkat. Adapun untuk respon di Aceh, MDMC Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan MDMC Jawa Barat ditempatkan di wilayah Lhokseumawe dan Bireuen. Masing-masing MDMC wilayah pendukung tersebut ditugaskan mendirikan pos pelayanan dengan rincian 7 lokasi pos pelayanan di Sumatera Barat, 4 lokasi pos pelayanan di Suamatera utara dan 3 lokasi pos pelayanan di aceh, dan akaterus berkembang sesuai kenutuhan dan kecukupan sumberdaya. Pos pelayanan ini  menyediakan beberapa jenis layanan utama, antara lain layanan kesehatan, dukungan psikososial, penyediaan air bersih, hunian darurat, pendidikan darurat, serta distribusi bantuan permakanan dan logistik nonpangan. Pendekatan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan mendesak penyintas sekaligus menjaga keberlangsungan layanan dasar di lokasi terdampak. Pada kloter pertama, sedikitnya 240 personel relawan dikerahkan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kekuatan ini terdiri dari Tim Emergency Medical Team (EMT) MDMC yang berasal dari 13 RS Muhammadiyah–’Aisyiyah, tim psikososial, tim logistik, tim manajemen posko koordinasi dan data-informasi (datin), serta Tim SAR Muhammadiyah. Seluruhnya akan bersinergi dengan pemerintah daerah, lembaga penanggulangan bencana, dan jaringan kemanusiaan lainnya di lapangan. Masa penugasan relawan MDMC pada fase Tanggap Darurat Muhammadiyah ditetapkan hingga 5 Januari 2026, dan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di masing-masing daerah. Seluruh operasi darurat ini didukung sepenuhnya oleh Lazismu sebagai mitra filantropi Muhammadiyah. Melalui pengerahan kekuatan regional Sumatera dan dukungan lintas pulau dari DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk hadir bersama warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan respon yang cepat, terukur, dan berkelanjutan.  Source MDMC DIY

Loading

Lazismu Sleman, Berdayakan Umat Dari Mustahik Menjadi Muzakki 

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) Kabupaten Sleman pada Rabu, 19 November 2025 bertempat di The Westlake Resto, Bedog, Jl. Ringroad Barat, Baturan Trihanggo Gamping Sleman, melaksanakan program optimalisasi peran LazisMu dalam pemberdayaan Umat, berkolaborasi dengan PT Lancar Laju Barokah, UAD dan Bank BPD D.I. Yogyakarta. Syinta Brata, S.Si. (Ketua LazisMu) Kabupaten Sleman dalam pengantarnya menyampaikan  bahwa salah satu program optimalisasi gerakan yang dilakukan LazisMu Kabupaten Sleman ialah berupaya memberdayakan umat dari Mustahik menjadi Muzakki, dari Penerima menjadi Pemberi dari Tangan di bawah menjadi tangan di atas. “Hari ini kami menghadirkan narasumber utama owner PT Lancar Laju Barokah, yang memiliki produk ayam halal bersertifikat. Kami juga menghadirkan para pelaku usaha yang tergabung di Kantor Layanan LazisMu (KKL) Kabupaten Sleman,  Insyaa Allah kolaborasi ini mencapai hasil optimal”, harapnya. Acara berlangsung dari pukul 10.00 pagi hingga menjelang Ashar. Sambutan dan paparan materi disampaikan sebelum sebelum ISHOMA serta diskusi antara para pelaku usaha dan owner PT Lancar Laju Barokah dilakukan setelah ISHOMA sampai menjelang Ashar. Antusiasme luar biasa dari peserta. Alan Dahlan, owner PT Lancar Laju Barokah menekankan pentingnya jaringan dalam setiap usaha. Bagaimana membuka peluang usaha baru, visibilitas pengenalan produk, sumberdaya dan dukungan, kredibilitas, motivasi, serta tantangan dan hambatan, “Setiap pelaku usaha pasti mengalami tantangan dan hambata. Untuk itu PT Lancar Laju Barokah memberikan pendampingan dan berusaha mencarikan solusinya yang efektif.” pungkasnya. Rep M.A. Sanusi, MEK PCM Berbah). Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pelatihan Digital Marketing HIDIMU Sleman, Dorong Anggota Melek Teknologi dan Siap Bersaing di Era Digital

