Sleman, Pdmsleman.Or.Id SMK Muhammadiyah 1 Sleman kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Olympiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) tingkat DI Yogyakarta yang digelar pada Sabtu, 22 November 2025. Pada kompetisi bergengsi ini, sekolah berhasil membawa pulang dua medali sekaligus dari dua kategori berbeda. Pada cabang Dakwah Digital yang berlangsung di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Ma’ruf Rosyidi berhasil meraih Juara 1 dan menyumbangkan medali emas untuk sekolah. Penampilan Ma’ruf dinilai unggul dalam penyampaian pesan dakwah yang kreatif, komunikatif, dan sesuai perkembangan media digital. Sementara itu, pada cabang Film Indie yang dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, tim film yang yang diwakili oleh Dias, Zaki, dan Mukti berhasil meraih Juara 2 dan membawa pulang medali perak. Karya mereka dinilai kuat dalam sisi sinematografi, alur cerita, dan pesan moral yang disampaikan. Prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas siswa SMK Muhammadiyah 1 Sleman dalam dunia digital kreatif dan dakwah modern. Sekolah berharap keberhasilan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi dan berkarya. Rep Afifundin SMKM 1 Sleman
Yogyakarta. Pdmsleman.Or.Id Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi dibuka, Sabtu (22/11). Pembukaan berlangsung di Grha Ibnu Sina SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta yang dipimpin Ketua PWM DIY Muhammad Ikhwan Ahada. Sebanyak 1681 peserta sekolah/madrasah Muhammadiyah se-DIY turut berpartisipasi dalam agenda dua tahunan tersebut. Bersamaan dengan itu, mempertandingkan sebanyak 27 cabang lomba mulai dari bidang akademik, seni, keislaman, penelitian, hingga teknologi. Sebanyak lima lokasi tersebar untuk pelaksanaan OlympicAD DIY VIII, yaitu SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, dan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Ketua Panitia OlympicAD DIY VIII Sarjilah mengatakan, sejak awal, para pendahulu Muhammadiyah telah meletakkan fondasi perlombaan dalam dunia pendidikan melalui Congres Moerid pada tahun 1925. Tujuannya, memperkuat silaturahmi dan menanamkan budaya kompetisi yang sehat di kalangan pelajar Muhammadiyah. “Inilah tradisi besar yang diwariskan dan terus dijaga hingga kini. Dan hari ini, tradisi tersebut telah kita wujudkan dalam bentuk OlympicAD,” katanya. Menurutnya, OlympicAD telah berkembang menjadi kompetisi terbesar di lingkungan Persyarikatan. Kompetisi tersebut mencakup akademik, seni, olahraga, teknologi, hingga keislaman. “Yang melibatkan para siswa, guru, dan kepala sekolah,” ucapnya. Sarjilah menekankan, OlympicAD bukan sekadar ajang berkompetisi, tetapi menjadi ruang pemetaan potensi dan pembibitan talenta terbaik. “Yang kelak akan mewakili DIY ditingkat nasional di Makassar, Sulawesi Selatan pada Februari 2026 mendatang,” tuturnya. Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PWM DIY Achmad Muhamad menekankan, OlympicAD menjadi ajang silaturrahmi pelajar Muhammadiyah. “Bahwa OlympicAD kita bertanding dan berkompetisi, tapi satu hal yang jangan dilupakan, OlympicAD adalah ajang silaturrahmi,” tegasnya. Achmad menambahkan, OlympicAD juga menjadi ruang untuk meningkatkan semangat berprestasi pelajar Muhammadiyah dalam bidang akademik, seni, olahraga, dan keislaman secara kolektif. “Kita tidak hanya bersemangat untuk menjadi juara di DIY saja, tapi harus sampai ke Makassar. Kita berangkat bersama-sama untuk meraih juara umum,” ujarnya. Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY Tukiman mengapresiasi prestasi pelajar Muhammadiyah DIY sangat luar biasa. “Baik dari guru, kepala sekolah, maupun siswa-siswanya,” bebernya. Tukiman sangat optimis, prestasi gemilang pelajar Muhammadiyah dapat berkembang lebih baik lagi. “Dengan sistem yang sudah terbangun sangat luar biasa, akan menjadi inspirasi dan pengisi prestasi gemilang ke depannya,” jelasnya. Sementara, Ikhwan menyebut OlympicAD merupakan media anak-anak mengekspresikan kemampuan, pemahaman, daya nalar, sekaligus juga menjadi ruang mengamalkan. Menurutnya, hal ini berimplikasi pada tumbuhnya kepercayaan diri, terbentuknya karakter kompetitif yang sehat, serta meningkatnya motivasi belajar siswa. “OlympicAD tidak hanya cerdas cermat, adu kemampuan secara kognitif-akademis, tapi juga ada fahmil Qur’an, bagaimana memahami Al-Qur’an, tapi juga ada sains dalam bentuk praktek,” jelasnya. Ikhwan mendorong para peserta berkompetisi dengan sebaik-baiknya. Dengan outputnya, dapat meraih prestasi ditingkat nasional yang membanggakan. “Dengan #DIYIstimewaPWMDIYJuara, ini memberikan semangat agar pasca-OlympicAD VIII, anak-anak kita lahir para juara dalam OlympicAD tingkat nasional di Makassar nanti,” katanya. Ikhwan berharap, para peserta OlympicAD ini lahir menjadi kader-kader Dahlan muda yang berkemajuan. “Sebagai implementasi dari fastabiqul khayrat. Tidak sekadar perlombaan secara jasmani, tetapi berlomba apa yang dipahami menjadi amal harian, tapi memiliki dampak bagi agama, kemanusiaan, sosial, dan global,” tandasnya. Rep (Cris) Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Prambanan, Pdmsleman.Or.Id SD MBS untuk pertama kalinya menyelenggarakan Apel Akbar dan Pelantikan Organisasi Otonom (Ortom) pada bulan Oktober di halaman sekolah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen SD MBS dalam membina kader persyarikatan Muhammadiyah sejak dini. Acara tersebut tak hanya dihadiri oleh Pelantik dan Saksi Pelantik, tetapi turut hadir pula perwakilan wali murid dan seluruh siswa kelas 4 hingga kelas 6 yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Suasana apel berlangsung khidmat dan inspiratif. H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman selaku pembina apel menyampaikan pesan dari Ali bin Abi Thalib: “Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah, maka jadilah orang yang berilmu (Kun ‘Aliman)”. Dalam pesannya agar siswa SD MBS menjadi anak yang pintar dengan cara memperhatikan pelajaran, mencintai kegiatan sekolah, dan menaati tata tertib. Di akhir amanat, Harjaka menyampaikan nasihat berbahasa Jawa, “Padang rembulane, jembar kalangane,” yang berarti otak dan pikirannya masih luas serta perjalanan belajarnya masih panjang. Setelah pelaksanaan apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan tiga organisasi otonom (Ortom) di lingkungan SD MBS. Ketiga organisasi tersebut adalah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Junior, Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW), dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Cilik. Sebanyak 14 murid, terdiri atas 7 putri dan 7 putra, resmi dilantik sebagai pengurus IPM Junior. Ketua terpilih, Ananda Zahra Asysyifa Humairabersama jajaran pengurusnya dilantik oleh Ipinawati Alifia Maheswari dari PCIPM Kapanewon Prambanan. Ustazah Rizana Avida, S.T., S.Pd. selaku Kepala SD MBS serta H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A. selaku PDPM Kabupaten Sleman Sebanyak 20 murid, terdiri dari 10 putra dan 10 putri, dikukuhkan sebagai Dewan Pengenal HW SD MBS. Ananda Muhibba Mumtaz Muhammadi dipercaya sebagai Komandan Putra, sedangkan Ananda Aqila Najla Prameswari sebagai Komandan Putri. Pelantikan dilakukan oleh Ramanda Anna Yaskuri dari Kwartir Cabang HW Kapanewon Prambanan. H. Surakhmad, S.Pd. selaku Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Sleman, Ustaz Agus Yulianto selaku Dikdasmen PCM Kapanewon Prambanan, dr. H. Omar Indroyono selaku PCM Kapanewon Prambanan, serta Ustaz Rahmat Susanto, S.Pd. selaku Wapim I Bidang Pendidikan PPM MBS Yogyakartahadir sebagai saksi. Sebanyak 10 putra bergabung dalam pasukan KOKAM Cilik SD MBS.Komandan terpilih, Ananda Fathan Al Farabi bersama pasukan dilantik oleh Eko Priyantoro, S.Kom. dari PCM Kapanewon Prambanan. Prakasa Radya Sulendra, S.T. selaku PDPM Kabupaten Sleman dan Aiptu Yusup B.,S.H. selaku Ps. Panit Binmas Polsek Kapanewon Prambananhadir sebagai saksi. Salah satu momen istimewa dari kegiatan ini adalah pelantikan IPM Junior SD MBS yang menjadi IPM tingkat SD pertama di wilayah DIY. Usai pelantikan, dilaksanakan penandatanganan berita acara dan pembacaan ikrar oleh para pelantik dan pengurus ortom SD MBS, sebagaimana dituturkan Noviana Widyaningrum, S.Pd. pada Kamis 20 November 2025. Ustazah Rizana Avida, S.T., S.Pd., selaku Kepala SD MBS, menyampaikan bahwa kehadiran ortom di SD MBS merupakan wadah belajar berorganisasi dan pembentukan karakter kepemimpinan. “Melalui ortom, para siswa diajarkan tanggung jawab dan kedisiplinan agar mampu menjadi pionir teladan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya. Beliau juga berharap para pengurus ortom dapat menjadi kader Muhammadiyah yang cerdas secara intelektual dan kuat secara spiritual, sehingga siap mengemban amanah umat dan bangsa di masa depan. Rep : Noviana Widyaningrum, S.Pd. Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman.
Pakem, Pdmsleman.Or.Id SD Muhammadiyah Pakem Sleman berhasil meraih juara II dalam ajang bergengsi “Lomba Polisi Cilik” yang diselenggarakan Polresta Sleman. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 31 Oktober 2025 bertempat di GOR Pangukan. Lomba Polisi Cilik Polresta Sleman ini diikuti oleh 11 Sekolah Dasar yang berada di wilayah Kabupaten Sleman. SD Muhammadiyah Pakem mengirimkan satu pleton polisi cilik sejumlah 28 anak, yang semuanya berasal dari siswa kelas V. Danton pocil dikomandoi oleh Latifa Nur Rahma. Kegiatan lomba ini dibuka langsung oleh Kapolresta Sleman, Kombes. Pol. Edy Setyanto Erning Wibowo,S.I.K.,M.H. Dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Lomba Pocil ini sebagai bagian dari upaya Polresta Sleman untuk membentuk generasi muda yang bertanggung jawab, berkarakter, dan memiliki rasa cinta terhadap tanah air. “Pocil bukan sekedar lomba baris berbaris, tetapi sebagai wadah untuk membentuk mental, kedisiplinan, serta karakter generasi muda agar dapat tumbuh menjadi penerus bangsa yang berakhlak, beretika, serta memiliki semangat persahabatan yang tinggi,” kata Kombes. Pol. Edy Setyanto. Materi yang dilombakan dalam ajang ini meliputi; PBB, dua belas gerakan lalu lintas, senam lalu lintas, dan variasi formasi. Materi tersebut harus diperagakan dalam waktu maksimal 15 menit. Jika melebihi batas waktu yang ditentukan, akan ada pengurangan nilai. Sementara dewan juri berasal dari kepolisian, kodim, dinas, dan PPI. SD Muhammadiyah Pakem sebagai salah satu peserta Lomba Pocil mendapat nomor undian ke-10. Meskipun mendapat undian di dua nomor terakhir, peserta pocil tetap semangat dan antusias mengikuti kegiatan. Terbukti saat tiba giliran untuk tampil, mereka menunjukkan semangat yang luar biasa dan menampilkan kelihaian mereka dalam baris berbaris, senam lalu lintas, serta pertunjukan variasi yang sangat memukau penonton. Bahkan, para penonton turut serta berjoget mengikuti irama musik yang mengiringi para pocil SD Muhammadiyah