UMY dan PCM Godean Perkuat Sinergi Dakwah Berkemajuan Melalui Masjid, AUM dan Pemberdayaan Masyarakat

Godean, PdmSleman.Or.Id– Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Godean bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar Silaturahmi di Pengajian Rutin Ahad Pagi atau Jihadi serta penyerahan dosen dan tendik UMY yang tinggal di Cabang Muhammadiyah Godean berlangsung di Masjid Al Huda Pandean VII Sidoluhur Godean Sleman Yogyakarta (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan persyarikatan dalam mengembangkan dakwah Islam berkemajuan di tengah masyarakat. Dalam sambutannya, Haris Darmawan, S.Pd selaku Ketua PCM Godean menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kehadiran tim dosen serta civitas akademika UMY yang berkenan menjalin kerja sama dengan Muhammadiyah Godean. Kehadiran UMY diharapkan dapat memberikan penguatan dalam bidang dakwah, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). “Kolaborasi antara perguruan tinggi Muhammadiyah dengan persyarikatan di tingkat cabang merupakan langkah strategis untuk mempercepat kemajuan dakwah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan dukungan keilmuan dan pengalaman akademik yang dimiliki UMY, berbagai program pemberdayaan masyarakat dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan berkelanjutan” ungkap Haris Dalam tausiyahnya, Ustadz Gita Danupranata, S.E., M.M. menegaskan bahwa seluruh Amal Usaha Muhammadiyah didirikan bukan semata-mata sebagai lembaga pelayanan, melainkan sebagai instrumen dakwah yang bertujuan menghadirkan kemaslahatan bagi umat. Oleh karena itu, sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, maupun lembaga sosial Muhammadiyah harus senantiasa menjaga ruh persyarikatan dan nilai-nilai dakwah dalam setiap aktivitasnya. “Amal usaha Muhammadiyah harus menjadi corong dakwah Persyarikatan. Keberadaannya bukan hanya untuk melayani masyarakat, tetapi juga untuk menyebarluaskan nilai-nilai Islam yang berkemajuan dan mencerahkan,” papar Ustadz Gita. Selain membahas peran amal usaha, Ustadz Gita Danupranata yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta juga menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini, termasuk masalah lingkungan, pengelolaan sampah, pendidikan, dan penguatan karakter generasi muda.Muhammadiyah diharapkan mampu hadir sebagai bagian dari solusi melalui gerakan dakwah yang membumi dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa tujuan tertinggi dakwah Islam adalah menghadirkan rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, dakwah Muhammadiyah harus diwujudkan dalam bentuk karya nyata yang memberikan manfaat bagi sesama manusia, lingkungan, dan kehidupan secara luas. Pada kesempatan tersebut juga ditekankan pentingnya mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat peradaban umat. Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga harus menjadi pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pelayanan sosial, konsultasi masyarakat, dan penguatan ukhuwah Islamiyah. “Apabila persoalan masyarakat dapat dibahas dan dicarikan solusi di masjid, maka masjid benar-benar akan menjadi pusat kehidupan umat sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW,” jelasnya. Ustadz Gita Danupranata yang juga aktif di lingkungan Majelis Tabligh Muhammadiyah mengajak seluruh jamaah untuk memberi ruang yang lebih luas kepada generasi muda dalam memakmurkan masjid. Menurutnya, banyak anak muda memiliki potensi besar, namun sering kali belum mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dan mengembangkan kreativitasnya dalam kegiatan masjid. “Anak-anak muda bukan tidak mau ke masjid. Mereka perlu diberikan kepercayaan, kesempatan, dan panggung untuk berkontribusi. Jika itu dilakukan, masjid akan menjadi lebih hidup dan dekat dengan generasi penerus,” tuturnya. Dalam sesi dialog, peserta juga membahas tantangan organisasi Muhammadiyah, khususnya terkait kader yang kurang aktif setelah terpilih menjadi pimpinan. Menanggapi hal tersebut, Ustadz Gita Danupranata menekankan pentingnya pendekatan silaturahmi, komunikasi personal, dan budaya saling menguatkan dalam organisasi. “Jangan mudah meninggalkan kader yang mulai jarang hadir. Datangi, ajak berbicara, dan bangun kembali semangat perjuangannya. Muhammadiyah dibangun dengan ukhuwah dan kebersamaan,” pesannya. Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan dakwah Muhammadiyah, keberkahan amal usaha, kesehatan seluruh warga persyarikatan, serta kemajuan bangsa dan umat. Sebagai simbol penguatan kerja sama, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyerahkan bantuan dan cendera mata secara simbolis oleh Sub Direktorat Dakwah dan Internalisasi AIK, Ustadz Mukhlis Rahmanto, Lc., M.A., Ph.D kepada PCM Godean. Penyerahan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi dakwah, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan program-program Muhammadiyah yang berkemajuan. Melalui kolaborasi yang terus dibangun antara UMY dan PCM Godean, diharapkan lahir berbagai program inovatif yang mampu memperkuat dakwah Islam, memakmurkan masjid, mengembangkan amal usaha, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kegiatan ini cukup meriah dan dihadiri oleh 400an jamaah termasuk 20 orang dosen dan tendik dari UMY Yogyakarta. Rep H. Wahdan Arifudin SP.d PCM Godean

