Sleman Staf khusus Kemendikdasmen RI, Arif Jamali Muis, M.Pd menyampaikan dihadapan kepala sekolah SMP/MTs Muhammadiyah se – D.I. Yogyakarta pada workshop Penguatan Leadership bagi Kepala Sekolah, Sabtu, 2 Agustus di Kaliurang Sleman. “Tidak boleh ada sekolah favorit tapi semua sekolah harus menjadi favorit, Semua sekolah harus bermutu Pola pikir agar 4 hal ini bisa dilaksanakan, adalah growth mindset, sekolah maju itu bisa maju karena dipimpin oleh seorang kepala sekolah yang memiliki pola fikir bertumbuh atau growth mindset, bukan pola fikir stagnan atau fix mindset. Sekolah negri itu harusnya semua anak tertampung di sekolah negri, jika tidak tertampung maka alternative di sekolah swasta. Ini konstitusi negara untuk menyediakan layanan pendidikan dan ini tidak mampu shg sekolah swasta menjadi alternative. Nah, di sekolah SD sudah muncul bahwa sekolah swasta menjadi alternative. Kepala sekolah itu harus menggembirakan sekolah dan tentu bagi guru karyawan. Evaluasi dan refleksi menjadi alam pikiran dalam growth minset. Ada 4 (empat) hal berfikir growth mindset agar sekolah unggul. Pertama, sekolah unggul itu jika pembelajarannya bermakna dan adaptif sehingga dalam proses pembelajaran mengandung unsur berkesadaran, bermakna dan menggembirakan sehingga disebut deep learning atau pembelajaran mendalam. Muncul AI sehingga mesin pencarian yg ada akan terus mencari misal dengan chat GPT, meta, scholar. Sebelumnya pembelajaran yang dilakukan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan dengan metode deep learning itu sudah diwujudkan dalam kajian wal ashri dan al maun. Kajian Wal Ashri sampai diajarkan 7 atau 8 bulan. Pembelajaran mendalam itu realeted dalam kehidupan dan realita kehidupan dalam anak. KH Ahmad Dahlan menyampaiakan apakah orang-orang sekitar Kauman ini sudah diwujudkan ajaran Wal Ashri dan Al Maun dalam kehidupan. Pembelajaran mendalam menjadi DNA nya Muhammadiyah. Kedua, Ekosistem harus mendukung, Kerjasama membuat ekosistem menjadi hal utama, hindari konflik dalam sekolah. Sekolah harus berkolaborasi dengan PDM dan PWM. Jangan sampai sekolah hanya menjadi sarana mencari uang tetapi menjadikan infaq itu sebagai sarana sebagai amal yang akan menambah amal sholeh berlipat-lipat. Di jenjang universitas atau perguruan tinggi itu juga membina sekolah-sekolah Muhammadiyah dan dibranding dengan baik. Sekolah yang sudah maju juga harus membina sekolah lain agar lebih maju dengan branding. Ekosistem ini harus berjalan dan perlu analisa kebutuhan dengan jumlah lulusan, terkait jarak jika perlu ada regrouping sekolah. Regrouping itu jadi menyakitkan, jika sekolah itu menjadi ada karena dari bawah munculnya namun semangat saat ini mulai mengendur. Ketiga, Tendik yang kompeten dan sejahtera. Setiap murid yang datang itu malaikat untuk meningkatkan derajat. Guru harus kompeten, terus belajar dan disejahterakan. Tugas persyarikatan itu untuk mengkoneksikan agar bisa disentralkan. Tugas PCM itu mensejahterakan sekolahan, menggerakkan sekolah-sekolah. Bukan sentralisasi tapi konsolidasi, ketika ada kelebihan dana bisa dipinjamkan sekolah yang membutuhkan. Keempat, Sarana prasarana memadahi. Perlu analisa sekolah mana yang akan mendapat revitalisasi. Buat proposal agar mendapat persetujuan dari para direktur. Ini sebagai usaha agar sarana prasarana memadahi. Demikian empat upaya yang harus dilakulan. Semoga diberi kemudahan dan kelancaran serta barokah. Aamiin. Bravo SMP/MTs Muhammadiyah se D.I. Yogyakarta !!! Rep H. Wahdan Arifudin S.Pd KS SMPM 2 Godean MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Pdmsleman.Or.Id Mengusung tema “Kolaborasi, Sosial Emosi dan Inovasi untuk Sekolah/Madrasah Unggul Berkemajuan”, Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta mengelar acara Workshop Penguatan Leadership Kepala SMP/MTs Muhammadiyah se- Daerah Istimewa Yogyakarta di Kaliurang pada Sabtu – Ahad, 2 Agustus 2025. Dalam sambutan pembukaan workshop, Achmad