Talkshow Ekonomi Syariah Warnai Muhammadiyah Sleman Expo #1, Edukasi Pelajar dan Mahasiswa Kelola Dana di Pasar Saham​

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman melalui Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) menggelar Talkshow Ekonomi Syariah bertema “Cara Cerdas Pelajar & Mahasiswa Mengelola Uang di Pasar Saham” sebagai rangkaian Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE#1) di Sleman City Hall, Ahad (11/1/2026). Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan warga Muhammadiyah se‑Kabupaten Sleman yang antusias mengikuti materi seputar pengelolaan keuangan dan investasi syariah.​ Muhammadiyah Sleman Expo #1 yang diselenggarakan pada 9–11 Januari 2026 di Sleman City Hall merupakan expo perdana yang mengusung tema “Meningkatkan Sinergi dan Inovasi Amal Usaha Muhammadiyah untuk Sleman Maju dan Berdaya Saing”. Expo ini menampilkan peran nyata Muhammadiyah Sleman di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan dakwah keagamaan, sekaligus menjadi ruang temu publik dan wahana edukasi bagi masyarakat luas.​ Pembukaan expo dilakukan secara resmi oleh Ketua PWM DIY yang memberikan apresiasi atas inisiatif PDM Sleman menjadikan pusat perbelanjaan sebagai ruang dakwah dan pemberdayaan ekonomi umat. Sejumlah tokoh daerah, jajaran PDM dan PDA Sleman, serta perwakilan amal usaha Muhammadiyah turut hadir pada pembukaan tersebut.​ Talkshow Ekonomi Syariah berlangsung di Atrium Rama Sleman City Hall pada pukul 13.00–15.00 WIB sebagaimana tercantum dalam rundown resmi MSE#1 dan dipandu oleh moderator Arif Fajar Wibisono, SE., M.Sc. Acara ini menjadi salah satu sesi unggulan pada hari penutupan expo yang sebelumnya diisi dengan pentas seni budaya, lomba permainan tradisional, dan gathering komunitas Muhammadiyah Sleman.​​ Sebagai narasumber, panitia menghadirkan Mohammad Bekti Hendrie Anto, S.E., M.Sc., dosen Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia, dan Hery Gunawan Muhamad, Kepala Divisi Syariah FAC Sekuritas sekaligus Duta Pasar Modal Syariah OJK,. Keduanya menyampaikan materi praktis tentang prinsip dasar pasar modal syariah, pengelolaan uang saku secara bijak, serta langkah awal berinvestasi yang sesuai syariah bagi pemula.​ Peserta talkshow aktif bertanya seputar cara memulai investasi dengan modal terbatas, memilih instrumen yang halal, serta strategi menghindari praktik keuangan yang spekulatif dan merugikan. Narasumber menekankan pentingnya literasi keuangan sejak usia pelajar dan mahasiswa agar generasi muda Muhammadiyah mampu mandiri secara ekonomi sekaligus menjaga nilai‑nilai syariah dalam setiap transaksi.​ Melalui kegiatan ini, MEBP PDM Sleman berupaya memperkuat ekosistem dakwah ekonomi berkemajuan dengan menjadikan pasar modal syariah sebagai salah satu sarana aktualisasi nilai amanah, profesionalitas, dan kemandirian umat. Penyelenggaraan talkshow di tengah expo membuktikan bahwa dakwah Muhammadiyah tidak hanya hadir di masjid dan mimbar, tetapi juga di ruang publik modern seperti pusat perbelanjaan yang dekat dengan keseharian generasi muda.​ Talkshow Ekonomi Syariah menjadi bagian integral dari rangkaian kegiatan hari terakhir MSE#1 yang ditutup dengan prosesi penutupan resmi pada malam hari di Atrium Rama Sleman City Hall. Kehadiran ratusan pelajar, mahasiswa, dan warga Muhammadiyah dari berbagai penjuru Sleman menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap edukasi keuangan syariah yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan zaman.​ MEBP PDM Sleman merencanakan kelanjutan program dalam bentuk pelatihan dan kelas lanjutan pasar modal syariah agar peserta tidak berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi mampu mempraktikkan pengelolaan keuangan yang sehat dan berkeadilan. Expo perdana ini diharapkan menjadi inspirasi bagi cabang dan ranting Muhammadiyah di Sleman untuk mengembangkan inovasi dakwah serupa yang menyasar komunitas anak muda, pelajar, dan mahasiswa.​ Pengirim berita: RAMA WS.​ MEBP PDM Sleman

