![]()
Category Archives: Turi
Rahasia Sehat Holistik: Dr. Zaenal Sofro Ajak Masyarakat Rawat Hati, Pikiran, dan Tubuh Secara Seimbang
Turi, Pdmsleman.Or.Id Menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan mengonsumsi makanan bergizi atau berolahraga. Kesehatan sejati juga ditentukan oleh keseimbangan hati, pikiran, serta kedekatan spiritual kepada Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, Circ&Med, AIFM, dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), dalam Kajian Syiar Bermuhammadiyah Ahad Kliwon yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah NGablak Kapanewon Turi, Sleman, Ahad (12/7/2026). Di hadapan jamaah, dr. Zaenal menjelaskan bahwa konsep kesehatan holistik memandang manusia sebagai satu kesatuan utuh antara jasmani, psikologis, sosial, dan spiritual. Menurutnya, banyak penyakit kronis berawal dari gaya hidup yang tidak seimbang serta lemahnya kemampuan mengelola hati dan emosi. “Ngaji bukan hanya membaca, tetapi juga mengasah jiwa. Ketika hati tertata, pikiran menjadi jernih dan tubuh pun bekerja lebih optimal,” ujar dr. Zaenal. Ia menekankan pentingnya menjaga fungsi tubuh melalui kebiasaan sederhana, seperti memperbanyak minum air putih, tidak duduk terlalu lama, rajin bergerak, serta memanfaatkan gerakan salat sebagai aktivitas fisik yang membantu melancarkan sirkulasi darah. Menurutnya, tubuh manusia diciptakan dengan mekanisme yang sangat sempurna. Karena itu, manusia perlu mensyukuri nikmat tersebut dengan menerapkan pola hidup sehat sekaligus memperkuat keimanan. Dalam paparannya, dr. Zaenal juga mengajak jamaah memahami bahwa Al-Qur’an tidak hanya menjadi pedoman ibadah, tetapi juga memberikan inspirasi untuk menjaga kesehatan. Ia mengutip sejumlah ayat, di antaranya Surah Ali Imran ayat 190-191, Ali Imran ayat 159, Al-Hajj ayat 46, dan Az-Zariyat ayat 21, yang mendorong manusia untuk berpikir, mengenali dirinya, serta menumbuhkan kelembutan hati. “Yang sesungguhnya buta bukanlah mata, melainkan hati yang ada di dalam dada. Karena itu, kesehatan hati harus menjadi perhatian utama,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin waktu, mengendalikan emosi, serta membangun sikap optimistis dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Menurutnya, stres berkepanjangan dan emosi yang tidak terkendali dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental. Kajian yang berlangsung hangat tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta. Di akhir kegiatan, jamaah diajak menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai motivasi untuk menerapkan pola hidup sehat secara menyeluruh, tidak hanya melalui perawatan fisik, tetapi juga dengan memperkuat ibadah, akhlak, dan hubungan sosial. Konsep kesehatan holistik yang disampaikan dr. Zaenal sejalan dengan pandangan World Health Organization bahwa kesehatan merupakan keadaan sejahtera secara fisik, mental, dan sosial, bukan sekadar terbebas dari penyakit. Pendekatan ini juga didukung berbagai penelitian kedokteran modern yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik, pengelolaan stres, kualitas tidur, serta kesehatan spiritual berkontribusi besar terhadap peningkatan kualitas hidup dan pencegahan penyakit tidak menular. Rep Editor Arief Hartanto TUri
![]()
Milad ke-109 ‘Aisyiyah, PRA Wonokerto 2 Gelar Jalan Sehat Libatkan 250 Peserta Lintas Generasi
Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Wonokerto 2, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, sukses menggelar kegiatan Jalan Sehat dalam rangka Milad ke-109 ‘Aisyiyah pada Ahad (12/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Ash-Sholeh, Garongan tersebut diikuti sekitar 250 peserta, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Jalan sehat menjadi salah satu rangkaian peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang mengusung semangat hidup sehat, mempererat silaturahmi, sekaligus menguatkan kebersamaan warga Muhammadiyah Aisyiyah Wonokerto dan masyarakat sekitar. Ketua PRA Wonokerto 2, Hj. Sri Wulanti, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak sekadar mengajak masyarakat berolahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial. “Milad ‘Aisyiyah kami maknai sebagai momentum untuk semakin mendekatkan organisasi dengan masyarakat. Jalan sehat ini menjadi ruang silaturahmi bagi seluruh warga, dari anak-anak hingga orang tua, sehingga kebersamaan yang telah terjalin dapat terus dipelihara,” ujar Sri Wulanti. Peserta menempuh rute yang dimulai dari Masjid Ash-Sholeh, melintasi wilayah Cepit, Gardu Projayan, kawasan permukiman Garongan, Pasar Ikan, hingga kembali finis di Masjid Ash-Sholeh. Selama perjalanan, panitia menyiapkan tiga pos pemeriksaan yang berada di Masjid Projayan, kawasan Pasar Ikan, dan Pos KKN RT 01. Setiap peserta memperoleh tanda berupa coretan stabilo dengan warna berbeda di masing-masing pos sebagai bukti telah menyelesaikan seluruh rute. Kegiatan dilakukan panitia yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pengurus ‘Aisyiyah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga KOKAM dan Linmas yang bertugas membantu pengamanan. Sekretaris panitia, Indryasari Widiyanti, A.Md.Kep, menjelaskan bahwa seluruh peserta juga diimbau membawa tumbler sebagai bagian dari kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai. “Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Karena itu peserta diminta membawa botol minum sendiri, sementara panitia menyediakan air minum isi ulang dan teh manis di lokasi,” jelas Indryasari. Panitia menyediakan 10 dispenser jumbo air putih serta dua dispenser jumbo teh manis yang disiapkan secara gotong royong oleh para anggota ‘Aisyiyah. Selain itu, tersedia layanan kesehatan melalui tim P3K yang didukung kader ‘Aisyiyah dan mahasiswa KKN untuk mengantisipasi apabila ada peserta yang membutuhkan pertolongan. Setelah seluruh peserta mencapai garis finis, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian makanan ringan, sambutan dari Ketua PRA Wonokerto 2, sambutan Ketua PRM Wonokerto 2 Sarno, A.Md, pembacaan sejarah singkat berdirinya ‘Aisyiyah oleh Hj. Kusmiyati, S.Pd, serta pembagian puluhan doorprize yang disambut antusias peserta. Untuk mendukung kelancaran acara, panitia juga menyiapkan tiga lokasi parkir, dokumentasi kegiatan, konsumsi, petugas keamanan, serta pemasangan banner dan bendera Merah Putih, Muhammadiyah, dan ‘Aisyiyah di sepanjang lokasi kegiatan. Milad ke-109 ‘Aisyiyah menjadi pengingat perjalanan panjang organisasi perempuan Muhammadiyah yang sejak berdiri pada 19 Mei 1917 terus berkontribusi dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, pelayanan sosial, dan dakwah kemasyarakatan. Semangat tersebut diwujudkan PRA Wonokerto 2 melalui kegiatan sederhana namun sarat makna, yaitu mengajak masyarakat hidup sehat, memperkuat persaudaraan, dan membangun kepedulian terhadap lingkungan. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman https://drive.google.com/drive/folders/1xea-U_NxMQXh9zazRj7LjX4K-OTeb-Pm?usp=sharing
![]()
Rahasia Sehat Holistik! Kajian Syiar Bermuhammadiyah PCM Turi Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, AIFM
Muhammadiyah Turi
![]()
PCM Turi Matangkan Persiapan Kajian Ahad Kliwon dan Rumuskan Strategi Bangkitkan Sekolah Muhammadiyah
Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi menggelar Rapat Koordinasi bersama Majelis dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kapanewon Turi di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ngablak, Bangunkerto, Rabu (8/7/2026) malam dengan tuan rumah dari PRM Sidoharjo dibawah pimpinan Gesang Subagyo. Rapat yang dipimpin Ketua PCM Turi, Drs. Bambang Rahmanto, tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari persiapan Kajian Rutin Ahad Kliwon pada 12 Juli 2026 hingga upaya meningkatkan kembali eksistensi sekolah-sekolah Muhammadiyah yang mengalami penurunan jumlah peserta didik baru. Dalam rapat koordinasi itu, seluruh majelis dan PRM se kapanewon Turi diminta menyukseskan Kajian Ahad Kliwon yang akan dipusatkan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat ukhuwah, memperdalam pemahaman keislaman, sekaligus menghidupkan dakwah persyarikatan di tingkat cabang dan ranting. Ketua PCM Turi, Drs. Bambang Rahmanto, menegaskan bahwa keberhasilan kajian tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari semangat jamaah dalam menggerakkan dakwah Muhammadiyah. “Kajian Ahad Kliwon harus menjadi penggerak kebangkitan dakwah. Seluruh ranting perlu bersama-sama mengajak warga Muhammadiyah hadir sehingga kajian benar-benar menjadi ruang pembinaan umat yang hidup dan berkelanjutan,” ujarnya. Selain membahas persiapan kajian, rapat yang dipimpin Sekretaris PCM H. Suroyo S.Pd juga menyoroti kondisi beberapa sekolah Muhammadiyah yang mengalami penurunan penerimaan murid baru. Persoalan tersebut dinilai harus menjadi perhatian bersama seluruh unsur persyarikatan, bukan hanya pengelola sekolah. Peningkatan kualitas layanan pendidikan harus berjalan seiring dengan penguatan promosi, pelayanan kepada masyarakat, serta sinergi antara sekolah, majelis pendidikan dan majelis lain, dan warga Muhammadiyah. “Sekolah Muhammadiyah adalah amal usaha bersama. Kita perlu membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang berkualitas, prestasi peserta didik, dan keterlibatan seluruh warga Muhammadiyah dalam mengenalkan keunggulan sekolah kepada masyarakat,” katanya. Rapat koordinasi juga menghasilkan komitmen untuk menggelorakan kembali kajian-kajian di tingkat ranting. Setiap PRM didorong menyelenggarakan pengajian secara rutin dengan materi yang relevan dan menghadirkan mubalig yang mampu membangun semangat keislaman serta kemuhammadiyahan. Melalui koordinasi yang semakin erat antara PCM, majelis, dan PRM, Muhammadiyah Turi optimistis mampu memperkuat dakwah, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menghadirkan kegiatan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rep Editor Arief Hartanto
![]()
Semarak Milad ‘Aisyiyah ke-109, PCA Turi Gelar Lomba Tahfidz dan Mars ‘Aisyiyah
Turi, Pdmsleman.Or.Id Semarakkan Milad ‘Aisyiyah ke-109, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Turi menggelar Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Lomba Menyanyikan Mars ‘Aisyiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Ngablak, Bangunkerto, Turi, Ahad (5/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 11 Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) se-Kapanewon Turi dengan antusiasme yang tinggi. Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PCA Turi memperkuat syiar Islam, membangun semangat kebersamaan, serta meningkatkan kualitas kader melalui kompetisi yang bernilai edukatif dan religius. Sejak acara dimulai pukul 13.00 WIB, suasana Gedung Dakwah Muhammadiyah dipenuhi semangat para peserta yang tampil percaya diri membawakan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an maupun Mars ‘Aisyiyah. Penampilan mereka mendapat perhatian penuh dari dewan juri yang dihadirkan dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA). Ketua PCA Turi, Hj. Sri Winarti, M.Pd., mengaku bersyukur atas sambutan luar biasa dari seluruh ranting. Menurutnya, kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan pada periode kepengurusan saat ini mampu menghadirkan semangat baru bagi kader-kader ‘Aisyiyah di Turi. “Alhamdulillah, antusias peserta dari 11 ranting sungguh luar biasa. Ini menjadi kegiatan pertama pada periode ini dan hasilnya benar-benar di luar perkiraan kami. Melihat semangat ibu-ibu ‘Aisyiyah tampil dengan penuh percaya diri membuat kami sangat terharu,” ujar Sri Winarti. Ia menambahkan, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk mencari juara, tetapi menjadi sarana membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat identitas organisasi melalui Mars ‘Aisyiyah. “Kami berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk melangkah pada program-program berikutnya. Semoga semangat menghafal Al-Qur’an, memahami nilai perjuangan ‘Aisyiyah, dan memperkuat dakwah kemanusiaan terus tumbuh di seluruh ranting,” tambahnya. Adapun kriteria penilaian lomba menyanyi meliputi aspek Perform, kekompakan, artikulasi, ketepatan nada dengan music serta harmonisasi ( olah Vokal) sedangkan untuk kriteria penilaian Lomba hafalan meliputi aspek tajwid, kefasihan, kelancaran dan adab. Kejuaraan akan diumumkan pada acara Puncak Milad, pada tanggal 25 Juli 2026. Sekaligus digelar senam Aisyiyah bersama, dan pembagian dana stimulan untuk pelaku UMKM ibu ibu Aisyiyah. PCA Turi berharap lomba serupa dapat menjadi agenda rutin pada peringatan Milad ‘Aisyiyah di tahun-tahun mendatang. Selain menjadi ajang silaturahmi antar-ranting, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang unggul, berakhlak mulia, serta semakin siap mengemban misi dakwah dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan cita-cita ‘Aisyiyah. Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh peserta, Milad ‘Aisyiyah ke-109 di PCA Turi menjadi momentum untuk memperkokoh ukhuwah, meningkatkan kualitas kader, serta memperluas manfaat gerakan dakwah bagi masyarakat. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Amalan Penghapus Pahala
H. Agus Nugroho Setiawan Kajian Sabtu Pagi Masjid Baiturrahim Turi Sabtu, 4 Juli 2026 Setiap manusia pasti menginginkan surganya Allah SWT, namun apa yang dapat mengantarkan manusia pada surganya Allah SWT? Amal shalih? Ibadah? Pahala? Ternyata bukan itu semua. Sebaik apapun amal kita, sebanyak apapun pahala kita, tidak akan mampu membeli surganya Allah, tidak akan sebanding dengan surganya Allah. Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang akan masuk surga bukan karena amalnya, tetapi karena Rahmat Allah SWT, maka bertindaklah yang lurus, baik dan benar” (HR Muslim). Jika bukan karena amal kita, lalu apa manfaat kita melakukan banyak amal shalih? Allah SWT telah mengingatkan manusia akan hakikat penciptaan manusia sebagaimana firman-Nya “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku” (QS Adz-Dzariyat: 56). Maka ketika Allah dan Rasul-Nya berkehendak memberikan perintah kepada manusia untuk banyak beibadah dan beramal shalih, itu menunjukkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Ketaatan yang dilakukan oleh manusia, akan berbuah Rahmat dari Allah SWT yang akhirnya akan mengantarkan kepada Surga Allah SWT. Dengan demikian, ada banyak amal shalih yang dapat dilakukan oleh manusia sebagai wujud ketaatan. Amal atau perbuatan manusia secara umum ada 2 yaitu amal baik, yang bermuara pada balasan berupa pahala sehingga pada saatnya nanti manusia akan mendapat nikmat, dan amal buruk (dzalim) yang bermuara pada balasan berupa dosa sehingga pada saatnya nanti manusia akan mendapat adzab atau siksa. Untuk dapat beramal shalih sejatinya tidaklah sulit, asalkan memenuhi 2 persyaratan yaitu ada niat dan ikhlas karena Allah SWT, serta sesuai dengan tuntunan atau yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat. Al Fudhail bin Iyadh berkata jika tidak memenuhi 2 persayaratan tersebut, maka amalan tersebut tidak akan diterima. Amal shalih hanya bisa dilakukan di dunia, dan Ketika manusia sudah sampai ajal (maut) maka sudah tidak bisa lagi beramal. Imam Ahmad bin Hambal berkata “Dunia ini Adalah negeri beramal, sedangkan akhirat Adalah negeri balasan. Maka barang siapa yang tidak beramal di sini (dunia), maka dia pasti akan menyesal di sana”. Kita harus sadari, pahami, dan waspadai bahwa ada amalan-amalan (perbuatan) yang dapat membuat pahala-pahala yang kita kumpulkan dapat berkurang, bahkan hilang, musnah tak tersisa sehingga menjadi muflis (bangkrut). Ada banyak amalan (perbuatan) yang dapat menyebabkan terhapusnya pahala, antara lain murtad dan syirik, yang termasuk dalam dosa besar. Allah SWT berfirman “Barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya kemudian mati dalam keadaan kafir, maka mereka itulah orang-orang yang terhapus amalannya di dunia dan akhirat. Dan mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal berada di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 217). Demikain juga halnya dengan syirik, Allah SWT mengingatkan, “”Seandainya mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am: 88). Perjalanan panjang kehidupan manusia dengan segala aktivitasnya selalu digoda setan, baik sebelum, selama, maupun setelah amal shalih itu dilakukan. Ketika suatu amal shalih sudah dilakukan setan masih menggoda manusia. Terkait dengan hal itu, ada amalan yang dapat menyebabkan pahala berkurang bahkan hilang, yaitu perbuatan sum’ah dan riya’. Sum’ah berarti pendengaran, yaitu beramal agar didengar dan dibicarakan orang lain, dengan harapan dipuji dan dianggap hebat oleh manusia, sedangkan riya’ berarti menampakkan amal agar dilihat orang lain. Riya’ adalah beribadah atau berbuat baik dengan maksud mencari pujian dari manusia, bukan karena Allah. Allah SWT mengingatkan, “Maka, celakalah bagi orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, dan orang-orang yang berbuat riya’.” (QS. Al Ma’un: 4-6). Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda bahwa di hari kiamat nanti akan didatangkan tiga orang: seorang mujahid, seorang alim yang mengajarkan ilmu, dan seorang dermawan. Mereka semua dimasukkan ke neraka karena beramal untuk manusia, bukan karena Allah. “Dikatakan padanya, ‘Kamu melakukan itu agar disebut pemberani, atau disebut alim, atau disebut dermawan, dan sungguh kamu telah mendapatkan itu (di dunia).’” (HR. Muslim, no. 1905). Tidak setiap aspek kehidupan termasuk beribadah, perlu disampaikan kepada orang lain. Belajarah dari Uwais Al-Qarni, tidak terkenal di dunia tapi terkenal di langit. Penghapus pahala lainnya adalah tidak ikhlas dan mengingat / mengungkit pemberian. Al-mann (mengungkit-ngungkit sedekah), dan al-adza (menyakiti perasaan penerima) juga dapat membatalkan amal dari sedekahnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tiga golongan yang Allah tidak terima amal ibadahnya, yang wajib dan yang sunah: anak yang durhaka kepada orang tuanya, orang yang mengungkit-ungkit pemberiannya, dan orang yang mendustakan takdir.” (Hadits hasan, HR. Ibnu Abi ‘Ashim dalam kitab As-Sunnah no. 323, Ath-Thabrani dalam Al-Kabir no. 7547). Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan, amalan yang tidak disertai dengan keikhlasan dan tidak sesuai tuntunan Nabi (tidak ittiba’) ibarat seorang musafir yang membawa bekal kantong penuh pasir. Ia hanya memberatkan tubuhnya, tetapi tidak memberikan manfaat atau pahala sedikit pun saat menghadap Allah SWT. Masih ada beberapa amalan yang dapat menghapus pahala, antara lain durhaka kepada kedua orang tua, meninggalkan shalat wajib terutama shalat asar, bid’ah atau mengada-adakan dalam urusan agama, memelihara anjing, mengkonsumsi khamr (minuman keras), bermaksiat ketika sendiri atau sepi, menganggap dosa tersebut legal dan menceritakannya, serta membunuh tanpa hak. Oleh karena itu, hal yang penting untuk diperhatikan marilah kita berhati-hati dalam berkata dan bertindak, jangan sampai apa yang kita lakukan dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala amal shalih yang sudah kita lakukan.
![]()
PRM Girikerto Dukung Penuh Gerakan 1.000 Ternak untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Umat
Turi, pdmsleman.Or.Id Suasana Masjid Aisyiyah Ponosaran Lor, Girikerto, Turi tampak berbeda dari biasanya. Puluhan jamaah inti dan pengurus berkumpul dalam sebuah konsolidasi yang tidak sekadar membahas kegiatan keagamaan, tetapi mulai membuka arah baru gerakan ekonomi berbasis komunitas dan umat: Microfarming dan ternak berjamaah. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi PRM Girikerto dalam menyatakan dukungan terhadap Gerakan 1.000 Ternak yang diinisiasi oleh TernakMU, komunitas ternak berbasis Muhammadiyah di bawah naungan Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PCM Turi. Gerakan ini diproyeksikan sebagai model pemberdayaan ekonomi umat berbasis kolaborasi, bukan individualisme usaha. Ketua PRM Girikerto, H. Sumaryanto, SH., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar program peternakan, melainkan ruang tumbuhnya kemandirian ekonomi jamaah yang berakar pada nilai kebersamaan dan kebermanfaatan sosial. Antusiasme jamaah disebut meningkat seiring munculnya gagasan pemberdayaan yang lebih konkret dan aplikatif di tingkat akar rumput. Sementara itu, Sujatmoko selaku koordinator TernakMU Girikerto menekankan bahwa agenda ini tidak berhenti pada sesi presentasi semata. Lebih jauh, pertemuan ini menjadi ruang penguat silaturahmi warga Muhammadiyah Girikerto yang direkatkan melalui aktivitas produktif. Ia menegaskan bahwa TernakMU dirancang sebagai wasilah (perantara) untuk membangun ekosistem ekonomi berbasis kebersamaan, di mana ternak tidak hanya menjadi komoditas, tetapi juga sarana konsolidasi sosial. Dalam pemaparannya, H. Akhmad Khairudin, M.B.A., selaku Ketua TernakMU, menjelaskan bahwa filosofi gerakan ini berakar pada nilai Al-Ma’un yang menekankan keberpihakan pada kelompok kecil dan rentan. Ia menilai konsep microfarming sangat relevan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat Sleman, khususnya Turi saat ini, di mana lebih dari 60% warga berprofesi pada sektor pertanian dan peternakan. Menurutnya, skema ternak skala rumah tangga yang dilakukan secara berjamaah mampu membentuk kekuatan ekonomi kolektif yang lebih stabil dibandingkan usaha individual. Konsolidasi jaringan peternak kecil ini diproyeksikan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang terstruktur, adaptif, dan memiliki daya tahan terhadap fluktuasi pasar yang selama ini didominasi mekanisme kapitalisme. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Muhammadiyah perlu tampil sebagai aktor pionir dalam penguatan ekonomi berbasis komunitas dan umat. Gerakan ini diposisikan bukan hanya sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai ekspresi nilai dakwah sosial yang menebar kebaikan dan kebermanfaatan. Nilai tersebut selaras dengan spirit “Sang Surya” yang menekankan keikhlasan dalam memberi tanpa mengharapkan kembali. Diskusi berlangsung dinamis ketika sesi tanya jawab dibuka. Jamaah menunjukkan antusiasme tinggi, terutama pada aspek teknis budidaya. Narasumber kemudian memaparkan data operasional terkait strain ayam kampung unggulan seperti Elba dan Kuntara 4 yang dikenal sebagai ayam kampung petelur dengan performa produksi stabil. Selain itu, dijelaskan pula bahwa siklus cashflow usaha berada pada rentang 2–3 bulan dengan potensi pendapatan yang relatif konsisten. Dalam paparan studi kelayakan, Khairudin menanggapi keraguan terkait isu penurunan profitabilitas sektor perunggasan akibat inflasi dan kenaikan harga pakan. Ia menegaskan bahwa asumsi tersebut tidak sepenuhnya tepat, dengan merujuk pada data performa beberapa batch TernakMU sebelumnya yang menunjukkan stabilitas pendapatan dalam enam bulan terakhir melalui testimoni peserta aktif. Sebagai penutup, kegiatan semakin menguatkan komitmen aksi nyata melalui pemberian stimulus berupa doorprize. Tercatat 30 DOC ayam Elba dan KUB dibagikan kepada dua peserta terpilih, satu ayam strain KOKAM (Komersial Kampung) karya TernakMU seekor jantan siap konsumsi usia tiga bulan berbobot kisaran 1-2 kilogram untuk satu peserta, serta satu fasilitas kandang sederhana untuk microfarming untuk peserta undian lainnya. Meskipun bernilai terbatas, stimulus ini diposisikan sebagai simbol dimulainya gerakan ekonomi nyata berbasis jamaah. Gerakan ini menegaskan satu pesan utama: setiap peserta tidak hanya pulang dengan pengetahuan, tetapi juga membawa “pekerjaan rumah” berupa komitmen untuk memulai aksi ekonomi produktif di lingkungan masing-masing. TernakMU Girikerto pun perlahan memposisikan diri sebagai model baru pemberdayaan ekonomi umat berbasis kolaborasi mikro yang terstruktur dan berkelanjutan. Rep M Khaoirudin Majelis Ekonomi PAriwisata PCM Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman
![]()
PRM Ngentak Gelar Safari TernakMU, Dorong Gerakan 1000 Ternak untuk Kemandirian Umat
Turi, Pdmsleman.Or.Id PRM Ngentak, Bangunkerto, Turi, menyelenggarakan kegiatan bertajuk Safari TernakMU pada Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan ini digelar di Pendopo Masjid Sirotul Mustaqim Ngentak dengan menghadirkan jamaah dan pengurus Muhammadiyah, termasuk rombongan dari tamu undangan dari PCM Magelang. Di hariri oleh Pengurus PCM Magelang, PCM Turi, dan PRM Ngentak, pertemuan ini juga menghadirkan H. Akhmad Khairudin, M.B.A., Ketua TernakMU, komunitas Ternak Warga Muhammadiyah, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan konsep microfarming dan ternak berjamaah sebagai model peternakan non-kapitalis. Menurutnya, konsep ini menekankan semangat saling menguatkan antarpelaku ternak yang terkonsolidasi secara sistematis. Dengan pola tersebut, kekuatan peternak tidak lagi berdiri sendiri, tetapi tumbuh sebagai kekuatan berjaringan yang lebih kuat, berkelanjutan, dan memberi manfaat luas bagi umat. “Sudah saatnya warga Muhammadiyah tidak menggantungkan diri pada kebijakan negara dan bantuan-bantuan lainnya. Kita harus cepat bergerak dan mandiri,” ujarnya dalam kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini, TernakMU memperkenalkan inisiatif Gerakan 1000 Ternak bagi warga Muhammadiyah di Yogyakarta dan sekitarnya. Gerakan tersebut diarahkan untuk mendorong kemandirian umat, memperkuat ekonomi jamaah, serta berkontribusi pada upaya swa sembada pangan berbasis komunitas. Gerakan 1000 Ternak pada mulanya Adalah inisiatif Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PCM Turi melalui wadah komunitas ternak, TernakMU. Program ini menjadi wujud bahwa Muhammadiyah mampu bersinergi antarpelaku ternak, berinovasi dalam menciptakan produk komersial berbasis hasil ternak. Selain pemaparan materi, kegiatan Safari TernakMU juga berlangsung meriah dengan pemberian doorprize berupa DOC (Day-old Chicken) ayam Elba dan KUB, serta kandang ayam skala mikro bagi peserta yang hadir. Doorprize tersebut diharapkan dapat menjadi trigger semangat jamaah untuk mulai mencoba beternak dari langkah kecil awal untuk cita-cita yang besar. Antusias peserta Safari TernakMU mulai terlihat saat sesi tanya jawab. Pertanyaan teknis dan non teknis menjadi suasana interaktif di akhir presentasi konsep microfarming dan ternak berjamaah ini. Selain itu testimoni peserta ternak dari TernakMU PCM Turi yang hadir dan saat ini telah berhasil dalam batch sebelumnya juga berbagi pengalaman dan “transfer knowledge” kepada para peserta yang masih awam untuk mejelaskan bahwa konsep ternak ini sangat mudah dan praktis, bahkan tidak mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk memulainya. Karena pembesaran 30 ekor DOC hanya disiapkan tempat skala rumah tangga dengan penerangan Listrik tidak lebih dari 40 watt dan pakan starter yang tidak melebihi 1 sak sampai 2 bulan. Ketua PCM Turi, Drs. Bambang Rahmanto, yang akrab disapa pak Bara, menyampaikan bahwa dirinya bergabung dalam komunitas TernakMU dan terjun melakukan ternak dengan metode microfarming ini dan telah merasakan langsung hasilnya. Menurutnya, pola beternak yang dikembangkan TernakMU memberikan peluang ekonomi yang realistis bagi warga Muhammadiyah. “Setelah ikut serta dalam program TernakMU ini, saya merasakan keuntungan yang rasional hanya dengan beternak kurang dari dua bulan untuk mencetak pullet ayam Elba namun hasil penjualan dan biaya yang saya keluarkan memberikan margin yang signifikan. Harapannya, konsep ternak ini perlu kami tularkan dan dikembangkan kepada jamaah dan warga Muhammadiyah lainnya agar keberkahan ini terus mengalir,” ungkap Bara. Melalui Safari TernakMU, PRM Ngentak bersama PCM Turi berharap gerakan peternakan berjamaah ini dapat diperluas ke berbagai ranting dan cabang Muhammadiyah di Yogyakarta dan sekitarnya. Dengan semangat ta’awun, inovasi, dan kemandirian, Gerakan 1000 Ternak diharapkan menjadi salah satu model pemberdayaan ekonomi umat yang produktif dan berkelanjutan. Rep H. Khaoirudin Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
SMK Muhammadiyah 1 Turi Raih Juara Umum Nasional, Pecahkan Rekor Perakitan Komputer 40 Menit
Malang Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMK Muhammadiyah 1 Turi. Sekolah yang berlokasi di Kabupaten Sleman ini berhasil meraih predikat Juara Umum tingkat nasional kategori SMA dan SMK dalam ajang kompetisi teknologi yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Malang pada 22–23 Juni 2026. Keberhasilan tersebut diraih setelah tim SMK Muhammadiyah 1 Turi tampil gemilang pada dua cabang lomba yang menjadi sorotan, yakni PC Assembly (Perakitan Komputer) dan Hackathon Web Profile. Berbekal kemampuan teknis, kerja sama tim, serta persiapan yang matang, para siswa mampu bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Momen yang paling menyita perhatian terjadi pada cabang PC Assembly. Tim SMK Muhammadiyah 1 Turi berhasil menyelesaikan proses perakitan komputer beserta instalasi sistem operasi hanya dalam waktu 40 menit. Catatan waktu tersebut menjadi pencapaian luar biasa yang disebut-sebut melampaui rekor kompetisi pada tahun-tahun sebelumnya. Kecepatan dan ketelitian tim mendapat apresiasi langsung dari dewan juri. Hasil tersebut mengantarkan mereka meraih Juara 1 PC Assembly sekaligus Nomine 1 Fastest PC Assembly. Salah satu anggota tim, Eka Widya, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Menurutnya, pengalaman melakukan kesalahan justru menjadi pelajaran penting dalam proses kompetisi. “Kami melakukan kesalahan di awal, namun yang kami ingat adalah belajar dari kesalahan dan tidak pernah berhenti ataupun menyerah. Dari situ kami terus memperbaiki diri hingga mampu menyelesaikan tantangan dengan baik,” ujar Eka Widya. Selain sukses di bidang perakitan komputer, prestasi individu juga diraih oleh Aditya Alfiansyah yang dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP). Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi, kemampuan teknis, dan konsistensinya selama mengikuti rangkaian kompetisi. Sementara itu, tim Hackathon Web Profile juga menunjukkan performa yang tidak kalah membanggakan. Mereka berhasil masuk jajaran terbaik dengan meraih Nomine 3 Kategori Best Presentation Web Profile, menambah perolehan poin penting bagi sekolah. Adapun daftar prestasi yang berhasil diraih SMK Muhammadiyah 1 Turi dalam kompetisi tersebut meliputi Juara Umum SMA dan SMK Tingkat Nasional, Juara 1 PC Assembly, Juara MVP atas nama Aditya Alfiansyah, Nomine 1 Fastest PC Assembly dan Nomine 3 Best Presentation Web Profile Guru Produktif Teknik Komputer dan Jaringan SMK Muhammadiyah 1 Turi, Budi Putra, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras siswa, pendamping, dan dukungan sekolah dalam mengembangkan kompetensi teknologi informasi. Menurut Budi, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa SMK mampu bersaing di tingkat nasional apabila diberikan ruang untuk berinovasi dan mengasah keterampilan sesuai perkembangan industri digital. “Prestasi ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa tidak hanya berada pada tataran teori, tetapi juga mampu dibuktikan melalui kompetisi yang menuntut kecepatan, ketepatan, kreativitas, dan kerja tim. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar dan mengembangkan diri,” katanya.
![]()