Raker PCM Godean, Perkuat Sinergi untuk Kemaslahatan Umat

Gunungkidul – Mengusung tema “Meneguhkan Komitmen, Menguatkan Sinergi dan Memajukan Godean”, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Godean menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) sebagai forum strategis untuk menyusun program kerja dan memperkuat sinergi antar majelis, lembaga, serta organisasi otonom Muhammadiyah di lingkungan PCM Godean. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad, 26 Juli 2026 di Kawasan Pantai Sadranan Gunungkidul Yogyakarta ini diikuti  dengan penuh semangat dan kebersamaan. Dihadiri oleh jajaran pimpinan cabang, unsur pembantu pimpinan, serta perwakilan ortom yakni PCA dan PCPM Godean. Raker menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program 1 tahun yang lalu dan merumuskan langkah-langkah strategis dalam mengemban amanah organisasi dan meningkatkan pelayanan kepada umat untuk 1 tahun terakhir masa bakti sampai 2027. Dalam sambutannya, Haris Darmawan, S.Pd selaku ketua PCM Godean menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepada setiap pimpinan Muhammadiyah merupakan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, seluruh program kerja harus dirancang secara matang, terukur, dan dapat dilaksanakan secara optimal demi kemajuan persyarikatan. “Jangan sampai amanah yang telah diberikan kepada kita justru kita sia-siakan. Melalui rapat kerja ini, kita berupaya menyusun langkah-langkah terbaik agar amanah tersebut dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Haris. Lebih lanjut disampaikan Haris Darmawan bahwa Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang memiliki tata kelola yang baik, tertib, dan terencana. Karena itu, setiap program yang dihasilkan dalam rapat kerja diharapkan mampu menjawab kebutuhan umat sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah di tengah masyarakat. Salah satu fokus pembahasan dalam rapat kerja adalah penguatan sinergi antar majelis, lembaga, dan organisasi otonom. Kolaborasi lintas unsur dinilai penting untuk mewujudkan program-program yang lebih efektif, efisien, dan berdampak luas bagi masyarakat. Selain membahas program kerja, peserta juga didorong untuk menghadirkan berbagai program unggulan, inovasi dan gagasan baru yang dapat memperkuat gerakan dakwah Muhammadiyah. Sinergi yang dibangun tidak hanya dalam bentuk program kegiatan, tetapi juga kerja sama pada berbagai bidang yang memiliki tujuan sama, yakni menghadirkan kemaslahatan dan kemajuan bagi umat khususnya di Godean. Melalui Raker ini, PCM Godean berharap seluruh unsur persyarikatan dapat memperkuat komitmen dan sinergi, menyatukan visi, serta membangun komitmen bersama dalam menjalankan program-program yang berorientasi pada kemajuan umat dan persyarikatan. Kegiatan Raker kemudian secara resmi dibuka oleh ketua PCM Godean, Haris Darmawan, S.Pd dengan pembacaan basmalah, disertai harapan agar seluruh rangkaian pembahasan menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang dapat menjadi pedoman pelaksanaan program kerja PCM Godean pada periode tahun terakhir masa Bakti 2022-2027. Acara selanjutnya berupa penyampaian program umum dan unggulan PCM Godean ke depan dan dilanjutkan paparan, laporan program dan rencana program kedepan tiap majelis dan ortom (8 majelis, KL Lazismu Godean, PCA dan PCM Godean yang dipandu oleh Prof. Ir. H. Slamet Riyadi, S.T., M.Sc, Ph.D. Diharapkan setelah diberi kritik, masukan dan tambahan maka program akan disyahkan oleh PCM Godean pada 1 pekan ke depan dan menjadi pegangan menjalankan program. Dengan semangat kebersamaan dan sinergi, PCM Godean optimis mampu menghadirkan dan melaksanakan program-program yang lebih berkualitas, memperkuat dakwah Islam berkemajuan, serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat di wilayah Godean. Kontributor: Wahdan Arifudin, S.Pd, PCM Godean

Loading

Beragam Kisah Inspiratif Lahir dari Kelas Menulis KIM Goes To School di SMP Muhammadiyah 1 Tempel

