Pusat Studi Muhammadiyah Gelar Seminar Pendidikan: Pendidikan Bermutu untuk Semua, Ada Beasiswa bagi Guru Belum S1

Sleman, Pdmsleman.Mu.Or.Id Dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru serta mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan, telah diselenggarakan Seminar Pendidikan dan Sosialisasi Regulasi Guru dengan tema “Meningkatkan Profesionalisme Guru demi Terciptanya Pendidikan Bermutu untuk Semua” pada Senin, 15 Desember 2025 bertempat di Hotel Ramada by Wyndham Jl. Magelang KM 14 Sleman Yogyakarta Kegiatan ini diikuti oleh Dinas Pendidikan DIY, Kepala Sekolah, dan guru SMP dan SMA di Yogyakarta sejumlah 100 peserta. Seminar ini bertujuan memberikan sosialisasi regulasi guru untuk meningkatkan profesionalisme demi terciptanya pendidikan bermutu untuk semua khususnya guru dan kepalasekolah SMP SMA di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu juga memperkuat profesionalisme guru dalam meningkatkan mutu pendidikan sebagai fondasi utama tercapainya pembelajaran bermutu di sekolah. Tujuan lain adalah menjaring ide dan gagasan dari penggerak pendidikan di sekolah yang ada di Yogyakarta terkait peluang dan tantangan yang dihadapi dalam profesionalisme guru dan kepala sekolah dalam peningkatan mutu. Dalam sambutannya, Direktur Pusat Studi Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., MPA menyambut gembira karena dapat bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah khususnya Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru yakni tentang Kebijakan dan Peningkatan Profesionalisme Guru. “ Peningkatan profesionalisme menjadi tugas kita bersama karena kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru, jika guru berkualitas maka tentu pendidikan akan berkualitas maju. Mutu pendidikan terus kita perjuangkan walaupun pemerintah menghadapi dua tantangan sekaligus dalam pendidikan,yang pertama akses pendidikan yang merata dari Miangas sampai Pulau Rote, akses sarana prasarana dan yang kedua mutu pendidikan, hal ini menjadi penting dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru, ungkap Bachtiar Dwi Kurniawan. Sebagai nara sumber, dihadirkan staf khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Arif Jamali Muis, S.Pd, M.Pd memaparkan hal sangat penting terkait pendidikan agar bermutu yakni ‘guru harus kompeten dan sejahtera, tanpa itu maka proses pembelajaran, proses pendidikan itu tidak akan berjalan dengan baik, guru itu harus kompeten, hampir 90 persen program kementerian dikdasmen tahun 2025 ini untuk menunjang agar guru kompeten dan sedikit banyak agar guru sejahtera; pembelajaran mendalam, pelatihan guru, pelatihan stem dll semua itu agar guru-guru kompeten. Termasuk tahun 2026 ada beasiswa guru yang belum S1 dan D-4. Ada sekitar 150.000 guru se-Indonesia yang belum S1. Maka akan dibuka beasiswa jika mungkin bisa ditempuh 1 tahun maka yang bersangkutan  kira-kira bisa menyelesaikan S1. Dan diharapkan nantinya akan mendapat tunjangan sertifikasi, papar Arif Jamali Muis Berbagai kebijakan dan regulasi guru, termasuk standar kompetensi, pengembangan keprofesian berkelanjutan, serta implikasi regulasi terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Peserta diajak untuk memahami regulasi tidak hanya sebagai aturan atau beban administratif, tetapi sebagai instrumen untuk melindungi profesi guru dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Selanjutnya FGD/Forum Group Diskusi menghadirkan tiga nara sumber yaitu Fatur Rahman, M.Si dengan materi Profesionalisme dan kepemimpinan adaptif, membangun budaya kerja postitif di lingkungan sekolah, Paparan kedua oleh Nurwanto, S.Ag, M.A., M.Ed., Ph.D dengan materi Penguatan karakter dan etika profesi guru dari regulasi ke Implementasi. Paparan ketiga oleh Dr. H. Ridwan Furqoni, S.Pd. I, M.P.I. Praktisi, dan kepala sekolah menyampaikan materi tentang Membangun pendidikan berkeadilan. Fatur Rahman, M.Si, merupakan praktisi pendidikan dan Majelis Dikdasmen dan PNF PWM D.I. Yogyakarta menyampaikan kepada peserta siapkah kita menjadi bagian perubahan itu ? Bagaimana respon kita? Apakah bersikap resisten, cemas atau sekedar kepatuhan adminstratif saja? Diperlukan kepemimpinan adaptif yaitu kemampuan pemimpin sekolah untuk menavigasi perubahan, ketidakpastian dan kompleksitas dengan cara membantu warga sekolah untuk belajar, menyesuaikan diri dan menemukan solusi bersama bukan sekedar menerapkan aturan atau prosedur. Bagaimana kepemimpinan adaptif meningkatkan profesionalisme guru? Profesionalisme guru bukan hasil dari perintah/intruksi, bukan karena pengawasan ketat dan bukan dari insentif administrative, melainkan hasil dari focus pada identitas bukan sekedar target, kesadaran terhadap makna dan tujuan pendidikan serta kompetensi yang berkembang. Nurwanto, S.Ag, M.A., M.Ed, Ph.D dalam paparan kedua menyampaikan bahwa penerapan kebijakan beban kerja, kinerja, kesejahteraan dan karakter/etik ditentukan oleh kesiapan budaya, kepemimpinan etis, dan system sekolah disamping regulasi yang berorientasi mutu dan berkeadilan. Sedangkan Dr. H. Ridwan Furqoni, S.Pd. I, M.P.I. menyampaikan ketidakadilan/kesenjangan terhadap guru baik dalam status dan perlindungan kerja; perbedaan hak antara guru ASN dan honorer, GTY, GTT, perlindungan hokum, jenjang karir dll. Adapun solusi dalam membangun pendidikan berkeadilan diantaranya; peningkatan anggaran pendidikan, pemberlakuan keadilan bagi guru negeri dan swasta,peningkatan kompetensi guru, pendidikan agar tidak formalistic dan lebih subtantif dan bermakna serta perlindungan hokum bagi pendidik Acara diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan seputar implementasi regulasi di sekolah, tantangan yang dihadapi guru, serta solusi untuk menyelaraskan kebijakan dengan praktik pembelajaran di kelas. Hal ini menunjukkan antusiasme peserta dalam upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme sebagai pendidik. Melalui seminar dan sosialisasi ini, diharapkan para kepala sekolah dan guru mampu mengimplementasikan regulasi secara tepat dan berintegritas, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada mutu. Dengan demikian, upaya pendidikan bermutu untuk semua dapat terwujud secara berkelanjutan. Rep  H. Wahdan Arifudin S.Pd   SMPM 2 Godean MPI PDM Sleman

