Godean, Sleman – Pengajian Ahad Pagi atau Jihadi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Godean kembali berlangsung dengan penuh khidmat pada Ahad, 6 September 2026, pukul 06.00–07.15 WIB, bertempat di Masjid Al Huda Godean, Sleman, Yogyakarta. Pengajian menghadirkan Ustadz Irfan Haris dari Ngemplak, Sleman, yang menyampaikan kajian tentang pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh, meliputi kesehatan jasmani, rohani, moral, sosial, dan ekonomi. Pengajian tersebut diikuti sekitar 350 jamaah. Antusiasme jamaah menunjukkan bahwa kegiatan Jihadi PCM Godean menjadi salah satu ruang penting bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat untuk memperkuat keimanan sekaligus memperluas wawasan keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pelaksanaan kegiatan, petugas berasal dari SD Muhammadiyah Sangonan IV. Keterlibatan sekolah dalam kepanitiaan dan pelayanan kegiatan menjadi bagian dari sinergi Amal Usaha Muhammadiyah dengan kegiatan dakwah PCM Godean. Kesehatan Bukan Hanya Persoalan Jasmani Dalam kajiannya, Ustadz Irfan Haris mengajak jamaah untuk tidak memahami kesehatan hanya sebatas kondisi fisik. Menurutnya, kesehatan manusia perlu dilihat secara utuh karena jasmani, rohani, akal, hati, perilaku, hubungan sosial, dan kondisi ekonomi saling berkaitan. Seseorang mungkin terlihat sehat secara fisik, tetapi belum tentu memiliki kesehatan rohani dan moral yang baik. Demikian pula seseorang yang memiliki kecukupan ekonomi belum tentu memperoleh ketenangan apabila hartanya diperoleh dengan cara yang tidak halal. Karena itu, kesehatan harus menjadi bagian dari muhasabah diri. Setiap orang perlu bertanya kepada dirinya sendiri: bagaimana kondisi jasmani, bagaimana hubungan dengan Allah, bagaimana keadaan hati, bagaimana perilaku terhadap sesama, serta bagaimana cara memperoleh dan menggunakan harta. Menjaga Akal dan Hati Ustadz Irfan juga mengingatkan pentingnya menjaga akal dan hati. Akal harus digunakan untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, sementara hati perlu dijaga agar tidak dipenuhi penyakit seperti iri, dengki, hasad, dendam, riya, dan berbagai penyakit hati lainnya. Kesehatan rohani antara lain tercermin dari adanya semangat untuk beribadah, senang mendatangi masjid, menjaga hubungan dengan Allah, serta memiliki hati yang bersih dan peduli terhadap sesama. Peningkatan kualitas rohani, menurutnya, harus berjalan seiring dengan peningkatan moral dan kepedulian sosial. Keimanan tidak cukup berhenti dalam diri, tetapi harus melahirkan amal saleh dan sikap nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan. Kesehatan Ekonomi dan Bahaya Riba Pembahasan kemudian diarahkan pada kesehatan ekonomi. Islam memberikan perhatian besar terhadap persoalan harta karena cara memperoleh, mengelola, dan membelanjakan harta akan dipertanggungjawabkan. Salah satu persoalan yang mendapat perhatian serius adalah riba. Ustadz Irfan memberikan gambaran bahwa pinjaman yang sejak awal mensyaratkan adanya tambahan karena faktor waktu perlu diwaspadai. Misalnya seseorang meminjam sejumlah uang, kemudian diwajibkan mengembalikan lebih besar dari pokok pinjaman karena adanya persyaratan tertentu. Islam membolehkan utang-piutang sebagai bentuk tolong-menolong. Namun, hubungan tersebut harus dilandasi keadilan dan tidak menjadikan kesulitan orang lain sebagai sarana mengambil keuntungan secara zalim. Jamaah juga diingatkan agar tidak tergoda mengejar rezeki dengan cara yang bertentangan dengan syariat. Keterlambatan rezeki tidak boleh menjadi alasan untuk mengambil jalan yang haram. Rezeki, Ketakwaan, dan Keberkahan Dalam kajian tersebut juga ditekankan pesan Al-Qur’an bahwa ketakwaan menjadi jalan datangnya pertolongan dan rezeki dari Allah. Karena itu, seorang Muslim perlu membangun keyakinan bahwa rezeki tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat seseorang mendapatkannya, tetapi juga oleh kehalalan dan keberkahannya. Pesan ini menjadi penting di tengah kehidupan yang semakin kompleks, ketika seseorang dapat tergoda mengambil jalan pintas demi memenuhi kebutuhan ekonomi. Sebagaimana pesan Rasulullah ﷺ dalam hadis riwayat Bukhari, akan datang suatu masa ketika manusia tidak lagi peduli dari mana harta diperoleh, apakah dari jalan halal atau haram. Peringatan tersebut menjadi bahan renungan agar setiap Muslim senantiasa berhati-hati dalam mencari dan menggunakan harta. Kesehatan yang Menyeluruh Pada akhirnya, kesehatan yang ideal tidak hanya diukur dari tubuh yang kuat. Kehidupan yang sehat juga membutuhkan rohani yang kuat, hati yang bersih, moral yang baik, solidaritas sosial, serta kesejahteraan ekonomi yang diperoleh melalui jalan halal. Pertumbuhan satu aspek perlu diikuti dengan pertumbuhan aspek lainnya. Kesehatan jasmani tanpa kesehatan rohani dapat kehilangan arah. Kekayaan tanpa moral dapat menjadi sumber kerusakan. Demikian pula kehidupan spiritual yang baik seharusnya mendorong seseorang semakin peduli kepada sesama. Pesan tersebut menjadi penting bagi jamaah Jihadi PCM Godean untuk menjadikan kehidupan sebagai proses peningkatan kualitas diri secara utuh. Dengan jumlah jamaah sekitar 350 orang, kegiatan Pengajian Ahad Pagi/Jihadi ini tidak hanya menjadi forum menambah ilmu agama, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, solidaritas, dan semangat dakwah di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. Keterlibatan SD Muhammadiyah Sangonan IV sebagai petugas kegiatan turut memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara Amal Usaha Muhammadiyah dan PCM Godean dalam menghidupkan dakwah serta pelayanan kepada jamaah. Melalui kegiatan tersebut, jamaah diajak untuk terus melakukan muhasabah, memperbaiki kualitas ibadah, menjaga kesehatan jasmani dan rohani, membangun hubungan sosial yang baik, serta memastikan setiap rezeki yang diperoleh berasal dari jalan yang halal. Sebab, keberhasilan hidup bukan semata-mata tentang sehatnya tubuh atau banyaknya harta, tetapi tentang bagaimana seluruh nikmat yang diberikan Allah dapat menjadi jalan mendekatkan diri kepada-Nya dan memberi manfaat bagi sesama. Reporter: Wahdar Arifudin, PCM Godean
![]()