SLEMAN. Layanan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) SMK Muhammadiyah 2 Sleman kian diminati masyarakat. Meningkatnya jumlah pengguna kendaraan listrik yang memanfaatkan fasilitas tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap layanan pengisian daya di Kabupaten Sleman terus bertumbuh. Kepala SMK Muhammadiyah 2 Sleman, Ahmad Maftuhin, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap SPKLU yang dibuka untuk umum terus meningkat. Menurutnya, fasilitas tersebut dimanfaatkan oleh pengguna kendaraan listrik dari berbagai daerah karena lokasinya strategis serta didukung layanan pengisian daya cepat (fast charging). “Sejak dibuka, respons masyarakat sangat baik. Semakin banyak pengguna kendaraan listrik yang datang untuk mengisi daya di SPKLU kami. Ini menjadi indikator bahwa kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung kendaraan listrik terus meningkat,” ujarnnya, Jumat (17/7/2026). Ia menjelaskan, SPKLU di SMK Muhammadiyah 2 Sleman menggunakan teknologi fast charging berkapasitas 50 kW DC sehingga mampu mempercepat proses pengisian daya dibandingkan pengisian konvensional. Kehadiran fasilitas ini sekaligus menjadi salah satu upaya sekolah mendukung percepatan transisi menuju penggunaan energi bersih. Selain melayani masyarakat umum, keberadaan SPKLU juga memiliki nilai edukatif. Fasilitas tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi peserta didik untuk mengenal teknologi kendaraan listrik, sistem pengisian daya, serta pengelolaan layanan yang sesuai dengan kebutuhan industri otomotif masa depan. Menurut Maftuhin, tingginya minat masyarakat menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus menjaga kualitas pelayanan. Perawatan peralatan dilakukan secara berkala agar layanan tetap aman, nyaman, dan andal bagi seluruh pengguna. “Harapan kami, SPKLU ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat pengguna kendaraan listrik, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi dunia pendidikan dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” katanya. Melalui layanan SPKLU, SMK Muhammadiyah 2 Sleman berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap infrastruktur kendaraan listrik sekaligus memperkuat peran sekolah vokasi sebagai institusi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Rep (Athiful Depok)
YOGYAKARTA Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta menerima kunjungan pamitan Kontingen International Scout Camp (ISC) 2026 di Kantor PWM DIY Selasa 14 Juli 2026 . Membawa Semangat “Muhammadiyah Is The Best, To Be The Best” untuk Mengharumkan Muhammadiyah dan Indonesia Kegiatan ini menjadi momentum pemberian motivasi, doa, serta bekal nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan kepada para peserta yang akan mengikuti kegiatan kepanduan bertaraf internasional yakni International Scout Camp (ISC) pada 18–27 Juli 2026 di Thailand–Malaysia–Singapura. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY yang memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta agar mampu menjadi duta Muhammadiyah sekaligus duta Indonesia di ajang internasional. Turut mendampingi peserta dari Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan DIY, Dede Dian, M.Pd., serta Wakil Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan DIY, Drs. Hendro Setyono, S.E., M.Sc. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan penuh Kwartir Wilayah Hizbul Wathan DIY terhadap kader-kader terbaik yang akan mengikuti kegiatan kepanduan tingkat internasional. Dari SD Muhammadiyah Condongcatur, hadir Kepala Sekolah Estri Rukmiyanti, M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Margono Wisanto, M.Si., Estry Pujilestari, S.Pd., serta Slamet Untung, S.Ag. Kehadiran pimpinan sekolah beserta guru pendamping menunjukkan komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan karakter, kepemimpinan, dan wawasan global peserta didik melalui kegiatan kepanduan internasional. Dalam sambutannya, Dr. Muh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A. menyampaikan pesan penuh inspirasi kepada para peserta. Beliau menegaskan bahwa “Muhammadiyah Is The Best, maka kita harus To Be The Best.” Menurutnya, menjadi yang terbaik tidak selalu berarti mengungguli semua