Loading

Belajar dari PCM Gombong, Kaderisasi jadi kata kunci Pengembangan

Agenda rapat kerja PDM Kabupaten Sleman diantaranya mengundang Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gombong sebagai juara 1 Best of The Best PCM dalam Cabang Ranting Muhammadiyah Award 2026 di Banjarmasin Kalimantan Timur baru-baru ini. Bertempat di Sagara View, Pantai Karang Bolong Kebumen Jawa Tengah, Sabtu-Ahad, 13-14 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut PCM Gombong, menyampaikan best practice oleh Heri Pramono selaku wakil ketua PCM Gombong. Di bidang pendidikan, kondisi sekolah-sekolah Muhammadiyah juga beragam. Ada yang jumlah siswanya sudah besar, ada pula yang masih memerlukan perhatian dan penguatan. Namun yang terpenting bukan hanya jumlah siswa, melainkan bagaimana sekolah tersebut mampu menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan kaderisasi dengan baik. “Di Kabupaten Kebumen terdapat 26 kecamatan, dan Muhammadiyah telah hadir di sebagian besar wilayah tersebut. Kehadiran Muhammadiyah tidak hanya melalui sekolah dan masjid, tetapi juga melalui ranting-ranting yang aktif menggerakkan dakwah di tengah masyarakat.” Ungkap Heri Pramono Pengalaman menunjukkan bahwa ketika sebuah ranting berdiri dan aktif, banyak manfaat yang dirasakan masyarakat. Ada warga yang sebelumnya belum mengenal Muhammadiyah dengan baik kemudian menjadi bagian dari persyarikatan. Ada pula yang semakin memahami agama dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan serta dakwah. “Karena itu, salah satu strategi yang kami lakukan adalah memperkuat ranting dan membangun basis kader di tingkat akar rumput. Tanah wakaf, masjid, sekolah, maupun amal usaha lainnya diarahkan untuk memperkuat gerakan dakwah dan pelayanan kepada masyarakat. Bahkan berbagai program sosial juga terus dikembangkan untuk membantu anak yatim, kaum dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan.” Tegas Heri Selain itu, pengembangan sumber daya manusia di PCM Gombong menjadi perhatian utama. Muhammadiyah membutuhkan kader yang tidak hanya menjadi anggota, tetapi juga bersedia aktif mengambil peran dan tanggung jawab dalam organisasi. Sebab organisasi yang besar tidak mungkin berjalan hanya oleh segelintir orang. “Kita juga perlu memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga pendidikan, pondok pesantren, dan amal usaha yang ada. Persaingan tidak boleh menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam membangun umat. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh potensi yang ada dapat saling menguatkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.” Papar Heri Pramono Menciptakan Kader melalui AMM Kaderisasi harus dirancang berdasarkan kebutuhan organisasi di masa depan. Kita harus mampu memetakan kebutuhan sumber daya manusia yang akan mengelola amal usaha, memimpin organisasi, mengembangkan dakwah, serta melayani masyarakat. Jika kebutuhan itu tidak dipersiapkan sejak sekarang, maka suatu saat kita akan mengalami kekurangan kader. Karena itu, rekrutmen dan pembinaan kader harus dilakukan secara terencana. Anak-anak muda yang memiliki potensi perlu didampingi, diberikan ruang berkembang, dan dibina secara berkelanjutan. Mereka bukan hanya dipersiapkan menjadi anggota Muhammadiyah, tetapi juga menjadi pemimpin, penggerak, dan pelanjut estafet perjuangan. Pengalaman menunjukkan bahwa ketika Muhammadiyah membutuhkan guru, mubaligh, pengasuh pesantren, dokter, perawat, dan berbagai profesi lainnya, semuanya harus dipersiapkan melalui proses kaderisasi yang panjang. Kita tidak bisa berharap kader muncul secara tiba-tiba tanpa pembinaan. Karena itu, Muhammadiyah harus terus melahirkan kader ulama, kader guru, kader dokter, kader perawat, kader profesional, dan kader pemimpin masyarakat. Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) akan tetap kuat apabila dikelola oleh kader-kader yang memahami nilai dan ideologi Muhammadiyah. Target idealnya adalah semakin banyak kader yang terlibat dalam pengelolaan AUM. Jika sebagian besar pengelola AUM adalah kader Muhammadiyah, maka keberlanjutan gerakan akan lebih terjamin. Sebaliknya, apabila kader yang terlibat sangat sedikit, maka risiko melemahnya identitas dan arah perjuangan akan semakin besar. Oleh karena itu, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) menjadi modal utama kaderisasi. Anak-anak para aktivis dan pimpinan Muhammadiyah juga perlu mendapatkan perhatian khusus melalui berbagai program pembinaan, seperti Baitul Arqam, pengkaderan Ortom, dan berbagai kegiatan pembentukan karakter lainnya. Yang tidak kalah penting adalah menanamkan kecintaan kepada Muhammadiyah sejak usia dini. Anak-anak harus mengenal Muhammadiyah bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai gerakan dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, dan amal saleh yang menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kita perlu meyakinkan generasi muda bahwa berkhidmat di Muhammadiyah adalah bagian dari ibadah dan jalan kebaikan. Ketika nilai-nilai ini tertanam kuat, mereka akan memiliki kebanggaan dan komitmen untuk terus melanjutkan perjuangan persyarikatan. Karena itu, kaderisasi bukan sekadar program organisasi, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Muhammadiyah. Dari kaderisasi yang kuat akan lahir pemimpin-pemimpin baru, pengelola amal usaha yang profesional, dan penggerak dakwah yang mampu membawa Muhammadiyah terus maju dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi umat. Semua proses organisasi harus berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam organisasi, namun semuanya harus diselesaikan melalui musyawarah dan tetap dalam koridor persyarikatan. Dengan demikian, Muhammadiyah akan tetap kokoh, berkembang, dan mampu menjawab tantangan zaman. Semoga semangat perjuangan para pendahulu dapat terus kita lanjutkan, sehingga Muhammadiyah semakin maju, semakin kuat kaderisasinya, dan semakin besar manfaatnya bagi umat, bangsa, dan negara. Kontributor: Wahdan Arifudin Editor: Arif Hartanto