(Tempel, Sleman) Program KIM Goes To School yang digelar oleh KIM Senyum Tempel bekerja sama dengan SMP Muhammadiyah 1 Tempel pada 14 Juli 2026 membuahkan hasil yang menggembirakan. Dari pelatihan menulis yang diikuti para siswa, lahir 82 karya tulis dengan beragam tema dan kisah yang mencerminkan kreativitas serta pengalaman hidup para pelajar. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Para siswa tidak hanya mengikuti materi dengan penuh semangat, tetapi juga mampu menuangkan ide dan pengalaman mereka ke dalam tulisan yang menarik. Hasil seleksi awal menunjukkan sebanyak 35 karya atau sekitar 42 persen dinilai layak melaju ke tahap penilaian dewan juri. Pemandu pelatihan, Sadhono Hadi, mengaku pencapaian tersebut melampaui perkiraan panitia. “Awalnya kami memperkirakan hanya sekitar 20 persen karya yang memenuhi kriteria. Ternyata hasilnya jauh lebih baik. Ini menunjukkan potensi menulis siswa sangat besar jika mendapatkan pendampingan yang tepat,” ujarnya. Pada tahap berikutnya, karya-karya tersebut akan dinilai berdasarkan empat aspek utama, yakni alur tulisan, kelengkapan unsur berita (5W+1H), nilai berita (news value), dan penggunaan bahasa. Dewan juri terdiri atas dua penulis senior KIM Senyum Tempel serta satu perwakilan dari Media Center Sleman. Dari proses tersebut akan dipilih 10 karya terbaik yang direncanakan dimuat dalam Buletin UMKM Kita edisi mendatang. Dari lima tema yang ditawarkan—sekolah, tokoh, kuliner, olahraga, dan peristiwa—tema sekolah menjadi pilihan favorit para peserta. Menurut Sadhono, hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh contoh tulisan bertema sekolah yang digunakan saat penyampaian materi. Meski demikian, banyak siswa yang berani mengeksplorasi ide di luar tema yang tersedia. Berbagai tulisan menghadirkan kisah tentang persahabatan, olahraga, kuliner, perayaan desa, pengalaman liburan, hingga kehidupan sehari-hari yang dekat dengan mereka. Beberapa karya bahkan menghadirkan cerita yang inspiratif dan menyentuh. Seorang siswa menuliskan pengalamannya menghindari rokok di tengah pergaulan remaja. Siswa lainnya mengisahkan kehidupan di pondok pesantren serta proses belajar mandiri yang dijalaninya. Ada pula tulisan yang menggugah hati tentang seorang pelajar yang pernah berniat berhenti sekolah dan bekerja demi membantu ekonomi keluarganya. Menurut Sadhono, keberagaman tema tersebut menjadi bukti bahwa para siswa memiliki banyak pengalaman berharga yang layak dibagikan kepada publik melalui tulisan. “Anak-anak sebenarnya menyimpan banyak cerita dan gagasan menarik. Dengan teknik menulis yang sederhana, mereka mampu mengubah pengalaman pribadi maupun peristiwa di sekitar menjadi karya yang bernilai dan enak dibaca,” jelasnya. Ia berharap kegiatan KIM Goes To School dapat menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar sekaligus melahirkan penulis-penulis muda yang mampu mendokumentasikan potensi, budaya, dan dinamika kehidupan masyarakat di lingkungan mereka. Pada kesempatan tersebut, Sadhono juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman atas dukungannya, serta kepada SMP Muhammadiyah 1 Tempel yang telah membuka ruang kolaborasi sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. “Semoga sinergi ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Sleman, sehingga semakin banyak pelajar yang terdorong untuk menulis dan berkarya,” pungkasnya. (SH/KIM Senyum Tempel)

Loading

Mubaligh Gen Z Menjawab Tantangan Global, PP ‘Aisyiyah Perkuat Dakwah Digital

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah melalui Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) menyelenggarakan Pelatihan Mubaligh Gen Z di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta selama dua hari. Pelatihan ini diikuti 43 peserta yang mayoritas berasal dari Angkatan Muda Muhammadiyah, meliputi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Nasyiatul Aisyiyah, serta mahasiswa UNISA Yogyakarta. Kegiatan mengusung tema “Mubaligh Gen Z Menjawab Tantangan Global” ini dirancang dengan sistem yang efisien. Seluruh rangkaian pelatihan berlangsung dari pagi hingga sore hari tanpa menginap, sehingga peserta dapat mengikuti pembelajaran secara optimal tanpa harus meninggalkan aktivitasnya dalam waktu yang lama. Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan PP ‘Aisyiyah, Casmini, menjelaskan bahwa tema pelatihan dipilih sebagai respons atas perubahan lanskap dakwah di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang perlu dijawab oleh para mubaligh muda. “Hari ini mubaligh tidak hanya dituntut siap naik mimbar, tetapi juga siap menghadapi algoritma,” katanya. Ia menjelaskan, masyarakat kini tidak lagi hanya mencari ilmu di masjid, tetapi juga melalui media digital. Karena itu, kader dakwah perlu memiliki landasan ideologi yang kuat, keterampilan bermedia, serta kemampuan menyampaikan Islam Berkemajuan secara arif dan bertanggung jawab. Melalui kolaborasi Majelis Tabligh dan Ketarjihan PP ‘Aisyiyah, UNISA Yogyakarta, dan Lazismu UNISA Yogyakarta, pelatihan ini diharapkan melahirkan mubaligh dan mubalighat yang kokoh dalam akidah, berakhlak mulia, serta mampu menjawab tantangan dakwah di ruang digital. Sementara itu, Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta, Mufdlillah, menyampaikan bahwa generasi muda saat ini telah tumbuh bersama perkembangan teknologi. Oleh sebab itu, kemampuan berdakwah juga harus mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. “Keberanian adalah modal awal seorang mubaligh untuk menyampaikan dakwah yang bijaksana, inklusif, dan mencerahkan,” tuturnya. Ia mengajak seluruh peserta mengikuti setiap sesi pelatihan dengan sungguh-sungguh karena materi yang diberikan mencakup berbagai isu kontemporer yang dihadapi masyarakat saat ini. Menurutnya, sinergi antara UNISA Yogyakarta dan PP ‘Aisyiyah menjadi langkah strategis dalam menyiapkan kader dakwah yang mampu menghadirkan solusi sekaligus membawa nilai-nilai Islam yang mencerahkan. Ketua PP ‘Aisyiyah, Evi Sofia Inayati, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari amanah Muktamar ‘Aisyiyah untuk memperkuat konsolidasi ideologi di kalangan Angkatan Muda Muhammadiyah. Menurutnya, generasi Z membutuhkan ruang belajar agama yang dekat dengan kehidupan mereka, sehingga kehadiran mubaligh dan mubalighat muda menjadi sangat penting. “Kita ingin melahirkan mubaligh dan mubalighat yang mampu menjadi teman belajar agama bagi generasi Z serta menguatkan spiritualitas mereka di tengah tantangan zaman,” ujarnya. Evi menilai dakwah saat ini tidak cukup hanya dilakukan melalui mimbar. Media sosial telah menjadi ruang baru yang perlu diisi dengan konten-konten Islam Berkemajuan yang moderat, berlandaskan dalil, serta mampu menjawab kebutuhan generasi muda. Karena itu, pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan materi, tetapi juga disertai tugas dan evaluasi agar kompetensi dakwah peserta benar-benar terukur. Ia berharap setelah pelatihan lahir tindak lanjut nyata melalui forum pengajian, komunitas, maupun ruang digital yang membawa nilai-nilai Islam Berkemajuan kepada masyarakat.