Muhamad, M.Ag, ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM D.I. Yogyakarta menyampaikan beberapa hal diantaranya pentingnya silaturahmi, apalagi sebagai seorang kepala sekolah harus banyak ber-silaturahmi. “Kegiatan workshop ini menjadi program majelis Dikdasmen dan PNF PWM DI. Yogyakarta sebelumnya dengan Diksuspala (Pendidikan Khusus Kepala sekolah), harapannya agar benar-benar menjadikan kegiatan ini menjadi kepala sekolah yang visioner, bergerak dan menggerakkan sekolah menjadi lebih manfaat bagi Muhammadiyah dan masyarakat.” Dengan tema workshop ini diharapkan semangat silaturahmi tanpa kolaborasi itu basa-basi. Harus ada semangat ta’awun. Kepala Sekolah itu butuh inovasi sebagaimana seorang Kyai Haji Ahmadi Dahlan. Ahmad Muhammad menyampaikan, apa yang perlu dilakukan pada saat itu oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan yakni menghadirkan kajian Al Maun maka muncul dan membuat sekolah, rumah sakit dan lain-lain”. “Mari kita wujudkan yang belum kita lakukan” tegasnya. “Program di daerah apa yang inovatif yang akan dilakukan, pungkasnya. Acara ini dihadiri oleh kepala sekolah SMP/MTs Muhammadiyah se – D.I. Yogyakarta di awal tahun ajaran baru untuk terus kolaborasi, sosial emosi dan inovasi bagi sekolah menjadi unggul berkemajuan. Rep H. Wahdan A SMPM KS Godean MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Tempel, pdmsleman.Or.Id Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Aisyiyah Cabang Tempel pada Rabu, 30 Juli 2025 menggelar pelaksanaan pertemuan rutin dan dalam acara tersebut juga diadakan pelatihan pembuatan garnish. Perserta pada pelatihan ini diikuti oleh 35 orang yg berasal dari utusan ranting Aisiyah secabang Tempel, anggota KWTA Moroberkah Mororejo, pengurus panti Baitul Qowwam . Menurut Ketua MEK PCA Tempel, Sri Khayati Nur dalam sambutannya menyampaikan “ tujuan acara untuk meningkatkan ketrampilan anggota Aisiyah dalam mengolah bahan pangan agar mempunyai nilai lebih” . Pelatihan juga dihadiri oleh ketua pimpinan Aisiyah cabang Tempel Banun Rohyati S.Pd dan Siti Rofiah S.Pd yang dalam sambutannya Banun mengatakan “ kami berharap kegiatan yang dilaksanakan setiap 3 bulan sekali ini dapat menjalin ukhuwah antar anggota yang akan berdampak pada meningkatnya kegiatan Aisiyah di ranting masing-masing”. Pada kesempatan pelatihan kali ini materi yang diberikan adalah pembuatan hiasan dari sayur dan buah ( garnish ) oleh praktisi kuliner Sumarsinah dari Lodoyong Lumbung rejo Tempel Tujuan acara untuk meningkatkan ketrampilan anggota Aisiyah dalam memanfaatkan bahan pangan agar mempunyai nilai lebih dan dengan menghias makanan tampilan hidangan menjadi lebih menarik. Acara yang digelar di Aula Baitul Qowam Mororejo Tempel ini pelatihan garnish kali ini menggunakan berbagai bahan yang mudah didapat, seperti timun, wortel, dan pepaya muda. Peserta diajarkan teknik-teknik dasar dalam menghias makanan, mulai dari cara memotong bahan hingga menyusun hiasan yang menarik. “Keterampilan ini sangat penting, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga yang ingin menyajikan makanan yang lebih menarik untuk keluarga,” tambah Nurcahya W, Sekretaris MEK PCA Tempel. Setelah sesi pelatihan, para peserta diberikan kesempatan untuk menampilkan hasil karya mereka dengan hasilnya berbagai kreasi menarik berhasil ditampilkan dan juga bisa dikonsumsi. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anggota, tetapi juga untuk mempererat hubungan antar anggota MEK dan kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun kebersamaan dan saling berbagi pengetahuan . Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan anggota MEK Aisyiyah Tempel dapat menerapkan keterampilan yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari dan merupakan salah satu langkah konkret MEK Aisyiyah Tempel dalam memberdayakan perempuan melalui peningkatan keterampilan ekonomi. Dengan keterampilan yang diperoleh, diharapkan anggota dapat lebih mandiri dan berkontribusi dalam perekonomian keluarga serta masyarakat.
Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., melaunching Ambulanmu dan Agro Edufarm Center Mentari PCM Kalasan bersamaan dengan event Pengajian Triwulanan PCM Kalasan di Lapangan Bayen, Purwomartani, Kalasan pada Sabtu pagi, 26 Juli 2025. Launching ditandai dengan doa bersama dipimpin dr. H. Agus Taufiqirrohman, Sp.S., M.Kes., dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Bupati Sleman disambung bunyi sirine sekitar dua puluhan mobil ambulan berderet rapi milik PCM se Kabupaten Sleman bersahut-sahutan dan tepuk tangan meriah dari ribuan jamaah pengajian pada pagi yang cerah itu. Dalam sambutannya, Bupati Sleman menyambut gembira atas launching Ambulanmu dan Agro Edufarm Center Mentari sebagai bagian dari amal usaha PCM Kalasan. Lebih lajut Harda Kiswaya menekankan bahwa ambulan PCM Kalasan ini dan juga sederet ambulan PCM di bawah PDM Sleman menambah fasilitas pendukung layanan kesehatan dan sosial di Kabupaten Kalasan. Demikian juga Agro Edufarm Center Mentari PCM Kalasan ini juga merupakan wujud nyata dukungan Muhammadiyah terhadap ketahanan pangan yang juga menjadi prioritas program pemerintah yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Menurut Harda Kiswaya, “Keluarga besar Muhammadiyah telah berkontribusi besar terhadap peningkatan iman dan taqwa masyarakat”. Karena itu berjanji akan meningkatkan hibah dan kerja sama dengan Muhammadiyah ke depannya. juga memohon doa dan dukungan segenap warga Muhammadiyah agar jalannya roda pemerintahan daerah di Sleman berjalan dengan lebih baik untuk masyarakat Sleman. Acara launching Ambulanmu dan Agro Edufarm Center Mentari PCM Kalasan dimeriahkan dengan sajian musik angklung ibu-ibu aisyiah PCA Kalasan di bawah pimpinan Ani Suharyani. Sekitar empat puluhan ibu-ibu berseragam cantik itu mendendang beberapa lagu, antara lain Sang Surya, Prau Layar menyeruak pagi yang cerah menggugah semangat jamaah pengajian akbar di lapangan Bayen. Suara angkluang yang indah dan kompak dipadu dengan harmonisasi musik dengan dirigen, yang sekaligus pelatih, M Deri menjadi warna tersendiri dalam agenda PCM Kalasan pagi itu. Kemerduan suara musik anglung itu kemudian dilanjutkan dengan keindahan lantunan surat Al Isro oleh Nadia dan Friska, siswa SMP Muhammadiyah 1 Kalasan. Ketua PCM Kalasan, H. Sunandar, S.Psi., dalam sambutannya menjelaskan bahwa “ Ambulanmu PCM Kalasan itu merupakan wakaf warga Muhammadiyah Kalasan”. Meskipun PCM Kalasan tergolong paling akhir dalam hal pengadaan dan kepemilikan ambulan di antara PCM-PCM di bawah PDM Sleman, Sunandar yakin bahwa ambulan sebagai fasilitas layanan kesehatan dan sosial sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kalasan secara luas. Karena itu ia bersyukur bisa mewujudkan ambulanmu itu dengan dukungan dan semangat gotong-royong seluruh warga Muhammadiyah Kalasan, difasilitasi oleh Lazismu PCM Kalasan. Di sisi lain, Sunandar juga menjelaskan bahwa berbarengan dengan Pengajian Akbar Triwulanan ini juga dilaunching Agro Edufarm Center Mentari di area tamah wakaf milik Muhammadiyah di desa Kujonsari, Purwomartani. Ia berharap Agro Edufarm Center ini bisa menjadi sarana edukasi tentang proses penanaman dan budidaya tanaman pangan, sayur dan buah kepada anak-anak didik di sekolah Muhammadiyah di Kalasan dan masyarakat secara luas, sekaligus mendukung program ketahanan pangan pemerintah. Launching Ambulanmu dan Agro Edufarm Center ini merupakn wujud dari dakwah Muhammadiyah yang mencerahkan dan mensejahterakan di wilayah PCM Kalasan. Sementara itu, dr. H. Agus Taufiqirrohman, Sp.S., M.Kes. dalam sebagai narasumber pengajian akbar cukup menumbuhkan antusiasme jamaah. Pada bagian pembukaan Ustadz Agus Taufiqurrahman memotivasi jama’ah dengan menjelaskan bahwa jama’ah yang hadir dalam pengajian akbar pagi itu akan dimudahkan jalan ke surga dengan mengutip dan menjabarkan sebuah hadits nabi yang maknanya, “ barang siapa yang hadir dalam majelis ilmu, akan Alloh mudahkan jalan ke surga. Muhammadiyah tidak bisa dipisahkan ruh untuk mempelajari Islam melalui pengajian”. Karena itu, amal usaha yang wajib ada di tiap-tiap ranting adalah pengajian rutin sehingga ‘ngaji’ menjadi kebutuhan. KH Ahmad Dahlan telah mengajarkan betapa seriusnya dalam mengkaji Al-Quran, sampai-sampai untuk mengkaji surat Al-‘Asr yang hanya terdiri dari 3 ayat dibutuhkan waktu selama tujuh bulan, lalu mengkaji surat Al-Ma’un dibutuhkan waktu selama lebih dari tiga bulan. Karena lamanya kajian Al-Ma’un itu santri-santrinya bertanya kepada Kyai Dahlan, “Wahai Kyai, Al-Quran itu kan tidak hanya surat Al-Ma’un saja, mengapa hanya surat itu aja yang dikaji?” mendapati pertanyaan para santrinya itu, Kyai Dahlan tersenyum sambil balik bertanya, “ Apa kalian sudah mengerti surat Al-Ma’un?” Para santri menjawab sempak, “Sudah kyai..” Apakah kalian sudah hapal dan memahami surat Al-Ma’un?” kembali para santri menjawab serempak, “Sudah kyai..” “Apakah kalian sudah mengamalkan isi surat Al-Ma’un?” Para santri kali ini diam, saling memandang satu sama lain. Momen itulah yang menginspirasi KH Ibrahim mendirikan Sekolah Muhammadiyah, Kyai Sujak, salah satu santri KH Ahmad Dahlan menginisiasi berdirinya Panti Asuhan, Panti Duafa, dan rumah sakit yang kemudian disebut PKU (Penolong Kesengsaraan Umat). Karena itulah, Ustadz Agus Taufiqurrahman berharap hadirnya Ambulanmu PCM Kalasan sebagai penolong masyarakat Kalasan, tanpa membedakan suku, agama, ras, sebagaimana pernah dicontohkan Laskar Kyai Sujak tempo dulu. Lebih lanjut Ustadz Agus menekankan bahwa “ Islam itu luhur, tidak ada yang melebihi keluhuran Islam. Hanya saja, kadang umat Islam sendirilah yang menutupi keluuran Islam itu”. Islam mengajarkan kebersihan, tetapi sebagian umatnya banyak yang jorok; Islam mengajarkan ketepatan waktu, tetapi sebagai umat Islam tidak menjalankan, justru umat lain yang menjalankan disiplin dalam segala hal. Karena itu, menarik untuk disimak pesan Khabib Norgomedov, seorang petinju Muslim berkewarganegaraan Rusia, sebagai juara dunia Kelas bridger WBA tahun 2024 dengan rekor 29 kali bertanding menang terus, tanpa kekalahan. Dia mengatakan bahwa orang di luar Islam tidak membaca Al-Quran dan Hadits Nabi, wajar jika mereka tidak mengetahui ajaran Islam. Mereka mengetahui Islam dari melihat perilaku umat Islam. Karena itu Gazhimagomedov berpesan, “be a good ambassador of Islam,” jadilah duta Islam yang baik agar mereka mengenal kemuliyaan Islam. Sementara itu Pak A.R. Fakhruddin pernah berpesan kepada para pengelola amal usaha Sekolah Muhammadiyah untuk mewujudkan tiga keunggulan, yakni: unggul moral spiritual, unggul intelektual, dan unggul dalam peran sosial. Kita bisa meneladani tokoh-tokoh Muhammadiyah yang diakui kontribusinya dalam memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia, seperti Jenderal Soedirman, mantan guru Sekolah Muhammadiyah, yang kemudian terjun dalam medan perang yang mewariskan nilai-nilai patriotik yang hingga kini masih melekat di tubuh TNI POLRI; Ir. H. Juanda, mantan PWM yang amat berjasa dalam menetapkan batas-batas wilayah kelautan Indonesia. Sebagai penutup, Ustadz Agus megutip Kebijakan Menteri Dikdasmen, Abdul Mu’ti, yang juga Sekretaris PP Muhammadiyah tentang 7 Kebiasaan anak-anak Indonesia, yang meliputi: (1) Rajin bangun pagi; (2) Tertib beribadah; (3) Olah raga; (4) …
