Halal Bihalal BKS SMP/MTs Muhammadiyah DIY: Perkuat Sinergi dan Kepemimpinan Visioner

Kulon Progo — Badan Kerja Sama (BKS) SMP/MTs Muhammadiyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan Halal Bihalal pada Kamis, 16 April 2026 di Nanggulan, Kulon Progo. Kegiatan ini mengusung tema “Silaturahmi yang Menggembirakan, Bersinergi, dan Berkemajuan.” Ketua BKS SMP/MTs Muhammadiyah DIY, Hasanuddin, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan taqabbalallahu minna wa minkum di penghujung bulan Syawal. Ia juga mengapresiasi BKS SMP/MTs Muhammadiyah Kulon Progo atas kesiapan tempat dan penyelenggaraan acara ini. Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya pembaruan dan modernisasi pendidikan di sekolah Muhammadiyah sebagai bagian dari jati diri gerakan yang sejak awal menjadi pelopor pendidikan modern, bukan sekadar bernostalgia pada masa lalu. Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kulon Progo, Drs. H. Fauzan, menyampaikan doa bagi dua kepala sekolah dari Kulon Progo, yakni Sarwidi dan Supriyono, yang akan menunaikan ibadah haji 1447 H agar memperoleh predikat haji mabrur. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dalam pengelolaan sekolah. “Kepala sekolah bisa menjadi ‘kepolo’ jika tidak membangun sinergi,” ujarnya mengingatkan. Dalam sambutannya, ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Achmad Muhammad, M.Ag. mengajak seluruh peserta untuk memaknai Syawal tidak hanya sebagai kembali ke fitrah, tetapi juga sebagai momentum menghadirkan kegembiraan tanpa melupakan nikmat Allah. Ia menegaskan bahwa kemajuan sekolah tidak bisa berdiri sendiri, melainkan lahir dari kolaborasi guru yang mengajar dengan hati, kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, serta dukungan seluruh warga sekolah. Pengajian inti disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Ustadz H. Gita Danupranata, S.E., M.M. Ia menyoroti pentingnya kepemimpinan berbasis visi yang jelas sebagai peta jalan pengembangan sekolah. Menurutnya, kepala sekolah perlu adaptif dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang penuh perubahan cepat dan ketidakpastian. Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang demokratis dan egaliter, dengan mengedepankan apresiasi terhadap kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Pendekatan kolektif-kolegial dinilai menjadi kunci dalam membangun budaya kerja yang sehat. Dalam menghadapi era digital, Gita mengingatkan agar transformasi tidak hanya pada alat, tetapi juga pada metode. “Kita harus beralih dari sekadar menggunakan digital menuju pembelajaran digital yang total,” ungkapnya. Selain itu, ia menegaskan pentingnya menjaga identitas keislaman dan kemuhammadiyahan serta mengembangkan pendidikan berbasis kearifan lokal. Menutup tausiyahnya, Gita menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan jejaring sebagai fondasi pengembangan amal usaha Muhammadiyah dengan growth mindset. “Keunggulan tidak lahir dengan sendirinya. Sekolah maju karena sinergi, guru mengajar dengan hati, dan kepala sekolah memimpin dengan visi,” pungkasnya. Kontributor: Wahdan Arifudin, S.Pd, SMP Muhammadiyah 2 Godean