Sleman, Pdmsleman.Or.Id   Himpunan Difabel Muhammadiyah (HIDIMU) Sleman menyelenggarakan Pelatihan Digital Marketing pada Sabtu, 8 November 2025 di Masjid Agung Beran Sleman. Kegiatan yang diikuti 50 peserta ini merupakan bagian dari program Majelis Pemberdayaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM Sleman guna meningkatkan kemampuan ekonomi dan kemandirian anggota, yang digelar rutin setiap tiga bulan. Acara dibuka dengan sambutan PDM Sleman, Ardani AS, yang hadir bersama Ketua MPKS Sleman, H. Wahyu Purhantoro. Dalam sambutannya, Ardani menekankan pentingnya peningkatan kemampuan digital di tengah pesatnya perkembangan zaman.“Cepatnya arus informasi dan transaksi menuntut kita untuk meningkatkan layanan dan kualitas usaha. Salah satunya melalui pelatihan seperti ini. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali mereka sendiri yang berusaha mengubahnya,” ujar Ardani. Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri, yakni Endah Wening dari Lembaga Pengembangan UMKM PDM Sleman dan Rahmadi. Dalam paparannya, Endah menjelaskan bahwa digital marketing menjadi sarana efektif untuk memperluas pasar tanpa harus mengeluarkan biaya besar.“Pemasaran online itu lebih murah dan lebih efektif. Dengan strategi digital yang tepat, pelaku usaha bisa menghemat anggaran dan tetap memperoleh hasil maksimal,” terang Endah. Sementara itu, Rahmadi menambahkan bahwa menurut laporan Google, pelaku bisnis yang memanfaatkan pemasaran digital mampu meningkatkan pendapatan hingga 2,8 kali lipat dibanding mereka yang hanya mengandalkan metode tradisional. Selain membekali peserta dengan teknik dasar pemasaran digital, pelatihan ini juga mengusung semangat pemberdayaan. Slogan “Badan Sehat, Usaha Kuat, Hasil Bermanfaat” menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara kesehatan, kerja keras, dan kebermanfaatan usaha bagi masyarakat. Sebagaimana dituturkan  Bisron Irfani salah satu panitia acara pada Sabtu siang. Ketua MPKS Sleman, Wahyu Purwantoro, menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini terus berlanjut dan lebih inklusif. “Ke depan, kami berencana mengadakan kursus JBI (bahasa isyarat) bagi penyandang disabilitas netra agar semakin banyak saudara kita yang difabel bisa berpartisipasi aktif,” ujarnya. Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata HIDIMU Sleman dalam menciptakan pelaku usaha yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital masa kini. Rep A Bisron Irfan   MPKS PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Seleksi OlympicAD Tingkat SMP Muhammadiyah Se-Sleman Tahun 2025

Sleman,  Pdmsleman.Or.Id Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman menggelar kegiatan Seleksi Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) tingkat Kabupaten Sleman yang berlangsung di SMP Muhammadiyah 2 Kalasan pada Senin, 27 Oktober 2025 dari pagi sampai siang. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan murid dari 25 (dua puluh lima) SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Kegiatan seleksi ini bertujuan untuk menjaring peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Sleman dalam ajang OlympicAD tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk tingkat nasional akan di gelar bulan Februari di Makassar Sulawesi Selatan. Adapun cabang lomba yang diikuti untuk tingkat SMP/MTs meliputi 21 cabang olimpiade terdiri dari 2 cabang mata pelajaran yaitu IPA dan Matematika serta 19 cabang non mapel olimpiade yaitu, tahfidz, tilawah, kaligrafi, fahmil Qur’an, pidato Bahasa arab, Bahasa Inggris, story telling, music akustik, musikalisasi puisi,  senam anak Indonesia hebat, Desain Poster, Dakwah digital, Film Indie, majalah sekolah, pembelajaran inovatif bagi guru serta best practice bagi kepala sekolah. Dalam sambutannya, hadir Wakil Ketua PDM Sleman Drs. H. Abdul Kasri didampingi Drs. Suyono, M.Pd dan Dra. Sri Maryani, M.Pd dari Majelis Dikdasmen PDM Sleman, menyampaikan bahwa OlympicAD merupakan wadah untuk menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat sekaligus mengasah potensi akademik dan religius siswa Muhammadiyah.  “Melalui OlympicAD ini, kita ingin melahirkan generasi unggul yang cerdas, berakhlak, dan memiliki semangat juang seperti Kiai Ahmad Dahlan, Selamat bertanding. Kalian semua murid terpilih, maksimalkan kemampuan dan kompetensi, jalan berprestasi terbuka lebar, manfaatkan kesempatan ini. Selamat berjuang!” ujarnya. Kegiatan seleksi untuk non mapel berlangsung dengan lancar dan penuh antusias. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya. Untuk mapel atau bidang akademik sudah dilaksanakan sebelumnya pada Sabtu, 18 Oktober 2025 dibagi 2 korwil yakni korwil barat di SMP Muhammadiyah 1 Minggir dan korwil timur di SMP Muhammadiyah 2 Kalasan dengan system CBT untuk IPA dan Matematika. Panitia melibatkan dewan juri dari berbagai sekolah Muhammadiyah dan tokoh pendidikan di Sleman. Hasil seleksi dapat di download di sini. Para juara mendapatkan medali, piagam penghargaan dan tiket untuk maju ke OlympicAD tingkat DIY. Sementara itu, Ketua Badan Kerjasama Sekolah atau BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman, Hendro Sucipto, M.Pd  menyampaikan apresiasinya dan ucapan terimakasih kepada tuan rumah, panitia dan seluruh peserta. “Alhamdulillah penyelenggaran olympicAd se-Sleman berjalan sukses atas kerjasama semua sekolah, kami sampaikan selamat kepada semua prestasi yg di dapat. Kami bangga dapat menjadi bagian dari kegiatan besar ini. Semoga peserta yang terpilih bisa membawa nama baik SMP Muhammadiyah se Sleman ke tingkat selanjutnya di D.I. Yogyakarta,” tuturnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat fastabiqul khairat terus tumbuh di kalangan pelajar, guru dan kepala sekolah SMP Muhammadiyah se- Sleman, menuju generasi berkemajuan yang berilmu dan berakhlak mulia serta berdaya saing sesuai semangat perjuangan K.H. Ahmad Dahlan sebagai inspirasi dalam berinovasi, berdakwah, dan berkontribusi bagi kemajuan umat dan bangsa. Bravo SMP Muhammadiyah se-Sleman. Bergerak, bersatu dan maju. Aamiin Rep  Wahdan Arifudin, S.Pd Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Wujudkan Sekolah Siaga Bencana, SD Muhammadiyah Mantaran Trimulyo Gandeng MDMC Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Mitigasi Gempa Bumi di SD Muhammadiyah Mantaran Trimulyo, Sleman, menggelar kegiatan edukatif bertajuk Mitigasi Gempa Bumi, Senin (27/10). Kegiatan ini menghadirkan Supriyanto, atau yang akrab disapa “Ndan Supri Semprit” bersama team ambulanMU Turi, dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Sleman, yang dikenal sebagai penggiat kerelawanan Muhammadiyah dari Cangkringan dengan pengalaman panjang di dunia kebencanaan, terutama dalam penanganan erupsi Merapi dan berbagai peristiwa nasional lainnya.Dalam paparannya, Supriyanto menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kesiapsiagaan sejak dini di lingkungan sekolah. “MDMC adalah lembaga penanggulangan bencana milik Muhammadiyah yang tidak hanya bergerak saat terjadi bencana, tetapi juga fokus pada edukasi, mitigasi, dan kesiapsiagaan masyarakat,” ujarnya.Ia memulai materi dengan pengenalan tentang bencana, mencakup berbagai jenis bencana seperti alam, nonalam, dan sosial. Menurutnya, pemahaman tentang bencana sangat penting agar masyarakat, terutama siswa, tidak panik saat terjadi peristiwa alam seperti gempa bumi. “Bencana tidak bisa dihindari, tapi dampaknya bisa diminimalkan jika kita siap,” tegasnya.Materi utama mengenai gempa bumi disampaikan dengan gaya yang interaktif. Supriyanto menjelaskan secara sederhana apa itu gempa, penyebab terjadinya, serta potensi dampak dan risiko yang bisa timbul. “Gempa bumi terjadi akibat pergerakan lempeng bumi. Dampaknya bisa berupa kerusakan bangunan, korban jiwa, hingga trauma psikologis. Karena itu, penting untuk tahu cara menyelamatkan diri,” jelasnya di hadapan para siswa dan guru.Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penyelamatan diri saat terjadi gempa. Para siswa diajak mempraktikkan langkah-langkah dasar seperti “drop, cover, and hold on”—menunduk, berlindung di bawah meja, dan bertahan hingga guncangan berhenti. Mereka juga diajarkan untuk segera menuju titik kumpul yang aman setelah situasi dinyatakan kondusif. Suasana simulasi berlangsung penuh semangat dan antusias.Usai kegiatan, dilakukan sesi evaluasi untuk meninjau kesiapan sekolah dalam menghadapi potensi bencana. Dalam rekomendasinya, Supriyanto menyampaikan beberapa hal penting yang perlu ditindaklanjuti oleh sekolah. “Sekolah perlu memperbarui Tim Siaga Sekolah agar lebih responsif, memperbarui dokumen rekontingensi atau SOP penanggulangan bencana, serta memasang rambu-rambu kebencanaan seperti jalur evakuasi dan titik kumpul,” pesannya.Nur Hayati S,Ag, MM Kepala sekolah SD Muhammadiyah Mantaran menyambut baik kegiatan ini dan berharap pelatihan mitigasi semacam ini bisa dilaksanakan, terima kasih kepada MDMC PDM Sleman dan Ndan Supri atas ilmunya. Edukasi semacam ini sangat penting agar warga sekolah tangguh menghadapi bencana.Arief Hartanto KIM Kertomandiri Pendidikan Siaga Bencana

Loading

Kontingen MDMC Sleman Aktif Dalam Gelar Gladi Lapang MDMC DIY Siaga Erupsi Merapi, Wujudkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Lembaga Resiliensi Bencana Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (LRB PWM DIY) menggelar Latihan Gabungan dan Gladi Lapang Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Merapi pada 23–26 Oktober 2025 di Pakem, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji kesiapan seluruh potensi relawan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah DIY dalam menghadapi situasi kedaruratan bencana, khususnya potensi erupsi Gunung Merapi dan bencana hidrometeorologi. Latihan gabungan ini merupakan rangkaian puncak setelah sebelumnya dilaksanakan berbagai pelatihan sektoral, antara lain Pelatihan Manajemen Posko, Pelatihan Manajemen Logistik dan Peralatan (LOGPAL), Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial (LDP), serta Diklat SAR Muhammadiyah DIY yang hingga kini masih berlangsung. Seluruh kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis dan koordinasi lintas klaster dalam sistem tanggap darurat Muhammadiyah. Sebanyak 176 peserta yang terdiri dari unsur relawan LRB PDM se-DIY, Fakultas Kedokteran UAD, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Bantul, Gamping, Sleman, Pakem, dan Cangkringan, RS AMC, RS UAD, RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede, Fresht UNISA, TBM UAD, Korps AD UAD, LLHPB PDA se-DIY, serta Ortom Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Ketua MDMC DIY, Indrayanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud keseriusan Muhammadiyah dalam memperkuat kesiapsiagaan dan aksi antisipatif menghadapi bencana. “Gladi lapang penanganan darurat bencana erupsi Merapi ini merupakan puncak rangkaian Latihan Gabungan Relawan Muhammadiyah DIY yang diawali dengan kick off pada 20 September 2025. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi dan penguatan kapasitas relawan lintas klaster mulai dari kesehatan, logistik, SAR, psikososial, hunian, komunikasi, hingga manajemen posko dan pos pelayanan,” ujarnya. Indrayanto menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi relawan Muhammadiyah DIY untuk memperkuat struktur dan sistem tanggap bencana yang terintegrasi. “Latgab ini menjadi tonggak pergerakan relawan dalam memperkuat tim-tim respon yang handal di tingkat daerah maupun provinsi. Ke depannya kami akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan pembentukan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah di tingkat wilayah serta memperkuat sistem tanggap terpadu di bawah semangat One Muhammadiyah One Response,” jelasnya. Kontingen Sleman Latgab MDMC DIY  menurut Nur Khairudin selaku ketua LRB MDMC Sleman menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung di Bhumi perkemahan Kwarpus HW. Kaliurang  Ngipiksari, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman Yogyakarta.  