Pakem bergaya. Berkat penampilan yang luar biasa, Pocil SD Muhammadiyah Pakem berhasil meraih juara II Lomba Pocil Polresta Sleman. Selain mendapatkan trofi dan sertifikat kejuaraan, pemenang juara kedua mendapatkan uang pembinaan sebesar 1.500.000 rupiah ditambah uang pemberian Bapak Kapolresta Sleman sebesar 1.500.000 rupiah. Total hadiah uang senilai 3.000.000 rupiah. Sebagaimana dituturkan salah pemdamping SDM Pakem Santi kepada redaksi pada Sabtu sore. Prestasi membanggakan ini tak lepas dari sinergi dan dukungan penuh dari berbagai pihak. Jajaran Polsek Pakem mendampingi sejak awal latihan, sementara Para alumni SD Muhammadiyah Pakem ikut ambil peran melatih adik-adiknya dengan sabar dan tak kenal lelah. Support wali murid pun sangat luar biasa. Dan tentu saja, dukungan penuh dari Kepala Sekolah, Hj. Rr. Afiati Fatimah, M.Pd., menjadi kunci kelancaran dan kesuksesan seluruh rangkaian kegiatan lomba ini. kontributor: Santi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Depok, Pdmsleman.Or.Id SMP Muhammadiyah 1 Depok kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang OlympiCad VIII Tingkat SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman Tahun 2025. Pada kompetisi tersebut, SMP Muhammadiyah 1 Depok berhasil meraih total 17 medali, terdiri dari 12 medali emas, 3 medali perak, dan 2 medali perunggu. Pencapaian ini menunjukkan kesungguhan sekolah dalam membimbing dan memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan kemampuan terbaiknya. Peraih Medali Emas diraih oleh Kholivah Purnia (Musikalisasi Puisi), Genia Ratu Azalea, Atiaqh Naflah Zahirah F., dan Raisa Mumtazia P. (Fahmil Qur’an), Muhammad Farhan, Alif Zhafrin Anwaruddin, dan Andi Zulkarnain Darusman (Dakwah Digital), Rayhan Maulana Saputra dan Ardhani Hafiz Angga K. (Robotik), Syifa Annisa Putri (Story Telling), Afifah Fitriya (Desain Poster), Ahmad Sadid (Hifzil Qur’an), Laili Isna F., S.Pd dan Rois Syaifullah, S.Pd (Inobel Guru), Kholivah Purnia Arvita, M. Fanni Shofiatul Azami, Alif Zhafrin Anwaruddin, Muhammad Dzaky Izzuddin, Ananda Nicolas, dan Rae Ayu Shima Ewo Rumbi (Film Indie), Zahra Firaas Earlynov, Pimpin Shafiyyatul K., Alika Kanaya P., Meisya Hilda P., El Vannesya Sarsa P., Alfondita Puri S., Ratu Pramudya W., Putri Nurrahmah M., Earlyta Arsyifa Salsabila, Yuana Dwi Gatraswi, dan Olivia Vebian Niti B. (Senam Anak Indonesia Hebat), Abidin Fuadi Nugroho, M.S.I (Best Practice KS) dan M. Azka Danayaksa (News Reading) Peraih Medali Perak diraih oleh Alief Nur Rizki, Dhafin Khairan Prabowo, dan Pramesti Ningrum Abdianti (Musik Akustik), Khirana Adevanee R. (Ismu in English) dan Edrick Bhagawanta Friyadi (News Reading). Peraih Medali Perunggu diraih oleh Ahmad Almuhari Anshor (News Reading) dan Khansa Inashaki Amera (Kaligrafi) Kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Depok Abidin Fuadi Nugroho, M.S.I menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pembimbing, pelatih, dan guru yang telah membimbing para peserta dengan penuh kesungguhan. Terima kasih juga kepada para orang tua dan wali siswa atas dukungan dan doa yang tidak pernah putus, serta kepada seluruh keluarga besar SMP Muhammadiyah 1 Depok yang senantiasa menciptakan lingkungan sekolah yang hangat, bersemangat, dan mendukung perkembangan potensi siswa. Prestasi ini menjadi motivasi bersama untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, pembelajaran, dan budaya berprestasi di sekolah. Kontributor: Nurhache SMPM 1 Depok Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id SMK Muhammadiyah 1 Sleman bekerja sama dengan Kawasaki Motor Indonesia menggelar kegiatan Safety Riding pada Kamis (30/10/2025) di lapangan sekolah, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 20 siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir. Acara dimulai dengan pemberian materi teori di kelas, di mana instruktur dari Kawasaki Motor Indonesia menjelaskan pentingnya keselamatan dalam berkendara. Materi mencakup persiapan sebelum berkendara, seperti pengecekan kondisi kendaraan, perlengkapan keselamatan, hingga etika dan sikap pengendara di jalan raya. Materi disampaikan oleh Riyanto dan Judi Aditya dari PT Kawasaki Motor Indonesia Bekasi . Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan. Para peserta diajak untuk mempraktikkan teknik berkendara yang baik dan benar melalui simulasi rintangan yang telah disiapkan. Rintangan tersebut melatih keseimbangan, ketepatan pengereman, hingga kemampuan mengendalikan motor di berbagai kondisi. Pada akhir sesi praktik, instruktur memilih beberapa siswa terbaik yang menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menerapkan teknik berkendara aman. Sebagai bentuk apresiasi dan tantangan tambahan, mereka diajak mengikuti game khusus yang menguji kelincahan dan ketepatan dalam menghadapi rintangan dengan teknik-teknik tertentu yang diajarkan sebelumnya. M. Afif salah satu pengajar di SMKM 1 Sleman menuturkan “Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat meningkatkan kesadaran dan keterampilan berkendara aman, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari”. Program seperti ini juga menjadi bagian dari upaya SMK Muhammadiyah 1 Sleman dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan berkarakter, tidak hanya dalam bidang teknik, tetapi juga dalam hal keselamatan dan tanggung jawab di jalan raya. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengalaman dalam berkendara dengan aman sertabelajar langsung dari instruktur profesional dan bisa mempraktikkannya secara nyata. Dengan dukungan dari Kawasaki Motor Indonesia, kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan dalam membangun budaya keselamatan berkendara di kalangan pelajar. Rep M Afif SMKM Munas MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Turi, Pdmsleman.Or.Id SD Muhammadiyah Dadapan Turi guna membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, dan tangguh, menggelar kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa) pada 10–11 Oktober 2025 di Bumi Perkemahan Pulewulung, Kecamatan Turi, Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid kelas 4 dan 5, didampingi para pembina Hizbul Wathan serta guru SD Muhammadiyah Dadapan. Suasana kemah tampak penuh semangat dan keceriaan sejak para peserta tiba di lokasi. Mereka berbaur dalam suasana kebersamaan, mendirikan tenda, dan menata peralatan kemah secara mandiri. “Tujuan utama kegiatan Perjusa adalah melatih kemandirian, kedisiplinan, dan kerja sama antar murid, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter Islami yang menjadi ciri khas sekolah Muhammadiyah,” ujar Drs. Sugeng Riyoto, dari Majelis Dikdasmen PCM Turi, saat ditemui di sela kegiatan. Selama dua hari perkemahan, para peserta mengikuti beragam kegiatan edukatif dan rekreatif, seperti upacara api unggun, jelajah alam, lomba yel-yel, serta pentas seni. Setiap kegiatan dirancang untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan semangat kebersamaan di antara para murid. “Kami ingin anak-anak belajar langsung dari pengalaman. Mereka tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi juga melalui aktivitas yang menumbuhkan kepemimpinan dan rasa saling menghargai,” tambah Sugeng Riyoto. Salah satu guru pembina, Ramanda Syafiq, menuturkan bahwa kegiatan semacam ini menjadi sarana efektif untuk mengasah karakter siswa di luar ruang belajar. “Anak-anak sangat antusias. Mereka belajar bekerja sama, membantu teman, dan menyelesaikan tugas bersama. Ini pembelajaran berharga bagi pembentukan karakter mereka,” ujarnya. Kegiatan api unggun menjadi puncak acara, di mana para peserta menampilkan berbagai pentas seni dan yel-yel yang menggambarkan semangat kebersamaan. Sorak gembira dan tawa ceria mengiringi malam penuh keakraban tersebut. Kepala SD Muhammadiyah Dadapan Rahayu S S.Pd, dalam penutupannya, menyampaikan harapan agar kegiatan Perjusa menjadi tradisi tahunan sekolah. “Kami ingin terus menanamkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemandirian sejak dini. Melalui kebersamaan di perkemahan ini, anak-anak belajar arti penting kerja sama dan rasa syukur,” katanya. Kegiatan Perjusa SD Muhammadiyah Dadapan tahun ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi pendidikan, tetapi juga wahana pembentukan karakter menjadi generasi berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan masa depan. Rep Editor Arief HArtanto MPI PDM SLeman
Turi, Pdmsleman.Or.Id SD Muhammadiyah Dadapan Wonokerto Turi kembali menyelenggarakan kegiatan rutin berupa pengajian dan parenting bagi wali murid pada Sabtu (27/9). Kegiatan yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara pihak sekolah dengan orang tua sekaligus memperkuat tradisi tholabul ilmi. Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan tilawah, penampilan hafalan hadis oleh siswa, sambutan-sambutan, hingga inti pengajian yang disampaikan oleh Ustaz Basuki Kasihono. Dalam sambutannya, Kepala SD Muhammadiyah Dadapan Rahayu Sulastriningsih S.Pd menyampaikan terima kasih atas partisipasi para wali murid. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu wali murid yang berkenan hadir. Kehadiran panjenengan semua menjadi semangat tersendiri bagi sekolah untuk terus berbenah,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026/2027 telah resmi dibuka. Pihak sekolah juga sedang merencanakan pembangunan laboratorium komputer guna menunjang pembelajaran digital. “Kami berharap dukungan dan pendampingan dari orang tua dalam mempersiapkan anak-anak menghadapi Asesmen Standar Literasi Minimum (ASLM) dan kegiatan belajar sehari-hari. Sinergi sekolah dengan orang tua adalah kunci kemajuan anak-anak,” tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan parenting dan pengajian ini diadakan secara berkala sebagai sarana memperkuat kebersamaan. “Tujuan utama kegiatan ini tidak hanya membangun komunikasi, tetapi juga sebagai upaya menambah wawasan keislaman bersama,” tuturnya. Sementara itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Drs. Bambang Rahmanto memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. “Kami mendukung penuh setiap program yang dilakukan SD Muhammadiyah Dadapan. Semoga ke depan semakin sukses dan membawa manfaat lebih luas,” katanya. Dalam inti pengajian, Ustaz Basuki Kasihono mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak. Ia mengutip doa, Allahumma inni as’aluka fi’lal khairaat, watarkal munkaraat, Aamiin, yang bermakna permohonan kepada Allah agar dimudahkan berbuat kebaikan dan dijauhkan dari kemungkaran. “Ketika kita sebagai orang tua menyekolahkan anak di sekolah ini, insyaallah itu amanah. Anak-anak kita disiapkan untuk berbakti kepada Allah, kepada orang tua, sekaligus membantu orang tua dalam berbakti kepada Allah,” jelasnya. Menurutnya, pendidikan utama sejatinya berasal dari ibu, sementara komunikasi yang baik dalam keluarga adalah kunci membentuk karakter anak. “Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah. Dengan pertolongan Allah, kita akan lebih mudah untuk selalu bersyukur,” pesannya. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, penuh harapan agar seluruh warga sekolah senantiasa diberi keberkahan dalam mendidik generasi penerus.
Gamping, Pdmsleman.Or.Id SMK Muhammadiyah Gamping menyelenggarakan Pengajian Taman Surga dalam rangka Milad ke-17 sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baabul Ilmi tahap I, pada hari Sabtu, 6 September 2025 bertepatan dengan 14 Rabiul Awal 1447 H. Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah ini dimulai pukul 07.00 WIB dan dihadiri lebih dari 400 orang jamaah. Kepala SMK Muhammadiyah Gamping, Asarika Fajarini, S.S., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jamaah yang hadir. “Alhamdulillah, kami bersyukur atas usia SMK Muhammadiyah Gamping yang telah menginjak 17 tahun. Terimakasih atas kehadiran dan doa bapak-ibu jamaah. Kami memohon dukungan, baik moril maupun materiil, khususnyadalampembangunan Masjid Baabul Ilmi yang memerlukan dana sebesar Rp 984.750.000. Semoganiatbaikinimendapatridha Allah SWT,” ujarnya. Lebih lanjut disampaikan bahwa sekolah telah membuka pendaftaran peserta didik baru gelombang inden tahun ajaran 2026/2027. Pengajian diisi tausiyah oleh Ustadz Drs. H. Hamdan Hambali, Wakil KetuaPimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, yang mengajak jamaah untuk turut berperan aktif dalam pembangunan masjid. “Masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga pusat dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat. Oleh karena itu, mari kita sisihkan sebagian rezeki kita sebagai amal jariyah. InsyaAllah setiap rupiah yang kita keluarkan akan mengalir pahalanya hingga akhirat,” tegasnya. Pada kesempatan tersebut, panitia mengumumkan bahwa telah terkumpul donasi awal sebesar Rp 45.314.000 dari jamaah dan para donatur. Bagi masyarakat yang berkeinginan menyalurkan infaq dapat melalui: Bank BPD DIY Syariah No. Rekening: 806 211 000836a.n. Mushola SMK Muhammadiyah Gamping. Acara ditutup dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baabul Ilmi sebagai symbol dimulainya proses pembangunan. Selain itu, panitia juga menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis serta servis sepeda motor gratis bekerjasama dengan Yamaha Sumber Baru Motor, yang mendapat apresiasi tinggi darimasyarakat. Rep Dwi Sumartono Gamping Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Depok, Pdmsleman.Or.id Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa SMP Muhammadiyah 1 Depok. Radit Setiawan, siswa kelas 7A, berhasil meraih juara 3 kategori Kelompok Umur 14 (T1 Rugby) pada ajang Kejuaraan Nasional Rugby 2025 yang digelar di Lapangan Kenari, Yogyakarta, pada 22–24 Agustus 2025. Kejuaraan yang diikuti berbagai tim dari seluruh Indonesia ini mempertandingkan beberapa kategori, mulai dari kelompok usia KU 14, KU 16, KU 18, hingga kategori dewasa. Dalam persaingan ketat di KU 14 T1 Rugby, Radit menunjukkan kemampuan, semangat juang, dan kerja sama tim yang solid hingga berhasil meraih posisi ketiga. Kepala SMP Muhammadiyah 1 Depok Abidin Fuadi S.Pd menyampaikan rasa bangga atas capaian yang diraih Radit. “Kami sangat mengapresiasi perjuangan Radit. Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa SMP Muhammadiyah 1 Depok tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berprestasi di bidang olahraga,” ujarnya. Dengan capaian ini, Radit Setiawan diharapkan dapat terus mengasah kemampuan dan menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk berani berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.kontributor : nhc