Risalah Islam Berkemajuan, Tegaskan Komitmen Memajukan Kesejahteraan Turi

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi kembali menggelar Kajian Ahad Kliwon yang berlangsung khidmat pada Ahad, 14 Desember 2025, bertepatan dengan 25 Rajab 1447 Hijriah. Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pimpinan persyarikatan, pimpinan dan pegawai amal usaha Muhammadiyah, serta jamaah pengajian ini menghadirkan Dr. H. Gita Danu Pranata, MM sebagai narasumber utama. Kajian tersebut mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Turi dalam Perspektif Risalah Islam Berkemajuan.” Dalam kesempatan tersebut, Drs. Bambang Rahmanto selaku Ketua PCM Turi menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dari SD Muhammadiyah Balerante dan kepada jama’ah yang tetap bersemangat hadir meski dalam kondisi hujan. Ikhlas ora ikhlas Mangkat, Ikhlas ora ikhlas Rapat, Ikhlas ora ikhlas Semangat, Ikhlas ora ikhlas Infak, Gerimis sithik Ngaji, Rada greges² Ngaji, Ora duwe duit Ngaji, Donya akherat Mukti tutur Bambang mengutip dari Kyai Ahmad Dahlan. Disamping itu disampaikan perolehan donasi warga Muhammadiyah Turi untuk saudara kita yang terkena musibah di Sumatra sementra terkumpul Rp. 42.000.000 dan masih terus bertambah yang dikoordinir oleh Lazismu Turi untuk selankutnya ke Daerah. Dalam paparannya, Dr. Gita Danu menegaskan bahwa tema Milad ke-113 Muhammadiyah, yakni Memajukan Kesejahteraan Bangsa, bukan sekadar rangkaian kata yang indah, melainkan merupakan azzam dan peta jalan perjuangan persyarikatan. Menurutnya, Muhammadiyah sejak awal berdiri telah menjadikan kemajuan dan kesejahteraan sebagai karakter gerakan. “Tema ini bukan slogan, tetapi pedoman untuk bertindak dan bekerja nyata,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa usia Muhammadiyah yang telah melampaui satu abad justru menunjukkan organisasi ini semakin matang dan kokoh dalam perannya di tengah masyarakat. “Muhammadiyah semakin tua justru semakin kuat, semakin menunjukkan kiprahnya. Ini yang membedakan dengan banyak organisasi lain,” kata Gita Danu. Tema besar memajukan kesejahteraan bangsa, lanjutnya, sangat relevan jika diturunkan dalam konteks lokal, termasuk di PCM Turi. Ia menilai tidak ada pertentangan antara cita-cita nasional dan gerakan di tingkat cabang. “Memajukan kesejahteraan Turi adalah bagian dari memajukan kesejahteraan bangsa. Maju dan sejahtera adalah impian semua pihak, baik individu, amal usaha, pegawai, maupun warga persyarikatan,” jelasnya. Kajian ini memberi pemahaman utuh tentang nilai-nilai Muhammadiyah. Ia menilai Risalah Islam Berkemajuan menjadi panduan penting bagi pimpinan dan warga persyarikatan dalam menjalankan peran sosial dan keumatan. “Apa yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi kita saat ini, khususnya dalam mengelola amal usaha agar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Dr. Gita Danu juga menyinggung pengakuan internasional terhadap Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan modern yang memiliki amal usaha kuat di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial ekonomi. Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari konsistensi Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam yang berkemajuan. “Muhammadiyah tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga diapresiasi di tingkat global,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Risalah Islam Berkemajuan bukanlah upaya memberi label baru pada Islam, melainkan penegasan bahwa ajaran Islam pada hakikatnya mendorong kemajuan. Gagasan ini, menurutnya, telah dicontohkan langsung oleh pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, yang menekankan pentingnya berpikir maju, berilmu, dan beramal nyata. Dalam risalah tersebut, Muhammadiyah telah merumuskan prinsip-prinsip dasar yang menjadi panduan warga dan pimpinan persyarikatan, mulai dari penguatan tauhid sebagai fondasi, hingga pengembangan amal usaha sebagai sarana mewujudkan kesejahteraan. “Jika umat belum maju dan sejahtera, berarti ada yang perlu dievaluasi dan diperbaiki dalam cara kita memahami dan mengamalkan Islam,” tegasnya. Kajian Ahad Kliwon PCM Turi ini diharapkan mampu membumikan Risalah Islam Berkemajuan secara konkret, tidak hanya dalam wacana, tetapi juga dalam praktik kehidupan bermasyarakat. Melalui sinergi antara pimpinan, amal usaha, dan jamaah, Muhammadiyah Turi optimistis dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang maju, berkeadaban, dan sejahtera. Rep & Editor Arief Hartanto   PCM Turi, MPI PDM Sleman