Dari LRB Sleman mengirimkan personal yang tergabung dalam klister SAR terdiri dari Rifqi Wahyu Saputra, Andriyanto,  M Ekhsan , Psikososial;  Harjanto,  R.Kunto Aji , Manajemen Posko ; Nurkhoirudin, Supriyana, Wahyu Dwi S , Rohmadi, Hari Kusnadi , Dapur Umum ; Sarjianto, Wahid Hudaya   sedangkan untuk Logistik ; M Ishom, Suti dengan tambahan 3 unit armada LAZISMU Sleman. Melalui latihan gabungan ini, LRB PWM DIY menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas relawan Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana secara profesional, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas lembaga dalam Muhammadiyah ini diharapkan mampu memperkuat peran persyarikatan sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.  Rep MDMC DIY Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PDM Sleman Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi Organisasi, Perkuat Sinergi Cabang-Ranting Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id  Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman mengundang seluruh jajaran pimpinan cabang, ranting, dan amal usaha untuk menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Konsolidasi Organisasi pada Jumat, 24 Oktober 2025, bertempat di SD Muhammadiyah Domban 4, Panggeran, Triharjo, Sleman. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB ini menjadi upaya penting bagi Muhammadiyah Sleman dalam memperkuat jaringan dan koordinasi antarlembaga di tingkat cabang dan ranting. Acara akan dihadiri oleh jajaran anggota PDM Sleman, PDA Sleman, PCM dan PCA se-wilayah Mlati, Ngaglik, Sleman, Tempel, dan Turi, serta pimpinan amal usaha Muhammadiyah dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK. PDM Sleman diwakili H Nasirun mengucapkan selamat datang dan terimakasih hadirnya, kepada PM Sleman dan SDM Domban diucapkan terima kasih selaku tuan rumah acara, dan sekarang siswanya diatas 200 padahal dulu hampir tutup ini adalah sebuah upaya bersama yang harus disyukuri dan terus dikembangkan. “  Konsolidasi organisasi Muhammadiyah dengan fokus pada penguatan cabang dan ranting, saat ini antara lain dikembangkan melalui lomba cabang ranting  dan masjid sebagai implementasi fastabiqqul khairat harapannya  hal ini sebagai cara agar cabang ranting meningkat”. Tahun 2025 PDM Sleman mengirimkan  PCM Prambanan juara PCM unggulan tahun lalu, PCM Minggir PCM unggulan NAsional 2023 , PRM Nogotirto Gamping dan PRM Nargokaton ikuti LPCRM PP di  Banjarmasin Kalimantan pada bulan November. Dilanjutkan sosialisasi program Surya Citra Madani (SCM), lembaga mitra Muhammadiyah Sleman yang bergerak di bidang pelayanan perjalanan umrah dan haji. Sinergi Dakwah dan Ekonomi Umat Biro Umrah Surya Citra Madani (SCM) yang turut menjadi bagian dari sosialisasi acara ini merupakan lembaga yang tumbuh dari semangat kemandirian Muhammadiyah Sleman dalam memberdayakan ekonomi umat. SCM tidak hanya menyediakan layanan umrah dan haji plus, tetapi juga aktif dalam membangun ekosistem bisnis syariah yang berorientasi pada nilai dakwah dan kesejahteraan jama’ah Muhamadiyah. Melalui kerja sama dengan PDM dan amal usaha Muhammadiyah, SCM mendorong program edukasi travel syariah amanah dengan prinsip transparansi, kenyamanan, dan pendampingan bagi jamaah.  “Melalui sosialisasi ini, kami ingin memperkenalkan bagaimana perjalanan umrah dapat menjadi sarana dakwah dan pembinaan ruhani bagi jamaah Muhammadiyah,” jelas H. Nasirun perwakilan SCM Cabang Sleman. PDM Sleman berharap kegiatan silaturahmi dan konsolidasi ini dapat memperkuat jaringan kepemimpinan Muhammadiyah di tingkat akar rumput. Dengan semangat tajdid dan gerakan amar makruf nahi munkar, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi memperkokoh dakwah Muhammadiyah yang berkemajuan. “Harapannya, setiap cabang dan ranting dapat semakin aktif memakmurkan masjid, memberdayakan umat, dan memperluas dakwah melalui kerja nyata,” tutur PDM Sleman, H. Nasirun Rep n Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Hak Siswa, PDM Sleman Tak Izinkan Sekolah Menahan Ijazah

