Pelatihan Digital Marketing Dorong Peternak Ayam PCM Turi Melek Pemasaran Digital

 Turi, Pdmsleman.Or.Id Majelis Ekonomi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Kelompok 005 menggelar pelatihan digital marketing bagi para peternak ayam di wilayah Turi, Sleman. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Masjid Sirotholmustaqim, Ngentak, Bangunkerto, Turi, Sleman. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha peternakan lokal agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran. Selama ini, pemasaran hasil peternakan masih banyak mengandalkan jaringan pelanggan dan pasar di sekitar wilayah tempat usaha. Ketua Majelis Ekonomi PCM Turi, Marwadi, mengatakan penguasaan pemasaran digital menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha, termasuk para peternak ayam. Menurutnya, perkembangan teknologi membuka peluang bagi peternak untuk memperkenalkan produk secara lebih luas sekaligus membangun jaringan pasar baru. “Peternak tidak cukup hanya menghasilkan produk yang baik. Mereka juga perlu mengetahui bagaimana cara memperkenalkan dan memasarkannya kepada konsumen melalui media digital,” ujar Marwadi. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari Shofi, seorang content creator yang berpengalaman dalam pengelolaan konten digital. Materi yang disampaikan tidak hanya berupa teori, tetapi diarahkan pada praktik yang dapat diterapkan langsung oleh para peserta dalam mengembangkan usaha mereka. Shofi memberikan pemahaman mengenai cara membuat konten yang menarik, mengemas informasi produk, serta memanfaatkan berbagai platform digital untuk menjangkau calon konsumen. Peserta juga dikenalkan dengan pentingnya foto dan video produk yang menarik, penyusunan informasi yang jelas, serta konsistensi dalam mengelola akun media sosial. Salah satu fokus pelatihan adalah pemanfaatan marketplace sebagai sarana pemasaran. Para peternak didorong untuk mulai mengenalkan produk ternak maupun produk olahan berbahan dasar ayam melalui platform perdagangan digital. Dengan cara tersebut, pemasaran tidak lagi terbatas pada konsumen yang berada di sekitar Turi. Selain marketplace, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya membangun jaringan usaha melalui platform digital. Jaringan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dengan konsumen, pelaku usaha kuliner, maupun mitra bisnis dari luar wilayah Sleman. Pelatihan juga membahas perubahan perilaku konsumen di era digital. Konsumen saat ini cenderung mencari informasi produk sebelum melakukan pembelian. Karena itu, pelaku usaha perlu mampu menyajikan informasi yang mudah dipahami, mulai dari jenis produk, kualitas, harga, hingga cara pemesanan. Kolaborasi antara Majelis Ekonomi PCM Turi dan KKN UMY Kelompok 005 tersebut mendapat perhatian positif dari peserta. Kehadiran mahasiswa KKN menjadi bagian dari pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam mengenalkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kegiatan ekonomi warga. Melalui kegiatan ini, para peternak ayam diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kemampuan dalam memasarkan produk, tetapi juga mulai membangun pola pengelolaan usaha yang lebih profesional. Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat memperluas pasar, meningkatkan penjualan, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga. Sinergi antara Muhammadiyah dan perguruan tinggi melalui kegiatan KKN juga diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Pendampingan dan praktik secara berkelanjutan dinilai penting agar pengetahuan yang diperoleh peserta benar-benar dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Majelis Ekonomi PCM Turi berharap kemampuan digital yang diperoleh para peternak dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha secara bertahap. Dengan semakin luasnya akses pasar, produk peternakan warga Turi diharapkan mampu menjangkau konsumen di luar wilayah Sleman dan memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi keluarga maupun masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi masyarakat dapat dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Muhammadiyah melalui Majelis Ekonomi, mahasiswa KKN UMY, dan pelaku usaha lokal bersama-sama mendorong lahirnya pelaku ekonomi yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Rep Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Memahami Gerakan Tajdid Muhammadiyah, Dr. Endro: Tajdid Bukan Mengubah Agama

