Istiqamah Pasca Ramadhan, Kunci Diterimanya Amal, Kajian PRM-PRA Girikerto di Masjid Aisyah Turi

Turi, Pdmsleman.Or.Id Semangat menuntut ilmu dan menjaga konsistensi ibadah pasca Ramadhan menjadi penekanan utama dalam Kajian Ahad Legi yang diselenggarakan PRM dan PRA Girikerto di Masjid Aisyah, Ponosaran, Girikerto, Turi, Ahad (19/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ustadz H. Wildan Wahid, SHI dari PDM Sleman yang menyampaikan pentingnya istiqamah dalam beramal sebagai tanda diterimanya ibadah selama bulan suci Ramadhan. Dalam tausiyahnya, Ustadz Wildan menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa berjalan menuju majelis ilmu, maka dimudahkan jalannya menuju surga” (HR Muslim). Selain itu, ia juga mengingatkan hadits lain, “Barangsiapa dikehendaki Allah menjadi orang baik, Allah akan memahamkannya terhadap ilmu.” Menurutnya, kemudahan melangkah menuju majelis ilmu merupakan salah satu tanda kebaikan yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Lebih lanjut, Ustadz Wildan mengaitkan momentum pasca Ramadhan dengan kualitas ketakwaan seorang muslim. Ia menyampaikan pandangan ulama, Ibnu Rajab Al-Hambali, bahwa tanda diterimanya amal adalah dengan terus melanjutkan amal tersebut setelah Ramadhan. “Ketika Ramadhan, kita merasa ringan beribadah karena suasana yang mendukung. Namun setelah Ramadhan berlalu, di situlah ujian sesungguhnya, apakah kita tetap istiqamah atau justru menurun,” ujarnya. Ia mengajak jamaah untuk melakukan evaluasi diri dengan membandingkan kualitas ibadah sebelum Ramadhan (bulan Sya’ban) dan setelahnya (bulan Syawwal). “Jika ibadah kita di bulan Syawwal lebih baik dibanding Sya’ban, maka itu tanda adanya peningkatan ketakwaan,” imbuhnya. Dalam kajian tersebut, Ustadz Wildan juga menyoroti pentingnya amal yang dilakukan secara konsisten, meskipun sedikit. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW ketika ditanya tentang amal yang paling dicintai Allah, yakni amal yang dikerjakan terus-menerus walaupun kecil. “Tidak harus semua amalan kita lakukan sekaligus. Pilih yang mampu kita jaga kontinuitasnya,” jelasnya. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah shalat rawatib. Menurutnya, shalat merupakan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat, sehingga perlu disempurnakan dengan shalat sunnah rawatib. “Shalat wajib sering kali belum sempurna karena kurang khusyuk atau gerakan yang belum sesuai sunnah. Maka shalat rawatib berfungsi menutup kekurangan tersebut,” terang Ustadz Wildan. Ia menjelaskan bahwa jumlah rakaat shalat rawatib muakkadah berkisar antara 10 hingga 12 rakaat, dan jika ditambah dengan yang ghairu muakkadah bisa mencapai 20 rakaat. Dari sekian banyak amalan sunnah, Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan shalat qabliyah Subuh (shalat fajar). “Keutamaannya luar biasa, lebih baik dari dunia dan seisinya,” tegasnya. Ustadz Wildan juga memberikan solusi bagi yang tertinggal shalat fajar, yakni dapat menggantinya setelah matahari terbit (syuruk), namun tidak dilakukan secara rutin. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam syariat sekaligus pentingnya menjaga amalan tersebut. Kajian yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh jamaah dengan antusias, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas keimanan dan keilmuan masyarakat Girikerto. Kegiatan ini turut meriahkan dengan Kegiatan pendukung: Pemeriksaan kesehatan dan bazar UMKM jamaah. Reportase H. Dr. Ir. Agus Nugroho Setiawan PCM Turi editor   Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Kajian Sabtu Pagi Masjid Baiturrahim Turi, Menguatkan Ibadah Pasca Ramadhan di Tengah Fenomena Syawalan