Loading

Silaturahmi Syawwal Keluarga Besar Muhammadiyah Sleman

Keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Pengajian Silaturahmi Syawwal yang dirangkai dengan acara pamitan haji, bertempat di Masjid Agung Sleman pada Ahad pagi sampai siang tanggal 12 April 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan kehangatan, dihadiri oleh pimpinan daerah, warga persyarikatan, serta masyarakat sekitar. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya dan Sang surya, dilanjutkan dengan sambutan ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, H. Harjaka, S.Ag, S.Pd, M.A., menyampaikan bahwa menjadi warga Muhammadiyah itu harus mantab dan semangat. Alhamdulillah dari Sleman ada 390 orang calhaj dari KBIHU atau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh Aisyiyah dan berangkat dalam satu kloter. Harjaka menekankan bahwa biro haji dan umroh yang resmi di Muhammadiyah Sleman dan di Yogyakarta adalah KBIHU Aisyiyah. “Semoga menjadi haji yang mabrur membawa manfaat bagi masyarakat yang banyak”, tegas Harjaka Drs. Susmiarto,  M.M. selaku pemerintah mewakili bupati Sleman mengucapkan terimakasih dan mengucapkan taqobbalallahu minna waminkum mohon maaf lahir dan batin kedapan lebih baik lagi, peran Muhammadiyah sangat besar, indek 86,5 persen krn peran pendidikan di Muhammadiyah, kualitas harus ditingkatkan,  bidang kesehatan juga meningkat usia harapan hidup, kepada calon jamaah haji semoga dapat menunaikan segala sunah rukun dan wajib. Semoga Muhammadiyah Sleman makin semangat untuk membawa masyarakat lebih maju. Pengajian inti disampaikan oleh Muhammad Rofiq Muzzakir, Lc, M.A., Ph.D, sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang menyampaikan 3 hal yaitu: Pertama, siapa yang menguasai algoritma maka akan menguasai dunia, sekarang ini ada pengajian di roblox sambil main game. Bahkan Muhammadiyah sudah punya universitas siber Muhammadiyah bahkan mahasiswa sejak 4 tahun lalu ada 5.000 mahasiswa serta kuliah dengan virtual. Muhammadiyah masuk disitu melalui universitas siber. Serta kapling2 didunia digital. Muhammadiyah juga sudah mengeluarkan produk berupa kripto. Dulu yang berharga itu emas dan perak selama beberapa dekade tapi sejak terjadi peristiwa tahun 1971 perang vietnam. Uang dicetak tanpa melihat cadangan emas. Yang berharga bukan lagi barang bongkahan tapi algoritma kripto yang tercatat. Majelis tarjih menyebut bahwa kripto sebagai alat transaksi yang jika sudah nisob maka dizakati. Kedua, masalah kepadatan penduduk. Saat ini jumlah penduduk ada 8 milyar. Fatwa tarjih tentang pembayaran dam, setelah mengkaji bahwa penyembelihan hewan qurban bisa dialihkan ke tanah air. Problemnya karena jumlah jamaah haji di tanah suci meningkat jadi 1,6 juta jamaah sehingga terjadi problem. Melihat naas dalil tentang dam, perintah menyembelih hewan qurban awalnya untuk logistik jamaah haji, untuk fakir miskin di sekitar arab saudi. Tetapi saat ini sudah terjamin kedua hal itu. Sehingga diperluas untuk membantu masyarakat yang tidak mampu di tanah air. Data dari 200ribu. 27.000 memilih menyembelih hewan dam di tanah air. Tugas kita bersama adalah untuk mensuplai merata bagi fakir miskin untuk meningkatkan protein masyarakat. Ketiga, Memaknai Ulil Amri, secara ilmiah tafsir tentang Ulil Amri bersumber dari Surat Annisa ayat 59. Disampaikan juga asbabul nuzul ayat ini, secara umum bahwa barang siapa beriman, untuk taat kepada Allah, Rasul (Nabi Muhammad SAW), dan Ulil Amri (pemimpin/pemegang kekuasaan). Jika terjadi perselisihan, perkara wajib dikembalikan kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Ketaatan kepada pemimpin dibatasi selama tidak memerintahkan maksiat. Namun secara khusus asbabul nuzulnya tentang ulil amri itu bisa berupa ulama, pemimpin ormas Islam Muhammadiyah bisa disebut sebagai ulil amri dalam ibadah, para dokter juga ulil amri dibidang kesehatan, insyinyur juga ulil amri di bidang bangunan, kepala sekolah juga ulil amri serta bidang lain yang secara khosos Dengan terselenggaranya kegiatan silaturahmi syawwal 1447 H ini, keluarga besar Muhammadiyah Sleman meneguhkan kembali peran dakwahnya sebagai gerakan Islam yang berkemajuan, sekaligus menghadirkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat. Acara ini dihadiri 5.000 an jamaah yang terdiri dari berbagai unsur Muhammadiyah serta Amal Usaha Muhammadiyah sebagai kalender tahunan di Bulan Syawwal. Kontributor: Wahdan Arifudin

Loading

Ribuan Jamaah Ikuti Sholat Idul Fitri 1447 H PRM Sidoharjo, Angkat Tema Tiga Tanda Diterimanya Amal Ramadhan

Turi, Pdmsleman.Or.Id  Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sidoharjo berlangsung khidmat di Lapangan Ngablak, Bangunkerto, Turi. Ribuan jamaah memadati lokasi sejak pagi hari untuk menunaikan ibadah sekaligus mendengarkan khutbah yang sarat makna spiritual. Bertindak sebagai khatib, Candra Setiawan, S.Ag., dari PUTM Ngipiksari, Hargobinangun, Pakem, menyampaikan khutbah bertema “Tiga Tanda Diterimanya Amal Ramadhan”. Dalam penyampaiannya, ia mengajak jamaah melakukan refleksi mendalam atas ibadah yang telah dijalani selama bulan suci. “Satu bulan yang lalu kita menyambut Ramadhan dengan penuh semangat untuk memperbaiki diri. Namun kini yang terpenting adalah bagaimana menjaga konsistensi amal setelahnya,” ungkapnya dalam khutbah. Ia menekankan bahwa keberhasilan Ramadhan tidak diukur dari banyaknya ibadah semata, tetapi dari keberlanjutan amal tersebut. Mengutip hadis Nabi, ia menyampaikan, “Sesungguhnya amalan itu tergantung pada akhirnya,” sebagai pengingat pentingnya istiqamah. Lebih lanjut, khatib menjelaskan tiga indikator diterimanya amal Ramadhan. Pertama, meningkatnya kualitas spiritual setelah Ramadhan. “Orang yang menang bukanlah yang pakaiannya baru, tetapi yang ketaatannya bertambah,” jelasnya mengutip ulama. Kedua, dimudahkan dalam melakukan kebaikan berikutnya. Ia menjelaskan bahwa amal saleh akan melahirkan amal saleh lainnya sebagai bentuk taufik dari Allah. “Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan setelahnya,” paparnya. Adapun tanda ketiga adalah hadirnya ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup. Amal yang diterima akan memberikan dampak positif, baik secara spiritual maupun dalam kehidupan sehari-hari. Menutup khutbah, jamaah diajak untuk terus menjaga semangat ibadah, memperbanyak doa, serta berharap agar seluruh amal Ramadhan diterima oleh Allah SWT. Suasana haru dan khusyuk menyelimuti lapangan saat doa dipanjatkan bersama, menandai berakhirnya rangkaian ibadah Idul Fitri dengan penuh makna. rep Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Aqidah Islam untuk Penguatan Ekonomi Umat Pengajian Ramadhan PDM Sleman 1447 H Sabtu, 7 Maret 2026.

MPI Majelis Pustaka Informasi PDM Sleman https://www.youtube.com/watch?v=epDwWagdSxw

Loading

Pancasila  Konsensus Nasional Yang Sah dan Final

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Demikian disampaikan oleh Sidiq Ahmadi S.IP. MA, dalam paparannya di depan para pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel (1/3/26) dalam acara pengabdian masyarakat skema khusus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Kompleks SMK Muhammadiyah 1 Tempel.  Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada implementasi prinsip Darul ‘Ahdi wa Syahadah dalam politik Muhammadiyah pada tingkat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tempel Sleman. Prinsip ini, sebagaimana ditegaskan oleh Muhammadiyah, memandang Negara Pancasila sebagai darul ‘ahdi (hasil konsensus nasional) dan darul syahadah (arena pembuktian amal kebajikan). Tema ini sangat menarik untuk meneguhkan ideologi warga Muhammadiyah dalam berbangsa dan beroganisasi di Tengah dinamika politik nasional yang cair dan mudah berubah. Apalagi warga Muhammadiyah senantiasa dihadapkan pada gelaran 5 tahunan yang berupa pemilu dan pilkada. Warga sering bertanya calon mana yang paling tepat untuk warga Muhammadiyah, dan yang lebih khusus lagi partai mana yang “mewakili” Muhammadiyah. Muhammadiyah sering terjebak antangan yang dihadapi mitra meliputi tekanan politik lokal, potensi keterlibatan dalam politik praktis, dilema afiliasi kader dengan partai politik, serta risiko polarisasi internal akibat perbedaan pilihan politik. Kondisi ini menuntut penguatan pemahaman ideologis dan kapasitas praktis pengurus cabang agar tetap konsisten dengan Khittah perjuangan organisasi. Solusi yang ditawarkan berupa penguatan literasi ideologis, refleksi etis, serta pelatihan aplikatif melalui diskusi partisipatoris dan simulasi kasus. Kegiatan dirancang dalam tiga tahap utama: peningkatan pemahaman konseptual tentang politik nilai dan high politics, penguatan komitmen kolektif dalam menjaga netralitas institusional, serta peningkatan kemampuan praktis dalam merumuskan sikap organisasi terhadap dinamika politik lokal. Luaran yang ditargetkan meliputi meningkatnya pemahaman pengurus, tersusunnya pedoman internal terkait relasi politik, serta terintegrasinya prinsip Darul ‘Ahdi wa Syahadah dalam program kerja PCM. Dengan demikian, PCM Tempel diharapkan mampu menjalankan peran kebangsaan secara berkeadaban dan berkemajuan.Kegiatan yang diikuti oleh lebihkurang 50 orang pimpinan Cabang Muhammadiyah tempel ini berlangsung dengan penuh semangat, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh peserta.

Loading

Keberangkatan 22 Jamaah Umroh Aisyiyah Amanah  Sleman dan Biro Umroh Al Azis Menuju Tanah Suci

Madinah, Pdmsleman,Or.Id Suasana haru dan rasa syukur menyelimuti keberangkatan 22 jamaah umroh Aisyiyah Amanah Sleman yang memulai perjalanan spiritual menuju Tanah Suci pada 21 Desember. Rombongan diberangkatkan dari Yogyakarta dengan pendampingan Tour Leader berpengalaman, HM Riyanto, yang memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan tertib, aman, dan khusyuk. Perjalanan jamaah diawali dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta. Dari sana, jamaah melanjutkan penerbangan internasional menuju Jeddah, Arab Saudi. Setibanya di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, jamaah langsung diarahkan menuju Madinah Al-Munawwarah menggunakan bus AC eksekutif yang nyaman dan representatif. Penggunaan fasilitas transportasi darat yang memadai ini ditujukan agar jamaah dapat beristirahat dengan optimal setelah perjalanan panjang, sehingga kondisi fisik tetap prima saat memasuki agenda ibadah di Madinah. Setibanya di Madinah, jamaah langsung melakukan proses check-in di hotel yang berlokasi strategis di sekitar pelataran Masjid Nabawi. Pada hari pertama, jamaah memfokuskan diri untuk melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Nabawi, dilanjutkan dengan ziarah ke Makam Rasulullah SAW dan Raudhah. Selain itu, HM Riyanto memimpin orientasi medan guna mengenalkan jalur akses masjid, pintu masuk jamaah pria dan wanita, serta fasilitas umum di sekitar hotel. Memasuki hari kedua, jamaah mengikuti program City Tour sejarah Islam dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah, antara lain Masjid Quba, Masjid Qiblatain, kawasan Perang Khandaq, Jabal Uhud, serta Kebun Kurma sebagai bagian dari wisata edukasi religi. Untuk mendukung kekhusyukan ibadah, Aisyiyah Amanah Sleman menempatkan jamaah di hotel setaraf bintang dengan jarak sangat dekat ke Masjid Nabawi. Selain itu, konsumsi jamaah disediakan dalam bentuk prasmanan dengan menu bercita rasa nusantara guna menjaga stamina selama beribadah. Salah satu jamaah, Sunarti, menyampaikan apresiasinya atas pelayanan yang diberikan selama perjalanan.“Alhamdulillah, bimbingan dari HM Riyanto sangat telaten. Sejak berangkat dari Sleman hingga tiba di Madinah, semua terorganisir dengan baik. Busnya nyaman, dan penjelasan sejarah saat City Tour sangat menambah wawasan iman kami,” ujarnya. Sementara itu, HM Riyanto menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan jamaah menjadi prioritas utama.“Kami berkomitmen agar jamaah tidak hanya sampai secara fisik di Tanah Suci, tetapi juga memperoleh nilai ibadah yang mabrur melalui pendampingan yang intensif dan terarah,” tuturnya. Keberangkatan ini sejalan dengan ketentuan penyelenggaraan ibadah umroh sebagaimana diatur oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, yang menekankan aspek pelayanan, perlindungan, dan pembinaan jamaah agar ibadah dapat dilaksanakan secara optimal dan sesuai tuntunan syariat. Rep HM Riyanto KBIUH Aisyiyah Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kiprah PCA Tempel Warnai Milad Muhammadiyah ke-113 Dengan Pasar Murah dan Seni Budaya 

Tempel.Pdmsleman.Or.Id Peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 di Kapanewon Tempel berlangsung meriah dengan keterlibatan aktif Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tempel. Kegiatan yang digelar di Lapangan Cemoro, Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Minggu (21/12/2025) tersebut dihadiri sekitar 1.500 warga Muhammadiyah se-Cabang Tempel serta masyarakat umum. PCA Tempel yang diketuai Banun Rohyatiningsih, S.Pd.SD turut mengambil peran strategis dalam rangkaian kegiatan Milad Muhammadiyah ke-113 yang secara keseluruhan dikoordinatori Apt. Isnaini, S.Farm. Kehadiran PCA Tempel tidak hanya memperkuat partisipasi perempuan dalam peringatan milad, tetapi juga menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu kontribusi utama PCA Tempel adalah penyelenggaraan Pasar Murah yang berada di bawah tanggung jawab Divisi Pasar Murah dengan koordinator Siti Rofingah, A.Md.Keb. Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya membantu meringankan beban ekonomi warga. Sejak pagi hari, area pasar murah dipadati masyarakat yang antusias memanfaatkan program tersebut. Pengadaan konsumsi ditanggang bersama oleh 9 ranting dengan masing masing ranting mendonasikan 250 paket snak dan  air  mineral Sekretaris PCA Tempel, Ervin Iswandayani, menjelaskan bahwa pasar murah ini merupakan hasil gotong royong seluruh anggota PCA Tempel. “Dana yang digunakan untuk kegiatan pasar murah berasal dari iuran anggota PCA Tempel yang berhasil dihimpun hingga sekitar Rp10 juta. Ini menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas perempuan ‘Aisyiyah terhadap masyarakat,” ujarnya. Selain kegiatan sosial, PCA Tempel juga memeriahkan acara melalui penampilan seni budaya. Grup angklung dan paduan suara PCA Tempel tampil membawakan sejumlah lagu, di antaranya Sang Surya, Mars ‘Aisyiyah, serta beberapa lagu hiburan lainnya. Penampilan tersebut dipimpin oleh Dra. Siti Salamah dan mendapat apresiasi dari para hadirin. Partisipasi PCA Tempel juga terlihat dalam kegiatan pawai Milad Muhammadiyah ke-113. Seluruh anggota PCA Tempel terlibat aktif dengan mengikuti pawai menggunakan kereta mini, menambah semarak suasana peringatan milad dan menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan di sepanjang rute pawai. MEK PCA Tempel (majelis ekonomi dan ketenagakerjaan ) yg diketuai Sri Kayati Nuringsih SE jg ambil peran dalam Bazar. Di sisi lain, layanan sosial juga diperkuat melalui kehadiran PASHMINA (Pelayanan Kesehatan Remaja Nasyiatul ‘Aisyiyah) yang membuka pemeriksaan kesehatan gratis. Layanan ini meliputi pemeriksaan kesehatan dasar serta edukasi kesehatan remaja sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui keterlibatan aktif PCA Tempel, peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum penguatan peran perempuan dalam dakwah sosial, ekonomi, dan kesehatan di tengah masyarakat. Rep  Ervin Iswandayani PCA Tempel Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ustadz H. Muhammad Jazir, ASP Berpulang

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya: Ustadz H. Muhammad Jazir, ASPKetua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Almarhum dikenal sebagai sosok ulama dan tokoh umat yang istiqamah dalam dakwah, pengabdian, serta penguatan peran masjid sebagai pusat ibadah dan pelayanan masyarakat. Dedikasi dan keteladanan beliau telah memberikan kontribusi besar bagi pengembangan Masjid Jogokariyan dan gerakan dakwah Islam di tengah umat. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Loading