orang, tetapi berusaha menjadi pribadi terbaik di bidang yang ditekuni dengan terus belajar, berakhlak mulia, dan memberikan manfaat bagi sesama. Wakil Ketua PWM DIY, H. Gita Danupranata, S.E., M.M., berpesan bahwa keikutsertaan dalam International Scout Camp merupakan kesempatan emas untuk memperluas jaringan persahabatan serta menambah wawasan global. Melalui perjumpaan dengan peserta dari berbagai negara, diharapkan lahir generasi Muhammadiyah yang terbuka, berwawasan internasional, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Sementara itu, Wakil Ketua PWM DIY, Ir. H. Azman Latif, menyampaikan rasa bangga kepada para peserta, khususnya siswa-siswi SD Muhammadiyah Condongcatur, yang telah menunjukkan keberanian mengikuti kegiatan di luar Daerah Istimewa Yogyakarta, bahkan hingga ke luar negeri. Menurut beliau, keberanian untuk keluar dari zona nyaman merupakan langkah awal dalam membentuk karakter pemimpin masa depan. Pesan yang tak kalah bermakna disampaikan oleh Wakil Ketua PWM DIY, Dr. H. Nur Ahmad Ghozali, S.Ag., M.A. Beliau mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan selama ISC untuk memperbanyak sahabat dari berbagai negara ASEAN sebagai bekal memperluas jejaring internasional. Beliau juga mengingatkan agar peserta selalu berhati-hati dalam memilih makanan selama berada di luar negeri dengan memastikan kehalalannya. Dengan penuh keakraban, beliau bahkan berpesan bahwa apabila memiliki kesempatan, para peserta dapat berkunjung ke Halal Mart yang dikelola oleh cicit KH. Ahmad Dahlan. Suasana semakin hangat ketika Wakil Ketua PWM DIY, Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Pd.I., memberikan apresiasi atas keberanian para peserta mengikuti kegiatan kepanduan bertaraf internasional. Untuk memotivasi mereka, beliau mengajukan pertanyaan mengenai cita-cita masing-masing peserta. Jawaban-jawaban polos namun penuh harapan pun mengundang senyum seluruh hadirin. Mas Khafizh dengan sederhana menjawab, “Manut Bapak.” Sementara itu, Mas Abiyyu bercita-cita menjadi Dokter Spesialis, Mbak Yumna ingin menjadi Dokter Anak, dan Mbak Zahra memiliki impian menjadi Dokter Umum. Momen tersebut menjadi gambaran optimisme dan semangat generasi muda Muhammadiyah dalam meraih cita-cita. Rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Wakil Ketua PWM DIY, Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag., memohon perlindungan Allah SWT agar seluruh peserta diberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran, serta mampu mengikuti seluruh rangkaian International Scout Camp (ISC) 2026 dengan baik dan kembali ke tanah air membawa pengalaman, prestasi, serta nama baik Muhammadiyah. Kontingen International Scout Camp (ISC) 2026 yang berasal dari SD Muhammadiyah Condongcatur terdiri atas peserta Putri Aina, Aini, Aisyah, Zahra, Mima,Yumna, Cia dan Zareen sedangkan peserta Putra adalah Abiyyu, Al, Keyvin, Kafa, Hakan, Khafizh dan Aidan Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Kwartir Wilayah Hizbul Wathan DIY, pimpinan SD Muhammadiyah Condongcatur, guru pendamping, serta seluruh peserta di depan Gedung PWM DIY sebagai simbol dukungan dan pelepasan resmi menuju International Scout Camp (ISC) 2026. Semoga keikutsertaan kontingen ISC 2026 menjadi langkah nyata dalam melahirkan kader-kader Hizbul Wathan dan Muhammadiyah yang berkarakter Islami, berwawasan global, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu menjadi duta persyarikatan yang mengharumkan nama Muhammadiyah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Indonesia di tingkat internasional. Rep Dede Dian HW SDM CC Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman melantik Estri Rukmiyati, M.Pd sebagai Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur dan Yuni Puspita Sari, M.Pd sebagai Kepala SD Muhammadiyah Sidoarum Godean pada Ahad (12/7/2026) bertempat di aula PDM Sleman. Pelantikan kepala sekolah SD Muhammadiyah Condong Catur dan SD Muhammadiyah Sidoarum berlangsung khidmat dan dalam kesempatan tersebut, hadir Arif Jamali Muis, S.Pd, M.Pd, direktur Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Drs. H. Gita Danupranata, S.E., M.M., wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta yang membidangi Majelis Dikdasmen dan PNF, Dr. H. Ahmad Muhammad, M.Ag, ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY, H. Harjaka, S.Pd, S.Ag, M.A., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman beserta jajaran, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean dan Depok, Majelis Dikdasmen dan PNF, BPH atau Badan Pembina Harian SD SMP Muhammadiyah Godean serta perwakilan guru dari masing-masing sekolah yang dilantik. Dalam kesempatan tersebut hadirin mendapatkan pembinaan mengenai tantangan kepemimpinan pendidikan Muhammadiyah di era kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan perubahan karakter generasi peserta didik. Dalam pembinaannya, Arif Jamali Muis, S.Pd, M.Pd, selaku Direktur Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menegaskan bahwa kepala sekolah Muhammadiyah harus mampu menjadi agen transformasi yang menggerakkan perubahan di lingkungan sekolah. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan mutu akademik, tetapi juga kemampuan sekolah dalam merespons perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Guru dan kepala sekolah dituntut untuk terus belajar agar tidak tertinggal oleh perubahan zaman. “Anak-anak yang kita hadapi saat ini adalah Generasi Z dan Generasi Alpha. Mereka hidup di era digital dan kecerdasan artifisial. Nilai-nilai pendidikan tidak berubah, tetapi cara mendidik harus berubah mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya. Ia mencontohkan bagaimana teknologi AI saat ini mampu membantu penyusunan pidato, artikel, bahan ajar, hingga berbagai kebutuhan akademik lainnya. Karena itu, sekolah tidak boleh memandang teknologi sebagai ancaman, tetapi sebagai alat yang harus dipahami dan dimanfaatkan secara bijaksana. Meski demikian, ia menegaskan:“Bahwa pemanfaatan teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai utama pendidikan seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, integritas, dan akhlak mulia.” papar Arif Jamali Muis yang juga sekretaris PWM Daerah Istimewa Yogyakarta. “Nilai tetap harus dijaga. Yang berubah adalah metode dan pendekatannya,” tegas Arif. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa Muhammadiyah sesungguhnya memiliki modal yang sangat besar untuk menghadapi perubahan zaman. Modal tersebut antara lain Risalah Islam Berkemajuan yang diputuskan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta tahun 2022. Menurutnya, Risalah Islam Berkemajuan mengandung semangat pembaruan, optimisme, dan pola pikir bertumbuh (growth mindset) yang sangat relevan dalam menghadapi berbagai tantangan masa kini. “Orang Muhammadiyah harus memiliki kegelisahan ketika melihat persoalan dan berusaha menghadirkan solusi. Itulah semangat Islam Berkemajuan,” jelas Arif Jamali Muis. Selain memiliki modal pemikiran, Muhammadiyah juga memiliki kekuatan berupa nama besar organisasi yang telah dipercaya masyarakat selama lebih dari satu abad. Karena itu, sekolah-sekolah Muhammadiyah harus menjaga kepercayaan tersebut melalui peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan yang profesional. Dalam pembinaan tersebut, para kepala sekolah juga diingatkan pentingnya membangun budaya apresiasi kepada peserta didik. Guru diharapkan mampu menjadi sosok yang tegas, berwibawa, namun tetap dekat dan humanis terhadap murid-muridnya. “Guru harus menjadi teladan. Tegas bukan berarti keras. Berwibawa bukan berarti menjaga jarak. Guru harus mampu membangun kedekatan yang positif dengan peserta didik,” katanya. Selain transformasi pendidikan, pembicara juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengembangkan sekolah Muhammadiyah. Ia mengajak seluruh unsur Persyarikatan, mulai dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Badan Pembina Harian, kepala sekolah, guru, alumni, hingga perguruan tinggi Muhammadiyah untuk membangun sinergi dalam memajukan amal usaha pendidikan. Mengutip pesan tokoh Muhammadiyah Prof. Malik Fadjar, ia mengingatkan bahwa konflik internal hanya akan menghambat kemajuan sekolah. Sebaliknya, budaya musyawarah dan kerja sama harus terus diperkuat sebagai karakter utama Muhammadiyah. “Sekolah tidak akan maju apabila pemimpinnya tidak memikirkannya dengan sungguh-sungguh. Kepala sekolah harus memiliki visi, mimpi, dan dedikasi yang kuat terhadap sekolah yang dipimpinnya,” ungkapnya. Menutup pembinaannya, ia mengajak seluruh kepala sekolah Muhammadiyah untuk terus memperkuat budaya mutu, memanfaatkan teknologi secara bijak, mengembangkan pola pikir bertumbuh, serta menjaga semangat Islam Berkemajuan dalam seluruh proses pendidikan. Empat pesan utama yang menjadi benang merah pembinaan tersebut adalah: bertransformasi menghadapi era AI, membangun growth mindset, memperkuat kolaborasi, dan memimpin sekolah dengan visi besar serta dedikasi jangka panjang demi kemajuan pendidikan Muhammadiyah. Rep H. Wadhan Arifudin S.Pd PCM Godean
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (KORKOM IMM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Tes Masuk UIN Sunan Kalijaga 2026 pada hari ini, Jum’at (3/7). Acara pembukaan formal tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan diikuti serentak oleh para peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan akademik tahunan yang dinantikan ini dirancang untuk berlangsung secara intensif selama lima hari kedepan, terhitung mulai hari ini hingga Selasa, 7 Juli 2026 mendatang guna mengawal kesiapan calon mahasiswa baru. Ketua Panitia Pelaksana, Immawan Syaifudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa agenda tahun ini mengusung tema “Optimalisasi Potensi untuk Generasi Berprestasi”. Melalui tema tersebut, momentum ini menjadi pijakan strategis dalam mengoptimalisasikan gerakan intelektual profetik guna mengonstruksikan manifestasi potensi transformatif serta mewujudkan akselerasi generasi unggul yang berdaya saing global. “Semoga BIMTES ini menjadi wadah untuk memperluas wawasan, meningkatkan kesiapan menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi, dan membangun semangat belajar yang tinggi,” harap Immawan Syaifudin dalam sambutannya. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua KORKOM IMM UIN Sunan Kalijaga, Immawan Ajizul Ismail. Beliau menekankan bahwa bimbingan tes ini merupakan bentuk kepedulian nyata dan ikhtiar berkala yang dihadirkan setiap tahun untuk mendampingi calon mahasiswa baru. “Bimbingan Tes (Bimtes) IMM merupakan ikhtiar tahunan yang dihadirkan untuk membantu calon mahasiswa baru dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi perguruan tinggi. Melalui pembahasan materi, pengenalan pola soal, strategi pengerjaan ujian, serta pendampingan mentor yang berpengalaman, diharapkan peserta memiliki bekal yang lebih matang, rasa percaya diri yang lebih kuat, dan kesiapan yang lebih baik untuk meraih hasil terbaik,” jelas Immawan Ajizul Ismail. Acara ini secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) IMM Kabupaten Sleman, Immawan Muhammad Miftahudin Al Kamal. Beliau mengapresiasi penuh langkah progresif yang diinisiasi oleh KORKOM IMM UIN Sunan Kalijaga dalam memfasilitasi calon mahasiswa baru. “Bimtes ini merupakan langkah partisipatif dari IMM UIN Sunan Kalijaga untuk memberikan fasilitas dan pendampingan seluas-luasnya kepada calon mahasiswa baru UIN Suka. Dengan adanya acara ini, kami berharap teman-teman yang mengikutinya bisa diikuti dengan maksimal dan memanfaatkan fasilitas yang ada sehingga nantinya dapat bermanfaat dan memberikan hasil yang maksimal. Diharapkan peserta bisa mencari hal sebanyak-banyaknya,” tegas Immawan Muhammad Miftahudin Al Kamal. Rangkaian kegiatan diawali dengan agenda pembukaan pada hari ini secara daring melalui Zoom Meeting yang diikuti serentak oleh peserta dari berbagai daerah. Setelah itu, seluruh peserta akan mengikuti sesi pre-test untuk mengukur kemampuan awal mereka. Agenda kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi bimbingan ujian secara intensif oleh para mentor. Di sela-sela kegiatan, terdapat pula sesi sharing session sebagai wadah diskusi interaktif. Menjelang akhir rangkaian, peserta akan mengikuti post-test sebagai bentuk evaluasi belajar, hingga akhirnya ditutup dengan agenda penutupan secara formal. Melalui struktur kegiatan yang padat dan terukur ini, diharapkan seluruh fasilitas serta pendampingan yang diberikan oleh KORKOM IMM UIN Sunan Kalijaga dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin demi kelolosan calon mahasiswa baru di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Reporter Jihan Aulia Rahmah
Malang Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMK Muhammadiyah 1 Turi. Sekolah yang berlokasi di Kabupaten Sleman ini berhasil meraih predikat Juara Umum tingkat nasional kategori SMA dan SMK dalam ajang kompetisi teknologi yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Malang pada 22–23 Juni 2026. Keberhasilan tersebut diraih setelah tim SMK Muhammadiyah 1 Turi tampil gemilang pada dua cabang lomba yang menjadi sorotan, yakni PC Assembly (Perakitan Komputer) dan Hackathon Web Profile. Berbekal kemampuan teknis, kerja sama tim, serta persiapan yang matang, para siswa mampu bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Momen yang paling menyita perhatian terjadi pada cabang PC Assembly. Tim SMK Muhammadiyah 1 Turi berhasil menyelesaikan proses perakitan komputer beserta instalasi sistem operasi hanya dalam waktu 40 menit. Catatan waktu tersebut menjadi pencapaian luar biasa yang disebut-sebut melampaui rekor kompetisi pada tahun-tahun sebelumnya. Kecepatan dan ketelitian tim mendapat apresiasi langsung dari dewan juri. Hasil tersebut mengantarkan mereka meraih Juara 1 PC Assembly sekaligus Nomine 1 Fastest PC Assembly. Salah satu anggota tim, Eka Widya, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Menurutnya, pengalaman melakukan kesalahan justru menjadi pelajaran penting dalam proses kompetisi. “Kami melakukan kesalahan di awal, namun yang kami ingat adalah belajar dari kesalahan dan tidak pernah berhenti ataupun menyerah. Dari situ kami terus memperbaiki diri hingga mampu menyelesaikan tantangan dengan baik,” ujar Eka Widya. Selain sukses di bidang perakitan komputer, prestasi individu juga diraih oleh Aditya Alfiansyah yang dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP). Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi, kemampuan teknis, dan konsistensinya selama mengikuti rangkaian kompetisi. Sementara itu, tim Hackathon Web Profile juga menunjukkan performa yang tidak kalah membanggakan. Mereka berhasil masuk jajaran terbaik dengan meraih Nomine 3 Kategori Best Presentation Web Profile, menambah perolehan poin penting bagi sekolah. Adapun daftar prestasi yang berhasil diraih SMK Muhammadiyah 1 Turi dalam kompetisi tersebut meliputi Juara Umum SMA dan SMK Tingkat Nasional, Juara 1 PC Assembly, Juara MVP atas nama Aditya Alfiansyah, Nomine 1 Fastest PC Assembly dan Nomine 3 Best Presentation Web Profile Guru Produktif Teknik Komputer dan Jaringan SMK Muhammadiyah 1 Turi, Budi Putra, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras siswa, pendamping, dan dukungan sekolah dalam mengembangkan kompetensi teknologi informasi. Menurut Budi, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa SMK mampu bersaing di tingkat nasional apabila diberikan ruang untuk berinovasi dan mengasah keterampilan sesuai perkembangan industri digital. “Prestasi ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa tidak hanya berada pada tataran teori, tetapi juga mampu dibuktikan melalui kompetisi yang menuntut kecepatan, ketepatan, kreativitas, dan kerja tim. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar dan mengembangkan diri,” katanya.
Depok, Pdmsleman,Or.Id SD Muhammadiyah Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, resmi memulai penyusunan buku biografi kepemimpinan dan sejarah institusi sebagai upaya pengarsipan dokumen sejarah lokal. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban publik sekaligus penataan literasi mengenai transformasi tata kelola pendidikan modern di wilayah setempat. Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur, Sulasmi, mengatakan bahwa kodifikasi sejarah ini memuat esensi perjuangan kolektif para perintis serta dialektika perkembangan sekolah sejak masa awal pendirian. Menurutnya, rekam jejak institusi yang semula berstatus kelas jauh hingga berhasil berevolusi menjadi satuan pendidikan rujukan nasional perlu diabadikan secara komprehensif, faktual, dan akuntabel. “Dokumentasi tertulis ini tidak sekadar merekam kronologi formal, melainkan menginternalisasikan nilai-nilai integritas, persistensi, dan resiliensi manajerial dalam menghadapi dinamika pembaruan kelembagaan,” ujarnya, Kamis (18/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Depok