JAKARTA – Perjalanan Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional memasuki usianya yang ke -23, tepatnya jatuh pada, 04 Juli 2025. Pada hari ini, menandai dan memperingati dua dasawarsa kiprahnya dalam berkontribusi memberi untuk negeri. Kematangan gerakannya dalam gerakan filantropi Islam, tidak bisa dipisahkan dari organisasi Muhammadiyah dengan gerakan al-Maun-nya. Tema yang diusung adalah Lazismu Untuk Kesejahteraan Semua. Suatu tema yang memancarkan semangat bahwa melalui gerakan filantrofi Islam, Lazismu mamperkuat harapan dengan pilar-pilar programnya yang dibuktikan dengan pertumbuhan penghimpunan dan penyaluran nilai manfaat kepada Masyarakat luas. Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais dalam sambutannya mengatakan perjalanan Panjang Lazismu tidak akan bermakna tanpa kolaborasi dan dukungan masyarakat. Tema yang Lazismu hadirkan dalam milad ini, sebagai upaya mengejawantahkan Tanwir Muhammadiyah di Kupang, yaitu Menghadirkan Kemakmuran Untuk Semua. Dalam konteks ini, Lazismu harus memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada penerima manfaat. “Kita ingin semua dapatkan nilai manfaat itu dan hak – haknya secara proporsional,” katanya. Mujadid Rais mengatakan bahwa Lazismu dengan jaringan kantor layanannya yang tersebar di seluruh Indonesia, ada 1200 lebih kantor layanan di 33 provinsi, berusaha untuk berkontribusi. Misalnya, untuk tahun ini, Lazismu telah menyalurkan program Save Our School untuk renovasi sekolah sebanyak 300 unit sekolah. “Angka 300 masih kecil, tapi kita ingin sesuatu yang berdampak dari yang paling kecil,” jelasnya. Kami berharap, kawan-kawan Lazismu wilayah terus mendukung program ini selain untuk meningkatkan penghimpunan dan berkontribusi dengan hal sekecil apa pun. Tetapi istikomah memberikan dampak dan menjadi Lembaga amil zakat terpercaya. “Alhamdulillah selama tujuh tahun berturut-turut Lazismu mendapat opini WTP, ini tantangan kami dalam menjaga amanah untuk meningkatkan peran Lazismu di masa yang akan datang,” pungkasnya sekaligus mengucapkan terima kasih kepada mitra Lazismu yang hadir. Mewakili Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Izzul Muslimin bersyukur bahwa Bersama sama dapat mengikuti acara peringatan milad Lazismu ke 23, alhamdulillah kita menyaksikan perkembangan Lazismu yang luar biasa, dan pencapaian-pencapaiannya. “Pimpinan pusat Muhammadiyah mendorong agar Lazismu tetap profesional dan Amanah,” pungkasnya. Muhammadiyah turut merasakan betul manfaat dari program-program Lazismu terutama program-program yang dilaksanakan di luar negeri dan program-program lainnya. Kita berharap bisa terus meningkatkan dan memperbaiki kinerja serta memperkuat akuntabilitas sehingga akan berdampak pada semakin percayanya masyrakat dalam menyalurkan donasi berupa zakat, infak dan sedekahnya melalui Lazismu. Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menyampaikan selamat atas milad Lazismu yang ke-23. Semoga menjadi lembaga amil zakat yang sesuai taglinenya senantiasa memberi untuk negeri. Lazismu sebagai lembaga filantropi Islam, menurutnya lahir dari DNA Muhammadiyah melalui spirit berderma (charity). “Kelahiran Muhammadiyah melakukangerakan amal nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, salah satunya mewujud dalam pelembagaan Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO),” jelasnya. Poin saya, lanjut Abdul Mu’ti, Muhammadiyah dengan perkembangannya sebetulnya memberi kesempatan kepada para jamaahnya untuk bisa berderma untuk memberikan yang terbaik. Sekarang ini saya melihat bahwa ada realitas baru bahkan menjadi trend gerakan baru dalam aktivitas memberi. “Membangun Gerakan zakat tidak lagi sebagai panggilan iman tapi gerakan kebudayaan,” paparnya. Karena itu, sambungnya, gerakan berderma melaui lembaga resmi masih menjadi tantangan kultural yang tidak sepenuhnya mudah, karena orang tidak cukup memberi dan yang diberi tidak kelihatan ini soal psikologis dan kultur. “Tantangan kultural ini harus dijawab dan tantangan kelembagaan berupa kepercayaan adalah pilihan kita, jadi harus amanah dan terus membangun kepercayaan itu, sampai akhirnya selamat bagi Lazismu yang mendapat WTP,” tandasnya. Jauh lebih penting lagi, menurutnya adalah tafsir delapan asnaf perlu dipertajam kembali. Misalnya beasiswa untuk murid banyak, tapi perlu juga beasiswa untuk guru yang masih terbatas. Jadi akuntabilitas ini terus diperkuat yang diringi