Strategic Talent Mapping for Transformatif School SMP Muhammadiyah se-Sleman

Facebook
Twitter
LinkedIn

Pacitan, Pdmsleman.Or.Id

Badan Kerjasama Sekolah atau BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman mengadakan Empowering Leadership di Pacitan mulai Jum’at 24-25 April 2026 diikuti oleh kepala sekolah SMP Muhammadiyah se Sleman dan didampingi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman.

Dalam sambutan pembuka ketua BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman, Hendro Sucipto, M.Pd menyampaikan tujuan adanya penguatan kepemimpinan yakni bagaimana sekolah bisa memetakan kekuatan sekolah, checking program menghadapi SPMB yang akan datang.

Selanjutnya ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, H. Harjaka, S.Pd, S.Ag, M.A., menyampaikan ucapan terima kasih dan sangat mengapresiasi karena BKS melaksanakan kegiatan penguatan terkait strategi mencari bakat-bakat baik kepada guru karyawan, murid dan steakholder terkait.
“Juga kepada PDM Pacitan atas partisipasi dalam kegiatan ini, kita bersama-sama memajukan pendidikan Muhammadiyah.”

Selanjutnya, Ediyanto, M.Pd, M.H.I, wakil ketua PDM Pacitan menyampaikan khutbah pembuka yang cukup dalam, diantaranya beliau menyampaikan :

“Serasa surga bocor karena merasa satu frekuensi kita berada di sini, kita ini mantu nalar, menganyam pikiran.”

Disampaikan pula mengutip kata-kata pusaka moral Ahmad Dahlan :
“Allah tahu bahwa diriku kuat. Karenanya aku diberikan beban yang berat. Akan kulalui hari-hariku dengan tabah dan ikhlas karena itu pertanda bahwa suksesku sudah dekat.”

“lebih baik kekurangan dari pada terlena dalam kemewahan.” tambah Ediyanto

“Kita lihat sekolah kita ada yang sehat, setengah sehat, ada yang di ICU, semoga segera sehat,”

“Mata boleh basah, badan boleh lelah, jalan boleh tertimbun sampah, luka boleh berdarah, jiwa tak boleh menyerah.”

Dunia pendidikan hari ini sangat ngeri, nanti apabila tidak menguasai teknologi akan dikuasai orang lain dan asing.

Untuk itu menurut Ediyanto yang juga pernah menjadi kepala sekolah menyampaikan paling tidak ada 4 pelajaran saja yang kita pelajari ; mengenal hitungan, jagongan atau petungan, ketrampilan dan mengenal agama.

“Jika bisa menguasai 4 hal ini maka kita akan lebih sukses dan dibutuhkan manfaatnya oleh masyarakat.”

Kita menghadapi persoalan pendidikan apabila tidak kita tunaikan akan menjadi hutang pendidikan kita kepada generasi saat ini dan mendatang jika tidak kita maksimalkan kemampuan murid-murid kita.

“Hidup ini penuh masalah, tetapi masalah jangan dijadikan alasan utk berbahagia sedangkan kehadiran masalah baru akan mendatangkan kebahagiaan baru” pungkas Ediyanto dengan penuh semangat.

Rep H Wahdan Arifudin S.PD

Loading

Leave a Replay