Loading

Peran KOKAM Sleman Kawal Syiar Muhammadiyah Sleman Expo #1

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Daerah Kabupaten Sleman menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda besar persyarikatan berupa perhelatan akbar Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1, jajaran KOKAM Sleman menginstruksikan pengamanan penuh guna memastikan kelancaran acara yang menjadi pusat perhatian warga Muhammadiyah di Bumi Sembada tersebut. Agenda yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 9 hingga 11 Januari 2026, ini dipusatkan di Sleman City Hall (SCH). Sebagai garda terdepan dalam pengamanan dan pelayanan Muhammadiyah, KOKAM mengambil peran strategis dalam menjaga ketertiban serta kenyamanan para pengunjung dan peserta expo. Komandan KOKAM Sleman, Pupud Purnomo, secara resmi menginstruksikan kepada seluruh jajaran anggota KOKAM di wilayah Kabupaten Sleman untuk terjun langsung membantu Pengamanan (PAM) selama kegiatan berlangsung. Instruksi ini dikeluarkan sebagai bentuk kesiapsiagaan organisasi dalam mengawal marwah persyarikatan. “Mohon untuk seluruh anggota KOKAM se-Kabupaten Sleman untuk bisa membantu PAM dalam kegiatan Muhammad Sleman Expo #1. Kehadiran kita sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap rangkaian acara berjalan dengan tertib dan kondusif,” tegas Pupud Purnomo dalam keterangannya, Sabtu (10/1). Selain fokus pada area pameran di Sleman City Hall, tugas besar menanti pada hari terakhir rangkaian acara. Pada hari Minggu, 11 Januari 2026, ribuan warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah memadati Lapangan Denggung, Sleman, untuk mengikuti agenda “Senam Bahagia Muhammadiyah ‘Aisyiyah”. “Untuk kegiatan Senam Bahagia di Lapangan Denggung, dibutuhkan minimal 60 personel KOKAM yang bertugas khusus di area tersebut. Fokus kita adalah pengaturan arus massa dan pengawalan jalannya acara agar tetap aman dan nyaman bagi seluruh peserta,” tambah Pupud. Mengenai ketentuan teknis di lapangan, pimpinan KOKAM menetapkan penggunaan atribut resmi sesuai dengan prosedur yang berlaku. Seluruh personel diwajibkan mengenakan Pakaian Dinas Siaga (PDS) KOKAM Lengkap atau menyesuaikan dengan kondisi lapangan, dengan kewajiban utama mengenakan sepatu demi menjaga profesionalisme dan performa saat bertugas. Keterlibatan KOKAM dalam Muhammadiyah Sleman Expo #1 ini bukan sekadar tugas pengamanan, melainkan manifestasi dari semangat Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). MSE #1 sendiri merupakan ajang unjuk kekuatan ekonomi, pendidikan, dan kreativitas warga Muhammadiyah Sleman, sehingga stabilitas di lokasi acara menjadi prioritas utama. Dengan koordinasi yang solid antar-cabang dan ranting di bawah komando KOKAM Daerah Sleman, diharapkan perhelatan perdana expo ini sukses secara penyelenggaraan dan memberikan dampak luas bagi syiar Islam berkemajuan. Pupud menutup instruksinya dengan pesan semangat bagi para personel yang bertugas di lapangan. “Naṣrun mina-llāhi wa fatḥun qarīb, wa baśyiri-l-mu’minīn,” pungkasnya.  Rep & Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

IGABA Daerah Sleman, Sinergi Muhammadiyah dan Aisyiyah Gelaran MSE Pertama di SCH Panggung Unjuk Kreativitas dan Potensi