dengan kepercayaan sehingga hasilnya terlihat. Apalagi saya telah mengetahui Lazismu telah menyalurkan program pendidikan melalui Save our School untuk renovasi 300 sekolah di seluruh Indonesia. Yang dilakukan Lazismu luar biasa, sebagai Menteri, saya menyampaikan terima kasih kepad Lazismu atas kepeduliannya memperbaiki sekolah-sekolah yang ada. “Masih banyak program lain yang berdampak besar bagi kebermanfaatan untuk Masyarakat,” kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini. Dalam kesempatan itu, Lazismu juga meluncurkan program Save Our School sebagai salah satu pilar program pendidikan dengan merenovasi 300 unit sekolah di tanah air di momentum usianya yang ke 32. Selain itu, Lazismu juga melakukan penyaluran program peduli Kesehatan berupa bantuan kursi roda dan alat bantu dengar kepada penerima manfaat, serah terima Al-Qur’an untuk pelosok negeri kolaborasi bersama Gramedia, santunan untuk anak binaan panti asuhan Aisyiyah, simbolis kerjasama program peduli Kesehatan mental Bersama Rumah Cahaya, dan simbolis kerjasama program pendidikan, sosial dakwah, ekonomi dan lingkungan antara Lazismu dan Tokio Marine. Di penghujung acara Lazismu menggelar Talkshow menghadirkan Habib Husein Ja’far Al-Hadar pendakwah dan konten kreator islam dan Amelia Fauzia Guru Besar Filantropi Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang dipandu oleh moderator Ibnu Tsani.
JAKARTA, pdmsleman.or.Id JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menerima penghargaan Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) pada Kamis (10/7) di Jakarta. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan kontribusinya yang dinilai besar dalam mendukung perjuangan nilai-nilai kejuangan serta penguatan kelembagaan LVRI.Dalam sambutannya, Haedar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas penghargaan yang diterimanya. Ia mengaku terharu karena merasa belum sepenuhnya layak untuk menerima penghargaan tersebut, namun tetap menerimanya dengan penuh tanggung jawab moral. “Dengan rasa syukur kepada Allah, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penghargaan Bintang LVRI ini. Terus terang, kami merasa belum layak, namun penghargaan ini menjadi amanah dan inspirasi yang mendalam, baik bagi diri kami, keluarga, organisasi, maupun generasi bangsa,” ujar Haedar. Ia mengisahkan pertemuannya dengan pimpinan LVRI di Yogyakarta yang menyampaikan berbagai kisah perjuangan masa lalu. Pertemuan itu, menurutnya, membangkitkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menghidupkan kembali semangat juang dan pengorbanan para pejuang kemerdekaan di era kini. Haedar pun menegaskan pentingnya tiga hal untuk membangun Indonesia ke depan: komitmen, integritas, dan pengabdian tanpa pamrih.Haedar juga menyinggung figur Panglima Besar Jenderal Soedirman, tokoh yang berasal dari kalangan Muhammadiyah, sebagai teladan pengabdian dan komitmen luhur. “Jenderal Soedirman menjadi contoh ideal yang membumi tentang integritas dan pengabdian. Dalam usia muda, beliau menunjukkan kepemimpinan luar biasa dalam Perang Gerilya. Itulah teladan untuk generasi muda hari ini,” jelasnya. Nilai kedua yang disoroti Haedar adalah pentingnya menanamkan nilai-nilai keindonesiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menyatakan bahwa pewarisan nilai-nilai Pancasila tidak boleh sekadar simbolik, tetapi harus terwujud nyata dalam tindakan. “Warisan nilai itu mahal. Kita harus hidupkan dalam praksis sehari-hari, dipadukan dengan nilai agama dan budaya luhur bangsa,” tambahnya. Poin ketiga, Haedar menyerukan agar masa depan Indonesia dirancang dengan menggabungkan kemajuan intelektual dan teknologi (IPTEK) dengan kekayaan nilai-nilai luhur. Menurutnya, bangsa Indonesia harus menghindari dua ekstrem: kehilangan nilai karena mengejar kemajuan, atau stagnan karena hanya menjaga tradisi. “Perpaduan antara kemajuan dan nilai adalah kepentingan bersama agar kita bisa sejajar dengan bangsa-bangsa lain,” tuturnya.Sementara itu, Ketua Umum LVRI periode 2022—2027, Herman Bernhard Leopold Mantiri, menegaskan bahwa Bintang LVRI adalah penghargaan tertinggi yang hanya diberikan kepada tokoh yang memiliki jasa besar bagi LVRI dan perjuangan nilai-nilai kebangsaan. Ia menyebut komitmen Haedar Nashir, termasuk dalam renovasi kantor DPD LVRI Yogyakarta, sebagai wujud nyata dukungan terhadap LVRI.