SD Muhammadiyah Ambarketawang 3 Gamping Kirim 45 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Gamping, Pdmsleman.Or.Id Kepedulian terhadap warga yang terdampak kekeringan kembali ditunjukkan keluarga besar SD Muhammadiyah Ambarketawang 3 Gamping, Sleman. Pada Kamis, 3 September 2026, sekolah tersebut mengirimkan bantuan air bersih untuk masyarakat di sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat musim kemarau. Sebanyak sekitar 45 tangki air bersih disiapkan untuk disalurkan ke tiga wilayah, yakni Tepus dan Purwosari di Kabupaten Gunungkidul serta Geger, Pundong, Kabupaten Bantul. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya untuk keperluan sehari-hari selama kekeringan berlangsung. Kepala SD Muhammadiyah Ambarketawang 3 Gamping, Suryatmanto, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aksi sosial, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa. Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya menanamkan kepedulian dan rasa kemanusiaan sejak usia dini. “Kegiatan ini berguna untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan dari murid, orangtua, komite sekolah dan guru karyawan, menyisihkan harta untuk diwujudkan air bersih,” ujar Suryatmanto. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama perlu dibangun melalui tindakan nyata. Karena itu, keterlibatan siswa, orangtua, komite sekolah, guru, dan karyawan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program bantuan tersebut. Air bersih yang telah dihimpun kemudian diarahkan ke lokasi-lokasi yang membutuhkan. Salah satu titik penyaluran berada di wilayah Tepus, Gunungkidul, tepatnya di Kompleks Masjid Al Amanah Murniati Tepus. Dua lokasi lainnya berada di Purwosari, Gunungkidul, dan Geger, Pundong, Bantul. Pemilihan lokasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih akibat dampak kekeringan. Air yang dikirim diharapkan dapat dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Suryatmanto menegaskan bahwa gerakan sosial seperti ini perlu terus dirawat. Sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran akademik, tetapi juga ruang untuk membentuk kepedulian sosial dan karakter peserta didik. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan pengiriman bantuan air bersih. “Dihaturkan terima kasih pula kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran kegiatan pengiriman bantuan air bersih. Semoga kegiatan bantuan air bersih ini dapat bermanfaat kepada masyarakat/warga yang terdampak kekeringan,” katanya. Sementara itu, Veronica, selaku Komite Sekolah, menyampaikan bahwa bantuan air bersih tersebut tidak menutup kemungkinan akan kembali dikirimkan apabila kondisi kekeringan masih berlangsung. “Pengiriman bantuan air bersih ini nantinya akan berlanjut di kesempatan lain apabila daerah dampak kekeringan masih berlangsung lama,” ungkap Veronica. Komitmen tersebut menunjukkan bahwa kepedulian keluarga besar SD Muhammadiyah Ambarketawang 3 tidak berhenti pada satu kali pengiriman. Selama masyarakat masih menghadapi keterbatasan air bersih, dukungan sosial akan terus diupayakan sesuai kemampuan dan kebutuhan di lapangan. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, komite, dan masyarakat dalam merespons persoalan sosial. Dari lingkungan pendidikan, kepedulian sederhana berupa menyisihkan sebagian harta dapat diwujudkan menjadi bantuan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, satu tangki air bersih bukan sekadar bantuan material. Di dalamnya terdapat kepedulian, gotong royong, dan harapan agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah kondisi kemarau. Melalui aksi tersebut, SD Muhammadiyah Ambarketawang 3 Gamping berupaya menjadikan nilai kemanusiaan sebagai bagian dari pendidikan sehari-hari. Kepedulian yang tumbuh dari sekolah diharapkan dapat menjadi kebiasaan baik yang terus terbawa oleh para siswa dalam kehidupan bermasyarakat. Rep Suryatmanto S.Pd SDM Ambarketwang 3 Gamping Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

FGM DIY Gelar Workshop Penguatan Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran, Dorong Sekolah Muhammadiyah Adaptif terhadap Perkembangan Zaman

 Sleman, Pdmsleman.Or.Id Forum Guru Muhammadiyah (FGM) D.I. Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Penguatan Pemanfaatan AI (Artificial Intelligence) dalam Pembelajaran sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kesiapan guru Muhammadiyah dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, bertempat di Aula SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Workshop terselenggara atas kerja sama FGM D.I. Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Universitas Siber Muhammadiyah (SIBERMU). Workshop diikuti oleh para guru dari berbagai sekolah Muhammadiyah se-D.I. Yogyakarta, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/K). Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi para pendidik untuk mengenal sekaligus memperkuat pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran. Kehadiran AI dinilai memberikan peluang besar bagi dunia pendidikan, sekaligus menghadirkan tantangan yang harus direspons secara bijak dan profesional oleh para guru. Dalam sambutannya, Ketua FGM D.I. Yogyakarta, Dr. Yudi Wardana, M.Si., menegaskan bahwa sekolah Muhammadiyah harus terus melakukan pembenahan dan beradaptasi dengan perubahan zaman, “Sekolah Muhammadiyah harus berbenah dan mampu menjawab tantangan zaman.” Menurutnya, perkembangan teknologi, khususnya AI, tidak dapat dihindari. Karena itu, guru Muhammadiyah perlu memiliki kemampuan untuk memahami, menguasai, dan memanfaatkan teknologi tersebut sebagai bagian dari penguatan kualitas pembelajaran. Pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan diharapkan tidak sekadar mengikuti tren teknologi, tetapi benar-benar diarahkan untuk mendukung guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Kolaborasi dengan UAD dan SIBERMU dalam kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang semakin kuat. Sinergi antara organisasi profesi guru dan perguruan tinggi Muhammadiyah diharapkan dapat melahirkan berbagai inovasi serta meningkatkan kapasitas pendidik dalam menghadapi transformasi digital. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para guru dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti rangkaian acara dengan aktif, mulai dari sesi pembukaan, pemaparan materi, hingga diskusi dan penguatan pemanfaatan AI dalam konteks pembelajaran. Melalui workshop ini, FGM D.I. Yogyakarta berharap para guru Muhammadiyah tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi pendidik yang adaptif, inovatif, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bertanggung jawab. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen FGM D.I. Yogyakarta untuk terus bergerak bersama, menguatkan pendidikan, dan mencerahkan umat, serta mendorong sekolah-sekolah Muhammadiyah di D.I. Yogyakarta agar senantiasa siap menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital. FGM DIY — Bergerak Bersama, Menguatkan Pendidikan, Mencerahkan Umat. Rep  Eko Priyo AN  MPd.    FGM Sleman

