TPQ Inklusi Muhammadiyah Sleman Buka Ruang Belajar Al-Qur’an bagi Penyandang Tuna Netra

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Suasana hangat dan penuh semangat terlihat di Masjid Asy Syifa PKU Muhammadiyah Sleman pada Ahad (14/6/2026). Sejumlah penyandang tuna rungu yang tergabung dalam HIDIMU (Himpunan Difabel Muhammadiyah) Sleman mengikuti kegiatan perdana Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Inklusi yang digagas oleh Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM Sleman.Program ini menjadi salah satu langkah nyata Muhammadiyah dalam menghadirkan ruang belajar Al-Qur’an yang terbuka dan ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.Ketua MPKS PDM Sleman, Drs. Wahyu Purhantoro, M.M., menegaskan bahwa pendidikan agama merupakan hak setiap orang tanpa terkecuali. Karena itu, akses terhadap pembelajaran Al-Qur’an harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.“Mendengar bukan hanya tentang suara. Mendengar adalah tentang memahami, memberi ruang, dan menerima setiap perbedaan dengan hati yang terbuka. Melalui TPQ Inklusi ini kami ingin menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman bagi saudara-saudara berkebutuhan khusus, termasuk teman-teman tuli,” ujar Wahyu.Menurutnya, inklusi tidak berhenti pada penyediaan akses semata, tetapi juga memberikan kesempatan yang setara agar setiap individu dapat berkembang sesuai potensinya.“Setiap orang memiliki hak yang sama untuk belajar dan mengenal Al-Qur’an. Inklusi adalah tentang memberi kesempatan agar semua bisa tumbuh, berkembang, dan bersinar bersama,” katanya.Kegiatan TPQ Inklusi mulai dilaksanakan pada Juni 2026 dan direncanakan berlangsung secara rutin setiap bulan pada pekan ketiga. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Muhammadiyah dalam memperluas layanan sosial dan pendidikan yang menjangkau kelompok-kelompok yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan akses.Pada pelaksanaan perdana, proses pembelajaran dipandu oleh dua pengajar, yakni Andi Naim, Amin Qomariyah dan Novita Nur Alifah. Dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta, kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat sambutan positif dari para peserta maupun keluarga yang mendampingi.Wahyu menambahkan, MPKS PDM Sleman juga tengah menyiapkan pengembangan program serupa bagi penyandang tuna netra. Persiapan tersebut telah dilakukan dengan menyediakan Al-Qur’an Braille sebagai sarana belajar.“Insya Allah ke depan kami juga akan membuka TPQ Inklusi untuk saudara-saudara tuna netra. Al-Qur’an Braille sudah kami siapkan. Saat ini kami sedang berupaya mencari instruktur yang memiliki kemampuan mengajar membaca Al-Qur’an Braille,” ungkapnya.Ia berharap keberadaan TPQ Inklusi tidak hanya menjadi tempat belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, pemberdayaan, dan penguatan kepercayaan diri bagi para penyandang disabilitas.Program ini sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Islam mengajarkan penghormatan terhadap martabat setiap manusia. Ketika kesempatan belajar dibuka seluas-luasnya, tidak ada lagi yang merasa tertinggal ataupun berjalan sendirian.“Semoga melalui langkah kecil ini semakin banyak pihak yang tergerak untuk membangun lingkungan yang inklusif. Mari belajar mendengar dengan hati, sehingga semua dapat merasakan kebersamaan dan kebermanfaatan,” pungkas Wahyu.Melalui TPQ Inklusi, Muhammadiyah Sleman menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang menghadirkan keadilan dan kesempatan bagi semua.Rep Anna Yaskuri S.Pd MPKS PDM SlemanEditor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Empat Produk UMKM Sleman Masuk Program Muhammadiyah One Brand UMKM

