Muhammadiyah Turi https://www.youtube.com/watch?v=LkwnlZ9ZXKc
![]()
Muhammadiyah Turi https://www.youtube.com/watch?v=LkwnlZ9ZXKc
![]()
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar acara Tabligh Akbar dan Penggalangan Dana di Atrium Shinta, Sleman City Hall (SCH), Sabtu (10/01/2026). Perhelatan yang menjadi rangkaian Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 ini dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Drs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum., serta jajaran tokoh Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Acara ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah nyata PDM Sleman untuk mewujudkan mimpi memiliki kantor pusat yang representatif. Saat ini, kantor PDM Sleman harus berbagi ruang di area Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sleman, yang kondisinya kian sempit akibat perkembangan layanan kesehatan. Direktur RS PKU Muhammadiyah Sleman, dr. Yoga Wiratama, menceritakan sejarah mengharukan di balik lokasi kantor saat ini. Pada tahun 2021, PDM Sleman dengan legowo mengikhlaskan lahan kantornya untuk pengembangan instalasi rumah sakit demi kepentingan layanan BPJS bagi warga Sleman. “Bapak-bapak PDM mengikhlaskan kantornya agar kebermanfaatannya lebih luas. Saat ini, PKU Sleman telah melayani belasan ribu pasien per tahun. Inilah saatnya kita membantu PDM untuk memiliki gedung sendiri yang layak,” ujar dr. Yoga. Ketua Panitia Penggalangan Dana, H. Nasirun, S.A.P., memaparkan rencana strategis pembelian tanah Unit 2 yang berlokasi di sisi barat. Lahan yang diincar berada di Jalan Jejamuran (diusulkan menjadi Jl. KH Ahmad Dahlan), tepat bersisihan dengan pengembangan RS PKU. “Sangat ironis, Sleman memiliki 154 Ranting, 79 SD, dan puluhan SMK hebat, tapi kantor PDM-nya untuk parkir saja susah. Kita menargetkan penggalangan dana tahap kedua ini untuk membebaskan lahan di sekitarnya agar kompleks Muhammadiyah Center Sleman bisa terwujud,” tegas Nasirun di hadapan para hadirin. Berdasarkan laporan, panitia telah berhasil mengelola dana sebesar Rp5,4 miliar pada tahap pertama untuk pembelian tanah dan gedung senilai Rp3,5 miliar. Kini, tantangan selanjutnya adalah membebaskan lahan tambahan dengan estimasi harga Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per meter persegi. Dalam sambutannya, H. Harjaka Ketua PDM Sleman menekankan bahwa kontribusi warga bukan sekadar masalah nominal, melainkan upaya membersihkan diri dari sifat bakhil (pelit). Panitia mulai mengedarkan brosur kesanggupan wakaf tanah, di mana warga diharapkan dapat menyumbang minimal 10 meter persegi atau semampunya. “Kami mengumpulkan Bapak/Ibu semua untuk memberikan sedekahnya agar kita bersih dari sifat bakhil. Kita sudah dipermudah dengan lokasi yang strategis di SCH, maka mari kita sambut dengan aksi nyata,” ajaknya. Dahlan Rais yang hadir sebagai pembicara inti memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat PDM Sleman. Kehadiran tokoh-tokoh dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) besar seperti UNISA, UMY, dan UAD diharapkan menjadi motor penggerak percepatan pembangunan ini. Merujuk kepada surat Saba ayat 13 ternyata kita akan menemukan jawaban yang lain. Dimana keluarga Daud untuk menunjukkan rasa syukurmu untuk membuktikan rasa syukurmu, Cuma sedikit orang-orang yang bersyukur dengan menunjukkan atau membuktikannya itu dengan amal. Kita buka tafsir. Maka semua mufassir sepakat maksudnya beramallah kamu itu ternyata beramallah kamu yang lebih baik. Berbuatlah kamu yang lebih baik untuk menunjukkan rasa syukurmu. Kalau kita merujuk kepada firman ini, maka bersyukur dengan alhamdulillahiabbil alamin itu benar. Dengan sujud syukur juga boleh. Tapi kalau kita sekali lagi merujuk kepada ayat tadi, ditunjukkan dengan berbuat lebih baik, ditunjukkan dengan beramal lebih baik. Muhammadiyah Aisyiyah bagai Sang Surya menyinari dunia tak harap kembali, karena akan dapat ganti dari Allah SWT dan perbuatan baik itu akan kembali kepada diri kita. Acara ditutup dengan sesi lelang tanah simbolis dan pengumpulan infak spontan. Dengan semangat gotong royong, Muhammadiyah Sleman optimis pusat dakwah yang megah di Bumi Sembada segera berdiri tegak, sejajar dengan kemajuan pendidikan dan kesehatan yang telah mereka torehkan. #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Reportase Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman.
![]()
#mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman,
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Jumat, 9 Januari 2026 dalam event MSE Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) # 1 di Sleman City Hall(SCH), Lembaga Pengkajian, Pengawasan dan Pendampingan Produk Halal (LP4H) PDM Sleman berkesempatan melaksanakan Talkshow Ekonomi di kegiatan MSE # 1 dengan tema Peran Muhammadiyah dalam Pembangunan Produk Halal di Wilayah Kabupaten Sleman DIY dengan sub tema Titik Kritis Produksi Kuliner Halal. Dalam event tersebut, tampil Ketua LP4H PDM Kabupaten Sleman DIY , Drs. Sutarman, M.A. bersama Sekretaris H. Kurnia Widyadimulya, S. I. Komp.,MSc. Dipandu oleh moderator Ngudah dari SMK Muhammadiyah Turi. Ketua LP4H Sutarman memulai dengan menyampaikan berdasarkan Peraturan Bupati Sleman Nomor: 65 Tahun 2024 Tentang Percepatan Sertifikasi Halal Bagi Produk Usaha Miko Kecil Dan Menengah di Kabupaten Sleman DIY. Kapala Dinas Perindag Sleman melaunching proyek aksi perubahan melalui “Sinergi Sadar Halal ” terbentuk kawasan Sektor Kuliner dan Industri Kecil Menengah (IKM), antara lain: Sentra Industri Halal Bakpiah Minomartani dan Jadah Tempe Kaliurang di wilayah Pemda Tk. 2 Sleman DIY. LP4H PDM Sleman merupakan satu-satunya lembaga yang sudah terbentuk di wilayah PWM DIY. BPJPH menetapkan implementasi kewajiban sertifikasi halal akan mulai Tahun 2026 bulan November pemerintah mencanangkan wajib bersertifikat halal untuk semua UMK di Wilayah NKRI, maka BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) membentuk UPT. Balai PJPH di tiap Provinsi & Kabupaten. Tahun 2026 Presiden Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto menetapkan target dengan menyiapkan kuota 1,35 Juta Sertifikasi Halal Gratis bagi pelaku UMK (Usaha Mikro & Kecil) di seluruh Indinesia guna memperkuat hilirisasi produk UMKM dan perlindungan bagi konsumen muslim. Di akhir sesi, Ketua LP4H PDM Sleman menjelaskan dari perspektif fiqih tentang pengertian halal, haram dan subhat beserta contoh-contohnya. Sementara Sekretaris LP4H PDM Sleman H. Kurnia Widyadimulya, S.I. Komp., M. Sc lebih menyoroti tentang titik kritis produksi kuliner halal. Bahan yang halal, tetapi kalau dalam prosesnya ada hal yang haram, maka hasil olahan makanan tersebut bisa jadi haram. Contoh olahan ayam atau bakar, ketika kuas yang dipakai tidak halal, maka ayam atau bebek bakar akan menjadi haram. Begitu juga dalam hal penyembelihan unggas, juga perlu diperhatikan betul, apakah penyembelih sudah bersertifikat halal atau belum. “Kita harus menjadi konsumen cerdas” katanya, “artinya sebagai konsumen ketika membeli makanan, pastikan di tempat yang terjamin kehalalannya”. Di akhir sesi menyampaikan contoh salah satu usaha depo air minum isi ulang di wilayah Tirtomartani Kalasan Aquakita yang sudah memiliki sertifikat halal dari LPPOM MUI. Dalam usaha air isi ulang ini ada titik kritis pada bahan filter atau rang yang dipakai, harus terjamin kehalalannya. #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Kontributor: Slamet Widada & Sutarman, Lembaga Pengkajian, Pengawasan dan Pendampingan Produk Halal (LP4H) PDM Sleman DIY Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, telah diselenggarakan Sarasehan Pendidikan bersama Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dengan mengangkat tema “Pendidikan bermutu untuk Semua”. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan para pendidik, kepala sekolah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, Majelis dikdasmen dan PNF dan pemerhati pendidikan, dari PAUD, TK ABA, SD, SMP, SMA/K se-Kabupaten Sleman bertempat di Sinta Hall, Sleman City Hall, Denggung Sleman Yogyakarta pada Jum’at 9 Januari 2026 dalam rangkaian kegiatan Muhammadiyah Sleman Expo #1 tanggal 9-11 Januari 2026 Dalam sarasehan tersebut, Staf Khusus Menteri Dikdasmen RI, Arif Jamali Muis, M.Pd menegaskan bahwa kompetensi guru merupakan kunci utama keberhasilan pendidikan. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang seimbang. “Guru hari ini harus adaptif terhadap perubahan zaman, dimana kita menghadapi era algoritma dan AI sehingga guru mampu adaptif memanfaatkan teknologi, serta menjadi teladan dalam karakter dan akhlak bagi murid” tegasnya dalam pemaparan yang di pandu oleh moderator Hasanuddin Salimi, M.Pd. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas tantangan dunia pendidikan kedepan, penguatan literasi dan numerasi yang masih rendah, serta peran guru dalam membentuk generasi berkarakter di tengah perkembangan digital. “Tema utama menteri pendidikan adalah pendidikan bermutu untuk semua. Islam berkemajuan memiliki ciri berpedoman tauhid, tapi tauhid yang menggerakkan. Seorang pendidik akan gelisah melihat perkembangan mutu menurun, jumlah murid juga turun. Berbicara tentang mutu maka ada beberapa hal yang perlu disampaikan dan diwujudkan bersama yang menjadi esensi sarasehan ini yakni: Pertama, guru harus kompeten dan sejahtera. Seorang guru harus mampu beradaptasi dengan situasi kekinian. Anak-anak kita jika belajar pytagoras bisa tetapi jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari menjadi kurang adaptif. Saat ini era algoritma sehingga seorang guru harus mampu menghadapi perubahan. Perubahan itu dimulai dari kelas. Transformasi itu akan terlihat di masa yang akan datang, dan tergantung apa yang dilakukan guru saat ini. Kedua, Pembelajaran harus bermakna dan adaptif. Bagama cara mengajarkan teologi Al Maun oleh Kyai Ahmad Dahlan, dimana diajarkan sampai 3 bulan. Sebelumnya wal asri 7 bulan pertemuan dan ini menjadikan kebermaknaan atau sudahkah implementasi ajaran Kyai Dahlan dapat diterapkan secara bermakna, berkesadaran dan menggembirakan. Ketiga, Fasilitas harus memadahi sehingga program revitalisasi gedung kelas, dan fasilitas pendukung terus dilakukan Keempat, Pendidikan itu harus ada kolaborasi agar paradigma kita itu fastabiqul khoirot terus dilakukan Para peserta menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik. Selanjutnya dalam diskusi disampaikan beberapa penanya yang mencoba mengkritisi program baik itu tentang kesejahteraan guru, kebijakan guru P3K, guru paruh waktu dan lain-lain. Menurut Apung Syaifuddin, M.Pd selaku sekretaris BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman menyampaikan bahwa : “upaya yang dilakukan oleh pemerintah sudah sedikit banyak membantu dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua dan berharap peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan dan menjadi tugas kita bersama.” Ujar Apung yang merupakan kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Kalasan Disisi lain menurut Yudi Megawanto selaku peserta menyampaikan bahwa “Upaya pendidikan bermutu untuk semua apakah benar-benar sudah menjawab tantangan dan permasalahan dunia pendidikan di tengah perubahan zaman dimana tugas utama pendidik atau guru adalah memberikan nilai-nilai, moral, akhlaq yg mendasar bagi murid sudah menjadi tugas dan fungsi pokok seorang guru? Harapannya terus dilakukan dan berproses untuk mewujudkan guru yang kompeten dengan memperhatikan fungsi pokok guru, tutur Yudi yang merupakan kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Minggir. “Guru janganlah hanya mengejar kesejahteraan dan karir, tetapi dia juga adalah kurir Tuhan untuk anak-anak didiknya” tambah Didik. Sarasehan ini diharapkan menjadi ruang refleksi dan penguatan komitmen bersama bahwa guru yang kompeten adalah fondasi utama terciptanya pendidikan yang bermutu untuk semua dan berkeadilan. Bravo Pendidikan Muhammadiyah Sleman. Maju bersama dan bersama-sama maju. #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Rep H. Wahdan Arifudin S.Pd KS SMPMuh 2 Godean MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PD Sleman
![]()
PCM Pakem #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman,
![]()
MUNAS CHANNEL #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman,
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka Muhammadiyah Sleman Expo #1 di Sleman City Hall, Denggung Sleman, pada Jum’at, 9 Januari 2026 telah sukses diselenggarakan sarasehan pendidikan se- Kabupaten Sleman. Ketua Majelis Dikdasmendan PNF PDM Sleman, H. Surakhmad menyampaikan dalam sambutan sarasehan pendidikan bahwa “Solidaritas dan kolaborasi antar sekolah sangat penting, untuk itu mohon kepada kepala sekolah dari PAUD, TK ABA, SD, SMP, SMA/K se-Kabupaten Sleman untuk mencurahkan uneg-unegnya kepada kementerian melalui stafsus. Selain itu H. Surakhmad, S.Pd menyampaikan apresiasi atas sarasehan ini sehingga sekolah menjadi terus “maju bersama dan bersama-sama maju” Dalam sesi pertama disampaikan best practice dari ketua BKS SD, SMP, SMA/K Menurut Sulasmi bahwa sekolah Muhammadiyah yang unggul adalah unggul dalam segala bidang tetapi yang membedakan adalah unggul dalam karakter.Hendro Sucipto, ketua BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman menyampaikan bahwa unggul itu memiliki pembeda dari sekolah lain.Sedangkan Sigit Rohmadiyanto dari SMK menyampaikan bahwa SMK dikatakan unggul paling tidak setelah lulus bekerja, jika tidak kemudian berwirausaha serta memiliki keunggulan selain daya beda juga daya saing yang sesuai dunia nyata, ungkap Sigit yang juga Kepala sekolah SMK Muhammadiyah Prambanan. #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Rep H. Wahdan Arifudin S.Pd KS SMPMuh 2 Godean MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PD Sleman
![]()
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman bersama Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman akan menggelar Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 pada * 9–11 Januari 2026. Kegiatan akbar ini rencananya dilaksanakan di Sleman City Hall , sebagai ajang sinergi dakwah, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Mengusung tema “Sukseskan & Meriahkan Muhammadiyah Sleman Expo #1” , kegiatan ini dirancang sebagai ruang temu seluruh potensi persyarikatan, mulai dari amal usaha, organisasi otonom, hingga pelaku UMKM binaan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Expo ini diharapkan menjadi etalase kontribusi nyata Muhammadiyah bagi masyarakat, sekaligus penggerak ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan. Ketua panitia Eko Sumardiyanto ditemui Rabu 7 Januari 2025 disela rapat persiapan Panitia menyampaikan bahwa MSE #1 tidak hanya berorientasi pada pameran, tetapi juga menjadi media edukasi dan literasi publik tentang peran Muhammadiyah dalam berbagai bidang. “Expo ini menjadi momentum konsolidasi potensi persyarikatan, memperkuat jejaring UMKM, serta memperluas dakwah pencerahan melalui pendekatan yang membumi,” ujarnya. Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhi berbagai stan pameran yang menampilkan produk UMKM, layanan kesehatan, pendidikan, filantropi, serta program-program unggulan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sleman. Selain itu, expo juga diharapkan menjadi ruang promosi kreatif bagi pelaku usaha lokal agar mampu naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Daya tarik utama Muhammadiyah Sleman Expo #1 adalah doorprize utama berupa Umroh , yang dipersembahkan bagi pengunjung beruntung. Selain itu, panitia juga menyiapkan doorprize menarik lainnya, seperti sepeda listrik dan sepeda gunung . Untuk mendapatkan kesempatan tersebut, pengunjung cukup melakukan scan barcode di lokasi pameran, yang sekaligus berfungsi sebagai tiket masuk dan kupon undian doorprize. Pemilihan Sleman City Hall sebagai lokasi kegiatan dinilai strategis karena mudah diakses masyarakat serta memiliki fasilitas representatif untuk penyelenggaraan event berskala besar. Panitia menargetkan ribuan pengunjung dari berbagai kalangan, baik warga Muhammadiyah maupun masyarakat umum. Melalui Muhammadiyah Sleman Expo #1, PDM dan PDA Sleman berharap terbangun semangat kolaborasi lintas sektor serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gerakan dakwah sosial-ekonomi Muhammadiyah. Expo ini juga menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat kemandirian umat, sejalan dengan nilai-nilai Islam berkemajuan yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah. Panitia mengajak seluruh warga Sleman dan sekitarnya untuk hadir dan memeriahkan Muhammadiyah Sleman Expo, sekaligus berpartisipasi dalam mendukung produk lokal dan program persyarikatan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()