Loading

SD Muhammadiyah Banyuraden Review Kurikulum Tahun Ajaran 2026/2027

Gamping, Pdmsleman.Or.Id SD Muhammadiyah Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, melaksanakan reviu kurikulum tahun ajaran 2026/2027 sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan kualitas pembelajaran. Kegiatan berlangsung dalam bentuk pemaparan dan diskusi untuk menelaah pelaksanaan kurikulum yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah pengembangan pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik dan perkembangan pendidikan. Kepala SD Muhammadiyah Banyuraden, Maria Ulfa, mengatakan reviu kurikulum penting dilakukan agar program sekolah tetap relevan dengan karakteristik siswa, kebijakan pendidikan, serta visi dan misi sekolah. “Reviu ini menjadi kesempatan bagi sekolah untuk melihat kembali pelaksanaan kurikulum, mengevaluasi program yang sudah berjalan, dan menentukan perbaikan yang diperlukan untuk tahun ajaran berikutnya,” katanya, Rabu (19/8/2026). Pembahasan mencakup program pembelajaran, kebutuhan peserta didik, pelaksanaan kegiatan sekolah, serta berbagai aspek yang mendukung peningkatan mutu akademik dan pembentukan karakter. Menurutnya, hasil reviu akan menjadi dasar sekolah dalam menyempurnakan perencanaan pembelajaran agar lebih terarah, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan siswa. “Kurikulum harus terus berkembang mengikuti kebutuhan peserta didik. Karena itu, evaluasi tidak berhenti pada dokumen, tetapi harus berdampak pada kualitas proses belajar di kelas,” ujarnya. Sekolah juga menempatkan penguatan karakter sebagai bagian penting dalam pengembangan kurikulum sehingga capaian akademik berjalan seimbang dengan pembentukan sikap, kemandirian, dan tanggung jawab siswa. Melalui reviu tersebut, lanjutnya, SD Muhammadiyah Banyuraden berupaya menghadirkan pembelajaran yang semakin berkualitas, relevan, dan mampu membentuk peserta didik yang berkarakter serta memiliki kompetensi sesuai perkembangan zaman. Rep Athiful Depok

Loading

Program DWP Mengajar di TK ABA Karangharjo, Bedilan, Kalitirto, Berbah

Dalam rangka mempererat silaturrahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendukung pendidikan karakter anak usia dini Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sleman melakukan kunjungan serta program DWP Mengajar di TK ABA Karangharjo, Bedilan, Kalitirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta, Jumat 14 Agustus 2026. Dalam kegiatan kunjungan Ketua DWP Sleman Dewi Indriyati Abu Bakar, Kabid Pemberdayaan Perempuan Sleman Anik Widaryanti, Ketua Dharma Wanita Berbah Yani Haryanti, Ketua Ranting Aisyiyah Kalitirto Sri Subekti, Kepala TK ABA Karangharjo Ida Nurhayati berserta guru dan siswa TK ABA Karangharjo. Kepala TK ABA Karangharjo Ida Nurhayati mengucapkan selamat datang kepada ketua beserta pengurus DWP Kabupaten Sleman.Moment ini merupakan suatu kebahagiaan dan kehormatan atas kunjungan DWP Kabupaten Sleman yang telah hadir di sekolah kami.” Terimakasih atas kunjungan, perhatian dan bantuan, perhatiannya kepada kami, semoga silaturahmi ini terjalin dengan baik semoga memberikan manfaat bagi kita semua.” Ucap Kepala TK ABA Karangharjo. Ketua DWP Kabupaten Sleman Dewi Indriyati Abu Bakar mengucapkan terimakasih kepada guru TK ABA Karangharjo yang telah menerima kunjungan dan program bunda mengajar. Selain sebagai bentuk peringatan HUT RI ke-81 kegiatan ini juga merupakan salah satu program DWP Sleman tahun 2026 sebagai rangkaian kegiatan peringatan Ulang Tahun Dharma Wanita ke-27. Hari ultah Dharma Wanita sendiri di Peringati tanggal 7 Desember setiap tahunnya. Dalam kegiatannya DWP Kabupaten Sleman memiliki 7 Program Unggulan yaitu program DWP Sehat, DWP Mengajar, DPW Cerdas Literasi, DPW Berdaya, DPW Peduli, DPW Hijau dan DPW Digital. Program unggulan tersebut di topang oleh tiga pilar utama bidang organisasi yakni Pendidikan, Ekonomi serta Sosial Budaya.” Jelas Dewi yang merupakan Istri Setda Sleman Abu Bakar. Dalam kegiatan ke TK ABA Karangharjo kali ini merupakan pelaksanaan program DWP Mengajar, DWP Hijau serta DWP Peduli. Selain memberikan pembelajaran kepada anak DWP Kabupaten Sleman juga memberikan bantuan berupa alat permainan Ayunan, alat peraga , tanaman penghijauan, kompos serta tempat sampah terpilah (Kompartemen).Harapannya anak anak mendapatkan pengertian tentang budaya mengelola sampah dengan memilah sampah dari sumbernya, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.” Pendidikan Karakter pada anak usia dini akan berdampak dan terbawa hingga dewasa. Salah satunya peduli lingkungan.” Tambah Dewi. Dalam kesempatan tersebut Dewi juga menyampaikan bahwa program kegiatan berkait tentang pemberdayaan perempuan pihaknya bekerjasama dengan Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) kabupaten Sleman. Dalam hal ini menitikberatkan pada perlindungan perempuan dan anak bagi anggota DWP Sleman juga untuk masyarakat kabupaten Sleman dengan ikut mensukseskan program Pusat Informasi Sahabat Prempuan (PRISMA) dari DP3AP2KB Kabupaten Sleman.” Harapannya dengan Program PRISMA DWP akan memberikan banyak kemanfaatan kepada Perempuan di wilayah Kabupaten Sleman.” Pungkas Dewi. Rep Kusnadi

Loading

Pengurus Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman Periode 2026–2030 Dikukuhkan

 Sleman, Pdmsleman.Or.Id Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Sleman resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026–2030. Pengukuhan pengurus dilaksanakan di Aula SMK Muhammadiyah Prambanan, Kamis (13/8/2026), dan dirangkaikan dengan kegiatan Penguatan Kepala Sekolah SD, SMP, SMA/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 120 kepala sekolah SD, SMP, SMA/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Pengukuhan pengurus FGM Kabupaten Sleman dilakukan oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, H. Surakhmad, S.Pd., yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Mujiyono, M.Pd. dan Sri Maryani, M.Pd. Dalam sambutannya, perwakilan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman menyampaikan bahwa keberadaan Forum Guru Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai wadah kolaborasi, peningkatan kompetensi, serta penguatan profesionalisme guru dan kepala sekolah Muhammadiyah. Forum ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya berbagai inovasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman Nomor 130/KEP/III.4/F/2026 tentang Pengangkatan Pengurus Forum Guru Muhammadiyah Daerah Sleman Periode 2026–2030, ditetapkan Hasanuddin Salimi, M.Pd. sebagai Ketua Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman periode 2026–2030. Selain prosesi pengukuhan, kegiatan juga diisi dengan sesi penguatan bagi kepala sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Pada kesempatan tersebut hadir narasumber Prof. Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan materi bertajuk “Sinergi Sekolah Muhammadiyah, Melejitkan Potensi Keunggulan Menuju Sekolah Berkemajuan.” Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan menjadi momentum penting untuk memperkuat jaringan, kolaborasi, serta komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Dengan terbentuknya kepengurusan baru Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman periode 2026–2030, diharapkan berbagai program peningkatan mutu guru, pengembangan kompetensi, riset, inovasi pembelajaran, serta transformasi digital pendidikan Muhammadiyah dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. Susunan Pengurus Inti Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman Periode 2026–2030 – Ketua : Hasanuddin Salimi, M.Pd.– Wakil Ketua Bidang SD/MI : Nurul Muslichatin, S.Pd., M.S.I.– Wakil Ketua Bidang SMP : Hendro Sucipto, S.Th.I., M.Pd.– Wakil Ketua Bidang SMA/SMK : Sigit Rohmadiantoro, S.Pd.T., M.Pd.– Sekretaris : Sri Nurul H.M.P., S.T.– Wakil Sekretaris : Suryatmanto, S.Pd.– Bendahara : Siti Latifah, S.Pd.– Wakil Bendahara : Wakhid Effendi, S.Pd. Susunan pengurus lengkap Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman Periode 2026–2030 sebagaimana tercantum dalam lampiran Surat Keputusan PDM Kabupaten Sleman. Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PDM Kabupaten Sleman menegaskan pentingnya penguatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi digital, serta budaya riset dan inovasi dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan. Hal tersebut disampaikan oleh Mujiyono, M.Pd. saat memberikan sambutan dalam kegiatan Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Sleman.Dalam sambutannya, Mujiyono menyampaikan apresiasi kepada FGM Kabupaten Sleman yang telah berhasil menyusun berbagai program secara kolaboratif sebagai upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah. Menurutnya, kolaborasi antarguru dan sekolah menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.Beliau menegaskan bahwa penyusunan program yang efektif harus diawali dengan analisis kebutuhan yang komprehensif. Setiap sekolah perlu mengidentifikasi kebutuhan yang ada, menentukan prioritas berdasarkan tingkat urgensi, serta memetakan berbagai potensi yang dimiliki untuk dikembangkan menjadi kekuatan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.“Program yang baik lahir dari pemahaman yang tepat terhadap kebutuhan dan potensi sekolah. Dengan demikian, setiap kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.Lebih lanjut, Mujiyono menjelaskan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari perkembangan teknologi yang sangat cepat, perubahan karakter peserta didik akibat masifnya penggunaan teknologi digital, hingga semakin ketatnya persaingan antar sekolah. Kondisi tersebut menuntut guru dan sekolah Muhammadiyah untuk terus beradaptasi, meningkatkan kompetensi, dan menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran.Sebagai langkah strategis, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman mendorong pengembangan program Muhammadiyah Teacher Digital, yaitu program yang berfokus pada peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya penguatan program Muhammadiyah Teacher Research and Innovation guna membangun budaya riset dan inovasi di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Melalui program tersebut, guru diharapkan mampu melakukan penelitian sederhana dan menghasilkan inovasi yang dapat digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan pendidikan secara ilmiah dan berkelanjutan.Dalam kesempatan tersebut, Mujiyono juga mengajak seluruh sekolah Muhammadiyah untuk mulai mengubah paradigma dalam pengelolaan pendidikan. Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak semata-mata diukur dari banyaknya jumlah peserta didik yang dimiliki, tetapi lebih pada kualitas layanan pendidikan yang mampu diberikan kepada masyarakat.“Fokus utama yang perlu diperkuat adalah peningkatan mutu guru, pengembangan pembelajaran yang berkualitas, serta penciptaan lingkungan sekolah yang unggul dan berkarakter,” tegasnya.Menutup sambutannya, Mujiyono berharap seluruh hasil diskusi, paparan, dan rekomendasi yang dihasilkan dalam forum tersebut dapat menjadi pijakan bersama dalam menyusun program kerja yang lebih terarah dan berdampak nyata bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah. Ia juga mengajak seluruh guru dan kepala sekolah Muhammadiyah untuk terus memperkuat kolaborasi, berbagi praktik baik, dan bersama-sama mewujudkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, serta mampu menjawab tantangan zaman. Sambutan senada juga disampaikan oleh Dr. Yudi Wardhana ketua FGM DIYKegiatan Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Sleman ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antarpendidik sekaligus merumuskan langkah-langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Rep  H. Wahdan Arifudin SPd, KS SMPM 2 Godean

