Jihadi PCM Godean: “Panggilan Allah untuk Menjadi Hamba yang Bertaqwa”

Godean-PdmSleman.or.id Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Surah Al-Baqarah ayat 21: “Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” Ayat ini sangat istimewa, karena Allah tidak hanya memanggil orang beriman, tetapi memanggil seluruh manusia: “Yaa ayyuhan naas…” — Wahai manusia… Artinya, siapa pun kita, apa pun latar belakang kita, kaya atau miskin, muda atau tua, pejabat atau rakyat biasa, semuanya dipanggil oleh Allah untuk kembali kepada-Nya dan menjadi hamba yang bertaqwa. Taqwa adalah tujuan hidup Karena kemuliaan seseorang di sisi Allah bukan ditentukan oleh usia, jabatan, atau penampilan, tetapi oleh ketakwaannya. Demikian inti pengajian Ahad Pagi Jihadi PCM Godean bersama Prof. Muchlasin di Masjid Al Huda Godean Ahad, 17 Mei 2026. Disampaikan bahwa hidup manusia tidak selalu sama. Dalam kehidupan, kita sering melihat kenyataan yang menggetarkan hati. Ada orang yang ketika mudanya rajin ibadah: aktif mengaji, menjaga shalat, dekat dengan masjid, namun ketika tua justru lalai dan tenggelam dalam maksiat. Sebaliknya, ada pula orang yang masa mudanya jauh dari agama: penuh dosa, lalai beribadah, hidup dalam kesalahan, tetapi menjelang akhir hidupnya Allah bukakan pintu hidayah. Ia bertaubat, menangis dalam sujud, lalu wafat dalam keadaan baik. Inilah yang mengajarkan kepada kita bahwa: yang paling penting bukan bagaimana kita memulai, tetapi bagaimana kita mengakhiri hidup. Karena tidak ada seorang pun yang bisa memastikan: apakah esok masih hidup, bagaimana akhir hayatnya, dan dalam keadaan apa Allah memanggilnya. Husnul khatimah adalah harapan setiap mukmin Dan orang yang hari ini masih banyak dosa jangan berputus asa dari rahmat Allah. Selama nyawa belum sampai tenggorokan, pintu taubat masih terbuka. Karena hidayah bukan milik manusia, tetapi milik Allah. Maka apa yang harus kita lakukan? Menjaga shalat dan ibadah setiap hari. Memohon kepada Allah agar diberi istiqamah. Memperbanyak taubat dan dzikir. Berkumpul dengan orang-orang shalih. Memperbaiki hati, bukan hanya penampilan agama. Berdoa agar diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah. “Ya Allah, jangan Engkau cabut nyawa kami kecuali dalam keadaan Engkau ridha kepada kami.” Dalam Al-Qur’an, manusia disebut dengan beberapa istilah. Masing-masing memiliki makna dan penekanan yang berbeda. Tiga yang paling sering dikenal adalah: an-naas, al-basyar, dan al-insaan. Selain itu masih ada beberapa istilah lain yakni bani Adam, Al Insi  Ketika Allah memanggil: “Yaa ayyuhan naas…” itu artinya semua manusia dipanggil untuk kembali kepada fitrah dan ketakwaan. Kita bukan sekadar basyar yang hanya makan dan tidur. Kita adalah insan yang diberi hati dan amanah. Kita juga Bani Adam yang dimuliakan Allah. Selanjutnya disampaikan Prof. Muchlasin tentang Ibadah 1. Ibadah Hati, Ibadah yang dilakukan dalam batin. Contohnya: ikhlas, sabar, tawakal, syukur, takut kepada Allah, berharap rahmat Allah. Amal besar tanpa hati yang ikhlas bisa menjadi sia-sia. 2. Ibadah Lisan, Ibadah dengan ucapan. Contohnya: dzikir, membaca Al-Qur’an, dakwah, mengucap salam, berkata baik, menasihati, mengajar ilmu. Kadang satu ucapan baik bisa menjadi sebab seseorang mendapat pahala besar. Sebaliknya satu ucapan buruk bisa menghancurkan pahala. Karena itu Rasulullah ﷺ mengingatkan agar menjaga lisan. 3. Ibadah Badan, Ibadah yang menggunakan anggota tubuh. Contohnya: shalat, puasa, membantu orang lain, menolong yang kesusahan, hadir ke majelis ilmu, bekerja keras dalam kebaikan. tubuh yang sehat seharusnya digunakan untuk taat, bukan maksiat. 4. Ibadah Harta, Ibadah melalui materi dan kekayaan. Contohnya: zakat, infak, sedekah, wakaf, membantu fakir miskin, membangun masjid, membantu pendidikan, menyantuni yatim. Harta bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi ada hak orang lain di dalamnya. 5. Ibadah Sosial, Ibadah dalam hubungan dengan manusia. Contohnya: menghormati orang tua, menyayangi pasangan, mendidik anak, menjaga silaturahmi, menjaga lingkungan, tidak menyakiti tetangga. Islam bukan hanya hubungan dengan Allah, tetapi juga hubungan dengan sesama manusia. Kontributor: Wahdan Arifudin, PCM Godean

