TernakMU Gelar Pertemuan Perdana, Dorong Crowdfunding untuk Microfarming Ayam Kampung Petelur

Facebook
Twitter
LinkedIn

Turi, Pdmsleman.Or.Id

Komunitas TernakMU, wadah peternak warga Muhammadiyah Turi binaan Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata PCM Turi, menggelar pertemuan perdana pada Ahad 10 Mei 2026,  di Rumah Akhmad Khairudin Garongan Wonokerto Turi yang sekaligus sebagai Sekertariat atau Rumah TernakMUsebagai langkah awal penerapan sistem crowdfunding untuk pendanaan usaha microfarming anggotanya. Gerakan ini menjadi aksi nyata pemberdayaan ekonomi warga Muhammadiyah melalui pengembangan ternak ayam kampung petelur jenis Elba dan Kuntara 4.

 “Pertemuan perdana ini tidak hanya menjadi ruang silaturahmi antarpeternak, tetapi juga menjadi momentum pembentukan struktur pengurus TernakMU” tutur Udin .

 Dalam forum tersebut, disusun kepengurusan awal dengan Akhmad Khairudin atau Udin sebagai ketua, Fajar sebagai wakil ketua, Sodik sebagai sekretaris, serta Mas Toni Guna sebagai bendahara. Struktur ini diharapkan menjadi fondasi awal agar gerakan TernakMU dapat berjalan lebih tertib, terarah, dan berkelanjutan.

 Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua PCM Turi, Bambang Rahmanto, yang akrab disapa Bara. Hadir pula Agung sebagai perwakilan Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata PCM Turi yang juga merupakan peternak praktis yang ikut tergabung sebagai anggota TernakMU, sehingga kehadirannya menjadi penguat dalam aspek pendampingan teknis bagi para anggota.

 Melalui pola crowdfunding, TernakMU berupaya membangun sistem pendanaan gotong royong untuk mendukung usaha ternak anggota. Pendanaan ini diarahkan untuk membantu kebutuhan awal peternakan, seperti penyediaan bibit, pakan, pengelolaan kandang, hingga pengembangan usaha. Dengan sistem ini, warga yang ingin memulai usaha ternak tidak harus berjalan sendiri, tetapi dapat bergerak bersama dalam jaringan peternak Muhammadiyah yang saling menguatkan.

Selain menjadi forum arisan bulanan, pertemuan rutin TernakMU juga dirancang sebagai ruang evaluasi teknis dan pemantauan ternak anggota yang sedang berjalan. Melalui agenda tersebut, setiap anggota dapat berbagi pengalaman, menyampaikan kendala di lapangan, mengevaluasi perkembangan ayam, serta mendapatkan masukan terkait manajemen pakan, kesehatan ternak, pencatatan produksi, dan pemasaran hasil. Dengan demikian, TernakMU tidak hanya menjadi komunitas arisan ternak, tetapi juga ruang belajar bersama bagi peternak warga Muhammadiyah.

 Konsep microfarming dipilih karena dapat dijalankan dalam skala kecil, memanfaatkan lahan terbatas, dan sesuai untuk dikembangkan oleh keluarga maupun kelompok masyarakat. Dalam gagasan awalnya, microfarming tidak hanya dipahami sebagai kegiatan memelihara ternak kecil, tetapi sebagai sistem usaha yang mencakup perencanaan, pemilihan bibit, manajemen pakan, kesehatan ternak, pencatatan usaha, pengolahan hasil, hingga pemasaran.

 Pengembangan ayam kampung petelur jenis Elba dan Kuntara 4 menjadi pilihan strategis karena memiliki potensi produksi telur yang dapat mendukung kebutuhan protein keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Dari kandang kecil, anggota TernakMU diharapkan mampu belajar menjadi peternak yang disiplin, mandiri, dan berkemajuan.

 Melalui pertemuan perdana ini, TernakMU menegaskan komitmennya untuk menjadikan ternak kecil sebagai gerakan besar pemberdayaan ekonomi umat. Dengan semangat gotong royong, pendampingan teknis, arisan bulanan, serta pemantauan rutin, TernakMU hadir sebagai ikhtiar nyata warga Muhammadiyah Turi dalam membangun kemandirian pangan dan ekonomi dari tingkat akar rumput.

Rep Udin Turi

Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Leave a Replay