Ketua PDM Sleman Pesankan 2 Hal untuk Lulusan dan Wali Murid SD Muhammadiyah Sidoarum

Sleman– SD Muhammadiyah Sidoarum, Godean menggelar acara Pelepasan dan Tutup Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan berlangsung di Rocket Convention Hall Sidomoyo, Godean, Kamis 4 Juni 2026. Acara dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah PDM Sleman, Majelis Dikdasmen Sleman, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Korwil Godean, Pengawas PAI, Pengawas SD, Pimpinan Aisyiyah Cabang Godean, serta seluruh wali murid kelas 6. “Didik Anak dengan 2 Pesan Lukmanul Hakim”H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., Ketua PDM Sleman, memberi apresiasi tinggi atas capaian TKA dan TKD siswa. Dalam sambutannya ia menekankan 2 pesan utama dari Surat Luqman untuk orang tua: “Dua hal ini modal dasar pendidikan karakter. Untuk mencetak anak cerdas dan berakhlakul karimah, sekolah Muhammadiyah adalah tempatnya,” tegas Harjaka.Ia juga menghimbau wali murid: “Sekolahkan putra-putri Bapak/Ibu ke sekolah Muhammadiyah sebagai pilihan utama. Sekolah negeri jadi pilihan kedua.” Rita Meutea, S.E.,M.Pd., Kabid Diksar Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, mengapresiasi prestasi SD Muhammadiyah Sidoarum. Untuk TKA dan TKD, sekolah ini rangking 2 se-Kapanewon Godean. Sementara Kapanewon Godean sendiri rangking 1 tingkat Kabupaten Sleman dan DIY. “Hasil ini kolaborasi semua pihak. Sekolah beri pendidikan terbaik, orang tua beri bimbingan di rumah, anak belajar optimal,” ujarnya. Meutea menambahkan komposisi kecerdasan anak: 60% intelektual, 20% spiritual, 20% emosional. Untuk menguatkan karakter, Disdikpora Sleman menerapkan pendidikan religius. “Anak SD muslim wajib bisa baca Al-Qur’an,” tegasnya. “Dengan ilmu hidup menjadi mulia, dengan agama hidup menjadi teratur, dengan seni hidup menjadi indah,” pungkasnya. Plt. Kepala SD Muhammadiyah Sidoarum, Yuni Puspitasari, S.Pd. M.Pd., melaporkan tahun ini sekolah meluluskan 55 siswa dari kelas Umar dan Abu Bakar. Selama 6 tahun, sekolah membekali ilmu, kecerdasan, dan pendidikan karakter. “Cerdas tanpa akhlakul karimah akan sia-sia,” katanya. Setelah 6 tahun, siswa dikembalikan ke orang tua. Ia berpesan: “Jagalah iman dan akhlak dengan baik. Sukses bukan karena tidak pernah gagal. Di manapun, jadilah kader Muhammadiyah.” Dengan slogan ICU: Islami, Cerdas, Unggul, SD Muhammadiyah Sidoarum meraih rata-rata nilai TKA & TKD 80,24 di tingkat Kapanewon. Dalam kesempatan tersebut sekolah memberikan kepada 5 murid dengan nilai tertinggi di sekolahnya. Peringkat 1 Muhammad Yusuf Wirawan dengan rata-rata nilai 97, 78. Peringkat 2, Yusra Labibah Al Aufa nilai rata-rata 95, 56. Alya Almira Rahmawati rangking 3 memperoleh nilai rata-rata 94,44. Selanjutnya Selena Alodya Hakim nilai rata-rata 93,33 peringkat 4, dan peringkat 5 Gendhis Arrumaisha Putri dengan nilai rata-rata 92,22.Sugiyanto Rep Moyudan

Loading

Pelantikan Kepala Sekolah Muhammadiyah Sleman, Perkuat Kepemimpinan dan Mutu Pendidikan

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar pelantikan kepala sekolah di Aula Kantor PDM Sleman, Senin (1/6/2026). Kegiatan diawali dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an oleh  Purwanto S.Pd yang menambah kekhidmatan suasana acara. Dalam kesempatan tersebut, dilantik kepala sekolah dari sejumlah sekolah dasar Muhammadiyah di Kabupaten Sleman, yaitu SD Muhammadiyah Sangonan 1, SD Muhammadiyah Sangonan 2, SD Muhammadiyah Sangonan 4, SD Muhammadiyah Macanan, dan SD Muhammadiyah Klewonan. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, H. Harjaka yang  arahannya, Harjaka menegaskan “pentingnya komunikasi yang baik antara kepala sekolah dan seluruh guru agar program-program sekolah dapat dipahami, diterima, dan dilaksanakan secara maksimal”. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah, tetapi juga oleh sinergi seluruh unsur pendidikan di lingkungan sekolah. Selain itu, Harjaka mengingatkan bahwa pemenuhan pembelajaran, termasuk pendidikan olahraga, harus diimbangi dengan perhatian terhadap kebutuhan peserta didik secara menyeluruh. Menurutnya, sekolah perlu memastikan peserta didik memperoleh asupan makanan yang bergizi sebagai penunjang tumbuh kembang dan prestasi belajar. Tidak kalah penting, lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan mendukung proses pembelajaran juga harus menjadi perhatian utama setiap sekolah. Dengan suasana belajar yang kondusif, diharapkan peserta didik dapat berkembang secara optimal baik dalam aspek akademik, karakter, maupun kesehatan. Pelantikan ini menjadi momentum penguatan kepemimpinan pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Para kepala sekolah yang dilantik diharapkan mampu mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta terus menghadirkan inovasi demi terwujudnya sekolah Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing. Acara berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan, dihadiri oleh jajaran PDM Sleman, Majelis Dikdasmen dan PNF, kepala sekolah, serta tamu undangan dari amal usaha Muhammadiyah Kabupaten Sleman. Rep Totok Sekretariat PDM Sleman