Loading

Ketua PDM Tekankan Spirit “KISS” untuk Perkuat Gerak Persyarikatan

Kebumen – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Sagara View, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini dihadiri secara lengkap oleh 13 pimpinan harian PDM Sleman, serta para ketua dan sekretaris majelis, lembaga, dan organisasi otonom (ortom) tingkat daerah se-Kabupaten Sleman. Raker yang menjadi forum strategis penyusunan program dan penguatan sinergi organisasi tersebut dibuka langsung oleh Ketua PDM Sleman, H. Harjaka, S.Ag., S.Pd., M.A. Dalam sambutannya, Harjaka kembali menegaskan pentingnya budaya organisasi yang dirangkum dalam akronim “KISS” sebagai fondasi kemajuan Muhammadiyah. “Mungkin sebagian sudah hafal, bahkan mungkin ada yang merasa jenuh mendengarnya. Namun dalam teori psikologi, sesuatu yang diulang-ulang akan lebih mudah tertanam dan dipahami. Karena itu, saya akan terus mengingatkan hal ini,” ujarnya di hadapan peserta raker. Menurut Harjaka, organisasi yang ingin maju dan berkembang harus memiliki KISS, yakni Koordinasi, Interaksi, Sinkronisasi, dan Sosialisasi. Empat unsur tersebut menjadi pilar penting dalam membangun organisasi yang solid, efektif, dan berkemajuan. “Suatu organisasi akan berjalan dengan baik apabila memiliki apa yang saya sebut sebagai KISS. Tanpa KISS, organisasi akan sulit berkembang bahkan bisa mengalami kemunduran. Sebagaimana sebuah keluarga yang tidak memiliki komunikasi dan kebersamaan yang baik, keharmonisannya akan mudah terganggu,” tegasnya. Empat Pilar KISS Harjaka menjelaskan bahwa unsur pertama adalah Koordinasi. Menurutnya, koordinasi harus dilakukan secara rutin di seluruh lini organisasi, baik majelis, lembaga, ortom, maupun pimpinan. Koordinasi menjadi fondasi utama agar seluruh program dan aktivitas organisasi dapat berjalan selaras dan saling menguatkan. Pilar kedua adalah Interaksi. Dari koordinasi yang baik akan lahir berbagai interaksi, pertukaran gagasan, usulan, dan inovasi program. Interaksi yang sehat akan melahirkan kreativitas sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi. Selanjutnya adalah Sinkronisasi, yaitu proses menyelaraskan berbagai program yang muncul agar sesuai dengan prioritas dan kemampuan organisasi. Harjaka mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan organisasi bukanlah banyaknya program yang dirancang, melainkan seberapa besar program tersebut dapat diwujudkan dan memberi manfaat nyata. “Tidak perlu terlalu banyak program. Yang penting program itu bisa dilaksanakan dengan baik, terukur, dan memberikan dampak yang dirasakan masyarakat,” katanya. Pilar terakhir adalah Sosialisasi. Setelah program tersusun dan tersinkronisasi, langkah berikutnya adalah menyampaikannya kepada seluruh keluarga besar Muhammadiyah. Sosialisasi yang baik akan memastikan setiap kebijakan dan program dipahami serta didukung oleh seluruh elemen persyarikatan. “Apabila koordinasi, interaksi, sinkronisasi, dan sosialisasi berjalan dengan baik, insyaallah Muhammadiyah akan semakin maju, berkembang, dan mampu memberikan manfaat yang luas bagi umat dan masyarakat. Muhammadiyah akan menjadi organisasi yang diperhitungkan dan tidak dipandang sebelah mata oleh pihak lain,” pungkas Harjaka. Belajar dari Keberhasilan PCM Gombong Selain agenda pembukaan, peserta raker juga mendapatkan inspirasi dari praktik baik yang disampaikan oleh Heri Pramono dari PCM Gombong. Dalam pemaparannya, Heri membagikan pengalaman dan strategi pengembangan amal usaha Muhammadiyah yang mengantarkan PCM Gombong meraih penghargaan Best of The Best PCM se-Indonesia pada kegiatan CRM di Banjarmasin. Prestasi tersebut diraih karena kemampuan PCM Gombong dalam menggerakkan dan menginspirasi PCM lain, tidak hanya di Kabupaten Kebumen, tetapi juga lintas daerah. Salah satu langkah besarnya adalah inisiatif mendirikan rumah sakit di Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur, sebagai bentuk dakwah dan pelayanan Muhammadiyah di wilayah terluar. Tak hanya itu, PCM Gombong juga memiliki sejumlah amal usaha unggulan, termasuk perguruan tinggi yang dikelola secara mandiri serta jaringan lima rumah sakit yang berkembang pesat. Di bidang filantropi, Kantor Layanan Lazismu tingkat daerah mampu menghimpun dana sekitar Rp3 miliar per tahun, sementara Kantor Layanan Lazismu PCM Gombong berhasil mengumpulkan sekitar Rp1 miliar per tahun. Paparan tersebut menjadi salah satu inspirasi penting bagi peserta Raker PDM Sleman untuk terus memperkuat tata kelola organisasi, mengembangkan amal usaha, serta memperluas kontribusi Muhammadiyah bagi masyarakat. Kontributor: Wahdan ArifudinEditor: Arif Hartanto