 Sleman, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah berkomitmen kuat untuk berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa membedakan latar belakang. Komitmen ini direalisasikan dengan mengelola ribuan institusi pendidikan, mulai dari tingkat paling dasar hingga perguruan tinggi, yang tersebar di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang memiliki ratusan sekolah Muhammadiyah dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, hingga Pendidikan Menengah.  Menanggapi berbagai kasus penahanan ijazah yang terjadi di sekolah-sekolah, baik yang dikelola pemerintah maupun masyarakat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman mengadakan sosialisasi terkait peraturan-peraturan yang melarang penahanan ijazah siswa serta tindakan diskriminatif terhadap siswa yang orang tuanya belum melakukan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Pada Selasa, 14 Oktober 2025 diselenggarakan sosialisasi larangan penahanan ijazah siswa pada forum Badan Koordinasi Sekolah (BKS) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman di SMP Muhammadiyah Turi. Selanjutnya pada Rabu, 15 Oktober 2025 sosialisasi yang sama diselenggarakan pada forum BKS Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman di RTG Gumuk Sikuneng. Kedua forum tersebut dihari oleh Kepala Sekolah.  Adapun sosialisasi disampaikan oleh Ari Wibowo yang merupakan Ketua Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) PDM Kabupaten Sleman. Dalam sosialisasinya Ari menyampaikan bahwa larangan penahanan ijazah siswa terdapat dalam beberapa peraturan antara lain Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 58 Tahun 2024 tentang Ijazah Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2022 tentang Spesifikasi Teknis dan Bentuk, serta Tata Cara Pengisian, Penggantian, dan Pemusnahan Blangko Ijazah Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Tahun Pelajaran 2021/2022, serta Perda DIY Nomor 10 Tahun 2013 tentang Pedoman Pendanaan Pendidikan.  “Menahan ijazah siswa dan membatasi akses fasilitas lainnya seperti ujian atau raport hasil studi, tidak boleh dilakukan terhadap siswa hanya karena orangtuanya belum membayar SPP. Pembayaran SPP itu kewajiban orangtua kepada sekolahan, sehingga tidak bisa dibebankan kepada siswa yang memiliki hak untuk mendapatkan akses pendidikan sebagaimana siswa lainnya,” ujar Ari yang juga merupakan Dosen di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia. Ia menambahkan, dalam Perda DIY Nomor 10 Tahun 2013 terdapat sanksi administratif dan sanksi pidana yang diancamkan kepada satuan pendidikan dan pengelola satuan pendidikan. Selain itu, ada potensi dikenakan ketentuan Pasal 372 KUHP yang mengatur tindak pidana penggelapan.  “Sekolah yang sekarang masih menyimpan ijazah siswa, sebaiknya segera memanggil orangtua walinya untuk mengambil. Silakan sambil ditagih untuk melunasi SPP, boleh diangsur, tetapi bukan sebagai syarat pengambilan ijazah,” sarannya. Sosialisasi ini sebagai wujud komitmen PDM Kabupaten Sleman untuk memberikan akses pendidikan kepada siswanya tanpa diskriminasi khususnya siswa yang belum mampu membayar SPP. Sosialisasi di BKS SD/MI dibuka oleh Ketua PDM, H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., dan dihadiri Sekretaris PDM, H. Arif Mahfud, S.Ag.,M.S.I. dan Majelis Dikdasmen PDM, Drs. Suyono, M.Pd. Rep : DR.  Ari Wibowo S.H.I., S.H., M.H  Ketua Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) PDM Kabupaten Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading