Definisi Sekolah Unggul, Sarasehan Pendidikan Sleman di SCH

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka Muhammadiyah Sleman Expo #1 di Sleman City Hall, Denggung Sleman, pada Jum’at, 9 Januari 2026 telah sukses diselenggarakan sarasehan pendidikan se- Kabupaten Sleman.  Ketua Majelis Dikdasmendan PNF PDM Sleman, H. Surakhmad menyampaikan dalam sambutan sarasehan pendidikan  bahwa “Solidaritas dan kolaborasi  antar sekolah sangat penting, untuk itu mohon kepada kepala sekolah dari PAUD, TK ABA, SD, SMP, SMA/K se-Kabupaten Sleman untuk mencurahkan uneg-unegnya kepada kementerian melalui stafsus.  Selain itu H. Surakhmad, S.Pd menyampaikan apresiasi atas sarasehan ini sehingga sekolah menjadi terus “maju bersama dan bersama-sama  maju” Dalam sesi pertama disampaikan best practice dari ketua BKS SD, SMP,  SMA/K Menurut Sulasmi bahwa sekolah Muhammadiyah yang unggul adalah unggul dalam segala bidang tetapi yang membedakan adalah unggul dalam karakter.Hendro Sucipto, ketua BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman menyampaikan  bahwa unggul itu memiliki pembeda dari sekolah lain.Sedangkan Sigit Rohmadiyanto dari SMK menyampaikan bahwa SMK dikatakan  unggul paling tidak setelah lulus bekerja, jika tidak kemudian berwirausaha serta memiliki keunggulan selain daya beda juga daya saing yang sesuai dunia nyata, ungkap Sigit yang juga Kepala sekolah SMK Muhammadiyah Prambanan. #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Rep  H. Wahdan Arifudin S.Pd  KS SMPMuh 2 Godean   MPI PDM Sleman Editor   Arief Hartanto MPI PD Sleman

Loading

Muhammadiyah Sleman Expo #1 Siap Digelar, Hadirkan UMKM, Layanan Persyarikatan, dan Doorprize Umroh

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman bersama Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman akan menggelar Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 pada * 9–11 Januari 2026. Kegiatan akbar ini rencananya dilaksanakan di Sleman City Hall , sebagai ajang sinergi dakwah, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Mengusung tema “Sukseskan & Meriahkan Muhammadiyah Sleman Expo #1” , kegiatan ini dirancang sebagai ruang temu seluruh potensi persyarikatan, mulai dari amal usaha, organisasi otonom, hingga pelaku UMKM binaan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Expo ini diharapkan menjadi etalase kontribusi nyata Muhammadiyah bagi masyarakat, sekaligus penggerak ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan. Ketua panitia Eko Sumardiyanto ditemui Rabu 7 Januari 2025 disela rapat persiapan Panitia menyampaikan bahwa MSE #1 tidak hanya berorientasi pada pameran, tetapi juga menjadi media edukasi dan literasi publik tentang peran Muhammadiyah dalam berbagai bidang. “Expo ini menjadi momentum konsolidasi potensi persyarikatan, memperkuat jejaring UMKM, serta memperluas dakwah pencerahan melalui pendekatan yang membumi,” ujarnya. Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhi berbagai stan pameran yang menampilkan produk UMKM, layanan kesehatan, pendidikan, filantropi, serta program-program unggulan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sleman. Selain itu, expo juga diharapkan menjadi ruang promosi kreatif bagi pelaku usaha lokal agar mampu naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Daya tarik utama Muhammadiyah Sleman Expo #1 adalah doorprize utama berupa Umroh , yang dipersembahkan bagi pengunjung beruntung. Selain itu, panitia juga menyiapkan doorprize menarik lainnya, seperti sepeda listrik dan sepeda gunung . Untuk mendapatkan kesempatan tersebut, pengunjung cukup melakukan scan barcode di lokasi pameran, yang sekaligus berfungsi sebagai tiket masuk dan kupon undian doorprize. Pemilihan Sleman City Hall sebagai lokasi kegiatan dinilai strategis karena mudah diakses masyarakat serta memiliki fasilitas representatif untuk penyelenggaraan event berskala besar. Panitia menargetkan ribuan pengunjung dari berbagai kalangan, baik warga Muhammadiyah maupun masyarakat umum. Melalui Muhammadiyah Sleman Expo #1, PDM dan PDA Sleman berharap terbangun semangat kolaborasi lintas sektor serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gerakan dakwah sosial-ekonomi Muhammadiyah. Expo ini juga menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat kemandirian umat, sejalan dengan nilai-nilai Islam berkemajuan yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah. Panitia mengajak seluruh warga Sleman dan sekitarnya untuk hadir dan memeriahkan Muhammadiyah Sleman Expo, sekaligus berpartisipasi dalam mendukung produk lokal dan program persyarikatan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.  #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Senam Bahagia Muhammadiyah–‘Aisyiyah Meriahkan Muhammadiyah Sleman Expo #1

Rangkaian kegiatan Muhammadiyah Sleman Expo #1 yang digelar pada 9–11 Januari 2026 semakin semarak dengan pelaksanaan Senam Bahagia Muhammadiyah–‘Aisyiyah. Kegiatan ini akan berlangsung pada Ahad, 11 Januari 2026, bertempat di Lapangan Denggung, Sleman, mulai pukul 06.30 WIB hingga selesai. Senam massal ini terbuka untuk warga Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, serta masyarakat umum yang ingin memulai hari dengan aktivitas sehat dan penuh keceriaan. Kegiatan senam tersebut merupakan kolaborasi antara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman sebagai bagian dari upaya membumikan gaya hidup sehat di tengah masyarakat. Mengusung tema kebugaran jasmani dan kebahagiaan bersama, senam ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi lintas amal usaha dan organisasi otonom Muhammadiyah. Panitia menyampaikan bahwa Senam Bahagia Muhammadiyah–‘Aisyiyah tidak hanya berorientasi pada aktivitas fisik, tetapi juga menjadi sarana membangun semangat kolektif dan optimisme warga persyarikatan. Hal ini sejalan dengan tagline kegiatan, yakni “‘Aisyiyah Bahagia | Bugar ‘Aisyiyah | Bugar Muhammadiyah”, yang menekankan pentingnya kesehatan sebagai fondasi dakwah dan pengabdian sosial. “Menambah daya tarik peserta, panitia telah menyiapkan berbagai doorprize menarik dengan konsep full door prize. Beragam hadiah disediakan, mulai dari peralatan rumah tangga, perlengkapan elektronik, hingga hadiah utama berupa sepeda motor.  Ditargetkan 6000 peserta akan memenuhi lapangan Denggung”  tutur  Eko Sumardiyanto OC Panitia. Pelaksanaan senam pada pagi hari dipilih agar peserta dapat merasakan manfaat kebugaran secara optimal, sekaligus memanfaatkan suasana Lapangan Denggung yang luas dan representatif. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pembuka yang energik sebelum masyarakat mengunjungi berbagai stan dan agenda lain dalam Muhammadiyah Sleman Expo #1. Muhammadiyah Sleman Expo #1 sendiri merupakan ajang pameran dan temu warga persyarikatan yang menampilkan potensi amal usaha Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, serta berbagai komunitas pendukung di Kabupaten Sleman. Expo ini diharapkan menjadi media syiar, edukasi, dan penguatan jejaring sosial-keumatan. Dengan digelarnya Senam Bahagia Muhammadiyah–‘Aisyiyah, panitia berharap pesan hidup sehat, bahagia, dan produktif dapat tersampaikan secara luas. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam mendorong masyarakat yang tidak hanya kuat secara spiritual dan intelektual, tetapi juga sehat secara fisik. Masyarakat pun diajak untuk hadir dan meramaikan kegiatan ini sebagai bagian dari semangat kebersamaan dalam Muhammadiyah Sleman Expo #1.  #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman,

Loading

 Muhammadiyah Sleman Expo #1 Hadirkan Lomba Gobag Sodor untuk Siswa SD dan MI

Dalam rangka memeriahkan gelaran Muhammadiyah Sleman Expo #1, panitia menghadirkan kegiatan edukatif dan rekreatif berupa Lomba Gobag Sodor yang diperuntukkan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Ahad, 11 Januari 2026, bertempat di Atrium Shinta, Sleman City Hall, mulai pukul 14.30 hingga 17.30 WIB. Lomba Gobag Sodor ini menjadi salah satu agenda unggulan dalam Muhammadiyah Sleman Expo #1 yang berlangsung selama tiga hari, yakni 9–11 Januari 2026. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini dirancang untuk menghidupkan kembali permainan tradisional di kalangan pelajar sekaligus menanamkan nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, dan kerja sama tim sejak usia dini. Panitia menyampaikan bahwa peserta lomba dibatasi maksimal 16 tim, dengan ketentuan setiap sekolah hanya diperkenankan mengirimkan satu tim, yang merupakan tim putri dari masing-masing SD atau MI Muhammadiyah. Setiap tim terdiri atas maksimal delapan orang pemain dan satu orang ofisial, sehingga kompetisi dapat berlangsung efektif dan terorganisasi dengan baik. Menariknya, lomba ini tidak dipungut biaya pendaftaran alias gratis. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif dari sekolah-sekolah Muhammadiyah di seluruh wilayah Kabupaten Sleman tanpa terkendala faktor biaya. “Kami ingin lomba ini menjadi ruang kegembiraan dan pembelajaran, bukan sekadar persaingan,” tutur Irfan Yanuar panitia lomba. Dalam pelaksanaannya, panitia akan menetapkan empat tim terbaik sebagai juara, yakni juara 1, 2, 3, dan 4. Para pemenang nantinya akan memperoleh apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan kemampuan yang ditampilkan selama pertandingan. Lomba ini juga diharapkan menjadi sarana pembinaan bakat dan minat siswa di bidang olahraga tradisional. Selain nilai kompetisi, Gobag Sodor dipilih karena sarat dengan filosofi kebersamaan dan strategi. Permainan ini menuntut kekompakan, kecepatan berpikir, serta kejujuran dalam bermain, yang sejalan dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang terus dikembangkan di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Panitia mengajak seluruh SD dan MI Muhammadiyah di Sleman untuk segera mendaftarkan timnya. Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan dengan menghubungi Kang Irfan Yanuar melalui nomor 0819-0333-3812. #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman,

Loading

Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE#1) Tahun 2026, “Meningkatkan Sinergi dan Inovasi Amal Usaha Muhammadiyah untuk Sleman Maju dan Berdaya Saing”.

 Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman akan menggelar Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE#1) Tahun 2026 pada 9–11 Januari 2026 bertempat di Sleman City hall Sleman. Kegiatan ini dirancang sebagai ajang strategis untuk mempertemukan masyarakat dengan berbagai inovasi, peluang usaha, serta nilai-nilai pemberdayaan yang dikembangkan oleh Muhammadiyah di Sleman . Expo perdana tersebut mengusung tema “Meningkatkan Sinergi dan Inovasi Amal Usaha Muhammadiyah untuk Sleman Maju dan Berdaya Saing”. Tema ini menegaskan komitmen Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang tidak hanya bergerak di bidang dakwah, tetapi juga berperan aktif dalam penguatan ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya masyarakat Sleman . Menurut Ketua Panitia H. Nasirun S.AP Ketua SC “ MSE#1 bertujuan mempererat koordinasi dan kolaborasi antar pimpinan cabang, ranting, serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Selain itu, expo ini diharapkan mampu meningkatkan citra dan peran Muhammadiyah di Kabupaten Sleman sekaligus menjadi wadah promosi berbagai amal usaha kepada masyarakat umum” . Menurut Eko Sumardiyanto Ketua OC Panitia MSE 1 “ Beragam kegiatan akan memeriahkan MSE#1 2026, mulai dari pameran potensi cabang dan ranting, pendidikan, UMKM, hingga business exposure. Agenda lainnya meliputi tabligh akbar, seminar pendidikan, ekonomi dan bisnis, pagelaran seni budaya, gathering komunitas, serta olahraga dan perlombaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat” . Target audiens expo ini cukup luas, mencakup masyarakat Sleman dan sekitarnya, pelaku UMKM, akademisi, pelajar dan mahasiswa, Amal Usaha Muhammadiyah, mitra strategis, sponsor, hingga dinas pemerintahan terkait. Bahkan, kegiatan ini juga dibuka untuk wisatawan mancanegara yang berada di wilayah Sleman dan sekitarnya . Pelaksanaan kegiatan akan dipusatkan di area SCH Denggung, dengan rangkaian agenda yang tersebar selama tiga hari. Hari pertama diisi dengan pembukaan expo, kunjungan stand, pentas kreasi pendidikan, talkshow ekonomi, hingga pagelaran seni budaya. Hari kedua menghadirkan pengajian akbar, talkshow pendidikan, serta pentas seni pelajar. Sementara hari ketiga diisi dengan senam bersama, pentas seni kreatif, talkshow UMKM digital, gathering komunitas, dan penutupan expo . Selain menjadi ruang promosi dan edukasi, MSE#1 2026 juga menawarkan manfaat bagi sponsor dan mitra, antara lain brand exposure melalui berbagai media promosi, peluang networking dengan ribuan pengunjung, serta kontribusi dalam membangun citra positif melalui dukungan terhadap kegiatan pemberdayaan masyarakat . Melalui Muhammadiyah Sleman Expo #1, PDM Sleman optimistis dapat menghadirkan langkah konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi dan memperkuat peran Muhammadiyah sebagai motor penggerak kemajuan masyarakat di Kabupaten Sleman . Melalui Muhammadiyah Sleman Expo #1, PDM Sleman berharap dapat menghadirkan ruang kolaborasi, inspirasi, dan inovasi yang berdampak nyata bagi kemajuan Sleman yang berdaya saing, sejalan dengan nilai-nilai dakwah dan tajdid Muhammadiyah. Rep  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kajian Milenial 2 Cooking Class & Sharing Session: Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam

 Turi, Pdmsleman.Or.Id  Ahad Tanggal 28 Desember 2025, Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) dan Pemuda Muhammadiyah (PM) Turi kembali berkolaborasi dengan Direktorat Riset dan Pengabdian UMY. Program pengabdian masyarakat yang difasilitasi oleh dosen prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) UMY yaitu Anisa Dwi Makrufi, M.Pd.I. Kegiatan ini berupa kelas keputrian yakni kajian rutin dengan tema Menjaga Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam, Cooking Class, dan Forum Group Discussion untuk inisiasi Pusat Belajar Keluarga di Kapanewon Turi dengan menggunakan metode Asset-based Community Development (ABCD). Cooking class dikemas dalam kegiatan baking class (kelas memanggang roti) dan kultum kesehatan reproduksi dalam perspektif islam. Setidaknya 16 peserta terdaftar dan mengikuti kegiatan ini hingga akhir. Materi ini merupakan materi lanjutan pada kegiatan Kajian Milenial 1 yang bertemakan Kesehatan Reproduksi dalam Islam. Fiqih reproduksi merupakan hal yang dijabarkan dalam kegiatan kali ini karena bersinggungan langsung dengan aktivitas sehari-hari seorang muslim. Pukul 8.00 pagi kegiatan dimulai dengan pembukaan dengan menyanyikan lagi Indonesia Raya dan Mars Nasyiatul ‘Aisyiyah. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan singkat dari Ketua PCNA Turi, dengan disambung pemateri pertama bernama Yunda Evi selaku ahli baking dari Garongan, dimulai dengan menjelaskan setiap alat dan bahan yang digunakan dalam membuat Brownies Coklat Ketan Hitam. Lalu beliau memulai praktek baking dengan mencampur semua bahan sesuai takaran dengan dibantu beberapa peserta, dan kegiatan baking berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Selama proses baking berlangsung Yunda Anisa Dwi Makrufi, M.Pd.I selaku pemateri kedua menyampaikan isi materi Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam dalam kajian menyampaikan hal-hal seperti “ pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, dampak kesehatan reproduksi untuk memperoleh keturunan yang baik, dan eratnya menjaga kebersihan dengan praktek thoharoh seseorang”. Beberapa pertanyaan oleh para peserta muncul, diantaranya tentang mandi wajib, peran reproduksi dalam mempersiapkan keturunan sholih, menjaga reproduksi dengan pola hidup sehat, dan masih banyak lagi. Materi yang disampaikan begitu menarik sehingga peserta dengan antusias bertanya sambil tidak sabar menunggu kue coklat selesai dalam proses bakin-nya. Pada sesi terakhir, para pemateri menutup sesi dengan keterbukaan untuk menjawab jika masih ada hal yang ingin ditanyakan diluar kegiatan. Proses baking-pun akhirnya selesai, maka brownies siap untuk disajikan dan dicicipi bersama-sama dan berfoto bersama dengan memegang brownies yang siap makan di dalam nampan. Akhir  kegiatan diwarnai dengan foto bersama dan menyalakan yel-yel. Semoga kegiatan Kamil 2 ini dapat memberikan kebermanfaatan untuk semua pihak dan memperluas kaderisasi untuk dakwah Muhammadiyah yang lebih berkemajuan. Rep  Dyah Kinanti PCNA Turi Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Keberangkatan 22 Jamaah Umroh Aisyiyah Amanah  Sleman dan Biro Umroh Al Azis Menuju Tanah Suci

Madinah, Pdmsleman,Or.Id Suasana haru dan rasa syukur menyelimuti keberangkatan 22 jamaah umroh Aisyiyah Amanah Sleman yang memulai perjalanan spiritual menuju Tanah Suci pada 21 Desember. Rombongan diberangkatkan dari Yogyakarta dengan pendampingan Tour Leader berpengalaman, HM Riyanto, yang memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan tertib, aman, dan khusyuk. Perjalanan jamaah diawali dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta. Dari sana, jamaah melanjutkan penerbangan internasional menuju Jeddah, Arab Saudi. Setibanya di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, jamaah langsung diarahkan menuju Madinah Al-Munawwarah menggunakan bus AC eksekutif yang nyaman dan representatif. Penggunaan fasilitas transportasi darat yang memadai ini ditujukan agar jamaah dapat beristirahat dengan optimal setelah perjalanan panjang, sehingga kondisi fisik tetap prima saat memasuki agenda ibadah di Madinah. Setibanya di Madinah, jamaah langsung melakukan proses check-in di hotel yang berlokasi strategis di sekitar pelataran Masjid Nabawi. Pada hari pertama, jamaah memfokuskan diri untuk melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Nabawi, dilanjutkan dengan ziarah ke Makam Rasulullah SAW dan Raudhah. Selain itu, HM Riyanto memimpin orientasi medan guna mengenalkan jalur akses masjid, pintu masuk jamaah pria dan wanita, serta fasilitas umum di sekitar hotel. Memasuki hari kedua, jamaah mengikuti program City Tour sejarah Islam dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah, antara lain Masjid Quba, Masjid Qiblatain, kawasan Perang Khandaq, Jabal Uhud, serta Kebun Kurma sebagai bagian dari wisata edukasi religi. Untuk mendukung kekhusyukan ibadah, Aisyiyah Amanah Sleman menempatkan jamaah di hotel setaraf bintang dengan jarak sangat dekat ke Masjid Nabawi. Selain itu, konsumsi jamaah disediakan dalam bentuk prasmanan dengan menu bercita rasa nusantara guna menjaga stamina selama beribadah. Salah satu jamaah, Sunarti, menyampaikan apresiasinya atas pelayanan yang diberikan selama perjalanan.“Alhamdulillah, bimbingan dari HM Riyanto sangat telaten. Sejak berangkat dari Sleman hingga tiba di Madinah, semua terorganisir dengan baik. Busnya nyaman, dan penjelasan sejarah saat City Tour sangat menambah wawasan iman kami,” ujarnya. Sementara itu, HM Riyanto menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan jamaah menjadi prioritas utama.“Kami berkomitmen agar jamaah tidak hanya sampai secara fisik di Tanah Suci, tetapi juga memperoleh nilai ibadah yang mabrur melalui pendampingan yang intensif dan terarah,” tuturnya. Keberangkatan ini sejalan dengan ketentuan penyelenggaraan ibadah umroh sebagaimana diatur oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, yang menekankan aspek pelayanan, perlindungan, dan pembinaan jamaah agar ibadah dapat dilaksanakan secara optimal dan sesuai tuntunan syariat. Rep HM Riyanto KBIUH Aisyiyah Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ustadz H. Muhammad Jazir, ASP Berpulang

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya: Ustadz H. Muhammad Jazir, ASPKetua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Almarhum dikenal sebagai sosok ulama dan tokoh umat yang istiqamah dalam dakwah, pengabdian, serta penguatan peran masjid sebagai pusat ibadah dan pelayanan masyarakat. Dedikasi dan keteladanan beliau telah memberikan kontribusi besar bagi pengembangan Masjid Jogokariyan dan gerakan dakwah Islam di tengah umat. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Loading