Loading

Ektra Robotik SD Muhammadiyah Semoya Berbah Sonsong Generasi Emas Indonesia 

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Dunia digital menjadi hal yang harus dipelajari bila tidak mau ketinggalan tehnogi. Seperti yang dilakukan SD Muhammadiyah Semoya Berbah menggandeng pihak Codero untuk pengenalan teknologi Robotik.Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu 10 Desember 2025 berlangsung di Aula SD Muhammadiyah Semoya, Tegaltirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Kepala SD Muhammadiyah Rini Wiryastuti,SE  SPd, SD ,mengatakan meskipun SD Muhammadiyah Semoya  yang terletak dipinggiran kampung dekat kali ( sungai )  serta berdekatan dengan  kandang sapi, terapi  selalu berinovasi membuat program program  baru. Meskipun sekolah didesa namun program program nya tidak  kalah dengan sekolah yang ada  dikota. Pihak sekolah berusaha  mendatangkan nara sumber yang profesional dalam pembelajran ektrakurikuler .  Antara lain   mengundang nara sumber Robotika dengan tujuan memperkenalkan siswa  lebih memahami teknologi Robotika.  “Harapannya siswa memiliki pengetahuan tentang robot. Mengetahui cara merangkai,  membuat robot, merawat dan mengoperasikan.” Dipilihnya lembaga Codero sebagai mitra karena  Codero merupakan lembaga pelatihan yang berfokus kepada edukasi tehnogi sejak dini untuk anak dan remaja dengan spesifikasi dalam coding dan robotik. Kegiatan tersebut merupakan tambahan pengetahuan dalam pembelajaran ekstrakurikuler  dalam upaya mengembangkan bakat minat anak.“Harapannya siswa siswi  SD Muh Semoya  ke depan lebih bisa berkembang baik  ketrampilan, kemampuan  bakat minat nya dengan berbagai macam kegiatan seperti Robotika.” Lebih jauh juga merupakan  harapan siswa SD Muhammadiyah Semoya bisa berpresatasi dalam berbagai lomba baik lokal, nasional maupun internasinal.Meskipun  berada di perkampungan namun soal prestasi tidak diragukan.  Dengan deretan piala trophy yang di pajang di dalam lemari kaca sebagai  representasi kemampuan siswa. Dengan semangat slogan ” Sekolah Cerak Kandang Sapi Selalu Berprestasi. ” Pungkas Rini. Menurut guru Agama Islam Karmain,SPdi kegiatan pelatihan Robotika diharapkan siswa bisa mengenal dan memahami  teknologi digital, sehingga anak memiliki pengetahuan selain pelajaran pokok disekolah Nantinya diharapkan akan menjadi pelajaran ekstrakulikuler.” Sehingga anak bisa banyak pengetahuan yang di dapat ketika belajar di SD Muhammadiyah Semoya.” REp Kusnadi KIM Berbah Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Siswa SD Muhammadiyah Semoya Berbah  Galang Dana Untuk Musibah  Banjir Aceh dan Sumatera

