Prambanan, Pdmsleman.Or.Id
Forum Pengelola Ambulans Muhammadiyah (FORPAM) Kabupaten Sleman menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) ke-2 di Rumah Makan Mbah Moeh, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Ahad (20/9/2026). Forum ini menjadi momentum evaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun arah program kerja dan kepengurusan FORPAM untuk periode berikutnya.
Musyda diikuti pengurus FORPAM Kabupaten Sleman, perwakilan dari 20 titik layanan ambulans Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman yang masing-masing terdiri atas tiga orang, serta para penggembira.
Mengusung semangat “Nyawiji nata barisan, trengginas ing pelayanan”, kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB. Pembukaan dihadiri sejumlah unsur Muhammadiyah dan mitra layanan, antara lain PDM Sleman, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM Sleman, FORPAM DIY, Lazismu Sleman, Penewu Anom Prambanan, Polsek Prambanan, Koramil Prambanan, PCM Prambanan, KL Lazismu Prambanan, serta PRM Bokoharjo.
Ketua FORPAM Kabupaten Sleman, Darojat Noor Akhmad, dalam sambutannya menyampaikan “pentingnya musyawarah sebagai ruang bersama untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus memperkuat pelayanan ambulans Muhammadiyah kepada masyarakat”.
Sementara itu, dari PDM Sleman, Eko Sumardiyanto hadir memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Musyda ke-2 FORPAM Kabupaten Sleman. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa yang disampaikan oleh perwakilan PCM Prambanan.
Memasuki agenda inti, peserta musyawarah terlebih dahulu mengesahkan tata tertib persidangan yang dipimpin Ketua dan Sekretaris Sidang. Setelah itu dilakukan pembacaan sekaligus penyerahan laporan pertanggungjawaban kegiatan FORPAM Kabupaten Sleman periode 2022–2026.
Laporan tersebut menjadi bagian penting dalam musyawarah karena memberikan gambaran mengenai perjalanan organisasi selama satu periode, termasuk pelaksanaan kegiatan dan pelayanan ambulans di berbagai titik layanan.
Selain evaluasi, peserta juga memperoleh ruang untuk menyampaikan usulan program kerja. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan pembahasan dalam menentukan langkah FORPAM Sleman ke depan agar pelayanan ambulans semakin tertata dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Agenda berikutnya adalah pemilihan formatur. Dari proses musyawarah tersebut, ditetapkan tiga orang sebagai formatur sekaligus pimpinan baru FORPAM Kabupaten Sleman.
Darojat Noor Akhmad dari Godean dipercaya sebagai Ketua, Juang Muhammad Mahron dari Tempel sebagai Sekretaris, dan Adeen Suryawan dari Mlati sebagai Bendahara.
Ketiganya kemudian mengikuti sidang formatur untuk menyusun langkah organisasi pada periode mendatang. Setelah hasil ditetapkan, acara dilanjutkan dengan sambutan iftitah dari Ketua FORPAM Kabupaten Sleman terpilih, Darojat Noor Akhmad.
Musyda ke-2 FORPAM Sleman tidak sekadar menjadi forum pergantian kepengurusan. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang konsolidasi bagi pengelola ambulans Muhammadiyah di berbagai wilayah Sleman untuk menyatukan langkah dalam memberikan pelayanan kemanusiaan.
Dengan keberadaan 20 titik layanan yang tersebar di wilayah Kabupaten Sleman, FORPAM memiliki jaringan pelayanan yang cukup luas. Musyawarah diharapkan mampu memperkuat koordinasi antar-pengelola, memperjelas program kerja, serta menjaga semangat pelayanan yang cepat, tertib, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kepengurusan baru selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus mengembangkan inovasi pelayanan sesuai dinamika kebutuhan masyarakat. Semangat kebersamaan menjadi modal penting agar ambulans Muhammadiyah tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan layanan kegawatdaruratan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan pelayanan sosial yang terus tumbuh di Kabupaten Sleman.
Rep Juang Mahron AmbulanmU Tempel
Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()