 Turi, Pdmsleman.Or.Id Gerakan tajdid menjadi salah satu ciri penting dalam perjalanan Muhammadiyah. Tajdid tidak dimaknai sebagai upaya mengubah ajaran Islam, melainkan usaha mengembalikan pemahaman dan pengamalan agama agar tetap sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, sekaligus menjawab perkembangan zaman. Hal tersebut disampaikan Dr. Endro Dwi Hatmanto, M.A. dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam Pengajian Rutin Ahad Kliwon Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi, Minggu (16/8/2026), bertepatan dengan 2 Syafar 1448 H. Pengajian berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi dengan tema “Memahami Gerakan Tajdid Muhammadiyah.” Dalam kajiannya, Endro mengawali pembahasan dengan sebuah pertanyaan yang menurutnya kerap muncul dari rekan-rekannya di luar negeri. Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki masyarakat religius, namun pada saat yang sama masih menghadapi berbagai persoalan sosial seperti korupsi, kekerasan, dan perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai agama. Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Banyak orang menjalankan ibadah dan mengikuti pengajian, tetapi nilai-nilai agama belum tentu tercermin dalam perilaku sehari-hari. “Islam mengajarkan kita senang mengaji, mencari ilmu, rajin mengamalkan, dan memanfaatkan ilmu untuk memberikan manfaat kepada orang lain,” demikian garis besar pesan yang disampaikan Endro dalam pengajian tersebut. Tajdid dan Kiai Ahmad Dahlan Endro kemudian mengaitkan pembahasan tajdid dengan perjuangan Kiai Haji Ahmad Dahlan sebagai tokoh pembaharu yang melahirkan Muhammadiyah. Ia menegaskan, pembaruan yang dilakukan Ahmad Dahlan bukan berarti menciptakan agama baru. Tajdid justru diarahkan untuk memurnikan ajaran Islam dari kebiasaan, pemikiran, maupun tradisi yang tidak sesuai dengan tuntunan agama. Dalam konteks tersebut, Endro menjelaskan hadis riwayat Abu Dawud mengenai hadirnya pembaharu pada setiap awal seratus tahun untuk memperbarui pemahaman dan pengamalan agama umat. Menurutnya, dari konsep tajdid tersebut terdapat sejumlah pendekatan yang dapat dipahami dalam gerakan Muhammadiyah, antara lain purifikasi, modernisasi, dan harmonisasi. Purifikasi, kata dia, berkaitan dengan upaya memurnikan akidah, ibadah, dan akhlak dari berbagai hal yang tidak memiliki dasar yang sesuai dengan Al-Qur’an dan hadis. Ia juga mengingatkan agar masyarakat mampu membedakan antara ajaran agama dan budaya. “Budaya pada dasarnya boleh sepanjang tidak bertentangan dengan syariat,” jelasnya dalam materi yang disampaikan. Ia memberikan sejumlah contoh bahwa tidak semua tradisi atau kebiasaan masyarakat harus ditinggalkan. Budaya yang tidak bertentangan dengan prinsip Islam dapat tetap dipelihara, sedangkan budaya yang bertentangan dengan tauhid, keadilan, dan martabat manusia perlu ditinggalkan atau diperbaiki. Tajdid Harus Melahirkan Amal Selain purifikasi, Endro menekankan pentingnya harmonisasi antara kesalehan individual dan kepedulian sosial. Ia mengambil pelajaran dari Surah Al-Ma’un yang mengingatkan umat Islam agar tidak hanya menjalankan ibadah ritual, tetapi juga memperhatikan anak yatim, kaum dhuafa, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, semangat tersebut menjadi salah satu dasar munculnya berbagai gerakan sosial Muhammadiyah. Agama tidak cukup berhenti pada pengetahuan dan ibadah, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Ia juga menjelaskan pentingnya modernisasi dalam gerakan tajdid. Umat Islam, termasuk warga Muhammadiyah, didorong untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, riset, serta memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menyelesaikan berbagai persoalan umat. “Jangan lelah untuk bekerja dan beramal bagi Muhammadiyah,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam kajian tersebut. Endro juga menyinggung perkembangan amal usaha Muhammadiyah sebagai gambaran bahwa gerakan pembaruan tidak berhenti pada gagasan. Ia menyebut berbagai bidang yang dikembangkan Muhammadiyah, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga pelayanan sosial. Pada bagian akhir, Endro mengajak jamaah untuk meneruskan gagasan tajdid dengan tiga semangat utama. Pertama, memurnikan tauhid dan akidah. Kedua, membangun keseimbangan hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Ketiga, mendorong umat agar menjadi pribadi dan masyarakat yang maju serta mampu berkompetisi menghadapi perkembangan zaman. Pengajian kemudian ditutup dengan doa bersama. Pesan utama yang dibawa dari kajian tersebut adalah bahwa tajdid Muhammadiyah bukan sekadar wacana pembaruan, tetapi harus terlihat dalam kehidupan nyata melalui ilmu, ibadah, akhlak, kepedulian sosial, dan kerja nyata untuk kemajuan masyarakat. Rep Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pengajian Aisyiyah Turi Tekankan Pentingnya Menghiasi Diri dengan Iman