Loading

Pandu HW Moyudan Sukses Gelar UKT SD Muhammadiyah se Moyudan

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Badan Kerjasama Sekolah (BKS) Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan hari Senin 25 Mei 2026 berhasil menyelenggarakan Syarat atau Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan bagi siswa-siswi kelas VI SD Muhammadiyah se Kapenewon Moyudan. UKT diselenggarakan di Kompleks SD Muhammadiyah Semingin, Sumbersari, Moyudan, Sleman sebagai tahapan dalam system kenaikan jenjang Kepanduan Hizbul Wathan berdasarkan tingkat usia. Athfal dari usia (7 – 10 tahun) ke remaja (Pengenal 11 – 15 tahun). UKT dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Pendidikan Dasar Dan Menengah (Dokdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan Drs. H. Djemidi. Dalam amanatnya menekankan bahwa Hizbul Wathan di lingkungan Lembaga atau AUM agar ditingkatkan kegiatannya. HW itu lebih tua dari Pramuka dan telah membawa kadernya menjadi Pahlawan Nasional, Jendral Sudirman. Berdasarkan laporan yang dibacakan oleh Ketua BKS PCM Moyudan Agus Maryanto, S.Ag. S.Pd. SD, tercatat 154 siswa-siswi yang ikut serta UKT itu datang dari 8 SD Muhammadiyah yang ada di Kapanewon Moyudan. Antara lain SD Muhammadiyah Ngijon 1, SD Muhammadiyah Ngijon 2, SD Muhammadiyah Karanganjir, SD Muhammadiyah Saren, SD Muhammadiyah Gamplong, SD Muhammadiyah Kedungbanteng 1, SD Muhammadiyah Kedungbanteng 2 dan SD Muhammadiyah Semingin. Agus Maryanta lebih lanjut melaporkan bahwa UKT kali ini meliputi praktek Ibadah Sholat berjama’ah, Kompetensi Dasar Hizbul Wathan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), Tali-temali dan Hasta Karya dari bahan janur untuk kemudian dibuat karya seni keris-kerisan, cambuk dan belalang. Dalam laporannya kepada para siswa Agus Mariyanta menegaskan agar para siswa mengerjakan tugas atau kegiatan-kegiatan yang ditetapkan dengan suasana rileks dan penuh gembira, karena kegiatan ini bisa dijadikan refreshing atau penyegaran setelah para siswa merampungkan menyelesaikan ujian akhir. Drs. Suparman selaku koordinator UKT tahun ini merupakan salah satu pembina HW di Moyudan, lebih lanjut menjelaskan bahwa “hasta karya dari bahan janur sengaja diangkat sebagai salah satu materi UKT. Ini dimaksudkan disamping untuk melestarikan karya seni tradisional atau warisan nenek moyang, juga dimaksudkan agar generasi muda bisa mengapresiasi dan mencintai karya-karya seni tradisional dari bahan janur agar tidak punah”. Selain itu Suparman yang juga Wakil Ketua Majelis Kader Dan Sumber Daya Insani ( MPKSDI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Moyudan ini menegaskan terdapat nilai-nilai pendidikan yang tinggi di dalam proses pembuatankarya seni dari janur ini. Antara lain melatih kesabaran dan ketelitian. Di dalam kehidupan itu perlu proses perjuangan yang panjang untuk mencapai cita-cita yang diinginkan, tidak bisa ujuk-ujuk atau langsung sukses, tegasnya. Jangan suka menerabas dan melanggar norma-norma kehidupan, ikuti proses yang ada, ujarnya. Ini sangat tepat dalam menanggulangi budaya generasi muda sekarang yang menginginkan apa-apa serba cepat dan instan ini. Demikian pesan-pesan dari Suparman di sela-sela para siswa sedang suntuk atau asyik mengerjakan tugas-tugas hasta karya. Panitia yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Pembina Hizbul Wathan SD Muhammadiyah se Moyudan terkesan bersemangat dan berharap kegiatan serupa bisa dilangsungkan kembali tahun depan. Rep Suparman Moyudan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gigi di SD Muhammadiyah Dadapan Bersama Alumni FKG UGM 86 dan PDGI Sleman

Turi, Pdmsleman.Or.Id Alumni Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) angkatan 1986 bekerja sama dengan Bidang Pengabdian Masyarakat Persatuan Dokter Gigi Indonesia Cabang Sleman menggelar kegiatan bakti sosial kesehatan gigi dan mulut bagi siswa-siswi SD Muhammadiyah Dadapan, Kamis (30/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diisi dengan berbagai agenda edukatif dan preventif, di antaranya SiGiBer (Sikat Gigi Bersama) serta TAF (Topikal Aplikasi Fluoride). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak usia sekolah dasar. TAF sendiri merupakan tindakan pengolesan fluoride pada permukaan gigi guna memperkuat email gigi dan mencegah terjadinya karies atau gigi berlubang. Prosedur ini dikenal aman, tidak menimbulkan rasa sakit, dan efektif sebagai langkah pencegahan dini terhadap masalah kesehatan gigi pada anak. Kegiatan ini melibatkan sekitar 70 alumni FKG UGM angkatan 1986, didukung oleh 40 tenaga dari PDGI Sleman serta sejumlah personel dari Puskesmas Turi. Kolaborasi lintas elemen ini menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Sleman. Ketua PDGI Sleman drg. Isa Dharmawijaya, M.Kes, FISQUA menyatakan “selamat dan turut mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial di SD Muhammadiyah Dadapan Wonokerto Turi, selamat bernostalgia di Jogja dengan tetap berkiprah kepada masyarakat”. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Dadapan, Lutfi Andari KS, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “ terimakasih kepada para alumni FKG UGM dan PDGI Sleman atas terpilihnya Sd MuDa sebagai sasaran baksos, terimakasih atas edukasi yang diberikan dan tentunya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kesehatan kami semua. Alhamdulillah anak-anak senang dan antusias mengikuti semua rangkaian acara hingga selesai”.  Selain kegiatan pelayanan kesehatan, panitia juga memberikan plakat sebagai bentuk kenang-kenangan kepada pihak sekolah. Tak hanya itu, bantuan berupa infak pembangunan sebesar Rp10.000.000 turut diserahkan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan fasilitas pendidikan di SD Muhammadiyah Dadapan.

Loading

Strategic Talent Mapping for Transformatif School SMP Muhammadiyah se-Sleman

Pacitan, Pdmsleman.Or.Id Badan Kerjasama Sekolah atau BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman mengadakan Empowering Leadership di Pacitan mulai Jum’at 24-25 April 2026 diikuti oleh kepala sekolah SMP Muhammadiyah se Sleman dan didampingi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman. Dalam sambutan pembuka ketua BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman, Hendro Sucipto, M.Pd menyampaikan tujuan adanya penguatan kepemimpinan yakni bagaimana sekolah bisa memetakan kekuatan sekolah, checking program menghadapi SPMB yang akan datang. Selanjutnya ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, H. Harjaka, S.Pd, S.Ag, M.A., menyampaikan ucapan terima kasih dan sangat mengapresiasi karena BKS melaksanakan kegiatan penguatan terkait strategi mencari bakat-bakat baik kepada guru karyawan, murid dan steakholder terkait.“Juga kepada PDM Pacitan atas partisipasi dalam kegiatan ini, kita bersama-sama memajukan pendidikan Muhammadiyah.” Selanjutnya, Ediyanto, M.Pd, M.H.I, wakil ketua PDM Pacitan menyampaikan khutbah pembuka yang cukup dalam, diantaranya beliau menyampaikan : “Serasa surga bocor karena merasa satu frekuensi kita berada di sini, kita ini mantu nalar, menganyam pikiran.” Disampaikan pula mengutip kata-kata pusaka moral Ahmad Dahlan :“Allah tahu bahwa diriku kuat. Karenanya aku diberikan beban yang berat. Akan kulalui hari-hariku dengan tabah dan ikhlas karena itu pertanda bahwa suksesku sudah dekat.” “lebih baik kekurangan dari pada terlena dalam kemewahan.” tambah Ediyanto “Kita lihat sekolah kita ada yang sehat, setengah sehat, ada yang di ICU, semoga segera sehat,” “Mata boleh basah, badan boleh lelah, jalan boleh tertimbun sampah, luka boleh berdarah, jiwa tak boleh menyerah.” Dunia pendidikan hari ini sangat ngeri, nanti apabila tidak menguasai teknologi akan dikuasai orang lain dan asing. Untuk itu menurut Ediyanto yang juga pernah menjadi kepala sekolah menyampaikan paling tidak ada 4 pelajaran saja yang kita pelajari ; mengenal hitungan, jagongan atau petungan, ketrampilan dan mengenal agama. “Jika bisa menguasai 4 hal ini maka kita akan lebih sukses dan dibutuhkan manfaatnya oleh masyarakat.” Kita menghadapi persoalan pendidikan apabila tidak kita tunaikan akan menjadi hutang pendidikan kita kepada generasi saat ini dan mendatang jika tidak kita maksimalkan kemampuan murid-murid kita. “Hidup ini penuh masalah, tetapi masalah jangan dijadikan alasan utk berbahagia sedangkan kehadiran masalah baru akan mendatangkan kebahagiaan baru” pungkas Ediyanto dengan penuh semangat. Rep H Wahdan Arifudin S.PD

Loading

Pesantren Ramadhan di SMP Muhammadiyah 2 Godean

Godean, Pdmsleman.Or.Id Suasana Ramadhan yang penuh berkah terasa hangat di lingkungan SMP Muhammadiyah 2 Godean melalui kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H pada Jum’at, 6 Maret 2026 yang diselenggarakan dengan berbagai rangkaian kegiatan pembinaan keislaman bagi para siswa. Kegiatan ini dipusatkan di Masjid At Tauhid yang berada di lingkungan sekolah yang beralamat di Sembuh Lor, Sidomulyo, Godean, Sleman Yogyakarta. Pesantren Ramadhan tahun ini mengambil tema “Dengan Ramadhan kita raih ilmu dan kebersamaan” diawali dengan kegiatan Pra-Ramadhan yang dilaksanakan jelang memasuki bulan suci Ramadhan. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan bekal spiritual dan pemahaman kepada seluruh murid agar dapat menyambut dan menjalani Ramadhan dengan lebih baik, penuh kesadaran ibadah, serta meningkatkan akhlak dan kepedulian sosial. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah aksi berbagi takjil on the road yang dilaksanakan di gerbang sekolah pinggir jalan utama barat perikanan Godean. Dalam kegiatan ini, para siswa yang tergabung dalam IPM Ranting SMP Muhammadiyah 2 Godean membagikan 90an paket takjil kepada masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan berbagi tersebut dipimpin oleh Ketua IPM, Candra Nugraha, dengan pendampingan pembina IPM, Danang Dwi Cahyono, S.Pd. dan waka kesiswaan Lathifah Mutiq, S.Pd.I. Melalui kegiatan ini, para siswa dilatih untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta semangat berbagi kepada sesama, terutama di bulan suci Ramadhan. Setelah kegiatan berbagi takjil, rangkaian acara dilanjutkan dengan pengajian menjelang berbuka puasa yang disampaikan oleh Arif Jatmiko, S.Si. dan didampingi seluruh guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 2 Godean. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas fenomena remaja masa kini, tantangan yang dihadapi generasi muda, serta bagaimana seorang pelajar muslim seharusnya bersikap di tengah arus perubahan zaman. Para siswa diajak untuk tetap menjaga akhlak, memperkuat iman, serta bijak dalam menggunakan teknologi dan pergaulan. Setelah berbuka puasa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan Shalat Isya dan Tarawih berjamaah yang dipimpin oleh imam Idrus Aqibuddin, M.Pd., Guru Ismuba. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan kultum sebelum sholat tarawih oleh Kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Godean, Wahdan Arifudin, S.Pd yang mengangkat tema berbakti kepada orang tua. Dalam kultumnya, beliau mengajak para siswa untuk meneladani kisah keteladanan Uwais Al Qarni, salah satu tokoh dari kalangan Khairu Tabi’in, yang dikenal luas karena pengabdian dan kecintaannya yang luar biasa kepada sang ibu. Melalui kisah tersebut, para siswa diingatkan bahwa ridha Allah sangat erat kaitannya dengan ridha orang tua, sehingga berbakti kepada orang tua merupakan salah satu jalan menuju keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Kegiatan Pesantren Ramadhan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai keimanan, kepedulian sosial, serta akhlak mulia dalam diri para siswa. Dengan demikian, Ramadhan benar-benar menjadi momentum untuk membentuk generasi pelajar yang berilmu, beriman, dan berkarakter serta menjadikan Muhago Tumbuh yakni menumbuhkan generasi yang:✨ Takwa✨ Unggul✨ Mandiri✨ Ber-Akhlak✨ Ulet✨ HebatMenumbuhkan akhlak mulia,menumbuhkan jiwa kepemimpinan,menumbuhkan budaya literasi,dan menumbuhkan karakter sejak dini.Bersama MUHAGO (SMP Muhammadiyah 2 Godean),kita tumbuh — pelan tapi pasti,kuat dalam nilai,siap menghadapi masa depan. Aamiin Rep  H. Wahdan A  S.Pd  SMPM 2 Godean

Loading

Pendampingan Guru SD Muhammadiyah 1 Ngaglik, Dr. Sutipyo Ajak Guru Menjadi Hebat dengan Mental yang Sehat

Ngaglik, Pdmsleman.Or.Id Upaya meningkatkan kualitas guru terus dilakukan di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Salah satunya melalui kegiatan pendampingan guru yang digelar di SD Muhammadiyah 1 Ngaglik, Sleman, Rabu (4/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, Dr. Sutipyo Ru’iya, S.Ag., M.Si., dari Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (UAD) hadir untuk berbagi pemikiran dan pengalaman melalui materi berjudul “Menjadi Guru Hebat dan Bermental Sehat.” Kegiatan ini diikuti para guru sebagai bagian dari penguatan kapasitas pendidik. Bukan hanya soal cara mengajar di kelas, tetapi juga bagaimana guru mampu menjaga kesehatan mental dan terus mengembangkan dirinya. Dalam suasana yang santai namun tetap penuh makna, Dr. Sutipyo mengajak para guru melihat kembali makna menjadi seorang pendidik. Menurutnya, guru hebat tidak hanya dinilai dari kemampuan akademik atau metode mengajar yang canggih. “Guru hebat itu biasanya dicintai murid-muridnya, karena membuat mereka merasa nyaman dan bahagia saat belajar. Ia juga dihormati karena ilmu dan akhlaknya, dan yang paling penting, dikenang sepanjang hidup karena pernah memberi pencerahan dalam hidup muridnya,” jelasnya. Ia menambahkan, seorang guru sejatinya meninggalkan jejak dalam kehidupan murid. Jejak itulah yang sering kali diingat hingga mereka dewasa. Meski demikian, menjadi guru hebat tentu tidak selalu mudah. Dalam pemaparannya, Dr. Sutipyo juga mengajak peserta melihat berbagai tantangan yang sering dihadapi para guru. Dari sisi pribadi, misalnya, masih ada tantangan seperti kurangnya komitmen jangka panjang, keterbatasan kompetensi, hingga kurang disiplin dalam mengembangkan diri. Belum lagi persoalan pola pikir yang kadang masih “fixed mindset” atau merasa sudah cukup dengan kemampuan yang dimiliki. Di sisi lain, kelelahan kerja atau burnout juga kerap dialami para pendidik. Selain faktor pribadi, ada pula tantangan dari lingkungan keluarga. Tekanan ekonomi, ekspektasi keluarga yang tinggi, hingga persoalan membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga sering kali memengaruhi kondisi guru. Di tingkat yang lebih luas, masyarakat juga memberikan tantangan tersendiri. Beban administrasi yang cukup berat, keterbatasan fasilitas pendidikan, hingga kurangnya penghargaan terhadap profesi guru sering kali menjadi kenyataan yang harus dihadapi. Karena itu, menurut Dr. Sutipyo, hal pertama yang perlu dimiliki seorang guru adalah kesadaran diri atau self consciousness. Guru perlu memahami siapa dirinya, apa perannya, dan bagaimana tanggung jawab yang diemban sebagai pendidik. “Kadang musuh terbesar kita justru diri kita sendiri. Maka penting bagi guru untuk terus belajar, bersyukur, dan meningkatkan kapasitas dirinya,” ungkapnya. Selain kesadaran diri, pengembangan diri juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Ia mengajak para guru untuk memegang empat prinsip utama dalam proses berkembang, yaitu komitmen, kompeten, konsisten, dan konsekuen. Dengan terus bertumbuh, guru tidak hanya memperbaiki kualitas dirinya, tetapi juga memberi dampak positif bagi sekolah dan lingkungan sekitarnya. Di akhir pemaparannya, Dr. Sutipyo menekankan pentingnya kontribusi nyata dari seorang guru. Guru diharapkan mampu memaksimalkan potensi diri, bekerja sama dalam tim, berpikir logis namun tetap penuh empati, serta memberikan kontribusi terbaik bagi lembaga pendidikan tempatnya mengabdi. Ia kemudian menutup materinya dengan sebuah perumpamaan sederhana. Menurutnya, dalam kehidupan seorang guru, ilmu pengetahuan ibarat setir yang mengarahkan perjalanan. Rasa syukur menjadi gas yang mendorong langkah ke depan, sementara kesabaran berfungsi seperti rem yang menjaga agar tetap terkendali. Melalui kegiatan pendampingan ini, para guru diharapkan semakin termotivasi untuk terus berkembang, menjaga kesehatan mental, dan menjalankan profesinya dengan penuh dedikasi dalam mendidik generasi masa depan. Rep editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Teguhkan Komitmen Menjaga Al-Qur’an, Dikdasmen dan BKS SMP Muhammadiyah Kabupaten Sleman Selenggarakan Wisuda Akbar BTHQ ke 6.

 Pdmsleman.Or.Id Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Badan Kerjasama Sekolah SMP Muhammadiyah Sleman menyelenggarakan wisuda akbar baca tulis hafal qur’an ke 6 pada Selasa, 17 Februari 2026. Bertempat di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, acara wisuda diikuti oleh 1591 murid dari 25 SMP Muhammadiyah di daerah Sleman. Peserta wisuda terbagi ke dalam beberapa kategori yakni hafal qur’an lebih dari 10 juz, hafal qur’an 6-10 juz, hafal qur’an 1-5 juz, jayyid, dan mumtaz. Ketua Majelis Dikdasmen PDM Sleman, H. Surrahmad, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga kepada murid yang mengikuti acara wisuda. Sementara Sekretaris PDM Sleman H. Arif Mahfudz, S.Ag, M.S.I menyampaikan harapannya kepada peserta wisuda untuk mengimplementasikan nilai-nilai al-Qur’an dalam menghadapi persoalan kehidupan masyarakat. Ketua Majelis Dikdasmen PWM DIY, Achmad Muhammad, M.Ag mengajak seluruh hadirin untuk berakrab ria dengan al-Qur’an pada bulan Ramadan.  Turut hadir Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya yang memberikan pesan kepada peserta wisuda. “Kami mengapresiasi prestasi murid SMP Muhammadiyah se-Sleman dalam membaca dan menghafal al-Qur’an. “Berpegang teguhlah pada Al-Qur’an sampai akhir hayat, saya doakan ananda meraih kesuksesan di dunia dan akhirat”, jelasnya.  Acara wisuda disemarakkan oleh penampilan murid grup band dari SMP Muhammadiyah 2 Depok, duo vokal dari SMP Muhammadiyah 1 Moyudan, tari dari SMP Muhammadiyah 1 Prambanan, dan hadroh kontemporer dari gabungan murid beberapa SMP Muhammadiyah Kabupaten Sleman. Sebelumnya disampaikan pengajian Tarhib Ramadhan oleh Ust. Saijan, S.Ag, M.Si, sebagai bekal dalam menghadapi ramadhan tinggal beberapa jam lagi. Pengajian dihadapan tamu undangan,  wisudawan,  guru karyawan dan perwakilan orang tua sekolah terdekat yakni SMP Muhammadiyah 1 dan 2 Gamping, SMP Muhammadiyah 1 dan 2 Godean serta beberapa sekolah lain.

Loading

Bakti Sosial Siswa Kelas XII B SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta di TK ABA Krasakan

Tempel, PDMSleman.Or.Id Sebanyak 35 siswa Kelas XII B SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta melaksanakan kegiatan bakti sosial di TK ABA Krasakan, Lumbungrejo, Tempel, Sleman, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman sosial yang bertujuan menumbuhkan empati, kepedulian, dan tanggung jawab di kalangan pelajar. Sejak pagi, para siswa hadir dengan mengenakan jas almamater. Mereka terlibat langsung dalam berbagai aktivitas bersama anak-anak TK, mulai dari permainan edukatif, pengajian singkat, hingga pendampingan belajar. Suasana berlangsung hangat dan penuh keceriaan. Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan, sementara para guru TK mendampingi proses pembelajaran yang dikemas ringan dan menyenangkan. Ketua panitia kegiatan, Al-May Chanief Abiyyu, mengatakan bahwa bakti sosial ini dirancang untuk melatih kerja sama tim sekaligus memperkuat karakter sosial siswa. “Kami ingin teman-teman belajar hadir di tengah masyarakat, memahami kebutuhan nyata, dan membangun kepekaan sosial. Bukan hanya memberi bantuan, tetapi juga membangun hubungan yang baik,” ujarnya di sela kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, panitia menyerahkan bantuan simbolis berupa alat tulis, perlengkapan kelas, serta mushaf Al-Qur’an untuk menunjang kegiatan belajar di TK. Pihak sekolah mitra menyambut baik dukungan tersebut. Kepala TK ABA Krasakan Sri Widayati menyampaikan apresiasi atas kepedulian para siswa. “Kehadiran kakak-kakak SMA memberi semangat baru bagi anak-anak. Bantuan perlengkapan belajar ini sangat bermanfaat untuk kegiatan sehari-hari,” tuturnya.  Bakti sosial ini merupakan program pembinaan karakter yang mendorong siswa belajar langsung di tengah masyarakat. Kegiatan dirancang untuk menumbuhkan empati, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial sebagai bekal setelah lulus sekolah. Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan foto bersama. Para siswa berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi kebiasaan baik yang terus berlanjut. “Kami ingin meninggalkan manfaat kecil, sekaligus membawa pulang pelajaran besar tentang arti peduli,” pungkas Al-May. Rep edirtor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

SMK Muhammadiyah 1 Sleman Ikuti Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) Nasional di Makassar, Sulawesi Selatan

Sleman. Pdmsleman.Or.id SMK Muhammadiyah 1 Sleman bergabung dalam Kafilah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada ajang Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) Nasional yang diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan, 12–14 Februari 2026. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Afifudin, menyampaikan bahwa siswa yang berangkat mengikuti cabang Film Indie adalah Dias Cahyo Pratama, Kusuma Mukti Abimanyu, dan Zaki Ahmad Fahrezi. Sementara cabang Dakwah Digital diikuti oleh Ma’ruf Rosyidi. Menurut Afifudin, para siswa tersebut sebelumnya berhasil meraih juara pada OlympicAD tingkat Provinsi DIY, sehingga berhak mewakili daerah pada tingkat nasional. “Mereka merupakan siswa yang telah meraih juara di tingkat Provinsi DIY dan kini mewakili DIY di ajang nasional. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus motivasi bagi siswa lainnya,” ujarnya, Kamis (12/2/2026). Pada cabang Film Indie, tim SMK Muhammadiyah 1 Sleman mengusung karya berjudul “Dibalik Keterbatasan”.  Film tersebut diproduksi khusus untuk mengikuti OlympicAD ke-8 dan mengangkat kisah perjuangan seorang siswa dalam meraih cita-cita di tengah keterbatasan ekonomi, tekanan lingkungan, serta situasi yang tidak selalu berpihak. Melalui alur cerita yang sederhana dan komunikatif, ujar Afifudin, film ini menyampaikan pesan tentang pentingnya ketekunan, kesabaran, dan semangat pantang menyerah.  “Karya tersebut menegaskan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih harapan dan masa depan yang lebih baik,” jelasnya. Partisipasi SMK Muhammadiyah 1 Sleman dalam OlympicAD Nasional menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi siswa di bidang akademik maupun nonakademik, serta memperkuat karakter dan kreativitas generasi muda.  “Semoga semuanya mendapatkan pengalaman berharga dan hasil yang terbaik,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)

Loading