Bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, Sabtu (2/5/2026), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan, Minggir, dan Godean menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) aktivasi platform Satumu. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai bagian dari upaya percepatan digitalisasi organisasi.
Dalam sambutan pembuka, H. Arif Mahfud, S.Ag, M.S.I selaku sekretaris PDM Sleman menegaskan bahwa peningkatan tata kelola organisasi menjadi salah satu program unggulan PDM Sleman. Menurutnya, kehadiran platform Satumu yang terintegrasi dengan e-KTAM merupakan langkah strategis untuk mempermudah masyarakat bergabung dan mengakses layanan Muhammadiyah.
“Program ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya jumlah anggota Muhammadiyah, sebagaimana sempat viral beberapa waktu lalu terkait fenomena ‘login Muhammadiyah’ yang muncul dari perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 H dan penggunaan metode KHGT atau Kalender Hijriyah Global Tunggal,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Farid Setiawan, S.Pd, M.Pd.I wakil ketua PWM Daerah Istimewa Yogyakarta dalam arahannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Bimtek Satumu atau Satu Data Muhammadiyah yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional ini menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi digital di lingkungan Muhammadiyah.
Farid Setiawan mengapresiasi langkah PDM Sleman yang menjadikan digitalisasi sebagai program unggulan melalui platform “Satu Data Muhammadiyah” (Satumu).
“Digitalisasi adalah realitas yang kita hadapi sehari-hari. Dengan Satumu, kita mendapatkan akses data yang cepat, akurat, dan memudahkan dalam memetakan jumlah serta sebaran jamaah. Di sinilah peran agen dan verifikator menjadi sangat penting,” jelasnya.
Farid juga menegaskan bahwa transformasi dari sistem manual menuju digital akan berjalan lebih mudah jika dimulai dari fondasi yang kuat, salah satunya melalui aktivasi Satumu di tingkat cabang dan ranting.
Saat ini, tingkat aktifasi di Daerah Istimewa Yogyakarta masih berada di angka 29 persen per 1 Mei 2026. Ia berharap hingga akhir Mei seluruh agen dan verifikator di tingkat cabang dan ranting dapat terverifikasi.

“Khusus di Sleman, masih terdapat satu PCM yang belum aktif dan sekitar 121 ranting yang belum melakukan aktivasi. Ini menjadi pekerjaan bersama yang harus segera dituntaskan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh PCM dan PRM semakin siap dalam mengoptimalkan peran agen dan verifikator, sehingga proses digitalisasi Muhammadiyah dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Transformasi dari manual ke digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan, sejalan dengan semangat Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berkemajuan.
Kontributor: Wahdan Arifudin, S.Pd. PCM Godean
![]()