Loading

Sholat Ghaib dan Donasi untuk Korban Banjir Bandang Sumatera SD Muhammadiyah Girikerto Turi  

 Turi, Pdmsleman.Or.Id SD Muhammadiyah Girikerto kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial kepada para peserta didik hal ini nampak dalam bentuk solidaritas untuk membantu saudara–saudara yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Hal ini juga menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan materi, tetapi juga menanamkan semangat empati dan solidaritas sejak dini kepada seluruh peserta didik. Hal ini nampak pada Jumat, 5 Desember 2025dimana sekolah menggelar kegiatan bertajuk “Mugiker Peduli – Aksi Donasi”  dalam suasana penuh keharuan dan kekhidmatan. Sejak pagi hari para siswa, guru, komite sekolah, orang tua/wali murid, serta sejumlah tokoh masyarakat hadir memadati halaman sekolah. Aksi donasi dibuka dengan pelaksanaan shalat dhuha berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan shalat gaib yang dipimpin langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah Girikerto, R. Ahmad Zaenudin, S.Ag. “Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera,” ujar Zaenudin Lebih lanjut aksi donasi ini sekaligus menjadi pembelajaran karakter bagi anak-anak. “Kami ingin melatih pribadi masing-masing anak agar memiliki empati terhadap orang lain. Mereka harus tumbuh sebagai generasi yang peduli, bukan hanya cerdas secara akademik,” tambahnya. Para guru juga turut memberikan pendampingan agar para siswa memahami makna berbagi, pentingnya membantu sesama, serta ketabahan dalam menghadapi bencana. Setelah rangkaian ibadah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengumpulan donasi. Para siswa dengan antusias memasukkan sumbangan ke dalam kotak donasi yang telah disediakan dan selanjutnya akan disalurkan melalui Lazismu Turi. Aksi sosial “Mugiker Peduli” menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, melainkan juga ruang untuk menumbuhkan karakter mulia generasi masa depan. Semangat kolaborasi, kepedulian, dan persaudaraan yang terbentuk dalam kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas untuk terus memperkuat budaya berbagi dan tolong-menolong, terutama saat musibah dan bencana melanda. Dengan semangat kebersamaan inilah SD Muhammadiyah Girikerto berharap kontribusi kecil yang diberikan dapat meringankan beban saudara di Sumatera dan menjadi ladang amal bagi semua pihak yang terlibat. Arief Hartanto  

Loading

SMK Muhammadiyah 2 Turi Perkuat Semangat Wirausaha Siswa Lewat Unjuk Inovasi Kewirausahaan