Loading

Pengabdian Masyarakat UMY Perkuat Pemahaman Tupoksi Pimpinan Aisyiyah se-Kapanewon Gamping

Gamping, Pdmsleman.Or.Id Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Gamping menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertema peningkatan pemahaman tugas pokok dan fungsi organisasi Aisyiyah, Jumat (15/5/2026). Kegiatan berlangsung di Gedung Bersama Muhammadiyah PCM Gamping dan diikuti sekitar 30 peserta dari unsur PCA Gamping serta Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) se-Kapanewon Gamping. Program pengabdian masyarakat tersebut dipimpin oleh dosen UMY, Drs. Juhari Sasmito Aji, sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam penguatan kapasitas organisasi kemasyarakatan perempuan Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting. Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Jamilatul Saudah selaku Sekretaris PWA DIY serta Dr. Oktiva Anggraini, dosen Universitas Widya Mataram Yogyakarta. Kedua pemateri memberikan pembekalan mengenai peningkatan pemahaman tugas pokok dan fungsi pimpinan PCA maupun PRA, sekaligus memotivasi kader agar lebih aktif dalam menjalankan aktivitas organisasi Aisyiyah. Dalam pemaparannya, Jamilatul Saudah menekankan pentingnya pemahaman struktur dan peran organisasi agar gerakan Aisyiyah di tingkat akar rumput semakin efektif. Menurutnya, setiap pimpinan memiliki amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan sesuai bidang masing-masing. “Pimpinan Aisyiyah harus memahami tugas pokok dan fungsi organisasi sehingga program kerja dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Oktiva Anggraini menyampaikan bahwa penguatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan perempuan Muhammadiyah. Ia berharap peserta tidak hanya memahami teori organisasi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan nyata di lingkungan masing-masing. “Kader Aisyiyah harus memiliki semangat berorganisasi dan terus meningkatkan kualitas diri agar mampu menjalankan amanah persyarikatan dengan baik,” katanya. Ketua panitia kegiatan menjelaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan pemahaman tupoksi PCA, majelis, serta PRA se-Kapanewon Gamping. Dengan adanya pelatihan dan penguatan materi tersebut, peserta diharapkan semakin aktif dalam kegiatan persyarikatan serta mampu menjalankan perannya secara optimal. Selain sesi penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif mengenai tantangan organisasi di tingkat ranting dan cabang. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya acara dan aktif menyampaikan berbagai pengalaman dalam mengelola kegiatan Aisyiyah di wilayah masing-masing. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara dunia akademik dan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung penguatan peran perempuan serta pengembangan dakwah Muhammadiyah dan Aisyiyah di tengah masyarakat.  Rep  Juhari PCM Gamping  UMY Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Gladen Geden Sasi Besar Jagal Muhammadiyah LP4H PDM Sleman Perkuat Kompetensi Jagal dan Dakwah Persyarikatan

Sleman, Pdmsleman.Mu.Or.id Lembaga Pengkajian Pengawasan dan Pendampingan Produk Halal Pimpinan (LP4H) Daerah Muhammadiyah Sleman melalui Jagal Muhammadiyah menggelar kegiatan “Gladen Geden Sasi Besar Jagal Muhammadiyah PDM Sleman” pada Sabtu, 16 Mei 2026, pukul 07.30–13.00 WIB di Masjid Darussalam Sleman 3. Kegiatan ini diikuti oleh 85 peserta utusan PCM se-Kabupaten Sleman serta 45 peserta umum. Ketua panitia, Mohammad Hasan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembinaan keterampilan sekaligus penguatan dakwah persyarikatan melalui edukasi penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam. Berbagai agenda praktik dan materi edukatif diselenggarakan dalam kegiatan tersebut. Pada sesi praktik, peserta mendapatkan pelatihan penyembelihan dan kelet kambing sebanyak lima ekor secara langsung. Selain itu, panitia juga mengadakan pengecekan bilah pisau kurban guna memastikan alat penyembelihan memenuhi standar ketajaman dan keamanan. Dalam sesi materi, Dr. Yayan Suryana menyampaikan pembahasan mengenai kesalahan-kesalahan dalam berkurban. Materi ini menyoroti pentingnya pemahaman syariat, pemilihan hewan kurban, hingga tata cara penyembelihan yang benar agar ibadah kurban terlaksana secara sah dan optimal. Selanjutnya, Tri Hartanto Saputro bersama Nurhadi Bambang Handoko memberikan materi tentang cara mengasah bilah pisau dengan benar serta teknis penyembelihan hewan kurban. Para peserta juga mendapatkan praktik langsung mengenai penggunaan alat dan teknik penyembelihan yang efektif, cepat, dan sesuai tuntunan syariat. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selain memperoleh ilmu teoritis, peserta juga mendapatkan pengalaman praktik yang diharapkan dapat diterapkan di masing-masing PCM dan lingkungan masyarakat menjelang Iduladha. Dalam kesan dan pesannya, Mohammad Hasan berharap keberadaan Jagal Muhammadiyah Sleman dapat terus berkembang dan berkelanjutan. Ia menyampaikan, “Harapan kami JagalMu Sleman yang telah dikukuhkan pada setiap Kapanewon akan terus berkelanjutan dan bukan hanya agenda tahunan, terutama dalam menyikapi DAM Haji, senantiasa simak kabar, ikuti instruksi supaya menggerakkan roda dakwah persyarikatan.” Rep Arsyad

Loading

Mendidasmen Abdul Mu’ti Apresiasi TK ABA Semesta, Hadirkan Pendidikan Usia Dini Bertaraf Internasional

Sleman – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti melakukan kunjungan ke TK ABA Semesta di Perumahan Jatimaa Permai, Jati sawit, Balecatur, Gamping, Sleman pada Rabu ( 13/5/2026 ), untuk melihat langsung proses pembangunan dan kesiapan Lembaga pendidikan usia dini sebagai pusat layanan pendidikan modern berkelas internasional. Apresiasi diberikan oleh Abdul Mu’ti atas hadirnya TK ABA Semesta yang dirancang dengan pendidijan mutakhir, baik dari sisi fasilitas, lingkungan belajar, maupun pendekatan pembelajaran anak usia dini yang berorientasi pada pengembangan karakter, kreativitas, dan kemampuan global peserta didik. Abdul Mu’ti menegaskan pendidikan usia dini memiliki peran penting dalam membentuk fondasi generasi masa depan menuju Indonesia Emas 2045. Kehadiran Lembaga pendidikan yang memberikan pelayanan yang berkualitas menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan zaman. “TK ABA Semesta menunjukkan komitmen ‘Aisyiyah untuk menghadirkan pendidikan terbaik sejak usia dini. Desain pembelajaran, fasilitas, dan lingkungan dibangun mencerminkan semangat memberikan pelayanan pendidikan kelas internasional,” Ujarnya. Ia menambahkan, pendidikan modern tidak hanya berupa bangunan yang megah, tetapi juga kemampuan menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. TK ABA Semesta hadir sebagai bagian dari pengembangan pendidikan ‘Aisyiyah yang mengintegrasikan nilai keislaman, kemajuan teknologi, kreativitas dan pendekatan pembelajaran masa depan. “Dengan desain bangunan modern serta ruang belajar yang dirancang ramah anak, sekolah ini, sekolah ini diharapkan menjadi pusat keunggulan pendidikan usia dini,” Imbuhnya. Selain meninjau pembangunan fisik, Abdul Mu’ti juga berdialog dengan pengelolaan dsn tim pengembang terkait konsep pendidikan yang akan diterapkan. Dirinya berharap TK ABA Semesta mampu menjadi model pendidikan anak usia dini yang unggul dan mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebudayaan Indonesia. “Kepercayaan masyarakat adalah amanah. Oleh sebab itu, pendidiksn harus dikelola secara profesional dengan pelayanan terbaik bagi anak-anak dan orang tua,” Ungkapnya. Kehadiran TK ABA Semesta juga wujud nyata dari komitmen ‘Aisyiyah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas yang adaptif terhadap tantangan zaman. “Sekolah ini dirancang sebagai sarana membetikan pengalaman belajar yang holistik melalui perpaduan pendidikan karakter, literasi, kreativitas, teknologi, dan pembiasaan nilai Islam berkemajuan,” pungkasnya.( Giek Moyudan)

