SD Muhammadiyah Condongcatur Susun Biografi dan Sejarah Sekolah

Facebook
Twitter
LinkedIn

Depok, Pdmsleman,Or.Id

SD Muhammadiyah Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, resmi memulai penyusunan buku biografi kepemimpinan dan sejarah institusi sebagai upaya pengarsipan dokumen sejarah lokal.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban publik sekaligus penataan literasi mengenai transformasi tata kelola pendidikan modern di wilayah setempat.

Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur, Sulasmi, mengatakan bahwa kodifikasi sejarah ini memuat esensi perjuangan kolektif para perintis serta dialektika perkembangan sekolah sejak masa awal pendirian.

Menurutnya, rekam jejak institusi yang semula berstatus kelas jauh hingga berhasil berevolusi menjadi satuan pendidikan rujukan nasional perlu diabadikan secara komprehensif, faktual, dan akuntabel.

“Dokumentasi tertulis ini tidak sekadar merekam kronologi formal, melainkan menginternalisasikan nilai-nilai integritas, persistensi, dan resiliensi manajerial dalam menghadapi dinamika pembaruan kelembagaan,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Depok Raya, Kabupaten Sleman, Athiful Khoiri, menegaskan bahwa penulisan narasi ini merupakan instrumen penting bagi deseminasi best practices atau praktik baik dunia kependidikan di Kabupaten Sleman.

Ia menjelaskan, capaian monumental sekolah, seperti Akreditasi A nasional Perpustakaan Hamka, predikat Sekolah Sehat Berkarakter, hingga capaian tertinggi pada integrasi data Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Tahun 2026, menuntut adanya rujukan literatur yang solid bagi publik.

Ia menambahkan bahwa peran strategis KIM dalam mempublikasikan dokumen sejarah ini bertumpu pada kepentingan pemenuhan hak informasi masyarakat di sektor layanan publik.

“Narasi historis yang dibangun secara objektif dinilai mampu menguatkan sinergi serta motivasi kolektif antara jajaran persyarikatan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dalam merawat mutu pendidikan,” ungkapnya.

Melalui kodifikasi dokumen biografi dan sejarah ini, diharapkan sistem manajemen berbasis prestasi dan pengasuhan talenta yang adaptif dapat terduplikasi oleh satuan pendidikan lainnya.

“Inisiatif ini sekaligus mempertegas komitmen daerah dalam mewujudkan ekosistem kependidikan yang berkarakter, kompetitif, dan mencerahkan bagi masyarakat Kabupaten Sleman,” pungkasnya.
Rep Sugiyanto – Moyudan

Loading

Leave a Replay