Loading

Kolaborasi MPI PDM Sleman Dan FEB UMY Perkuat Pengelolaan Media Sosial SMA/K se Sleman.

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Penguatan kapasitas digital sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman mendapat dukungan nyata dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FEB UMY) melalui penyelenggaraan Pelatihan Pengelolaan Media Sosial (Medsos), Rabu (11/2/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Laboratorium Ekonomi Program Studi Ekonomi FEB UMY, Gedung Ki Bagus Hadikusumo E4 lantai 2, ini diikuti 30 guru dan staf pengelola media sosial SMA/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Melalui fasilitas akademik dan pendampingan dosen, FEB UMY mengambil peran strategis dalam transfer pengetahuan dan keterampilan digital bagi pengelola media sekolah. Program ini merupakan kolaborasi antara tim pengabdian masyarakat Program Studi Ekonomi FEB UMY dengan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman. Sinergi kampus–persyarikatan tersebut dirancang sebagai model penguatan kapasitas digital marketing pendidikan yang aplikatif. Pelatihan berlangsung selama tiga jam dengan pendekatan kuliah interaktif, praktikum, diskusi kelompok, simulasi, serta studi kasus yang relevan dengan konteks pengelolaan kanal resmi sekolah. Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Ekonomi FEB UMY yang juga Ketua Program Studi Ekonomi FEB UMY, Dr. Dyah Titis Kusuma Wardani, S.E., MIDEC, menegaskan bahwa peran FEB UMY tidak berhenti pada penyediaan ruang dan narasumber, tetapi juga pada perancangan kurikulum pelatihan yang berbasis kebutuhan riil sekolah. “Melalui kolaborasi ini, kami mendorong peningkatan kompetensi guru dan staf agar mampu mengelola media sosial secara strategis, memproduksi konten yang efektif, serta membaca metrik kinerja untuk memperkuat reputasi sekolah,” jelasnya. Pada kesempatan tersebut, FEB UMY juga menyerahkan hibah sarana pendukung kepada MPI PDM Sleman sebagai mitra pengabdian masyarakat. Materi pelatihan difokuskan pada pemilihan platform media sosial yang relevan untuk institusi pendidikan, strategi produksi konten kreatif (foto, video, dan narasi), penguatan engagement audiens, serta analisis performa kanal digital. Sesi pertama diampu Rayna Aksan, praktisi pemasaran digital dan media sosial, dilanjutkan sesi kedua oleh Hussein sebagai fasilitator konten kreatif. Peserta memperoleh praktik langsung pengemasan konten visual, penyusunan kalender editorial, teknik storytelling institusional, hingga pengenalan analitik akun. Praktik pengeditan video pendek untuk promosi sekolah juga diberikan guna merespons tren konsumsi konten audiovisual di Instagram, Facebook, dan TikTok. Ketua MPI PDM Sleman, Arief Hartanto,  menekankan bahwa transformasi pengelolaan media sosial merupakan bagian dari syiar Muhammadiyah yang berkemajuan. “Media sosial tidak lagi sekadar etalase informasi, tetapi instrumen syiar digital yang berdampak bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah.,” ujarnya. Wakil Ketua PDM Sleman, Eko Sumardianto menilai inisiatif kolaboratif FEB UMY dan MPI PDM Sleman sebagai langkah konkret membangun ekosistem komunikasi publik sekolah Muhammadiyah.  Menurutnya, pengelolaan media sosial yang profesional akan meningkatkan kesadaran publik, menarik minat calon peserta didik, serta memperkuat kepercayaan orang tua. “Reputasi lembaga kini dibentuk melalui jejak digital yang konsisten, informatif, dan etis,” katanya. Pelatihan ini menyasar guru dan staf yang bertanggung jawab langsung atas akun resmi sekolah Muhammadiyah di Sleman.  Dengan dukungan keilmuan dan pendampingan FEB UMY, program ini diharapkan mempercepat peningkatan kualitas komunikasi digital sekolah Muhammadiyah sehingga reputasi lembaga dan kesadaran publik terhadap pendidikan Muhammadiyah semakin menguat. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PCM Moyudan Berpartisipasi Dalam Pagelaran MSE #1