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Semangat kolaborasi antara Muhammadiyah dan Aisyiyah kembali dibuktikan melalui kesuksesan gelaran Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) pertama yang diselenggarakan di Sleman City Hall (SCH) 9-11 Januari 2026. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi panggung besar bagi unjuk kreativitas, seni budaya, serta ajang pengenalan potensi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Aisyiyah kepada masyarakat luas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni rutin, tetapi juga momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarwarga persyarikatan. Keberhasilan acara ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak yang hadir, termasuk para pendidik dari Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA). Kesuksesan MSE di SCH ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa sinergi antara organisasi otonom Muhammadiyah dan Aisyiyah terjalin dengan sangat solid. Berbagai penampilan seni budaya yang dibawakan oleh para siswa dan kader menunjukkan betapa kaya potensi kreatif yang dimiliki oleh lembaga pendidikan di bawah naungan kedua organisasi tersebut. Nora Ekasari Pengurus Daerah IGABA Sleman dari TK ABA Sidoharjo  Turi  yang hadir menyaksikan langsung jalannya kegiatan bersama sejumlah pengurus lain, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut dan keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras kolektif tuturnya ketika ditemui pada Sabtu 10 Januari di arena MSE1. “Alhamdulillah, selamat atas terselenggaranya MSE pertama di SCH yang sudah terlaksana dengan lancar dan sukses. Kolaborasi Muhammadiyah dan Aisyiyah terbukti bisa terjalin dengan baik,” ujar Nora Ekasari dalam keterangannya di lokasi acara. Selain aspek hiburan dan seni, MSE menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan berbagai Amal Usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah. Melalui stan-stan pameran dan presentasi kreatif, pengunjung dapat melihat langsung kualitas pendidikan serta layanan sosial yang ditawarkan oleh persyarikatan. Menurut Nora, kemeriahan acara ini tidak lepas dari keberagaman konten yang disajikan, mulai dari kreativitas siswa hingga pameran produk unggulan. Hal ini memberikan citra positif bahwa Muhammadiyah dan Aisyiyah senantiasa relevan dengan perkembangan zaman namun tetap memegang teguh nilai-nilai budaya. “Acara MSE terlihat meriah dengan berbagai penampilan seni budaya dan kreativitas. Ini juga menjadi ajang memperkenalkan Amal Usaha dari keduanya, baik Muhammadiyah maupun Aisyiyah,” tambah Nora dengan penuh antusias. Menutup pernyataannya, Nora berharap agar semangat kolaborasi ini tidak berhenti pada acara ini saja. Ia menginginkan adanya keberlanjutan kerja sama yang lebih erat di masa mendatang guna memajukan dakwah melalui jalur pendidikan dan sosial. “Sukses selalu dan semoga terus terjalin kerja sama yang lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya.

Loading

Wakil Ketua PWM DIY, Dr. H. Nur Ahmad Ghojali , MSE1, Manifestasi Dakwah Ekonomi Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah Sleman Ekspo (MSE) perdana yang digelar di Sleman City Hall resmi ditutup pada Minggu (11/1/2026). Perhelatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut sukses menyedot perhatian publik dengan mencatatkan jumlah kunjungan fantastis mencapai 36.000 orang. Acara ini dinilai bukan sekadar pameran dagang biasa, melainkan momentum kebangkitan ekonomi umat di Kabupaten Sleman. Hadir mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Wakil Ketua PWM DIY, Dr. H. Nur Ahmad Ghojali, M.A., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman. Dalam sambutannya yang dibuka dengan pantun khas, ia menekankan bahwa MSE merupakan bukti nyata dari konsep “Dakwah Ekonomi” yang sedang digencarkan oleh persyarikatan. Membeli sajadah di Exspo Sleman,Corak parijotho elok warnanya.Selesai sudah agenda kebanggaan,MSE satu menebar manfaat nyata. “MSE ini bukan sekadar pameran dagang, melainkan manifestasi dari Dakwah Ekonomi yang nyata. Muhammadiyah tidak hanya bicara soal ibadah di masjid, tapi juga bicara tentang kemandirian umat dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Nur Ahmad Ghojali. Ia juga mengingatkan pentingnya pilar ekonomi sebagai program prioritas Muhammadiyah, yang salah satunya diwujudkan melalui pendirian TokoMu di berbagai cabang. Dalam pandangan PWM DIY, penguatan ekonomi adalah implementasi dari nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya Surat Al-Qashash ayat 77. “Ayat tersebut mengingatkan kita untuk mencari kebahagiaan akhirat tanpa melupakan bagian kita di dunia. Harus seimbang antara pemenuhan spiritual dan kemandirian ekonomi,” tambah sosok yang juga menjabat sebagai BPH RS PKU Kotagede tersebut. Tidak hanya menampilkan produk UMKM dan keunggulan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), ekspo ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan produktif seperti senam massal dan dialog edukatif. Sebagai bentuk motivasi, panitia memberikan apresiasi kepada stan-stan terbaik, mulai dari kategori AUM Pendidikan hingga stan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM). Ketua PDM Sleman, H. Harjaka, dalam sambutan pembukanya menyatakan rasa syukur atas antusiasme warga Muhammadiyah dan masyarakat umum. Penutupan acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Susmiarto, M.M., Ketua MEBP PWA DIY, serta jajaran kepala sekolah dari tingkat SD hingga SMK se-Kabupaten Sleman. Keberhasilan MSE perdana ini diharapkan menjadi pemantik bagi daerah-daerah lain di wilayah DIY untuk menyelenggarakan kegiatan serupa demi menggerakkan roda ekonomi persyarikatan dan masyarakat luas. Rep  H. Wahdan Arifudin KS SMPM 2 Godean, MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Warna-Warni Kreativitas Anak Sleman Hiasi Panggung Muhammadiyah Sleman Expo #1

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Atrium Shinta, Sleman City Hall (SCH), tampak berbeda pada Minggu (11/1/2026) pagi. Ratusan anak dari jenjang TK dan SD se-Kabupaten Sleman berkumpul dengan membawa meja lipat dan peralatan mewarnai lengkap untuk berkompetisi dalam Lomba Mewarnai Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE#1). Acara yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 13.00 WIB ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi keluarga besar Muhammadiyah dan masyarakat umum di Sleman. Lomba yang digelar tanpa biaya pendaftaran alias gratis ini memperebutkan 18 kejuaraan dari tiga kategori berbeda, yakni TK A, TK B, dan SD Kelas 1. Panitia menetapkan aturan ketat di mana peserta menggunakan media kertas A4 dengan durasi pengerjaan selama 90 menit. Menariknya, peserta diperkenankan menggunakan silky crayon, namun dilarang menggunakan aneka cat dan pilok untuk menjaga kesetaraan kreativitas. Sembari menunggu anak-anak menuntaskan goresan warnanya, para orang tua dan pendamping mendapatkan berbagai kegiatan edukatif. Terdapat sesi edukasi kesehatan oleh Pocari Sweat pada pukul 10.30 WIB, dilanjutkan dengan tutorial hijab oleh Elzatta pada pukul 11.40 WIB. Acara semakin meriah dengan sesi dongeng anak yang menghibur seluruh peserta di sela-sela waktu penjurian. “Kegiatan ini dirancang bukan sekadar kompetisi, tapi juga wahana edukasi bagi anak-anak dan ajang silaturahmi bagi para bunda melalui tutorial hijab dan edukasi kesehatan,” ujar salah satu koordinator acara dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). Setelah melalui proses penjurian yang cukup ketat berdasarkan komposisi warna dan kerapian, berikut adalah daftar pemenang Lomba Mewarnai MSE#1 Tahun 2026: Kategori TK A Kejuaraan di kategori ini didominasi oleh perwakilan dari TK ABA di wilayah utara dan barat Sleman: Kategori TK B Persaingan di kelompok TK B berlangsung sangat sengit dengan selisih poin yang sangat tipis antar juara: Kategori SD Kelas 1 Untuk jenjang sekolah dasar, SD Muhammadiyah Pajangan 2 berhasil menempati posisi puncak: Acara ditutup dengan pembagian bertabur doorprize menarik baik bagi anak-anak maupun para orang tua yang hadir. PDM Sleman berharap melalui Muhammadiyah Sleman Expo #1 ini, bakat-bakat seni anak-anak di Sleman dapat terus terpupuk sejak dini sebagai bagian dari mewujudkan generasi yang kreatif dan berkemajuan. Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