“Bintang LVRI tidak diberikan dengan mudah. Ini adalah bentuk penghargaan atas kontribusi besar dari Bapak Haedar Nashir dan Bapak Yendra Fahmi, yang kami rasakan manfaatnya sangat besar. Semoga kerja sama terus terjalin di masa depan,” kata Mantiri. Acara penganugerahan tersebut turut dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional, di antaranya Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti, serta sejumlah pimpinan dan kader Muhammadiyah. Hal tersebut menandai pertemuan antara generasi pejuang kemerdekaan dan generasi penerus bangsa dalam semangat kolaborasi membangun Indonesia yang berkeadaban.
Sleman Pada hari Rabu, tanggal 02 Juli 2025, bertempat di Masjid K.H. Sudja, LAZISMU PKU Muhammadiyah bersama dengan RS PKU Gamping dan Lembaga Pengembang Usaha Mikro Kecil Menengah (LP UMKM) Muhammadiyah menggelar Seminar Masa Persiapan Pensiun (MPP) Tahap 2 yang bertajuk Inkubasi Entrepreneur PKU Muhammadiyah. Kegiatan yang diselenggarakan selama dua (2) hari ini diikuti oleh 20 karyawan dari RS PKU Muhammadiyah Gamping yang telah memasuki masa pension (usia emas). Kegiatan ini merupakan persiapan pensiun para karyawan RS PKU Muhammadiyah Gamping. Pada kesempatan tersebut sesi dibuka oleh Juang Kurniawan S, M.Pd.B.I selaku Ketua Bidang Industri Mikro & Kecil, LP UMKM PWM DIY; sekaligus Kepala Lembaga Kemahasiswaan & Alumni UPY; yang juga Anggota Komtek 03 – 13 SNI G2RT. Berlanjut pada sesi materi oleh Rika Fatimah P.L., ST, M.Sc., Ph.D selaku Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur; Wakil Ketua Komtek 03 – 13 SNI G2RT; yang juga merupakan Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM); dan pengurus Bidang Industri Mikro & Kecil, LP UMKM PWM DIY, berkesempatan untuk menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Rika Fatimah dalam paparannya yang berjudul “G2RT MU – EMAS (KmE): Manajemen Ikonik (Visioner) Bisnis (& Legalitas)” menyampaikan bahwa ruh ekonomi Indonesia yakni Ekonomi Pancasila, yang memiliki 5 prinsip visioner utama dalm berkegiatan ekonomi yang pula tercermin dari kelima sila nya. Visioner adalah kemampuan untuk menciptakan dan mengartikulasikan sebuah visi yang realistis, kredibel, dan mendorong para pengikutnya untuk tumbuh dan berkembang menuju masa depan. Masa depan yang dimaksud bukan hanya satu tahun atau dua tahun ke depan, namun beyond kemampuan manusia untuk ‘mengatur’ salah satunya untuk masa depan anak cucu kita. “Orang yang visioner itu berarti orang yang selalu berdoa … tidak hanya untuk dirinya sendiri, namun juga untuk pasangan, anak, orang tua, juga masyarakat sekitar…sikap visioner ini merupakan investasi jangka panjang pada seseorang untuk memunculkan sifat ikhlas, pasrah, dan Lillahi Ta’ala kepada Allah SAW…’ ,” tutur Rika Fatimah. Rika melanjutkan sikap ini sejalan dengan peribahasa Jawa alon alon waton kelakon yang memiliki arti tindakan yang sabar, tidak terburu-buru atau tergesa-gesa, dan disertai dengan pemikiran yang masak ‘….yaitu tindakan penuh kesadaran dengan perencanaan matang dan bukan pemikiran yang lamban seperti yang kerap difahamkan di masyarakat luas…’. Sifat ikhlas, pasrah, dan Lillahi Ta’ala dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berwirausaha akan mengajarkan seseorang untuk selalu bersyukur atas rezeki yang diberikan oleh Sang Pencipta, karena bentuk rezeki tidak hanya terbatas pada finansial, namun juga dapat berbentuk kelapangan dan kemudahan dalam berkehidupa. Sejatinya tindakan tersebut tidak hanya dilakukan oleh usia produktif namun juga oleh masyarakat usia emas (senior citizen). Lebih lanjut, Rika Fatimah menyampaikan bahwa saat ini sebagian besar UMKM di Indonesia masih sebatas “Berjualan”, belum “Berbisnis”. Hal ini dapat dilihat bahwa penilaian kepada UMKM binaan Pemerintah diukur dengan omset yang diperoleh. Pudarnya keyakinan dalam masyarakat bahwa yang seharusnya dicari adalah “Rezeki”, dan itu yang seharusnya diyakini umat Muslim. “… rezeki sudah ada porsinya, dan Allah SAW memastikan bahwa rezeki tidak akan tertukar…semangat rezeki hakikatnya membuat setiap individu ingat kepada Zat yang menciptakan manusia … semangat rezeki tersebut digerakkan kembali dalam Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur…” ujar Rika Fatimah. G2R Tetrapreneur merupakan model inovasi gotong royong gerakan wirausaha berkelanjutan berkemampuan untuk penciptaan kemandirian dan kewibawaan asli Indonesia menuju produk ikonik global. Perkembangan model G2R Tetrapreneur dari tahun ketahun tidak hanya menyasar pada desa sebagai sebuah kelembagaan, namun juga kepada komunitas, maupun instansi sebagai penggerak ekonomi. Keluwesan model asli Indonesia ini dalam pelaksanaannya dibuktikan nyata dengan telah terbentuknya beberapa Unit G2R Tetrapreneur berbasis komunitas antara lain G2R Tetrapreneur Komunitas Kuliner binaan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemekop UKM) Republik Indonesia dengan nama G2RT KmK4. Selain itu, G2R Tetrapreneur juga telah diimplementasikan oleh Lembaga Pengembang Usaha Mikro Kecil Menengah (LP UMKM) Muhammadiyah PWM DIY. Sejalan dengan hal tersebut, pensiunan karyawan di RS PKU Muhammadiyah Gamping bersama pendampingan dari LazisMU DIY dan LP-UMKM PWM DIYh pada G2RT MU membentuk model G2RT Komunitas Emas pertama di Indonesia yaitu Unit G2R Tetrapreneur Komunitas Emas Pertama atau G2RT MU KmE1. Rika menjelaskan “…G2RT KmE1 ini memiliki pergerakan khas mengikuti karakter komunitasnya yaitu pensiun para karyawan RS PKU Muhammadiyah Gamping. Komunitas pension atau emas tersebut memiliki profil professional yang mumpuni sehingga kemampuan manajerial sangat sesuai jika diarahkan pada model bisnis hilir yang bekerjasama dengan produk unggulan (PU) G2RT dari kabupaten se-DIY baik perdesaaan, perkotaan, maupun G2RT komunitas lainnya…”. Produk-produk yang berasal dari Unit G2RT merupakan produk yang telah terjamin dan memiliki standarisasi G2R Tetrapreneur (SNI G2RT) karena telah melalui berbagai proses mulai dari produksi, pengemasan hingga manajerial bergotong royongnya. Sama halnya dengan berbagai standardisasi yang dikeluarkan oleh International Organization for Standardization (ISO), Standardisasi G2R Tetrapreneur ini juga mengatur para pelaku usaha untuk dapat memproduksi produk-produk kualitas global, tanpa meninggalkan jati diri bangsa, yaitu gotong royong. Sebagaimana standardisasi yang dikeluarkan oleh ISO, SNI G2R Tetrapreneur juga memiliki struktur atau tahapan-tahapan standardisasi yang jelas. G2RT KmE1 terdiri dari 9 (Sembilan) orang kepengurusan inti atau disebut juga sebagai Tim 9. Adapun Tim 9 terdiri dari Ketua, Ambassador, Manajer Tim, Operasional keuangan, Memahami Keuangan, Operasional Produk Unggulan (PU), Memahami Produk Unggulan (PU), Memahami Pasar, dan Memahami pesaing. Kepengurusan Tim 9 tersebut tentunya diperkuat dengan keanggotaan masing-masing fungsi harian dan kerjanya yang berkembang sesuai dengan perkembangan jumlah keanggotaan G2RT MU KmE1 kedepannya.
Innalillahi wainnailaihi raji’un, Segenap Keluarga Besar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman turut berduka cita atas meninggalnya Ibu R. Ng. Sri Rohayati Puni Astuti Binti R. M. Prapto Harjono ( Istri H. Harjaka S,Ag, S,Pd MA Ketua PDM Sleman ) padaAhad, 6 Juli 2025 jam 12.00 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Semoga diampuni segala dosanya dan diterima segala amal baiknya ditempatkan di surga-Nya. Keluarga diberikan kesabaran. Aamiin. Aamiin Yaa Rabbal’alamiin.