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Siswa SD Muhammadiyah Semoya beserta guru karyawan dan wali siswa mengumpulkan bantuan donasi musibah banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera Utara. Donasi terkumpul Rp. 8.700.000 diserahkan melalui  LazisMu Berbah para hari Rabu 10 Desember 2025 di SD Muhammadiyah Semoya, Tegaltirto, Berbah Sleman, Yogyakarta. Kepala SD Muhammadiyah Semoya Rini Wiryastuti, SE, SPd SD  mengutip  Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 148 dan surat Al Hasyr ayat 9  bahwa manusia di perintah oleh Allah untuk saling tolong menolong dalam kebaikan. Dan juga mengedepankan  kepentingan orang lain  meskipun dirinya dalam kondisi tidak sedang baik baik saja. Atas dasar kedua ayat tersebut maka  keluarga besar SD  Muhammadiyah Semoya dari Siswa,  wali siswa,  guru dan karyawan mengumpul kan infak  berdonasi untuk korban musibah banjir di Aceh dan Sumatera Utara. “Alhamdulillah  berjalan dengan sangat baik dan selalu antusias dalam tanggap darurat atas musibah yang menimpa saudara kita.” Tutur Rini. Lebih lanjut Rini  menjelaskan bahwa SD Muhammadiyah Semoya berinfaq untuk membantu sesama bukan hanya sekali  ini saja. Kegiatan  membantu sesama sudah merupakan komitmen  kebiasaan rutin dilakukan. Sekolah mempunyai program infak siswa setiap hari.  Juga ada program infak subuh pada bulan Ramadhan. ” Infak tersebut dipergunakan ketika ada siswa yang sakit, melayat ketika ada keluarga siswa yang meninggal. Juga dipergunakan untuk bantuan sosial  ketika  ada musibah yang lain. Baik di dalam negeri ataupun diluar negeri” Jelasnya. Harapannya dengan kegiatan donasi dari usia dini akan menjadi  kebiasaan yang mengakar  sebagai  bentuk kepedulian yang akan terjaga dan terpupuk sampai nanti usia dewasa.  Semoga donasi yang  terkumpul Biasa membantu saudara kita yang kena musibah baik di Aceh  dan Sumatera Utara melalui LazizMu Berbah . “Semoga Allah memberikan kekuatan , ketabahan dan kesabaran kepada saudara yang  terkena musibah. Semoga dimudahkan  segalanya dan kondisinya  segera pulih kembali. Aamiin.” Ketua Badan Pengurus LazisMu Berbah Ardi Sehami, SAG,  yang di dampingi Saefu Rizal,SH kepala Kantor LaziMu Berbah menyampaikan terimakasih  kepada keluarga besar SD Muhammadiyah Semoya atas donasi yang dipercayakan penyaluran melalui LazisMu Berbah. Nantinya donasi akan disampaikan kepada yang berhak bersama donasi dari donatur lain yang akan dikumpulkan. ” Semoga donasi ini menjadikan amal yang mengalir bermanfaat bagi yang menerima dan yang memberikan. Semoga kita semua mendapatkan perlindungan dari Allah.” Rep  Kusnadi KIM Berbah Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Sholat Ghaib dan Donasi untuk Korban Banjir Bandang Sumatera SD Muhammadiyah Girikerto Turi  

