Kebumen, Pdmsleman.Or.Id
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Rapat Kerja Pimpinan dan Evaluasi Program Majelis, Lembaga, serta Organisasi Otonom (Ortom) tingkat daerah pada 13–14 Juni 2026 di Sagara View of Karangbolong, Kebumen.
Selain itu juga belajar dari suksesnya Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong yang berhasil meraih predikat cabang unggulan dalam CRM 2025 yang disamapikan oleh Heri Purnomo S.Ps dari PCM Gombong yang dinilai berhasil mengembangkan organisasi dan amal usaha Muhammadiyah secara signifikan.
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam mengelola organisasi dan amal usaha. Berdiri sejak tahun 1924, PCM Gombong kini menjadi salah satu cabang Muhammadiyah yang memiliki jaringan amal usaha terbesar di wilayah selatan Jawa Tengah dengan total 45 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, dan dakwah.
Hal tersebut terungkap dalam paparan PCM Gombong Tahun 1447 H/2026 M yang disampaikan oleh Wakil Ketua PCM Gombong Bidang Tabligh dan Pondok Pesantren, Heri Pramono, dalam forum sharing pengelolaan persyarikatan Muhammadiyah.
Data tahun 2025 menunjukkan PCM Gombong membina 15 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) yang tersebar di 14 desa dan kelurahan. Selain itu terdapat 30 masjid dan musala, tujuh organisasi otonom yang seluruhnya aktif, 17 TPQ, empat pondok pesantren, sekitar 1.510 pegawai AUM, serta 50 mubaligh yang aktif berdakwah di masyarakat.
Perkembangan tersebut sangat kontras dibandingkan kondisi tahun 2000. Saat itu PCM Gombong hanya memiliki sembilan AUM, delapan ranting, 12 masjid dan musala, serta tiga organisasi otonom. Kini jumlah AUM meningkat lima kali lipat menjadi 45 unit dengan jaringan pelayanan yang semakin luas.
Di sektor kesehatan, PCM Gombong mengelola lima rumah sakit dan lima klinik. Salah satu yang tertua adalah RS PKU Muhammadiyah Gombong yang berdiri sejak 1958 dan kini berstatus rumah sakit tipe B. Dalam beberapa tahun terakhir, ekspansi layanan kesehatan terus dilakukan melalui akuisisi dan pengembangan sejumlah rumah sakit di Kabupaten Banyumas, Cilacap, hingga Purworejo.
Rumah sakit yang kini berada dalam jaringan PCM Gombong antara lain RS PKU Muhammadiyah Amanah Sumpiuh, RS PKU Muhammadiyah Aghisna Kroya, RSU Aghisna Medika Sidareja, serta RSU Aisyiyah Purworejo. Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut tidak hanya melayani masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi bagi pengembangan dakwah Muhammadiyah di daerah setempat.
Di bidang pendidikan, PCM Gombong mengelola Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo), SMA Muhammadiyah Gombong, SMP Muhammadiyah Gombong, SD Kreatif Muhammadiyah Gombong, tiga Madrasah Ibtidaiyah, TK Kreatif Muhammadiyah, serta empat pondok pesantren. Beberapa pesantren bahkan baru didirikan dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari penguatan kaderisasi dan pendidikan Islam.
Sektor ekonomi juga berkembang pesat melalui pengelolaan BTM Lilis Nuryani, Surya Mart, Nururrohmah Mart, Lilis Nuryani Mart, hingga Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara di bidang sosial, PCM Gombong mengelola Panti Asuhan Yatim Dhuafa yang memiliki berbagai unit usaha produktif untuk mendukung kemandirian lembaga.
Keberhasilan pengembangan organisasi tersebut tidak lepas dari strategi konsolidasi yang diterapkan PCM Gombong. Pengurus cabang rutin menggelar rapat mingguan, memperkuat sinergi antar majelis, ortom, dan AUM, serta melaksanakan pembinaan ranting secara berkelanjutan. Setiap ranting juga memperoleh dukungan dana operasional sesuai tingkat perkembangannya.
Selain itu, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) diberi ruang luas untuk menjadi pelaksana berbagai kegiatan cabang. Berbagai agenda seperti pengajian, syawalan, milad, hingga kegiatan organisasi lainnya banyak dipercayakan kepada kader muda.
PCM Gombong juga menerapkan kebijakan yang mendorong pegawai AUM aktif dalam kegiatan persyarikatan. Bahkan keaktifan dalam organisasi menjadi salah satu indikator penting dalam pembinaan sumber daya manusia Muhammadiyah.
Melalui konsolidasi organisasi, penguatan kaderisasi, serta optimalisasi peran amal usaha, PCM Gombong terus berupaya memperkuat dakwah dan pelayanan kepada masyarakat. Model pengelolaan yang dijalankan cabang ini menjadi salah satu contoh keberhasilan Muhammadiyah dalam mengembangkan persyarikatan secara modern, profesional, dan berkelanjutan.
Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()