Loading

Khitan Ceria Songsong Milad Muhammadiyah ke-114 PCM Berbah

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Menyongsong Milad Muhammadiyah ke-114 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah menyelenggarakan khitan Ceria pada tanggal 20 Muharram 1448 H bertepatan pada hari Ahad 5 Juli 2026 di SD Muhammadiyah Bulu, Kampung Caren, Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Jogotirto Mitha Mayasari, SPsi ketua, Ketua PCA Berbah Isrodah,SPd, Ketua Lazismu Berbah H. Ardi Sehami, staf KUA Berbah Muhammad Darum,SAg, peserta Khitan berserta wali. Khitan Ceria yang bertemakan ” Mewujudkan Generasi Shalih, sehat dan Berakhlak Mulia” merupakan kerjasama PCM Berbah dengan tim Kesehatan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping sebagai tenaga medis Khitan dan perawatan. Kegiatan tersebut mendapatkan dukungan dari PKU Muhammadiyah Berbah, Lazismu Berbah, KOKAM Berbah, Pimpinan Cabang Aisiyah Berbah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jogotirto, Pimpinan Ranting Aisyiyah Jogotirto, Angkatan Muda Muhammadiyah Jogotirto, SMP Muhammadiyah Berbah, SD Muhammadiyah Bulu. Ketua panitia pelaksana Kegiatan Khitan Ceria Siswanto SAg menyampaikan bahwa Khitan Ceria merupakan ke kegiatan PCM Berbah yang di dukung semua anggota Muhammadiyah dan LAZISMU Berbah. Kegiatan ini merupakan rangkaian menyongsong Milad Muhammadiyah ke-114 yang nanti akan diperingati pada bulan November. Khitanan massal merupakan agenda tahunan PCM Berbah.“Peserta khitan kali ini ada 66 pendaftar, namun yang bisa hadir dan dikhitan ada 62 anak.” Tutur Siswanto. Peserta khitan selain mendapatkan pelayaran Khitan secara gratis juga mendapatkan bingkisan berupa Peci , Sarung, sertifikat dan uang santunan.Peserta Khitan tidak hanya anak anak dari wilayah Berbah namun berasal lintas Kapanewon bahkan dari Kabupaten Bantul juga dari Gunung Kidul.“Jangkauan pelayanan Khitan Ceria bukan hanya untuk warga Berbah, bahkan sampai Kabupaten Gunung Kidul dan Bantul.” Jelasnya. Ketua PCM Berbah Achmad Muhajir Hanafi menyampaikan terimakasih atas partisipasi dan dukungan dari semua anggota Muhammadiyah dengan donasi melalui Lazismu Berbah sehingga kegiatan Khitan Ceria bisa berlangsung dengan lancar.” Semoga amal baik tersebut mendapatkan balasan pahala dari Allah.” Kegiatan Khitan ceria merupakan kepedulian Muhammadiyah untuk jamaah yang memerlukan, sifatnya umum dan tidak mesti dari keluarga duafa.” Kegiatan Disamping membantu keluarga yang membutuhkan, namun kegiatan ini bisa sebagai ajang silaturahmi.” Kegiatan Khitan Ceria sebagai upaya Muhammadiyah membantu jamaah yang membutuh dan berkeinginan namun terkendala berbagai halangan. Khitan memang merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh anak laki laki. Disamping dianjurkan untuk kesehatan dari segi medis, Khitan juga merupakan ajaran dan sunah Nabi Muhammad SAW .“Diharapkan dengan berkhitan bisa lebih terjaga dari najis sehingga sholat kita lebih terjaga.” Ucap Muhajir mengakhiri penjelasannya. Sebenarnya , menurut pengakuan Muhammad Darum salah seorang staf KUA Berbah bahwa kegiatan Khitan masal yang sudah berlangsung beberapa tahun merupakan inisiatif darinya. Dia menyampaikan bahwa sebelum menjadi pegawai KUA Berbah dirinya berada pada Lembaga Lazismu Berbah menjabat sebagai Ketua.Khitan masal PCM dan Lazismu Berbah pertama kali diadakan pada tahun 2021 berlangsung di SMP Muhammadiyah Berbah 1.” Alhamdulillah semenjak itu Khitan masal tiap tahun terus diselenggarakan sampai saat ini.” Ucap Darum. Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Saifu Rijal. SH MM kepala Kantor Lazismu Berbah. Rep Kusnadi Berbah.

Loading

Takbir dan Budaya Menyatu di Tempel, Syiar Islami Dikemas dalam Nuansa Tradisi

SLEMAN — Gema takbir yang mengalun di sepanjang jalan Kapanewon Tempel pada malam Iduladha tidak hanya menjadi ungkapan syukur kepada Allah SWT, tetapi juga menjelma menjadi perayaan budaya yang sarat makna. Melalui gelaran Tempel Takbiran 2026 bertema “Gumregah Takbir Rinengga Budaya”, masyarakat menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dan kearifan lokal dapat berpadu harmonis dalam suasana penuh kebersamaan. Kegiatan yang digelar oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kapanewon Tempel bersama berbagai elemen masyarakat ini berlangsung meriah pada Jumat (29/5/2026). Ratusan peserta memadati jalur takbir keliling yang dimulai dari Masjid At-Taqwa Sono Kulon, Merdikorejo, dan berakhir di Lapangan Lumbungrejo. Tak sekadar iring-iringan takbir, acara juga menghadirkan berbagai kreasi budaya melalui display takbir kreatif yang menampilkan perpaduan seni, tradisi, dan pesan-pesan Islami. Kehadiran pelaku UMKM lokal turut menambah semarak perayaan, menjadikan kegiatan ini sebagai ruang silaturahmi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Ketua Panitia, Ilham Syukron, mengatakan bahwa tema “Gumregah Takbir Rinengga Budaya” dipilih sebagai upaya menghadirkan syiar Islam yang dekat dengan kehidupan masyarakat tanpa meninggalkan akar budaya yang telah tumbuh dan berkembang di tengah warga. “Kami ingin menghadirkan takbiran yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna. Takbir menjadi sarana memperkuat persaudaraan, menumbuhkan kreativitas, dan membangun semangat kebersamaan dalam nuansa Islami,” ujarnya. Tahun ini, lomba takbir diikuti tujuh kontingen dari enam kalurahan di wilayah Tempel, yakni Margorejo, Merdikorejo, Sumberrejo, Mororejo, Tambakrejo, serta dua kontingen dari Lumbungrejo. Dengan jumlah peserta sekitar 50 orang di setiap kontingen, total peserta yang terlibat mencapai kurang lebih 350 orang. Antusiasme warga terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, ikut ambil bagian dalam memeriahkan malam takbiran yang berlangsung tertib dan penuh kegembiraan. Setelah melalui penilaian dewan juri berdasarkan aspek kreativitas, kekompakan, nuansa budaya, dan semangat syiar, Kontingen Lumbungrejo 1 (Sedogan) berhasil meraih Juara I. Posisi kedua diraih Lumbungrejo 2 (Krasakan), sementara Kalurahan Margorejo menempati Juara III. Ilham menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menampilkan karya terbaik mereka. “Semua kontingen telah menunjukkan kreativitas luar biasa. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi wadah memperkuat persatuan dan syiar Islam yang menyejukkan,” katanya. Makna tema “Gumregah Takbir Rinengga Budaya” sendiri menggambarkan semangat mengagungkan Allah SWT yang dihiasi dan diperkaya dengan budaya serta tradisi masyarakat. Filosofi tersebut menjadi simbol bahwa dakwah Islam dapat disampaikan secara santun, membumi, dan tetap relevan dengan kehidupan sosial masyarakat. Sementara itu, Panewu Tempel, Drs. Rasyid Ratnadi Sosiawan, M.Si., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu menjaga tradisi keagamaan sekaligus memperkuat harmoni sosial. “Kegiatan ini membuktikan bahwa tradisi keagamaan dan budaya lokal dapat berjalan berdampingan secara positif. Takbiran bukan hanya perayaan, tetapi juga ruang untuk mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat,” ungkapnya. Kesuksesan Tempel Takbiran 2026 juga didukung oleh sinergi berbagai pihak. Unsur Linmas, Kokam, Banser, Tapak Suci, relawan, dan jaga warga turut terlibat dalam pengamanan dan pengaturan jalur sehingga kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Di tengah derasnya arus modernisasi, Tempel Takbiran 2026 menjadi bukti bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Melalui lantunan takbir, kreativitas budaya, dan semangat gotong royong, warga Tempel menghadirkan pesan kuat bahwa nilai spiritual dan budaya dapat menjadi perekat sosial yang menjaga keharmonisan kehidupan bersama. (SBD/KIM Senyum Tempel) Editor: Wahdan Arifudin

Loading

Godean Bertakbir #11 Memukau Puluhan Ribu Penonton

Godean — Gemuruh takbir menggema memenuhi langit Godean dalam gelaran Festival Godean Bertakbir #11 pada Jumat malam (29/5/2026). Ribuan warga memadati sepanjang rute acara, menjadikan festival tahunan yang diprakarsai oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean bersama Angkatan Muda Muhammadiyah Godean ini berlangsung sangat meriah, semarak, dan memukau puluhan ribu penonton. Lantunan takbir yang berpadu dengan kreativitas peserta menghadirkan suasana syiar Islam yang menggembirakan. Tidak sekadar pawai takbir biasa, festival ini menjadi ruang dakwah kultural yang mempererat ukhuwah serta menumbuhkan semangat syiar Islam di kalangan generasi muda. Ketua panitia, Alamuddien Asyrozi menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar seremoni Hari Raya Idul Adha 1447 H. “Acara ini bukan sekadar takbir biasa, tetapi menjadi media syiar, mempererat silaturahmi, serta memperkuat semangat dakwah bagi anak muda,” ujarnya. Festival tahun ini diikuti 10 kontingen jamaah, terdiri atas delapan jamaah dari wilayah Godean serta dua kontingen dari Banguntapan dan Sewon Bantul. Masing-masing peserta jamaah atau kontingen terdiri lebih dari ratusan personil dan menampilkan kreativitas terbaik dengan berbagai ornamen, kendaraan hias atau maskot, tata cahaya, hingga atraksi yang memukau masyarakat. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean, Haris Darmawan dalam sambutannya menegaskan bahwa Festival Godean Bertakbir ke-11 merupakan bagian dari dakwah berkemajuan yang menggembirakan masyarakat. “Festival Godean Bertakbir ke-11 ini merupakan ajang dakwah berkemajuan sekaligus menggembirakan bagi warga masyarakat di tengah dinamika dan berbagai persoalan keumatan,” tuturnya. Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya Bupati Sleman Harda Kiswaya, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Sleman, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Sleman, Kepala KUA Godean Abdul Rohim, Ketua PCA Godean, unsur Muspika, serta para lurah dari Sidokarto, Sidoagung, dan Sidoluhur. Bupati Sleman Harda Kiswaya menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Festival Godean Bertakbir ke-11 yang berlangsung meriah di kawasan Godean. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean yang dinilai konsisten menghadirkan syiar Islam yang menyejukkan dan mampu mempersatukan masyarakat. “Kami selaku Pemerintah Kabupaten Sleman menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap panitia dan juga PCM Godean atas pelaksanaan Godean Bertakbir ke-11 ini. Kami mengajak untuk terus melakukan dan meningkatkan syiar dakwah di tengah masyarakat,” ujar Harda Kiswaya. “Event takbiran baik level desa maupun kecamatan secara tidak langsung sudah menjadi aset daerah (agama, seni dan budaya) yang positif patut dilestarikan sebenarnya oleh pemerintah, dibanding seni budaya yg selama ini menjurus kesyirikan.” imbuh Harda Kiswaya Semangatnya luar biasa para peserta bahkan dari jamaah Sidomulyo ada yang jauh hari menggalang dana dengan membuka usaha cuci motor empat bulan sebelumnya. Ini juara umum dan hasil lengkapnya Selain menjadi ajang syiar dan kreativitas Islami, Festival Godean Bertakbir #11 juga memperebutkan berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya Piala Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman serta hadiah kambing bagi para pemenang. Selanjutnya dewan yuri menetapkan sebagai pemenang atau juara umum adalah Jamaah Al Manaar dari Kalangan Baturetno Banguntapan Bantul. Masyarakat berharap Festival Godean Bertakbir dapat terus menjadi tradisi dakwah yang menyejukkan, mempersatukan umat, sekaligus menjadi ikon syiar Islam yang membanggakan bagi wilayah Godean dan sekitarnya. Kontributor: Wahdan Arifudin, PCM Godean

Loading

Sholat Idul Adha 1447,  Jadilah Ibrahim yang Taat dan Berjiwa Besar

 Suasana religius menyelimuti Kantor DPU Sleman, Rabu pagi 10 Dzulhijjah 1447 H – 27 Mei 2026  Bertempat di Jalan Magelang, Bangun Rejo, Tridadi, Sleman, puluhan pegawai dan audiens umum tampak antusias mengikuti rangkaian sholat Idul Adha 1447 Hijriah yang dimulai pukul 06.30 WIB hingga selesai. Mengusung tema “Menjadi Ibrahim yang Taat dan Berjiwa Besar – Keajaibanpun Datang,   dengan khatib Da’i Kampung  , Randi Pratama, Lc. Dalam tausiyahnya, Randi Pratama mengupas tuntas makna di balik Surat As-Shoffat ayat 102 yang menjadi ruh dari ibadah kurban dan haji. Ayat tersebut artinya Maka ketika anak itu sampai (pada umur) cukup berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim berkata: ‘Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!’ Dia (Ismail) menjawab: ‘Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar . Menurut Randi, ayat ini bukan sekadar cerita sejarah, melainkan panggilan abadi bagi setiap Muslim untuk meneladani enam nilai luhur. Pertama,ketaatan kepada Allah tanpa syarat . “Nabi Ibrahim tetap menjalankan perintah Allah meskipun sangat berat. Ini menunjukkan bahwa seorang mukmin harus mendahulukan kebenaran dan perintah Allah di atas kepentingan pribadi,” . Kedua,  keikhlasan dalam berkorban, bahwa pengorbanan bukan hanya soal materi atau hewan kurban, tetapi juga kesiapan melepas sesuatu yang paling dicintai demi ridha Allah. Ketiga,  kesabaran dan tawakal Sikap Nabi Ismail yang menjawab dengan tenang, “Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar,” mengajarkan keteguhan hati saat menghadapi ujian hidup. Keempat, pendidikan keluarga yang baik  bagaimana Nabi Ibrahim mengajak Ismail berdialog, bukan memaksa.  Ini menunjukkan pentingnya komunikasi, keteladanan, dan pendidikan iman dalam keluarga . Kelima,  ujian hidup memiliki hikmah  Randi mengutip bahwa Allah akhirnya mengganti Ismail dengan hewan sembelihan. Artinya, Allah melihat ketakwaan dan ketulusan hati manusia, bukan semata hasil akhirnya.   Keenam,  ilai sosial dan kepedulian Dari peristiwa ini lahir ibadah kurban pada Idul Adha yang mengajarkan berbagi rezeki, membantu sesama, dan mempererat persaudaraan imbuhnya. Dengan meneladani sosok Ibrahim yang taat dan berjiwa besar. “Keajaiban itu datang setelah ketaatan dan kesabaran diuji,” pungkas Randi . Dengan meneladani sosok Ibrahim yang taat dan berjiwa besar. “Keajaiban itu datang setelah ketaatan dan kesabaran diuji,” pungkas Riandi Pratama,Lc  pendiri Tabon Quran center   ustadz. Ditemui setelah acara Riandi menuturkan salah satu kerjasamanya dengan Sembada Farm  Lukita Wahyu Permadi melakukan pendistribusian daging kurban kepada santri, jamaah Majlis taklim hingga warga sekitar .

Loading

Khutbah Idul Adha 1447 H di Sumbersari Tekankan Ketaatan Dilandasi Sabar, Ikhlas, dan Pengorbanan

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Ribuan umat Muslim di Sumbersari, Moyudan, Sleman melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 H secara serentak pada Rabu, 27 Mei 2026 di Lapangan Semingin, Sumbersari, Moyudan. Shalat dipimpin Imam dan Khatib H. Muhammad Wazid, S.Ag., M.A. Dalam khutbahnya, Wazid mengingatkan bahwa Idul Adha dan ibadah kurban mengajak umat meneladani keimanan, kesabaran, keikhlasan, dan ketaatan Nabi Ibrahim A.S. “Ibrahim adalah hamba Allah yang melalui proses pencarian Tuhan hingga menemukan keyakinan penuh. Ia menyerahkan diri secara bulat tanpa keraguan,” tegasnya. Wazid mencontohkan ketaatan Nabi Ibrahim saat diperintah meninggalkan istri dan anaknya yang masih bayi di lembah tandus. Peristiwa itu justru membawa keberkahan berupa munculnya air Zamzam yang kini menjadi sumber kehidupan bagi jutaan manusia. Lebih lanjut, Wazid menegaskan bahwa ketaatan yang dilandasi kesabaran, keikhlasan, cinta, dan pengorbanan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. “Tidak sempurna keimanan seseorang jika dirinya kenyang sedangkan tetangganya kelaparan,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa harta dalam pandangan Islam adalah titipan dunia yang sifatnya sementara. Mengutip hadis riwayat Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i, ” Anak Adam mengatakan hartaku, hartaku. Tidaklah kamu mendapatkan dari hartamu itu kecuali apa yang kamu makan sampai kenyang, apa yang kamu kenakan sampai usang, atau akan kamu sedekahkan dijalan Allah sehingga pahalanya akan terus mengalir.” Di akhir khutbah, Wazid mengajak jamaah merenungi momentum Idul Adha sebagai ujian ketaatan dan keikhlasan. Menurutnya, setiap orang harus siap mengorbankan waktu, tenaga, harta, dan keluarga demi menjalankan perintah Allah. “Hidup adalah perjuangan, dan setiap perjuangan memerlukan pengorbanan. Justru kesediaan berkorban itulah yang menguji keimanan seseorang.” tutupnyaSugiyanto Rep Moyudan

Loading

Milad Aisyiyah ke-109, PRA Condongcatur Barat Gelar Pengajian Keluarga dan Cek Kesehatan Gratis

Sebanyak 500 jamaah dari masyarakat Kayen dan sekitarnya menghadiri Pengajian Milad Aisyiyah ke-109 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Aisyiyah Condongcatur Barat di Masjid Nurul Hidayah Kayen pada Ahad (24/5/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WIB tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Mengusung semangat dakwah pencerahan dan penguatan keluarga, panitia menghadirkan Dosen Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr. Mir’atun Nisa, sebagai narasumber utama. Dalam kajian bertajuk “Mengelola Marah Sebelum Merusak Rumah Tangga”, jamaah diajak memahami pentingnya pengendalian emosi demi membangun keluarga yang harmonis, sakinah, dan penuh kasih sayang. Kajian berlangsung interaktif dan mendapat perhatian besar dari jamaah yang hadir. Tak hanya pengajian, rangkaian Milad Aisyiyah ke-109 juga diramaikan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis hasil kerja sama dengan RS PKU Muhammadiyah Sleman. Layanan ini dimanfaatkan masyarakat untuk memeriksa kondisi kesehatan dasar sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya hidup sehat. Keceriaan jamaah semakin terasa saat panitia membagikan berbagai doorprize menarik. Kebersamaan yang terjalin sepanjang acara menjadi momentum mempererat silaturahmi warga Kayen dan sekitarnya sekaligus memperkuat peran dakwah sosial Aisyiyah di tengah masyarakat. Ketua PRA Condongcatur Barat, Meika Kurnia Puji Rahayu, menyampaikan bahwa Aisyiyah Condongcatur Barat terus berikhtiar berkhidmat untuk umat melalui berbagai bidang, mulai dari pemberdayaan jamaah, pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan. Menurutnya, berbagai program akan terus digerakkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin mencerahkan dan menyejahterakan. “Semangat Milad ini menjadi penguat bagi kami untuk terus bergerak melayani dan mencerahkan masyarakat,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan, saat ini PRA Condongcatur Barat tengah melakukan revitalisasi TK ABA Kentungan melalui rehabilitasi ruang belajar guna menghadirkan suasana belajar yang lebih nyaman, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak. PRA Condongcatur Barat juga membutuhkan dukungan semua pihak, terutama dari segi pembiayaan, infaq, dan shodaqoh jariyah masyarakat agar proses revitalisasi tersebut dapat berjalan lancar dan segera rampung serta memberi manfaat yang lebih luas bagi generasi masa depan. Kontributor: Ahmad Maftuhin, PCM Depok Editor: Wahdan Arifudin, MPI PDM Sleman

Loading