Turi, Pdmsleman.Or.Id Komitmen SMK Muhammadiyah 2 Turi dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda Nampak dalam penyelenggaraan kegiatan Unjuk Inovasi Kewirausahaan. Program ini merupakan bagian dari Bantuan Pemerintah Program Proyek Kreatif Kewirausahaan yang bertujuan mendorong kreativitas serta kemandirian siswa dalam mengembangkan produk usaha berbasis inovasi. Rangkaian kegiatan digelar di dua lokasi berbeda. Acara pertama berlangsung di GOR Amongrogo pada 27–29 November 2025, dilanjutkan dengan kegiatan kedua di PLUT Sleman pada 5 Desember 2025. Panitia masih merencanakan agenda lanjutan yang akan diselenggarakan pada Jumat, 12 Desember 2025, dan diproyeksikan menjadi puncak perkenalan produk unggulan siswa kepada masyarakat yang lebih luas. Dalam gelaran tersebut, animo masyarakat terlihat sangat tinggi. Banyak pengunjung memadati area pameran untuk melihat langsung karya para siswa. Kehadiran publik yang besar ini menjadi bukti bahwa ide dan kreativitas peserta didik memiliki daya tarik sekaligus potensi pasar yang menjanjikan. Produk-produk unggulan yang dipamerkan di antaranya Shafamu Nata de Aloevera, Shafamu Sabun Cuci Piring, serta Wanitech Audio Amplifier. Ketiga produk ini mendapat perhatian besar karena dinilai memiliki keunikan dan peluang usaha yang dapat dikembangkan ke tahap produksi masal. Kepala SMK Muhammadiyah 2 Turi, Pamuji Subekti, S.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya wadah unjuk kemampuan, namun juga sarana pendidikan nyata untuk meningkatkan mental berwirausaha. “Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa karya siswa kita tidak kalah bersaing. Ini menjadi penyemangat besar bagi sekolah untuk terus mendampingi siswa dalam berinovasi,” ungkapnya di sela acara. Pelaksanaan kegiatan ini turut mendapat dukungan penuh dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, DUDIKA, serta Komunitas UKM Sembada. Kolaborasi tersebut tidak hanya bersifat pendampingan, tetapi juga memberi wawasan praktis mengenai standar produk yang layak masuk pasar serta strategi pengembangan usaha. Salah satu masukan konstruktif datang dari Sri Wara Nusandari, S.E., M.M., Ketua Tim Jaringan Usaha dan Kemitraan Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman. Ia menilai hasil karya siswa sangat inovatif dan mampu bersaing dari segi kreativitas. Khusus untuk produk minuman aloe vera, Sri Wara memberikan saran penambahan informasi berupa keterangan rasa dan tanggal produksi pada label kemasan agar nilai informatif dan kepercayaan konsumen meningkat. “Harapan kami, ke depan semakin banyak lulusan SMK Muhammadiyah 2 Turi yang menjadi wirausahawan sukses,” tuturnya penuh optimisme. Selain itu, dukungan juga disampaikan oleh Nining Sapitri, S.Hut  Konsultan PLUT KUMKM Sleman. Ia memberikan apresiasi khusus kepada produk Wanitech Audio Amplifier. Menurutnya, kualitas suara amplifier buatan siswa tersebut sangat baik dan memiliki nilai jual tinggi. Ia menegaskan bahwa Dinas Koperasi dan UKM siap membantu siswa untuk mengurus PIRT, sertifikat halal, hingga HAKI guna mempersiapkan legalitas produk menuju pasar yang lebih luas. Melalui kegiatan Unjuk Inovasi Kewirausahaan, SMK Muhammadiyah 2 Turi kembali mempertegas perannya sebagai sekolah yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga pada pembentukan generasi muda yang kreatif, produktif, dan siap bersaing di dunia usaha.

Loading

Menata Hati, Menguatkan Tauhid Bersama Ustadz Ismail Hermana

Turi, Pdmsleman.Mu.or.id Kajian Sabtu Pagi 22 November 2025 Masjid Baiturrahim, Turi gelar pengajian Menata Hati, Menguatkan Tauhid Bersama Ustadz Ismail Hermana (Ketua Yayasan Bumi Mandiri Mandiri, Edukator Happy Umrah). Dalam kesempatan ini disampaikan bahwa Sayidul istighfar bermakna pengakuan bahwa Allah adalah Tuhanku, dan aku adalah makhluk-Mu. Manusia mengakui banyak dosa. Mungkin baju kita bersih, tapi bisa jadi hati kita belum bersih  Bahkan ketika kita mati, kita  dimandikan sampai bersih, dibungkus kain kafan yang bersih, tapi belum tentu rohani kita sudah bersih. Oleh karena itu, di satu sisi kita harus banyak memohon ampun, dan di sisi yang lain harus banyak berbuat kebaikan, baik ke Allah sang pencipta dan baik kepada sesama makhluk Allah. Suatu ketika seorang ayah bertanya kepada anaknya yang mash kecil “apa itu pantulan atau gema” Anaknya belum tahu, maka ayahnya pun menjelaskan bahwa gema adalah suara yang akan mengikuti dari suara kita keluarkan. Sang ayah pun membuktikan dengan mengajak anaknya ke suatu lembah, dan diteriakkan suara, maka bergemalah suara itu Demikianlah kehidupan, apa yang kita lakukan akan memantul, bergema dan diikuti dengan perbuatan lainnya Setiap kebaikan akan memancarkan kebaikan berikutnya, dan sebaliknya setiap keburukan akan bergema memancarkan dan munculkan keburukan lainnya. Untuk bisa melakukan kebaikan memang butuh perjuangan, namun jika mampu melakukannya akan berbuah kenikmatan. Ibarat sebuah pendakian, berat dalam perjalanannya namun  jika sudah sampai puncaknya  akan mendapatkan pemandangan yang luar biasa. Hidup adalah perjalanan spiritual, Ibarat buku, yang pada umumnya dinilai dari sampulnya. Begitulah hidup, yang juga ditentukan  terutama oleh penutupnya (kematian) dengan Husnul khatimah Shalatlah di masjid sampai mati, jangan menunggu mati untuk dishalatkan di masjid.   Sebagaimna dituturkan H. Agus Nugroho Setiawan, M.P. takmir masjid  kepada redaksi pada Sabtu pagi. Godaan hidup sudah terjadi sejak jaman Nabi Adam as. Demikian juga dengan kita semua, banyak salah dan dosa kepada suami, istri, anak, orang tua, saudara, teman dan lainnya. Oleh karena itu, kita harus banyak memohon ampun kepada Allah antara lain dengan istighfar Rep H Agus Nugroho S PCM Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PCM Turi Mantapkan Jalan Dakwah Berkemajuan melalui Hari Syiar Muhammadiyah