Loading

Workshop Manajemen Kesejahteraan Lansia Dorong Terwujudnya Lansia Bahagia dan Sejahtera di Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id  Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM dan MKS PDA Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan menggelar Workshop Manajemen Kesejahteraan Lansia bertema “Menuju Lansia Bahagia dan Sejahtera” di Aula Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Sleman, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, yakni Prof. Dr. Fatwa Tentama, S.Psi., M.Si. serta Dr. Tri Wahyuni Sukesi, S.Si., MPH.. H. Wahyu Purhantoro MM Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM menegaskan bahwa “ kegiatan ini untuk membahas berbagai persoalan kesejahteraan lansia, mulai dari kesehatan mental, kesehatan fisik, lingkungan sosial, hingga strategi mewujudkan lansia tangguh di tengah meningkatnya populasi lanjut usia di Daerah Istimewa Yogyakarta”. Dalam pemaparannya, Prof. Fatwa Tentama menekankan pentingnya kesehatan mental bagi lansia agar tetap mampu menjalani masa tua secara bermakna dan produktif. Ia menjelaskan bahwa DIY saat ini telah memasuki fase aging population, yakni kondisi ketika jumlah penduduk usia lanjut melebihi 10 persen dari total populasi. “Lansia tangguh adalah seseorang yang tetap sehat secara fisik, sosial, dan mental, serta mampu beradaptasi positif terhadap proses penuaan,” jelas Prof. Fatwa dalam materinya. Menurutnya, konsep successful aging dapat diwujudkan melalui pola hidup sehat, tetap aktif secara fisik, membangun komunikasi, memiliki jaringan sosial yang kuat, serta menjaga sikap optimistis dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menyoroti fenomena kesepian dan isolasi sosial yang kerap dialami lansia. Kondisi tersebut, katanya, dapat memicu gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, hingga penurunan fungsi kognitif. “Kesepian bukan hanya persoalan tidak memiliki teman, tetapi perasaan subjektif ketika seseorang merasa jauh dari lingkungan sosialnya,” ungkapnya. Prof. Fatwa menjelaskan bahwa kesepian pada lansia dapat dipicu oleh faktor fisik, sosial, psikis, maupun spiritual. Gejalanya antara lain mudah sedih, menarik diri dari lingkungan, sulit tidur, kehilangan semangat, hingga merasa tidak berguna. Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia mendorong penguatan spiritualitas, peningkatan interaksi sosial, pengembangan hobi, serta dukungan keluarga dan tenaga profesional. “Kegiatan sosial, silaturahmi, ibadah, dan komunikasi rutin dengan keluarga sangat penting agar lansia tetap merasa dihargai dan memiliki makna hidup,” katanya. Selain itu, Prof. Fatwa menekankan pentingnya peran keluarga dan caregiver dalam mendampingi lansia. Pendamping diharapkan menjadi pendengar yang baik, memberi ruang bagi lansia untuk mengambil keputusan sederhana, serta memperhatikan perubahan perilaku dan kondisi kesehatannya. Sementara itu, Dr. Tri Wahyuni Sukesi membahas pentingnya menjaga kesehatan fisik dan lingkungan yang ramah lansia. Menurutnya, kesejahteraan lansia tidak hanya ditentukan oleh kondisi kesehatan, tetapi juga lingkungan sosial yang mendukung aktivitas dan interaksi mereka. Kegiatan workshop ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari unsur Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Kabupaten Sleman. Para peserta berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendampingan dan pelayanan lansia secara holistik. Melalui workshop ini, MPKS PDM dan MKS PDA Sleman berharap tercipta sinergi antara keluarga, masyarakat, dan lembaga sosial dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, bahagia, dan tetap produktif di usia senja. Editor  Arief HArtanto MPI PDM SLeman

Loading

Muspimcab PCM Kalasan, Mensinergikan Langkah untuk Gerakan Dakwah Muhammadiyah

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id PCM Kalasan menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Cabang pada hari Sabtu, 9 Mei 2026 bertempat di Aula SD Muhammadiyah Kadisoka. Kegiatan tersebut dihadiri oleh segenap pengurus PCM, Perwakilan PCA, PRM se- Kalasan, dan Pemuda Muhammadiyah. Dalam kesempatan tersebut, juga hadir dan memberi sambutan, Ketua PDM Sleman yang diwakili oleh Ustadz Irfan Haris.  Dalam sambutannya Ustadz Irfan Haris menegaskan bahwa tantangan nyata di Muhammadiyah adalah masalah pengkaderan. Sehubungan dengan hal tersebut, beliau berharap PCM Kalasan mencermati permasalahan pengkaderan tersebut dengan memberdayakan semua majelis dan ortom dan mengoptimalkan peran Lazismu dalam penggalian dana masyarakat dan pentasarufannya untuk program-program PCM. “Sudah ada kesepakatan di tingkat PDM Sleman bahwa Lazismu itu adalah penyokong utama pembiayaan program PCM,” tegas pak Irfan Haris. Dalam Muspimcab PCM Kalasan itu juga disepakati secara mufakat bulat adanya pergantian Sekretaris I yang sebelumnya dijabat oleh Iswanto, S.Pd., M.Pd. diganti oleh Sumadi, S.T., M.B.A. Pergantian tersebut karena Iswanto, M.Pd. diangkat sebagai Kepala SD Muhammadiyah Sambisari. Menurut Wakil Ketua PCM Kalasan, Budi Sarwanto, M.Si., mekanisme penggantian tersebut sudah disesuaikan  dengan AD/ART dan sudah dikonsultasikan kepada PDM Sleman. Selanjutnya, Sekretaris baru per 9 Mei 2026 mulai menjalankan tugas kesekretarisan PCM Kalasan sambil menunggu SK pengesahan dari PDM Sleman. Sementara itu, penasihat PCM Kalasan, Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag. dalam sambutannya mengingatkan bahwa PCM Kalasan memiliki potensi strategis untuk berkembang lebih baik karena factor-faktor, antara lain: a) Secara geografis wilayah Kalasan sangat dekat dengan pusat Muhammadiyah yaitu Kota Yogyakarta. Kondisi ini tentu memungkinkan untuk melihat lebih dekat gerak langkah dinamika kemajuan pusat Muhammadiyah dalam gerakan dakwah dan juga komunikasi dengan berbagai pihak lebih mudah; b) Banyak kader-kader Muhammadiyah yang tinggal di Kalasan dan menduduki posisi strategis di berbagai struktur pengurus Muhammadiyah, baik di PDM, PWM, maupun di PP Muhammadiyah. Banyak di antara mereka juga bekerja di amal usaha Muhammadiyah yang cukup besar di Yogyakarta. Tentu saja ini bisa menjadi modal sumber daya untuk mengomunikasikan dan mengoordinasikan berbagai permasalahan PCM. Semoga ke depan PCM Kalasan bisa merangkul dan mensinergikan potensi tersebut untuk kemajuan PCM Kalasan. Ketua PCM, H. Sunandar, S.Psi., mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta Muspimcab dan berharap kepada semua majelis dan ortom untuk meningkatkan kinerjanya. Di sela-sela memimpin koordinasi semua majelis dan ortom PCM Kalasan, beliau berpesan bahwa menjadi pengurus itu intinya rajin rapat dan rajin ngaji. Dari rapat inilah akan muncul ide atau gagasan, terutama untuk ngaji dan Gerakan-gerakan dakwah lainnya. (Sarno R. Sudibyo, M.Pd./ MPI PCM Kalasan).

Loading

TernakMU Gelar Pertemuan Perdana, Dorong Crowdfunding untuk Microfarming Ayam Kampung Petelur

Turi, Pdmsleman.Or.Id Komunitas TernakMU, wadah peternak warga Muhammadiyah Turi binaan Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata PCM Turi, menggelar pertemuan perdana pada Ahad 10 Mei 2026,  di Rumah Akhmad Khairudin Garongan Wonokerto Turi yang sekaligus sebagai Sekertariat atau Rumah TernakMUsebagai langkah awal penerapan sistem crowdfunding untuk pendanaan usaha microfarming anggotanya. Gerakan ini menjadi aksi nyata pemberdayaan ekonomi warga Muhammadiyah melalui pengembangan ternak ayam kampung petelur jenis Elba dan Kuntara 4.  “Pertemuan perdana ini tidak hanya menjadi ruang silaturahmi antarpeternak, tetapi juga menjadi momentum pembentukan struktur pengurus TernakMU” tutur Udin .  Dalam forum tersebut, disusun kepengurusan awal dengan Akhmad Khairudin atau Udin sebagai ketua, Fajar sebagai wakil ketua, Sodik sebagai sekretaris, serta Mas Toni Guna sebagai bendahara. Struktur ini diharapkan menjadi fondasi awal agar gerakan TernakMU dapat berjalan lebih tertib, terarah, dan berkelanjutan.  Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua PCM Turi, Bambang Rahmanto, yang akrab disapa Bara. Hadir pula Agung sebagai perwakilan Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata PCM Turi yang juga merupakan peternak praktis yang ikut tergabung sebagai anggota TernakMU, sehingga kehadirannya menjadi penguat dalam aspek pendampingan teknis bagi para anggota.  Melalui pola crowdfunding, TernakMU berupaya membangun sistem pendanaan gotong royong untuk mendukung usaha ternak anggota. Pendanaan ini diarahkan untuk membantu kebutuhan awal peternakan, seperti penyediaan bibit, pakan, pengelolaan kandang, hingga pengembangan usaha. Dengan sistem ini, warga yang ingin memulai usaha ternak tidak harus berjalan sendiri, tetapi dapat bergerak bersama dalam jaringan peternak Muhammadiyah yang saling menguatkan. Selain menjadi forum arisan bulanan, pertemuan rutin TernakMU juga dirancang sebagai ruang evaluasi teknis dan pemantauan ternak anggota yang sedang berjalan. Melalui agenda tersebut, setiap anggota dapat berbagi pengalaman, menyampaikan kendala di lapangan, mengevaluasi perkembangan ayam, serta mendapatkan masukan terkait manajemen pakan, kesehatan ternak, pencatatan produksi, dan pemasaran hasil. Dengan demikian, TernakMU tidak hanya menjadi komunitas arisan ternak, tetapi juga ruang belajar bersama bagi peternak warga Muhammadiyah.  Konsep microfarming dipilih karena dapat dijalankan dalam skala kecil, memanfaatkan lahan terbatas, dan sesuai untuk dikembangkan oleh keluarga maupun kelompok masyarakat. Dalam gagasan awalnya, microfarming tidak hanya dipahami sebagai kegiatan memelihara ternak kecil, tetapi sebagai sistem usaha yang mencakup perencanaan, pemilihan bibit, manajemen pakan, kesehatan ternak, pencatatan usaha, pengolahan hasil, hingga pemasaran.  Pengembangan ayam kampung petelur jenis Elba dan Kuntara 4 menjadi pilihan strategis karena memiliki potensi produksi telur yang dapat mendukung kebutuhan protein keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Dari kandang kecil, anggota TernakMU diharapkan mampu belajar menjadi peternak yang disiplin, mandiri, dan berkemajuan.  Melalui pertemuan perdana ini, TernakMU menegaskan komitmennya untuk menjadikan ternak kecil sebagai gerakan besar pemberdayaan ekonomi umat. Dengan semangat gotong royong, pendampingan teknis, arisan bulanan, serta pemantauan rutin, TernakMU hadir sebagai ikhtiar nyata warga Muhammadiyah Turi dalam membangun kemandirian pangan dan ekonomi dari tingkat akar rumput. Rep Udin Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Siapa Pemakmur Masjid-masjid Allah, Ust Ahmad Fauzi Satriyono, S.Ag, M.A.

“Syarat menjadi penghuni surga adalah salah satunya menjadi pemakmur masjid. Menjadi pemakmur masjid itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah sebagaimana terdapat dalam Surat At-Taubah ayat 18, pemakmur masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan shalat, menunaikan zakat, serta tidak takut kepada siapa pun selain Allah. Mereka adalah orang-orang yang menjaga, membangun, dan meramaikan masjid dengan aktivitas ibadah.” Hal di atas disampaikan oleh Ustadz H. Ahmad Fauzi Satriyono, S.Ag, M.A. dalam Pengajian Ahad Pagi atau Jihadi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean tadi pagi Ahad, 10 Mei 2026 dan rutin dilaksanakan setiap Ahad Pagi di Masjid Al Huda Godean Sleman Yogyakarta mulai jam 06.00-07.15 tepat. Pengajian dihadiri lebih dari 300 orang jamaah yang rutin hadir dari sekitar masjid Al Huda Godean dan masyarakat umum. Selanjutnya disampaikan bahwa perbuatan pemakmur masjid diantaranya Pertama, Iman dan Takwa: Memiliki keimanan yang baik dan takut hanya kepada Allah. Kedua, Mendirikan Shalat: Senantiasa mendirikan shalat, terutama berjamaah di masjid. Ketiga, Menunaikan Zakat: Mengeluarkan zakat sebagai bentuk kepedulian sosial. Keempat, Aktivitas fisik dan ruhiyah: Membangun, membersihkan, merawat, dan memakmurkan masjid dengan taklim, zikir, serta bacaan Al-Qur’an. Kelima, Istiqomah: Menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan yang bermanfaat. Allah menjanjikan pahala besar, termasuk dibangunkan istana di surga, bagi mereka yang memakmurkan rumah-Nya. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Seorang wanita yang biasa menyapu masjid wafat, Rasul menanyakannya ketika dikatakan bahwa ia wafat, Rasul berkata, “Mengapa kamu tak mengabariku agar Aku sholatkan? tunjukkan di mana kuburnya maka Rasul mendatangi kuburan itu, lalu sholat di atasnya. jelas Ustadz Ahmad Fauzi Satriyono. Kontributor: Wahdan Arifudin, MPI PDM Sleman

Loading

Workshop Resensi Buku dan Public Speaking IPM SMP Muhammadiyah 3 Depok

Depok, Pdmsleman.Or.Id Kemampuan literasi dan komunikasi publik menjadi bekal penting bagi pelajar dalam menghadapi perkembangan era digital. Untuk memperkuat kemampuan tersebut, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 3 Depok (Mugadeta) Kabupaten Sleman menggelar Workshop Resensi Buku dan Public Speaking di Meeting Room, pada Jumat (8/5/2026). Sekretaris Forum Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Sleman, Athiful Khoiri, menekankan bahwa budaya literasi perlu dibangun tidak hanya melalui kebiasaan membaca, tetapi juga kemampuan memahami dan menyampaikan kembali gagasan secara runtut kepada publik. “Pelajar hari ini perlu memiliki kemampuan membaca yang baik sekaligus keterampilan berbicara yang terarah. Dua hal tersebut penting untuk membangun kepercayaan diri dan kemampuan berpikir kritis,” ujarnya. Pada sesi resensi buku, peserta dikenalkan pada teknik dasar mengulas buku secara sistematis, mulai dari memahami isi bacaan, menemukan pesan utama, hingga menyusun ulasan yang singkat namun menarik. Peserta juga diajak memahami pentingnya membaca secara mendalam agar mampu menghasilkan pandangan dan argumentasi yang kuat. “Melalui resensi, pelajar belajar menyusun cara berpikir yang runtut. Mereka tidak hanya membaca, tetapi juga memahami, menilai, lalu menyampaikan kembali isi buku dengan bahasa yang baik,” katanya. Selain itu, dalam materi public speaking, peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik komunikasi di depan umum, penguasaan vokal, pengelolaan rasa gugup, hingga cara menyampaikan pesan secara efektif kepada audiens. Athiful menjelaskan bahwa kemampuan berbicara di depan publik menjadi salah satu kompetensi penting bagi generasi muda, terutama di tengah arus informasi digital yang berkembang sangat cepat. Menurutnya, pelajar perlu dibiasakan menyampaikan gagasan secara santun, terstruktur, dan bernilai positif. “Public speaking bukan hanya soal berbicara, tetapi bagaimana menyampaikan ide dengan jelas dan mampu memberi pengaruh baik kepada orang lain,” katanya. Workshop berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif mengikuti sesi diskusi dan praktik singkat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya IPM Mugaedeta dalam menghadirkan ruang pengembangan diri bagi pelajar melalui kegiatan edukatif yang relevan dengan kebutuhan generasi muda. Melalui workshop tersebut, diharapkan para peserta dapat semakin termotivasi untuk mengembangkan budaya literasi, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta membangun karakter pelajar yang percaya diri, kritis, dan berkemajuan. Rep Giek Moyudan

Loading

SD Muhammadiyah Banyuraden Ikuti Program Istura di Gedung Agung Yogyakarta

Gamping, Pdmsleman.Or.Id Sebanyak 75 siswa kelas 4 dan 5 SD Muhammadiyah Banyuraden, Sleman mengikuti Program Istana untuk Rakyat (Istura) di Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung Yogyakarta, Kamis (7/5/2026).  Kegiatan edukatif tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan literasi sejarah, wawasan kebangsaan, serta pendidikan karakter bagi peserta didik. Melalui program tersebut, para siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal secara langsung salah satu Istana Kepresidenan Republik Indonesia yang memiliki nilai historis penting dalam perjalanan bangsa.  Gedung Agung Yogyakarta merupakan satu dari lima Istana Kepresidenan resmi Republik Indonesia bersama Istana Merdeka, Istana Bogor, Istana Cipanas, dan Istana Tampaksiring. Dalam kegiatan kunjungan, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai sejarah Gedung Agung yang pernah menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia ketika ibu kota negara dipindahkan ke Yogyakarta pada tahun 1946.  Pada masa revolusi tersebut, Presiden Soekarno menggunakan Gedung Agung sebagai tempat berkantor sekaligus kediaman resmi selama pemerintahan berada di Yogyakarta. Selain mempelajari sejarah pemerintahan Republik Indonesia, para siswa juga diajak mengunjungi sejumlah ruangan bersejarah yang berada di kawasan istana, di antaranya Ruang Garuda, Ruang Diponegoro, Ruang Jamuan VVIP, Ruang Kesenian, serta Ruang Sudirman yang menjadi lokasi pelantikan Jenderal Besar Sudirman sebagai Panglima TNI pada 3 Juni 1947. Kepala SD Muhammadiyah Banyuraden, Maria Ulfa, menyampaikan bahwa Program Istura memberikan pengalaman pembelajaran yang kontekstual dan mendalam bagi siswa karena materi sejarah tidak hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga melalui pengamatan langsung terhadap situs bersejarah nasional. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter peserta didik, khususnya dalam menanamkan nilai nasionalisme, penghargaan terhadap perjuangan bangsa, serta kecintaan terhadap sejarah Indonesia. “Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang sangat bermakna bagi siswa. Anak-anak dapat melihat secara langsung berbagai ruang dan peninggalan sejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan Republik Indonesia,” ujarnya. Menurutnya, hal ini menjadi sarana pembelajaran untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan menumbuhkan semangat cinta tanah air sejak dini. Ia menambahkan, sekolah terus mendorong pelaksanaan pembelajaran berbasis pengalaman sebagai upaya memperkaya pengetahuan siswa sekaligus membangun karakter generasi muda yang berintegritas, berwawasan luas, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan. “Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan sejarah, tetapi juga mampu memahami makna perjuangan para pendiri bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keberlangsungan Republik Indonesia,” tandasnya. Rep Athiful  Depok

Loading