Workshop Penguatan Kapasitas Pengurus dan Pengasuh LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah Sleman: Menjawab Tantangan Pengasuhan di Era Digital

Sleman,Pdmsleman.Or.Id Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar workshop penting bertajuk “Penguatan Kapasitas Pengurus dan Pengasuh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Sleman.” Pada Sabtu 30 Agustus 2025 .  Kegiatan ini merupakan bagian dari program divisi Muhammadiyah Children Center (MCC) yang fokus pada penguatan pengelolaan panti asuhan di wilayah Sleman. Workshop berlangsung di kantor PDM Sleman dan dihadiri oleh para pengurus dan pengasuh LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah. Ketua divisi MCC, Ahmad Zainal Fanani, S.Pd., MA, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan pengasuh dalam menghadapi berbagai problematika yang selama ini dihadapi oleh LKSA. “Penguatan manajemen dan pengasuhan menjadi kunci agar anak-anak asuh dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sehat dan penuh kasih sayang,” ujarnya. Dalam sambutannya, Ketua PDM Sleman, AS. Ardhani, mengungkapkan sejumlah tantangan utama yang dihadapi oleh LKSA, antara lain Sarana dan prasarana yang masih terbatas, manajemen sumber daya manusia (SDM) dan keuangan yang perlu ditingkatkan, Problem pengasuhan yang kompleks, Tantangan tresshold alumni, yaitu bagaimana alumni panti dapat beradaptasi dan mandiri setelah keluar dari panti. Menurut Ardhani, pengurus dan pengasuh harus menjadi teladan dan solutif dalam menjalankan tugasnya. “Mereka harus mampu membangun mashlahah agar anak-anak asuh merasa bahagia dan mendapatkan perhatian yang layak,” tegasnya. H. Wahyu Purhantoro, MMmenyoroti perubahan signifikan yang dibawa oleh teknologi digital dalam pola asuh anak. “Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pola asuh anak. Orang tua dan pengasuh dihadapkan pada tantangan baru untuk memastikan anak-anak tumbuh dengan baik di tengah arus informasi yang begitu deras,” jelas Wahyu. Ia menambahkan bahwa pola asuh positif di era digital menjadi kunci untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Beberapa tantangan pengasuhan yang dihadapi saat ini antara lain Kecanduan gadget., Kurangnya pengawasan orang tua, Cyberbullying, Grooming dan tracking serta Keamanan online anak-anak. Untuk mengatasi hal tersebut, Wahyu menyarankan agar pengasuh meningkatkan literasi digital dan menggunakan teknologi sebagai alat edukasi. “Pengasuh harus mengawasi aktivitas online anak-anak, membangun komunikasi yang terbuka dan positif, serta menjadi contoh dalam penggunaan gawai,” ujarnya. Lebih lanjut, Wahyu menekankan pentingnya manajemen kasus yang sistematis terhadap setiap anak secara periodik. Salah satu metode yang dianjurkan adalah asesmen, yang bertujuan untuk mengungkap dan memahami permasalahan, kebutuhan, serta potensi anak asuh. Dengan demikian, pengurus dan pengasuh dapat menyusun rencana dan tindakan yang tepat untuk mendukung perkembangan anak. Salah satu pembicara utama, Yuli Ernawati, S.Sos., dari Dinas Sosial Sleman, memberikan wawasan terkait Manajemen kasus pekerja sosial yakni “ proses terorganisir untuk menilai, merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi layanan yang bertujuan membantu individu dan keluarga mengatasi kebutuhan kompleks dan meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan “ Sementara itu, Fatimah, S.Pd., dari Divisi MCC MPKS PWM D.I. Yogyakarta, Perkuat pemahaman anak tentang akidah dan syariat Islam. Ini menjadi benteng agar anak dapat mengenali konten yang sesuai dan menyaring pengaruh negatif mediasosial. Ketua MPKS Sleman, Workshop ini menjadi momentum penting bagi pengurus dan pengasuh LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah Sleman untuk memperkuat kapasitas mereka dalam menghadapi tantangan pengasuhan modern. Dengan dukungan dari MPKS PDM Sleman dan divisi MCC, diharapkan pengelolaan panti asuhan Miuhammadiyah di Sleman semakin profesional dan mampu memberikan lingkungan terbaik bagi anak-anak asuh. Rep  Yu Poer Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Tahun Baru Islam, SMP Muhammadiyah 1 Prambanan Mantapkan Komitmen Spiritual dan Edukatif

Prambanan, Pdmsleman.Or.Id Suasana khidmat menyelimuti halaman SMP Muhammadiyah 1 Prambanan pada Kamis (26/6/2025) dalam peringatan 1 Muharam 1447 Hijriah. Seluruh guru dan karyawan mengikuti kegiatan refleksi tahun baru Islam, sebagai momen memperkuat spiritualitas dan komitmen kelembagaan. Kepala SMP Muhammadiyah 1 Prambanan Daswati Rofiatun Sahifah menegaskan bahwa tahun baru Hijriah harus dimaknai lebih dari sekadar pergantian kalender. “Ini momentum menata kembali niat dasar mengapa kita hadir di dunia pendidikan. Mengajar bukan hanya tugas profesional, tapi juga bentuk ibadah,” ujarnya. Daswati menyebutkan empat nilai utama dalam kegiatan refleksi ini. Pertama, memperkuat spiritualitas guru dan karyawan. Kedua, membangun kebersamaan antar civitas sekolah. Ketiga, menumbuhkan loyalitas terhadap lembaga. Keempat, menjadi ruang perenungan bersama agar mendidik tak hanya dengan ilmu, tetapi juga keteladanan. “Kita semua bagian dari misi profetik dalam pendidikan. Semoga tahun baru ini membawa semangat dan berkah dalam mendidik generasi penerus,” imbuhnya. Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar tahun 1447 H menjadi tahun yang lebih baik bagi seluruh keluarga besar SMP Muhammadiyah 1 Prambanan. Rep : Athiful/KIM Depok 

Loading

Tapak Suci SMP Muhammadiyah 1 Depok Sabet 4 Medali di Kejuaraan Padmawidya Cup 2025

Depok, Pdmsleman.Or.Id SMP Muhammadiyah 1 Depok kembali menunjukkan taringnya di dunia olahraga bela diri dengan prestasi yang membanggakan. Dalam ajang bergengsi Padmawidya Cup 2025, kontingen Tapak Suci dari sekolah ini berhasil meraih total empat medali, yang terdiri dari dua medali emas dan dua medali perak. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lainnya untuk terus berprestasi. Kejuaraan Padmawidya Cup 2025 diselenggarakan pada tanggal 23-24 Juni 2025 di Gedung IPHI, Ngaglik, Sleman. Kompetisi ini diikuti oleh berbagai perguruan pencak silat dan klub dari seluruh Kabupaten Sleman, yang menampilkan bakat-bakat muda dalam cabang olahraga pencak silat. Ajang ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada para pesilat pemula, sekaligus menjadi sarana untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalaman bertanding. Dari total medali yang diraih, dua medali emas berhasil disumbangkan oleh siswa-siswa berbakat SMP Muhammadiyah 1 Depok. Fayyisa Galfa dari kelas 8A berhasil meraih juara pertama dalam kategori Tarung, sementara Ananda Nikolas dari kelas 9B juga meraih juara pertama dalam kategori Seni Tunggal. Kedua prestasi ini menunjukkan bahwa siswa-siswa tersebut tidak hanya memiliki kemampuan teknik yang baik, tetapi juga mental juara yang patut dicontoh. Selain itu, dua medali perak juga berhasil diraih oleh Angger Ridho Wicaksono dari kelas 9D dan Muhammad Fajar dari kelas 9A. Angger meraih juara kedua dalam kategori Seni Tunggal, sedangkan Fajar meraih juara kedua dalam kategori Tarung. Capaian ini menunjukkan bahwa meskipun tidak meraih medali emas, mereka tetap menunjukkan performa yang sangat baik dan layak diacungi jempol. Prestasi yang diraih oleh kontingen Tapak Suci SMP Muhammadiyah 1 Depok ini tidak lepas dari semangat, kedisiplinan, dan kerja keras para siswa. Latihan yang intensif dan bimbingan dari pelatih yang berpengalaman menjadi kunci keberhasilan mereka. Para siswa tidak hanya dilatih dalam teknik bertarung, tetapi juga diajarkan tentang pentingnya mental yang kuat dan sikap sportif dalam setiap pertandingan. Abidin Fuadi, Kepala SMP Muhammadiyah 1 Depok pada  Senin 4 Agustus 2024 mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi terhadap prestasi yang diraih oleh siswa-siswanya. Ia berharap, prestasi ini dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa untuk terus berkarya dan berprestasi di bidang yang mereka geluti. “Kami berharap, keberhasilan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi menjadi motivasi bagi siswa-siswa lainnya untuk terus berlatih dan berprestasi,” ujarnya. Kejuaraan Padmawidya Cup 2025 ini juga menjadi ajang silaturahmi antar pelajar dan pelatih dari berbagai perguruan pencak silat untuk berkompetisi  meningkatkan kualitas dan prestasi pencak silat di tingkat pelajar. Dengan pencapaian yang membanggakan ini, SMP Muhammadiyah 1 Depok semakin menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi siswa di bidang olahraga, khususnya bela diri. Semoga prestasi ini menjadi awal dari kesuksesan yang lebih besar di masa depan. Rep  NHC Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Nuri Adhariyatun terpilih menjadi Ketua IGABA Cabang Seyegan periode  2025-2029

Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Cabang Seyegan menggelar Musyawarah Cabang ( Muscyab) pada hari Sabtu 2 Agustus 2025 di Gedung TK ABA Margokaton I Susukan I Margokaton Seyegan Sleman DIY. Diikuti oleh 52 orang guru TK ABA se kapanewon Seyegan, musyawarah digelar secara khidmat.  Turut hadir dalam acara pembukaan Muscyab di antaranya Pengurus IGABA Daerah Kabupaten Sleman, Penilik PAUD Kapanewon Seyegan, Ketua IGTKI Kapanewon Seyegan, Ketua Himpaudi Seyegan , jajaran Pimpinan Cabang  Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Seyegan serta perwakilan tokoh masyarakat setempat.  Gelaran Muscyab diawali dengan ceremony pembukaan dilanjutkan pembacaan Laporan Pertanggungjawaban dari Pengurus IGABA Seyegan periode 2019-2024 yang disampaikan oleh  Nardiyati, S.Pd.AUD sebagai Ketua dan Ika Wulandari, S.Pd.AUD sebagai Sekretaris. Setelah pertanggungjawaban diterima oleh seluruh anggota dilanjutkan sidang komisi yang terbagi menjadi tiga komisi yaitu komisi organisasi, komisi program kerja dan komisi rekomendasi. Setelah dihasilkan mufakat, dilanjutkan pemilihan formatur oleh semua anggota yang hadir. Terpilih 7 orang formatur dan ditetapkanlah peraih suara terbanyak dengan total 42 suara yaitu Nuri Adhariyatun, S.Pd AUD sebagai Ketua dan Novita Rakhmawati, S.Pd. sebagai Sekretaris untuk periode 2025-2029. Dalam sambutan perdananya, Nuri menyampaikan harapan bahwa ” kepengurusan IGABA Seyegan yang baru membutuhkan dukungan dan kebersaman agar  tumbuh menjadi wadah organisasi yang solid dan membawa kemajuan untuk TK ABA di Seyegan”.REp  Dhian Navitri/  Seyegan Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

 Arif Jamali Muis, M.Pd Staf khusus Kemendikdasmen RI,  Empat Hal agar sekolah Unggul

Sleman Staf khusus Kemendikdasmen RI, Arif Jamali Muis, M.Pd menyampaikan dihadapan kepala sekolah SMP/MTs Muhammadiyah se – D.I. Yogyakarta pada workshop Penguatan Leadership bagi Kepala Sekolah, Sabtu, 2 Agustus di Kaliurang Sleman. “Tidak boleh ada sekolah favorit tapi semua sekolah harus menjadi favorit, Semua sekolah harus bermutu Pola pikir agar 4 hal ini bisa dilaksanakan, adalah growth mindset, sekolah maju itu bisa maju karena dipimpin oleh seorang kepala sekolah yang memiliki pola fikir bertumbuh atau growth mindset, bukan pola fikir stagnan atau fix mindset. Sekolah negri itu harusnya semua anak tertampung di sekolah negri, jika tidak tertampung maka alternative di sekolah swasta. Ini konstitusi negara untuk menyediakan layanan pendidikan dan ini tidak mampu shg sekolah swasta menjadi alternative. Nah, di sekolah SD sudah muncul bahwa sekolah swasta menjadi alternative. Kepala sekolah itu harus menggembirakan sekolah dan tentu bagi guru karyawan. Evaluasi dan refleksi menjadi alam pikiran dalam growth minset. Ada 4 (empat) hal berfikir growth mindset agar sekolah unggul. Pertama, sekolah unggul itu jika pembelajarannya bermakna dan adaptif sehingga dalam proses pembelajaran mengandung unsur berkesadaran, bermakna dan menggembirakan sehingga disebut deep learning atau pembelajaran mendalam. Muncul AI sehingga mesin pencarian yg ada akan terus mencari misal dengan chat GPT, meta, scholar. Sebelumnya pembelajaran yang dilakukan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan dengan metode deep learning itu sudah diwujudkan dalam kajian wal ashri dan al maun. Kajian Wal Ashri sampai diajarkan 7 atau 8 bulan. Pembelajaran mendalam itu realeted dalam kehidupan dan realita kehidupan dalam anak. KH Ahmad Dahlan menyampaiakan apakah orang-orang sekitar Kauman ini sudah diwujudkan ajaran Wal Ashri dan Al Maun dalam kehidupan. Pembelajaran mendalam menjadi DNA nya Muhammadiyah. Kedua, Ekosistem harus mendukung, Kerjasama membuat ekosistem menjadi hal utama, hindari konflik dalam sekolah. Sekolah harus berkolaborasi dengan PDM dan PWM. Jangan sampai sekolah hanya menjadi sarana mencari uang tetapi menjadikan infaq itu sebagai sarana  sebagai amal yang akan menambah amal sholeh berlipat-lipat. Di jenjang universitas atau perguruan tinggi itu juga membina sekolah-sekolah Muhammadiyah dan dibranding dengan baik. Sekolah yang sudah maju juga harus membina sekolah lain agar lebih maju dengan branding. Ekosistem ini harus berjalan dan perlu analisa kebutuhan dengan jumlah lulusan, terkait jarak jika perlu ada regrouping sekolah. Regrouping itu jadi menyakitkan, jika sekolah itu menjadi ada karena dari bawah munculnya namun semangat saat ini mulai mengendur. Ketiga, Tendik yang kompeten dan sejahtera. Setiap murid yang datang itu malaikat untuk meningkatkan derajat. Guru harus kompeten, terus belajar dan disejahterakan. Tugas persyarikatan itu untuk mengkoneksikan agar bisa disentralkan. Tugas PCM itu mensejahterakan sekolahan, menggerakkan sekolah-sekolah. Bukan sentralisasi tapi konsolidasi, ketika ada kelebihan dana bisa dipinjamkan sekolah yang membutuhkan. Keempat, Sarana prasarana memadahi. Perlu analisa sekolah mana yang akan mendapat revitalisasi. Buat proposal agar mendapat persetujuan dari para direktur. Ini sebagai usaha agar sarana prasarana memadahi. Demikian empat upaya yang harus dilakulan. Semoga diberi kemudahan dan kelancaran serta barokah. Aamiin. Bravo SMP/MTs Muhammadiyah se D.I. Yogyakarta !!! Rep H. Wahdan Arifudin S.Pd  KS SMPM 2 Godean  MPI PDM Sleman Editor   Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Workshop Penguatan Leadership Kepala SMP/MTs Muhammadiyah se-DIY di Kaliurang

Pdmsleman.Or.Id Mengusung tema “Kolaborasi, Sosial Emosi dan Inovasi untuk Sekolah/Madrasah Unggul Berkemajuan”, Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta mengelar acara Workshop Penguatan Leadership Kepala SMP/MTs Muhammadiyah se- Daerah Istimewa Yogyakarta di Kaliurang pada Sabtu – Ahad, 2 Agustus 2025. Dalam sambutan pembukaan workshop, Achmad Muhamad, M.Ag, ketua Majelis  Dikdasmen dan PNF PWM D.I. Yogyakarta menyampaikan beberapa hal diantaranya pentingnya silaturahmi, apalagi sebagai seorang kepala sekolah harus banyak ber-silaturahmi. “Kegiatan workshop ini menjadi program majelis Dikdasmen dan PNF PWM DI. Yogyakarta sebelumnya dengan Diksuspala (Pendidikan Khusus Kepala sekolah), harapannya agar benar-benar menjadikan kegiatan ini menjadi kepala sekolah yang visioner, bergerak dan menggerakkan sekolah menjadi lebih manfaat bagi Muhammadiyah dan masyarakat.” Dengan tema workshop ini diharapkan semangat silaturahmi tanpa kolaborasi itu basa-basi. Harus ada semangat ta’awun. Kepala Sekolah itu butuh inovasi sebagaimana seorang Kyai Haji Ahmadi Dahlan. Ahmad Muhammad menyampaikan, apa yang perlu dilakukan pada saat itu oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan yakni menghadirkan kajian Al Maun maka muncul dan membuat sekolah, rumah sakit dan lain-lain”. “Mari kita wujudkan yang belum kita lakukan” tegasnya. “Program di daerah apa yang inovatif yang akan dilakukan, pungkasnya. Acara ini dihadiri oleh kepala sekolah SMP/MTs Muhammadiyah se – D.I. Yogyakarta di awal tahun ajaran baru untuk terus kolaborasi, sosial emosi dan inovasi bagi sekolah menjadi unggul berkemajuan. Rep H. Wahdan A  SMPM KS Godean  MPI PDM Sleman Editor   Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

MEK Aisyiyah Tempel Gelar Pelatihan Garnish Untuk Tingkatkan Keterampilan Anggota Mengolah Bahan Pangan

Tempel, pdmsleman.Or.Id Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Aisyiyah Cabang Tempel pada Rabu, 30 Juli 2025 menggelar pelaksanaan pertemuan rutin dan dalam acara tersebut juga diadakan pelatihan pembuatan garnish. Perserta pada pelatihan ini diikuti oleh  35 orang yg berasal dari utusan ranting  Aisiyah secabang Tempel, anggota KWTA Moroberkah Mororejo, pengurus panti  Baitul Qowwam . Menurut Ketua MEK PCA Tempel, Sri Khayati Nur dalam sambutannya menyampaikan “ tujuan acara untuk meningkatkan ketrampilan  anggota Aisiyah dalam mengolah  bahan pangan agar mempunyai nilai lebih” . Pelatihan juga dihadiri oleh  ketua pimpinan Aisiyah cabang Tempel Banun Rohyati S.Pd dan  Siti Rofiah S.Pd yang dalam sambutannya Banun mengatakan “ kami berharap kegiatan  yang  dilaksanakan setiap 3 bulan sekali ini dapat menjalin ukhuwah antar anggota yang akan berdampak pada meningkatnya  kegiatan Aisiyah di ranting  masing-masing”. Pada kesempatan pelatihan  kali ini materi yang diberikan adalah pembuatan hiasan dari sayur dan buah ( garnish ) oleh praktisi kuliner  Sumarsinah dari Lodoyong Lumbung rejo Tempel Tujuan acara untuk meningkatkan ketrampilan  anggota Aisiyah dalam memanfaatkan  bahan pangan agar mempunyai nilai lebih dan dengan menghias makanan tampilan hidangan menjadi lebih menarik. Acara yang digelar di Aula Baitul Qowam Mororejo Tempel ini pelatihan garnish kali ini menggunakan berbagai bahan yang mudah didapat, seperti timun, wortel, dan pepaya muda. Peserta diajarkan teknik-teknik dasar dalam menghias makanan, mulai dari cara memotong bahan hingga menyusun hiasan yang menarik.  “Keterampilan ini sangat penting, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga yang ingin menyajikan makanan yang lebih menarik untuk keluarga,” tambah Nurcahya W, Sekretaris MEK PCA Tempel. Setelah sesi pelatihan, para peserta diberikan kesempatan untuk menampilkan hasil karya mereka dengan hasilnya  berbagai kreasi menarik berhasil ditampilkan dan juga bisa dikonsumsi. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anggota, tetapi juga untuk mempererat hubungan antar anggota MEK dan kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun kebersamaan dan saling berbagi pengetahuan . Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan anggota MEK Aisyiyah Tempel dapat menerapkan keterampilan yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari dan merupakan salah satu langkah konkret MEK Aisyiyah Tempel dalam memberdayakan perempuan melalui peningkatan keterampilan ekonomi. Dengan keterampilan yang diperoleh, diharapkan anggota dapat lebih mandiri dan berkontribusi dalam perekonomian keluarga serta masyarakat.

Loading