Turi Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Turi kembali menggelar pengajian rutin Ahad Pon 9 Agustus 2026 bertempat di masjid at Taqwa Sidoharjo Bangunkerto Turi Sleman yang diikuti para anggota dan jamaah di lingkungan persyarikatan. Rangkaian pengajian diawali pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Aisyah, menyanyikan Mars Aisyiyah, serta sambutan Ketua PCA Turi, Musfirah, MP. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan diikuti jamaah dengan antusias.  Kegiatan tersebut diisi tausiyah oleh Ustaz. Subagyo, S.Ag., M.Si., yang mengajak jamaah memperkuat iman dengan membiasakan diri bersyukur dan bersabar dalam menjalani kehidupan. Dalam ceramahnya, Ustaz   Subagyo mengingatkan jamaah agar tidak menganggap bulan Safar sebagai bulan yang membawa kesialan. Menurutnya, setiap bulan dalam kalender Islam memiliki kedudukan yang baik dan tidak selayaknya dikaitkan dengan anggapan-anggapan yang tidak memiliki dasar. Ia kemudian mengaitkan pembahasan tersebut dengan tema pentingnya menghiasi kehidupan dengan iman kepada Allah SWT. Iman, menurutnya, tidak cukup hanya diyakini dalam hati, tetapi harus tercermin melalui sikap dan perilaku sehari-hari. “Orang yang beriman itu harus mampu bersyukur dan bersabar,” pesannya kepada jamaah. Syukur diwujudkan dengan menyadari berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT, kemudian menggunakan nikmat tersebut untuk melakukan kebaikan. Kesehatan, waktu, harta, keluarga maupun kesempatan untuk beribadah merupakan nikmat yang harus dimanfaatkan secara benar. Menurut dia, ketika seseorang memperoleh kesehatan, maka kesehatan itu semestinya digunakan untuk beribadah, menuntut ilmu dan membantu sesama. Demikian pula ketika memperoleh rezeki lebih, hendaknya tidak hanya dinikmati untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi terhadap kiprah Aisyiyah yang selama ini bergerak dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, sosial dan kesehatan. Ia mendorong para kader Aisyiyah untuk terus bersemangat melakukan amal usaha dan pelayanan kepada masyarakat tanpa dibatasi usia. Selain syukur, kesabaran menjadi bagian penting dari kehidupan orang beriman. Ustaz   Subagyo menjelaskan bahwa ujian kehidupan dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari persoalan kesehatan, keluarga, ekonomi hingga persoalan lainnya. Semua itu harus dihadapi dengan kesabaran dan tetap mengharap pertolongan Allah SWT. “Sabarnya itu merupakan kekuatan jiwa dalam menghadapi ujian Allah,” tuturnya. Ia juga mengingatkan jamaah agar menjaga salat lima waktu. Menurutnya, kehidupan yang tertib dalam menjalankan ibadah menjadi salah satu cerminan kualitas keimanan seseorang. Pengajian juga tidak seharusnya membuat seseorang meninggalkan kewajiban salat ketika waktunya telah tiba. Selain itu, jamaah diajak membangun akhlak terpuji, antara lain rendah hati, menjaga kehormatan diri, senang membantu orang lain dan tidak memiliki sifat fasik maupun takabur. Keimanan, kata dia, harus melahirkan pribadi yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan. Di akhir tausiyah, Ustaz  . Subagyo mengajak seluruh jamaah untuk terus memohon kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan menjadi pribadi yang ahli bersyukur, sabar, rendah hati dan berakhlak baik. Pesan tersebut diharapkan tidak berhenti dalam forum pengajian, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga, organisasi dan masyarakat. Dengan iman yang diwujudkan melalui amal nyata, keberadaan Aisyiyah diharapkan semakin memberikan manfaat bagi umat dan lingkungan sekitar.  Rep Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

SD Muhammadiyah Dadapan Rayakan Milad ke-63, Teguhkan Karakter Islami dan Semangat Berkemajuan