 Turi, Pdmsleman.Or.Id SD Muhammadiyah Girikerto kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial kepada para peserta didik hal ini nampak dalam bentuk solidaritas untuk membantu saudara–saudara yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Hal ini juga menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan materi, tetapi juga menanamkan semangat empati dan solidaritas sejak dini kepada seluruh peserta didik. Hal ini nampak pada Jumat, 5 Desember 2025dimana sekolah menggelar kegiatan bertajuk “Mugiker Peduli – Aksi Donasi”  dalam suasana penuh keharuan dan kekhidmatan. Sejak pagi hari para siswa, guru, komite sekolah, orang tua/wali murid, serta sejumlah tokoh masyarakat hadir memadati halaman sekolah. Aksi donasi dibuka dengan pelaksanaan shalat dhuha berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan shalat gaib yang dipimpin langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah Girikerto, R. Ahmad Zaenudin, S.Ag. “Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera,” ujar Zaenudin Lebih lanjut aksi donasi ini sekaligus menjadi pembelajaran karakter bagi anak-anak. “Kami ingin melatih pribadi masing-masing anak agar memiliki empati terhadap orang lain. Mereka harus tumbuh sebagai generasi yang peduli, bukan hanya cerdas secara akademik,” tambahnya. Para guru juga turut memberikan pendampingan agar para siswa memahami makna berbagi, pentingnya membantu sesama, serta ketabahan dalam menghadapi bencana. Setelah rangkaian ibadah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengumpulan donasi. Para siswa dengan antusias memasukkan sumbangan ke dalam kotak donasi yang telah disediakan dan selanjutnya akan disalurkan melalui Lazismu Turi. Aksi sosial “Mugiker Peduli” menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, melainkan juga ruang untuk menumbuhkan karakter mulia generasi masa depan. Semangat kolaborasi, kepedulian, dan persaudaraan yang terbentuk dalam kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas untuk terus memperkuat budaya berbagi dan tolong-menolong, terutama saat musibah dan bencana melanda. Dengan semangat kebersamaan inilah SD Muhammadiyah Girikerto berharap kontribusi kecil yang diberikan dapat meringankan beban saudara di Sumatera dan menjadi ladang amal bagi semua pihak yang terlibat. Arief Hartanto  

Loading

Serbuk Rempah ‘MOEGI’ SMK Muhammadiyah Minggir Jadi Ikon Wirausaha Muda Sekolah

Minggir, Pdmsleman.Or.Id SMK Muhammadiyah Minggir mengukuhkan komitmennya dalam menciptakan wirausaha muda melalui program unggulan Direktorat SMK Kemendikdasmen RI dengan sukses menggelar Unjuk Aksi Produk Kewirausahaan, hal ini terungkap pada inovasi produk minuman serbuk rempah  “MOEGI,” yang mengusung kearifan lokal. Unjuk Aksi ini telah dilaksanakan dalam beberapa kesempatan strategi, menunjukkan konsistensi produk di mata publik dan pemangku kepentingan. 23 November 2025 dipamerkan dalam rangkaian Milad Muhammadiyah, dikemas bersamaan dengan Tabligh Akbar dan berhasil menarik perhatian lebih dari 800 pengunjung. 30 November 2025tampil di Kalurahan Sendangrejo, Minggir, bersama dengan berbagai UMKM, dan didampingi oleh Pimpinan Muhammadiyah, Forkompimcam Minggir, serta Lurah se-Minggir. Produk “MOEGI” yang dikembangkan siswa SMK Muhammadiyah Minggir mendapatkan berbagai positif dan apresiasi tinggi, baik dari tingkat lokal maupun pusat: “Saya sangat mengapresiasi produk siswa ini. MOEGI memiliki potensi besar dan bisa menjadi salah satu ikon kebanggaan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Minggir. Ini membuktikan bahwa kejuruan pendidikan mampu melahirkan produk yang berdaya saing.”H. Ngadimin, Ketua PCM Minggir Dukungan juga datang dari Jakarta yang dalam kesempatan terpisah, produk ini diapresiasi oleh Arif Jamali Muis, Staf Khusus Mendikdasmen RI , yang menyoroti keunggulan “MOEGI” sebagai produk kewirausahaan yang mengusung kearifan lokal . Edy Purwanto S.Pd Kepala SMK Muhammadiyah Minggir menyatakan bahwa kegiatan Unjuk Aksi ini bukan sekedar pameran, melainkan simulasi proses bisnis nyata, mulai dari produksi, branding , hingga pemasaran yang berkolabarasi dengan DUDI (Dunia Usaha Dunia Industry) dan hal ini sejalan dengan tujuan program Direktorat SMK untuk mempersiapkan lulusan yang siap menciptakan lapangan kerja sendiri.”   Ketua Tim Jaringan Usaha dan Kemitraan Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman Sri Wara Nusandari, SE MM di PLUT Sleman, pada pameran yang dilaksanakan tanggal 5 desember dan 12 desember 2025 yang akan datang juga memberikan penghargaan atas produk inovasi ini, berbagai varian seperti jahe original, jahe lemon, kunyit lemon, empon empon dan sebagainya SMK Muhammadiyah Minggir berlokasi di Sidorejo Sendangrejo Minggir  dan berkomitmen menjadi pusat pengembangan keterampilan dan kewirausahaan berbasis nilai-nilai lokal dan Islami, sesuai dengan Arah Direktorat SMK Kemendikdasmen RI. Rep Edy Poer SMKM Minggir Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