Sleman. Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah Sleman menggelar perhelatan akbar yang diberi nama Muhammadiyah Sleman Expo # 1 ( MSE #1 ). Kegiatan berlangsung di Sleman City Hall ( SCH) pada tanggal 9 – 11 Januari 2026. Dalam perhelatan tersebut menampilkan beberapa produks unggulan dari Muhammadiyah Bisnis Centra  ( MBC) dari masing-masing Pimpinan Cabang Muhammadiyah ( PCM) se- Kabupaten Sleman. Tidak ketinggalan MBC PCM Moyudan juga berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.   Ketua Majlis Bisnis, Ekonomi dan Pariwisata PCM Moyudan, Anton Sudarto menuturkan bahwa dalam kegiatan MSE tersebut PCM Moyudan menampilkan produk UMKM, produk MBC, dan produk Jamaah Tani Muhammadiyah ( Jatam) Moyudan. “Tidak ketinggalan kami juga menampilkan produk unggulan lainnya yaitu Lurik Moyudan.” Imbuh Anton.  Lebih lanjut Anton mengungkapkan bahwa MSE bisa menjadi sarana promosi MBC yang merupakan media Centra usaha di bawah Majlis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata PCM Moyudan. “Yang selama ini kami telah membuka stand usaha di Ruko SMK Muhammadiyah I Moyudan.” Tandasnya.  Ia juga mengungkapkan bahagianya karena pada Sabtu 10 Januari 2026, dalam kegiatan MSE stand PCM Moyudan dikunjungi langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah ( PDM) Sleman H. Harjaka, yang didampingi H. Abu Hanifah Ketua PCM Moyudan. Harjaka memberikan apresiasi atas partisipasinya PCM dalam kegiatan MSE. “Semoga Muhammadiyah semakin berkembang dan berdaya untuk kepentingan umat.” Ungkap Harjaka.-Rep  Sugiyanto PCM  Moyudan  Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

MPI PDM Sleman Awali 2026 Gelar Koordinasi Pelatihan Penguatan Literasi Media Sosial untuk Syiar Sekolah Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman mengawali tahun 2026 dengan langkah strategis melalui penguatan literasi media sosial bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah. Komitmen tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi dan koordinasi program Pengabdian Masyarakat bersama akademisi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (8/1/2026). Pertemuan yang berlangsung pukul 16.00 hingga 18.00 WIB itu bertempat di Kantor PDM Sleman, yang berlokasi di utara RS PKU Muhammadiyah Sleman. Agenda utama kegiatan adalah menerima silaturahmi Dyah Titis Kusuma Wardani, S.E., MIDEC., Ph.D. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMY Yogyakarta, sekaligus membahas sinergi program penguatan literasi media sosial sebagai sarana syiar sekolah SMK dan SMU Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Ketua MPI PDM Sleman, Arief Hartanto, menyampaikan bahwa era digital menuntut institusi pendidikan Muhammadiyah untuk lebih adaptif dan cakap dalam memanfaatkan media sosial secara positif dan bertanggung jawab. Menurutnya, media sosial bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga wahana dakwah dan branding sekolah. “Media sosial harus dimaknai sebagai ruang syiar yang mencerahkan. Sekolah Muhammadiyah perlu memiliki narasi yang kuat, beretika, dan edukatif agar nilai-nilai Islam berkemajuan dapat tersampaikan secara luas,” ujar Arief Hartanto dalam sambutannya. Dyah Titis Kusuma Wardani, Ph.D. menjelaskan bahwa program Pengabdian Masyarakat FEB UMY dirancang untuk memperkuat kapasitas guru dan pengelola sekolah dalam mengelola konten media sosial. Fokus utamanya adalah literasi digital, manajemen konten, serta pemahaman etika bermedia. “Kami ingin membantu sekolah Muhammadiyah agar mampu mengelola media sosial secara profesional, tidak sekadar aktif, tetapi juga berdampak dan sesuai dengan nilai persyarikatan,” jelas Dyah Titis. Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran MPI PDM Sleman, antara lain H. Wahdan Arifudin, S.Pd., Dr. Sutipyo R., Pamuji Subeksti, S.Si., M. Afifudin, S.Pd., H. Ashari, SIP., serta Hj. Rr. Afiati Fatimah, M.Pd. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan terkait kondisi riil pengelolaan media sosial di sekolah Muhammadiyah Sleman. Dr. Sutipyo R. menekankan pentingnya literasi media sebagai bagian dari dakwah kultural Muhammadiyah dan penguatan literasi media sosial sejalan dengan semangat Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sementara itu, H. Wahdan Arifudin menambahkan bahwa sinergi antara MPI PDM Sleman dan UMY merupakan bentuk nyata kolaborasi amal usaha Muhammadiyah. “Ini langkah awal yang baik di tahun 2026 untuk memperkuat citra sekolah Muhammadiyah melalui media yang digandrungi generasi muda,” katanya. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi pijakan awal pelaksanaan program pendampingan literasi media sosial yang berkelanjutan, guna mendukung syiar pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Rep  Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah PDM Sleman “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, Launching Muhammadiyah Sleman Expo #1  (MSE #1)  