Kebumen , Pdmsleman.Or.Id Komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat ekonomi umat kembali ditunjukkan melalui dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman yang digelar di Sagara View, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (13/6/2026), dilakukan penyerahan simbolis empat produk unggulan UMKM Sleman yang terpilih masuk dalam Program Muhammadiyah One Brand UMKM. Raker tersebut dihadiri secara lengkap oleh 13 pimpinan harian PDM Sleman, serta para ketua dan sekretaris majelis, lembaga, dan organisasi otonom (ortom) tingkat daerah se-Kabupaten Sleman. Selain membahas program strategis organisasi, forum ini juga menjadi momentum penguatan sektor ekonomi melalui pemberdayaan UMKM Muhammadiyah. Penyerahan simbolis dilakukan oleh Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LP UMKM) PDM Sleman, Muhamad Iskandar, S.E., M.E., kepada Ketua PDM Kabupaten Sleman. Empat produk yang diserahkan merupakan produk UMKM Sleman yang telah terpilih sebagai bagian dari program Muhammadiyah One Brand UMKM. Muhamad Iskandar menjelaskan bahwa penyerahan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bentuk dukungan nyata agar produk-produk UMKM binaan Muhammadiyah dapat memperoleh akses pasar yang lebih luas melalui jaringan Muhammadiyah. “Penyerahan simbolis ini memiliki harapan agar PDM Sleman memberikan restu sekaligus dukungan penuh kepada UMKM Sleman untuk masuk dalam Program Muhammadiyah One Brand UMKM sebagai upaya mengatasi persoalan pemasaran yang selama ini menjadi tantangan utama pelaku usaha kecil,” ujarnya. Program Muhammadiyah One Brand UMKM sendiri secara resmi diluncurkan oleh Lembaga Pengembangan UMKM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY pada 10 Maret 2026 di Hotel SM Tower Yogyakarta. Program tersebut dirancang sebagai model kolaboratif yang memungkinkan satu merek digunakan oleh berbagai pelaku UMKM Muhammadiyah untuk produk yang sama dengan standar kualitas dan desain yang seragam. Menurut Iskandar, konsep tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk UMKM Muhammadiyah di pasar yang semakin kompetitif. Dengan menggunakan satu identitas merek yang kuat, produk akan lebih mudah dikenali konsumen dan memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar yang lebih luas. Ia mencontohkan produk RendangMu yang telah diluncurkan pada Maret lalu. Produk tersebut berasal dari UMKM Sleman, namun ke depan dapat diproduksi oleh UMKM Muhammadiyah dari daerah lain dengan tetap menggunakan merek dan desain yang sama sesuai standar yang telah ditetapkan. “Produsennya bisa berbeda-beda, tetapi brand dan desain kemasan harus sama sehingga tercipta kekuatan merek yang terintegrasi,” jelasnya. Pada tahap awal, terdapat empat produk yang dipilih sebagai pilot project dalam Program Muhammadiyah One Brand UMKM, yaitu Sambel PecelMu, AbonMu, RendangMu, dan SambelMu. Menariknya, keempat produk tersebut seluruhnya berasal dari UMKM Kabupaten Sleman. Keberhasilan produk-produk UMKM Sleman masuk dalam program percontohan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Muhammadiyah Sleman. Selain menunjukkan kualitas produk yang dimiliki, pencapaian tersebut juga membuka peluang lebih besar bagi para pelaku usaha untuk memperluas jaringan pemasaran melalui ekosistem Muhammadiyah yang tersebar di berbagai daerah. Melalui sinergi antara organisasi dan pelaku usaha, Muhammadiyah berharap Program One Brand UMKM mampu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kemandirian ekonomi umat sekaligus memperkuat keberadaan produk-produk lokal di pasar nasional. Reportase Tetra LP UMKM PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Belajar dari PCM Gombong, Kaderisasi jadi kata kunci Pengembangan