SMK Muhammadiyah 2 Turi Perkuat Semangat Wirausaha Siswa Lewat Unjuk Inovasi Kewirausahaan

Turi, Pdmsleman.Or.Id Komitmen SMK Muhammadiyah 2 Turi dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda Nampak dalam penyelenggaraan kegiatan Unjuk Inovasi Kewirausahaan. Program ini merupakan bagian dari Bantuan Pemerintah Program Proyek Kreatif Kewirausahaan yang bertujuan mendorong kreativitas serta kemandirian siswa dalam mengembangkan produk usaha berbasis inovasi. Rangkaian kegiatan digelar di dua lokasi berbeda. Acara pertama berlangsung di GOR Amongrogo pada 27–29 November 2025, dilanjutkan dengan kegiatan kedua di PLUT Sleman pada 5 Desember 2025. Panitia masih merencanakan agenda lanjutan yang akan diselenggarakan pada Jumat, 12 Desember 2025, dan diproyeksikan menjadi puncak perkenalan produk unggulan siswa kepada masyarakat yang lebih luas. Dalam gelaran tersebut, animo masyarakat terlihat sangat tinggi. Banyak pengunjung memadati area pameran untuk melihat langsung karya para siswa. Kehadiran publik yang besar ini menjadi bukti bahwa ide dan kreativitas peserta didik memiliki daya tarik sekaligus potensi pasar yang menjanjikan. Produk-produk unggulan yang dipamerkan di antaranya Shafamu Nata de Aloevera, Shafamu Sabun Cuci Piring, serta Wanitech Audio Amplifier. Ketiga produk ini mendapat perhatian besar karena dinilai memiliki keunikan dan peluang usaha yang dapat dikembangkan ke tahap produksi masal. Kepala SMK Muhammadiyah 2 Turi, Pamuji Subekti, S.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya wadah unjuk kemampuan, namun juga sarana pendidikan nyata untuk meningkatkan mental berwirausaha. “Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa karya siswa kita tidak kalah bersaing. Ini menjadi penyemangat besar bagi sekolah untuk terus mendampingi siswa dalam berinovasi,” ungkapnya di sela acara. Pelaksanaan kegiatan ini turut mendapat dukungan penuh dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, DUDIKA, serta Komunitas UKM Sembada. Kolaborasi tersebut tidak hanya bersifat pendampingan, tetapi juga memberi wawasan praktis mengenai standar produk yang layak masuk pasar serta strategi pengembangan usaha. Salah satu masukan konstruktif datang dari Sri Wara Nusandari, S.E., M.M., Ketua Tim Jaringan Usaha dan Kemitraan Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman. Ia menilai hasil karya siswa sangat inovatif dan mampu bersaing dari segi kreativitas. Khusus untuk produk minuman aloe vera, Sri Wara memberikan saran penambahan informasi berupa keterangan rasa dan tanggal produksi pada label kemasan agar nilai informatif dan kepercayaan konsumen meningkat. “Harapan kami, ke depan semakin banyak lulusan SMK Muhammadiyah 2 Turi yang menjadi wirausahawan sukses,” tuturnya penuh optimisme. Selain itu, dukungan juga disampaikan oleh Nining Sapitri, S.Hut  Konsultan PLUT KUMKM Sleman. Ia memberikan apresiasi khusus kepada produk Wanitech Audio Amplifier. Menurutnya, kualitas suara amplifier buatan siswa tersebut sangat baik dan memiliki nilai jual tinggi. Ia menegaskan bahwa Dinas Koperasi dan UKM siap membantu siswa untuk mengurus PIRT, sertifikat halal, hingga HAKI guna mempersiapkan legalitas produk menuju pasar yang lebih luas. Melalui kegiatan Unjuk Inovasi Kewirausahaan, SMK Muhammadiyah 2 Turi kembali mempertegas perannya sebagai sekolah yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga pada pembentukan generasi muda yang kreatif, produktif, dan siap bersaing di dunia usaha.

Loading

Kokurikuler SMP Muhammadiyah 2 Godean, Mengembangkan Kreativitas Mengolah Makanan

Godean, Pdmsleman.Or.Id SMP Muhammadiyah 2 Godean kembali menghadirkan kegiatan kokurikuler pada bulan November 2025 yang inspiratif.  Kali ini, sekolah mengadakan program Kokurikuler Kewirausahaan berupa memasak sebagai upaya mengembangkan kreativitas murid dalam mengolah makanan, melatih kemandirian dalam menyiapkan makanan sehat,  menumbuhkan sikap kerjasama, disiplin dan tanggung jawab.   Dalam kegiatan tersebut, siswa dibimbing untuk membuat berbagai produk kreatif, seperti makanan ringan, minuman segar, kerajinan tangan, serta produk ramah lingkungan. Guru pembimbing memberikan materi mulai dari pengenalan konsep wirausaha, pengelolaan modal, cara menentukan harga jual, hingga strategi pemasaran yang menarik. Anis Udiarti Lestari,S.Si selaku koordinator kokurikuler menyampaikan: “Pada kokurikuler ini kami mengambil tema Hidup Hemat dan Produktif, anak- anak berkreasi memasak menggunakan bahan dasar yang sederhana seperti tempe, tahu, pisang, singkong dan ubi. Bahan tersebut mereka olah menjadi berbagai jenis makanan seperti kolak, pisang aroma, nuget pisang, nuget tempe, tahu krispy dan lain-lain”. Salah satu momen paling meriah dari kegiatan ini adalah kegiatan memasak dari bahan mentah menjadi siap saji dan dinikmati bahkan ada yang menyajikan seperti warung dan café. Setiap kelas membuka stan di kelas masing-masing untuk memasarkan produk yang telah mereka buat. Suasana sekolah tampak ramai dimana guru-guru berkunjung ke tiap stand kelas masing-masing untuk mencicipi aneka masakan olahan yang variatif. Salah satu guru bu Diyah menyampaikan “Senang melihat anak- anak menjalin kerjasama” Sedangkan Staf kesiswaan Pak Danang menuturkan “Meriah, melatih anak kerjasama, menambah kekompakan antar siswa” Banyak murid yang mengaku senang karena bisa merasakan pengalaman membuat makanan dan minuman bahkan sampai melayani pengunjung dengan ramah, ibaratnya murid berlatih membuka usaha dan berjualan langsung. Diantaranya Zada murid kelas 9B menyampaikan “Menyenangkan, asyik, semua bisa diajak kerjasama, membuat kita disiplin” sedangkan Asta dari murid kelas 8B merasa  “Senang, meningkatkan kekompakan kelas” Kepala SMP Muhammadiyah 2 Godean Wahdan Arifudin, S.Pd juga menyampaikan bahwa program kokurikuler kewirausahaan berupa memasak ini merupakan bagian dari upaya sekolah menyiapkan generasi muda yang mandiri dan inovatif. “Kami ingin murid-murid tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kecakapan hidup, keberanian berinovasi, dan jiwa wirausaha yang positif,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan murid SMP Muhammadiyah 2 Godean mampu menumbuhkan karakter kreatif, ulet, jujur, dan bertanggung jawab. Sekolah menjadikan program ini sebagai kegiatan unggulan yang berkelanjutan dan terus dikembangkan setiap tahunnya.

Loading

SMK Muhammadiyah 1 Sleman Raih Medali Emas Dakwah Digital dan Perak Film Indie Ajang OlympicAD 2025

 Sleman, Pdmsleman.Or.Id SMK Muhammadiyah 1 Sleman kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Olympiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) tingkat DI Yogyakarta yang digelar pada Sabtu, 22 November 2025. Pada kompetisi bergengsi ini, sekolah berhasil membawa pulang dua medali sekaligus dari dua kategori berbeda. Pada cabang Dakwah Digital yang berlangsung di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Ma’ruf Rosyidi berhasil meraih Juara 1 dan menyumbangkan medali emas untuk sekolah. Penampilan Ma’ruf dinilai unggul dalam penyampaian pesan dakwah yang kreatif, komunikatif, dan sesuai perkembangan media digital. Sementara itu, pada cabang Film Indie yang dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, tim film yang yang diwakili oleh Dias, Zaki, dan Mukti berhasil meraih Juara 2 dan membawa pulang medali perak. Karya mereka dinilai kuat dalam sisi sinematografi, alur cerita, dan pesan moral yang disampaikan. Prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas siswa SMK Muhammadiyah 1 Sleman dalam dunia digital kreatif dan dakwah modern. Sekolah berharap keberhasilan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi dan berkarya. Rep  Afifundin SMKM 1 Sleman

Loading

OlympicAD DIY VIII Resmi Dibuka Ketua PWM DIY, Media Anak-anak Ekspresikan Kemampuan, Pemahaman Dan Daya Nalar.