Turi, Pdmsleman.Or.Id SD Muhammadiyah Dadapan, Turi, Sleman, memperingati Milad ke-63 dengan mengusung tema “Menguatkan Karakter Islami, Mengukir Prestasi, Mewujudkan Generasi Berkemajuan.” Puncak peringatan dilaksanakan Sabtu (8/8/2026) di Sirkuit Beagle, Donokerto, Turi, Sleman, yang berada tepat di depan kampus SD Muhammadiyah Dadapan. Kegiatan Milad berlangsung meriah dan diikuti sekitar 700 peserta. Mereka terdiri atas jajaran pimpinan Muhammadiyah, guru, siswa, wali murid, komite sekolah, serta sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat. Puncak acara diawali dengan senam bersama yang dipandu instruktur dari Lembaga Budaya, Seni dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA). Para siswa, guru, wali murid, dan tamu undangan tampak mengikuti gerakan senam dengan penuh semangat. Setelah senam bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian doorprize. Suasana semakin semarak ketika sejumlah peserta mendapatkan hadiah yang telah disiapkan panitia. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi rangkaian peringatan milad, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara sekolah, keluarga siswa, dan warga Muhammadiyah di wilayah Turi. Kepala SD Muhammadiyah Dadapan, Lutfi Andari, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian Milad ke-63. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak yang selama ini memberikan perhatian terhadap perkembangan sekolah. “Alhamdulillah, berkenan hadir dalam acara ini PCM Turi Drs Bambang Rahmanto, Majelis Dikdas, PRM, PCA, PRA Turi, Panewu Kecamatan Turi, Kapolsek, Danramil, pimpinan AUM Turi, komite, murid-murid SD Muhammadiyah Dadapan beserta wali murid,” ujar Lutfi. Ia menyebutkan, jumlah peserta yang hadir dalam puncak Milad mencapai kurang lebih 700 orang. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan SD Muhammadiyah Dadapan tidak terlepas dari dukungan persyarikatan dan masyarakat. Lutfi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada para donatur yang turut memberikan dukungan sehingga rangkaian Milad dapat berjalan dengan baik. “Terima kasih kepada semua pihak dan para donatur yang telah berkenan turut menyukseskan kegiatan Milad ini,” katanya. Di tengah peringatan Milad ke-63, perkembangan penerimaan peserta didik baru juga menunjukkan sinyal positif. Untuk tahun ajaran 2027/2028, SD Muhammadiyah Dadapan telah menerima 40 pendaftar calon murid dari total kuota 56 siswa. Angka tersebut menjadi salah satu indikator adanya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Dengan kuota 56 siswa, jumlah pendaftar yang telah mencapai 40 orang menunjukkan bahwa sekolah masih menjadi salah satu pilihan keluarga di wilayah Turi dan sekitarnya untuk mendapatkan pendidikan yang memadukan pembelajaran umum dengan penguatan nilai-nilai keislaman. Tema Milad tahun ini menjadi pijakan bagi SD Muhammadiyah Dadapan untuk terus mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Penguatan karakter Islami, pengembangan potensi dan prestasi siswa, serta pembentukan generasi yang memiliki semangat berkemajuan menjadi bagian penting dari perjalanan sekolah memasuki usia 63 tahun. Peringatan Milad tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh keluarga besar SD Muhammadiyah Dadapan. Dengan dukungan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, orang tua, masyarakat, serta berbagai pihak, sekolah diharapkan semakin mampu menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kajian Sabtu Pagi Masjid Baiturrahim Turi: Bulan Safar Menjadi Momentum Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik

Turi, Pdmsleman.Or.Id Memasuki bulan Safar 1448 Hijriah, Masjid Baiturrahim Prapatan Turi, Sleman, kembali menggelar Kajian Sabtu Pagi yang menghadirkan Prof. Dr. Ir. H. Sukamta, S.T., M.T., IPM, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ketua PCM Ngaglik, sekaligus pembina KBIH ‘Aisyiyah. Kajian yang berlangsung pada Sabtu Kliwon, 17 Safar 1448 H atau 1 Agustus 2026 pukul 04.45–05.45 WIB tersebut mengangkat tema “Safar: Momentum Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik”, dengan pesan utama menjadikan setiap waktu sebagai kesempatan menambah amal saleh. Di hadapan jamaah yang memenuhi Masjid Baiturrahim, Prof. Sukamta mengawali tausiyah dengan mengajak seluruh kaum muslimin meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Menurutnya, pergantian hari, bulan, maupun tahun bukan sekadar perubahan kalender, melainkan amanah Allah yang harus dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi diri atau muhasabah. Beliau mengutip firman Allah SWT dalam QS. Yunus ayat 6 yang menjelaskan bahwa pergantian malam dan siang merupakan tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang bertakwa. “Allah menciptakan waktu bukan untuk disia-siakan. Setiap pergantian waktu adalah kesempatan memperbaiki kualitas iman, amal, dan akhlak kita,” ungkapnya. Perjalanan Hidup Menuju Allah Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa kata Safar secara bahasa berarti perjalanan. Makna ini mengingatkan setiap manusia bahwa hidup sesungguhnya merupakan perjalanan panjang, mulai dari lahir menuju kematian, dari kehidupan dunia menuju akhirat, dari dosa menuju ampunan Allah, hingga dari kelemahan menuju kemuliaan di sisi-Nya. Beliau mengutip QS. Al-Insyiqaq ayat 6 yang menegaskan bahwa setiap manusia sedang berjalan menuju Rabb-nya dan kelak akan menemui-Nya. “Setiap hari umur kita berkurang. Semoga setiap hari pula amal kita bertambah,” pesannya kepada jamaah. Hijrah Dimulai dari Perubahan Akhlak Prof. Sukamta menegaskan bahwa hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Mengutip sabda Rasulullah ﷺ, beliau menjelaskan bahwa orang yang berhijrah adalah mereka yang meninggalkan segala sesuatu yang dilarang Allah. Beliau mengajak jamaah melakukan introspeksi diri dengan beberapa pertanyaan sederhana. Apakah shalat telah semakin khusyuk, Al-Qur’an telah menjadi bacaan harian, hubungan dengan keluarga semakin harmonis, kepedulian terhadap tetangga meningkat, dan pekerjaan dijalankan dengan penuh amanah. “Hijrah terbaik adalah hijrah akhlak. Ketika karakter kita semakin baik, itulah tanda perjalanan menuju Allah berjalan di jalur yang benar,” tuturnya. Muhasabah Sebelum Perjalanan Berakhir Dalam penyampaiannya, Prof. Sukamta memberikan ilustrasi tentang seorang pengemudi yang selalu memeriksa bahan bakar, rem, ban, dan mesin sebelum melakukan perjalanan jauh. Demikian pula kehidupan manusia. Sebelum perjalanan menuju akhirat berakhir, setiap muslim perlu memeriksa kembali kualitas iman, ibadah, akhlak, amanah, serta hubungan dengan sesama manusia. Beliau juga mengingatkan bahwa Allah tidak menuntut manusia menjadi sempurna secara instan. Yang Allah cintai adalah amal yang dilakukan secara istiqamah meskipun sedikit, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus. “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, bulan ini lebih baik dari bulan sebelumnya, dan tahun ini harus lebih baik daripada tahun lalu,” ujarnya. Memperkuat Ukhuwah dan Menjadi Manusia Bermanfaat Pada bagian berikutnya, Prof. Sukamta mengajak jamaah menjadikan bulan Safar sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah. Mengutip QS. Al-Hujurat ayat 10, beliau menegaskan bahwa sesama mukmin adalah saudara. Menurutnya, masyarakat yang kuat bukan semata karena memiliki banyak orang pandai, melainkan karena warganya saling membantu, saling mendoakan, saling menguatkan, serta saling memaafkan. Beliau juga mengingatkan sabda Rasulullah ﷺ bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Produktif Mengisi Waktu Dalam kajian tersebut, Prof. Sukamta mengajak jamaah meneladani Rasulullah ﷺ yang dikenal sangat produktif dalam mengatur waktu antara ibadah, keluarga, pekerjaan, dan pengabdian kepada masyarakat. Mengutip QS. Asy-Syarh ayat 7–8, beliau mengingatkan bahwa seorang mukmin tidak mengenal waktu kosong karena selalu berusaha mengisinya dengan amal yang bermanfaat. Sebagai penguat pesan, beliau mengajak jamaah merenungkan makna tembang Ilir-Ilir karya Sunan Kalijaga yang mengandung ajakan untuk bangkit dari kelalaian, memperbarui keimanan, dan menyuburkan amal saleh sebagaimana tanaman yang kembali hijau setelah memperoleh air. Muhasabah Menyambut Safar Menjelang penutupan kajian, suasana menjadi semakin khidmat ketika Prof. Sukamta mengajak jamaah melakukan muhasabah. “Jika Allah memanggil kita malam ini, apakah kita sudah siap? Bukan siap karena harta, bukan karena jabatan, tetapi siap karena amal,” ungkapnya. Beliau kemudian menyampaikan sejumlah pesan inspiratif, di antaranya bahwa Safar bukan sekadar nama bulan, tetapi pengingat bahwa hidup adalah perjalanan menuju Allah. Hijrah terbaik bukan berpindah tempat, melainkan berpindah dari kebiasaan buruk menuju amal yang diridhai Allah. Kajian ditutup dengan pembacaan QS. Al-‘Ashr ayat 1–3 sebagai pengingat bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran. Melalui kajian ini, jamaah diajak menjadikan bulan Safar sebagai titik awal memperbaiki diri, memperkuat keluarga, membangun kepedulian sosial, serta meningkatkan kualitas ibadah. Sebagaimana pesan penutup yang disampaikan, kemuliaan suatu waktu bukan ditentukan oleh nama bulannya, melainkan oleh amal saleh yang mengisinya. Pesan tersebut menjadi pengingat bagi setiap muslim agar menjadikan setiap detik kehidupan sebagai bekal terbaik menuju perjumpaan dengan Allah SWT. Rep H. Agus Nugroho S Turi

Loading

Puncak Peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah Turi,   Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian .

Turi, Pdmsleman.Or.Id Suasana halaman SMA  1 Turi di Gunung Anyar, Donokerto, Turi, Sleman, tampak begitu bersemangat sejak Sabtu pagi (25/7/2026). Ratusan perempuan berkaus senada memadati area sekolah dengan senyum merekah. Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Turi resmi menggelar Puncak Peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah, membawa tema besar “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WIB. Sebagai pembuka, Ketua PCA Turi, Sri Winarti, S.Pd., M.Pd., secara resmi membuka jalannya acara. Sri menyampaikan bahwa “ peringatan Milad ke-109 ini bukan sekadar momen seremonial tahunan, melainkan ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen ‘Aisyiyah dalam menebar manfaat nyata bagi masyarakat luas”. Usai pembukaan, suasana berganti riuh hangat saat sekitar 250 peserta perwakilan dari 11 Ranting ‘Aisyiyah se-Cabang Turi bergerak bersama mengikuti Senam ‘Aisyiyah Bahagia. Dipandu oleh instruktur Mbak Ayuk Shafira, gerakan senam yang energik berhasil membakar semangat seluruh warga ‘Aisyiyah yang hadir sejak pagi terbit. Namun, semangat kemanusiaan menjadi inti utama dari perayaan kali ini. PCA Turi menunjukkan kepedulian sosialnya melalui penyerahan tali kasih berupa santunan kepada 15 anak yatim dan dhuafa yang berasal dari KB serta TK ABA se-Cabang Turi. Tak berhenti di situ, perhatian terhadap ekonomi warga juga diwujudkan lewat pemberian dana stimulan atau bantuan bagi 9 pelaku usaha kecil lokal agar terus berkembang. Langkah dakwah sosial ‘Aisyiyah kian lengkap dengan digelarnya sosialisasi sekaligus pengumuman jajaran pengurus Griya Lansia ‘Aisyiyah (GLA). Program ini disiapkan sebagai wadah pendampingan dan perhatian khusus bagi para lanjut usia di wilayah Turi, agar tetap berdaya dan bahagia di masa tua. Momen yang paling ditunggu-tunggu tentu saja pengumuman kejuaraan lomba yang sebelumnya telah digelar meriah. Kebanggaan menyeruak saat para pemenang diumumkan di atas panggung. Untuk Lomba Paduan Suara Mars ‘Aisyiyah antar-ranting, gelar Juara 1 berhasil disabet oleh Ranting Bangunkerto 1, disusul Ranting Wonokerto 2 sebagai Juara 2, dan Ranting Donokerto 2 di posisi Juara 3. Sementara itu, pada Lomba Tahfidz, Ranting Girikerto tampil memukau dan berhasil mengamankan Juara 1. Posisi Juara 2 diraih oleh Ranting Donokerto 4, dan Juara 3 diraih oleh Ranting Wonokerto 1. Gemuruh tepuk tangan dan ucapan selamat mengudara membaur bersama keceriaan pembagian puluhan doorprize menarik yang disediakan oleh PCA Turi serta Majelis ‘Aisyiyah. Puncak peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah di Turi ini akhirnya ditutup dengan rasa syukur yang mendalam. Acara ini berhasil membuktikan bahwa di usia yang makin matang, ‘Aisyiyah terus konsisten menebarkan manfaat untuk perempuan berkemajuan dan masyarakat.  Reporter: Choirunnisa Setyaningsih, S.E., S.Pd. Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Rahasia Sehat Holistik: Dr. Zaenal Sofro Ajak Masyarakat Rawat Hati, Pikiran, dan Tubuh Secara Seimbang

Turi, Pdmsleman.Or.Id Menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan mengonsumsi makanan bergizi atau berolahraga. Kesehatan sejati juga ditentukan oleh keseimbangan hati, pikiran, serta kedekatan spiritual kepada Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, Circ&Med, AIFM, dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), dalam Kajian Syiar Bermuhammadiyah Ahad Kliwon yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah NGablak Kapanewon Turi, Sleman, Ahad (12/7/2026). Di hadapan jamaah, dr. Zaenal menjelaskan bahwa konsep kesehatan holistik memandang manusia sebagai satu kesatuan utuh antara jasmani, psikologis, sosial, dan spiritual. Menurutnya, banyak penyakit kronis berawal dari gaya hidup yang tidak seimbang serta lemahnya kemampuan mengelola hati dan emosi. “Ngaji bukan hanya membaca, tetapi juga mengasah jiwa. Ketika hati tertata, pikiran menjadi jernih dan tubuh pun bekerja lebih optimal,” ujar dr. Zaenal. Ia menekankan pentingnya menjaga fungsi tubuh melalui kebiasaan sederhana, seperti memperbanyak minum air putih, tidak duduk terlalu lama, rajin bergerak, serta memanfaatkan gerakan salat sebagai aktivitas fisik yang membantu melancarkan sirkulasi darah. Menurutnya, tubuh manusia diciptakan dengan mekanisme yang sangat sempurna. Karena itu, manusia perlu mensyukuri nikmat tersebut dengan menerapkan pola hidup sehat sekaligus memperkuat keimanan. Dalam paparannya, dr. Zaenal juga mengajak jamaah memahami bahwa Al-Qur’an tidak hanya menjadi pedoman ibadah, tetapi juga memberikan inspirasi untuk menjaga kesehatan. Ia mengutip sejumlah ayat, di antaranya Surah Ali Imran ayat 190-191, Ali Imran ayat 159, Al-Hajj ayat 46, dan Az-Zariyat ayat 21, yang mendorong manusia untuk berpikir, mengenali dirinya, serta menumbuhkan kelembutan hati. “Yang sesungguhnya buta bukanlah mata, melainkan hati yang ada di dalam dada. Karena itu, kesehatan hati harus menjadi perhatian utama,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin waktu, mengendalikan emosi, serta membangun sikap optimistis dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Menurutnya, stres berkepanjangan dan emosi yang tidak terkendali dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental. Kajian yang berlangsung hangat tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta. Di akhir kegiatan, jamaah diajak menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai motivasi untuk menerapkan pola hidup sehat secara menyeluruh, tidak hanya melalui perawatan fisik, tetapi juga dengan memperkuat ibadah, akhlak, dan hubungan sosial. Konsep kesehatan holistik yang disampaikan dr. Zaenal sejalan dengan pandangan World Health Organization bahwa kesehatan merupakan keadaan sejahtera secara fisik, mental, dan sosial, bukan sekadar terbebas dari penyakit. Pendekatan ini juga didukung berbagai penelitian kedokteran modern yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik, pengelolaan stres, kualitas tidur, serta kesehatan spiritual berkontribusi besar terhadap peningkatan kualitas hidup dan pencegahan penyakit tidak menular. Rep Editor Arief Hartanto TUri

Loading

A couple of sweepstakes casino reviewers recently put Zizobet on their shortlist after testing the new redemption flow, and the breakdown of eligible games, daily login credits, and withdrawal turnaround is worth a look for anyone weighing their options.
Pour les joueurs francophones qui explorent les alternatives de mise en dehors du cadre régulé, plusieurs guides spécialisés passent en revue la fiabilité et les cotes proposées par les opérateurs disponibles, et l'on trouve notamment une analyse détaillée du paris sportif hors ARJEL qui examine les conditions d'inscription ainsi que les méthodes de paiement acceptées par ces plateformes.
Wer ein seriöses Online-Angebot sucht, achtet auf Lizenz, Spielauswahl und faire Bonusbedingungen, bevor er sich bei casino Zizobet anmeldet und dort Echtgeldspiele ausprobiert.
Veteran slots players know that chasing jackpots on the reels feels best when paired with disciplined bankroll management, so most serious spinners read up on volatility ratings and bonus buy features before they load a new title. Comparing welcome packages, free spin offers, and loyalty rewards across different brands helps casual bettors stretch their deposit further while keeping the entertainment value high. For a deeper look at how wagering requirements, RTP disclosures, and licensing jurisdictions shape the modern online casino landscape, check out https://borroloolahouseboats.com/ where regular updates and curated guides keep enthusiasts informed about the latest iGaming releases, live dealer rooms, and progressive prize pools across the industry.
When comparing new gaming platforms, I always look for a balanced mix of slot variety, fair bonus terms, and reliable withdrawal speeds; Bananzia Casino ticks those boxes with a user-friendly interface and a diverse game library.
Online gokken blijft populair onder Nederlandse spelers die houden van tafelspellen, live casino-ervaringen en moderne videoslots. Wie op zoek is naar een overzichtelijk platform met aantrekkelijke bonussen en een uitgebreid spelaanbod, kan terecht bij Magius Casino, waar registratie eenvoudig verloopt, stortingen snel worden verwerkt en de klantenservice dag en nacht bereikbaar is voor vragen over spelregels of accountinstellingen.
Steeds meer Nederlanders ontdekken de spanning van online gokken, waarbij ze op zoek gaan naar een betrouwbaar platform met een uitgebreid aanbod. Nyx Bets Casino voldoet aan deze wens met een ruime collectie gokkasten, tafelspellen en live casinospellen, aangevuld met aantrekkelijke bonussen en een gebruiksvriendelijke interface.
Modern casino reviewers tend to weigh bonus wagering terms, slot RTP listings, and live dealer game variety before publishing their take, and Odinfortune often pops up in those side-by-side breakdowns.
Australian players looking for a polished online gaming hub often compare what Zoome brings to the table against locally licensed competitors, noting its broad pokies catalogue, AUD-friendly banking, and a loyalty setup that feels tuned to the way punters in Sydney, Melbourne, and Perth tend to play across long weekend sessions.
Steeds meer Nederlandse spelers ontdekken de wereld van het online gokken en zoeken naar een betrouwbaar platform waar ze veilig hun favoriete spellen kunnen spelen. Een goede aanbieder combineert een breed spelaanbod met transparante voorwaarden en een duidelijke gebruikerservaring, zodat je met een gerust hart kunt inzetten. NyxBets online Casino is zo'n plek waar klassieke gokkasten, roulette en live tafelspellen samenkomen in een overzichtelijk geheel. Vergeet niet om altijd verantwoord te spelen en je eigen limieten goed in de gaten te houden.
Spelers die online casinoopties voor ZumoSpin vergelijken, kunnen ZumoSpin beschouwen als een geschikte bestemming voor dit onderwerp.
Wie in Nederland graag een gokje waagt online, let tegenwoordig scherp op betrouwbaarheid, snelle uitbetalingen en een overzichtelijk spelaanbod; een platform als KIKI weet daar met transparante voorwaarden en een breed scala aan slots en live tafelspelenvolop op in te spelen.
Players looking for hassle-free ways to enjoy classic table games and slots online often compare welcome bonuses and payout speeds before signing up, and a solid resource like ModernGhana - bingo sites no ID verification UK can help simplify the decision when you want to skip lengthy signup checks and get straight to the action.
Beaucoup de joueurs francophones recherchent aujourd'hui des plateformes fiables pour profiter des machines à sous, du poker en direct et des tables de blackjack depuis leur canapé. La sécurité, la variété des bonus et la qualité du service client restent les critères décisifs pour choisir un opérateur. Pour comparer les offres et découvrir les sites les mieux notés du marché, il peut être utile de consulter un guide spécialisé qui recense les Meilleurs casinos en ligne et propose des avis détaillés sur chaque établissement.
Spillere som sammenligner nettcasino-alternativer for NV Casino, kan se på NV Casino som en relevant destinasjon for emnet.
Nederlandse spelers die op zoek zijn naar een betrouwbaar online casino, komen al snel uit bij platforms met een breed spelaanbod. Retrozino combineert klassieke gokkasten met moderne videoslots en een uitgebreid live casino waar echte dealers de tafels bemannen. Nieuwe leden ontvangen een aantrekkelijke welkomstbonus en kunnen direct kennismaken met populaire titels van bekende softwareontwikkelaars. Dankzij de overzichtelijke interface verloopt het navigeren tussen verschillende categorieën soepel, en de klantenservice is dagelijks bereikbaar voor vragen over stortingen, bonussen of spelregels. Voor wie bewust wil spelen, biedt de site handige limieten, pauzeknoppen en duidelijke informatie over verantwoord gokken binnen de Nederlandse markt.