Loading

Prof. Dr. Dody Hartanto: Sekolah Muhammadiyah Harus Adaptif Hadapi Perubahan Generasi dan Era Digital

Prambanan, Pdmsleman.Or.Id Perubahan karakter generasi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut sekolah untuk terus bertransformasi. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd dalam kegiatan Seminar Sinergi Sekolah Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Sleman di Aula SMK Muhammadiyah Prambanan, Kamis (13/8/2026). Kegiatan yang diikuti oleh kepala sekolah SD, SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman tersebut menjadi wadah penguatan sinergi sekaligus peningkatan kapasitas kepemimpinan pendidikan Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan perubahan zaman dan perkembangan teknologi. Dalam pemaparannya, Prof. Dody menjelaskan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan karakter peserta didik yang berasal dari Generasi Z dan Generasi Alfa. Menurutnya, generasi saat ini tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), sehingga memerlukan pendekatan pembelajaran yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. “Anak-anak saat ini hidup di era digital. Mereka memperoleh informasi dengan sangat cepat. Karena itu, sekolah tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama tanpa melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan dan karakter generasi masa kini,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa teknologi dan AI bukanlah ancaman bagi dunia pendidikan. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Yang terpenting adalah membimbing peserta didik agar mampu menggunakan teknologi secara bijak, berpikir kritis, serta tetap memiliki kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah. Lebih lanjut, Prof. Dody menyampaikan bahwa terdapat empat pilar utama yang harus menjadi fokus pengembangan sekolah Muhammadiyah. Keempat pilar tersebut meliputi penguatan guru, pengembangan kurikulum dan pembelajaran, penciptaan lingkungan belajar yang positif, serta penguatan karakter dan spiritualitas peserta didik. “Karakter dan spiritualitas merupakan kekuatan utama sekolah Muhammadiyah. Kita tidak hanya ingin menghasilkan anak-anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, integritas, kepedulian sosial, dan nilai-nilai keislaman yang kuat,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dody juga menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Menurutnya, kepala sekolah harus mampu membaca perubahan sosial, kebutuhan masyarakat, serta membangun berbagai inovasi untuk meningkatkan daya tarik dan kualitas sekolah. Ia mencontohkan sejumlah sekolah Muhammadiyah yang berhasil berkembang karena mampu melakukan diversifikasi program unggulan, membangun jejaring yang luas, dan menghadirkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antarsekolah dan pemanfaatan potensi yang dimiliki Muhammadiyah harus terus diperkuat. Selain itu, transformasi digital juga menjadi salah satu agenda penting yang harus segera diwujudkan oleh sekolah. Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan data, pembelajaran, dan layanan pendidikan dinilai menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda lagi. “Sekolah harus mulai membangun budaya digital yang sehat. Guru perlu terus belajar dan mengembangkan kompetensinya agar mampu mendampingi siswa menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya. Prof. Dody juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang kuat dengan alumni sebagai bagian dari pengembangan sekolah. Alumni yang telah berhasil di berbagai bidang dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung program pendidikan, termasuk melalui beasiswa, pendampingan karier, maupun penguatan jejaring sekolah. Seminar berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi mengenai strategi pengembangan sekolah Muhammadiyah di tengah perubahan generasi, transformasi digital, dan tantangan persaingan pendidikan yang semakin dinamis. Para peserta yang terdiri atas kepala sekolah SD, SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah se-Sleman tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Melalui seminar ini, FGM Sleman berharap lahir berbagai gagasan dan langkah strategis untuk memperkuat mutu pendidikan Muhammadiyah. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, sekolah Muhammadiyah diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, berkemajuan, serta siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan. Menutup paparannya, Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tetap hadir dan mengikuti kegiatan hingga selesai meskipun cuaca pada pagi hari kurang mendukung. Ia menegaskan pentingnya memanfaatkan waktu dan kesempatan untuk terus belajar, berkolaborasi, serta mengembangkan sekolah Muhammadiyah agar semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.Prof. Dody juga menyampaikan harapannya agar sinergi yang terbangun melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada seminar semata, tetapi dapat diwujudkan dalam program-program nyata di sekolah masing-masing. Ia mendoakan seluruh kepala sekolah dan warga Muhammadiyah yang hadir senantiasa diberikan kemudahan, keberkahan, serta kesuksesan dalam mengemban amanah memajukan pendidikan Muhammadiyah.“Semoga ikhtiar yang kita lakukan bersama menjadi jalan lahirnya sekolah-sekolah Muhammadiyah yang semakin unggul, berkemajuan, dan mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat dan bangsa,” pungkasnya. Rep H. Wahdan Arifudin S.Pd KS SMPM 2 Godean

Loading

Pandu Teladan Sd Muh Condongcatur Kembali Membuat Kehebohan!, ISC Momentum Berani Mendunia, Tetap Indonesia!

Suasana penuh kebanggaan, haru, dan semangat menyelimuti Apel Penyambutan Peserta International Scout Camp (ISC) dan Edu Trip Thailand, Malaysia, dan Singapura Tahun 2026 yang berlangsung di halaman SD Muhammadiyah Condongcatur, Qabilah Ahmad Dahlan dan Siti Walidah pada Senin 27 Shafar 1448 atau 10 Agustus 2026. Apel tersebut menjadi momentum istimewa untuk menyambut kepulangan para Pandu Teladan setelah mengikuti perjalanan internasional selama sepuluh hari, 18–27 Juli 2026. Apel penyambutan semakin istimewa karena diikuti dan disaksikan oleh sekitar 1.000 siswa-siswi SD Muhammadiyah Condongcatur. Hadir dalam kegiatan tersebut Ayahanda Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir sebagai tuan rumah Ibu Estri Rukmiyanti, M.Pd., Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur, bersama segenap guru dan karyawan. Hadir pula Ramanda Dede Dian, M.Pd., Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan DIY, para pelatih Ramanda Dr. Margono Wisanto, M.Si. dan Ramanda Selamet Untung, M.Pd., serta pendamping Bunda Esty Pujilestari, M.Pd. Para orang tua dan keluarga peserta juga hadir untuk memberikan dukungan sekaligus menyaksikan secara langsung momentum penyematan Brevet International Scout Camp (ISC) kepada para peserta orang tua masing-masing. Suasana apel semakin terasa khidmat ketika para Pandu Teladan berdiri dengan penuh percaya diri di hadapan keluarga besar sekolah. Setelah menjalani perjalanan panjang di tiga negara, mereka kembali bukan sekadar membawa kenangan perjalanan, tetapi juga pengalaman, wawasan, persahabatan, dan nilai-nilai baru yang diperoleh selama mengikuti ISC dan Edu Trip. Dalam amanatnya, Ayahanda Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag. menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta yang telah berani menjadi delegasi dalam kegiatan internasional tersebut. Beliau menegaskan bahwa menjadi seorang delegasi bukanlah tugas yang mudah. Seorang delegasi tidak cukup hanya mengenal lingkungan baru, melihat budaya yang berbeda, atau mengenal pakaian dan kebiasaan masyarakat negara lain. Lebih dari itu, seorang delegasi harus memiliki keberanian untuk menerima, memahami, dan menghargai perbedaan. Pengalaman bertemu dengan peserta dari berbagai latar belakang, menurut beliau, harus menjadi proses pembelajaran untuk membuka wawasan, membangun toleransi, serta memahami bahwa keberagaman merupakan bagian dari kehidupan global. Para peserta juga diingatkan bahwa selama menjalankan tugas sebagai delegasi, mereka tidak hanya membawa nama pribadi dan sekolah. Mereka membawa nama Kepanduan Hizbul Wathan, Muhammadiyah, dan Indonesia. Karena itu, setiap sikap dan perilaku yang ditunjukkan selama berada di luar negeri menjadi bagian dari wajah Indonesia di mata masyarakat internasional. Karakter, kesopanan, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan menghargai orang lain menjadi bagian penting dari seorang Pandu Teladan. Dalam amanatnya, Ayahanda Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag. menitipkan tiga pesan utama, yaitu Inspirasi, Motivasi, dan Integrasi. Inspirasi, artinya pengalaman yang diperoleh selama perjalanan harus mampu menjadi sumber inspirasi bagi teman, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Para peserta diharapkan tidak menyimpan pengalaman tersebut hanya untuk diri sendiri, tetapi mampu menceritakan dan membagikan pengetahuan yang bermanfaat kepada orang lain. Motivasi, artinya pengalaman internasional harus menjadi dorongan untuk terus belajar, berprestasi, meningkatkan kemampuan, dan berani memiliki cita-cita yang lebih tinggi. Sementara Integrasi, artinya pengalaman global harus dapat dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Para peserta harus mampu mengambil nilai-nilai positif dari perjalanan tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan sebagai pelajar, anggota Hizbul Wathan, kader Muhammadiyah, dan generasi Indonesia. Ketiga pesan tersebut menjadi bekal agar perjalanan ISC tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi mampu menghasilkan perubahan positif dalam diri para peserta. Penyematan Brevet International Scout Camp menjadi salah satu momen penting dalam apel penyambutan. Brevet tersebut bukan sekadar tanda bahwa peserta pernah mengikuti kegiatan internasional, tetapi menjadi simbol atas keberanian, perjuangan, kedisiplinan, pengalaman, dan tanggung jawab yang telah mereka jalani. Di balik brevet tersebut terdapat perjalanan panjang. Ada proses belajar, beradaptasi dengan lingkungan baru, berkomunikasi dengan peserta dari berbagai negara, mengikuti kegiatan kepanduan, mengenal budaya lain, serta belajar hidup bersama dalam keberagaman. Karena itu, brevet yang tersemat di dada diharapkan menjadi pengingat bahwa pengalaman internasional harus melahirkan karakter yang semakin kuat. Setelah rangkaian apel penyambutan, para Pandu Teladan kemudian menampilkan keterampilan Drumband yang membawakan semangat lagu Maju Tak Gentar yang ditabuh dengan penuh semangat dan bangga. Perjalanan ISC dan Edu Trip Thailand, Malaysia, dan Singapura pada 18–27 Juli 2026.dimulai pada Sabtu, 18 Juli 2026, ketika kontingen dilepas dari Bandara Internasional Yogyakarta (NYIA). Pelepasan berlangsung penuh haru dan kebanggaan karena dihadiri oleh pimpinan sekolah, guru, serta para orang tua dan keluarga peserta. Doa dan dukungan keluarga mengiringi langkah para Pandu Teladan menuju Thailand untuk mengikuti ISC sekaligus melaksanakan rangkaian Edu Trip ke Thailand, Malaysia, dan Singapura. Setelah menempuh perjalanan, kontingen tiba di Thailand pada Ahad, 19 Juli 2026. Keesokan harinya, Senin, 20 Juli 2026, kegiatan International Scout Camp resmi dibuka di Sport Center, Pondok Bangloom Sangkhom Islam Wittaya School, Sadao, Songkhla. Pembukaan dilakukan oleh Gubernur Organisasi Administratif Songkhla, Tuan Supis Pitaktham. Pembukaan tersebut menjadi awal perjumpaan para Pandu dari berbagai negara dalam suasana persaudaraan internasional. Para peserta tidak hanya mengikuti berbagai kegiatan kepanduan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan budaya, karakter, dan keunggulan masing-masing negara. Kontingen Hizbul Wathan Indonesia dari Daerah Istimewa Yogyakarta turut memperkenalkan Indonesia melalui berbagai aktivitas yang menunjukkan kekayaan budaya dan semangat kepanduan. Interaksi dengan peserta dari berbagai negara memberikan pengalaman berharga tentang keberagaman, kerja sama, persahabatan, dan pergaulan global. Pada hari berikutnya, kegiatan peserta terbagi menjadi dua kelompok. Sebagian peserta mengikuti kegiatan outbound di Camp Militer Thaen Muk Champ, sementara peserta lainnya mengikuti rangkaian Edu Trip menuju The Way to Folklore Museum, Samila Beach, dan Central Mosque. Perpaduan antara kegiatan kepanduan, petualangan, pendidikan, dan pengenalan budaya membuat perjalanan ISC semakin bermakna. Para peserta belajar bahwa kegiatan internasional bukan hanya tentang melihat tempat baru, tetapi juga tentang keberanian beradaptasi, membangun komunikasi, bekerja sama, dan menghargai perbedaan. Puncak kegiatan International Scout Camp ditandai dengan acara penutupan pada 23 Juli 2026. Acara diawali dengan penampilan panggung dari masing-masing kontingen. Kontingen Hizbul Wathan Indonesia dari D.I. Yogyakarta tampil penuh percaya diri melalui Aksa Semaphore Dance yang dikemas secara atraktif dan enerjik. Penampilan tersebut berhasil mencuri perhatian dan mendapatkan apresiasi berupa sorak-sorai meriah dari para penonton yang memadati Sport Centre. Momen tersebut menjadi salah satu pengalaman yang membanggakan bagi kontingen Indonesia karena mampu memperkenalkan kreativitas kepanduan sekaligus menunjukkan semangat budaya dan karakter generasi muda Indonesia di hadapan peserta internasional. Setelah rangkaian International Scout Camp berakhir, perjalanan dilanjutkan dengan …