Turi, Pdmsleman.Or.Id Untuk memperkuat semangat dakwah serta meneguhkan pengamalan nilai-nilai Islam berkemajuan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi kembali menyelenggarakan kegiatan Hari Syiar Muhammadiyah pada Ahad Kliwon, 9 November 2025. Acara yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi ini mengusung tema “Memahami Interaksi Produktif dengan Al-Qur’an” dan menghadirkan narasumber M. Husnaini, Ph.D., akademisi Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (FIAI UII) sekaligus dai Muhammadiyah. Sejak pagi, suasana Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi tampak semarak. Ratusan jamaah dari berbagai ranting, amal usaha, dan masyarakat sekitar antusias hadir untuk mengikuti pengajian. Para guru, pengurus persyarikatan, dan kader muda Muhammadiyah turut menyemarakkan kegiatan rutin yang menjadi agenda unggulan PCM Turi tersebut. Kegiatan dibuka dengan tilawah Al-Qur’an oleh R. Zaenudin, S.Pd, yang membacakan surat Ali Imran ayat 144–146. Sementara itu, petugas piket dari SD Muhammadiyah Girikerto turut berperan aktif dalam mendukung kelancaran acara. Dalam sambutannya, Ketua PCM Turi Drs. Bambang Rahmanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Muhammadiyah yang tetap konsisten menghadiri kegiatan syiar ini. “Hari Syiar merupakan ajang untuk meneguhkan komitmen dakwah, memperdalam pemahaman Islam, serta memperkuat ukhuwah di lingkungan PCM Turi,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah untuk mempererat sinergi antara pimpinan cabang, ranting, dan amal usaha Muhammadiyah dalam langkah dakwah berkemajuan. Pada sesi utama, M. Husnaini, Ph.D. mengajak jamaah untuk memperlakukan Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan ritual, melainkan sumber inspirasi produktif dalam kehidupan sehari-hari. “Interaksi dengan Al-Qur’an tidak berhenti pada membaca dan menghafal, tetapi harus menjadi panduan berpikir, bersikap, dan beramal. Semakin produktif seseorang berinteraksi dengan Al-Qur’an, semakin besar pula kebermanfaatannya bagi masyarakat,” tutur Husnaini. Beliau juga meneladankan metode KH. Ahmad Dahlan dalam mempelajari Al-Qur’an yang mencakup empat langkah utama: membaca dengan tartil dan benar, memahami isi kandungannya, meninjau apakah ayat tersebut berisi perintah dan sudah dilaksanakan, serta menjauhi hal-hal yang dilarang. Menurutnya, metode tersebut menjadi dasar bagi umat Islam untuk berinteraksi secara reflektif dan kontekstual dengan Al-Qur’an. Husnaini menambahkan bahwa di tengah tantangan zaman modern, umat Islam dituntut menghadirkan tafsir kehidupan yang aktual dan solutif. “Kita perlu memahami pesan Al-Qur’an secara kontekstual agar dapat menjawab persoalan kekinian, sesuai semangat pembaruan yang diwariskan oleh Kiai Ahmad Dahlan,” imbuhnya. Melalui kegiatan Hari Syiar Muhammadiyah ini, PCM Turi berharap muncul generasi yang semakin produktif dalam memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dan Hadist sebagai sumber nilai dan arah gerak dakwah Muhammadiyah.   Rep n Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

 ‘Aisyiyah Turi Gelar Musypimcab, Perkuat Peran Perempuan untuk Turi Berkeadilan

Turi,Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kapanewon Turi telah menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) I periode 2022-2027 di SMK Muhammadiyah 1 Turi pada Sabtu 25 Oktober 2025. Acara yang dihadiri oleh 76 orang perwakilan dari seluruh ranting, pimpinan cabang, dan lembaga ini bertujuan untuk mengevaluasi program serta menajamkan visi organisasi ke depan. Hadir juga dalam kegiatan ini unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi Drs. Bambang Rahmanto,  Panewu Turi  Joko Susilo, SP, M.Si, tokoh masyarakat, TNI, Polri, serta ortom Muhammadiyah seperti Nasyiatul ‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan Kokam Turi. Dalam pidato pembukaannya, Ketua PCA Turi, Sri Winarti, M.Pd., menekankan pentingnya momentum ini untuk bermuhasabah dan memperkuat komitmen. “Kita tidak hanya ingin menjadi organisasi yang baik, tetapi organisasi yang adil dan berkemajuan,” tegasnya. Musypimcab kali ini mengusung tema  “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan untuk Mewujudkan Turi Berkeadilan.” Perempuan berkemajuan adalah mereka yang maju dalam segala aspek, bebas dari diskriminasi, dan memiliki ciri beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, serta berpikiran terbuka. Sementara ‘berkeadilan’ berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya, tidak berat sebelah, dan memenuhi hak serta kewajiban setiap pihak. “Dalam konteks perempuan, berkeadilan berarti mengakui dan memenuhi hak-hak perempuan secara utuh sesuai syariat, baik hak dalam pendidikan, ekonomi, maupun peran publik,” jelasnya. Ia juga mengingatkan para kader bahwa amal di organisasi adalah investasi akhirat dan mendorong semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Secara rinci, Musypimcab ini mengulas capaian berbagai program unggulan PCA Turi. Di antaranya adalah  Pendampingan Mualaf  yang telah berjalan sejak 2018,  Pengajian Dhuafa  rutin setiap Jumat Legi yang disertai pembagian sembako, serta  Pembinaan Guru KB-TK ABA  untuk memantapkan ideologi. Tutur Eni Sulistyowati SE  salah satu panitia kepada Arief Hartanto pada Sabtu sore. Selain itu, berbagai majelis dan lembaga di bawah PCA Turi juga menunjukkan kinerja yang aktif. Mulai dari Majelis Tabligh dengan pengajian keliling, Majelis Kesehatan yang rutin mengadakan pemeriksaan, Majelis Kesejahteraan Sosial dengan penyantunan duafa dan disabilitas, hingga Lembaga Penanggulangan Bencana yang aktif dalam sosialisasi. Agenda musyawarah ditutup dengan tekad kolektif untuk terus berkontribusi nyata yakni menghadirkan Islam yang ramah, mencerahkan, dan memberdayakan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar ranting dan lembaga, sehingga ‘Aisyiyah Turi semakin dinamis dan mampu menjawab tantangan sosial di masyarakat.

Loading

Jangan Meremehkan Kebaikan Kecil, Pesan H. Sigit Warsito di Kajian Ahad Legi PRM Girikerto

 Turi, Pdmsleman.Or.Id Suasana Ahad pagi (26/10/2025) terasa hangat di Masjid Aisyah Ponosaran ketika PRM Girikerto, Turi, Sleman menghelat Kajian Ahad Legi yang rutin digelar setiap bulan, jamaah mendapatkan tausiyah penuh makna dari Drs. H. Sigit Warsito, M.A. dengan tema “Jangan Meremehkan Kebaikan Walau Kecil.” Dalam ceramahnya yang berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, Ustadz Sigit menegaskan pentingnya menghargai setiap amal kebaikan, sekecil apa pun bentuknya. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi: “Jangan meremehkan kebaikan yang kecil, meskipun hanya berbicara dengan wajah ceria. Itulah bagian dari kebaikan.” Menurutnya, Islam mengajarkan agar umatnya tidak menyepelekan perbuatan baik yang tampak kecil di mata manusia, karena setiap amal akan dicatat dan dibalas oleh Allah SWT. “Kita tidak tahu amal mana yang menjadi sebab seseorang masuk surga. Maka, jangan pernah remehkan senyum, sapaan, atau sedekah kecil,” ujarnya di hadapan jamaah. Ia juga mengingatkan agar tidak menyepelekan dosa, sekecil apa pun. “Orang kafir memandang dosa seperti lalat yang hinggap di hidung, dianggap remeh. Tetapi orang mukmin memandang dosa seperti duduk di bawah gunung, takut gunung itu runtuh menimpanya,” kata Ustadz Sigit, mengutip perumpamaan dari para sahabat. Dalam kehidupan sehari-hari, tambahnya, seringkali manusia menganggap enteng kesalahan, seperti mengambil barang kecil tanpa izin, meski milik keluarga sendiri. “Contohnya, mengambil rumput milik tetangga atau uang milik suami tanpa izin. Ini hal kecil, tapi bisa berdampak besar di sisi Allah,” tegasnya. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keikhlasan dalam berbuat baik. Kebaikan tidak perlu diumbar atau diceritakan kepada orang lain. “Doa yang paling cepat dikabulkan adalah doa seseorang untuk saudaranya tanpa diketahui. Malaikat pun akan mendoakan kebaikan yang sama bagi yang berdoa,” tuturnya. Ustadz Sigit kemudian mengingatkan pesan Rasulullah SAW kepada para wanita muslimah agar tidak meremehkan pemberian tetangga, betapapun kecil nilainya. “Wahai para wanita muslimah! Janganlah salah seorang di antara kalian meremehkan tetangganya meskipun [pemberiannya] hanya berupa kaki domba,” (HR Bukhari dan Muslim). Ia menafsirkan hadits tersebut sebagai ajakan untuk menghargai niat baik dan ketulusan pemberi, bukan semata nilai barangnya. “Bagi yang memberi, mungkin itu sesuatu yang sangat berharga. Maka, hargailah pemberiannya, bukan bentuknya,” ujar beliau menutup ceramahnya. Kajian Ahad Legi PRM Girikerto ini menjadi momentum bagi jamaah untuk kembali menata niat dan memperkuat semangat berbuat baik, sekecil apa pun, dengan penuh keikhlasan dan keyakinan bahwa setiap amal akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Rep  Ir. Agus Nugroho Setiawan  PCM Turi Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Perjusa SD MUDA, Membangun Karakter Mulia Melalui Kebersamaan dan Kemandirian

Turi, Pdmsleman.Or.Id   SD Muhammadiyah Dadapan Turi guna membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, dan tangguh, menggelar kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa) pada 10–11 Oktober 2025 di Bumi Perkemahan Pulewulung, Kecamatan Turi, Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid kelas 4 dan 5, didampingi para pembina Hizbul Wathan serta guru SD Muhammadiyah Dadapan. Suasana kemah tampak penuh semangat dan keceriaan sejak para peserta tiba di lokasi. Mereka berbaur dalam suasana kebersamaan, mendirikan tenda, dan menata peralatan kemah secara mandiri. “Tujuan utama kegiatan Perjusa adalah melatih kemandirian, kedisiplinan, dan kerja sama antar murid, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter Islami yang menjadi ciri khas sekolah Muhammadiyah,” ujar Drs. Sugeng Riyoto, dari Majelis Dikdasmen PCM Turi, saat ditemui di sela kegiatan. Selama dua hari perkemahan, para peserta mengikuti beragam kegiatan edukatif dan rekreatif, seperti upacara api unggun, jelajah alam, lomba yel-yel, serta pentas seni. Setiap kegiatan dirancang untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan semangat kebersamaan di antara para murid. “Kami ingin anak-anak belajar langsung dari pengalaman. Mereka tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi juga melalui aktivitas yang menumbuhkan kepemimpinan dan rasa saling menghargai,” tambah Sugeng Riyoto. Salah satu guru pembina, Ramanda Syafiq, menuturkan bahwa kegiatan semacam ini menjadi sarana efektif untuk mengasah karakter siswa di luar ruang belajar. “Anak-anak sangat antusias. Mereka belajar bekerja sama, membantu teman, dan menyelesaikan tugas bersama. Ini pembelajaran berharga bagi pembentukan karakter mereka,” ujarnya. Kegiatan api unggun menjadi puncak acara, di mana para peserta menampilkan berbagai pentas seni dan yel-yel yang menggambarkan semangat kebersamaan. Sorak gembira dan tawa ceria mengiringi malam penuh keakraban tersebut. Kepala SD Muhammadiyah Dadapan Rahayu S S.Pd, dalam penutupannya, menyampaikan harapan agar kegiatan Perjusa menjadi tradisi tahunan sekolah. “Kami ingin terus menanamkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemandirian sejak dini. Melalui kebersamaan di perkemahan ini, anak-anak belajar arti penting kerja sama dan rasa syukur,” katanya. Kegiatan Perjusa SD Muhammadiyah Dadapan tahun ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi pendidikan, tetapi juga wahana pembentukan karakter menjadi generasi berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan masa depan. Rep Editor  Arief HArtanto MPI PDM SLeman

Loading