Turi, Pdmsleman.Or.Id Masjid Baiturrahim Turi kembali menggelar Kajian Sabtu Pagi pada Sabtu (18/4/2026) dengan menghadirkan Ustadz Drs. H. Sigit Warsito, MA. Kajian yang diikuti jamaah dari berbagai kalangan ini mengangkat tema “Hikmah Ibadah Pasca Ramadhan”, menyoroti pentingnya menjaga konsistensi ibadah setelah bulan suci berakhir. Menurut Takmir Masjid, DR. H. Agus Nugroho S, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan umat agar tidak mengalami penurunan kualitas ibadah setelah Ramadhan. “Kajian ini menjadi pengingat bagi kita semua agar semangat ibadah yang telah dibangun selama Ramadhan tidak hilang begitu saja, tetapi justru terus ditingkatkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Dalam pemaparannya, Ustadz Sigit Warsito menyoroti fenomena yang terjadi di masyarakat saat ini, yakni maraknya kegiatan syawalan yang masih berlangsung meskipun sudah memasuki bulan Dzulqa’dah. Ia menegaskan bahwa tradisi syawalan tidaklah dilarang, namun perlu disikapi secara proporsional. “Syawalan itu hukumnya mubah, boleh dilakukan. Namun yang menjadi masalah adalah ketika sesuatu yang mubah justru mengalahkan amalan sunnah yang dianjurkan, seperti puasa Syawal,” jelasnya. Ia menambahkan, banyaknya agenda syawalan seringkali membuat umat Islam lalai dalam menjalankan ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar. Kondisi ini, menurutnya, perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Dalam kajian tersebut, Ustadz Sigit juga mengangkat fenomena “futur” atau melemahnya semangat ibadah pasca Ramadhan. Ia mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yang menjelaskan bahwa setiap amal memiliki masa semangat dan masa penurunan. “Rasulullah mengingatkan bahwa siapa yang ketika semangat tetap berada dalam sunnah-Nya, maka ia termasuk orang yang beruntung. Sebaliknya, yang meninggalkan sunnah saat futur, maka ia termasuk orang yang merugi,” tuturnya. Lebih lanjut, ia menyampaikan pesan dari Umar bin Khattab terkait pentingnya menjaga keseimbangan ibadah. Ketika dalam kondisi semangat, umat dianjurkan memperbanyak amalan sunnah. Namun saat kondisi melemah, setidaknya tetap menjaga amalan wajib. Tak hanya itu, kajian juga mengajak jamaah untuk melakukan muhasabah diri. Ustadz Sigit mengingatkan bahwa Allah telah menjanjikan berbagai keutamaan bagi orang yang bertakwa, di antaranya diberikan jalan keluar dari kesulitan dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. “Jika kita merasa belum mendapatkan apa yang dijanjikan Allah, maka perlu kita introspeksi diri. Jangan-jangan ibadah puasa kita belum benar-benar mengantarkan kita menjadi pribadi yang bertakwa,” ungkapnya. Kajian yang berlangsung khidmat ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi jamaah untuk terus menjaga kualitas ibadah, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, semangat beribadah tetap terjaga dan memberikan dampak positif bagi kehidupan pribadi maupun sosial masyarakat.

Loading

200 Rider BikersMu Klaten Melaju Bersama Dakwah Gelar Syawalan dan Baksos di PCM Turi dan Watupurbo  

Turi, Pdmsleman.Or.Id 200an riders Komunitas Bikers Muhammadiyah (BikersMu) Chapter Klaten menggelar kegiatan Touring Syawalan dan Taddabur Alam pada Ahad (5/4/2026) dengan rangkaian kegiatan sosial dan keagamaan di wilayah Turi, Sleman. Menurut Ketua Panitia acara Touring Eko Teguh Wibawanto Kegiatan ini diawali dengan perjalanan dari Klaten menuju lokasi bakti sosial di Masjid Shirothol Mustaqim Ngentak, kemudian dilanjutkan dengan pengajian dan halal bihalal serta ditutup dengan refreshing di Grojogan Watu Purbo.  Ketua PCM Turi, Bambang Rahmanto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kegiatan sosial yang dilakukan oleh BikersMu Klaten. Ia menilai kegiatan ini menjadi bentuk nyata silaturahmi sekaligus dakwah sosial yang menyentuh masyarakat. “Alhamdulillah kami dari PCM Turi merasa senang   dengan adanya kegiatan silaturahmi dan bakti sosial dari BikersMu Klaten ini. Ini bukan sekadar touring, tetapi juga membawa nilai dakwah dan kepedulian sosial,” ujar Bambang Rahmanto. Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara komunitas seperti BikersMu dengan struktur Muhammadiyah di tingkat cabang sangat penting dalam memperluas manfaat bagi umat. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mempererat hubungan antar daerah. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk menggabungkan hobi dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya. Ketua LDK PDM Klaten dalam tausiyahnya mengingatkan semua peserta untuk selalu menguatkan iman dan dakwah salah satunya melalui BikersMU dan janganlah kita meninggalkan generasi yang lemah iman dan ilmu karena tantangan kehidupan tidak semakin ringan karenanya bekali anak-anak kita dengan iman dan ilmu. Sementara itu, kegiatan bakti sosial dipusatkan di Masjid Shirothol Mustaqim Ngentak, sebagaimana hasil koordinasi antara BikersMu Klaten dengan BikersMu Sleman dan PCM Turi sebagai tuan rumah. Setelah pelaksanaan bakti sosial, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Grojogan Watu Purbo dikawal dari Polsek Turi dan KOKAM Turi melalui jalan-jalan pedesaan yang menghijau asri dalam suasana kebersamaan sekaligus refleksi spiritual di tengah keindahan alam. Selain sebagai ajang silaturahmi pasca Idul Fitri, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di kalangan anggota BikersMu. Dengan menggabungkan touring, dakwah, dan aksi sosial, BikersMu Klaten menunjukkan bahwa komunitas otomotif juga dapat berperan aktif dalam kegiatan keumatan. Kegiatan ditutup dengan menikmati suasana alam di kawasan Grojogan Watu Purbo Merdikorejo Tempel dan sebelum rombongan kembali ke Klaten sejumlah BikersMU Wedi Klaten menyempatkan mampir ke kediaman Lina Seragam di Ngentak Bangunkerto Turi, salah satu warga dari Wedi Lina Wahyu Triningsih yang kini membuka usaka konveksi di Turi yang dulunya juga aktivis dari Klaten . Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan penuh keakraban, mencerminkan semangat Syawalan dengan silaturahmi dan ukhuwah. Arief Hartanto   Turi

Loading

PCM Turi Sukses Kembangkan Program Ternak Ayam “Kokam” (Komersial Kampung)

Turi, Pdmsleman.Or.Id  Sejahtera dan menyejahterakan itulah kalimat yang dijadikan slogan kelompok ternak PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) Turi. Program Ketahanan Pangan yang marak dikampanyekan akhir-akhir ini menginspirasi warga Muhammadiyah Turi untuk berjaringan dalam sektor pertanian dan peternakan. Pasalnya, lebih dari 60% profesi penduduk Turi berprofesi sebagai petani dan peternak yang didukung dengan area pertanian dan peternakan yang potensial. Majlis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata PCM telah berhasil menggagas dan mewujudkan progam peternakan ayam “KOKAM” (Komersial Kampung) berbasis jaringan atau kelompok.  Program ini sudah berjalan lancar di Batch 1 yang menggelontorkan bantuan DOC (Day-old Chicken) Elba kepada anggota ternaknya dengan sistem undian. Menurut Udin, selaku koordinator program “KOKAM”, ternak ini dinilai efektif karena selain penerapan “portfolio management” juga dapat memberikan wahana edukasi kepada warga Muhammadiyah bukan hanya sekedar teoritis namun juga aksi nyata walaupun dalam sekala kecil atau UMKM. Batch 1 program ternak ini dimulai akhir Desember 2025, peternak yang memperoleh bantuan skala 50 ekor DOC ayam Elba dari Majlis Ekonomi saja sudah dapat mencetak pulet (calon induk betina) di usia 2-3 bulan dengan harga penjualan Rp 6.500 – Rp 7.000 per minggu. Artinya, peternak warga Muhammadiyah ini dapat melakukan “creating value” kepada hewan ternaknya hanya dalam 2-3 bulan. Jika dihitung-hitung dengan jumlah panen misal 60% ayam betina (pulet) dari 50 ekor bantuan DOC dari Majlis Ekonomi saja, ayam sudah bisa dijual dengan harga Rp 80.000 – 85.000 umur 3 bulannya yakni dengan penjualan sebesar 2jt belum termasuk ayam Elba jantannya. Menurut informasi Mastoni, selaku penerima bantuan DOC Elba untuk membesarkan 50 ekor DOC elba sampai umur 2 bulan hanya dibutuhkan pakan sekitar 1 sak atau 50 kg. Faktanya, bisa panen di usia 2 bulan atau 1 bulan lebih cepat dengan harga maksimal Rp52.000/ekor Elba betina. Artinya, penjualan dari 50% total ayam yang keluar betina bisa Rp 1.300.000 (belum termasuk pejantannya). Harga pakan per sak saat ini Rp 450.000 – 470.000 dengan berat 50kg. Keuntungan setelah dikurangi harga pakan yang diperolehnya Rp.850.000 (belum dikurangi vitamin, sekam, dll) selama 2 bulan. Atas dasar keberhasilan simulasi bisnis di batch awal ini yang telah diprakarsai dan didukung penuh oleh Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata PCM Turi, Mawardi selaku ketua menuturkan selain kita sudah berhasil dengan produk beras “BERMUTU” saatnya kita akan kembangkan produk lokal lainnya yakni produk ayam dengan pemuliaan galur dan masih dalam proses riset warga Muhammadiyah Turi yang tergabung dalam kelompok TernakMU. “Tujuannya ringkas, kita akan gerakkan roda ekonomi umat melalui produk kita sendiri untuk memenuhi kebutuhan pasar”. Bambang Rahmanto, selaku ketua umum PCM Turi pun gayung bersambut dan tertarik menghadiri rapat kelompok TernakMU PCM Turi pada tanggal 1/4/2026 di Lungguhrejo bahkan juga terlibat menjadi peternak praktis untuk mengawal dan mendukung penuh program Majlis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata PCM Turi. Bambang Rahmanto yang akrab dipanggil Bara ini  berharap “ kegiatan ternak ini semoga akan terus bertambah banyak pesertanya dan dapat menyejahterakan umat melalui perputaran roda ekonominya dimulai dari lingkungan yang kecil dan dimilai dari sekarang”. Dalam rapat tersebut diskusi teknis juga sangat interaktif dengan juga dihadirkan narasumber Agung Sulistyo, Peternak Senior Ayam Layer (petelur merah) berpengalaman yang memiliki ternak dengan kapasitas sekitar ribuan ekor dan   Fajar, peternak senior ayam kampung modern yang  merupakan warga Muhammadiyah Turi. Mawardi juga menegaskan kemandirian ekonomi umat itu perlu dikondisikan yakni diberikan pembinaan, konsolidasi, dan stimulasi agar inkubasi bisnis warga Muhammadiyah itu lebih berkemajuan. Rep  Udin MEK PCM Turi Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pengajian Syawalan PCM Turi, Teguhkan dan Spirit Kepedulian Sosial

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi menggelar Pengajian Syawalan, Halal Bihalal, serta pamitan jamaah haji pada Ahad Kliwon, 10 Syawal 1447 H atau 29 Maret 2026 bertempat di Gedung DakwahMu di Ngablak Bangunkerto Turi. Kegiatan yang dihadiri sekitar 500an jamaah ini berlangsung khidmat dengan menghadirkan narasumber utama Prof. Drh. H. Agung Budiyanto. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan DR. H. Agus Nugroho Setiawan PCM Turi yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Syawal sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan amal ibadah pasca-Ramadan. “Atas nama Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi, kami mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga amal ibadah kita selama Ramadan diterima Allah dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadan yang akan datang,” ujarnya sebagaimana disampaikan kepada contributor Arief Hartanto. Sambutan juga disampaikan perwakilan pemerintah kapanewon yang diwakili Panewu Anom Turi Muh. Yunan Nurtrianto, S.STP, M.Sc. Ia memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah Turi atas kontribusinya dalam mendukung program pemerintah, sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama mengatasi persoalan sosial. Hadir juga sejumlah Lurah dan Kapolsek dan Danramil Turi dalam kesempatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Muhammadiyah Turi yang telah membantu program pemerintah. Namun, kami juga mengajak untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi masyarakat sangat dibutuhkan melalui kegiatan pemberdayaan dan kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Memasuki sesi inti, pengajian disampaikan oleh Prof. Drh. H. Agung Budiyanto yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Syawal merupakan refleksi dari keberhasilan pembinaan spiritual selama bulan suci. “Ramadan itu membentuk karakter. Setelah Ramadan, manusia seharusnya lebih cepat mendekat kepada Allah, lebih rendah hati, dan tidak merasa paling hebat. Kita ini sejatinya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. “Apa yang ada di sisi kita akan lenyap, sedangkan yang ada di sisi Allah itulah yang kekal. Maka setiap aktivitas harus bernilai akhirat,” lanjutnya. Selain itu, ia menekankan pentingnya mengendalikan emosi sebagai bentuk kekuatan sejati. “Orang kuat itu bukan yang menang berkelahi, tetapi yang mampu menahan amarah,” ujarnya, mengutip hadis Nabi. Rangkaian acara dilanjutkan dengan ikrar halal bihalal yang berlangsung penuh haru. Seluruh jamaah saling memaafkan atas kesalahan yang disengaja maupun tidak, sebagai wujud pembersihan hati di bulan Syawal. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk pamitan jamaah haji PCM Turi tahun 1447 H. Perwakilan jamaah, Sri Ismawati, SE., menyampaikan permohonan doa restu kepada seluruh hadirin. “Kami memohon doa agar diberikan kesehatan, kelancaran, dan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sempurna serta kembali dengan predikat haji mabrur,” tuturnya. Ia menyebutkan sebanyak 14 calon jamaah haji dari keluarga Muhammadiyah Turi dijadwalkan berangkat pada 23 April 2026. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah serta sarapan pagi Soto Bersama seluruh jama’ah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat komitmen jamaah dalam meningkatkan kualitas ibadah serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Rep n Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PCNA Turi Luncurkan Program “Pusat Belajar Keluarga” Lewat Kajian Kemuslimahan yang Inspiratif

Turi , Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Turi sukses menyelenggarakan kegiatan “Kajian Kemuslimahan & Launching Program Pusat Belajar Keluarga” pada Sabtu (14/03/2026). Bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Turi, acara ini dihadiri oleh 25 peserta yang berasal dari berbagai organisasi lintas sektoral, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap penguatan peran perempuan dan keluarga. Kegiatan ini merupakan buah manis dari kerja sama antara PCNA Turi dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kolaborasi ini terwujud melalui salah satu dosen UMY, yakni Yunda Anisa Dwi Makrufi, M.Pd.I., yang merupakan Kepala Departemen Dakwah dan Pendidikan PCNA Turi sekaligus juga bertindak sebagai narasumber utama.  Dalam penyampaiannya, Anisa DM membawakan materi mendalam mengenai strategi menghidupkan bulan suci melalui framework Ramadan yang mindful (sadar penuh), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan). Selain itu, Yunda Anisa juga menekankan “ pentingnya empat pilar bagi wanita untuk meraih surga, yakni menjaga salat wajib, menunaikan puasa Ramadan, menjaga kehormatan diri, serta taat kepada suami”.  Suasana diskusi berlangsung sangat dinamis; para peserta tidak hanya menyimak secara pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam memberikan pertanyaan serta umpan balik yang kritis selama sesi materi berlangsung. Meski Ketua PCNA Turi, Yunda Dyah Harumming Kinanti, berhalangan hadir secara fisik, esensi kepemimpinannya tetap terasa kental. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari dukungan moril serta sumbangsih konsep yang ia rancang sejak awal. Hal ini didukung penuh oleh kerja keras jajaran Pimpinan Harian (PH) PCNA Turi yang bahu-membahu dalam mempersiapkan segala aspek teknis demi terwujudnya acara yang bermanfaat ini. Melalui peluncuran “Pusat Belajar Keluarga” hasil kolaborasi dengan akademisi UMY ini, PCNA Turi berharap dapat menjadi wadah berkelanjutan bagi para perempuan di wilayah Turi dan sekitarnya untuk terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam aspek keagamaan maupun dalam membina ketahanan keluarga. Rep Nana  PCNA Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Tingkatkan Motivasi Berprestasi, SMK Muhammadiyah 2 Turi Bersama Akademisi UAD

 Turi, Pdmsleman.Or.Id SMK Muhammadiyah 2 Turi menggelar kegiatan peningkatan motivasi berprestasi bagi siswa dengan menghadirkan narasumber dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yaitu Dr. Sutipyo Ru’ya, M.Si. dan Dr. Yusron Masduki, M.A. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari ikhtiar sekolah dalam menumbuhkan semangat berprestasi siswa agar memiliki bekal yang lebih kuat untuk bersaing di masa depan pada Rabu 11 Maret 2026 bertempat di UAD.  Acara yang diikuti oleh siswa dan guru berlangsung dengan penuh antusias. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat membangun karakter siswa yang unggul, percaya diri, serta memiliki motivasi belajar yang tinggi.  Dalam penyampaian materinya, Dr. Yusron Masduki menekankan pentingnya peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Ia berpesan agar guru menerapkan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) sehingga proses belajar menjadi lebih hidup dan mampu mendorong keterlibatan aktif siswa.  Selain itu, Dr. Yusron juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus meningkatkan semangat berprestasi. Ia menyampaikan beberapa langkah yang dapat dilakukan siswa  yaitu “ menetapkan tujuan yang jelas dan spesifik, membangun growth mindset, belajar dari kegagalan, fokus pada proses pembelajaran, serta melakukan evaluasi diri secara berkelanjutan”.  Sementara itu, Dr. Sutipyo Ru’ya menjelaskan “ konsep sederhana dalam menghadapi kehidupan melalui tiga prinsip utama, yaitu Risk (risiko), Uncertainty (ketidakpastian), dan Hope (harapan). Menurutnya, setiap individu perlu berani menghadapi risiko, siap menerima ketidakpastian, serta tetap menjaga harapan sebagai kekuatan untuk terus melangkah menuju kesuksesan”.  Pamuji SS, S.Si  selaku Kepala Sekolah menyampaikan “ kami berharap melalui kegiatan ini, SMK Muhammadiyah 2 Turi berharap siswa semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan prestasi, serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan lanjutan”. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inspiratif dan berorientasi pada masa depan siswa. Rep Pamuji S.Si  SMKM 2 Turi Editor  Arief Hartanto  

Loading