Yogyakarta. Pdmsleman.Or.Id Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi dibuka, Sabtu (22/11). Pembukaan berlangsung di Grha Ibnu Sina SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta yang dipimpin Ketua PWM DIY Muhammad Ikhwan Ahada. Sebanyak 1681 peserta sekolah/madrasah Muhammadiyah se-DIY turut berpartisipasi dalam agenda dua tahunan tersebut. Bersamaan dengan itu, mempertandingkan sebanyak 27 cabang lomba mulai dari bidang akademik, seni, keislaman, penelitian, hingga teknologi. Sebanyak lima lokasi tersebar untuk pelaksanaan OlympicAD DIY VIII, yaitu SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, dan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Ketua Panitia OlympicAD DIY VIII Sarjilah mengatakan, sejak awal, para pendahulu Muhammadiyah telah meletakkan fondasi perlombaan dalam dunia pendidikan melalui Congres Moerid pada tahun 1925. Tujuannya, memperkuat silaturahmi dan menanamkan budaya kompetisi yang sehat di kalangan pelajar Muhammadiyah. “Inilah tradisi besar yang diwariskan dan terus dijaga hingga kini. Dan hari ini, tradisi tersebut telah kita wujudkan dalam bentuk OlympicAD,” katanya. Menurutnya, OlympicAD telah berkembang menjadi kompetisi terbesar di lingkungan Persyarikatan. Kompetisi tersebut mencakup akademik, seni, olahraga, teknologi, hingga keislaman. “Yang melibatkan para siswa, guru, dan kepala sekolah,” ucapnya. Sarjilah menekankan, OlympicAD bukan sekadar ajang berkompetisi, tetapi menjadi ruang pemetaan potensi dan pembibitan talenta terbaik. “Yang kelak akan mewakili DIY ditingkat nasional di Makassar, Sulawesi Selatan pada Februari 2026 mendatang,” tuturnya. Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PWM DIY Achmad Muhamad menekankan, OlympicAD menjadi ajang silaturrahmi pelajar Muhammadiyah. “Bahwa OlympicAD kita bertanding dan berkompetisi, tapi satu hal yang jangan dilupakan, OlympicAD adalah ajang silaturrahmi,” tegasnya. Achmad menambahkan, OlympicAD juga menjadi ruang untuk meningkatkan semangat berprestasi pelajar Muhammadiyah dalam bidang akademik, seni, olahraga, dan keislaman secara kolektif. “Kita tidak hanya bersemangat untuk menjadi juara di DIY saja, tapi harus sampai ke Makassar. Kita berangkat bersama-sama untuk meraih juara umum,” ujarnya. Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY Tukiman mengapresiasi prestasi pelajar Muhammadiyah DIY sangat luar biasa. “Baik dari guru, kepala sekolah, maupun siswa-siswanya,” bebernya. Tukiman sangat optimis, prestasi gemilang pelajar Muhammadiyah dapat berkembang lebih baik lagi. “Dengan sistem yang sudah terbangun sangat luar biasa, akan menjadi inspirasi dan pengisi prestasi gemilang ke depannya,” jelasnya. Sementara, Ikhwan menyebut OlympicAD merupakan media anak-anak mengekspresikan kemampuan, pemahaman, daya nalar, sekaligus juga menjadi ruang mengamalkan. Menurutnya, hal ini berimplikasi pada tumbuhnya kepercayaan diri, terbentuknya karakter kompetitif yang sehat, serta meningkatnya motivasi belajar siswa. “OlympicAD tidak hanya cerdas cermat, adu kemampuan secara kognitif-akademis, tapi juga ada fahmil Qur’an, bagaimana memahami Al-Qur’an, tapi juga ada sains dalam bentuk praktek,” jelasnya. Ikhwan mendorong para peserta berkompetisi dengan sebaik-baiknya. Dengan outputnya, dapat meraih prestasi ditingkat nasional yang membanggakan. “Dengan #DIYIstimewaPWMDIYJuara, ini memberikan semangat agar pasca-OlympicAD VIII, anak-anak kita lahir para juara dalam OlympicAD tingkat nasional di Makassar nanti,” katanya. Ikhwan berharap, para peserta OlympicAD ini lahir menjadi kader-kader Dahlan muda yang berkemajuan. “Sebagai implementasi dari fastabiqul khayrat. Tidak sekadar perlombaan secara jasmani, tetapi berlomba apa yang dipahami menjadi amal harian, tapi memiliki dampak bagi agama, kemanusiaan, sosial, dan global,” tandasnya. Rep (Cris) Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Trending! Pertama di DIY: Ortom SD MBS Resmi Dilantik