Agenda rapat kerja PDM Kabupaten Sleman diantaranya mengundang Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gombong sebagai juara 1 Best of The Best PCM dalam Cabang Ranting Muhammadiyah Award 2026 di Banjarmasin Kalimantan Timur baru-baru ini. Bertempat di Sagara View, Pantai Karang Bolong Kebumen Jawa Tengah, Sabtu-Ahad, 13-14 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut PCM Gombong, menyampaikan best practice oleh Heri Pramono selaku wakil ketua PCM Gombong. Di bidang pendidikan, kondisi sekolah-sekolah Muhammadiyah juga beragam. Ada yang jumlah siswanya sudah besar, ada pula yang masih memerlukan perhatian dan penguatan. Namun yang terpenting bukan hanya jumlah siswa, melainkan bagaimana sekolah tersebut mampu menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan kaderisasi dengan baik. “Di Kabupaten Kebumen terdapat 26 kecamatan, dan Muhammadiyah telah hadir di sebagian besar wilayah tersebut. Kehadiran Muhammadiyah tidak hanya melalui sekolah dan masjid, tetapi juga melalui ranting-ranting yang aktif menggerakkan dakwah di tengah masyarakat.” Ungkap Heri Pramono Pengalaman menunjukkan bahwa ketika sebuah ranting berdiri dan aktif, banyak manfaat yang dirasakan masyarakat. Ada warga yang sebelumnya belum mengenal Muhammadiyah dengan baik kemudian menjadi bagian dari persyarikatan. Ada pula yang semakin memahami agama dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan serta dakwah. “Karena itu, salah satu strategi yang kami lakukan adalah memperkuat ranting dan membangun basis kader di tingkat akar rumput. Tanah wakaf, masjid, sekolah, maupun amal usaha lainnya diarahkan untuk memperkuat gerakan dakwah dan pelayanan kepada masyarakat. Bahkan berbagai program sosial juga terus dikembangkan untuk membantu anak yatim, kaum dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan.” Tegas Heri Selain itu, pengembangan sumber daya manusia di PCM Gombong menjadi perhatian utama. Muhammadiyah membutuhkan kader yang tidak hanya menjadi anggota, tetapi juga bersedia aktif mengambil peran dan tanggung jawab dalam organisasi. Sebab organisasi yang besar tidak mungkin berjalan hanya oleh segelintir orang. “Kita juga perlu memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga pendidikan, pondok pesantren, dan amal usaha yang ada. Persaingan tidak boleh menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam membangun umat. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh potensi yang ada dapat saling menguatkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.” Papar Heri Pramono Menciptakan Kader melalui AMM Kaderisasi harus dirancang berdasarkan kebutuhan organisasi di masa depan. Kita harus mampu memetakan kebutuhan sumber daya manusia yang akan mengelola amal usaha, memimpin organisasi, mengembangkan dakwah, serta melayani masyarakat. Jika kebutuhan itu tidak dipersiapkan sejak sekarang, maka suatu saat kita akan mengalami kekurangan kader. Karena itu, rekrutmen dan pembinaan kader harus dilakukan secara terencana. Anak-anak muda yang memiliki potensi perlu didampingi, diberikan ruang berkembang, dan dibina secara berkelanjutan. Mereka bukan hanya dipersiapkan menjadi anggota Muhammadiyah, tetapi juga menjadi pemimpin, penggerak, dan pelanjut estafet perjuangan. Pengalaman menunjukkan bahwa ketika Muhammadiyah membutuhkan guru, mubaligh, pengasuh pesantren, dokter, perawat, dan berbagai profesi lainnya, semuanya harus dipersiapkan melalui proses kaderisasi yang panjang. Kita tidak bisa berharap kader muncul secara tiba-tiba tanpa pembinaan. Karena itu, Muhammadiyah harus terus melahirkan kader ulama, kader guru, kader dokter, kader perawat, kader profesional, dan kader pemimpin masyarakat. Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) akan tetap kuat apabila dikelola oleh kader-kader yang memahami nilai dan ideologi Muhammadiyah. Target idealnya adalah semakin banyak kader yang terlibat dalam pengelolaan AUM. Jika sebagian besar pengelola AUM adalah kader Muhammadiyah, maka keberlanjutan gerakan akan lebih terjamin. Sebaliknya, apabila kader yang terlibat sangat sedikit, maka risiko melemahnya identitas dan arah perjuangan akan semakin besar. Oleh karena itu, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) menjadi modal utama kaderisasi. Anak-anak para aktivis dan pimpinan Muhammadiyah juga perlu mendapatkan perhatian khusus melalui berbagai program pembinaan, seperti Baitul Arqam, pengkaderan Ortom, dan berbagai kegiatan pembentukan karakter lainnya. Yang tidak kalah penting adalah menanamkan kecintaan kepada Muhammadiyah sejak usia dini. Anak-anak harus mengenal Muhammadiyah bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai gerakan dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, dan amal saleh yang menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kita perlu meyakinkan generasi muda bahwa berkhidmat di Muhammadiyah adalah bagian dari ibadah dan jalan kebaikan. Ketika nilai-nilai ini tertanam kuat, mereka akan memiliki kebanggaan dan komitmen untuk terus melanjutkan perjuangan persyarikatan. Karena itu, kaderisasi bukan sekadar program organisasi, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Muhammadiyah. Dari kaderisasi yang kuat akan lahir pemimpin-pemimpin baru, pengelola amal usaha yang profesional, dan penggerak dakwah yang mampu membawa Muhammadiyah terus maju dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi umat. Semua proses organisasi harus berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam organisasi, namun semuanya harus diselesaikan melalui musyawarah dan tetap dalam koridor persyarikatan. Dengan demikian, Muhammadiyah akan tetap kokoh, berkembang, dan mampu menjawab tantangan zaman. Semoga semangat perjuangan para pendahulu dapat terus kita lanjutkan, sehingga Muhammadiyah semakin maju, semakin kuat kaderisasinya, dan semakin besar manfaatnya bagi umat, bangsa, dan negara. Kontributor: Wahdan Arifudin Editor: Arif Hartanto