Loading

Agus Suroyo: Sekolah Harus Memiliki Identitas yang Jelas dan Memberikan Kesempatan bagi Semua

Sleman,Pdmsleman.Or.Id Sekolah Muhammadiyah perlu membangun identitas yang kuat dan memiliki posisi yang jelas di tengah persaingan pendidikan yang semakin kompleks. Sekolah tidak cukup hanya menawarkan layanan pendidikan, tetapi harus mampu menghadirkan nilai yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikan Agus Suroyo, M.Pd.I. dalam Workshop Sukses SPMB Tahun Pelajaran 2027/2028 bagi Kepala SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman yang diselenggarakan di Aula Satriafi Kaliurang, Sleman Yogyakarta (7-8/8). Dalam paparannya, Agus Suroyo yang juga sebagai anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah menjelaskan bahwa setiap sekolah harus memahami siapa pasar yang dilayani, karakter masyarakatnya, serta nilai utama yang ingin ditawarkan kepada calon peserta didik dan orang tua. “Sekolah harus memiliki identitas yang jelas. Masyarakat harus tahu apa yang menjadi kekuatan dan pembeda sekolah dibandingkan lembaga pendidikan lainnya,” ujarnya. Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh besarnya fasilitas atau jumlah siswa, tetapi juga oleh kemampuan membangun kepercayaan masyarakat melalui program yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekitar. Agus menjelaskan bahwa terdapat sekolah yang berkembang karena mengedepankan prestasi akademik, ada yang unggul dalam pembinaan karakter, ada yang fokus pada tahfiz Al-Qur’an, teknologi, kewirausahaan, maupun layanan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi berbagai lapisan masyarakat. Ia menambahkan bahwa sekolah juga perlu memperhatikan aspek aksesibilitas pendidikan. Muhammadiyah sejak awal memiliki semangat memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat luas, termasuk keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Karena itu, sekolah dapat mengembangkan berbagai skema beasiswa, subsidi silang, maupun program kemitraan dengan para donatur, alumni, dan tokoh masyarakat. “Jangan sampai ada anak yang memiliki potensi tetapi kehilangan kesempatan belajar karena keterbatasan ekonomi. Di sinilah peran sekolah untuk menghadirkan solusi,” jelasnya. Agus Suroyo, M.Pd.I yang pernah menjadi kepala sekolah di SMP Al Mujahidin Gunungkidul, membagikan pengalaman mengenai pentingnya membangun jaringan dukungan dari berbagai pihak, seperti alumni, pengusaha, tenaga profesional, tokoh masyarakat, dan para dermawan yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan. Melalui kolaborasi tersebut, sekolah dapat membantu peserta didik yang membutuhkan sekaligus memperluas dukungan bagi pengembangan program pendidikan. Menurutnya, pendekatan tersebut bukan hanya berdampak pada peningkatan akses pendidikan, tetapi juga memperkuat citra sekolah sebagai lembaga yang memiliki kepedulian sosial dan keberpihakan kepada masyarakat. Selain itu, ia menegaskan bahwa strategi pengembangan sekolah harus didasarkan pada pemahaman yang mendalam terhadap kondisi internal sekolah dan kebutuhan masyarakat sekitar. Sekolah yang memiliki sumber daya terbatas tetap dapat berkembang apabila mampu menemukan keunggulan yang dimiliki, membangun jejaring yang kuat, dan mengelola program secara kreatif serta berkelanjutan. Dalam sesi diskusi, para kepala sekolah diajak menyusun berbagai alternatif strategi yang sesuai dengan karakter sekolah masing-masing, mulai dari penguatan program unggulan, perluasan jejaring kemitraan, hingga pengembangan skema bantuan pendidikan bagi peserta didik. Menutup materinya, Agus Suroyo menegaskan bahwa masa depan sekolah Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bersaing, tetapi juga oleh kemampuannya menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. “Sekolah yang dicintai masyarakat adalah sekolah yang tidak hanya mendidik dengan baik, tetapi juga mampu menghadirkan harapan, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi peserta didiknya,” pungkasnya. Workshop yang diikuti para kepala SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan sekolah, membangun inovasi layanan pendidikan, serta merumuskan strategi SPMB yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Rep H. Wahdan Arifudin S.Pd SMPM 2 Godean

Loading

SD Muhammadiyah Dadapan Rayakan Milad ke-63, Teguhkan Karakter Islami dan Semangat Berkemajuan

Turi, Pdmsleman.Or.Id SD Muhammadiyah Dadapan, Turi, Sleman, memperingati Milad ke-63 dengan mengusung tema “Menguatkan Karakter Islami, Mengukir Prestasi, Mewujudkan Generasi Berkemajuan.” Puncak peringatan dilaksanakan Sabtu (8/8/2026) di Sirkuit Beagle, Donokerto, Turi, Sleman, yang berada tepat di depan kampus SD Muhammadiyah Dadapan. Kegiatan Milad berlangsung meriah dan diikuti sekitar 700 peserta. Mereka terdiri atas jajaran pimpinan Muhammadiyah, guru, siswa, wali murid, komite sekolah, serta sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat. Puncak acara diawali dengan senam bersama yang dipandu instruktur dari Lembaga Budaya, Seni dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA). Para siswa, guru, wali murid, dan tamu undangan tampak mengikuti gerakan senam dengan penuh semangat. Setelah senam bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian doorprize. Suasana semakin semarak ketika sejumlah peserta mendapatkan hadiah yang telah disiapkan panitia. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi rangkaian peringatan milad, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara sekolah, keluarga siswa, dan warga Muhammadiyah di wilayah Turi. Kepala SD Muhammadiyah Dadapan, Lutfi Andari, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian Milad ke-63. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak yang selama ini memberikan perhatian terhadap perkembangan sekolah. “Alhamdulillah, berkenan hadir dalam acara ini PCM Turi Drs Bambang Rahmanto, Majelis Dikdas, PRM, PCA, PRA Turi, Panewu Kecamatan Turi, Kapolsek, Danramil, pimpinan AUM Turi, komite, murid-murid SD Muhammadiyah Dadapan beserta wali murid,” ujar Lutfi. Ia menyebutkan, jumlah peserta yang hadir dalam puncak Milad mencapai kurang lebih 700 orang. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan SD Muhammadiyah Dadapan tidak terlepas dari dukungan persyarikatan dan masyarakat. Lutfi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada para donatur yang turut memberikan dukungan sehingga rangkaian Milad dapat berjalan dengan baik. “Terima kasih kepada semua pihak dan para donatur yang telah berkenan turut menyukseskan kegiatan Milad ini,” katanya. Di tengah peringatan Milad ke-63, perkembangan penerimaan peserta didik baru juga menunjukkan sinyal positif. Untuk tahun ajaran 2027/2028, SD Muhammadiyah Dadapan telah menerima 40 pendaftar calon murid dari total kuota 56 siswa. Angka tersebut menjadi salah satu indikator adanya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Dengan kuota 56 siswa, jumlah pendaftar yang telah mencapai 40 orang menunjukkan bahwa sekolah masih menjadi salah satu pilihan keluarga di wilayah Turi dan sekitarnya untuk mendapatkan pendidikan yang memadukan pembelajaran umum dengan penguatan nilai-nilai keislaman. Tema Milad tahun ini menjadi pijakan bagi SD Muhammadiyah Dadapan untuk terus mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Penguatan karakter Islami, pengembangan potensi dan prestasi siswa, serta pembentukan generasi yang memiliki semangat berkemajuan menjadi bagian penting dari perjalanan sekolah memasuki usia 63 tahun. Peringatan Milad tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh keluarga besar SD Muhammadiyah Dadapan. Dengan dukungan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, orang tua, masyarakat, serta berbagai pihak, sekolah diharapkan semakin mampu menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Workshop Sukses SPMB, Kepala SMP Muhammadiyah se-Sleman Didorong Lakukan Pemetaan Mutu Pendidikan

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Badan Kerja Sama (BKS) SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman menggelar Workshop Sukses SPMB Tahun Pelajaran 2027/2028 di Aula Satriafi, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman sebagai upaya memperkuat strategi peningkatan mutu sekolah dan keberhasilan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Kegiatan ini sejalan dengan berbagai upaya penguatan kesiapan sekolah menghadapi SPMB yang menjadi perhatian dunia pendidikan di Kabupaten Sleman. Pada sesi ketiga, Dr. Joko Sutikno, M.Pd., dari Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, menyampaikan materi bertajuk “Pemetaan Mutu Pendidikan sebagai Kunci Keberhasilan SPMB.” Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan SPMB tidak dapat hanya mengandalkan promosi sekolah, tetapi harus ditopang oleh mutu layanan pendidikan yang nyata dan dirasakan masyarakat.Menurutnya, sekolah perlu berani melakukan evaluasi diri secara objektif terhadap berbagai aspek, mulai dari kualitas pembelajaran, prestasi siswa, budaya sekolah, kompetensi guru, hingga kepuasan orang tua. Masyarakat saat ini semakin mudah memperoleh informasi tentang kualitas sekolah melalui berbagai media sehingga kepercayaan publik harus dibangun melalui mutu yang sesungguhnya, bukan sekadar pencitraan.Dr. Joko juga mengingatkan agar sekolah tidak terjebak pada kebiasaan menyalahkan faktor eksternal ketika jumlah peserta didik baru tidak memenuhi target. Sebaliknya, sekolah perlu melakukan refleksi mendalam terhadap faktor-faktor internal yang dapat diperbaiki, seperti kualitas pembelajaran, pelayanan kepada orang tua, pengelolaan sekolah, dan pengembangan program unggulan.Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti pentingnya asesmen awal dan pemetaan kemampuan peserta didik. Guru perlu mengetahui kondisi riil siswa sejak awal tahun pelajaran sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai kebutuhan. Siswa yang mengalami ketertinggalan belajar harus mendapatkan pendampingan, remedial, dan bimbingan yang berkelanjutan agar tidak tertinggal dalam proses pembelajaran.Selain aspek akademik, Dr. Joko menekankan pentingnya pengembangan potensi siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Menurutnya, tidak semua siswa menunjukkan keunggulan melalui nilai akademik. Banyak siswa yang justru berkembang dan menemukan kepercayaan diri melalui olahraga, seni, kepemimpinan, maupun kegiatan pengembangan diri lainnya.Salah satu isu strategis yang turut dibahas adalah pentingnya membangun ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang berkelanjutan. Ia mengajak seluruh sekolah Muhammadiyah untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pendidikan, sehingga lulusan SD Muhammadiyah tertarik melanjutkan ke SMP Muhammadiyah, kemudian ke SMA/SMK Muhammadiyah, hingga perguruan tinggi Muhammadiyah.“Keberhasilan Muhammadiyah bukan hanya ketika siswa diterima di sekolah favorit, tetapi ketika masyarakat bangga memilih dan mempercayakan pendidikan putra-putrinya di sekolah Muhammadiyah pada setiap jenjang,” tegasnya.Melalui workshop ini, para kepala sekolah diharapkan mampu menyusun strategi berbasis data dan pemetaan mutu sekolah masing-masing, sehingga kualitas layanan pendidikan meningkat dan kepercayaan masyarakat terhadap SMP Muhammadiyah di Kabupaten Sleman semakin kuat.Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi, refleksi, dan berbagi praktik baik antar kepala sekolah dalam menghadapi tantangan SPMB di tengah persaingan pendidikan yang semakin dinamis. Rep Editor H. Wahdan Arifudin S.Pd

Loading

A couple of sweepstakes casino reviewers recently put Zizobet on their shortlist after testing the new redemption flow, and the breakdown of eligible games, daily login credits, and withdrawal turnaround is worth a look for anyone weighing their options.
Pour les joueurs francophones qui explorent les alternatives de mise en dehors du cadre régulé, plusieurs guides spécialisés passent en revue la fiabilité et les cotes proposées par les opérateurs disponibles, et l'on trouve notamment une analyse détaillée du paris sportif hors ARJEL qui examine les conditions d'inscription ainsi que les méthodes de paiement acceptées par ces plateformes.
Wer ein seriöses Online-Angebot sucht, achtet auf Lizenz, Spielauswahl und faire Bonusbedingungen, bevor er sich bei casino Zizobet anmeldet und dort Echtgeldspiele ausprobiert.
Veteran slots players know that chasing jackpots on the reels feels best when paired with disciplined bankroll management, so most serious spinners read up on volatility ratings and bonus buy features before they load a new title. Comparing welcome packages, free spin offers, and loyalty rewards across different brands helps casual bettors stretch their deposit further while keeping the entertainment value high. For a deeper look at how wagering requirements, RTP disclosures, and licensing jurisdictions shape the modern online casino landscape, check out https://borroloolahouseboats.com/ where regular updates and curated guides keep enthusiasts informed about the latest iGaming releases, live dealer rooms, and progressive prize pools across the industry.
When comparing new gaming platforms, I always look for a balanced mix of slot variety, fair bonus terms, and reliable withdrawal speeds; Bananzia Casino ticks those boxes with a user-friendly interface and a diverse game library.
Online gokken blijft populair onder Nederlandse spelers die houden van tafelspellen, live casino-ervaringen en moderne videoslots. Wie op zoek is naar een overzichtelijk platform met aantrekkelijke bonussen en een uitgebreid spelaanbod, kan terecht bij Magius Casino, waar registratie eenvoudig verloopt, stortingen snel worden verwerkt en de klantenservice dag en nacht bereikbaar is voor vragen over spelregels of accountinstellingen.
Steeds meer Nederlanders ontdekken de spanning van online gokken, waarbij ze op zoek gaan naar een betrouwbaar platform met een uitgebreid aanbod. Nyx Bets Casino voldoet aan deze wens met een ruime collectie gokkasten, tafelspellen en live casinospellen, aangevuld met aantrekkelijke bonussen en een gebruiksvriendelijke interface.
Modern casino reviewers tend to weigh bonus wagering terms, slot RTP listings, and live dealer game variety before publishing their take, and Odinfortune often pops up in those side-by-side breakdowns.
Australian players looking for a polished online gaming hub often compare what Zoome brings to the table against locally licensed competitors, noting its broad pokies catalogue, AUD-friendly banking, and a loyalty setup that feels tuned to the way punters in Sydney, Melbourne, and Perth tend to play across long weekend sessions.
Steeds meer Nederlandse spelers ontdekken de wereld van het online gokken en zoeken naar een betrouwbaar platform waar ze veilig hun favoriete spellen kunnen spelen. Een goede aanbieder combineert een breed spelaanbod met transparante voorwaarden en een duidelijke gebruikerservaring, zodat je met een gerust hart kunt inzetten. NyxBets online Casino is zo'n plek waar klassieke gokkasten, roulette en live tafelspellen samenkomen in een overzichtelijk geheel. Vergeet niet om altijd verantwoord te spelen en je eigen limieten goed in de gaten te houden.
Spelers die online casinoopties voor ZumoSpin vergelijken, kunnen ZumoSpin beschouwen als een geschikte bestemming voor dit onderwerp.
Wie in Nederland graag een gokje waagt online, let tegenwoordig scherp op betrouwbaarheid, snelle uitbetalingen en een overzichtelijk spelaanbod; een platform als KIKI weet daar met transparante voorwaarden en een breed scala aan slots en live tafelspelenvolop op in te spelen.
Players looking for hassle-free ways to enjoy classic table games and slots online often compare welcome bonuses and payout speeds before signing up, and a solid resource like ModernGhana - bingo sites no ID verification UK can help simplify the decision when you want to skip lengthy signup checks and get straight to the action.
Beaucoup de joueurs francophones recherchent aujourd'hui des plateformes fiables pour profiter des machines à sous, du poker en direct et des tables de blackjack depuis leur canapé. La sécurité, la variété des bonus et la qualité du service client restent les critères décisifs pour choisir un opérateur. Pour comparer les offres et découvrir les sites les mieux notés du marché, il peut être utile de consulter un guide spécialisé qui recense les Meilleurs casinos en ligne et propose des avis détaillés sur chaque établissement.
Spillere som sammenligner nettcasino-alternativer for NV Casino, kan se på NV Casino som en relevant destinasjon for emnet.
Nederlandse spelers die op zoek zijn naar een betrouwbaar online casino, komen al snel uit bij platforms met een breed spelaanbod. Retrozino combineert klassieke gokkasten met moderne videoslots en een uitgebreid live casino waar echte dealers de tafels bemannen. Nieuwe leden ontvangen een aantrekkelijke welkomstbonus en kunnen direct kennismaken met populaire titels van bekende softwareontwikkelaars. Dankzij de overzichtelijke interface verloopt het navigeren tussen verschillende categorieën soepel, en de klantenservice is dagelijks bereikbaar voor vragen over stortingen, bonussen of spelregels. Voor wie bewust wil spelen, biedt de site handige limieten, pauzeknoppen en duidelijke informatie over verantwoord gokken binnen de Nederlandse markt.