Raya, Kabupaten Sleman, Athiful Khoiri, menegaskan bahwa penulisan narasi ini merupakan instrumen penting bagi deseminasi best practices atau praktik baik dunia kependidikan di Kabupaten Sleman. Ia menjelaskan, capaian monumental sekolah, seperti Akreditasi A nasional Perpustakaan Hamka, predikat Sekolah Sehat Berkarakter, hingga capaian tertinggi pada integrasi data Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Tahun 2026, menuntut adanya rujukan literatur yang solid bagi publik. Ia menambahkan bahwa peran strategis KIM dalam mempublikasikan dokumen sejarah ini bertumpu pada kepentingan pemenuhan hak informasi masyarakat di sektor layanan publik. “Narasi historis yang dibangun secara objektif dinilai mampu menguatkan sinergi serta motivasi kolektif antara jajaran persyarikatan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dalam merawat mutu pendidikan,” ungkapnya. Melalui kodifikasi dokumen biografi dan sejarah ini, diharapkan sistem manajemen berbasis prestasi dan pengasuhan talenta yang adaptif dapat terduplikasi oleh satuan pendidikan lainnya. “Inisiatif ini sekaligus mempertegas komitmen daerah dalam mewujudkan ekosistem kependidikan yang berkarakter, kompetitif, dan mencerahkan bagi masyarakat Kabupaten Sleman,” pungkasnya. Rep Sugiyanto – Moyudan
Turi, Pdmsleman.Or.Id TK ABA Sidoharjo telah melangsungkan acara Tutup Tahun dan Pentas Seni pada Senin 15 Juni 2026, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi. Dihadiri oleh Panewu, Djoko Susilo, S.p . M.Si; sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Suraya S.Pd; serta jajaran komite sekolah. Dalam kehadirannya, Panewu Turi yakni Djoko Susilo, SIP . M.Si memberikan sambutan singkatnya yakni “bangga bisa hadir di tengah kesibukannya, mengingat TK ABA Sidoharjo Adalah TK yang berprestasi dan harapannya TK ABA Sidoharjo lebih maju dan berkembang lagi”. Sebelum acara pembukaan dimulai, ditampilkan penampilan Solo Drum dari Raiya siswa kelas B2, membawakan lagu Metalica, dilanjutkan penampilan menyanyi oleh Diara siswi kelas A, mebawakan lagu Ajaib diikuti penari latar dari teman-teman sekelasnya. Pra- acara tersebut menunjukkan potensi-potensi yang di miliki oleh siswa-siswi serta melatih keberanian dan percaya diri bagi performer dan menjadi inspirasi siswa lainnya. Dibawah pemimpinan ketua panitia yakni Nora Ekasari Kuswara S.Pd. AUD , serta kepala sekolah Sri Maharti, S.Pd; sekolah memberi kesempatan pengurus FOMG (Forum Orang tua Murid dan Guru) untuk berkreasi dalam menyelenggarakan acara Tutup Tahun dan Pentas Seni tersebut. “Kami berusaha agar acara berjalan lancar, runut, dan berusaha membuat tamu undangan nyaman menyaksikan putra-putrinya tampil. Mengingat mengatur anak TK mungkin agak lebih susah karena keaktifan dan kepolosan, serta menjaga mood mereka, karena di acara ini semua murid tampil. Jadi kami membentuk kepanitiaan yang solid dan saling bekerjasama antar sie-sie yang bertugas” ujar Nia sebagai sie acara. Setelah pra acara selesai, pembukaan acara ditandai dengan de-vile siswa-siswi yang akan lulus diiringi dengan pembawa bendera dan permainan snare drum. Dilanjutkan dengan tilawah dan tahfiz ayat suci Al-Qur’an yang dikumandangkan oleh siswa-siswi TK ABA Sidoharjo. Selama berjalannya acara penampilan tarian dari anak-anak, serta penampilan kegiatan sekolah lainnya, mendapat apresiasi positif dari tamu undangan. TK ABA Sidoharjo ingin menunjukkan beberapa kesenian dan kegiatan yang sudah diajarkan di sekolah, seperti seni music, seni tari, mengaji, drumband, bahkan dipentaskan pula kemampuan sempoa dari siswa-siswi TK ABA Sidoharjo. Tidak lupa acara puncaknya yakni pembagian ijazah kelulusan sebanyak 26 siswa dengan menampilkan foto dan cita-citanya di layar. Acara ditutup dengan, pamitan purna tugas Kepala Sekolah, Sri Maharti, S.pd yang telah mengemban tugasnya menjadi guru selama 40 tahun. Kejutan berupa video ucapan terima kasih yang dibuat oleh panitia dengan melibatkan semua murid, guru, guru ekstra, serta staf TK ABA Sidoharjo membuat akhir acara menjadi haru dan mengesankan. Pemberian kenang-kenbangan dari guru dan semua wali murid menjadi penutup acara kemeriahan Tutup Tahun dan Pentas Seni TK ABA Sidoharjo. Rep Nia Haris https://drive.google.com/drive/folders/1RZmW4b3UfnXVucAFIY1lZwx8qd1jQi93
