Jihadi PCM Godean: “Panggilan Allah untuk Menjadi Hamba yang Bertaqwa”

Facebook
Twitter
LinkedIn

Godean-PdmSleman.or.id

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Surah Al-Baqarah ayat 21:

“Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.”

Ayat ini sangat istimewa, karena Allah tidak hanya memanggil orang beriman, tetapi memanggil seluruh manusia:

“Yaa ayyuhan naas…” — Wahai manusia…

Artinya, siapa pun kita, apa pun latar belakang kita, kaya atau miskin, muda atau tua, pejabat atau rakyat biasa, semuanya dipanggil oleh Allah untuk kembali kepada-Nya dan menjadi hamba yang bertaqwa. Taqwa adalah tujuan hidup

Karena kemuliaan seseorang di sisi Allah bukan ditentukan oleh usia, jabatan, atau penampilan, tetapi oleh ketakwaannya.

Demikian inti pengajian Ahad Pagi Jihadi PCM Godean bersama Prof. Muchlasin di Masjid Al Huda Godean Ahad, 17 Mei 2026.

Disampaikan bahwa hidup manusia tidak selalu sama. Dalam kehidupan, kita sering melihat kenyataan yang menggetarkan hati.

Ada orang yang ketika mudanya rajin ibadah: aktif mengaji, menjaga shalat, dekat dengan masjid, namun ketika tua justru lalai dan tenggelam dalam maksiat.

Sebaliknya, ada pula orang yang masa mudanya jauh dari agama: penuh dosa, lalai beribadah, hidup dalam kesalahan, tetapi menjelang akhir hidupnya Allah bukakan pintu hidayah. Ia bertaubat, menangis dalam sujud, lalu wafat dalam keadaan baik.

Inilah yang mengajarkan kepada kita bahwa:

yang paling penting bukan bagaimana kita memulai, tetapi bagaimana kita mengakhiri hidup.

Karena tidak ada seorang pun yang bisa memastikan: apakah esok masih hidup, bagaimana akhir hayatnya, dan dalam keadaan apa Allah memanggilnya. Husnul khatimah adalah harapan setiap mukmin

Dan orang yang hari ini masih banyak dosa jangan berputus asa dari rahmat Allah.

Selama nyawa belum sampai tenggorokan, pintu taubat masih terbuka.

Karena hidayah bukan milik manusia, tetapi milik Allah.

Maka apa yang harus kita lakukan?

Menjaga shalat dan ibadah setiap hari.

Memohon kepada Allah agar diberi istiqamah.

Memperbanyak taubat dan dzikir.

Berkumpul dengan orang-orang shalih.

Memperbaiki hati, bukan hanya penampilan agama.

Berdoa agar diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.

“Ya Allah, jangan Engkau cabut nyawa kami kecuali dalam keadaan Engkau ridha kepada kami.”

Dalam Al-Qur’an, manusia disebut dengan beberapa istilah. Masing-masing memiliki makna dan penekanan yang berbeda. Tiga yang paling sering dikenal adalah: an-naas, al-basyar, dan al-insaan. Selain itu masih ada beberapa istilah lain yakni bani Adam, Al Insi 

Ketika Allah memanggil:

“Yaa ayyuhan naas…”

itu artinya semua manusia dipanggil untuk kembali kepada fitrah dan ketakwaan.

Kita bukan sekadar basyar yang hanya makan dan tidur. Kita adalah insan yang diberi hati dan amanah. Kita juga Bani Adam yang dimuliakan Allah.

Selanjutnya disampaikan Prof. Muchlasin tentang Ibadah

1. Ibadah Hati, Ibadah yang dilakukan dalam batin.

Contohnya: ikhlas, sabar, tawakal, syukur, takut kepada Allah, berharap rahmat Allah.

Amal besar tanpa hati yang ikhlas bisa menjadi sia-sia.

2. Ibadah Lisan, Ibadah dengan ucapan.

Contohnya: dzikir, membaca Al-Qur’an, dakwah, mengucap salam, berkata baik, menasihati, mengajar ilmu.

Kadang satu ucapan baik bisa menjadi sebab seseorang mendapat pahala besar. Sebaliknya satu ucapan buruk bisa menghancurkan pahala.

Karena itu Rasulullah ﷺ mengingatkan agar menjaga lisan.

3. Ibadah Badan, Ibadah yang menggunakan anggota tubuh.

Contohnya: shalat, puasa, membantu orang lain, menolong yang kesusahan, hadir ke majelis ilmu, bekerja keras dalam kebaikan. tubuh yang sehat seharusnya digunakan untuk taat, bukan maksiat.

4. Ibadah Harta, Ibadah melalui materi dan kekayaan.

Contohnya: zakat, infak, sedekah, wakaf, membantu fakir miskin, membangun masjid, membantu pendidikan, menyantuni yatim.

Harta bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi ada hak orang lain di dalamnya.

5. Ibadah Sosial, Ibadah dalam hubungan dengan manusia.

Contohnya: menghormati orang tua, menyayangi pasangan, mendidik anak, menjaga silaturahmi, menjaga lingkungan, tidak menyakiti tetangga.

Islam bukan hanya hubungan dengan Allah, tetapi juga hubungan dengan sesama manusia.

Kontributor: Wahdan Arifudin, PCM Godean

Loading

Leave a Replay