MSE #1 Resmi Ditutup: Catat 36 Ribu Pengunjung dan Berikan Hadiah Umrah Gratis

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Gelaran perdana Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE #1) tahun 2026 resmi ditutup dengan meriah di Sleman City Hall, Minggu (11/1/2026) malam. Selama tiga hari pelaksanaan, ajang unjuk potensi warga persyarikatan ini berhasil menyedot perhatian publik dengan total kunjungan mencapai puluhan ribu orang. Ketua Panitia MSE #1, Eko Sumardiyanto, dalam laporan penutupannya mengungkapkan rasa syukur atas semaraknya acara yang diikuti oleh 52 stan penyewa dari berbagai unit usaha Muhammadiyah. Ia merinci bahwa antusiasme masyarakat terlihat dari berbagai rangkaian acara yang selalu dipadati peserta. “Kegiatan Tabligh Akbar dihadiri 1.500 orang dan berhasil menggalang dana sebesar 350 juta rupiah. Selain itu, sarasehan pendidikan diikuti 350 peserta, lomba mewarnai 350 anak, dan puncaknya pada senam bahagia yang diikuti oleh 20 ribu orang,” papar Eko. Secara akumulatif, panitia mencatat total 36.750 pengunjung memadati area pameran, pentas seni, hingga area permainan tradisional. Ia pun secara resmi mengajak masyarakat untuk kembali berjumpa pada perhelatan MSE #2 mendatang. Dakwah Melalui Penampilan Potensi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., dalam sambutannya menekankan nilai spiritual dari kegiatan ini dengan mengutip Surat Al-A’la ayat 15. Ia mengingatkan warga Muhammadiyah untuk senantiasa “beruntung” dengan menjaga kebersihan hati. “Pameran ini bukan sarana untuk pamer atau menyombongkan diri, melainkan upaya menampilkan potensi besar Muhammadiyah di Sleman. Kita harus bersih dari syirik dan sifat bakhil. Mari kita hidup-hidupi Muhammadiyah dengan cara bangga menggunakan layanan sendiri, seperti haji melalui KBIHU Aisyiyah atau umrah melalui SCM (Surya Citra Madani),” tegas Harjaka. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M., memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya MSE #1. Ia berharap warga Muhammadiyah terus menjadi pelopor dalam menggunakan produk masyarakat lokal dan tidak bergantung pada produk luar negeri. Penutupan acara semakin mendebarkan saat memasuki sesi pengundian hadiah menggunakan pemutar digital (spinner). Puncak kegembiraan pecah saat Sri Mularsih dinyatakan sebagai pemenang hadiah utama berupa paket umrah gratis. Berikut adalah daftar penerima doorprize utama lainnya: Selain hadiah, panitia melalui Sekretaris PDM Sleman, Arif Mahfud, memberikan penghargaan kepada peserta pameran terbaik sebagai bentuk apresiasi atas inovasi mereka: Kategori Penerima Penghargaan Cabang Unggulan MSE #1 PCM Sleman, PCM Gamping, PCM Kalasan Stan Favorit PCM Prambanan, PCM Mlati, BTM Surya PDM, MBS Prambanan, SD Muhammadiyah Mantaran AUM Inovatif SMK Muhammadiyah 2 Sleman, SMP Muhammadiyah 3 Depok, SD Muhammadiyah Condongcatur Acara ditutup dengan pemutaran video dokumenter perjalanan MSE #1, menandai suksesnya langkah awal Muhammadiyah Sleman dalam membangun kemandirian ekonomi dan dakwah komunitas di awal tahun 2026 ini. Reportase  H. Wahdan Arifudin S.Pd KS SMPM 2 Godean , MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Sinergi Dakwah Komunitas: Muhammadiyah Sleman Expo #1 Satukan Runnersmu, Bikersmu, dan Ambulanmu