‎ Sleman, Pdmsleman.Or.id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 pada Selasa, 18 November, di Sleman City Hall angkat tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Acara berlangsung meriah dihadiri ratusan Pengurus PDM, Cabang, Ranting, Organisasi otonom dan Amal Usaha Muhammadiyah se Sleman dengan rangkaian kegiatan, penampilan seni, serta peluncuran program Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE #1) . ‎‎Ketua PDM Sleman, Harjaka, dalam sambutannya menegaskan kembali prinsip dasar gerakan Muhammadiyah.“Aqidah Muhammadiyah tauhid menuju akhirat serta menekankan pentingnya pemurnian akidah dan penguatan spiritualitas di tengah dinamika masyarakat”. ‎‎Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Muhammadiyah bagi pembangunan. Ia menyebut Muhammadiyah telah berperan nyata dalam bidang pendidikan, ekonomi, dakwah, sosial, dan kesehatan, khususnya bagi masyarakat Sleman. ‎‎‎‎Rangkaian acara juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni dan budaya, antara lain Tari Saman dari SMA Muhammadiyah 1 Sleman, pembacaan puisi oleh siswa SD Muhammadiyah Sleman, tilawah dari santri MBS Prambanan, penampilan paduan suara Gita Aisyiyah Sleman, serta atraksi dari Padepokan Tapak Suci. ‎‎Pada momen tersebut, PDM Sleman resmi meluncurkan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1, yang akan digelar pada 9-11 Januari 2026 di Sleman City Hall. Expo ini menjadi bagian dari rangkaian Milad Muhammadiyah dan bertujuan memperkuat sinergi gerakan ekonomi, sosial, dan dakwah serta lebih memperkenalkan Muhammadiyah khususnya di Muhammadiyah Sleman. ‎‎ Acara dilanjutkan dengan Penyerahan Piagam Penghargaan dalam dua kategori utama: pengembangan amal usaha dan pemberdayaan cabang serta ranting. Penerima Penghargaan Kategori Pengembangan Amal Usaha: Penerima Penghargaan Kategori Pemberdayaan Cabang dan Ranting Terbaik: Penyerahan penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja keras di tingkat bawah yang menjadi vital bagi kelangsungan persyarikatan. H. Cahyono, S.Ag, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, dalam tausiyahnya menekankan bahwa “  pentingnya penguatan ideologi persyarikatan di tengah derasnya arus informasi dan  mengajak hadirin untuk bersyukur atas usia Muhammadiyah yang semakin matang di 113 tahun adalah sebuah angka yang membuktikan kekuatan dan daya tahan persyarikatan dan Muhammadiyah tidak menunjukkan tanda-tanda surut, melainkan terus berkembang, bertambah kuat, dan memberikan manfaat yang semakin luas”. ‎ ‎Rep  Totok Yudho P  Sekretariat Kantor PDM Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Alhamdulillah Jama’ah Haji Kloter 67 SOC Sleman Landing Dengan Selamat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah Saudi Arabia

Jeddah, Pdmsleman.Or.Id Kamis, 22 Mei 2025, jama’ah haji kloter 67 SOC menjalani beberapa kegiatan penting selama perjalanan ke Jeddah. Pagi hari, pukul 05.00 WIB, pesawat yang membawa jama’ah haji transit di Bandara Internasional Kuala Namu, Deli Serdang, untuk mengisi bahan bakar. Pukul 05.15 WIB, jama’ah haji melaksanakan shalat shubuh yang dipimpin oleh H. Aleq Rahmat Hidayat sebagai imam. Setelah shalat, jama’ah haji melakukan senam peregangan yang dipimpin oleh Mas Prima Aditama, yang meliputi peregangan kepala, pundak, perut, dan kaki. “ Berikutnya pada pukul 06.28 WIB, pesawat yang membawa jama’ah haji terbang menuju Jeddah. Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya jama’ah haji tiba di Bandara King Abdul Aziz dengan lancer dan selamat” tutur Imam S. Niat Ihram dan Umrah dilakukan pada pukul 10.36 WIB, jama’ah haji melaksanakan niat ihram sekaligus niat umrah. Setelah itu, jama’ah haji naik bus menuju hotel yang telah disiapkan. Pentingnya mematuhi larangan ihram, sejak berniat ihram dari miqat Yalamlam, jamaah sudah terikat dengan sejumlah aturan yang harus dipatuhi selama menjalankan ibadah haji dikutip dari MUI.Or.Id. * Tiga larangan bagi laki-laki:   1. Tidak memakai penutup kepala yang menempel   2. Tidak memakai pakaian berjahit   3. Tidak menutup mata kaki (misalnya dengan kaos kaki). * Dua larangan bagi perempuan   1. Tidak menutup wajah   2. Tidak menutup telapak tangan. * Tujuh larangan untuk laki-laki dan perempuan   1. Tidak memakai minyak wangi   2. Tidak memotong kuku   3. Tidak mencabut atau memotong rambut   4. Tidak membunuh hewan buruan   5. Tidak mencabut tumbuhan (seperti rumput)   6. Tidak bercumbu atau berhubungan suami istri   7. Tidak melakukan rafats (ucapan jorok), jidal (berdebat), dan fusuq (berbuat dosa). Larangan-larangan ini harus dihindari agar ibadah haji berjalan sah dan mendapatkan predikat mabrur dan mabrurah, Pukul 14.00 WIB, jama’ah haji tiba di Hotel Aleulyan Alvidyu. Paspor jama’ah haji dikumpulkan dan disematkan gelang yang berisi maps hotel tempat mereka tinggal. Setelah itu, jama’ah haji masuk ke hotel untuk beristirahat setelah perjalanan yang panjang. Semoga jama’ah haji dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan nyaman. Reportase Imam Subarkah Jama’ah Haji KBIHU Aisyiyah Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Ribuan Warga Muhammadiyah Kabupaten Sleman Hadiri Syawalan DAN Mangayubagyo Calon Jama’ah Haji 2025

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sekitar 6000 warga Muhammadiyah Kabupaten Sleman memadati kompleks Masjid Agung Sleman Dr. Wahidin Sudiro Husodo dan sempat memacetkan jalan Parasamya Beran Sleman serta memenuhi sejumlah kantong parker seperti di komplek DPRD Sleman, Pemda Sleman, Pengadilan Agama, Balai DIklat Transmigrasi dan lainnya. Hal ini dikarenakan gelaran acara Silaturrahmi Syawal dan Mangayubagyo Calon Jama’ah Haji Muhammadiyah Sleman1446 H pada hari Sabtu, 26 April 2025. Acara ini dihadiri oleh berbagai unsureorganisasi Muhammadiyah, Aisyiyah dan Ortom termasuk anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sleman, Anggota DPD RI Ir. Ahmad Syauqi Soeratno MM serta perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kabupaten Sleman dan segenap Amal Usaha Muhammadiyah se Sleman, KOKAM, PDPM/NA juga dari PCNU Sleman, Sekda Sleman , Forkopimda Sleman, Jajaran Polresta Sleman dan Dandim serta sejumlah anggota DPRD Sleman Respati A Sasangka yang juga calon jama’ah haji bimbingan KBIHU Aisyiyah Sleman,  Nampak juga DPRD DIY H. Muhammad Yazid, S.Ag . Sofyan Setyo D ST, Raden Inoki AP S.Ag. Salah satu agenda penting dalam acara ini adalah mangayubagyo calon jamaah haji Muhammadiyah Kabupaten Sleman tahun 2025 yang tergabung dalam KBIHU Aisyiyah Sleman sejumlah 210 calon Haji. Acara dibawakan dengan dinamis oleh duo Irfan selaku MC serta dibuka dengan lantunan ayat suci Al Qur’an oleh Ust Yusuf Ramadhan. Berikutnya pidato Iftitah Ketua PDM dan Ikrar Syawal oleh H. Harjaka, S.Pd.,S.Ag., MA yang intinya saling ikrar memaafkan di bulan peningkatan setelah sebulan berpuasa Ramadhan. Selanjutnya disampaikan pengumuman Hasil Lomba Pidato Songsong Ramadhan melalui Channel Youtube Muhammadiyah Sleman sebagai salah satu bentuk pendekatan dakwah melalui media yang digagas oleh Majelis Pustaka dan Informasi PDM Sleman serta Sosialisasi PKU Muhammadiyah Sleman yang telah beroperasi resmi dan siap membantu kesehatan warga Sleman oleh dr. Syafiqulatif. Ayahanda Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag  dari PWM DIY  “Misi dakwah amar makruf nahi munkar Persyarikatan Muhammadiyah selama ini mampu diwujudkan dengan kekuatan sumber daya dan kader yang menjunjung tinggi ketiga nilai-nilai ukhuwah, tasamuh dan husnudzan  dimna ini bisa terlihat bahwa Cabang dan ranting yang kuat pasti ditopang oleh sumberdaya dan kader yang kuat”. Sambutan Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Drs. Susmiarto MM menandaskan “ Pemerintah Daerah Sleman  mengajak masyarakat warga Muhammadiyah Sleman untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam membangun daerah, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan dimana sudah banyak terbukti kiprahnya untuk Sleman yang lebih baik”. Sementara Inti dari acara pengajian akan disampaikan oleh Ustadz KH. M. Jazir ASP. dai kondang yang identik dengan Masjid Jogokaryan Yogyakarta yang fenomenal. “  Awal pendirian Muhammadiyah oleh KH. Ahmad Dahlan adalah untuk menggapai surga Allah, sosok cerminan manusia sepi ing pamrih rame ing gawe, ikhlas  karena ingin menggapai ridho dan surganya Allah. Adapun simbol Muhammadiyah berupa matahati adalah atas usulan santri nya Ahmad Dahlan  A Sangidu  dimana matahari simbol keikhlasan,  bagai sang surya menyinari  kepada siapapun tanpa harap kembali itulah contoh keikhlasan yang menjadi ciri orang Muhammadiyah”. Sosok Sudirman  guru Muhammadiyah tulen yang akhirnya menjadi Panglima Besar TNI pernah berkata “ cukuplah kita para pemimpin saja yang menderita  rakyat tidak boleh menderita,  sekali lagi ini wujud keihklasan yang nyata”. Inilah keteladanan jadi warga Muhammadiyah untuk harus selalu ikhlas,  Ikhlas berkorban mensyiarkan Muhammadiyah   untuk menggapai jannatun naim serta  keikhlasan harus dilandasi ilmu yang benar. Sedangkan pesan untuk para calon haji  dipesankan untuk ikhlaskanlah niat haji hanya karena Allah semata. Disela acara juga digelar pemeriksaan kesehatan dari PKU Muhammadiyah Sleman, pembuatan Nomor Baku Muhammadiyah serta tampilan berbagai Sekolah Muhammadiyah se-Sleman dengan segenap kreatifitas dan karyanya yang disambut antusias para jama’ah. Reportase & Editor  Arief Hartanto, Foto Dok M. Afif  MPI PDM SLeman