Loading

Ketua PDM Tekankan Spirit “KISS” untuk Perkuat Gerak Persyarikatan

Kebumen – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Sagara View, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini dihadiri secara lengkap oleh 13 pimpinan harian PDM Sleman, serta para ketua dan sekretaris majelis, lembaga, dan organisasi otonom (ortom) tingkat daerah se-Kabupaten Sleman. Raker yang menjadi forum strategis penyusunan program dan penguatan sinergi organisasi tersebut dibuka langsung oleh Ketua PDM Sleman, H. Harjaka, S.Ag., S.Pd., M.A. Dalam sambutannya, Harjaka kembali menegaskan pentingnya budaya organisasi yang dirangkum dalam akronim “KISS” sebagai fondasi kemajuan Muhammadiyah. “Mungkin sebagian sudah hafal, bahkan mungkin ada yang merasa jenuh mendengarnya. Namun dalam teori psikologi, sesuatu yang diulang-ulang akan lebih mudah tertanam dan dipahami. Karena itu, saya akan terus mengingatkan hal ini,” ujarnya di hadapan peserta raker. Menurut Harjaka, organisasi yang ingin maju dan berkembang harus memiliki KISS, yakni Koordinasi, Interaksi, Sinkronisasi, dan Sosialisasi. Empat unsur tersebut menjadi pilar penting dalam membangun organisasi yang solid, efektif, dan berkemajuan. “Suatu organisasi akan berjalan dengan baik apabila memiliki apa yang saya sebut sebagai KISS. Tanpa KISS, organisasi akan sulit berkembang bahkan bisa mengalami kemunduran. Sebagaimana sebuah keluarga yang tidak memiliki komunikasi dan kebersamaan yang baik, keharmonisannya akan mudah terganggu,” tegasnya. Empat Pilar KISS Harjaka menjelaskan bahwa unsur pertama adalah Koordinasi. Menurutnya, koordinasi harus dilakukan secara rutin di seluruh lini organisasi, baik majelis, lembaga, ortom, maupun pimpinan. Koordinasi menjadi fondasi utama agar seluruh program dan aktivitas organisasi dapat berjalan selaras dan saling menguatkan. Pilar kedua adalah Interaksi. Dari koordinasi yang baik akan lahir berbagai interaksi, pertukaran gagasan, usulan, dan inovasi program. Interaksi yang sehat akan melahirkan kreativitas sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi. Selanjutnya adalah Sinkronisasi, yaitu proses menyelaraskan berbagai program yang muncul agar sesuai dengan prioritas dan kemampuan organisasi. Harjaka mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan organisasi bukanlah banyaknya program yang dirancang, melainkan seberapa besar program tersebut dapat diwujudkan dan memberi manfaat nyata. “Tidak perlu terlalu banyak program. Yang penting program itu bisa dilaksanakan dengan baik, terukur, dan memberikan dampak yang dirasakan masyarakat,” katanya. Pilar terakhir adalah Sosialisasi. Setelah program tersusun dan tersinkronisasi, langkah berikutnya adalah menyampaikannya kepada seluruh keluarga besar Muhammadiyah. Sosialisasi yang baik akan memastikan setiap kebijakan dan program dipahami serta didukung oleh seluruh elemen persyarikatan. “Apabila koordinasi, interaksi, sinkronisasi, dan sosialisasi berjalan dengan baik, insyaallah Muhammadiyah akan semakin maju, berkembang, dan mampu memberikan manfaat yang luas bagi umat dan masyarakat. Muhammadiyah akan menjadi organisasi yang diperhitungkan dan tidak dipandang sebelah mata oleh pihak lain,” pungkas Harjaka. Belajar dari Keberhasilan PCM Gombong Selain agenda pembukaan, peserta raker juga mendapatkan inspirasi dari praktik baik yang disampaikan oleh Heri Pramono dari PCM Gombong. Dalam pemaparannya, Heri membagikan pengalaman dan strategi pengembangan amal usaha Muhammadiyah yang mengantarkan PCM Gombong meraih penghargaan Best of The Best PCM se-Indonesia pada kegiatan CRM di Banjarmasin. Prestasi tersebut diraih karena kemampuan PCM Gombong dalam menggerakkan dan menginspirasi PCM lain, tidak hanya di Kabupaten Kebumen, tetapi juga lintas daerah. Salah satu langkah besarnya adalah inisiatif mendirikan rumah sakit di Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur, sebagai bentuk dakwah dan pelayanan Muhammadiyah di wilayah terluar. Tak hanya itu, PCM Gombong juga memiliki sejumlah amal usaha unggulan, termasuk perguruan tinggi yang dikelola secara mandiri serta jaringan lima rumah sakit yang berkembang pesat. Di bidang filantropi, Kantor Layanan Lazismu tingkat daerah mampu menghimpun dana sekitar Rp3 miliar per tahun, sementara Kantor Layanan Lazismu PCM Gombong berhasil mengumpulkan sekitar Rp1 miliar per tahun. Paparan tersebut menjadi salah satu inspirasi penting bagi peserta Raker PDM Sleman untuk terus memperkuat tata kelola organisasi, mengembangkan amal usaha, serta memperluas kontribusi Muhammadiyah bagi masyarakat. Kontributor: Wahdan ArifudinEditor: Arif Hartanto

