Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ustadz H. Muhammad Jazir, ASP Berpulang

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya: Ustadz H. Muhammad Jazir, ASPKetua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Almarhum dikenal sebagai sosok ulama dan tokoh umat yang istiqamah dalam dakwah, pengabdian, serta penguatan peran masjid sebagai pusat ibadah dan pelayanan masyarakat. Dedikasi dan keteladanan beliau telah memberikan kontribusi besar bagi pengembangan Masjid Jogokariyan dan gerakan dakwah Islam di tengah umat. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Loading

Donasi SD Muhammadiyah Pajangan 2 Gandu peduli Aceh dan Sumatera 

Berbah, Pdmsleman.Mu.Or.Id Bentuk kepedulian siswa guru karyawan beserta wali SD Muhammadiyah Pajangan 2 dengan mengumpulkan donasi sebesar Rp 3.000.000 untuk musibah  Banjir Bandang di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatra Barat.Donasi diserahkan melalui LazisMu  Berbah Kamis 11 Desember 2025 di  depan siswa, guru , karyawan dan wali murid SD  Muhammadiyah Pajangan 2, di Gandu, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Penyampaian donasi juga bertepatan dengan Festival Open School SD Muhammadiyah Pajangan 2 yang dihadiri pengawas SD Supriyati Basuki Rahayu. MPd,  dukuh Gandu. Babinsa, babinkamtibmas Sendangtirto, murid, guru, karyawan dan wali murid. Kepala Kantor LazisMu Berbah Saifu Rizal, SH yang didampingi ketua Pimpinan  Ranting Muhammadiyah  Sendangtirrto  H. Sujarwo,SPd memberikan apresiasi atas donasi kepedulian dari siswa , guru , karyawan serta wali murid SD Muhammadiyah Pajangan 2 dalam rangka membantu korban bencana banjir bandang di Aceh , Sumatera Utara dan Sumatra Barat. Nantinya akan dikirimkan kepada  korban bencana melalui LazisMu Berbah secara bersamaan.” Donasi yang diberikan akan sangat bermanfaat bagi para korban bencana. Semoga menjadi amal terus menerus  tidak terhenti. Semoga SD Muhammadiyah Pajangan 2 semakin diberkati membawa manfaat dan barokah buat semua.” Kepala sekolah SD Muhammadiyah Pajangan 2 Indriyani, SPd, MPd mengucapkan terimakasih kepada semua yang telah memberikan donasi yang sudah terkumpul dan sudah diserah kepada LazisMu Berbah untuk selanjutnya disampaikan kepada korban banjir bandang di Aceh Sumatera Utara, Sumatera Barat dan sekitarnya.Pengumpulan donasi dilakukan untuk mengenalkan siswa akan  rasa kepedulian kepada sesama yang terkena musibah. Karena peduli dan saling membantu merupakan sebagian dari ajaran Islam dan Perserikatan Muhammadiyah.“Harapannya dengan donasi ini menjadikan siswa semakin peduli sesama dalam situasi apapun.” Indriyani juga menyampakan bahwa kegiatan infak dan sodakah sudah menjadi kegiatan harian bagi siswa. Setiap hari siswa mengumpulkan infak yang dipergunakan ketika menjenguk   teman yang sakit atau keluarganya meninggal.Siswa, guru dan karyawan membiasakan melayat bila ada warga kampung yang ada disekitar sekolahan.” Semua diajak melayat bersama sama, sebagai bentuk kepedulian, penghormatan dan mempererat silaturrahmi.” Tutur Indri. Kegiatan terkait pembelajaran kepedulian sesama adalah setiap menjelang bulan suci Ramadhan siswa guru dan karyawan membagikan bingkisan sembako kepada warga  duafa yang berada di radius satu kilometer. Pada saat tersebut siswa dibagi menjadi beberapa kelompok didampingi guru dan karyawan menyerahkan langsung kepada kaum duafa yang sudah terdata melalui pemerintah setempat. Untuk program jelang Ramadhan yang lalu  membagikan 200 paket sembako.Harapannya jelang Ramadhan nanti akan lebih meningkat.” Kegiatan kecil sebagai  bentuk kepedulian kepada sesama semoga menjadi kenangan dan pembelajaran untuk lebih peduli kepada penderitaan orang lain.” Pungkas Indriyani yang tinggal di Bantengan jl. Kaliurang km 8. Kusnadi KIM Berbah Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Festival Open School SD Muhammadiyah Pajangan 2 Berbah Unjuk Talenta untuk Masa Depan Gemilang

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Festival Open School SD Muhammadiyah Pajangan 2 dan penyerahan donasi bencana  Aceh dan Sumatera sejumlah 3 juta rupiah melalui LAZISMU Berbah berlangsung di halaman SD Muhammadiyah Pajangan 2, Gandu Sendangtirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Kamis 11 Desember 2025. Kepala sekolah SD Muhammadiyah Pajangan 2, Indriyani, SPd, MPd mengucapkan terimakasih kepada tamu undangan dan para sponsor sehingga acara bisa berjalan sesuai yang diharapkan.Kegiatan Festival Open School merupakan hasil dari  kerja  keras, kerja cerdas dan kerjasama guru ,karyawan dan Komite sekolah.Terutama ibu ibu  atau emak emak yang hebat.Adapun maksud diadakan Kegiatan Festival Open School sebagai tempat mengekpresikan talenta siswa SD Muhammadiyah Pajangan 2. “Bahwa dengan adanya wadah unjuk ekspresi akan muncul talenta yang baik untuk bekal menapaki kehidupan di masa mendatang.” Tutur Indriyani. Selain itu Festival Open School juga menyelenggarakan berbagai lomba untuk jenjang  Taman Kanak Kanak (TK) di sekitar. Adapun lomba berupa Mewarnai, lomba Adzan, tahfidz Al Qur’an dan lainnya. Pemenang lomba akan mendapatkan apresiasi dari SD Muhammadiyah Pajangan 2 sebagai kenangan. Pengawas Korwil Berbah Supriyati Basuki Rahayu,SPd, MPd. Memberikan apresiasi atas diselenggarakannya festival Open School SD Muhammadiyah Pajangan 2, sebagai tempat mengembangkan bakat siswa.Kegiatan ini pastilah merupakan kolaborasi kerjasama yang solid antara pihak sekolah, komite,  POT serta dukungan pihak lainnya untuk kemajuan dan perkembangan SD Muhammadiyah Pajangan 2.Semoga kegiatan kegiatan  Festival Open School  yang baik  seperti ini akan bisa dilaksanakan pada tahun tahun  berikutnya. “Semoga kegiatan  berikutnya terselenggara akan lebih baik lagi.” Pimpinan Ranting Muhammadiyah Ranting Sendangtirto H.Sujarwo, SPd Mengucapkan terimakasih kepada guru, karyawan kamite, wali murid yang telah bekerja menyelenggarakan kegiatan festival  Open School untuk menampilkan bakat anak. Bahwa minat dan bakat anak harus dipupuk dikembangkan agar bisa menjadikan landasan kehidupan.” Dengan menekuni satu bakat yang dipupuk, dipelihara dan diyakini semoga akan bisa menjadi jalan rezeki yang bermanfaat.” Pesan Sujarwo. Lebih lanjut Sujarwo menyampaikan bahwa bersekolah di SD Muhammadiyah Pajangan 2 yang membekali siswa dengan dasar agama terutama membaca Al-Qur’an. Siswa akan bisa menghafal Al-Quran minimal satu juz. “Ketika anak bisa menghafal Al-Quran orangtuanya kelak akan ditempatkan di taman surga.” Tambahnya. Selain belajar agama tentunya pembelajaran umum  tidak ketinggalan. Ditambah lagi pelajaran ekstrakulikuler seperti pencak silat Tapak Suci, musik, drum band, seni budaya, angklug dan lainnya. Semua itu sebagai tambahan bekal  menyongsong masa depan yang baik.” Ketika anak sekolah di SD Muhammadiyah Pajangan 2 akan memperoleh dua manfaat. Manfaat di dunia serta manfaat di akherat.” REp Kusnadi KIM Berbah Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Imbas CRM Award PRM Margokaton dua kali dipanggil ke Kasihan

Seyegan, Pdmsleman.Or.Id PRM Margokaton Seyegan pada Rabu 9 Desember 2025 lalu mendapat kehormatan diundang dalam pengajian pimpinan di PRM Tirtonirmolo Barat untuk sharing tentang pengembangan dakwah Muhammadiyah di ranting. Ini merupakan kesempatan ke-2 PRM Margokaton diundang ke wilayah Cabang Kasihan Bantul. Sebelumnya PRM Margokaton juga diberi kesempatan untuk sharing tentang pengkaderan di PRM Tamantirto Selatan. Ketua PRM Tirtonirmolo Barat, yg juga ketua steering committee CRM Award VI LPCR PM PP Muhammadiyah, H. Sofriyanto, S.M, S.Pd., M.M. menilai PRM Margokaton termasuk salah satu Ranting Muhammadiyah yang berhasil membina dan mengembangkan jamaah dan warga Muhammadiyah khususnya di segmen generasi muda. Maka dalam kesempatan tersebut PRM Tirtonirmolo Barat mengundang Ketua PRM Margokaton untuk sharing bersama di kajian kader yang mengangkat tema : “Menggairahkan Angkatan Muda dalam Kegiatan Dakwah Ranting”. Ketua PRM MargokatonNurkhoirudin menyampaikan bahwa untuk menggaet angkatan muda dalam dakwah ranting perlu metode baru sesuai perkembangan zaman. “Kebutuhan dan preferensi (kecenderungan dan kesukaan) generasi muda saat ini telah berubah, sehingga metode pendekatan dakwah juga harus berubah,” jelasnya. Beberapa tips yang dapat menjadi alternatif untuk menarik minat angkatan muda agar aktif dalam kegiatan dakwah. Pertama, fasilitasi ruang kreasi. PRM perlu menyediakan kegiatan yang memberi kesempatan bagi angkatan muda untuk mengekspresikan ide, kreativitas, dan minatnya. “Kegiatan kreatif berbasis minat, teknologi, atau seni dapat menjadi pintu masuk yang efektif,” katanya. Kedua, dukungan pendanaan. Generasi muda lebih termotivasi ketika program yang mereka rancang mendapat dukungan konkret. “Dana operasional yang memadai dapat mendorong mereka merancang kegiatan yang inovatif dan berkelanjutan,” ungkapnya. Terakhir, Nurkhoirudin menjelaskan perlunya pengembangan kapasitas diri generasi muda melalui pelatihan formal dan nonformal. “Pembekalan melalui pelatihan kepemimpinan, dakwah digital, manajemen acara, keterampilan komunikasi, atau pelatihan teknis lainnya dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri anak-anak muda,” pungkasnya. Sudah waktunya generasi muda diberikan ruang untuk berekspresi dan mengembangkan kapasitas di berbagai ladang dakwah Muhammadiyah. Salah satu contoh nyata, dalam pengajian Ahad Kliwon 14 Desember yang akan datang, PRM Margokaton mengundang Ustadz Sholahuddin Zuhri. Dai muda yang banyak menginspirasi generasi muda lewat media sosial dan di berbagai daerah di Nusantara. Rep Enka Seyegan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Bara Api Warisan Tema Kajian Masjid Aisyah Ponosaran Girikerto

Turi , Pdmsleman.Or.id Suasana pagi yang sejuk menyelimuti Masjid Aisyah, Ponosaran, Girikerto  Turi pada Ahad Legi 30 November 2025 dimana ratusan jama’ah dari berbagai wilayah di Girikerto memadati kajian rutin yang digelar Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Girikerto dengan menghadirkan narasumber Ustadz Faraid Drs. H. Sunarto, MS dari Multazam Yogyakarta. Kajian kali ini mengusung tema “Bara Api Warisan”, kajian ini menyita perhatian jamaah karena topik pembahasan dinilai sangat dekat dengan realitas kehidupan masyarakat. Dalam pemaparannya, Ustadz Sunarto menyampaikan bahwa persoalan warisan merupakan salah satu titik sensitif yang kerap memicu perpecahan keluarga jika tidak dipahami dengan benar. “Harta warisan jika tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber masalah yang sangat besar, bagaikan bara api,” tegasnya di hadapan jamaah. Ia menambahkan, banyak keluarga berselisih, bahkan antar saudara kandung, hanya karena perebutan warisan akibat kurangnya pemahaman terhadap syariat Allah SWT mengenai pembagiannya. Ustadz Sunarto mengingatkan bahwa Allah SWT telah memberikan aturan yang jelas mengenai warisan di dalam Al-Qur’an, khususnya pada QS An-Nisa ayat 7 hingga ayat 13. Beliau mengutip firman Allah:“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS. An-Nisa: 10).Menurutnya, ayat ini memberikan peringatan tegas kepada siapa pun yang mengambil hak waris orang lain, terlebih anak yatim, bahwa tindakan tersebut sama halnya dengan menelan bara api neraka. Lebih lanjut ia menuturkan bahwa setiap umat Islam diperintahkan untuk taat pada ketentuan Allah mengenai pembagian warisan. Ustadz Sunarto mengutip firman Allah:“Itulah batas-batas hukum Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya…” (QS. An-Nisa: 13).“Barang siapa mengikuti petunjuk Allah akan mendapat keselamatan, kebahagiaan, dan surga yang kekal,” jelasnya. Sebaliknya, orang yang melanggar aturan waris justru terancam kesengsaraan di akhirat meskipun memiliki banyak amal ibadah lainnya. Dalam kajian tersebut, Ustadz Sunarto juga menekankan bahwa harta yang ditinggalkan orang tua bukanlah milik anak sepenuhnya, melainkan titipan Allah yang harus dikembalikan melalui sistem pembagian waris. Ia menyampaikan firman Allah:“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan…” (QS. Al-Anfal: 28).Menurutnya, kesadaran ini penting agar manusia tidak terjebak dalam cinta dunia yang berlebihan sehingga rela mengorbankan keharmonisan keluarga demi materi. Guna mencegah konflik warisan di kemudian hari, Ustadz Sunarto memberikan pesan moral kepada jamaah agar setiap keluarga membangun komunikasi dan pemahaman sedari awal. “Sebelum ajal tiba, orang tua harus memberikan pemahaman kepada anak tentang harta dan waris. Selain itu, dalam rumah tangga penting ada kejelasan apakah harta tersebut milik suami, istri, atau harta bersama,” tuturnya. Kejelasan ini, ujarnya, akan memudahkan pelaksanaan pembagian waris tanpa menimbulkan masalah. Menutup kajiannya, Ustadz Sunarto mengingatkan pentingnya ilmu faraid sebagai pedoman umat Islam. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW tentang perintah kepada Abu Hurairah untuk mempelajari faraid karena ia adalah ilmu pertama yang akan diangkat — artinya ilmu itu ada namun tidak lagi diamalkan oleh umat. “Jika umat Islam mengabaikan ilmu waris, bukan hanya muncul kesenjangan sosial, tetapi muncul dosa besar karena mengabaikan ketentuan Allah,” tegasnya. Kajian yang berlangsung hampir dua jam tersebut mendapat respons positif dari jamaah. Banyak peserta menyatakan bahwa tema ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini dan memberikan pencerahan baru tentang pentingnya memahami hukum waris Islam. PRM Girikerto berharap kegiatan kajian rutin seperti ini dapat semakin memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat, khususnya dalam aspek hukum Islam yang berkaitan dengan kehidupan sosial. Dengan penuh antusias, jamaah berharap kajian bertema serupa dapat diangkat kembali di masa mendatang agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya menjalankan ketentuan Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan  termasuk persoalan warisan yang sering dianggap sepele namun berdampak besar bagi keutuhan keluarga dan masyarakat. Rep  H. Agus Nugroho S Editor  Arief Hartanto   MPI PDM Sleman

Loading

The Enduring Pursuit of Well-being: Navigating Life’s Ever-Changing Landscape

The Enduring Pursuit of Well-being: Navigating Life’s Ever-Changing Landscape In the grand tapestry of human existence, the pursuit of well-being stands as a constant thread, weaving its way through generations and cultures. While the specific paths we take to achieve this state of contentment and vitality may vary wildly, the underlying desire to live a fulfilling and healthy life remains a universal aspiration. But what does “well-being” truly encompass, and how can we effectively navigate the ever-changing landscape of modern life to cultivate it? Defining Well-being: A Holistic Approach Well-being is far more than the mere absence of illness or the fleeting sensation of happiness. It’s a holistic state characterized by physical, mental, and social equilibrium. It’s about feeling good and functioning effectively, both as individuals and within our communities. This interconnectedness is crucial; neglecting one area inevitably impacts the others. For example, chronic stress (mental well-being) can manifest as physical ailments like headaches and digestive issues. Similarly, social isolation can lead to feelings of depression and anxiety. Therefore, a truly comprehensive approach to well-being acknowledges the interplay between these different facets of our lives. It requires conscious effort to nurture each area, fostering a sense of balance and resilience that allows us to weather life’s inevitable storms. This can include anything from maintaining a healthy diet and exercise routine to cultivating meaningful relationships and practicing mindfulness. The Cornerstones of a Balanced Life: Practical Strategies While the pursuit of well-being is a deeply personal journey, certain foundational elements consistently contribute to a sense of overall fulfillment. These cornerstones offer practical strategies for building a more balanced and vibrant life: Physical Health: This encompasses everything from regular exercise and a nutritious diet to adequate sleep and preventative healthcare. Small, consistent changes can make a significant difference. Taking the stairs instead of the elevator, swapping sugary drinks for water, or aiming for an extra 30 minutes of sleep each night can gradually improve your physical well-being. Furthermore, exploring resources related to health and beauty can provide valuable insights into self-care practices that enhance both physical and mental well-being. This might include learning about effective skincare routines, understanding the importance of proper nutrition for healthy hair and nails, or discovering the benefits of different types of exercise. Mental & Emotional Health: Cultivating emotional intelligence, practicing self-compassion, and developing effective coping mechanisms are essential for navigating stress and maintaining mental well-being. Techniques like meditation, journaling, and spending time in nature can help quiet the mind and promote a sense of calm. Seeking professional help when needed is also a sign of strength, not weakness. Social Connections: Human beings are inherently social creatures. Strong relationships provide a sense of belonging, support, and purpose. Making an effort to nurture existing relationships and build new ones can significantly enhance our overall well-being. This could involve volunteering, joining a club, or simply making a conscious effort to connect with friends and family on a regular basis. Purpose & Meaning: Having a sense of purpose, whether it’s through our work, hobbies, or relationships, provides a sense of direction and motivation. Identifying our values and aligning our actions with them can lead to a more fulfilling and meaningful life. This might involve pursuing a career that aligns with our passions, volunteering for a cause we care about, or simply focusing on making a positive impact in the lives of others. Navigating the Challenges: Embracing Imperfection The pursuit of well-being is not a linear path. There will be setbacks, challenges, and periods of stagnation. It’s important to remember that perfection is an illusion and that self-compassion is key. Instead of beating ourselves up for falling short of our goals, we should embrace imperfection and view challenges as opportunities for growth. Learning from our mistakes and adapting our strategies along the way is crucial for long-term success. One of the biggest challenges in the modern world is the constant bombardment of information and the pressure to compare ourselves to others. Social media, in particular, can create unrealistic expectations and contribute to feelings of inadequacy. It’s important to be mindful of the impact that these platforms have on our mental and emotional well-being and to cultivate a healthy relationship with technology. This might involve setting boundaries around social media use, unfollowing accounts that trigger negative emotions, and focusing on connecting with people in real life. The Long Game: Investing in Your Future Self Ultimately, the pursuit of well-being is an investment in our future selves. By prioritizing our physical, mental, and social health, we are laying the foundation for a more fulfilling and resilient life. It’s a continuous process of learning, adapting, and growing. There is no one-size-fits-all approach, and what works for one person may not work for another. The key is to experiment with different strategies, listen to our bodies and minds, and be patient with ourselves along the way. As we navigate the complexities of modern life, let us remember that well-being is not a destination, but a journey. It’s about embracing the present moment, cultivating gratitude, and finding joy in the simple things. By prioritizing our well-being, we can not only improve our own lives but also contribute to a more positive and compassionate world.

Loading

 Program Renovasi Rumah Dhuafa Lazismu PCM Sleman Tahap I Resmi Dicairkan

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Program Renovasi Rumah Dhuafa yang diselenggarakan oleh Kantor Layanan (KL) Lazismu Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sleman telah memasuki tahap pencairan dana tahap pertama pada Sabtu (1/11/2025). Tahun ini, terdapat tiga lokasi penerima bantuan dengan masing-masing mendapatkan Rp8 juta untuk perbaikan atap rumah, dapur, lantai, dan plester tembok. Tiga warga penerima manfaat tersebut adalah Supriyono dari Tegalsari (PRM Trimulyo),   Sugito dari Murangan VII (PRM Triharjo), dan  Waluyo dari Durenan (PRM Sleman). Perwakilan PCM Sleman, Drs. H. Edy Kadarisman, menyampaikan apresiasi dan harapannya agar program sosial ini dapat terus berlanjut. “Harapannya, program ini bisa terus berjalan karena dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat. Jika memungkinkan, jumlah penerimanya dapat bertambah. Tentu semua tergantung dari pemasukan dan kepercayaan masyarakat kepada Lazismu,” ujarnya. Edy Kadarisman menambahkan, PCM Sleman bersama pimpinan ranting yang menjadi penerima manfaat—yakni PRM Trimulyo, PRM Triharjo, dan PRM Sleman—berkomitmen mendukung keberlanjutan program renovasi rumah ini sebagai bagian dari dakwah sosial Muhammadiyah di tingkat akar rumput. Sementara itu, Ketua KL Lazismu PCM Sleman, Arief Eko Wahyudi, S.Sos, mengapresiasi inisiatif ranting-ranting Muhammadiyah yang aktif mengajukan proposal bantuan perbaikan rumah. Sebagaimana disampaikan H. Ashari kepada Arief Hartanto pada Sabtu siang. “Tidak semua ranting mengirimkan proposal, dan kami mengapresiasi mereka yang berinisiatif. Harapannya, bantuan dari Lazismu ini bisa menjadi stimulan bagi warga atau ranting untuk mencari tambahan dana agar renovasi bisa lebih maksimal,” jelas Arief. Ia menambahkan bahwa dana sebesar Rp8 juta memang terbatas untuk merenovasi satu rumah secara penuh, namun tetap bisa menjadi “pancingan” bagi warga sekitar untuk ikut berdonasi. “Bantuan ini bukan solusi tunggal, tetapi awal gerakan gotong royong agar masyarakat turut peduli terhadap kondisi rumah dhuafa di lingkungannya,” tambahnya. Dari pihak penerima manfaat, Supriyadi, M.M., selaku Sekretaris PRM Triharjo, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program ini. “Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat digunakan sebaik mungkin. Delapan juta rupiah memang tidak besar untuk renovasi rumah, tetapi cukup membantu. Syukur-syukur nanti ada tambahan dari masyarakat sekitar,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa nilai kepedulian jauh lebih penting daripada nominal bantuan itu sendiri. “Kalau menghitung kekurangan, berapa pun akan terasa kurang. Namun, program ini menunjukkan kepedulian nyata dari Lazismu PCM Sleman kepada masyarakat dhuafa,” pungkasnya. Rep : H. Ashari SIP   PCM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Launching Buku Antologi Puisi “Aksara” karya Civitas SMP Muhammadiyah 2 Prambanan

Prambanan, Pdmsleman.Or.Id SLEMAN. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, melaunching antologi puisi berjudul “Aksara” karya Kepala Sekolah, guru, karyawan, serta siswa-siswi SMP Muhammadiyah 2 Prambanan, Sleman, pada Rabu (29/10/2025). Acara yang berlangsung di halaman sekolah tersebut menjadi momentum penting dalam menguatkan semangat literasi, memperluas ruang ekspresi pelajar, dan menumbuhkan budaya menulis di lingkungan pendidikan. Dalam materinya, Shavitri menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas terbitnya buku “Aksara” yang menghimpun karya dari berbagai unsur sekolah. “Saya sangat mengapresiasi langkah SMP Muhammadiyah 2 Prambanan yang telah menanamkan tradisi menulis di sekolah. Buku ini bukan hanya sekumpulan puisi, tetapi cermin dari semangat, refleksi, dan imajinasi generasi muda yang tengah tumbuh,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa menulis puisi merupakan salah satu cara efektif untuk menumbuhkan kepekaan rasa, ketajaman berpikir, serta kedalaman empati di kalangan pelajar. Menurutnya, kemampuan menulis dan membaca sastra bukan sekadar keterampilan akademik, tetapi juga sarana membentuk karakter. “Melalui puisi, siswa belajar menyelami diri, memahami orang lain, dan membaca kehidupan dengan hati yang lebih peka. Inilah yang menjadi esensi dari pendidikan literasi,” imbuhnya. Shavitri juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kegiatan literasi di sekolah. Ia berharap seluruh warga sekolah terus mengembangkan kebiasaan membaca dan menulis secara konsisten, karena dari rutinitas kecil itulah karya besar dapat tumbuh. “Menulis tidak harus menunggu inspirasi besar. Cukup dengan menulis setiap hari, walau hanya beberapa kalimat, kita sedang menanam benih ide yang suatu saat akan berbuah karya bermakna,” katanya. Lebih lanjut, Shavitri mendorong adanya kolaborasi aktif antara guru, siswa, dan komunitas literasi di Kabupaten Sleman. Menurutnya, sinergi semacam itu dapat memperluas gerakan literasi dari ruang kelas menuju kehidupan masyarakat. “Sekolah harus menjadi pusat tumbuhnya budaya baca dan tulis. Jika semangat ini terus dijaga, saya yakin Kabupaten Sleman akan memiliki banyak generasi penulis muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” tegasnya. Kepala SMP Muhammadiyah 2 Prambanan, Eko Priyantoro, menuturkan bahwa penerbitan buku “Aksara” bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen sekolah dalam membangun ekosistem literasi. “Buku ini adalah jejak perjalanan kami untuk menumbuhkan kesadaran bahwa literasi bukan hanya membaca buku, tetapi juga menulis dan menyuarakan makna hidup melalui kata,” ujarnya. Eko menambahkan, proses penyusunan buku ini melibatkan berbagai elemen sekolah agar semangat literasi menjadi gerakan bersama. Ia berharap, setelah terbitnya “Aksara”, akan lahir karya-karya lain dari guru maupun siswa. “Kami ingin membangun budaya menulis yang berkelanjutan. Dengan menulis, siswa tidak hanya mengasah kemampuan bahasa, tetapi juga melatih keberanian berpikir dan menyampaikan gagasan,” tambahnya. Menurutnya, peluncuran antologi puisi ini sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi seluruh warga sekolah yang telah berkarya. Momentum tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sleman untuk terus menghidupkan tradisi literasi sebagai fondasi pendidikan karakter dan kreativitas generasi muda. Rep Athiful/KIM Depok)

Loading