Loading

MEK PCA Tempel Gelar Lomba Kelompok Wanita Tani Aisyiyah (KWTA) dan lomba Pengolahan Pangan

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Aula Panti Asuhan Baitul Qowwam menjadi saksi perhelatan lomba yang diadakan oleh Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) bekerja sama dengan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LHPB) Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tempel pada Sabtu 30 November 2024. Kali ini mengadakan dua cabang lomba yang diikuti oleh sembilan ranting, yaitu lomba Kelompok Wanita Tani Aisyiyah (KWTA) dan lomba Pengolahan Pangan. Sri Kayati Nuringsih, SE, yang merupakan Ketua MEK PCA Tempel menuturkan “ kegiatan ini menjadi salah satu bentuk Gerakan Lumbung Hidup Aisyiyah untuk mendukung ketahanan pangan”. Gerakan ini berupaya untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, relasi juga untuk menyikapi permasalahan di ketiga bidang tersebut sehingga meningkatkan perekonomian warga aisyiyah dan sekelilingnya. Dengan keterpaduan tiga hal diatas harapannya lebih banyak keuntungan yang kita dapatkan. Contoh aliran kolam ikan diteruskan pada tanaman, Buah/tanaman yg tidak layak jual diberikan pada ternak dan ikan serta ternak dan ikan menghasilkan kotoran sebagai pupuk tanaman. Selain itu juga diadakan lomba olahan pangan yang aman dan sehat agar keluarga tidak bosan, kita berusaha lebih berkreasi dan berinovasi dalam memasak makanan bergizi, unik unik dan enak-enak di meja makan kita Melalui lomba ini, mari kita teruskan GLHA dengan cinta menanam dan memasak sebagai gaya hidup warga Aisyiyah tambah Nur Cahya W S.Pd Sekretaris MEK PCA dan Sekretaris acara Margiyanti S. Pd Bertindak selaku Juri GLHA adalah Pamuji Sri Subekti S.Si, Nur Rahayu M/Pd dan Wahyu Prihatmoko M.Pd sedangkan untuk lomba olahan pangan dengan juri Sri Arumi S.Ag, Ida Eri S.Pd dan Siti rofi’ah” S.Pd. Sedangkan untuk hasil lomba adalah Juara 1 PRA Lumbungrejo II, Juara 2 Merdikorejo dan Juara 3 Tambakrejo dengan peserta lomba yang mengikuti 6 Ranting dari 9 Ranting.

Loading