Loading

Pelantikan Kepala Sekolah Muhammadiyah Sleman, Perkuat Kepemimpinan dan Mutu Pendidikan

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar pelantikan kepala sekolah di Aula Kantor PDM Sleman, Senin (1/6/2026). Kegiatan diawali dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an oleh  Purwanto S.Pd yang menambah kekhidmatan suasana acara. Dalam kesempatan tersebut, dilantik kepala sekolah dari sejumlah sekolah dasar Muhammadiyah di Kabupaten Sleman, yaitu SD Muhammadiyah Sangonan 1, SD Muhammadiyah Sangonan 2, SD Muhammadiyah Sangonan 4, SD Muhammadiyah Macanan, dan SD Muhammadiyah Klewonan. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, H. Harjaka yang  arahannya, Harjaka menegaskan “pentingnya komunikasi yang baik antara kepala sekolah dan seluruh guru agar program-program sekolah dapat dipahami, diterima, dan dilaksanakan secara maksimal”. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah, tetapi juga oleh sinergi seluruh unsur pendidikan di lingkungan sekolah. Selain itu, Harjaka mengingatkan bahwa pemenuhan pembelajaran, termasuk pendidikan olahraga, harus diimbangi dengan perhatian terhadap kebutuhan peserta didik secara menyeluruh. Menurutnya, sekolah perlu memastikan peserta didik memperoleh asupan makanan yang bergizi sebagai penunjang tumbuh kembang dan prestasi belajar. Tidak kalah penting, lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan mendukung proses pembelajaran juga harus menjadi perhatian utama setiap sekolah. Dengan suasana belajar yang kondusif, diharapkan peserta didik dapat berkembang secara optimal baik dalam aspek akademik, karakter, maupun kesehatan. Pelantikan ini menjadi momentum penguatan kepemimpinan pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Para kepala sekolah yang dilantik diharapkan mampu mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta terus menghadirkan inovasi demi terwujudnya sekolah Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing. Acara berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan, dihadiri oleh jajaran PDM Sleman, Majelis Dikdasmen dan PNF, kepala sekolah, serta tamu undangan dari amal usaha Muhammadiyah Kabupaten Sleman. Rep Totok Sekretariat PDM Sleman

Loading

Muhammadiyah DIY Siapkan 1412 Lokasi , PDM Sleman di 303 Sholat Idul Adha 1447 H/2026 M

