Pakem, Pdmsleman.Or.Id
Semangat berbagi melalui wakaf mewarnai rangkaian Hari Ber-Muhammadiyah Kabupaten Sleman 2026 yang digelar di Museum Gunung Merapi, Pakem, Sabtu (1/8/2026). Pada kesempatan tersebut, Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman memberikan Wakaf Award kepada Hj. Supraptinah, S.Pd. sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya mewakafkan aset senilai sekitar Rp6 miliar kepada Persyarikatan Muhammadiyah.
Penghargaan tersebut diserahkan di hadapan ribuan jamaah yang menghadiri peringatan Hari Ber-Muhammadiyah. Wakaf yang diikrarkan Hj. Supraptinah diserahkan kepada Persyarikatan Muhammadiyah melalui Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pakem untuk dikelola dan dikembangkan sebagai amal usaha yang bermanfaat bagi umat.
Aset yang diwakafkan berupa tanah seluas 261 meter persegi yang berada di Dusun Sambi, Kalurahan Pakembinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di atas lahan tersebut telah berdiri bangunan pesantren tiga lantai yang dikenal dengan nama Pesantren King Sulaiman.
Hj. Supraptinah bersama keluarga memutuskan mewakafkan pesantren tersebut kepada Muhammadiyah dengan harapan lembaga yang telah dirintis dapat berkembang lebih baik di bawah pengelolaan Persyarikatan. Mereka berharap keberadaan pesantren mampu melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an atau huffaz yang berakhlak mulia serta memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman, Agung Nugraha, menjelaskan bahwa pemberian Wakaf Award bukan sekadar bentuk penghargaan kepada para wakif, tetapi juga menjadi sarana sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa wakaf hanya dapat dilakukan dalam bentuk tanah atau aset bernilai besar. Padahal, kata Agung, setiap orang memiliki kesempatan untuk berwakaf sesuai kemampuan, termasuk melalui wakaf uang.
“Melalui penghargaan ini kami ingin memberikan pemahaman bahwa wakaf tidak harus berupa tanah yang luas. Wakaf uang pun dapat menjadi amal jariyah yang sangat besar manfaatnya. Salah satu contohnya adalah Gerakan Wakaf Uang sebesar Rp50.000 per bulan yang saat ini digalakkan untuk mendukung pembangunan Klinik Al Farouq Muhammadiyah Pakem,” ujarnya.
Ia berharap penghargaan tersebut mampu menginspirasi lebih banyak warga Muhammadiyah maupun masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan wakaf. Menurutnya, wakaf merupakan investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir selama harta yang diwakafkan memberikan manfaat bagi umat.
Selain memberikan penghargaan kepada Hj. Supraptinah, Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman juga memberikan Wakaf Award kepada Sugili Putra yang telah mewakafkan tanah seluas 384 meter persegi lengkap dengan bangunan musala di atasnya. Karena berhalangan hadir, penghargaan tersebut diterima oleh perwakilan keluarga.
Momentum pemberian Wakaf Award dalam Hari Ber-Muhammadiyah Sleman 2026 menjadi pengingat bahwa gerakan wakaf tidak hanya membangun aset fisik, tetapi juga memperkuat dakwah, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pemberdayaan umat sebagai warisan kebaikan yang manfaatnya terus dirasakan lintas generasi.
Rep RAN
Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()