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Perhelatan Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE#1) yang digelar oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman pada 9–11 Januari 2026 di Sleman City Hall (SCH) menjadi momentum bersejarah bagi penguatan dakwah komunitas. Pada hari terakhir, Ahad (11/1/2026), ratusan penggiat komunitas berkumpul dalam agenda Gathering Komunitas Muhammadiyah Sleman yang menunjukkan wajah inklusif dan progresif organisasi tersebut. Acara ini dihadiri oleh tiga pilar komunitas besar: Runnersmu, Ambulanmu, dan Bikersmu, serta dihadiri langsung oleh perwakilan pimpinan wilayah sebagai bentuk dukungan terhadap metode dakwah baru yang menyasar hobi dan pelayanan sosial. Memasuki tahun ketiga perjalanannya, Runnersmu kian menunjukkan eksistensinya sebagai wadah bagi jemaah yang gemar olahraga lari. Sekretaris Runnersmu Pusat, Afif, mengungkapkan bahwa saat ini anggota telah mencapai 700 orang lebih yang tersebar di berbagai daerah. “Niat utama kami adalah syiar dan dakwah Muhammadiyah melalui olahraga. Kami tidak hanya sekadar lari untuk kesehatan, tetapi juga konsisten menjaga nilai-nilai Islam dalam berolahraga, seperti tetap memperhatikan penutupan aurat dan etika di ruang publik,” ujar Afif dalam testimoninya. Salah satu komunitas paling progresif yang mencuri perhatian adalah Ambulanmu. Ketua Ambulanmu Sleman, Kang Darojat, memaparkan perkembangan pesat layanan ini sejak diresmikan secara resmi pada Desember 2022 hingga Februari 2026 mendatang. Saat ini, Ambulanmu Sleman telah memiliki 24 unit armada yang tersebar di Ranting, Cabang, dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). “Kami mengelola 19 titik layanan. Hingga saat ini, hanya Sleman dan Cangkringan yang belum memiliki titik tetap, namun cakupan kami sudah mencapai rata-rata 1.000 layanan per bulan,” kata Darojat. Darojat menekankan bahwa Ambulanmu adalah ujung tombak branding Lazismu sebagai lembaga filantropi resmi Muhammadiyah. Layanan ini bersifat sosial dan menyasar kaum dhuafa secara langsung dengan standar pelayanan prima. Sementara itu, komunitas roda dua Bikersmu Sleman yang baru berdiri pada 27 Juli 2025 di bawah naungan PDM Sleman, kini tercatat sebagai cabang dengan anggota terbanyak se-DIY, yakni mencapai 300 personel. P. Zainuddin, perwakilan Bikersmu, menyatakan bahwa komunitas ini mengusung konsep ‘Dakwah Berbahagia’. “Tagline kami adalah Melaju Bersama Dakwah. Kami ingin menunjukkan bahwa hobi otomotif bisa menjadi sarana mendekatkan diri pada agama tanpa menghilangkan kegembiraan dalam berkumpul,” jelasnya. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY yang membidangi Lembaga Dakwah Komunitas (LDK), Dr. Ridwan Furqoni, M.P.I., memberikan apresiasi tinggi atas capaian di Sleman. Sebagai sosok di balik terciptanya Mars Ambulanmu, Ridwan menyebut bahwa embrio Ambulanmu se-DIY bermula dari inisiatif akar rumput (bottom-up) di Sleman. “Dakwah komunitas kini telah masuk dalam program prioritas Muktamar. Ini adalah cara Muhammadiyah menjawab tantangan zaman,” tegas Ridwan. Ia menambahkan bahwa secara struktural, Ambulanmu berada di bawah koordinasi Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) dengan dukungan dana dari Lazismu. Ke depan, PWM berkomitmen untuk terus menata dan merapikan manajemen organisasi komunitas agar lebih profesional. MSE#1 tahun 2026 ini membuktikan bahwa Muhammadiyah Sleman berhasil membangun ekosistem ekonomi, sosial, dan hobi yang terintegrasi, menjadikan dakwah tidak hanya terbatas di atas mimbar, tetapi juga di jalanan, lapangan lari, hingga layanan darurat kesehatan. Rep Juang Mahron AmbulanMU Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PCM Moyudan Berpartisipasi Dalam Pagelaran MSE #1

Sleman. Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah Sleman menggelar perhelatan akbar yang diberi nama Muhammadiyah Sleman Expo # 1 ( MSE #1 ). Kegiatan berlangsung di Sleman City Hall ( SCH) pada tanggal 9 – 11 Januari 2026. Dalam perhelatan tersebut menampilkan beberapa produks unggulan dari Muhammadiyah Bisnis Centra  ( MBC) dari masing-masing Pimpinan Cabang Muhammadiyah ( PCM) se- Kabupaten Sleman. Tidak ketinggalan MBC PCM Moyudan juga berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.   Ketua Majlis Bisnis, Ekonomi dan Pariwisata PCM Moyudan, Anton Sudarto menuturkan bahwa dalam kegiatan MSE tersebut PCM Moyudan menampilkan produk UMKM, produk MBC, dan produk Jamaah Tani Muhammadiyah ( Jatam) Moyudan. “Tidak ketinggalan kami juga menampilkan produk unggulan lainnya yaitu Lurik Moyudan.” Imbuh Anton.  Lebih lanjut Anton mengungkapkan bahwa MSE bisa menjadi sarana promosi MBC yang merupakan media Centra usaha di bawah Majlis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata PCM Moyudan. “Yang selama ini kami telah membuka stand usaha di Ruko SMK Muhammadiyah I Moyudan.” Tandasnya.  Ia juga mengungkapkan bahagianya karena pada Sabtu 10 Januari 2026, dalam kegiatan MSE stand PCM Moyudan dikunjungi langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah ( PDM) Sleman H. Harjaka, yang didampingi H. Abu Hanifah Ketua PCM Moyudan. Harjaka memberikan apresiasi atas partisipasinya PCM dalam kegiatan MSE. “Semoga Muhammadiyah semakin berkembang dan berdaya untuk kepentingan umat.” Ungkap Harjaka.-Rep  Sugiyanto PCM  Moyudan  Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Ahmad Syauqi Soeratno, Muhammadiyah Sleman Expo Wujud Syiar Kemajuan  