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah akan jatuh pada rabu 27 Mei 2026 atau 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah besok sebagaimana maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tentang ketetapan Idul Adha 1447 H. Dalam release dari PWM DIY yang diterima menerangkan bahwa sebagai persiapan menyambut Hari Raya yang penuh makna ini, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) , Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) telah menyiapkan 1412 lokasi pelaksanaan sholat Idul Adha 1447 H yang tersebar di kota dan kabupaten se-DIY. Adapun rincian sebaran lokasi Sholat Id di DIY antara lain Kab. Bantul terdapat 294 lokasi, Kab. Gunungkidul terdapat 382 lokasi, Kota Jogja terdapat 244 Lokasi, Kab. Kulonprogo terdapat 189 Lokasi dan Kab. Sleman 303 Lokasi.  Ketua PWM DIY Ustadz Dr. HM IKhwan Ahada menyampaikan pesan Idul Adha 1447 H, momentum untuk meningkatkan kepekaan sosial kemanusiaan dan spiritual dan hendaknya tetap menjaga kebersamaan dan ukhuwah sehingga terlaksana peribadatan yang khusyu’ dan nyaman. Berikut daftar lokasinya  cekkk Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Hari Bermuhammadiyah Sleman Dihadiri 5.000 Jamaah, Perkuat Persatuan Umat di Tengah Gejolak Dunia

Mlati, Pdmsleman.Or.Id Semangat persatuan umat mewarnai pelaksanaan Hari Bermuhammadiyah yang digelar di Lapangan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Jumat (23/5). Kegiatan bertema “Umat Bersatu: Ikhtiar Muhammadiyah Menjaga Persatuan di Tengah Gejolak Dunia dan Perang Narasi” tersebut dihadiri sekitar 5.000 jamaah Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman. Sejak pagi, suasana acara berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Berbagai penampilan seni, kreativitas, serta pertunjukan budaya ditampilkan oleh siswa-siswi sekolah Muhammadiyah. Penampilan tersebut menjadi simbol semangat generasi muda Muhammadiyah dalam menjaga nilai kebersamaan, persatuan, dan dakwah yang menggembirakan. Ketua PCM dalam sambutannya menyampaikan laporan berbagai kegiatan Muhammadiyah di wilayahnya. Ia juga mengajak seluruh warga persyarikatan untuk terus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Momentum Hari Bermuhammadiyah ini harus menjadi penguat kebersamaan warga Muhammadiyah untuk terus hadir memberi manfaat bagi umat dan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua PDM Sleman, Harjaka, menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Kabupaten Sleman, Milad Aisyiyah, serta Hari Kebangkitan Nasional. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Muhammadiyah harus menjadi pelopor kebangkitan bangsa di berbagai bidang kehidupan. “Muhammadiyah harus terus menjadi kekuatan moral dan sosial dalam membangun bangsa, terutama di tengah tantangan global dan perang narasi yang semakin kompleks,” ungkapnya. Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Sleman melalui sambutan Bupati Sleman yang diwakili oleh Sekretaris Daerah. Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan penghargaan atas kontribusi Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. “Pemerintah Kabupaten Sleman mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk Muhammadiyah, untuk bersama-sama membangun Sleman yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera,” tuturnya. Pengajian pertama disampaikan oleh Mujiman yang menekankan pentingnya sikap saling menghargai dalam menghadapi perbedaan. Menurutnya, perbedaan seharusnya menjadi sarana untuk saling memahami dan memperkuat persatuan, bukan menjadi alasan untuk saling menjatuhkan. “Kita harus belajar memahami perbedaan agar menjadi kekuatan persatuan umat,” tegasnya. Puncak acara diisi tausiyah oleh Din Syamsuddin. Dalam pengajiannya, ia menyoroti pentingnya peran Muhammadiyah dalam menjaga persatuan bangsa di tengah gejolak dunia serta perang narasi yang berkembang di era digital saat ini. Ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk tetap berpegang teguh pada nilai Islam berkemajuan, moderat, dan membawa kedamaian bagi masyarakat luas. “Warga Muhammadiyah harus menjadi perekat persatuan bangsa dengan menghadirkan dakwah yang mencerahkan dan meneduhkan,” pesannya. Kegiatan Hari Bermuhammadiyah ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi warga Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Selain itu, acara ini juga memperkuat komitmen persyarikatan dalam menjaga persatuan umat, memperkokoh nilai kebangsaan, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Rep  Totok Sekretariat PDM Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading