Turi, Pdmsleman.Or.Id
Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sidoharjo menggelar rapat koordinasi sekaligus evaluasi pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H dan persiapan pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 H pada Ahad (17/5/2026) sore. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIB tersebut dilaksanakan di Warung Makan Pecel Lele Tania, Perempatan Selobonggo Kawedan.
Rapat dihadiri jajaran PRM Sidoharjo serta perwakilan jamaah dari berbagai wilayah, di antaranya Sidoharjo, Ngaglik, Ngablak, Kawedan, Ledoknongko, Tepan, dan Ngentak. Suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan tampak mewarnai jalannya pertemuan yang menjadi forum konsolidasi dakwah dan persiapan kegiatan keagamaan masyarakat Muhammadiyah setempat.
Acara dibuka oleh Ketua PRM Sidoharjo, Gesang Subagya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya menjaga kekompakan jamaah serta meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah berjamaah, baik pada momentum Idul Fitri maupun Idul Adha.
“Evaluasi ini penting agar pelaksanaan kegiatan ke depan semakin baik, tertib, dan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain membahas laporan pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H, rapat juga mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis untuk Sholat Idul Adha mendatang. Mulai dari kesiapan lokasi, petugas pelaksana, koordinasi jamaah, hingga penguatan semangat gotong royong warga menjadi pokok pembahasan bersama.
Pada sesi iftitah, HA. Bachroni menyampaikan tausiyah tentang nilai-nilai bermuhammadiyah yang harus dijalankan dengan penuh kegembiraan dan semangat dakwah. Ia mengutip pesan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, bahwa dakwah harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan mengajak kepada tauhid yang benar serta lurus.
“Bermuhammadiyah itu harus dengan rasa senang dan menyenangkan. Dakwah dilakukan untuk mengajak kepada kebaikan dan ketakwaan,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa warga Muhammadiyah harus terus menghidupkan semangat amar makruf nahi mungkar sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an, khususnya Surat Ali Imran. Menurutnya, Muhammadiyah harus menjadi gerakan yang rapi, terorganisir, dan saling menguatkan layaknya bangunan kokoh yang menyatu.
“Di Muhammadiyah kita diajarkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Amal harus dilandasi ilmu, dan ilmu harus diwujudkan dalam amal,” katanya.
HA. Bachroni juga mengutip kandungan Surat Al-Mujadalah bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu. Karena itu, warga Muhammadiyah diharapkan terus belajar, mengamalkan ajaran Islam, serta bergembira dalam perjuangan mencari ridha Allah SWT.
“Berjuang di Muhammadiyah adalah bagian dari ikhtiar menuju ridha Allah dan cita-cita terwujudnya baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya.
Rapat berlangsung hangat dan penuh musyawarah hingga menjelang malam, ditutup dengan komitmen bersama untuk menyukseskan pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 H secara tertib, khidmat, dan semakin mempererat ukhuwah antarjamaah.
Arief Hartanto:
![]()









