Apel Milad 60 KOKAM Sleman, Tangguh, Sinergi Menjaga dan Membangun Negeri

Prambanan, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Sleman melalui Bidang KOKAM dan SAR gelar peringatan Milad ke-60 Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) pada Ahad, 2 November 2025 di SMK Muhammadiyah Prambanan mengusung tema “KOKAM Tangguh, Sinergi Menjaga dan Membangun Negeri”. Dihadiri sekitar 300 Anggota KOKAM se Kabupaten Sleman, acara dirangkai dengan pengucapan  Janji Setia Melati KOKAM, Amanat apel oleh Didik Kusnanto, M.Pd, Sekretaris BPO KOKAM Nasional , menyanyikan Indonesia Raya,  Mars Muhammadiyah dan Mars KOKAM dan selanjutnya sarasehan. Komandan KOKAM Sleman Pupud Purnomo, menuturkan selain kegiatan seremonial, panitia juga menyiapkan Lomba KOKAM antar cabang se-Sleman, di antaranya lempar pisau Acara Milad 60 KOKAM kali ini dirangkai dalam sejumlah kegiatan akan dimulai Apel Akbar KOKAM se-Sleman yang diikuti seluruh anggota bersama dilanjutkan Ketua PDPM Sleman, Prakasa Radya Sulendra, menyatakan bahwa milad kali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas dan loyalitas kader. “Melalui peringatan milad ini, kita ingin menunjukkan bahwa KOKAM Sleman siap bersinergi menjaga negeri dan berkontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat,” ujarnya. Sementara Didik Kusnanto dalam sarasehan menyampaikan pentingnya untuk selalu menjalin silaturahmi sesama anggota KOKAM dan akhirnya tercipta satu perasaan persahabatan dan kekeluargaan diantara sesama selain itu  KOKAM kader Muhammadiyah yang mampu menggabungkan kekuatan fisik, kedisiplinan, dan kekuatan akhlak”. Dalam kesempatan acara tersebut hadir jajaran PDM Sleman H. Darojat Noor A yang juga KOKAM senior, Sutriyanta, jajaran Pemuda Muhammadiyah Daerah, Komandan Wilayah KOKAM DIY Rizal Ismail, KOKAM senior M. Hidayatul Abror, jajaran PCM Prambanan dan SMKM Prambanan serta dari Kapanewon , Kalurahan dan Polsek setempat. Reportase n Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kontingen MDMC Sleman Aktif Dalam Gelar Gladi Lapang MDMC DIY Siaga Erupsi Merapi, Wujudkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Lembaga Resiliensi Bencana Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (LRB PWM DIY) menggelar Latihan Gabungan dan Gladi Lapang Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Merapi pada 23–26 Oktober 2025 di Pakem, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji kesiapan seluruh potensi relawan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah DIY dalam menghadapi situasi kedaruratan bencana, khususnya potensi erupsi Gunung Merapi dan bencana hidrometeorologi. Latihan gabungan ini merupakan rangkaian puncak setelah sebelumnya dilaksanakan berbagai pelatihan sektoral, antara lain Pelatihan Manajemen Posko, Pelatihan Manajemen Logistik dan Peralatan (LOGPAL), Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial (LDP), serta Diklat SAR Muhammadiyah DIY yang hingga kini masih berlangsung. Seluruh kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis dan koordinasi lintas klaster dalam sistem tanggap darurat Muhammadiyah. Sebanyak 176 peserta yang terdiri dari unsur relawan LRB PDM se-DIY, Fakultas Kedokteran UAD, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Bantul, Gamping, Sleman, Pakem, dan Cangkringan, RS AMC, RS UAD, RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede, Fresht UNISA, TBM UAD, Korps AD UAD, LLHPB PDA se-DIY, serta Ortom Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Ketua MDMC DIY, Indrayanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud keseriusan Muhammadiyah dalam memperkuat kesiapsiagaan dan aksi antisipatif menghadapi bencana. “Gladi lapang penanganan darurat bencana erupsi Merapi ini merupakan puncak rangkaian Latihan Gabungan Relawan Muhammadiyah DIY yang diawali dengan kick off pada 20 September 2025. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi dan penguatan kapasitas relawan lintas klaster mulai dari kesehatan, logistik, SAR, psikososial, hunian, komunikasi, hingga manajemen posko dan pos pelayanan,” ujarnya. Indrayanto menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi relawan Muhammadiyah DIY untuk memperkuat struktur dan sistem tanggap bencana yang terintegrasi. “Latgab ini menjadi tonggak pergerakan relawan dalam memperkuat tim-tim respon yang handal di tingkat daerah maupun provinsi. Ke depannya kami akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan pembentukan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah di tingkat wilayah serta memperkuat sistem tanggap terpadu di bawah semangat One Muhammadiyah One Response,” jelasnya. Kontingen Sleman Latgab MDMC DIY  menurut Nur Khairudin selaku ketua LRB MDMC Sleman menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung di Bhumi perkemahan Kwarpus HW. Kaliurang  Ngipiksari, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman Yogyakarta.  Dari LRB Sleman mengirimkan personal yang tergabung dalam klister SAR terdiri dari Rifqi Wahyu Saputra, Andriyanto,  M Ekhsan , Psikososial;  Harjanto,  R.Kunto Aji , Manajemen Posko ; Nurkhoirudin, Supriyana, Wahyu Dwi S , Rohmadi, Hari Kusnadi , Dapur Umum ; Sarjianto, Wahid Hudaya   sedangkan untuk Logistik ; M Ishom, Suti dengan tambahan 3 unit armada LAZISMU Sleman. Melalui latihan gabungan ini, LRB PWM DIY menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas relawan Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana secara profesional, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas lembaga dalam Muhammadiyah ini diharapkan mampu memperkuat peran persyarikatan sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.  Rep MDMC DIY Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PDM Sleman Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi Organisasi, Perkuat Sinergi Cabang-Ranting Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id  Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman mengundang seluruh jajaran pimpinan cabang, ranting, dan amal usaha untuk menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Konsolidasi Organisasi pada Jumat, 24 Oktober 2025, bertempat di SD Muhammadiyah Domban 4, Panggeran, Triharjo, Sleman. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB ini menjadi upaya penting bagi Muhammadiyah Sleman dalam memperkuat jaringan dan koordinasi antarlembaga di tingkat cabang dan ranting. Acara akan dihadiri oleh jajaran anggota PDM Sleman, PDA Sleman, PCM dan PCA se-wilayah Mlati, Ngaglik, Sleman, Tempel, dan Turi, serta pimpinan amal usaha Muhammadiyah dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK. PDM Sleman diwakili H Nasirun mengucapkan selamat datang dan terimakasih hadirnya, kepada PM Sleman dan SDM Domban diucapkan terima kasih selaku tuan rumah acara, dan sekarang siswanya diatas 200 padahal dulu hampir tutup ini adalah sebuah upaya bersama yang harus disyukuri dan terus dikembangkan. “  Konsolidasi organisasi Muhammadiyah dengan fokus pada penguatan cabang dan ranting, saat ini antara lain dikembangkan melalui lomba cabang ranting  dan masjid sebagai implementasi fastabiqqul khairat harapannya  hal ini sebagai cara agar cabang ranting meningkat”. Tahun 2025 PDM Sleman mengirimkan  PCM Prambanan juara PCM unggulan tahun lalu, PCM Minggir PCM unggulan NAsional 2023 , PRM Nogotirto Gamping dan PRM Nargokaton ikuti LPCRM PP di  Banjarmasin Kalimantan pada bulan November. Dilanjutkan sosialisasi program Surya Citra Madani (SCM), lembaga mitra Muhammadiyah Sleman yang bergerak di bidang pelayanan perjalanan umrah dan haji. Sinergi Dakwah dan Ekonomi Umat Biro Umrah Surya Citra Madani (SCM) yang turut menjadi bagian dari sosialisasi acara ini merupakan lembaga yang tumbuh dari semangat kemandirian Muhammadiyah Sleman dalam memberdayakan ekonomi umat. SCM tidak hanya menyediakan layanan umrah dan haji plus, tetapi juga aktif dalam membangun ekosistem bisnis syariah yang berorientasi pada nilai dakwah dan kesejahteraan jama’ah Muhamadiyah. Melalui kerja sama dengan PDM dan amal usaha Muhammadiyah, SCM mendorong program edukasi travel syariah amanah dengan prinsip transparansi, kenyamanan, dan pendampingan bagi jamaah.  “Melalui sosialisasi ini, kami ingin memperkenalkan bagaimana perjalanan umrah dapat menjadi sarana dakwah dan pembinaan ruhani bagi jamaah Muhammadiyah,” jelas H. Nasirun perwakilan SCM Cabang Sleman. PDM Sleman berharap kegiatan silaturahmi dan konsolidasi ini dapat memperkuat jaringan kepemimpinan Muhammadiyah di tingkat akar rumput. Dengan semangat tajdid dan gerakan amar makruf nahi munkar, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi memperkokoh dakwah Muhammadiyah yang berkemajuan. “Harapannya, setiap cabang dan ranting dapat semakin aktif memakmurkan masjid, memberdayakan umat, dan memperluas dakwah melalui kerja nyata,” tutur PDM Sleman, H. Nasirun Rep n Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Hak Siswa, PDM Sleman Tak Izinkan Sekolah Menahan Ijazah

 Sleman, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah berkomitmen kuat untuk berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa membedakan latar belakang. Komitmen ini direalisasikan dengan mengelola ribuan institusi pendidikan, mulai dari tingkat paling dasar hingga perguruan tinggi, yang tersebar di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang memiliki ratusan sekolah Muhammadiyah dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, hingga Pendidikan Menengah.  Menanggapi berbagai kasus penahanan ijazah yang terjadi di sekolah-sekolah, baik yang dikelola pemerintah maupun masyarakat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman mengadakan sosialisasi terkait peraturan-peraturan yang melarang penahanan ijazah siswa serta tindakan diskriminatif terhadap siswa yang orang tuanya belum melakukan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Pada Selasa, 14 Oktober 2025 diselenggarakan sosialisasi larangan penahanan ijazah siswa pada forum Badan Koordinasi Sekolah (BKS) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman di SMP Muhammadiyah Turi. Selanjutnya pada Rabu, 15 Oktober 2025 sosialisasi yang sama diselenggarakan pada forum BKS Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman di RTG Gumuk Sikuneng. Kedua forum tersebut dihari oleh Kepala Sekolah.  Adapun sosialisasi disampaikan oleh Ari Wibowo yang merupakan Ketua Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) PDM Kabupaten Sleman. Dalam sosialisasinya Ari menyampaikan bahwa larangan penahanan ijazah siswa terdapat dalam beberapa peraturan antara lain Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 58 Tahun 2024 tentang Ijazah Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2022 tentang Spesifikasi Teknis dan Bentuk, serta Tata Cara Pengisian, Penggantian, dan Pemusnahan Blangko Ijazah Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Tahun Pelajaran 2021/2022, serta Perda DIY Nomor 10 Tahun 2013 tentang Pedoman Pendanaan Pendidikan.  “Menahan ijazah siswa dan membatasi akses fasilitas lainnya seperti ujian atau raport hasil studi, tidak boleh dilakukan terhadap siswa hanya karena orangtuanya belum membayar SPP. Pembayaran SPP itu kewajiban orangtua kepada sekolahan, sehingga tidak bisa dibebankan kepada siswa yang memiliki hak untuk mendapatkan akses pendidikan sebagaimana siswa lainnya,” ujar Ari yang juga merupakan Dosen di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia. Ia menambahkan, dalam Perda DIY Nomor 10 Tahun 2013 terdapat sanksi administratif dan sanksi pidana yang diancamkan kepada satuan pendidikan dan pengelola satuan pendidikan. Selain itu, ada potensi dikenakan ketentuan Pasal 372 KUHP yang mengatur tindak pidana penggelapan.  “Sekolah yang sekarang masih menyimpan ijazah siswa, sebaiknya segera memanggil orangtua walinya untuk mengambil. Silakan sambil ditagih untuk melunasi SPP, boleh diangsur, tetapi bukan sebagai syarat pengambilan ijazah,” sarannya. Sosialisasi ini sebagai wujud komitmen PDM Kabupaten Sleman untuk memberikan akses pendidikan kepada siswanya tanpa diskriminasi khususnya siswa yang belum mampu membayar SPP. Sosialisasi di BKS SD/MI dibuka oleh Ketua PDM, H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., dan dihadiri Sekretaris PDM, H. Arif Mahfud, S.Ag.,M.S.I. dan Majelis Dikdasmen PDM, Drs. Suyono, M.Pd. Rep : DR.  Ari Wibowo S.H.I., S.H., M.H  Ketua Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) PDM Kabupaten Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PRM Margokaton Seyegan Sleman Masuk Daftar Finalis CRM Award VI Tahun 2025

Sleman, Pdmsleman.Or.Id PDM Sleman menunjuk PCM Kalasan, PRM Margokaton Seyegan, dan Masjid Al Barokah Pakem untuk mengikuti seleksi Nominasi CRM ( Cabang Ranting Masjid ) Award VI yang digelar LPCR PM PP Muhammadiyah tersebut. Dalam kesempatan Pengajian Hari BerMuhammadiyah PDM Sleman di Masjid Agung Dr. Wahidin Soedirohoesoedo, Sekretaris PDM sleman dalam sambutannya mewakili Ketua PDM Sleman menyampaikan doa dan harapannya, “PDM Sleman mendorong Cabang Kalasan, Ranting Margokaton Seyegan, dan masjid Al Barokah Pakem untuk dapat menyusul prestasi Cabang Prambanan, Cabang Minggir dan Ranting Nogotirto, menjadi juara di ajang CRM Award VI, tanggal 14 – 16 November 2025, di Banjarmasin. Mohon doa dari bapak dan ibu semua”.  Tiga utusan tersebut berikutnya pada hari ahad, 12 Oktober 2025 telah mengikuti seleksi bagi Cabang, Ranting dan masjid Unggul utusan dari Wilayah Jawa Bagian Timur, yaitu Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Pada seleksi tersebut PWM DIY mengirimkan 15 utusan, terdiri dari 5 Cabang, 5 Ranting dan 5 Masjid yang merupakan perwalikan dari 5 PDM di DIY. Selasa 14 Oktober 2025, Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan finalis nasional untuk ajang bergengsi Cabang Ranting Masjid (CRM) Award VI. Dalam surat keputusan yang dirilis LPCR PM PP Muhammadiyah PRM Margokaton sebagai salah satu utusan PDM Sleman berhasil masuk daftar finalis CRM Award VI tahun 2025 dan akan bersaing dengan 14 ranting unggulan dari seluruh Nusantara. PRM Margokaton akan menyusul 3 unggulan lain dari Sleman (PCM Minggir, PCM Prambanan dan Ranting Nogotirto yang tahun sebelumnya berhasil menjadi juara di ajang CRM Award untuk mengikuti CRM Award VI di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan finalis nasional untuk ajang bergengsi Cabang Ranting Masjid (CRM) Award VI. Sebanyak 45 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), dan Masjid Unggulan berhasil lolos dan akan memperebutkan gelar terbaik. Keputusan finalis ini tertuang resmi dalam Surat Keputusan LPCRPM PP Muhammadiyah Nomor 363/KEP/I.15/B/2025 tentang Finalis PCM, PRM, dan Masjid Unggulan Cabang Ranting Masjid Award VI. Proses penjurian yang ketat telah berlangsung secara bertahap pada tanggal 3, 7, 8, 9, dan 12 Oktober 2025. Hasil dari proses penilaian tersebut kemudian disahkan melalui rapat pleno LPCRPM yang digelar pada 13 Oktober 2025 di Yogyakarta. Penilaian ini berpegangan pada kriteria Cabang, Ranting, dan Masjid unggulan yang sebelumnya telah ditetapkan melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LPCRPM tahun 2023. Berikut adalah daftar lengkap 45 finalis yang terbagi dalam tiga kategori utama: Finalis Kategori PCM Unggulan Finalis Kategori PRM Unggulan Finalis Kategori Masjid Unggulan Semoga PRM Margokaton dapat meraih prestasi sebagaimana 3 unggulan lain dari kabupaten Sleman. Reportase  Enkade PRM Margokaton Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Belajar Kepengasuhan Bayi FORPAMA DIY Kunjungi Panti Bayi Sehat

Bandung, Pdmsleman.Or.id MPKS PDM Sleman mengirimkan kafilahnya sebanyak 15 orang dari 8 panti yang dibina pada kegiatan studi tiru Forum Silaturahmi Panti Asuhan Muhammadiyah -Aisyiyah (FORPAMA) DIY yang dibawah naungan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM DIY melaksanakan kunjungan Studi Tiru ke Pimpinan Cabang Muhamamadiyah (PCM) Sukajadi Kota Bandung, kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu (04/10) bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sukajadi Kota Bandung. Adapun AUM yang dikunjungi adalah Panti Bayi Sehat Muhammadiyah Cabang Sukajadi. Sementara menurut Wahyu Purhantara selaku ketua MPKS PDM Sleman, “ diharapkan setiap panti dapat mencontoh pola manajemen panti, kepengasuhan kemandirian panti, pola-pola kerjasama antar Lembaga”. Hal Ini bertujuan lanjut Wahyu, yang juga menjadi kordinator bidang kelembagaan FORPAMA, panti-panti Muhammadiyah Aisyiah mampu mencerahkan dan memajukan umat. Dalam sambutannya ketua PCM Sukajadi, Rahmat Sanjaya menyampaikan ucapan selamat datang terhadap rombongan FORPAMA DIY “Kami ucapkan selamat datang kepada rombongan FORPAMA dari DIY, kehadiran bapak ibu merupakan  kebahagiaan bagi kami dan harapannya bisa menjadi sarana menguatkan ukhwah” tuturnya. PCM Sukajadi pada tahun ini mengikuti LPCR Award mewakili Kota Bandung “Kami sebenarnya merasa belum pantas mendapatkan kepercayaan ini karena masih perlu banyak pembenahan” ucapnya. Cabang Muhammadiyah Sukajadi memiliki 6 ranting Muhammadiyah, 2 sekolah Muhammadiyah, 2 Panti Muhahammadiyah termasuk panti bayi yang akan dikunjungi, Klinik Pratama, Surya Mart, dan beberapa Amal Usaha dibidang ekonomi lainnya “ Kami berkomitmen selalu berkonsolidasi dengan berbagai stakeholder, dan memiliki cita-cita Muhammadiyah Sukajadi Berkemajuan dan Unggul yang terejawantahkan dalam program terkait penguatan organisasi usaha dan amal usaha di Sukajadi” tambahnya. Wibowo Ketua FORPAMA menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti Studi Tiru sejumlah 50 orang “Peserta Studi Tiru ini kurang lebih 50 orang yang terdiri dari 25 Panti dengan perwakilan masing – masing  panti 2 orang” ungkapnya. Untuk meningkatkan kalitas pengasuh di Panti terdapat kelas FORPAMA. Wibowo berharap dengan adanya Studi Tiru ini peserta bisa mendapatkan informasi dan referensi terkait pengelolaan. Ferry Sopyan Kepala Panti Bayi Sehat Muhammadiyah menjelaskan terkait dengan profil singkat Panti tersebut, ia menjelaskan bahwa mereka merawat bayi yang baru lahir, anak yang terlantar, anak hasil hubungan diluar nikah dan lain sebagainya “Kami membesarkan dan merawat anak dari bayi sampai dewasa bahkan ada yang sampai menikah, nanti tergantung kondisi jika ada keluarganya yang mampu  merawatnya maka kami kembalikan anak tersebut” ungkapnya. Dalam menerima anak asuh tentunya melalui asessement terlebih dahulu yang dilakukan Tenaga Pekerja Sosial Profesional yang dimiliki oleh Panti Sehat Muhammadiyah “Kami dalam melakukan pengasuhan anak harus melalui assessment terlebih dahulu, jika anak tersebut belum diketahui orang tuanya maka akan dibuatkan akta kelahiran terlebih dahulu” tambahnya. Rep Wicak & Yu Poer

Loading

Refleksi Demonstrasi Tuntutan Rakyat dan Sikap Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Aula Masjid KH. Sudja RS PKU Muhammadiyah Gamping, Ahad (5/10/2025) pagi dipenuhi ratusan peserta dari jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Aisyiyah, Ortom, PCM, PCA, PRM hingga PRA se-Kabupaten Sleman hadir memenuhi undangan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PDM Sleman dalam forum silaturahmi dan diskusi bertajuk “Refleksi Demonstrasi Tuntutan Rakyat dan Sikap Muhammadiyah.” Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan pembukaan resmi oleh Ketua PDM Sleman, H. Harjaka S.Pd., S.Ag., M.A. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya forum ini untuk membangun kesadaran kebangsaan. “Kita perlu melakukan refleksi atas dinamika demonstrasi yang beberapa waktu terakhir mewarnai kehidupan politik nasional. Muhammadiyah harus memberi pandangan yang jernih dan konstruktif, agar umat tidak terjebak dalam arus yang merugikan bangsa,” ujarnya. Sementar Dokter Faisol selaku Direktur RS PKU Muhammadiyah Gamping menyampaikan “ kami menyambut baik acaranya sekaligus sebagai upaya untuk lebih mengenalkan RS PKU Gampingn secara lebih luas dan kami berkomitmen untuk mendukung berbagai kegiatan PDM Sleman”. Diskusi menghadirkan empat narasumber lintas perspektif. Mereka adalah Ir. Achmad Syauqi Soeratno (Anggota DPD RI Daerah Pemilihan DIY), Dr. Abdul Gafar Karim (akademisi FISIPOL UGM), Kombes Pol. Burkan Rudy Satria, S.I.K. (Wakil Direktur Tindak Pidana Umum, Bareskrim Polri), serta H. Singgih Januratmoko, M.M. (Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Fraksi Golkar) dengan moderator Trapsi Haryadi, M.IP. Dalam paparannya, Ir. Achmad Syauqi Soeratno yang juga menjadi Ketua BAP Badan Akuntabilitas Publik  Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) “Saya menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh LHKP PDM Sleman ini, khususnya untuk memberikan edukasi politik yang objektif dan solutif, terkait peran Muhammadiyah dalam hidup berbangsa dan bernegara, dengan berbagai dinamikanya.” Sementara itu, Dr. Abdul Gafar Karim mengingatkan bahwa konsolidasi demokrasi Indonesia masih belum rampung. “Kita punya referensi konstitusi dan dasar negara, tetapi implementasinya sering kali terhambat oleh kepentingan politik jangka pendek. Situasi ini yang menyebabkan demokrasi kita belum matang. Perlu check-up menyeluruh,” tegasnya. Ia juga menyoroti isu fundamental kesejahteraan rakyat yang erat kaitannya dengan akses pendidikan dan kesehatan. Dari perspektif kepolisian, Kombes Pol. Burkan Rudy Satria menjelaskan dinamika pengamanan aksi massa. “Polri selalu berusaha mengedepankan pendekatan humanis. Ketika demonstrasi berlangsung tertib, maka polisi membelakangi massa sebagai tanda situasi aman. Tapi jika berhadapan langsung, itu artinya ada potensi gangguan. Tantangan kita adalah mencegah provokasi yang bisa menimbulkan anarki,” jelasnya. Ia mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat tetap harus menghormati hak orang lain, menjaga ketertiban, serta menaati hukum. Adapun H. Singgih JanuratmokoAnggota DPR RI Komisi VIII dengan lingkup tugas di bidang Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungam Anak.    Diskusi berlangsung interaktif dengan banyak peserta mengajukan pertanyaan seputar sikap Muhammadiyah dalam menghadapi gejolak politik nasional. Beberapa peserta menyoroti bagaimana organisasi Islam ini sebaiknya menempatkan diri, tidak larut dalam pragmatisme politik, tetapi juga tidak apatis terhadap proses demokrasi. Demonstrasi sebagai bagian dari dinamika demokrasi, namun harus disikapi dengan kedewasaan dan warga Muhammadiyah diharapkan menjadi kekuatan moral yang mampu menjaga keutuhan bangsa dengan bekal memahami makna demokrasi dan juga memberi kontribusi nyata dalam ranah publik dan kebijakan serta peran strategis Muhammadiyah dalam menjaga kehidupan berbangsa. Reportase n Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PRM Margokaton Seyegan Wakili  Muhammadiyah DIY di Lomba CRM Nasional Muhammadiyah

Sleman , Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Margokaton Seyegan mendapatkan amanah untuk maju ke lomba Cabang Ranting Muhammadiyah (CRM) Nasional mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). “PRM Margokaton menghaturkan terima kasih atas kesempatan, dukungan, dan bantuan yang diberikan sehingga kami bisa tampil di Muhammadiyah Jogja Expo #4 dan dipercaya maju ke lomba CRM Nasional mewakili PWM DIY,” Nur Khoirudin Ketua PRM Margokaton. Pada tahap assessment awal, PRM Margokaton berhasil masuk kategori PRM Unggul. Capaian ini menjadi modal penting untuk melangkah ke tahapan selanjutnya. “Alhamdulillah di assessment awal, PRM Margokaton berhasil masuk kategori PRM Unggul,” tambahnya. Tahapan berikutnya, PRM Margokaton bersama Masjid Al Barokah Pakem dan PCM Kalasan sebagai wakil PDM Sleman akan tampil dalam presentasi di hadapan dewan juri lomba CRM PP Muhammadiyah pada Ahad, 12 Oktober 2025, di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Ajang tersebut merupakan seleksi tahap pertama untuk menentukan Nominasi PRM Unggul Nasional se-DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. “Doa, bimbingan, dan dukungan selalu kami harapkan agar dapat memenuhi harapan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami,” ujar perwakilan PRM Margokaton. PRM Margokaton selama ini dikenal aktif di tengah masyarakat, berupaya menegakkan amar makruf nahi munkar di lingkungan Margokaton, Kapanewon Seyegan, Sleman sebagaimana disampaikan kepada Arief Hartanto dari MPI PDM Sleman pada Jum’at 4 Oktober 2025. Pada Musyawarah Ranting, 14 Oktober 2023, ditetapkan kepemimpinan periode 2022-2027 dengan Ketua Nurkhoirudin dan Sekretaris Sumardiono. Struktur ini membawahi tiga bidang utama: tabligh dan kemasjidan, pendidikan dan kaderisasi, serta ekonomi dan layanan sosial. Bidang tabligh dan kemasjidan memiliki program unggulan Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah melalui pengajian Ahad Kliwon. Kegiatan ini konsisten menghadirkan jamaah dalam jumlah besar. Pada pengajian pertama, 14 Januari 2024, jamaah mencapai sekitar 450 orang, melebihi target awal 300 orang. Dalam perkembangannya, rata-rata jamaah mencapai 500–800 orang, bahkan menembus 1.200 orang saat pengajian Ahad Kliwon spesial Milad Muhammadiyah ke-112 pada 24 November 2024. Selain itu, bidang tabligh juga mengelola pengajian pimpinan, pemberdayaan masjid, penyelenggaraan shalat Id, hingga safari Ramadan. Di bidang pendidikan dan kaderisasi, PRM Margokaton menggulirkan program pengajian ortom, layanan kartu anggota, pengkaderan mubalig, pendampingan amal usaha Muhammadiyah (AUM), hingga gerakan orang tua asuh. Margokaton memiliki tiga ortom aktif — Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah — serta sejumlah AUM, termasuk SD Muhammadiyah Bolu, TK ABA Margokaton 1–3, KB Aisyiyah, dan tujuh TPA resmi Kemenag. Bidang ekonomi dan layanan sosial turut aktif melalui pemberdayaan UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, pentasarufan zakat, infak, sedekah, serta penggalangan kencleng infak untuk tanah wakaf. Dengan prestasi dan kiprahnya, PRM Margokaton ditetapkan PCM Seyegan sebagai ranting percontohan. Pada MJE ke-4, 12–14 September 2025, PRM Margokaton tampil bersama wakil Sleman lainnya. Kepercayaan itu berlanjut saat PDM Sleman menunjuk mereka sebagai peserta lomba CRM tingkat provinsi. Hingga PWM DIY menetapkan PRM Margokaton menjadi salah satu peserta lomba CRM Nasional. “Semoga Allah memberikan kemudahan dan meridai setiap gerakan dakwah Muhammadiyah di Ranting Margokaton,” doa dan harapan dari jajaran pimpinan PRM. Dengan semangat dan capaian yang sudah diraih, PRM Margokaton optimistis dapat mengharumkan nama Sleman dan DIY di ajang nasional. Rep : Dhian N  PRA MArgokaton Editor  : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

AmbulansMU Sleman Perkuat Kompetensi Relawan Penanganan Pasien Infeksius

Sleman , Pdmsleman.Or.Id   Forum Pengelola Ambulans Muhammadiyah (Forpam) Kabupaten Sleman kembali menggelar pertemuan silaturahmi rutin sekaligus peningkatan kapasitas relawan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (27/9/2025) malam di RM Genduk Wulan, Jalan Godean–Seyegan, Margodadi, Seyegan, Sleman. Ketua Forpam Sleman, H. Darojat Noor Akhmad, menyebutkan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring antar titik layanan ambulans Muhammadiyah. “Kami mengundang seluruh koordinator dan relawan titik layanan agar bersama-sama meningkatkan kapasitas pelayanan, khususnya dalam menghadapi kasus pasien infeksius,” ujarnya . Sebanyak 90 petugas AmbulanMU dari 18 titik layanan se-Daerah Sleman mengikuti Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapsiagaan para relawan dalam menangani pasien, khususnya yang berisiko infeksius. Ketua Panitia, M. Najib Ngirfani, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan. “Tema kegiatan ini adalah Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Petugas AmbulanMU. Kami berharap para relawan semakin terlatih dalam memberikan pertolongan yang aman dan profesional,” ungkapnya. Ketua PCM Seyegan, Tri Subandi, turut hadir memberikan motivasi. Menurutnya, mars AmbulanMU mengandung filosofi kuat tentang semangat pengabdian tanpa batas. “Semboyan mars AmbulanMU mempunyai makna mendalam. Selama roda masih berputar, selama mesin masih menyala, layanan AmbulanMU tetap berjalan,” ujarnya penuh semangat. Ia menambahkan dengan humor ringan bahwa keberadaan AmbulanMU juga membawa berkah lain. “Alhamdulillah, banyak relawan di Seyegan yang melalui AmbulanMU justru menemukan jodohnya,” tuturnya disambut tawa peserta. Sementara itu, Ketua FORPAM Sleman menegaskan pentingnya forum pertemuan relawan. “Pertemuan relawan adalah ajang ngudo roso sesama pegiat kemanusiaan untuk memaksimalkan potensi dan solidaritas relawan,” ucapnya. Sesi utama diisi oleh dr. Ihsan Yudhitama, Manajer Pelayanan dan Penunjang Medis RS PKU Muhammadiyah Sleman. Ia menyoroti pentingnya pemahaman tentang risiko infeksi dan prosedur K3 dalam penanganan pasien. “Pekerjaan petugas ambulan berisiko tinggi tertular penyakit. Sumber infeksi bisa air-borne, droplet, maupun blood-borne. Karena itu, setiap petugas wajib mengenali risiko, melakukan penilaian kondisi pasien, serta memastikan keamanan dirinya dan lingkungannya,” terang dr. Ihsan. Rep  Juang Mahron, Santo AmbulanMU Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading