Jihadi PCM Godean: “Panggilan Allah untuk Menjadi Hamba yang Bertaqwa”

Godean-PdmSleman.or.id Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Surah Al-Baqarah ayat 21: “Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” Ayat ini sangat istimewa, karena Allah tidak hanya memanggil orang beriman, tetapi memanggil seluruh manusia: “Yaa ayyuhan naas…” — Wahai manusia… Artinya, siapa pun kita, apa pun latar belakang kita, kaya atau miskin, muda atau tua, pejabat atau rakyat biasa, semuanya dipanggil oleh Allah untuk kembali kepada-Nya dan menjadi hamba yang bertaqwa. Taqwa adalah tujuan hidup Karena kemuliaan seseorang di sisi Allah bukan ditentukan oleh usia, jabatan, atau penampilan, tetapi oleh ketakwaannya. Demikian inti pengajian Ahad Pagi Jihadi PCM Godean bersama Prof. Muchlasin di Masjid Al Huda Godean Ahad, 17 Mei 2026. Disampaikan bahwa hidup manusia tidak selalu sama. Dalam kehidupan, kita sering melihat kenyataan yang menggetarkan hati. Ada orang yang ketika mudanya rajin ibadah: aktif mengaji, menjaga shalat, dekat dengan masjid, namun ketika tua justru lalai dan tenggelam dalam maksiat. Sebaliknya, ada pula orang yang masa mudanya jauh dari agama: penuh dosa, lalai beribadah, hidup dalam kesalahan, tetapi menjelang akhir hidupnya Allah bukakan pintu hidayah. Ia bertaubat, menangis dalam sujud, lalu wafat dalam keadaan baik. Inilah yang mengajarkan kepada kita bahwa: yang paling penting bukan bagaimana kita memulai, tetapi bagaimana kita mengakhiri hidup. Karena tidak ada seorang pun yang bisa memastikan: apakah esok masih hidup, bagaimana akhir hayatnya, dan dalam keadaan apa Allah memanggilnya. Husnul khatimah adalah harapan setiap mukmin Dan orang yang hari ini masih banyak dosa jangan berputus asa dari rahmat Allah. Selama nyawa belum sampai tenggorokan, pintu taubat masih terbuka. Karena hidayah bukan milik manusia, tetapi milik Allah. Maka apa yang harus kita lakukan? Menjaga shalat dan ibadah setiap hari. Memohon kepada Allah agar diberi istiqamah. Memperbanyak taubat dan dzikir. Berkumpul dengan orang-orang shalih. Memperbaiki hati, bukan hanya penampilan agama. Berdoa agar diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah. “Ya Allah, jangan Engkau cabut nyawa kami kecuali dalam keadaan Engkau ridha kepada kami.” Dalam Al-Qur’an, manusia disebut dengan beberapa istilah. Masing-masing memiliki makna dan penekanan yang berbeda. Tiga yang paling sering dikenal adalah: an-naas, al-basyar, dan al-insaan. Selain itu masih ada beberapa istilah lain yakni bani Adam, Al Insi  Ketika Allah memanggil: “Yaa ayyuhan naas…” itu artinya semua manusia dipanggil untuk kembali kepada fitrah dan ketakwaan. Kita bukan sekadar basyar yang hanya makan dan tidur. Kita adalah insan yang diberi hati dan amanah. Kita juga Bani Adam yang dimuliakan Allah. Selanjutnya disampaikan Prof. Muchlasin tentang Ibadah 1. Ibadah Hati, Ibadah yang dilakukan dalam batin. Contohnya: ikhlas, sabar, tawakal, syukur, takut kepada Allah, berharap rahmat Allah. Amal besar tanpa hati yang ikhlas bisa menjadi sia-sia. 2. Ibadah Lisan, Ibadah dengan ucapan. Contohnya: dzikir, membaca Al-Qur’an, dakwah, mengucap salam, berkata baik, menasihati, mengajar ilmu. Kadang satu ucapan baik bisa menjadi sebab seseorang mendapat pahala besar. Sebaliknya satu ucapan buruk bisa menghancurkan pahala. Karena itu Rasulullah ﷺ mengingatkan agar menjaga lisan. 3. Ibadah Badan, Ibadah yang menggunakan anggota tubuh. Contohnya: shalat, puasa, membantu orang lain, menolong yang kesusahan, hadir ke majelis ilmu, bekerja keras dalam kebaikan. tubuh yang sehat seharusnya digunakan untuk taat, bukan maksiat. 4. Ibadah Harta, Ibadah melalui materi dan kekayaan. Contohnya: zakat, infak, sedekah, wakaf, membantu fakir miskin, membangun masjid, membantu pendidikan, menyantuni yatim. Harta bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi ada hak orang lain di dalamnya. 5. Ibadah Sosial, Ibadah dalam hubungan dengan manusia. Contohnya: menghormati orang tua, menyayangi pasangan, mendidik anak, menjaga silaturahmi, menjaga lingkungan, tidak menyakiti tetangga. Islam bukan hanya hubungan dengan Allah, tetapi juga hubungan dengan sesama manusia. Kontributor: Wahdan Arifudin, PCM Godean

Loading

Siapa Pemakmur Masjid-masjid Allah, Ust Ahmad Fauzi Satriyono, S.Ag, M.A.

“Syarat menjadi penghuni surga adalah salah satunya menjadi pemakmur masjid. Menjadi pemakmur masjid itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah sebagaimana terdapat dalam Surat At-Taubah ayat 18, pemakmur masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan shalat, menunaikan zakat, serta tidak takut kepada siapa pun selain Allah. Mereka adalah orang-orang yang menjaga, membangun, dan meramaikan masjid dengan aktivitas ibadah.” Hal di atas disampaikan oleh Ustadz H. Ahmad Fauzi Satriyono, S.Ag, M.A. dalam Pengajian Ahad Pagi atau Jihadi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean tadi pagi Ahad, 10 Mei 2026 dan rutin dilaksanakan setiap Ahad Pagi di Masjid Al Huda Godean Sleman Yogyakarta mulai jam 06.00-07.15 tepat. Pengajian dihadiri lebih dari 300 orang jamaah yang rutin hadir dari sekitar masjid Al Huda Godean dan masyarakat umum. Selanjutnya disampaikan bahwa perbuatan pemakmur masjid diantaranya Pertama, Iman dan Takwa: Memiliki keimanan yang baik dan takut hanya kepada Allah. Kedua, Mendirikan Shalat: Senantiasa mendirikan shalat, terutama berjamaah di masjid. Ketiga, Menunaikan Zakat: Mengeluarkan zakat sebagai bentuk kepedulian sosial. Keempat, Aktivitas fisik dan ruhiyah: Membangun, membersihkan, merawat, dan memakmurkan masjid dengan taklim, zikir, serta bacaan Al-Qur’an. Kelima, Istiqomah: Menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan yang bermanfaat. Allah menjanjikan pahala besar, termasuk dibangunkan istana di surga, bagi mereka yang memakmurkan rumah-Nya. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Seorang wanita yang biasa menyapu masjid wafat, Rasul menanyakannya ketika dikatakan bahwa ia wafat, Rasul berkata, “Mengapa kamu tak mengabariku agar Aku sholatkan? tunjukkan di mana kuburnya maka Rasul mendatangi kuburan itu, lalu sholat di atasnya. jelas Ustadz Ahmad Fauzi Satriyono. Kontributor: Wahdan Arifudin, MPI PDM Sleman

Loading

Hadirilah Hari BerMuhammadiyah se-Sleman Bersama Din Syamsuddin dan Ust Mujiman

Sleman, PdmSleman.or.id Warga Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman bersiap menyambut gelaran akbar Semarak dan Pengajian Hari Ber-Muhammadiyah se-Sleman yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan ini akan berlangsung di Lapangan Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Mengusung tema “Umat Bersatu, Islam Kuat: Ikhtiar Muhammadiyah Menjaga Persatuan di Tengah Gejolak Dunia dan Perang Narasi”, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus merespons tantangan global yang kian kompleks, termasuk derasnya arus informasi dan pertarungan narasi di era digital. Acara ini akan menghadirkan tokoh nasional dan juga tokoh perdamaian dunia yaitu Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, M.A. serta dai inspiratif Ustadz Mujiman yang keduanya Insya Allah akan memberikan tausiyah kebangsaan dan keumatan. Kehadiran keduanya diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif umat untuk tetap bersatu, cerdas dalam menyikapi informasi, serta kokoh dalam menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman bersama panitia lokal dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Mlati. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kuat Muhammadiyah dalam membangun gerakan yang solid, terarah, dan berdampak luas bagi masyarakat. Selain sebagai forum pengajian, Hari Ber-Muhammadiyah juga menjadi ajang silaturahmi lintas cabang, amal usaha, serta warga persyarikatan dari berbagai kalangan. Momentum ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan memperkuat peran Muhammadiyah sebagai pilar persatuan umat di tengah dinamika zaman. Panitia mengajak seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat umum untuk hadir dan meramaikan kegiatan ini sebagai bagian dari ikhtiar bersama menjaga persatuan dan memperkuat kontribusi umat bagi bangsa. “Mari hadir, bersatu, dan kuatkan langkah dalam ber-Muhammadiyah, catat waktunya, Sabtu, 23 Mei 2026 di Lapangan Sendangadi Mlati yang masih se-komplek dengan SMP Muhammadiyah 1 Mlati, Jalan Magelang barat Jalan utara makam Pahlawan nasional Wahidin Sudiro Husodo.” ungkap salah satu panitia, H. Muh. Yusuf Sugeng Suryono, M.S.I Kontributor: Wahdan Arifudin, S.Pd, MPI PDM Sleman

Loading

Bimtek Satumu PCM Moyudan, Minggir, dan Godean: Percepat Digitalisasi Muhammadiyah

Bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, Sabtu (2/5/2026), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan, Minggir, dan Godean melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) aktivasi platform Satumu yang diadakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai bagian dari upaya percepatan digitalisasi organisasi. Dalam sambutan pembuka, H. Arif Mahfud, S.Ag, M.S.I selaku sekretaris PDM Sleman menegaskan bahwa peningkatan tata kelola organisasi menjadi salah satu program unggulan PDM Sleman. Menurutnya, kehadiran platform Satumu yang terintegrasi dengan e-KTAM merupakan langkah strategis untuk mempermudah masyarakat bergabung dan mengakses layanan Muhammadiyah. “Program ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya jumlah anggota Muhammadiyah, sebagaimana sempat viral beberapa waktu lalu terkait fenomena ‘login Muhammadiyah’ yang muncul dari perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 H dan penggunaan metode KHGT atau Kalender Hijriyah Global Tunggal,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Farid Setiawan, S.Pd, M.Pd.I wakil ketua PWM Daerah Istimewa Yogyakarta dalam arahannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Bimtek Satumu atau Satu Data Muhammadiyah yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional ini menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi digital di lingkungan Muhammadiyah. Farid Setiawan mengapresiasi langkah PDM Sleman yang menjadikan digitalisasi sebagai program unggulan melalui platform “Satu Data Muhammadiyah” (Satumu). “Digitalisasi adalah realitas yang kita hadapi sehari-hari. Dengan Satumu, kita mendapatkan akses data yang cepat, akurat, dan memudahkan dalam memetakan jumlah serta sebaran jamaah. Di sinilah peran agen dan verifikator menjadi sangat penting,” jelasnya. Farid juga menegaskan bahwa transformasi dari sistem manual menuju digital akan berjalan lebih mudah jika dimulai dari fondasi yang kuat, salah satunya melalui aktivasi Satumu di tingkat cabang dan ranting. Saat ini, tingkat aktifasi di Daerah Istimewa Yogyakarta masih berada di angka 29 persen per 1 Mei 2026. Ia berharap hingga akhir Mei seluruh agen dan verifikator di tingkat cabang dan ranting dapat terverifikasi. “Khusus di Sleman, masih terdapat satu PCM yang belum aktif dan sekitar 121 ranting yang belum melakukan aktivasi. Ini menjadi pekerjaan bersama yang harus segera dituntaskan,” tambahnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh PCM dan PRM semakin siap dalam mengoptimalkan peran agen dan verifikator, sehingga proses digitalisasi Muhammadiyah dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Transformasi dari manual ke digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan, sejalan dengan semangat Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berkemajuan. Kontributor: Wahdan Arifudin, S.Pd. PCM Godean

Loading

Halal Bihalal BKS SMP/MTs Muhammadiyah DIY: Perkuat Sinergi dan Kepemimpinan Visioner

Kulon Progo — Badan Kerja Sama (BKS) SMP/MTs Muhammadiyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan Halal Bihalal pada Kamis, 16 April 2026 di Nanggulan, Kulon Progo. Kegiatan ini mengusung tema “Silaturahmi yang Menggembirakan, Bersinergi, dan Berkemajuan.” Ketua BKS SMP/MTs Muhammadiyah DIY, Hasanuddin, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan taqabbalallahu minna wa minkum di penghujung bulan Syawal. Ia juga mengapresiasi BKS SMP/MTs Muhammadiyah Kulon Progo atas kesiapan tempat dan penyelenggaraan acara ini. Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya pembaruan dan modernisasi pendidikan di sekolah Muhammadiyah sebagai bagian dari jati diri gerakan yang sejak awal menjadi pelopor pendidikan modern, bukan sekadar bernostalgia pada masa lalu. Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kulon Progo, Drs. H. Fauzan, menyampaikan doa bagi dua kepala sekolah dari Kulon Progo, yakni Sarwidi dan Supriyono, yang akan menunaikan ibadah haji 1447 H agar memperoleh predikat haji mabrur. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dalam pengelolaan sekolah. “Kepala sekolah bisa menjadi ‘kepolo’ jika tidak membangun sinergi,” ujarnya mengingatkan. Dalam sambutannya, ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Achmad Muhammad, M.Ag. mengajak seluruh peserta untuk memaknai Syawal tidak hanya sebagai kembali ke fitrah, tetapi juga sebagai momentum menghadirkan kegembiraan tanpa melupakan nikmat Allah. Ia menegaskan bahwa kemajuan sekolah tidak bisa berdiri sendiri, melainkan lahir dari kolaborasi guru yang mengajar dengan hati, kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, serta dukungan seluruh warga sekolah. Pengajian inti disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Ustadz H. Gita Danupranata, S.E., M.M. Ia menyoroti pentingnya kepemimpinan berbasis visi yang jelas sebagai peta jalan pengembangan sekolah. Menurutnya, kepala sekolah perlu adaptif dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang penuh perubahan cepat dan ketidakpastian. Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang demokratis dan egaliter, dengan mengedepankan apresiasi terhadap kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Pendekatan kolektif-kolegial dinilai menjadi kunci dalam membangun budaya kerja yang sehat. Dalam menghadapi era digital, Gita mengingatkan agar transformasi tidak hanya pada alat, tetapi juga pada metode. “Kita harus beralih dari sekadar menggunakan digital menuju pembelajaran digital yang total,” ungkapnya. Selain itu, ia menegaskan pentingnya menjaga identitas keislaman dan kemuhammadiyahan serta mengembangkan pendidikan berbasis kearifan lokal. Menutup tausiyahnya, Gita menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan jejaring sebagai fondasi pengembangan amal usaha Muhammadiyah dengan growth mindset. “Keunggulan tidak lahir dengan sendirinya. Sekolah maju karena sinergi, guru mengajar dengan hati, dan kepala sekolah memimpin dengan visi,” pungkasnya. Kontributor: Wahdan Arifudin, S.Pd, SMP Muhammadiyah 2 Godean

Loading

Silaturahmi Syawwal Keluarga Besar Muhammadiyah Sleman

Keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Pengajian Silaturahmi Syawwal yang dirangkai dengan acara pamitan haji, bertempat di Masjid Agung Sleman pada Ahad pagi sampai siang tanggal 12 April 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan kehangatan, dihadiri oleh pimpinan daerah, warga persyarikatan, serta masyarakat sekitar. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya dan Sang surya, dilanjutkan dengan sambutan ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, H. Harjaka, S.Ag, S.Pd, M.A., menyampaikan bahwa menjadi warga Muhammadiyah itu harus mantab dan semangat. Alhamdulillah dari Sleman ada 390 orang calhaj dari KBIHU atau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh Aisyiyah dan berangkat dalam satu kloter. Harjaka menekankan bahwa biro haji dan umroh yang resmi di Muhammadiyah Sleman dan di Yogyakarta adalah KBIHU Aisyiyah. “Semoga menjadi haji yang mabrur membawa manfaat bagi masyarakat yang banyak”, tegas Harjaka Drs. Susmiarto,  M.M. selaku pemerintah mewakili bupati Sleman mengucapkan terimakasih dan mengucapkan taqobbalallahu minna waminkum mohon maaf lahir dan batin kedapan lebih baik lagi, peran Muhammadiyah sangat besar, indek 86,5 persen krn peran pendidikan di Muhammadiyah, kualitas harus ditingkatkan,  bidang kesehatan juga meningkat usia harapan hidup, kepada calon jamaah haji semoga dapat menunaikan segala sunah rukun dan wajib. Semoga Muhammadiyah Sleman makin semangat untuk membawa masyarakat lebih maju. Pengajian inti disampaikan oleh Muhammad Rofiq Muzzakir, Lc, M.A., Ph.D, sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang menyampaikan 3 hal yaitu: Pertama, siapa yang menguasai algoritma maka akan menguasai dunia, sekarang ini ada pengajian di roblox sambil main game. Bahkan Muhammadiyah sudah punya universitas siber Muhammadiyah bahkan mahasiswa sejak 4 tahun lalu ada 5.000 mahasiswa serta kuliah dengan virtual. Muhammadiyah masuk disitu melalui universitas siber. Serta kapling2 didunia digital. Muhammadiyah juga sudah mengeluarkan produk berupa kripto. Dulu yang berharga itu emas dan perak selama beberapa dekade tapi sejak terjadi peristiwa tahun 1971 perang vietnam. Uang dicetak tanpa melihat cadangan emas. Yang berharga bukan lagi barang bongkahan tapi algoritma kripto yang tercatat. Majelis tarjih menyebut bahwa kripto sebagai alat transaksi yang jika sudah nisob maka dizakati. Kedua, masalah kepadatan penduduk. Saat ini jumlah penduduk ada 8 milyar. Fatwa tarjih tentang pembayaran dam, setelah mengkaji bahwa penyembelihan hewan qurban bisa dialihkan ke tanah air. Problemnya karena jumlah jamaah haji di tanah suci meningkat jadi 1,6 juta jamaah sehingga terjadi problem. Melihat naas dalil tentang dam, perintah menyembelih hewan qurban awalnya untuk logistik jamaah haji, untuk fakir miskin di sekitar arab saudi. Tetapi saat ini sudah terjamin kedua hal itu. Sehingga diperluas untuk membantu masyarakat yang tidak mampu di tanah air. Data dari 200ribu. 27.000 memilih menyembelih hewan dam di tanah air. Tugas kita bersama adalah untuk mensuplai merata bagi fakir miskin untuk meningkatkan protein masyarakat. Ketiga, Memaknai Ulil Amri, secara ilmiah tafsir tentang Ulil Amri bersumber dari Surat Annisa ayat 59. Disampaikan juga asbabul nuzul ayat ini, secara umum bahwa barang siapa beriman, untuk taat kepada Allah, Rasul (Nabi Muhammad SAW), dan Ulil Amri (pemimpin/pemegang kekuasaan). Jika terjadi perselisihan, perkara wajib dikembalikan kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Ketaatan kepada pemimpin dibatasi selama tidak memerintahkan maksiat. Namun secara khusus asbabul nuzulnya tentang ulil amri itu bisa berupa ulama, pemimpin ormas Islam Muhammadiyah bisa disebut sebagai ulil amri dalam ibadah, para dokter juga ulil amri dibidang kesehatan, insyinyur juga ulil amri di bidang bangunan, kepala sekolah juga ulil amri serta bidang lain yang secara khosos Dengan terselenggaranya kegiatan silaturahmi syawwal 1447 H ini, keluarga besar Muhammadiyah Sleman meneguhkan kembali peran dakwahnya sebagai gerakan Islam yang berkemajuan, sekaligus menghadirkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat. Acara ini dihadiri 5.000 an jamaah yang terdiri dari berbagai unsur Muhammadiyah serta Amal Usaha Muhammadiyah sebagai kalender tahunan di Bulan Syawwal. Kontributor: Wahdan Arifudin

Loading

Ribuan Jamaah Ikuti Sholat Idul Fitri 1447 H PRM Sidoharjo, Angkat Tema Tiga Tanda Diterimanya Amal Ramadhan

Turi, Pdmsleman.Or.Id  Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sidoharjo berlangsung khidmat di Lapangan Ngablak, Bangunkerto, Turi. Ribuan jamaah memadati lokasi sejak pagi hari untuk menunaikan ibadah sekaligus mendengarkan khutbah yang sarat makna spiritual. Bertindak sebagai khatib, Candra Setiawan, S.Ag., dari PUTM Ngipiksari, Hargobinangun, Pakem, menyampaikan khutbah bertema “Tiga Tanda Diterimanya Amal Ramadhan”. Dalam penyampaiannya, ia mengajak jamaah melakukan refleksi mendalam atas ibadah yang telah dijalani selama bulan suci. “Satu bulan yang lalu kita menyambut Ramadhan dengan penuh semangat untuk memperbaiki diri. Namun kini yang terpenting adalah bagaimana menjaga konsistensi amal setelahnya,” ungkapnya dalam khutbah. Ia menekankan bahwa keberhasilan Ramadhan tidak diukur dari banyaknya ibadah semata, tetapi dari keberlanjutan amal tersebut. Mengutip hadis Nabi, ia menyampaikan, “Sesungguhnya amalan itu tergantung pada akhirnya,” sebagai pengingat pentingnya istiqamah. Lebih lanjut, khatib menjelaskan tiga indikator diterimanya amal Ramadhan. Pertama, meningkatnya kualitas spiritual setelah Ramadhan. “Orang yang menang bukanlah yang pakaiannya baru, tetapi yang ketaatannya bertambah,” jelasnya mengutip ulama. Kedua, dimudahkan dalam melakukan kebaikan berikutnya. Ia menjelaskan bahwa amal saleh akan melahirkan amal saleh lainnya sebagai bentuk taufik dari Allah. “Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan setelahnya,” paparnya. Adapun tanda ketiga adalah hadirnya ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup. Amal yang diterima akan memberikan dampak positif, baik secara spiritual maupun dalam kehidupan sehari-hari. Menutup khutbah, jamaah diajak untuk terus menjaga semangat ibadah, memperbanyak doa, serta berharap agar seluruh amal Ramadhan diterima oleh Allah SWT. Suasana haru dan khusyuk menyelimuti lapangan saat doa dipanjatkan bersama, menandai berakhirnya rangkaian ibadah Idul Fitri dengan penuh makna. rep Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Aqidah Islam untuk Penguatan Ekonomi Umat Pengajian Ramadhan PDM Sleman 1447 H Sabtu, 7 Maret 2026.

MPI Majelis Pustaka Informasi PDM Sleman https://www.youtube.com/watch?v=epDwWagdSxw

Loading

Pancasila  Konsensus Nasional Yang Sah dan Final

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Demikian disampaikan oleh Sidiq Ahmadi S.IP. MA, dalam paparannya di depan para pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel (1/3/26) dalam acara pengabdian masyarakat skema khusus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Kompleks SMK Muhammadiyah 1 Tempel.  Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada implementasi prinsip Darul ‘Ahdi wa Syahadah dalam politik Muhammadiyah pada tingkat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tempel Sleman. Prinsip ini, sebagaimana ditegaskan oleh Muhammadiyah, memandang Negara Pancasila sebagai darul ‘ahdi (hasil konsensus nasional) dan darul syahadah (arena pembuktian amal kebajikan). Tema ini sangat menarik untuk meneguhkan ideologi warga Muhammadiyah dalam berbangsa dan beroganisasi di Tengah dinamika politik nasional yang cair dan mudah berubah. Apalagi warga Muhammadiyah senantiasa dihadapkan pada gelaran 5 tahunan yang berupa pemilu dan pilkada. Warga sering bertanya calon mana yang paling tepat untuk warga Muhammadiyah, dan yang lebih khusus lagi partai mana yang “mewakili” Muhammadiyah. Muhammadiyah sering terjebak antangan yang dihadapi mitra meliputi tekanan politik lokal, potensi keterlibatan dalam politik praktis, dilema afiliasi kader dengan partai politik, serta risiko polarisasi internal akibat perbedaan pilihan politik. Kondisi ini menuntut penguatan pemahaman ideologis dan kapasitas praktis pengurus cabang agar tetap konsisten dengan Khittah perjuangan organisasi. Solusi yang ditawarkan berupa penguatan literasi ideologis, refleksi etis, serta pelatihan aplikatif melalui diskusi partisipatoris dan simulasi kasus. Kegiatan dirancang dalam tiga tahap utama: peningkatan pemahaman konseptual tentang politik nilai dan high politics, penguatan komitmen kolektif dalam menjaga netralitas institusional, serta peningkatan kemampuan praktis dalam merumuskan sikap organisasi terhadap dinamika politik lokal. Luaran yang ditargetkan meliputi meningkatnya pemahaman pengurus, tersusunnya pedoman internal terkait relasi politik, serta terintegrasinya prinsip Darul ‘Ahdi wa Syahadah dalam program kerja PCM. Dengan demikian, PCM Tempel diharapkan mampu menjalankan peran kebangsaan secara berkeadaban dan berkemajuan.Kegiatan yang diikuti oleh lebihkurang 50 orang pimpinan Cabang Muhammadiyah tempel ini berlangsung dengan penuh semangat, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh peserta.

Loading