Prambanan, Pdmsleman.Or.Id SD MBS untuk pertama kalinya menyelenggarakan Apel Akbar dan Pelantikan Organisasi Otonom (Ortom) pada bulan Oktober di halaman sekolah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen SD MBS dalam membina kader persyarikatan Muhammadiyah sejak dini. Acara tersebut tak hanya dihadiri oleh Pelantik dan Saksi Pelantik, tetapi turut hadir pula perwakilan wali murid dan seluruh siswa kelas 4 hingga kelas 6 yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Suasana apel berlangsung khidmat dan inspiratif.   H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman selaku pembina apel menyampaikan pesan dari Ali bin Abi Thalib: “Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah, maka jadilah orang yang berilmu (Kun ‘Aliman)”. Dalam pesannya agar siswa SD MBS menjadi anak yang pintar dengan cara memperhatikan pelajaran, mencintai kegiatan sekolah, dan menaati tata tertib. Di akhir amanat,   Harjaka menyampaikan nasihat berbahasa Jawa, “Padang rembulane, jembar kalangane,” yang berarti otak dan pikirannya masih luas serta perjalanan belajarnya masih panjang. Setelah pelaksanaan apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan tiga organisasi otonom (Ortom) di lingkungan SD MBS. Ketiga organisasi tersebut adalah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Junior, Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW), dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Cilik. Sebanyak 14 murid, terdiri atas 7 putri dan 7 putra, resmi dilantik sebagai pengurus IPM Junior. Ketua terpilih, Ananda Zahra Asysyifa Humairabersama jajaran pengurusnya dilantik oleh Ipinawati Alifia Maheswari dari PCIPM Kapanewon Prambanan. Ustazah Rizana Avida, S.T., S.Pd. selaku Kepala SD MBS serta   H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A. selaku PDPM Kabupaten Sleman Sebanyak 20 murid, terdiri dari 10 putra dan 10 putri, dikukuhkan sebagai Dewan Pengenal HW SD MBS. Ananda Muhibba Mumtaz Muhammadi dipercaya sebagai Komandan Putra, sedangkan Ananda Aqila Najla Prameswari sebagai Komandan Putri. Pelantikan dilakukan oleh Ramanda Anna Yaskuri dari Kwartir Cabang HW Kapanewon Prambanan.   H. Surakhmad, S.Pd. selaku Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Sleman, Ustaz Agus Yulianto selaku Dikdasmen PCM Kapanewon Prambanan, dr. H. Omar Indroyono selaku PCM Kapanewon Prambanan, serta Ustaz Rahmat Susanto, S.Pd. selaku Wapim I Bidang Pendidikan PPM MBS Yogyakartahadir sebagai saksi. Sebanyak 10 putra bergabung dalam pasukan KOKAM Cilik SD MBS.Komandan terpilih,  Ananda Fathan Al Farabi bersama pasukan dilantik oleh   Eko Priyantoro, S.Kom. dari PCM Kapanewon Prambanan.   Prakasa Radya Sulendra, S.T. selaku PDPM Kabupaten Sleman dan   Aiptu Yusup B.,S.H. selaku Ps. Panit Binmas Polsek Kapanewon Prambananhadir sebagai saksi. Salah satu momen istimewa dari kegiatan ini adalah pelantikan IPM Junior SD MBS yang menjadi IPM tingkat SD pertama di wilayah DIY. Usai pelantikan, dilaksanakan penandatanganan berita acara dan pembacaan ikrar oleh para pelantik dan pengurus ortom SD MBS, sebagaimana dituturkan Noviana Widyaningrum, S.Pd. pada Kamis 20 November 2025. Ustazah Rizana Avida, S.T., S.Pd., selaku Kepala SD MBS, menyampaikan bahwa kehadiran ortom di SD MBS merupakan wadah belajar berorganisasi dan pembentukan karakter kepemimpinan. “Melalui ortom, para siswa diajarkan tanggung jawab dan kedisiplinan agar mampu menjadi pionir teladan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya. Beliau juga berharap para pengurus ortom dapat menjadi kader Muhammadiyah yang cerdas secara intelektual dan kuat secara spiritual, sehingga siap mengemban amanah umat dan bangsa di masa depan. Rep : Noviana Widyaningrum, S.Pd. Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading