Strategic Talent Mapping for Transformatif School SMP Muhammadiyah se-Sleman

Pacitan, Pdmsleman.Or.Id Badan Kerjasama Sekolah atau BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman mengadakan Empowering Leadership di Pacitan mulai Jum’at 24-25 April 2026 diikuti oleh kepala sekolah SMP Muhammadiyah se Sleman dan didampingi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman. Dalam sambutan pembuka ketua BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman, Hendro Sucipto, M.Pd menyampaikan tujuan adanya penguatan kepemimpinan yakni bagaimana sekolah bisa memetakan kekuatan sekolah, checking program menghadapi SPMB yang akan datang. Selanjutnya ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, H. Harjaka, S.Pd, S.Ag, M.A., menyampaikan ucapan terima kasih dan sangat mengapresiasi karena BKS melaksanakan kegiatan penguatan terkait strategi mencari bakat-bakat baik kepada guru karyawan, murid dan steakholder terkait.“Juga kepada PDM Pacitan atas partisipasi dalam kegiatan ini, kita bersama-sama memajukan pendidikan Muhammadiyah.” Selanjutnya, Ediyanto, M.Pd, M.H.I, wakil ketua PDM Pacitan menyampaikan khutbah pembuka yang cukup dalam, diantaranya beliau menyampaikan : “Serasa surga bocor karena merasa satu frekuensi kita berada di sini, kita ini mantu nalar, menganyam pikiran.” Disampaikan pula mengutip kata-kata pusaka moral Ahmad Dahlan :“Allah tahu bahwa diriku kuat. Karenanya aku diberikan beban yang berat. Akan kulalui hari-hariku dengan tabah dan ikhlas karena itu pertanda bahwa suksesku sudah dekat.” “lebih baik kekurangan dari pada terlena dalam kemewahan.” tambah Ediyanto “Kita lihat sekolah kita ada yang sehat, setengah sehat, ada yang di ICU, semoga segera sehat,” “Mata boleh basah, badan boleh lelah, jalan boleh tertimbun sampah, luka boleh berdarah, jiwa tak boleh menyerah.” Dunia pendidikan hari ini sangat ngeri, nanti apabila tidak menguasai teknologi akan dikuasai orang lain dan asing. Untuk itu menurut Ediyanto yang juga pernah menjadi kepala sekolah menyampaikan paling tidak ada 4 pelajaran saja yang kita pelajari ; mengenal hitungan, jagongan atau petungan, ketrampilan dan mengenal agama. “Jika bisa menguasai 4 hal ini maka kita akan lebih sukses dan dibutuhkan manfaatnya oleh masyarakat.” Kita menghadapi persoalan pendidikan apabila tidak kita tunaikan akan menjadi hutang pendidikan kita kepada generasi saat ini dan mendatang jika tidak kita maksimalkan kemampuan murid-murid kita. “Hidup ini penuh masalah, tetapi masalah jangan dijadikan alasan utk berbahagia sedangkan kehadiran masalah baru akan mendatangkan kebahagiaan baru” pungkas Ediyanto dengan penuh semangat. Rep H Wahdan Arifudin S.PD

Loading

Pesantren Ramadhan di SMP Muhammadiyah 2 Godean

Godean, Pdmsleman.Or.Id Suasana Ramadhan yang penuh berkah terasa hangat di lingkungan SMP Muhammadiyah 2 Godean melalui kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H pada Jum’at, 6 Maret 2026 yang diselenggarakan dengan berbagai rangkaian kegiatan pembinaan keislaman bagi para siswa. Kegiatan ini dipusatkan di Masjid At Tauhid yang berada di lingkungan sekolah yang beralamat di Sembuh Lor, Sidomulyo, Godean, Sleman Yogyakarta. Pesantren Ramadhan tahun ini mengambil tema “Dengan Ramadhan kita raih ilmu dan kebersamaan” diawali dengan kegiatan Pra-Ramadhan yang dilaksanakan jelang memasuki bulan suci Ramadhan. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan bekal spiritual dan pemahaman kepada seluruh murid agar dapat menyambut dan menjalani Ramadhan dengan lebih baik, penuh kesadaran ibadah, serta meningkatkan akhlak dan kepedulian sosial. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah aksi berbagi takjil on the road yang dilaksanakan di gerbang sekolah pinggir jalan utama barat perikanan Godean. Dalam kegiatan ini, para siswa yang tergabung dalam IPM Ranting SMP Muhammadiyah 2 Godean membagikan 90an paket takjil kepada masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan berbagi tersebut dipimpin oleh Ketua IPM, Candra Nugraha, dengan pendampingan pembina IPM, Danang Dwi Cahyono, S.Pd. dan waka kesiswaan Lathifah Mutiq, S.Pd.I. Melalui kegiatan ini, para siswa dilatih untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta semangat berbagi kepada sesama, terutama di bulan suci Ramadhan. Setelah kegiatan berbagi takjil, rangkaian acara dilanjutkan dengan pengajian menjelang berbuka puasa yang disampaikan oleh Arif Jatmiko, S.Si. dan didampingi seluruh guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 2 Godean. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas fenomena remaja masa kini, tantangan yang dihadapi generasi muda, serta bagaimana seorang pelajar muslim seharusnya bersikap di tengah arus perubahan zaman. Para siswa diajak untuk tetap menjaga akhlak, memperkuat iman, serta bijak dalam menggunakan teknologi dan pergaulan. Setelah berbuka puasa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan Shalat Isya dan Tarawih berjamaah yang dipimpin oleh imam Idrus Aqibuddin, M.Pd., Guru Ismuba. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan kultum sebelum sholat tarawih oleh Kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Godean, Wahdan Arifudin, S.Pd yang mengangkat tema berbakti kepada orang tua. Dalam kultumnya, beliau mengajak para siswa untuk meneladani kisah keteladanan Uwais Al Qarni, salah satu tokoh dari kalangan Khairu Tabi’in, yang dikenal luas karena pengabdian dan kecintaannya yang luar biasa kepada sang ibu. Melalui kisah tersebut, para siswa diingatkan bahwa ridha Allah sangat erat kaitannya dengan ridha orang tua, sehingga berbakti kepada orang tua merupakan salah satu jalan menuju keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Kegiatan Pesantren Ramadhan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai keimanan, kepedulian sosial, serta akhlak mulia dalam diri para siswa. Dengan demikian, Ramadhan benar-benar menjadi momentum untuk membentuk generasi pelajar yang berilmu, beriman, dan berkarakter serta menjadikan Muhago Tumbuh yakni menumbuhkan generasi yang:✨ Takwa✨ Unggul✨ Mandiri✨ Ber-Akhlak✨ Ulet✨ HebatMenumbuhkan akhlak mulia,menumbuhkan jiwa kepemimpinan,menumbuhkan budaya literasi,dan menumbuhkan karakter sejak dini.Bersama MUHAGO (SMP Muhammadiyah 2 Godean),kita tumbuh — pelan tapi pasti,kuat dalam nilai,siap menghadapi masa depan. Aamiin Rep  H. Wahdan A  S.Pd  SMPM 2 Godean

Loading

Pendampingan Guru SD Muhammadiyah 1 Ngaglik, Dr. Sutipyo Ajak Guru Menjadi Hebat dengan Mental yang Sehat

Ngaglik, Pdmsleman.Or.Id Upaya meningkatkan kualitas guru terus dilakukan di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Salah satunya melalui kegiatan pendampingan guru yang digelar di SD Muhammadiyah 1 Ngaglik, Sleman, Rabu (4/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, Dr. Sutipyo Ru’iya, S.Ag., M.Si., dari Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (UAD) hadir untuk berbagi pemikiran dan pengalaman melalui materi berjudul “Menjadi Guru Hebat dan Bermental Sehat.” Kegiatan ini diikuti para guru sebagai bagian dari penguatan kapasitas pendidik. Bukan hanya soal cara mengajar di kelas, tetapi juga bagaimana guru mampu menjaga kesehatan mental dan terus mengembangkan dirinya. Dalam suasana yang santai namun tetap penuh makna, Dr. Sutipyo mengajak para guru melihat kembali makna menjadi seorang pendidik. Menurutnya, guru hebat tidak hanya dinilai dari kemampuan akademik atau metode mengajar yang canggih. “Guru hebat itu biasanya dicintai murid-muridnya, karena membuat mereka merasa nyaman dan bahagia saat belajar. Ia juga dihormati karena ilmu dan akhlaknya, dan yang paling penting, dikenang sepanjang hidup karena pernah memberi pencerahan dalam hidup muridnya,” jelasnya. Ia menambahkan, seorang guru sejatinya meninggalkan jejak dalam kehidupan murid. Jejak itulah yang sering kali diingat hingga mereka dewasa. Meski demikian, menjadi guru hebat tentu tidak selalu mudah. Dalam pemaparannya, Dr. Sutipyo juga mengajak peserta melihat berbagai tantangan yang sering dihadapi para guru. Dari sisi pribadi, misalnya, masih ada tantangan seperti kurangnya komitmen jangka panjang, keterbatasan kompetensi, hingga kurang disiplin dalam mengembangkan diri. Belum lagi persoalan pola pikir yang kadang masih “fixed mindset” atau merasa sudah cukup dengan kemampuan yang dimiliki. Di sisi lain, kelelahan kerja atau burnout juga kerap dialami para pendidik. Selain faktor pribadi, ada pula tantangan dari lingkungan keluarga. Tekanan ekonomi, ekspektasi keluarga yang tinggi, hingga persoalan membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga sering kali memengaruhi kondisi guru. Di tingkat yang lebih luas, masyarakat juga memberikan tantangan tersendiri. Beban administrasi yang cukup berat, keterbatasan fasilitas pendidikan, hingga kurangnya penghargaan terhadap profesi guru sering kali menjadi kenyataan yang harus dihadapi. Karena itu, menurut Dr. Sutipyo, hal pertama yang perlu dimiliki seorang guru adalah kesadaran diri atau self consciousness. Guru perlu memahami siapa dirinya, apa perannya, dan bagaimana tanggung jawab yang diemban sebagai pendidik. “Kadang musuh terbesar kita justru diri kita sendiri. Maka penting bagi guru untuk terus belajar, bersyukur, dan meningkatkan kapasitas dirinya,” ungkapnya. Selain kesadaran diri, pengembangan diri juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Ia mengajak para guru untuk memegang empat prinsip utama dalam proses berkembang, yaitu komitmen, kompeten, konsisten, dan konsekuen. Dengan terus bertumbuh, guru tidak hanya memperbaiki kualitas dirinya, tetapi juga memberi dampak positif bagi sekolah dan lingkungan sekitarnya. Di akhir pemaparannya, Dr. Sutipyo menekankan pentingnya kontribusi nyata dari seorang guru. Guru diharapkan mampu memaksimalkan potensi diri, bekerja sama dalam tim, berpikir logis namun tetap penuh empati, serta memberikan kontribusi terbaik bagi lembaga pendidikan tempatnya mengabdi. Ia kemudian menutup materinya dengan sebuah perumpamaan sederhana. Menurutnya, dalam kehidupan seorang guru, ilmu pengetahuan ibarat setir yang mengarahkan perjalanan. Rasa syukur menjadi gas yang mendorong langkah ke depan, sementara kesabaran berfungsi seperti rem yang menjaga agar tetap terkendali. Melalui kegiatan pendampingan ini, para guru diharapkan semakin termotivasi untuk terus berkembang, menjaga kesehatan mental, dan menjalankan profesinya dengan penuh dedikasi dalam mendidik generasi masa depan. Rep editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Teguhkan Komitmen Menjaga Al-Qur’an, Dikdasmen dan BKS SMP Muhammadiyah Kabupaten Sleman Selenggarakan Wisuda Akbar BTHQ ke 6.

 Pdmsleman.Or.Id Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Badan Kerjasama Sekolah SMP Muhammadiyah Sleman menyelenggarakan wisuda akbar baca tulis hafal qur’an ke 6 pada Selasa, 17 Februari 2026. Bertempat di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, acara wisuda diikuti oleh 1591 murid dari 25 SMP Muhammadiyah di daerah Sleman. Peserta wisuda terbagi ke dalam beberapa kategori yakni hafal qur’an lebih dari 10 juz, hafal qur’an 6-10 juz, hafal qur’an 1-5 juz, jayyid, dan mumtaz. Ketua Majelis Dikdasmen PDM Sleman, H. Surrahmad, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga kepada murid yang mengikuti acara wisuda. Sementara Sekretaris PDM Sleman H. Arif Mahfudz, S.Ag, M.S.I menyampaikan harapannya kepada peserta wisuda untuk mengimplementasikan nilai-nilai al-Qur’an dalam menghadapi persoalan kehidupan masyarakat. Ketua Majelis Dikdasmen PWM DIY, Achmad Muhammad, M.Ag mengajak seluruh hadirin untuk berakrab ria dengan al-Qur’an pada bulan Ramadan.  Turut hadir Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya yang memberikan pesan kepada peserta wisuda. “Kami mengapresiasi prestasi murid SMP Muhammadiyah se-Sleman dalam membaca dan menghafal al-Qur’an. “Berpegang teguhlah pada Al-Qur’an sampai akhir hayat, saya doakan ananda meraih kesuksesan di dunia dan akhirat”, jelasnya.  Acara wisuda disemarakkan oleh penampilan murid grup band dari SMP Muhammadiyah 2 Depok, duo vokal dari SMP Muhammadiyah 1 Moyudan, tari dari SMP Muhammadiyah 1 Prambanan, dan hadroh kontemporer dari gabungan murid beberapa SMP Muhammadiyah Kabupaten Sleman. Sebelumnya disampaikan pengajian Tarhib Ramadhan oleh Ust. Saijan, S.Ag, M.Si, sebagai bekal dalam menghadapi ramadhan tinggal beberapa jam lagi. Pengajian dihadapan tamu undangan,  wisudawan,  guru karyawan dan perwakilan orang tua sekolah terdekat yakni SMP Muhammadiyah 1 dan 2 Gamping, SMP Muhammadiyah 1 dan 2 Godean serta beberapa sekolah lain.

Loading

Bakti Sosial Siswa Kelas XII B SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta di TK ABA Krasakan

Tempel, PDMSleman.Or.Id Sebanyak 35 siswa Kelas XII B SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta melaksanakan kegiatan bakti sosial di TK ABA Krasakan, Lumbungrejo, Tempel, Sleman, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman sosial yang bertujuan menumbuhkan empati, kepedulian, dan tanggung jawab di kalangan pelajar. Sejak pagi, para siswa hadir dengan mengenakan jas almamater. Mereka terlibat langsung dalam berbagai aktivitas bersama anak-anak TK, mulai dari permainan edukatif, pengajian singkat, hingga pendampingan belajar. Suasana berlangsung hangat dan penuh keceriaan. Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan, sementara para guru TK mendampingi proses pembelajaran yang dikemas ringan dan menyenangkan. Ketua panitia kegiatan, Al-May Chanief Abiyyu, mengatakan bahwa bakti sosial ini dirancang untuk melatih kerja sama tim sekaligus memperkuat karakter sosial siswa. “Kami ingin teman-teman belajar hadir di tengah masyarakat, memahami kebutuhan nyata, dan membangun kepekaan sosial. Bukan hanya memberi bantuan, tetapi juga membangun hubungan yang baik,” ujarnya di sela kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, panitia menyerahkan bantuan simbolis berupa alat tulis, perlengkapan kelas, serta mushaf Al-Qur’an untuk menunjang kegiatan belajar di TK. Pihak sekolah mitra menyambut baik dukungan tersebut. Kepala TK ABA Krasakan Sri Widayati menyampaikan apresiasi atas kepedulian para siswa. “Kehadiran kakak-kakak SMA memberi semangat baru bagi anak-anak. Bantuan perlengkapan belajar ini sangat bermanfaat untuk kegiatan sehari-hari,” tuturnya.  Bakti sosial ini merupakan program pembinaan karakter yang mendorong siswa belajar langsung di tengah masyarakat. Kegiatan dirancang untuk menumbuhkan empati, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial sebagai bekal setelah lulus sekolah. Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan foto bersama. Para siswa berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi kebiasaan baik yang terus berlanjut. “Kami ingin meninggalkan manfaat kecil, sekaligus membawa pulang pelajaran besar tentang arti peduli,” pungkas Al-May. Rep edirtor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

SMK Muhammadiyah 1 Sleman Ikuti Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) Nasional di Makassar, Sulawesi Selatan

Sleman. Pdmsleman.Or.id SMK Muhammadiyah 1 Sleman bergabung dalam Kafilah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada ajang Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) Nasional yang diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan, 12–14 Februari 2026. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Afifudin, menyampaikan bahwa siswa yang berangkat mengikuti cabang Film Indie adalah Dias Cahyo Pratama, Kusuma Mukti Abimanyu, dan Zaki Ahmad Fahrezi. Sementara cabang Dakwah Digital diikuti oleh Ma’ruf Rosyidi. Menurut Afifudin, para siswa tersebut sebelumnya berhasil meraih juara pada OlympicAD tingkat Provinsi DIY, sehingga berhak mewakili daerah pada tingkat nasional. “Mereka merupakan siswa yang telah meraih juara di tingkat Provinsi DIY dan kini mewakili DIY di ajang nasional. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus motivasi bagi siswa lainnya,” ujarnya, Kamis (12/2/2026). Pada cabang Film Indie, tim SMK Muhammadiyah 1 Sleman mengusung karya berjudul “Dibalik Keterbatasan”.  Film tersebut diproduksi khusus untuk mengikuti OlympicAD ke-8 dan mengangkat kisah perjuangan seorang siswa dalam meraih cita-cita di tengah keterbatasan ekonomi, tekanan lingkungan, serta situasi yang tidak selalu berpihak. Melalui alur cerita yang sederhana dan komunikatif, ujar Afifudin, film ini menyampaikan pesan tentang pentingnya ketekunan, kesabaran, dan semangat pantang menyerah.  “Karya tersebut menegaskan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih harapan dan masa depan yang lebih baik,” jelasnya. Partisipasi SMK Muhammadiyah 1 Sleman dalam OlympicAD Nasional menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi siswa di bidang akademik maupun nonakademik, serta memperkuat karakter dan kreativitas generasi muda.  “Semoga semuanya mendapatkan pengalaman berharga dan hasil yang terbaik,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)

Loading

Kolaborasi SD Muhammadiyah Banyuraden dan LazisMu UMY Tingkatkan Literasi Siswa

Gamping, Pdmsleman.Or.Id SD Muhammadiyah Banyuraden menyelenggarakan program pengembangan literasi siswa melalui kerja sama dengan layanan perpustakaan keliling Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LazisMu) UMY. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam memperkuat budaya membaca dan pemerataan akses bahan bacaan bagi seluruh peserta didik. Kepala SD Muhammadiyah Banyuraden, Maria Ulfa, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut telah berlangsung hampir dua tahun dan diikuti oleh seluruh siswa dari kelas I hingga kelas VI. “Karena jumlah siswa cukup banyak, layanan perpustakaan keliling dijadwalkan dua minggu sekali dengan dua sesi dalam satu hari, yakni sesi pertama pukul 08.15–09.30 dan sesi kedua pukul 10.00–11.30,” jelasnya, Rabu (4/2/2026). Maria Ulfa menegaskan, kehadiran perpustakaan keliling di lingkungan sekolah diharapkan menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan minat baca sekaligus meningkatkan kualitas literasi siswa. “Buku-buku yang disediakan menarik dan mudah dipahami, sehingga siswa lebih antusias membaca. Kegiatan ini mendorong perluasan wawasan serta melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif sejak dini,” ujarnya. Menurutnya, program tersebut juga menjawab tantangan keterbatasan akses bahan bacaan yang masih dialami sebagian siswa. Melalui layanan bergerak yang rutin, pemerataan literasi diharapkan dapat terwujud. “Membaca yang dikemas secara menyenangkan akan membentuk kebiasaan positif dan menjadi fondasi pembelajaran sepanjang hayat,” tambahnya. Layanan Perpustakaan Keliling (Pusling) LazisMu UMY hadir dalam bentuk kendaraan serbaguna roda tiga yang dimodifikasi sebagai perpustakaan bergerak. Kehadiran Pusling ini merupakan wujud apresiasi dari Bank Indonesia kepada LazisMu UMY atas capaian juara pertama dalam Festival Ekonomi Syariah se-Jawa Tahun 2023 di Surabaya. Melalui kolaborasi sekolah dan lembaga filantropi tersebut, SD Muhammadiyah Banyuraden menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan belajar yang literat, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan dasar. Rep Athiful Editor Arief Hartanto

Loading

Perayaan Milad ke-49 TK ABA Sidoharjo: Membentuk Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia

 Turi, Pdmsleman.Or.id Suasana kemeriahan menyelimuti TK ABA Sidoharjo Unit 2 pada Kamis, 15 Januari 2026. Lembaga pendidikan anak usia dini ini menggelar perayaan hari jadi yang ke-49 dengan mengusung tema besar, “Milad TK ABA Sidoharjo yang ke-49 tahun, dalam Cahaya Isra Mi’raj: Mendidik Murid yang Cerdas dan Berakhlak Mulia.” Acara ini tidak hanya menjadi ajang syukur atas usia sekolah yang hampir mencapai setengah abad, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antara pengurus, guru, purna tugas, dan wali murid. Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan sesi pra-acara pada pukul 08.00 WIB. Antusiasme anak-anak terlihat saat Axella dari kelas B3 membawakan lagu “Bila Ku Pandang Wajahmu” . Semangat keceriaan semakin memuncak dengan pelaksanaan senam “Aku Cinta Indonesia” dan senam bersama sebagai bagian dari kampanye hidup sehat di lingkungan sekolah. Tak ketinggalan, panitia juga membagikan tujuh unit doorprize anak pada sesi awal ini untuk memacu semangat para siswa. Memasuki agenda formal, pembukaan dimulai oleh pembawa acara yang dilanjutkan dengan pembacaan doa surat pendek oleh Fatima. Nuansa khidmat terasa saat Kamila memimpin seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” serta “Mars TK ABA”. Pendidikan karakter juga ditampilkan secara nyata melalui penampilan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang dibawakan dengan apik oleh Ais dan Ayu. Kepala Sekolah TK ABA Sidoharjo, Sri Maharti, M.Pd., dalam sambutannya menekankan perjalanan panjang sekolah hingga mencapai usia ke-49 tahun dengan banyak prestasi yang ditorehkan. Prosesi syukur ditandai dengan pemotongan tumpeng yang disampaikan kepada Drs. Samsuri selaku Ketua Komite, serta perwakilan dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM).    Panewu Anom Turi, Muh. Yunan Nurtrianto, S.STP., M.Sc., memberikan apresiasi atas nama Kapanewon “Selamat dan sukses atas milad TK ABA Sidoharjo yang ke-49. Terima kasih atas kiprah TK ABA Sidoharjo selama ini yang telah ikut serta menyukseskan program pemerintah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,” Dukungan dari Drs. Bambang Rahmanto selaku Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi “ kami berharap untuk kedepannya bisa lebih harum namanya dan dipercaya di masyarakat dan untuk mempertahankan prestasi yang selama ini sudah banyak diraih, karena kedepannya tantangan generasi penerus akan lebih berat”. Acara ini berlangsung atas Kerjasama penuh antara jajaran sekolah dan persatuan wali murid yang bersama menyiapkan dan mensukseskan acara.  Momen penuh haru pun terjadi saat sesi pemberian kenang-kenangan kepada tujuh purna kepala sekolah dan guru (Bunda Harti), di antaranya Ibu Partiinah, Ibu Siti Fatimah, Ibu Siti Komariah, Ibu Muji Rahayu, Ibu Siti Juwaidah, Ibu Sri Sugiyanti, dan Ibu Sulimah. Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi mereka yang telah meletakkan fondasi pendidikan di sekolah ini. Selain agenda seremonial, acara ini juga menyediakan fasilitas pemeriksaan gratis dari Kimia Farma yang sangat bermanfaat bagi tamu undangan dan orang tua murid. Menjelang siang, keceriaan kembali hadir melalui sesi juru kisah atau dongeng interaktif bersama Pakde Sam yang diikuti dengan penuh tawa oleh anak-anak. Acara ditutup dengan pembagian doorprize menarik yang sangat melimpah. Panitia menyediakan 31 unit doorprize dewasa, serta 14 doorprize utama untuk kategori anak-anak. Melalui perayaan ini, TK ABA Sidoharjo berharap dapat terus menjadi cahaya pendidikan yang melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia sesuai nilai-nilai luhur agama. Rep Editor Arief Hartanto

Loading

SD Muhammadiyah Pakem Belajar Untuk Better Achievement

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sabtu, 20 Desember 2025  bertempat di Restoran Om Jola (Omah Joglo Lawas) Sumberadi Mlati, pada hari segenap guru dan karyawan SD Muhammadiyah Pakem berkolaborasi dengan SD Muhammadiyah 2 Pakem mengikuti rangkaian acara seminar dalam rangka peningkatan kapasitas guru dan karyawan. Agenda belajar bersama ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap semester. Sekolah ini berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dengan belajar dalam berbagai hal. Sejalan dengan pernyataan Albert Einstein “Once you stop learning, you start dying.” Ketika Anda berhenti belajar, Anda dekat dengan Kematian. Belajar bisa dilakukan dengan siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Setiap jam adalah pelajaran, setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah sekolah. Ada 2 sesi belajar pada acara tersebut, sesi pertama dimulai pukul 09.00-12.00 oleh Bapak Bayu Satriyo Wicaksono, S.E., M.Psi, CHt. seorang Training Facilitator & Coach dari Astadaya Consulting. Coach Bayu melatih peserta untuk bisa mengenal diri, memulai untuk berkomitmen dan aksi untuk melayani dalam rangka mencapai tujuan bersama. Beliau mengajarkan untuk self awareness, (sadar diri), self management (manajemen diri), social awareness (sadar sosial) dan relationship management (manajemen hubungan dengan relasi). Semakin mengenali diri, akan semakin mudah mengenali orang lain. Semakin kita memahami bahwa dalam sebuah tim pasti akan terjadi perbedaan pendapat, perbedaan respon, perbedaan karakter. Apalagi saat harus berinteraksi dengan pihak eksternal, mengantisipasi perubahan-perubahan kondisi eksternal, tentu akan lebih kompleks lagi dinamikanya. Oleh karena itu memerlukan  “growth mindset” Pada kesempatan ini Coach Bayu juga menjelaskan tentang hikmah bangun dan tidur awal untuk kesehatan fisik dan mengurangi risiko depresi 23%. Hal ini terhubung dengan perasaan seseorang yang merasa waktu berjalan lambat dan waktu berjalan cepat. Stres negatif yang timbul ketika kita tidak sanggup mengatasi tekanan atau tantangan yang dihadapi dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman, kewalahan, cemas, dan gelisah, yang jika berkelanjutan dengan intensitas tinggi, lama kelamaan akan merusak kesehatan mental. Beliau menjelaskan agar peserta bijak dalam menghadapi stres negatif ini tidak hanya memendam, melampiaskan  atau mengalihkan, lebih dari itu kita sebaiknya berupaya mengalirkan stres tersebut. Caranya adalah menulis corat-coret bebas, “brain dump” (menuliskan semua isi pikiran di kertas, bercerita ke sosok terpercaya/ profesional, mengalirkan emosi ke benda yang sederhana, melakukan aktivitas seni dan olahraga atau melakukan psikoterapi dengan pendampingan profesional. Lebih lanjut Coach Bayu menjelaskan mengenai hukum kekekalan energi. Jumlah energi dari sebuah sistem tertutup itu tidak akan berubah-ubah, ia akan tetap sama. Energi tersebut tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan oleh manusia; namun ia dapat berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi yang lain. Bahwa sekecil apapun usaha kita akan mendapatkan balasan yang setimpal, jika kita merasa gaji kita kurang dari usaha atau pekerjaan kita maka Allah akan memberikan hasil usaha atau bonus lain berupa rizki atau keberkahan berbeda, misalnya kesehatan, dimudahkan dalam berbagai urusan, keharmonisan keluarga dan sebagainya. Sebaliknya jika kita hanya berusaha kecil sementara kita mendapatkan gaji atau hasil yang lebih, itu artinya minus. Bisa jadi Allah akan menimpakan penyakit atau kesehatan yang terganggu sehingga kita harus mengeluarkan biaya pengobatan dan sebagainya. Hal ini sesuai dengan QS Al Isra ayat 7 :“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat,maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri”. Selain itu juga dikuatkan dalam QS Az-Zalzalah ayat 7-8: “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar zarrah, dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya” Pada sessi kedua, pukul 13.00-15.00 acara dilanjutkan oleh Ibu Ayuk Rahadhian S, S.Psi., M.Psi., Psikolog, narasumber dari Lembaga Layanan Psikologi Zaituna.  Psikolog yang sudah bekerjasama dengan SD Muhammadiyah Pakem sejak tahun 2019 ini menyampaikan materi tentang ”Peran Strategis Sekolah Dalam Pelayanan Kesehatan Mental Anak”. Kesehatan mental adalah kondisi sejahtera mental yang memungkinkan individu mampu mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuannya, belajar dan bekerja dengan baik, serta mampu berkontribusi pada komunitasnya. Kondisi ini bersifat kontinum, kompleks, personal, dipengaruhi oleh faktor risiko dan faktor protektif yang beragam.  Contoh masalah Kesehatan mental pada anak SD antara lain: masalah emosi berupa gangguan kecemasan, depresi yang bisa berdampak pada kehadiran di sekolah, prestasi sekolah, isolasi sosial, kesepian, dan perilaku menyakiti diri sendiri. Kedua gangguan perilaku berupa gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder  (ADHD) berupa kesulitan memusatkan perhatian dan atau bergerak berlebihan dan bertindak cepat tanpa mempertimbangkan konsekuensi.  Gejala Conduct Disorder meliputi perilaku yang merusaj dan menantang, berdampak pada prestasi akademik dan meningkatkan risiko perilaku criminal. Ketiga gejala disleksia yakni lambat dan tidak mampu membaca dengan benar, kesulitan mengeja, kesulitan menulis, bingung dengan kata yang mirip, serta kesulitan mengikuti pembelajaran dan membutuhkan proses yang sistematis, eksplisit, dan terstruktur dalam membaca, menulis, dan belajar dengan bahasa. Pada akhir acara Ibu Ayuk menyampaikan “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allaah itu dekat”  (QS Al Baqarah : 214). Diharapkan setiap usaha kita selalu libatkan Allah, dengan berdoa dan berusaha insyaallah, semua masalah akan terselesaikan. (Penulis: Ari Fitri Utami,  : Masruri)

Loading

Pusat Studi Muhammadiyah Gelar Seminar Pendidikan: Pendidikan Bermutu untuk Semua, Ada Beasiswa bagi Guru Belum S1

Sleman, Pdmsleman.Mu.Or.Id Dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru serta mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan, telah diselenggarakan Seminar Pendidikan dan Sosialisasi Regulasi Guru dengan tema “Meningkatkan Profesionalisme Guru demi Terciptanya Pendidikan Bermutu untuk Semua” pada Senin, 15 Desember 2025 bertempat di Hotel Ramada by Wyndham Jl. Magelang KM 14 Sleman Yogyakarta Kegiatan ini diikuti oleh Dinas Pendidikan DIY, Kepala Sekolah, dan guru SMP dan SMA di Yogyakarta sejumlah 100 peserta. Seminar ini bertujuan memberikan sosialisasi regulasi guru untuk meningkatkan profesionalisme demi terciptanya pendidikan bermutu untuk semua khususnya guru dan kepalasekolah SMP SMA di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu juga memperkuat profesionalisme guru dalam meningkatkan mutu pendidikan sebagai fondasi utama tercapainya pembelajaran bermutu di sekolah. Tujuan lain adalah menjaring ide dan gagasan dari penggerak pendidikan di sekolah yang ada di Yogyakarta terkait peluang dan tantangan yang dihadapi dalam profesionalisme guru dan kepala sekolah dalam peningkatan mutu. Dalam sambutannya, Direktur Pusat Studi Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., MPA menyambut gembira karena dapat bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah khususnya Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru yakni tentang Kebijakan dan Peningkatan Profesionalisme Guru. “ Peningkatan profesionalisme menjadi tugas kita bersama karena kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru, jika guru berkualitas maka tentu pendidikan akan berkualitas maju. Mutu pendidikan terus kita perjuangkan walaupun pemerintah menghadapi dua tantangan sekaligus dalam pendidikan,yang pertama akses pendidikan yang merata dari Miangas sampai Pulau Rote, akses sarana prasarana dan yang kedua mutu pendidikan, hal ini menjadi penting dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru, ungkap Bachtiar Dwi Kurniawan. Sebagai nara sumber, dihadirkan staf khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Arif Jamali Muis, S.Pd, M.Pd memaparkan hal sangat penting terkait pendidikan agar bermutu yakni ‘guru harus kompeten dan sejahtera, tanpa itu maka proses pembelajaran, proses pendidikan itu tidak akan berjalan dengan baik, guru itu harus kompeten, hampir 90 persen program kementerian dikdasmen tahun 2025 ini untuk menunjang agar guru kompeten dan sedikit banyak agar guru sejahtera; pembelajaran mendalam, pelatihan guru, pelatihan stem dll semua itu agar guru-guru kompeten. Termasuk tahun 2026 ada beasiswa guru yang belum S1 dan D-4. Ada sekitar 150.000 guru se-Indonesia yang belum S1. Maka akan dibuka beasiswa jika mungkin bisa ditempuh 1 tahun maka yang bersangkutan  kira-kira bisa menyelesaikan S1. Dan diharapkan nantinya akan mendapat tunjangan sertifikasi, papar Arif Jamali Muis Berbagai kebijakan dan regulasi guru, termasuk standar kompetensi, pengembangan keprofesian berkelanjutan, serta implikasi regulasi terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Peserta diajak untuk memahami regulasi tidak hanya sebagai aturan atau beban administratif, tetapi sebagai instrumen untuk melindungi profesi guru dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Selanjutnya FGD/Forum Group Diskusi menghadirkan tiga nara sumber yaitu Fatur Rahman, M.Si dengan materi Profesionalisme dan kepemimpinan adaptif, membangun budaya kerja postitif di lingkungan sekolah, Paparan kedua oleh Nurwanto, S.Ag, M.A., M.Ed., Ph.D dengan materi Penguatan karakter dan etika profesi guru dari regulasi ke Implementasi. Paparan ketiga oleh Dr. H. Ridwan Furqoni, S.Pd. I, M.P.I. Praktisi, dan kepala sekolah menyampaikan materi tentang Membangun pendidikan berkeadilan. Fatur Rahman, M.Si, merupakan praktisi pendidikan dan Majelis Dikdasmen dan PNF PWM D.I. Yogyakarta menyampaikan kepada peserta siapkah kita menjadi bagian perubahan itu ? Bagaimana respon kita? Apakah bersikap resisten, cemas atau sekedar kepatuhan adminstratif saja? Diperlukan kepemimpinan adaptif yaitu kemampuan pemimpin sekolah untuk menavigasi perubahan, ketidakpastian dan kompleksitas dengan cara membantu warga sekolah untuk belajar, menyesuaikan diri dan menemukan solusi bersama bukan sekedar menerapkan aturan atau prosedur. Bagaimana kepemimpinan adaptif meningkatkan profesionalisme guru? Profesionalisme guru bukan hasil dari perintah/intruksi, bukan karena pengawasan ketat dan bukan dari insentif administrative, melainkan hasil dari focus pada identitas bukan sekedar target, kesadaran terhadap makna dan tujuan pendidikan serta kompetensi yang berkembang. Nurwanto, S.Ag, M.A., M.Ed, Ph.D dalam paparan kedua menyampaikan bahwa penerapan kebijakan beban kerja, kinerja, kesejahteraan dan karakter/etik ditentukan oleh kesiapan budaya, kepemimpinan etis, dan system sekolah disamping regulasi yang berorientasi mutu dan berkeadilan. Sedangkan Dr. H. Ridwan Furqoni, S.Pd. I, M.P.I. menyampaikan ketidakadilan/kesenjangan terhadap guru baik dalam status dan perlindungan kerja; perbedaan hak antara guru ASN dan honorer, GTY, GTT, perlindungan hokum, jenjang karir dll. Adapun solusi dalam membangun pendidikan berkeadilan diantaranya; peningkatan anggaran pendidikan, pemberlakuan keadilan bagi guru negeri dan swasta,peningkatan kompetensi guru, pendidikan agar tidak formalistic dan lebih subtantif dan bermakna serta perlindungan hokum bagi pendidik Acara diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan seputar implementasi regulasi di sekolah, tantangan yang dihadapi guru, serta solusi untuk menyelaraskan kebijakan dengan praktik pembelajaran di kelas. Hal ini menunjukkan antusiasme peserta dalam upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme sebagai pendidik. Melalui seminar dan sosialisasi ini, diharapkan para kepala sekolah dan guru mampu mengimplementasikan regulasi secara tepat dan berintegritas, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada mutu. Dengan demikian, upaya pendidikan bermutu untuk semua dapat terwujud secara berkelanjutan. Rep  H. Wahdan Arifudin S.Pd   SMPM 2 Godean MPI PDM Sleman

Loading