Sleman, pdmsleman.Or.Id Tokoh nasional sekaligus aktivis Muhammadiyah, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M., anggota DPD RI menghadiri perhelatan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 yang digelar di Atrium Rama, Sleman City Hall (SCH). Kehadiran Syauqi tidak hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi juga memberikan pesan mendalam mengenai posisi strategis Muhammadiyah di ruang publik dan pentingnya keberlanjutan amal usaha. Dalam testimoninya di hadapan ribuan pengunjung, Syauqi Soeratno menekankan bahwa “Expo” bukan sekadar pameran biasa, melainkan sebuah bentuk “eksposisi” atau upaya menampilkan posisi Muhammadiyah kepada dunia luar. Menurut Syauqi, MSE menjadi wadah bagi sekolah-sekolah, amal usaha Muhammadiyah (AUM), dan organisasi otonom (ortom) untuk menunjukkan kemajuan yang telah dicapai. Ia menegaskan bahwa menampilkan kemajuan ini adalah bagian dari syiar Islam yang berkemajuan. “Ekspo ini menampilkan posisi kita (Muhammadiyah) ke eksternal. Ini penting untuk syiar, bukan untuk ria atau sombong. Syiar itu maknanya empat: dakwah, berbagi ilmu, berbagi jejaring, dan berbagi manfaat,” ujar Syauqi. Ia merasa bangga melihat Sleman City Hall seolah-olah menjadi “milik” Muhammadiyah dan Aisyiyah Sleman selama kegiatan berlangsung. Selain mengapresiasi pameran, Syauqi juga mengajak warga Muhammadiyah yang hadir untuk berpartisipasi dalam agenda besar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, yakni pembangunan gedung kantor PDM yang baru. Ia mengemas ajakannya dengan gaya yang relevan bagi pengunjung mal. “Bagi Bapak Ibu yang rajin ke mal, itu baik-baik saja. Tapi pastikan investasi akhirat tetap jalan. PDM Sleman sedang memiliki program pengadaan tanah untuk gedung kantor. Jika belanja di mal dapat diskon, sisihkan diskonnya untuk investasi tanah ini. Satu meter hanya Rp750.000,” ajaknya .Ia menyebut partisipasi ini sebagai investasi yang tidak akan lekang oleh waktu karena akan terus bermanfaat bagi persyarikatan. Syauqi juga menyoroti peran strategis Muhammadiyah dalam membantu akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Ia menceritakan pengalamannya bertemu dengan wali murid di area parkir yang berterima kasih karena anak mereka mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Ia mengungkapkan bahwa Muhammadiyah saat ini proaktif mengawal program beasiswa dari pemerintah, seperti PIP untuk siswa sekolah dan KIP Kuliah untuk mahasiswa. “Bersyukurlah menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah. Kita punya petugas yang bertugas mencari informasi beasiswa agar biaya pendidikan tidak lagi menjadi beban berat bagi orang tua,” ungkapnya . Suasana formal berubah menjadi hangat dan haru ketika panitia memberikan kejutan ulang tahun kepada Syauqi Soeratno yang genap berusia 55 tahun tepat pada hari tersebut. Diiringi lagu “Selamat Ulang Tahun” dari grup band Jamrud, Syauqi menerima simbolis hadiah berupa senjata tradisional sebagai kiasan untuk terus berjuang dalam dakwah dan menyampaikan aspirasi masyarakat . “Saya tidak menyangka sama sekali. Terima kasih atas doanya. Semoga kita semua, khususnya warga Sleman, selalu diberikan kesehatan dan keberkahan,” tutur Syauqi. Kehadiran Syauqi Soeratno di MSE #1 mempertegas pesan bahwa Muhammadiyah harus terus hadir di tengah masyarakat dengan membawa solusi nyata, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga pemberdayaan umat. Rep  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading