![]()
Category Archives: Cabang
Tadabur Alam ‘Aisyiyah Ngaglik,Menjaga Ukhuwwah Sambil Merenungi Kebesaran Allah
Di tengah kesibukan organisasi, Pengurus Ranting ‘Aisyiyah ( PRA) Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman memilih cara sederhana namun bermakna untuk merawat kebersamaan. Ahad (26/7/2026), mereka menggelar tadabur alam ke Waduk Cengklik dan Masjid Jayed Solo. Bagi PRA Sardonoharjo, kegiatan ini lebih dari sekadar rekreasi. “Tujuan utama kami menjaga ukhuwwah dan kekompakan. Ukhuwah sangat penting dalam kehidupan dan keberlangsungan sebuah organisasi,” tegas Suwarjiyati, salah satu pengurus PRA Sardonoharjo. Pemilihan lokasi juga sarat makna. Waduk Cengklik dipilih agar peserta bisa menikmati keindahan alam ciptaan Allah. “Di sana kita bisa merasakan nikmat Allah yang telah diberikan kepada manusia. Selain itu kita bisa merenungkan betapa besar karunia Allah,” jelas Suwarjiyati. Rangkaian kemudian dilanjutkan ke Masjid Jayed Solo. Masjid yang menjadi simbol umat Islam ini dipilih untuk menumbuhkan spiritualitas. “Peserta diharapkan bisa lebih mendekatkan diri kepada Sang Khaliq,” pungkasnya. Melalui tadabur alam, ‘Aisyiyah Ngaglik berharap ukhuwwah antar pengurus semakin kuat, semangat dakwah semakin menyala, dan hati semakin dekat dengan Allah SWT.Rep Suwarjiyati – Sugiyanto
![]()
Benarkah Bulan Safar Membawa Sial? Ustaz Darussalam Bongkar Mitos yang Masih Dipercaya Banyak Orang
Muhammadiyah Turi
![]()
Puncak Peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah Turi, Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian .
Turi, Pdmsleman.Or.Id Suasana halaman SMA 1 Turi di Gunung Anyar, Donokerto, Turi, Sleman, tampak begitu bersemangat sejak Sabtu pagi (25/7/2026). Ratusan perempuan berkaus senada memadati area sekolah dengan senyum merekah. Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Turi resmi menggelar Puncak Peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah, membawa tema besar “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WIB. Sebagai pembuka, Ketua PCA Turi, Sri Winarti, S.Pd., M.Pd., secara resmi membuka jalannya acara. Sri menyampaikan bahwa “ peringatan Milad ke-109 ini bukan sekadar momen seremonial tahunan, melainkan ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen ‘Aisyiyah dalam menebar manfaat nyata bagi masyarakat luas”. Usai pembukaan, suasana berganti riuh hangat saat sekitar 250 peserta perwakilan dari 11 Ranting ‘Aisyiyah se-Cabang Turi bergerak bersama mengikuti Senam ‘Aisyiyah Bahagia. Dipandu oleh instruktur Mbak Ayuk Shafira, gerakan senam yang energik berhasil membakar semangat seluruh warga ‘Aisyiyah yang hadir sejak pagi terbit. Namun, semangat kemanusiaan menjadi inti utama dari perayaan kali ini. PCA Turi menunjukkan kepedulian sosialnya melalui penyerahan tali kasih berupa santunan kepada 15 anak yatim dan dhuafa yang berasal dari KB serta TK ABA se-Cabang Turi. Tak berhenti di situ, perhatian terhadap ekonomi warga juga diwujudkan lewat pemberian dana stimulan atau bantuan bagi 9 pelaku usaha kecil lokal agar terus berkembang. Langkah dakwah sosial ‘Aisyiyah kian lengkap dengan digelarnya sosialisasi sekaligus pengumuman jajaran pengurus Griya Lansia ‘Aisyiyah (GLA). Program ini disiapkan sebagai wadah pendampingan dan perhatian khusus bagi para lanjut usia di wilayah Turi, agar tetap berdaya dan bahagia di masa tua. Momen yang paling ditunggu-tunggu tentu saja pengumuman kejuaraan lomba yang sebelumnya telah digelar meriah. Kebanggaan menyeruak saat para pemenang diumumkan di atas panggung. Untuk Lomba Paduan Suara Mars ‘Aisyiyah antar-ranting, gelar Juara 1 berhasil disabet oleh Ranting Bangunkerto 1, disusul Ranting Wonokerto 2 sebagai Juara 2, dan Ranting Donokerto 2 di posisi Juara 3. Sementara itu, pada Lomba Tahfidz, Ranting Girikerto tampil memukau dan berhasil mengamankan Juara 1. Posisi Juara 2 diraih oleh Ranting Donokerto 4, dan Juara 3 diraih oleh Ranting Wonokerto 1. Gemuruh tepuk tangan dan ucapan selamat mengudara membaur bersama keceriaan pembagian puluhan doorprize menarik yang disediakan oleh PCA Turi serta Majelis ‘Aisyiyah. Puncak peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah di Turi ini akhirnya ditutup dengan rasa syukur yang mendalam. Acara ini berhasil membuktikan bahwa di usia yang makin matang, ‘Aisyiyah terus konsisten menebarkan manfaat untuk perempuan berkemajuan dan masyarakat. Reporter: Choirunnisa Setyaningsih, S.E., S.Pd. Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Bimtek MASAMU PRM PCM Turi
![]()
SPKLU SMK Muhammadiyah 2 Sleman Kian Diminati Masyarakat
SLEMAN. Layanan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) SMK Muhammadiyah 2 Sleman kian diminati masyarakat. Meningkatnya jumlah pengguna kendaraan listrik yang memanfaatkan fasilitas tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap layanan pengisian daya di Kabupaten Sleman terus bertumbuh. Kepala SMK Muhammadiyah 2 Sleman, Ahmad Maftuhin, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap SPKLU yang dibuka untuk umum terus meningkat. Menurutnya, fasilitas tersebut dimanfaatkan oleh pengguna kendaraan listrik dari berbagai daerah karena lokasinya strategis serta didukung layanan pengisian daya cepat (fast charging). “Sejak dibuka, respons masyarakat sangat baik. Semakin banyak pengguna kendaraan listrik yang datang untuk mengisi daya di SPKLU kami. Ini menjadi indikator bahwa kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung kendaraan listrik terus meningkat,” ujarnnya, Jumat (17/7/2026). Ia menjelaskan, SPKLU di SMK Muhammadiyah 2 Sleman menggunakan teknologi fast charging berkapasitas 50 kW DC sehingga mampu mempercepat proses pengisian daya dibandingkan pengisian konvensional. Kehadiran fasilitas ini sekaligus menjadi salah satu upaya sekolah mendukung percepatan transisi menuju penggunaan energi bersih. Selain melayani masyarakat umum, keberadaan SPKLU juga memiliki nilai edukatif. Fasilitas tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi peserta didik untuk mengenal teknologi kendaraan listrik, sistem pengisian daya, serta pengelolaan layanan yang sesuai dengan kebutuhan industri otomotif masa depan. Menurut Maftuhin, tingginya minat masyarakat menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus menjaga kualitas pelayanan. Perawatan peralatan dilakukan secara berkala agar layanan tetap aman, nyaman, dan andal bagi seluruh pengguna. “Harapan kami, SPKLU ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat pengguna kendaraan listrik, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi dunia pendidikan dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” katanya. Melalui layanan SPKLU, SMK Muhammadiyah 2 Sleman berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap infrastruktur kendaraan listrik sekaligus memperkuat peran sekolah vokasi sebagai institusi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Rep (Athiful Depok)
![]()
Rahasia Sehat Holistik: Dr. Zaenal Sofro Ajak Masyarakat Rawat Hati, Pikiran, dan Tubuh Secara Seimbang
Turi, Pdmsleman.Or.Id Menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan mengonsumsi makanan bergizi atau berolahraga. Kesehatan sejati juga ditentukan oleh keseimbangan hati, pikiran, serta kedekatan spiritual kepada Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, Circ&Med, AIFM, dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), dalam Kajian Syiar Bermuhammadiyah Ahad Kliwon yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah NGablak Kapanewon Turi, Sleman, Ahad (12/7/2026). Di hadapan jamaah, dr. Zaenal menjelaskan bahwa konsep kesehatan holistik memandang manusia sebagai satu kesatuan utuh antara jasmani, psikologis, sosial, dan spiritual. Menurutnya, banyak penyakit kronis berawal dari gaya hidup yang tidak seimbang serta lemahnya kemampuan mengelola hati dan emosi. “Ngaji bukan hanya membaca, tetapi juga mengasah jiwa. Ketika hati tertata, pikiran menjadi jernih dan tubuh pun bekerja lebih optimal,” ujar dr. Zaenal. Ia menekankan pentingnya menjaga fungsi tubuh melalui kebiasaan sederhana, seperti memperbanyak minum air putih, tidak duduk terlalu lama, rajin bergerak, serta memanfaatkan gerakan salat sebagai aktivitas fisik yang membantu melancarkan sirkulasi darah. Menurutnya, tubuh manusia diciptakan dengan mekanisme yang sangat sempurna. Karena itu, manusia perlu mensyukuri nikmat tersebut dengan menerapkan pola hidup sehat sekaligus memperkuat keimanan. Dalam paparannya, dr. Zaenal juga mengajak jamaah memahami bahwa Al-Qur’an tidak hanya menjadi pedoman ibadah, tetapi juga memberikan inspirasi untuk menjaga kesehatan. Ia mengutip sejumlah ayat, di antaranya Surah Ali Imran ayat 190-191, Ali Imran ayat 159, Al-Hajj ayat 46, dan Az-Zariyat ayat 21, yang mendorong manusia untuk berpikir, mengenali dirinya, serta menumbuhkan kelembutan hati. “Yang sesungguhnya buta bukanlah mata, melainkan hati yang ada di dalam dada. Karena itu, kesehatan hati harus menjadi perhatian utama,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin waktu, mengendalikan emosi, serta membangun sikap optimistis dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Menurutnya, stres berkepanjangan dan emosi yang tidak terkendali dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental. Kajian yang berlangsung hangat tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta. Di akhir kegiatan, jamaah diajak menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai motivasi untuk menerapkan pola hidup sehat secara menyeluruh, tidak hanya melalui perawatan fisik, tetapi juga dengan memperkuat ibadah, akhlak, dan hubungan sosial. Konsep kesehatan holistik yang disampaikan dr. Zaenal sejalan dengan pandangan World Health Organization bahwa kesehatan merupakan keadaan sejahtera secara fisik, mental, dan sosial, bukan sekadar terbebas dari penyakit. Pendekatan ini juga didukung berbagai penelitian kedokteran modern yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik, pengelolaan stres, kualitas tidur, serta kesehatan spiritual berkontribusi besar terhadap peningkatan kualitas hidup dan pencegahan penyakit tidak menular. Rep Editor Arief Hartanto TUri
![]()
Milad ke-109 ‘Aisyiyah, PRA Wonokerto 2 Gelar Jalan Sehat Libatkan 250 Peserta Lintas Generasi
Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Wonokerto 2, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, sukses menggelar kegiatan Jalan Sehat dalam rangka Milad ke-109 ‘Aisyiyah pada Ahad (12/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Ash-Sholeh, Garongan tersebut diikuti sekitar 250 peserta, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Jalan sehat menjadi salah satu rangkaian peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang mengusung semangat hidup sehat, mempererat silaturahmi, sekaligus menguatkan kebersamaan warga Muhammadiyah Aisyiyah Wonokerto dan masyarakat sekitar. Ketua PRA Wonokerto 2, Hj. Sri Wulanti, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak sekadar mengajak masyarakat berolahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial. “Milad ‘Aisyiyah kami maknai sebagai momentum untuk semakin mendekatkan organisasi dengan masyarakat. Jalan sehat ini menjadi ruang silaturahmi bagi seluruh warga, dari anak-anak hingga orang tua, sehingga kebersamaan yang telah terjalin dapat terus dipelihara,” ujar Sri Wulanti. Peserta menempuh rute yang dimulai dari Masjid Ash-Sholeh, melintasi wilayah Cepit, Gardu Projayan, kawasan permukiman Garongan, Pasar Ikan, hingga kembali finis di Masjid Ash-Sholeh. Selama perjalanan, panitia menyiapkan tiga pos pemeriksaan yang berada di Masjid Projayan, kawasan Pasar Ikan, dan Pos KKN RT 01. Setiap peserta memperoleh tanda berupa coretan stabilo dengan warna berbeda di masing-masing pos sebagai bukti telah menyelesaikan seluruh rute. Kegiatan dilakukan panitia yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pengurus ‘Aisyiyah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga KOKAM dan Linmas yang bertugas membantu pengamanan. Sekretaris panitia, Indryasari Widiyanti, A.Md.Kep, menjelaskan bahwa seluruh peserta juga diimbau membawa tumbler sebagai bagian dari kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai. “Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Karena itu peserta diminta membawa botol minum sendiri, sementara panitia menyediakan air minum isi ulang dan teh manis di lokasi,” jelas Indryasari. Panitia menyediakan 10 dispenser jumbo air putih serta dua dispenser jumbo teh manis yang disiapkan secara gotong royong oleh para anggota ‘Aisyiyah. Selain itu, tersedia layanan kesehatan melalui tim P3K yang didukung kader ‘Aisyiyah dan mahasiswa KKN untuk mengantisipasi apabila ada peserta yang membutuhkan pertolongan. Setelah seluruh peserta mencapai garis finis, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian makanan ringan, sambutan dari Ketua PRA Wonokerto 2, sambutan Ketua PRM Wonokerto 2 Sarno, A.Md, pembacaan sejarah singkat berdirinya ‘Aisyiyah oleh Hj. Kusmiyati, S.Pd, serta pembagian puluhan doorprize yang disambut antusias peserta. Untuk mendukung kelancaran acara, panitia juga menyiapkan tiga lokasi parkir, dokumentasi kegiatan, konsumsi, petugas keamanan, serta pemasangan banner dan bendera Merah Putih, Muhammadiyah, dan ‘Aisyiyah di sepanjang lokasi kegiatan. Milad ke-109 ‘Aisyiyah menjadi pengingat perjalanan panjang organisasi perempuan Muhammadiyah yang sejak berdiri pada 19 Mei 1917 terus berkontribusi dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, pelayanan sosial, dan dakwah kemasyarakatan. Semangat tersebut diwujudkan PRA Wonokerto 2 melalui kegiatan sederhana namun sarat makna, yaitu mengajak masyarakat hidup sehat, memperkuat persaudaraan, dan membangun kepedulian terhadap lingkungan. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman https://drive.google.com/drive/folders/1xea-U_NxMQXh9zazRj7LjX4K-OTeb-Pm?usp=sharing
![]()
KAJIAN AHAD PAGI | Ustadz Prof. DR. Ir. Sukamta, S.at., M.T., IPau., ASEAN.Eng. | 12 Juli 2026
NGAGLIK BERKEMAJUAN
![]()
Rahasia Sehat Holistik! Kajian Syiar Bermuhammadiyah PCM Turi Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, AIFM
Muhammadiyah Turi
![]()