Sleman– SD Muhammadiyah Sidoarum, Godean menggelar acara Pelepasan dan Tutup Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan berlangsung di Rocket Convention Hall Sidomoyo, Godean, Kamis 4 Juni 2026. Acara dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah PDM Sleman, Majelis Dikdasmen Sleman, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Korwil Godean, Pengawas PAI, Pengawas SD, Pimpinan Aisyiyah Cabang Godean, serta seluruh wali murid kelas 6. “Didik Anak dengan 2 Pesan Lukmanul Hakim”H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., Ketua PDM Sleman, memberi apresiasi tinggi atas capaian TKA dan TKD siswa. Dalam sambutannya ia menekankan 2 pesan utama dari Surat Luqman untuk orang tua: “Dua hal ini modal dasar pendidikan karakter. Untuk mencetak anak cerdas dan berakhlakul karimah, sekolah Muhammadiyah adalah tempatnya,” tegas Harjaka.Ia juga menghimbau wali murid: “Sekolahkan putra-putri Bapak/Ibu ke sekolah Muhammadiyah sebagai pilihan utama. Sekolah negeri jadi pilihan kedua.” Rita Meutea, S.E.,M.Pd., Kabid Diksar Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, mengapresiasi prestasi SD Muhammadiyah Sidoarum. Untuk TKA dan TKD, sekolah ini rangking 2 se-Kapanewon Godean. Sementara Kapanewon Godean sendiri rangking 1 tingkat Kabupaten Sleman dan DIY. “Hasil ini kolaborasi semua pihak. Sekolah beri pendidikan terbaik, orang tua beri bimbingan di rumah, anak belajar optimal,” ujarnya. Meutea menambahkan komposisi kecerdasan anak: 60% intelektual, 20% spiritual, 20% emosional. Untuk menguatkan karakter, Disdikpora Sleman menerapkan pendidikan religius. “Anak SD muslim wajib bisa baca Al-Qur’an,” tegasnya. “Dengan ilmu hidup menjadi mulia, dengan agama hidup menjadi teratur, dengan seni hidup menjadi indah,” pungkasnya. Plt. Kepala SD Muhammadiyah Sidoarum, Yuni Puspitasari, S.Pd. M.Pd., melaporkan tahun ini sekolah meluluskan 55 siswa dari kelas Umar dan Abu Bakar. Selama 6 tahun, sekolah membekali ilmu, kecerdasan, dan pendidikan karakter. “Cerdas tanpa akhlakul karimah akan sia-sia,” katanya. Setelah 6 tahun, siswa dikembalikan ke orang tua. Ia berpesan: “Jagalah iman dan akhlak dengan baik. Sukses bukan karena tidak pernah gagal. Di manapun, jadilah kader Muhammadiyah.” Dengan slogan ICU: Islami, Cerdas, Unggul, SD Muhammadiyah Sidoarum meraih rata-rata nilai TKA & TKD 80,24 di tingkat Kapanewon. Dalam kesempatan tersebut sekolah memberikan kepada 5 murid dengan nilai tertinggi di sekolahnya. Peringkat 1 Muhammad Yusuf Wirawan dengan rata-rata nilai 97, 78. Peringkat 2, Yusra Labibah Al Aufa nilai rata-rata 95, 56. Alya Almira Rahmawati rangking 3 memperoleh nilai rata-rata 94,44. Selanjutnya Selena Alodya Hakim nilai rata-rata 93,33 peringkat 4, dan peringkat 5 Gendhis Arrumaisha Putri dengan nilai rata-rata 92,22.Sugiyanto Rep Moyudan
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar pelantikan kepala sekolah di Aula Kantor PDM Sleman, Senin (1/6/2026). Kegiatan diawali dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an oleh Purwanto S.Pd yang menambah kekhidmatan suasana acara. Dalam kesempatan tersebut, dilantik kepala sekolah dari sejumlah sekolah dasar Muhammadiyah di Kabupaten Sleman, yaitu SD Muhammadiyah Sangonan 1, SD Muhammadiyah Sangonan 2, SD Muhammadiyah Sangonan 4, SD Muhammadiyah Macanan, dan SD Muhammadiyah Klewonan. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, H. Harjaka yang arahannya, Harjaka menegaskan “pentingnya komunikasi yang baik antara kepala sekolah dan seluruh guru agar program-program sekolah dapat dipahami, diterima, dan dilaksanakan secara maksimal”. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah, tetapi juga oleh sinergi seluruh unsur pendidikan di lingkungan sekolah. Selain itu, Harjaka mengingatkan bahwa pemenuhan pembelajaran, termasuk pendidikan olahraga, harus diimbangi dengan perhatian terhadap kebutuhan peserta didik secara menyeluruh. Menurutnya, sekolah perlu memastikan peserta didik memperoleh asupan makanan yang bergizi sebagai penunjang tumbuh kembang dan prestasi belajar. Tidak kalah penting, lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan mendukung proses pembelajaran juga harus menjadi perhatian utama setiap sekolah. Dengan suasana belajar yang kondusif, diharapkan peserta didik dapat berkembang secara optimal baik dalam aspek akademik, karakter, maupun kesehatan. Pelantikan ini menjadi momentum penguatan kepemimpinan pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Para kepala sekolah yang dilantik diharapkan mampu mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta terus menghadirkan inovasi demi terwujudnya sekolah Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing. Acara berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan, dihadiri oleh jajaran PDM Sleman, Majelis Dikdasmen dan PNF, kepala sekolah, serta tamu undangan dari amal usaha Muhammadiyah Kabupaten Sleman. Rep Totok Sekretariat PDM Sleman
Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Badan Kerjasama Sekolah (BKS) Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan hari Senin 25 Mei 2026 berhasil menyelenggarakan Syarat atau Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan bagi siswa-siswi kelas VI SD Muhammadiyah se Kapenewon Moyudan. UKT diselenggarakan di Kompleks SD Muhammadiyah Semingin, Sumbersari, Moyudan, Sleman sebagai tahapan dalam system kenaikan jenjang Kepanduan Hizbul Wathan berdasarkan tingkat usia. Athfal dari usia (7 – 10 tahun) ke remaja (Pengenal 11 – 15 tahun). UKT dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Pendidikan Dasar Dan Menengah (Dokdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan Drs. H. Djemidi. Dalam amanatnya menekankan bahwa Hizbul Wathan di lingkungan Lembaga atau AUM agar ditingkatkan kegiatannya. HW itu lebih tua dari Pramuka dan telah membawa kadernya menjadi Pahlawan Nasional, Jendral Sudirman. Berdasarkan laporan yang dibacakan oleh Ketua BKS PCM Moyudan Agus Maryanto, S.Ag. S.Pd. SD, tercatat 154 siswa-siswi yang ikut serta UKT itu datang dari 8 SD Muhammadiyah yang ada di Kapanewon Moyudan. Antara lain SD Muhammadiyah Ngijon 1, SD Muhammadiyah Ngijon 2, SD Muhammadiyah Karanganjir, SD Muhammadiyah Saren, SD Muhammadiyah Gamplong, SD Muhammadiyah Kedungbanteng 1, SD Muhammadiyah Kedungbanteng 2 dan SD Muhammadiyah Semingin. Agus Maryanta lebih lanjut melaporkan bahwa UKT kali ini meliputi praktek Ibadah Sholat berjama’ah, Kompetensi Dasar Hizbul Wathan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), Tali-temali dan Hasta Karya dari bahan janur untuk kemudian dibuat karya seni keris-kerisan, cambuk dan belalang. Dalam laporannya kepada para siswa Agus Mariyanta menegaskan agar para siswa mengerjakan tugas atau kegiatan-kegiatan yang ditetapkan dengan suasana rileks dan penuh gembira, karena kegiatan ini bisa dijadikan refreshing atau penyegaran setelah para siswa merampungkan menyelesaikan ujian akhir. Drs. Suparman selaku koordinator UKT tahun ini merupakan salah satu pembina HW di Moyudan, lebih lanjut menjelaskan bahwa “hasta karya dari bahan janur sengaja diangkat sebagai salah satu materi UKT. Ini dimaksudkan disamping untuk melestarikan karya seni tradisional atau warisan nenek moyang, juga dimaksudkan agar generasi muda bisa mengapresiasi dan mencintai karya-karya seni tradisional dari bahan janur agar tidak punah”. Selain itu Suparman yang juga Wakil Ketua Majelis Kader Dan Sumber Daya Insani ( MPKSDI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Moyudan ini menegaskan terdapat nilai-nilai pendidikan yang tinggi di dalam proses pembuatankarya seni dari janur ini. Antara lain melatih kesabaran dan ketelitian. Di dalam kehidupan itu perlu proses perjuangan yang panjang untuk mencapai cita-cita yang diinginkan, tidak bisa ujuk-ujuk atau langsung sukses, tegasnya. Jangan suka menerabas dan melanggar norma-norma kehidupan, ikuti proses yang ada, ujarnya. Ini sangat tepat dalam menanggulangi budaya generasi muda sekarang yang menginginkan apa-apa serba cepat dan instan ini. Demikian pesan-pesan dari Suparman di sela-sela para siswa sedang suntuk atau asyik mengerjakan tugas-tugas hasta karya. Panitia yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Pembina Hizbul Wathan SD Muhammadiyah se Moyudan terkesan bersemangat dan berharap kegiatan serupa bisa dilangsungkan kembali tahun depan. Rep Suparman Moyudan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman