Memahami Gerakan Tajdid Muhammadiyah, Dr. Endro: Tajdid Bukan Mengubah Agama

 Turi, Pdmsleman.Or.Id Gerakan tajdid menjadi salah satu ciri penting dalam perjalanan Muhammadiyah. Tajdid tidak dimaknai sebagai upaya mengubah ajaran Islam, melainkan usaha mengembalikan pemahaman dan pengamalan agama agar tetap sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, sekaligus menjawab perkembangan zaman. Hal tersebut disampaikan Dr. Endro Dwi Hatmanto, M.A. dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam Pengajian Rutin Ahad Kliwon Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi, Minggu (16/8/2026), bertepatan dengan 2 Syafar 1448 H. Pengajian berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi dengan tema “Memahami Gerakan Tajdid Muhammadiyah.” Dalam kajiannya, Endro mengawali pembahasan dengan sebuah pertanyaan yang menurutnya kerap muncul dari rekan-rekannya di luar negeri. Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki masyarakat religius, namun pada saat yang sama masih menghadapi berbagai persoalan sosial seperti korupsi, kekerasan, dan perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai agama. Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Banyak orang menjalankan ibadah dan mengikuti pengajian, tetapi nilai-nilai agama belum tentu tercermin dalam perilaku sehari-hari. “Islam mengajarkan kita senang mengaji, mencari ilmu, rajin mengamalkan, dan memanfaatkan ilmu untuk memberikan manfaat kepada orang lain,” demikian garis besar pesan yang disampaikan Endro dalam pengajian tersebut. Tajdid dan Kiai Ahmad Dahlan Endro kemudian mengaitkan pembahasan tajdid dengan perjuangan Kiai Haji Ahmad Dahlan sebagai tokoh pembaharu yang melahirkan Muhammadiyah. Ia menegaskan, pembaruan yang dilakukan Ahmad Dahlan bukan berarti menciptakan agama baru. Tajdid justru diarahkan untuk memurnikan ajaran Islam dari kebiasaan, pemikiran, maupun tradisi yang tidak sesuai dengan tuntunan agama. Dalam konteks tersebut, Endro menjelaskan hadis riwayat Abu Dawud mengenai hadirnya pembaharu pada setiap awal seratus tahun untuk memperbarui pemahaman dan pengamalan agama umat. Menurutnya, dari konsep tajdid tersebut terdapat sejumlah pendekatan yang dapat dipahami dalam gerakan Muhammadiyah, antara lain purifikasi, modernisasi, dan harmonisasi. Purifikasi, kata dia, berkaitan dengan upaya memurnikan akidah, ibadah, dan akhlak dari berbagai hal yang tidak memiliki dasar yang sesuai dengan Al-Qur’an dan hadis. Ia juga mengingatkan agar masyarakat mampu membedakan antara ajaran agama dan budaya. “Budaya pada dasarnya boleh sepanjang tidak bertentangan dengan syariat,” jelasnya dalam materi yang disampaikan. Ia memberikan sejumlah contoh bahwa tidak semua tradisi atau kebiasaan masyarakat harus ditinggalkan. Budaya yang tidak bertentangan dengan prinsip Islam dapat tetap dipelihara, sedangkan budaya yang bertentangan dengan tauhid, keadilan, dan martabat manusia perlu ditinggalkan atau diperbaiki. Tajdid Harus Melahirkan Amal Selain purifikasi, Endro menekankan pentingnya harmonisasi antara kesalehan individual dan kepedulian sosial. Ia mengambil pelajaran dari Surah Al-Ma’un yang mengingatkan umat Islam agar tidak hanya menjalankan ibadah ritual, tetapi juga memperhatikan anak yatim, kaum dhuafa, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, semangat tersebut menjadi salah satu dasar munculnya berbagai gerakan sosial Muhammadiyah. Agama tidak cukup berhenti pada pengetahuan dan ibadah, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Ia juga menjelaskan pentingnya modernisasi dalam gerakan tajdid. Umat Islam, termasuk warga Muhammadiyah, didorong untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, riset, serta memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menyelesaikan berbagai persoalan umat. “Jangan lelah untuk bekerja dan beramal bagi Muhammadiyah,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam kajian tersebut. Endro juga menyinggung perkembangan amal usaha Muhammadiyah sebagai gambaran bahwa gerakan pembaruan tidak berhenti pada gagasan. Ia menyebut berbagai bidang yang dikembangkan Muhammadiyah, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga pelayanan sosial. Pada bagian akhir, Endro mengajak jamaah untuk meneruskan gagasan tajdid dengan tiga semangat utama. Pertama, memurnikan tauhid dan akidah. Kedua, membangun keseimbangan hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Ketiga, mendorong umat agar menjadi pribadi dan masyarakat yang maju serta mampu berkompetisi menghadapi perkembangan zaman. Pengajian kemudian ditutup dengan doa bersama. Pesan utama yang dibawa dari kajian tersebut adalah bahwa tajdid Muhammadiyah bukan sekadar wacana pembaruan, tetapi harus terlihat dalam kehidupan nyata melalui ilmu, ibadah, akhlak, kepedulian sosial, dan kerja nyata untuk kemajuan masyarakat. Rep Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pengajian Rutin Ahad Pagi Jihadi PCM Godean: Menguatkan Iman di Tengah Tantangan Akhir Zaman

Godean, Pdmsleman,Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Godean kembali menyelenggarakan Pengajian Rutin Ahad Pagi atau Jihadi mulai jam 06.00-07.15 WIB pada Ahad, 16 Agustus 2026, bertempat di Masjid Al Huda Godean, Sleman, Yogyakarta. Pengajian yang dihadiri jamaah dari berbagai wilayah di Godean dan sekitarnya ini menghadirkan Ustadz Drs. Suratman sebagai pemateri dengan tema “Tanda-Tanda Akhir Zaman dan Sikap Muslim dalam Menghadapinya.” Dalam kajiannya, Ustadz Drs. Suratman menyampaikan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan banyak petunjuk mengenai berbagai fenomena yang akan terjadi menjelang akhir zaman. Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah semakin beratnya menjaga keimanan dan istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam. Rasulullah SAW mengibaratkan orang yang tetap berpegang teguh pada agamanya di akhir zaman seperti seseorang yang menggenggam bara api. Beliau menjelaskan bahwa tantangan umat Islam saat ini semakin kompleks. Berbagai bentuk kemaksiatan, lemahnya pemahaman agama, serta derasnya arus informasi menjadi ujian tersendiri bagi kaum muslimin. Oleh karena itu, diperlukan kesabaran, keteguhan hati, dan komitmen yang kuat untuk tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa Islam akan kembali dianggap asing sebagaimana pada awal kemunculannya. Namun, orang-orang yang tetap istiqamah dan berusaha melakukan perbaikan di tengah kerusakan masyarakat merupakan golongan yang beruntung (ghuraba). Ustadz Drs. Suratman mengajak jamaah untuk tidak sekadar memahami tanda-tanda akhir zaman, tetapi menjadikannya sebagai sarana muhasabah diri. Berbagai fenomena seperti maraknya fitnah, berkurangnya ilmu agama, rusaknya amanah kepemimpinan, dan melemahnya moral masyarakat hendaknya menjadi pengingat agar umat Islam semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagai bekal menghadapi zaman yang penuh tantangan, beliau menekankan pentingnya menghidupkan majelis ilmu, memperkuat akidah, memperbanyak ibadah, menjaga ukhuwah Islamiyah, serta senantiasa bertaubat dan memperbaiki diri. Pengajian Ahad Pagi Jihadi PCM Godean ini berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme jamaah. Melalui kegiatan rutin ini, PCM Godean berharap masyarakat semakin memahami ajaran Islam secara benar, memperkuat keimanan, serta mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kegiatan pengajian jihadi dilaksanakan setiap Ahad Pagi di Masjid Alhuda Godean Sleman Yogyakarta dari jam 06.00-07.15 serta ada pasar tiban kebutuhan sehari-hari dari sayur, telor, gorengan dan makanan harian lain. Rep H. wahdan Arifudin S.Pd PCM Godean

Loading

Program DWP Mengajar di TK ABA Karangharjo, Bedilan, Kalitirto, Berbah

Dalam rangka mempererat silaturrahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendukung pendidikan karakter anak usia dini Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sleman melakukan kunjungan serta program DWP Mengajar di TK ABA Karangharjo, Bedilan, Kalitirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta, Jumat 14 Agustus 2026. Dalam kegiatan kunjungan Ketua DWP Sleman Dewi Indriyati Abu Bakar, Kabid Pemberdayaan Perempuan Sleman Anik Widaryanti, Ketua Dharma Wanita Berbah Yani Haryanti, Ketua Ranting Aisyiyah Kalitirto Sri Subekti, Kepala TK ABA Karangharjo Ida Nurhayati berserta guru dan siswa TK ABA Karangharjo. Kepala TK ABA Karangharjo Ida Nurhayati mengucapkan selamat datang kepada ketua beserta pengurus DWP Kabupaten Sleman.Moment ini merupakan suatu kebahagiaan dan kehormatan atas kunjungan DWP Kabupaten Sleman yang telah hadir di sekolah kami.” Terimakasih atas kunjungan, perhatian dan bantuan, perhatiannya kepada kami, semoga silaturahmi ini terjalin dengan baik semoga memberikan manfaat bagi kita semua.” Ucap Kepala TK ABA Karangharjo. Ketua DWP Kabupaten Sleman Dewi Indriyati Abu Bakar mengucapkan terimakasih kepada guru TK ABA Karangharjo yang telah menerima kunjungan dan program bunda mengajar. Selain sebagai bentuk peringatan HUT RI ke-81 kegiatan ini juga merupakan salah satu program DWP Sleman tahun 2026 sebagai rangkaian kegiatan peringatan Ulang Tahun Dharma Wanita ke-27. Hari ultah Dharma Wanita sendiri di Peringati tanggal 7 Desember setiap tahunnya. Dalam kegiatannya DWP Kabupaten Sleman memiliki 7 Program Unggulan yaitu program DWP Sehat, DWP Mengajar, DPW Cerdas Literasi, DPW Berdaya, DPW Peduli, DPW Hijau dan DPW Digital. Program unggulan tersebut di topang oleh tiga pilar utama bidang organisasi yakni Pendidikan, Ekonomi serta Sosial Budaya.” Jelas Dewi yang merupakan Istri Setda Sleman Abu Bakar. Dalam kegiatan ke TK ABA Karangharjo kali ini merupakan pelaksanaan program DWP Mengajar, DWP Hijau serta DWP Peduli. Selain memberikan pembelajaran kepada anak DWP Kabupaten Sleman juga memberikan bantuan berupa alat permainan Ayunan, alat peraga , tanaman penghijauan, kompos serta tempat sampah terpilah (Kompartemen).Harapannya anak anak mendapatkan pengertian tentang budaya mengelola sampah dengan memilah sampah dari sumbernya, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.” Pendidikan Karakter pada anak usia dini akan berdampak dan terbawa hingga dewasa. Salah satunya peduli lingkungan.” Tambah Dewi. Dalam kesempatan tersebut Dewi juga menyampaikan bahwa program kegiatan berkait tentang pemberdayaan perempuan pihaknya bekerjasama dengan Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) kabupaten Sleman. Dalam hal ini menitikberatkan pada perlindungan perempuan dan anak bagi anggota DWP Sleman juga untuk masyarakat kabupaten Sleman dengan ikut mensukseskan program Pusat Informasi Sahabat Prempuan (PRISMA) dari DP3AP2KB Kabupaten Sleman.” Harapannya dengan Program PRISMA DWP akan memberikan banyak kemanfaatan kepada Perempuan di wilayah Kabupaten Sleman.” Pungkas Dewi. Rep Kusnadi

Loading

Pandu Teladan Sd Muh Condongcatur Kembali Membuat Kehebohan!, ISC Momentum Berani Mendunia, Tetap Indonesia!

Suasana penuh kebanggaan, haru, dan semangat menyelimuti Apel Penyambutan Peserta International Scout Camp (ISC) dan Edu Trip Thailand, Malaysia, dan Singapura Tahun 2026 yang berlangsung di halaman SD Muhammadiyah Condongcatur, Qabilah Ahmad Dahlan dan Siti Walidah pada Senin 27 Shafar 1448 atau 10 Agustus 2026. Apel tersebut menjadi momentum istimewa untuk menyambut kepulangan para Pandu Teladan setelah mengikuti perjalanan internasional selama sepuluh hari, 18–27 Juli 2026. Apel penyambutan semakin istimewa karena diikuti dan disaksikan oleh sekitar 1.000 siswa-siswi SD Muhammadiyah Condongcatur. Hadir dalam kegiatan tersebut Ayahanda Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir sebagai tuan rumah Ibu Estri Rukmiyanti, M.Pd., Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur, bersama segenap guru dan karyawan. Hadir pula Ramanda Dede Dian, M.Pd., Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan DIY, para pelatih Ramanda Dr. Margono Wisanto, M.Si. dan Ramanda Selamet Untung, M.Pd., serta pendamping Bunda Esty Pujilestari, M.Pd. Para orang tua dan keluarga peserta juga hadir untuk memberikan dukungan sekaligus menyaksikan secara langsung momentum penyematan Brevet International Scout Camp (ISC) kepada para peserta orang tua masing-masing. Suasana apel semakin terasa khidmat ketika para Pandu Teladan berdiri dengan penuh percaya diri di hadapan keluarga besar sekolah. Setelah menjalani perjalanan panjang di tiga negara, mereka kembali bukan sekadar membawa kenangan perjalanan, tetapi juga pengalaman, wawasan, persahabatan, dan nilai-nilai baru yang diperoleh selama mengikuti ISC dan Edu Trip. Dalam amanatnya, Ayahanda Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag. menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta yang telah berani menjadi delegasi dalam kegiatan internasional tersebut. Beliau menegaskan bahwa menjadi seorang delegasi bukanlah tugas yang mudah. Seorang delegasi tidak cukup hanya mengenal lingkungan baru, melihat budaya yang berbeda, atau mengenal pakaian dan kebiasaan masyarakat negara lain. Lebih dari itu, seorang delegasi harus memiliki keberanian untuk menerima, memahami, dan menghargai perbedaan. Pengalaman bertemu dengan peserta dari berbagai latar belakang, menurut beliau, harus menjadi proses pembelajaran untuk membuka wawasan, membangun toleransi, serta memahami bahwa keberagaman merupakan bagian dari kehidupan global. Para peserta juga diingatkan bahwa selama menjalankan tugas sebagai delegasi, mereka tidak hanya membawa nama pribadi dan sekolah. Mereka membawa nama Kepanduan Hizbul Wathan, Muhammadiyah, dan Indonesia. Karena itu, setiap sikap dan perilaku yang ditunjukkan selama berada di luar negeri menjadi bagian dari wajah Indonesia di mata masyarakat internasional. Karakter, kesopanan, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan menghargai orang lain menjadi bagian penting dari seorang Pandu Teladan. Dalam amanatnya, Ayahanda Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag. menitipkan tiga pesan utama, yaitu Inspirasi, Motivasi, dan Integrasi. Inspirasi, artinya pengalaman yang diperoleh selama perjalanan harus mampu menjadi sumber inspirasi bagi teman, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Para peserta diharapkan tidak menyimpan pengalaman tersebut hanya untuk diri sendiri, tetapi mampu menceritakan dan membagikan pengetahuan yang bermanfaat kepada orang lain. Motivasi, artinya pengalaman internasional harus menjadi dorongan untuk terus belajar, berprestasi, meningkatkan kemampuan, dan berani memiliki cita-cita yang lebih tinggi. Sementara Integrasi, artinya pengalaman global harus dapat dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Para peserta harus mampu mengambil nilai-nilai positif dari perjalanan tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan sebagai pelajar, anggota Hizbul Wathan, kader Muhammadiyah, dan generasi Indonesia. Ketiga pesan tersebut menjadi bekal agar perjalanan ISC tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi mampu menghasilkan perubahan positif dalam diri para peserta. Penyematan Brevet International Scout Camp menjadi salah satu momen penting dalam apel penyambutan. Brevet tersebut bukan sekadar tanda bahwa peserta pernah mengikuti kegiatan internasional, tetapi menjadi simbol atas keberanian, perjuangan, kedisiplinan, pengalaman, dan tanggung jawab yang telah mereka jalani. Di balik brevet tersebut terdapat perjalanan panjang. Ada proses belajar, beradaptasi dengan lingkungan baru, berkomunikasi dengan peserta dari berbagai negara, mengikuti kegiatan kepanduan, mengenal budaya lain, serta belajar hidup bersama dalam keberagaman. Karena itu, brevet yang tersemat di dada diharapkan menjadi pengingat bahwa pengalaman internasional harus melahirkan karakter yang semakin kuat. Setelah rangkaian apel penyambutan, para Pandu Teladan kemudian menampilkan keterampilan Drumband yang membawakan semangat lagu Maju Tak Gentar yang ditabuh dengan penuh semangat dan bangga. Perjalanan ISC dan Edu Trip Thailand, Malaysia, dan Singapura pada 18–27 Juli 2026.dimulai pada Sabtu, 18 Juli 2026, ketika kontingen dilepas dari Bandara Internasional Yogyakarta (NYIA). Pelepasan berlangsung penuh haru dan kebanggaan karena dihadiri oleh pimpinan sekolah, guru, serta para orang tua dan keluarga peserta. Doa dan dukungan keluarga mengiringi langkah para Pandu Teladan menuju Thailand untuk mengikuti ISC sekaligus melaksanakan rangkaian Edu Trip ke Thailand, Malaysia, dan Singapura. Setelah menempuh perjalanan, kontingen tiba di Thailand pada Ahad, 19 Juli 2026. Keesokan harinya, Senin, 20 Juli 2026, kegiatan International Scout Camp resmi dibuka di Sport Center, Pondok Bangloom Sangkhom Islam Wittaya School, Sadao, Songkhla. Pembukaan dilakukan oleh Gubernur Organisasi Administratif Songkhla, Tuan Supis Pitaktham. Pembukaan tersebut menjadi awal perjumpaan para Pandu dari berbagai negara dalam suasana persaudaraan internasional. Para peserta tidak hanya mengikuti berbagai kegiatan kepanduan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan budaya, karakter, dan keunggulan masing-masing negara. Kontingen Hizbul Wathan Indonesia dari Daerah Istimewa Yogyakarta turut memperkenalkan Indonesia melalui berbagai aktivitas yang menunjukkan kekayaan budaya dan semangat kepanduan. Interaksi dengan peserta dari berbagai negara memberikan pengalaman berharga tentang keberagaman, kerja sama, persahabatan, dan pergaulan global. Pada hari berikutnya, kegiatan peserta terbagi menjadi dua kelompok. Sebagian peserta mengikuti kegiatan outbound di Camp Militer Thaen Muk Champ, sementara peserta lainnya mengikuti rangkaian Edu Trip menuju The Way to Folklore Museum, Samila Beach, dan Central Mosque. Perpaduan antara kegiatan kepanduan, petualangan, pendidikan, dan pengenalan budaya membuat perjalanan ISC semakin bermakna. Para peserta belajar bahwa kegiatan internasional bukan hanya tentang melihat tempat baru, tetapi juga tentang keberanian beradaptasi, membangun komunikasi, bekerja sama, dan menghargai perbedaan. Puncak kegiatan International Scout Camp ditandai dengan acara penutupan pada 23 Juli 2026. Acara diawali dengan penampilan panggung dari masing-masing kontingen. Kontingen Hizbul Wathan Indonesia dari D.I. Yogyakarta tampil penuh percaya diri melalui Aksa Semaphore Dance yang dikemas secara atraktif dan enerjik. Penampilan tersebut berhasil mencuri perhatian dan mendapatkan apresiasi berupa sorak-sorai meriah dari para penonton yang memadati Sport Centre. Momen tersebut menjadi salah satu pengalaman yang membanggakan bagi kontingen Indonesia karena mampu memperkenalkan kreativitas kepanduan sekaligus menunjukkan semangat budaya dan karakter generasi muda Indonesia di hadapan peserta internasional. Setelah rangkaian International Scout Camp berakhir, perjalanan dilanjutkan dengan …

Loading

Pengajian Aisyiyah Turi Tekankan Pentingnya Menghiasi Diri dengan Iman

Turi Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Turi kembali menggelar pengajian rutin Ahad Pon 9 Agustus 2026 bertempat di masjid at Taqwa Sidoharjo Bangunkerto Turi Sleman yang diikuti para anggota dan jamaah di lingkungan persyarikatan. Rangkaian pengajian diawali pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Aisyah, menyanyikan Mars Aisyiyah, serta sambutan Ketua PCA Turi, Musfirah, MP. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan diikuti jamaah dengan antusias.  Kegiatan tersebut diisi tausiyah oleh Ustaz. Subagyo, S.Ag., M.Si., yang mengajak jamaah memperkuat iman dengan membiasakan diri bersyukur dan bersabar dalam menjalani kehidupan. Dalam ceramahnya, Ustaz   Subagyo mengingatkan jamaah agar tidak menganggap bulan Safar sebagai bulan yang membawa kesialan. Menurutnya, setiap bulan dalam kalender Islam memiliki kedudukan yang baik dan tidak selayaknya dikaitkan dengan anggapan-anggapan yang tidak memiliki dasar. Ia kemudian mengaitkan pembahasan tersebut dengan tema pentingnya menghiasi kehidupan dengan iman kepada Allah SWT. Iman, menurutnya, tidak cukup hanya diyakini dalam hati, tetapi harus tercermin melalui sikap dan perilaku sehari-hari. “Orang yang beriman itu harus mampu bersyukur dan bersabar,” pesannya kepada jamaah. Syukur diwujudkan dengan menyadari berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT, kemudian menggunakan nikmat tersebut untuk melakukan kebaikan. Kesehatan, waktu, harta, keluarga maupun kesempatan untuk beribadah merupakan nikmat yang harus dimanfaatkan secara benar. Menurut dia, ketika seseorang memperoleh kesehatan, maka kesehatan itu semestinya digunakan untuk beribadah, menuntut ilmu dan membantu sesama. Demikian pula ketika memperoleh rezeki lebih, hendaknya tidak hanya dinikmati untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi terhadap kiprah Aisyiyah yang selama ini bergerak dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, sosial dan kesehatan. Ia mendorong para kader Aisyiyah untuk terus bersemangat melakukan amal usaha dan pelayanan kepada masyarakat tanpa dibatasi usia. Selain syukur, kesabaran menjadi bagian penting dari kehidupan orang beriman. Ustaz   Subagyo menjelaskan bahwa ujian kehidupan dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari persoalan kesehatan, keluarga, ekonomi hingga persoalan lainnya. Semua itu harus dihadapi dengan kesabaran dan tetap mengharap pertolongan Allah SWT. “Sabarnya itu merupakan kekuatan jiwa dalam menghadapi ujian Allah,” tuturnya. Ia juga mengingatkan jamaah agar menjaga salat lima waktu. Menurutnya, kehidupan yang tertib dalam menjalankan ibadah menjadi salah satu cerminan kualitas keimanan seseorang. Pengajian juga tidak seharusnya membuat seseorang meninggalkan kewajiban salat ketika waktunya telah tiba. Selain itu, jamaah diajak membangun akhlak terpuji, antara lain rendah hati, menjaga kehormatan diri, senang membantu orang lain dan tidak memiliki sifat fasik maupun takabur. Keimanan, kata dia, harus melahirkan pribadi yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan. Di akhir tausiyah, Ustaz  . Subagyo mengajak seluruh jamaah untuk terus memohon kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan menjadi pribadi yang ahli bersyukur, sabar, rendah hati dan berakhlak baik. Pesan tersebut diharapkan tidak berhenti dalam forum pengajian, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga, organisasi dan masyarakat. Dengan iman yang diwujudkan melalui amal nyata, keberadaan Aisyiyah diharapkan semakin memberikan manfaat bagi umat dan lingkungan sekitar.  Rep Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Jama’ah Tani Muhammadiyah Cabang Sleman Gelar Praktik Lapang Tanam Bawang Merah di Ngelo

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Jama’ah Tani Muhammadiyah (JATAM) Sleman menggelar kegiatan praktik lapang tanam bawang merah di wilayah Ngelo, Pandowoharjo, Sleman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan kapasitas petani, pengembangan pertanian produktif, sekaligus membangun kemandirian ekonomi warga melalui sektor pertanian. Kegiatan praktik lapang tersebut dihadiri oleh unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Sleman, Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Sleman, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Lurah Pandowoharjo serta Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sleman yakni – PDM Sleman : H.Arif Sulistyo, SE, MPM PDM Sleman : Slamet Suhartono, JATAM Kab Sleman : Dwi Sumartono, PCM Sleman : Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM, Lurah Pandowoharjo: H.Catur Sarjumiharta dan PPL PPL Pandowoharjo : Faiqul Helmi, PCA Sleman – Ibu Ambar MPM PWM DIY : Nur Cahyoprobo Dalam praktik lapang ini, para peserta secara langsung mengikuti proses penanaman bawang merah, mulai dari persiapan lahan, penataan dan penanaman benih, hingga pemahaman mengenai teknik budidaya yang baik. Pendampingan dari PPL diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan teknis kepada para petani agar proses budidaya dapat dilakukan secara lebih efektif dan menghasilkan produksi yang optimal. Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bersama antara petani, pendamping pertanian, dan unsur Persyarikatan Muhammadiyah. Melalui praktik langsung di lapangan, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat melihat dan mempraktikkan teknik budidaya bawang merah secara langsung. Kehadiran MPM PDM Sleman dan JATAM Sleman menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam mengembangkan gerakan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Pertanian dipandang memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan praktik lapang di Ngelo ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring petani Muhammadiyah di Sleman. Ke depan, kegiatan serupa dapat dikembangkan melalui pendampingan berkelanjutan, penguatan kapasitas petani, pengelolaan hasil produksi, hingga pengembangan akses pasar. Menurut Hj.NettyPurwanti selaku Ketua Tim Pelaksana Kegiatan menyatakan bahwa Melalui semangat “bertani, belajar, dan bergerak bersama”, Jama’ah Tani Muhammadiyah Sleman berupaya menghadirkan gerakan pertanian yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. Slamet Suhartono

Loading

Ustadz H. Hadi Suprapto: Aqidah Adalah Ikatan Kokoh antara Manusia dan Allah SWT

Godean, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Godean kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi (Jihadi) pada Ahad, 9 Agustus 2026, pukul 06.00–07.30 WIB di Masjid Al Huda, Pandean VII, Sidoluhur, Godean, Sleman, Yogyakarta. Kajian yang dihadiri jamaah dari berbagai ranting Muhammadiyah di wilayah Godean tersebut menghadirkan Ustadz H. Hadi Suprapto, BA sebagai pemateri. Dalam kajiannya, Ustadz H. Hadi Suprapto menjelaskan pentingnya aqidah sebagai fondasi utama kehidupan seorang Muslim. Menurutnya, aqidah berasal dari kata ‘aqd yang berarti ikatan atau simpul yang sangat kuat. Karena itu, aqidah bukan sekadar pengetahuan atau hafalan, melainkan keyakinan yang mengikat hati manusia dengan Allah SWT. “Aqidah adalah ikatan yang tidak boleh terputus sampai akhir hayat. Seorang mukmin harus menjaga ikatan tersebut dalam seluruh aspek kehidupannya,” jelas beliau. Lebih lanjut, beliau menerangkan bahwa inti aqidah Islam terletak pada kalimat tauhid Laa ilaaha illallah, yang bermakna tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah SWT. Kalimat tersebut merupakan pernyataan penghambaan total kepada Allah sekaligus penolakan terhadap segala bentuk penyekutuan kepada-Nya. Dalam pemaparannya, Ustadz Hadi juga mengingatkan bahwa setiap manusia pada hakikatnya telah mengikrarkan pengakuan kepada Allah SWT sejak alam ruh. Oleh karena itu, syahadat yang diucapkan seorang Muslim merupakan bentuk peneguhan kembali atas perjanjian tersebut. Beliau menekankan bahwa iman merupakan cahaya kehidupan. Hati yang dipenuhi iman akan memiliki arah, keteguhan, dan kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Sebaliknya, hati yang kosong dari iman akan mudah terombang-ambing oleh godaan dan tantangan zaman. “Aqidah yang kuat akan melahirkan istiqamah. Dengan istiqamah kita mampu menghadapi berbagai persoalan hidup, menjaga nilai-nilai Islam, serta tetap teguh di tengah berbagai godaan dunia,” tuturnya. Kajian berlangsung dengan penuh perhatian dari jamaah. Peserta tampak antusias mengikuti uraian materi yang mengajak umat Islam untuk terus memperkuat aqidah, menjaga keimanan, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Kajian Ahad Pagi (Jihadi) ini, PCM Godean berharap jamaah semakin memahami pentingnya aqidah sebagai pondasi kehidupan, sehingga mampu menjadi pribadi Muslim yang kokoh, istiqamah, dan senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam hingga akhir hayat.  Dalam penjelasannya, Ustadz H. Hadi Suprapto juga menegaskan bahwa aqidah adalah perkara yang wajib diyakini keberadaannya oleh hati dan hati nurani seorang mukmin. Aqidah tidak dibangun semata-mata berdasarkan apa yang dapat dilihat oleh mata atau didengar oleh telinga, melainkan berdasarkan keyakinan yang kokoh terhadap wahyu Allah SWT. Beliau menjelaskan bahwa banyak perkara dalam aqidah yang bersifat gaib, seperti keberadaan Allah SWT, malaikat, hari akhir, surga, neraka, serta qada dan qadar. Meskipun tidak dapat dilihat secara langsung, seluruhnya wajib diimani karena telah diberitakan oleh Allah dan Rasul-Nya. “Aqidah adalah keyakinan yang tertanam kuat dalam hati. Dasarnya bukan sekadar penglihatan dan pendengaran, tetapi keimanan yang lahir dari hati yang menerima kebenaran wahyu Allah,” ungkapnya. Menurut beliau, hati memiliki peran yang sangat penting dalam keimanan. Ketika hati dipenuhi keyakinan kepada Allah SWT, maka seluruh perilaku manusia akan mengikuti keyakinan tersebut. Sebaliknya, apabila hati kosong dari iman, maka seseorang akan mudah terpengaruh oleh keraguan dan berbagai penyimpangan. Oleh karena itu, umat Islam perlu senantiasa memelihara dan memperkuat aqidah melalui pembelajaran agama, tadabbur Al-Qur’an, memperbanyak ibadah, serta bergaul dengan lingkungan yang dapat menumbuhkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam kajian tersebut, Ustadz H. Hadi Suprapto menjelaskan bahwa keimanan dan aqidah yang kuat akan melahirkan keteguhan dalam menjalani kehidupan. Seorang Muslim hendaknya memiliki pendirian yang kokoh, tidak mudah goyah oleh berbagai pengaruh, godaan, maupun tekanan yang datang silih berganti. Beliau mengingatkan bahwa kehidupan selalu menghadirkan ujian. Namun, orang yang memiliki aqidah yang benar akan tetap teguh memegang prinsip-prinsip Islam. Keteguhan itu bukan karena kekuatan dirinya semata, melainkan karena keyakinannya kepada Allah SWT. Sikap jujur juga menjadi salah satu buah dari keimanan. Kejujuran merupakan cerminan hati yang bersih dan keyakinan yang lurus. Oleh karena itu, seorang mukmin harus berusaha menjaga kejujuran dalam perkataan maupun perbuatan, serta menjauhkan diri dari sikap berpura-pura atau mencari pujian manusia. Dengan aqidah yang kokoh, kejujuran yang terjaga, dan istiqamah dalam beramal, seorang Muslim akan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan serta tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT. Rep H Wahdan Arifudin SPd  PCM Godean Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Aqidah: Ikatan Perjanjian yang Tidak Terputus dengan Allah SWT

Godean, Pdmsleman.Or.Id Aqidah berasal dari kata ‘aqd yang berarti ikatan, simpul, perjanjian, atau sesuatu yang terikat sangat kuat. Oleh karena itu, aqidah bukan sekadar keyakinan biasa, melainkan ikatan yang kokoh antara seorang hamba dengan Allah SWT. Para ulama menjelaskan bahwa aqidah adalah keyakinan yang mengikat hati sehingga tidak mudah goyah atau terlepas. Ibarat sebuah tali yang diikat kuat, aqidah menyatukan seorang mukmin dengan Tuhannya sepanjang hidup. Kalimat tauhid yang menjadi inti aqidah Islam adalah: Laa ilaaha illallah Artinya, “Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.” Kata ilah berarti sesembahan atau tuhan. Dengan mengucapkan kalimat tauhid, seorang Muslim menyatakan bahwa hanya Allah yang menjadi tujuan penghambaan, tempat bergantung, tempat memohon pertolongan, dan tempat kembali. Aqidah juga berkaitan dengan perjanjian manusia dengan Allah sebelum dilahirkan ke dunia. Allah SWT berfirman: «”Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul, kami bersaksi.”(QS. Al-A’raf: 172)» Ayat ini menjelaskan bahwa seluruh ruh manusia pernah bersaksi di hadapan Allah bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa. Kesaksian inilah yang menjadi fitrah setiap manusia. Ketika seseorang mengucapkan syahadat: Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah maka sesungguhnya ia memperbarui dan meneguhkan kembali perjanjian yang telah diikrarkan di hadapan Allah SWT. Karena itu, aqidah bukan hanya urusan lisan, tetapi juga urusan hati dan ruh. Jasad manusia memang berasal dari tanah, namun ruh adalah urusan Allah. Sebagaimana firman-Nya: «”Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: Ruh itu termasuk urusan Tuhanku.”(QS. Al-Isra’: 85)» Di dalam ruh yang Allah tiupkan kepada manusia terdapat fitrah untuk mengenal dan menyembah-Nya. Oleh sebab itu, seorang mukmin harus menjaga aqidahnya sepanjang hayat. Aqidah tidak boleh dipisahkan dari kehidupan hingga ajal menjemput. Dengan aqidah yang kokoh, seorang Muslim akan tetap teguh dalam keimanan, istiqamah dalam ibadah, serta senantiasa merasa dekat dengan Allah SWT dalam setiap keadaan. Aqidah menjadi sumber kekuatan, ketenangan, dan arah hidup yang membimbing manusia menuju keselamatan dunia dan akhirat. Disampaikan oleh Ustadz Hadi Suprapto dalam Pengajian Ahad Pagi Jihadi PCM Godean Ahad, 9 Agustus 2026 di Masjid Al Huda Godean Sleman Yogyakarta Rep H Wahdan Arifudin SPd  PCM Godean Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

SD Muhammadiyah Dadapan Rayakan Milad ke-63, Teguhkan Karakter Islami dan Semangat Berkemajuan

Turi, Pdmsleman.Or.Id SD Muhammadiyah Dadapan, Turi, Sleman, memperingati Milad ke-63 dengan mengusung tema “Menguatkan Karakter Islami, Mengukir Prestasi, Mewujudkan Generasi Berkemajuan.” Puncak peringatan dilaksanakan Sabtu (8/8/2026) di Sirkuit Beagle, Donokerto, Turi, Sleman, yang berada tepat di depan kampus SD Muhammadiyah Dadapan. Kegiatan Milad berlangsung meriah dan diikuti sekitar 700 peserta. Mereka terdiri atas jajaran pimpinan Muhammadiyah, guru, siswa, wali murid, komite sekolah, serta sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat. Puncak acara diawali dengan senam bersama yang dipandu instruktur dari Lembaga Budaya, Seni dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA). Para siswa, guru, wali murid, dan tamu undangan tampak mengikuti gerakan senam dengan penuh semangat. Setelah senam bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian doorprize. Suasana semakin semarak ketika sejumlah peserta mendapatkan hadiah yang telah disiapkan panitia. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi rangkaian peringatan milad, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara sekolah, keluarga siswa, dan warga Muhammadiyah di wilayah Turi. Kepala SD Muhammadiyah Dadapan, Lutfi Andari, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian Milad ke-63. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak yang selama ini memberikan perhatian terhadap perkembangan sekolah. “Alhamdulillah, berkenan hadir dalam acara ini PCM Turi Drs Bambang Rahmanto, Majelis Dikdas, PRM, PCA, PRA Turi, Panewu Kecamatan Turi, Kapolsek, Danramil, pimpinan AUM Turi, komite, murid-murid SD Muhammadiyah Dadapan beserta wali murid,” ujar Lutfi. Ia menyebutkan, jumlah peserta yang hadir dalam puncak Milad mencapai kurang lebih 700 orang. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan SD Muhammadiyah Dadapan tidak terlepas dari dukungan persyarikatan dan masyarakat. Lutfi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada para donatur yang turut memberikan dukungan sehingga rangkaian Milad dapat berjalan dengan baik. “Terima kasih kepada semua pihak dan para donatur yang telah berkenan turut menyukseskan kegiatan Milad ini,” katanya. Di tengah peringatan Milad ke-63, perkembangan penerimaan peserta didik baru juga menunjukkan sinyal positif. Untuk tahun ajaran 2027/2028, SD Muhammadiyah Dadapan telah menerima 40 pendaftar calon murid dari total kuota 56 siswa. Angka tersebut menjadi salah satu indikator adanya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Dengan kuota 56 siswa, jumlah pendaftar yang telah mencapai 40 orang menunjukkan bahwa sekolah masih menjadi salah satu pilihan keluarga di wilayah Turi dan sekitarnya untuk mendapatkan pendidikan yang memadukan pembelajaran umum dengan penguatan nilai-nilai keislaman. Tema Milad tahun ini menjadi pijakan bagi SD Muhammadiyah Dadapan untuk terus mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Penguatan karakter Islami, pengembangan potensi dan prestasi siswa, serta pembentukan generasi yang memiliki semangat berkemajuan menjadi bagian penting dari perjalanan sekolah memasuki usia 63 tahun. Peringatan Milad tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh keluarga besar SD Muhammadiyah Dadapan. Dengan dukungan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, orang tua, masyarakat, serta berbagai pihak, sekolah diharapkan semakin mampu menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Steeds meer Nederlanders ontdekken de spanning van online gokken, waarbij ze op zoek gaan naar een betrouwbaar platform met een uitgebreid aanbod. Nyx Bets Casino voldoet aan deze wens met een ruime collectie gokkasten, tafelspellen en live casinospellen, aangevuld met aantrekkelijke bonussen en een gebruiksvriendelijke interface.
Modern casino reviewers tend to weigh bonus wagering terms, slot RTP listings, and live dealer game variety before publishing their take, and Odinfortune often pops up in those side-by-side breakdowns.
Wie in Nederland graag een gokje waagt online, let tegenwoordig scherp op betrouwbaarheid, snelle uitbetalingen en een overzichtelijk spelaanbod; een platform als KIKI weet daar met transparante voorwaarden en een breed scala aan slots en live tafelspelenvolop op in te spelen.