Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah dalam rangka menyemarakkan Milad Muhammadiyah ke-113 adakan kegiatan Khitanan Masal yang akan dihelat pada Ahad, 22 Juni 2025 mendatang. Ketua Pelaksana Zuhud Zuliyadi menyampaikan bahwa persiapan sudah mencapai 80%. Hal itu dikemukakan pada rapat koordinasi yang dilaksanakan pada Rabu, 18 Juni 2025 di SD Muhammadiyah Semoya Tegaltirto Berbah yang juga akan menjadi lokasi hajatan. Semua seksi diminta menyampaikan laporannya tentang progress kesiapannya, harapannya agar pada hari h nanti tidak banyak mengalami hambatan.Tim Medis PKU Muhammadiyah Berbah, dr. Maskur Junaidi menyatakan siap dengan lima dokter dan limabelas perawat sebagai pelaksana utama khitanan.Warsito, penanggungjawab seksi perlengkapan, menginformasikan bahwa identifikasi kebutuhan sudah dilakukan, layout lokasi dan petunjuk arah, dari meja pendaftaran, ruang edukasi, ruang tindakan, kamar mandi, sound system, dll. siap. Termasuk dua ambulance.Fadlan Mahadi, tokoh setempat, mengingatkan bahwa lokasi sekolah tidak termasuk jalan sekitar, untuk itu segera koordinasi dan sinergikan dengan pemangku lingkungan (dukuh), takmkir Masjid dan tetangga sekolah terutama untuk kepentingan parkir, dan pengaturan alur lalulitas.PCA siap dengan 500 dos snek dan nasi box. Hadir dalam acara ini selain panitia: PCM, PCA, KOKAM, PKU Muhammadiyah Berbah, PRM & PRA Tegaltirto dan AMM Tegaltirto. (M.A. Sanusi, KIM Berbah).
Oleh: Yayan Suryana Sudah menjadi pemandangan umum dalam kehidupan keagamaan umat Islam di Indonesia bahwa setiap kali seseorang mengakhiri bacaan Al-Qur’an, maka ia menutupnya dengan ucapan shadaqallahul ‘azhiim (صدق الله العظيم), yang berarti “Maha Benar Allah Yang Maha Agung.” Kalimat ini dilafalkan dengan khidmat dan bahkan seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual tilawah Al-Qur’an. Namun, pertanyaannya: apakah memang ada tuntunan syar’i untuk membaca kalimat ini setiap kali selesai membaca Al-Qur’an? Merujuk kepada penjelasan dalam Buku Tanya Jawab Agama Jilid I halaman 16, persoalan ini patut ditinjau dari sudut dalil yang mendasari, serta konteks ayat yang sering dijadikan rujukan. Banyak orang yang mendasarkan kebiasaan membaca shadaqallahul ‘azhiim pada firman Allah dalam Surat Ali Imran ayat 95: “Qul shadaqallah…” (Katakanlah: Benar [apa yang difirmankan] Allah). Namun, jika ayat ini ditelaah dengan cermat dalam konteks turunnya dan hubungan antar ayat (munasabah), maka dapat disimpulkan bahwa ayat tersebut bukanlah perintah untuk selalu membaca kalimat “shadaqallahul ‘azhiim” di akhir setiap bacaan Al-Qur’an. Ayat itu merupakan bantahan terhadap klaim kaum Yahudi yang menuduh Nabi Muhammad SAW menyimpang dari ajaran Nabi Ibrahim, khususnya dalam soal makanan halal dan pengalihan kiblat. Artinya, perintah “Qul shadaqallah” dalam ayat itu adalah bagian dari konteks argumentatif terhadap pihak yang mengingkari kebenaran risalah Nabi. Dengan demikian, menjadikan ayat ini sebagai dalil untuk membaca “shadaqallahul ‘azhiim” setiap kali selesai membaca Al-Qur’an tidaklah tepat secara syar’i. Tidak ada riwayat atau tuntunan dari Rasulullah SAW maupun para sahabat yang menunjukkan bahwa mereka secara konsisten membaca kalimat tersebut setelah tilawah. Bahkan, tuntunan yang jelas justru berlaku untuk bacaan ta’awwudz sebelum membaca Al-Qur’an (QS. an-Nahl: 98) dan anjuran untuk mendengarkan dengan seksama saat Al-Qur’an dibacakan (QS. al-A’raf: 204). Fatwa: Boleh, Tapi Tidak Ditetapkan Berdasarkan pertimbangan dalil dan praktik generasi awal Islam, maka hukum membaca “shadaqallahul ‘azhiim” setelah membaca Al-Qur’an adalah boleh (mubah) — selama tidak diyakini sebagai bagian dari syariat atau kewajiban yang harus dilakukan setiap kali tilawah. Kalimat tersebut memiliki makna yang benar, sebagai bentuk pembenaran atas firman Allah, namun tidak bisa dijadikan bagian dari struktur ibadah yang tetap. Apabila kalimat ini dijadikan kebiasaan baku, bahkan hingga dianggap sebagai bagian dari ritual keagamaan yang harus diikuti, maka hal tersebut dapat dikatakan sebagai bentuk penambahan dalam ibadah yang tidak dicontohkan oleh Nabi SAW. Dalam hal ini, posisi Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid pun tegas, bahwa amalan ibadah harus memiliki dasar dari Rasulullah SAW, dan tidak cukup hanya dengan alasan kebiasaan baik atau makna yang benar. Penegasan Akhir Ikrar bahwa Allah Maha Benar adalah keyakinan dalam hati setiap Muslim yang membaca dan mengimani Al-Qur’an. Akan tetapi, menjadikan kalimat shadaqallahul ‘azhiim sebagai bagian wajib dalam setiap penutupan tilawah adalah sesuatu yang tidak berdasar. Islam telah mengatur bentuk dan tata cara ibadah secara detail, dan karenanya, setiap tambahan tanpa dalil dapat menggeser kemurnian syariat. Dengan memahami hal ini, kita diajak untuk menjaga keseimbangan antara ekspresi iman dan kepatuhan pada tuntunan Nabi SAW. Membaca “shadaqallahul ‘azhiim” boleh dilakukan sebagai ungkapan pribadi, namun tidak perlu dijadikan rangkaian tetap dalam bacaan Al-Qur’an. Ibadah terbaik adalah yang sesuai dengan sunnah, bukan hanya yang disukai oleh tradisi. Wallahu a‘lam bish-shawab.
Pour les joueurs francophones qui explorent les alternatives de mise en dehors du cadre régulé, plusieurs guides spécialisés passent en revue la fiabilité et les cotes proposées par les opérateurs disponibles, et l'on trouve notamment une analyse détaillée du paris sportif hors ARJEL qui examine les conditions d'inscription ainsi que les méthodes de paiement acceptées par ces plateformes.
Steeds meer Nederlanders ontdekken de spanning van online gokken, waarbij ze op zoek gaan naar een betrouwbaar platform met een uitgebreid aanbod. Nyx Bets Casino voldoet aan deze wens met een ruime collectie gokkasten, tafelspellen en live casinospellen, aangevuld met aantrekkelijke bonussen en een gebruiksvriendelijke interface.
Modern casino reviewers tend to weigh bonus wagering terms, slot RTP listings, and live dealer game variety before publishing their take, and Odinfortune often pops up in those side-by-side breakdowns.
Australian players looking for a polished online gaming hub often compare what Zoome brings to the table against locally licensed competitors, noting its broad pokies catalogue, AUD-friendly banking, and a loyalty setup that feels tuned to the way punters in Sydney, Melbourne, and Perth tend to play across long weekend sessions.
Wie in Nederland graag een gokje waagt online, let tegenwoordig scherp op betrouwbaarheid, snelle uitbetalingen en een overzichtelijk spelaanbod; een platform als KIKI weet daar met transparante voorwaarden en een breed scala aan slots en live tafelspelenvolop op in te spelen.
Players looking for hassle-free ways to enjoy classic table games and slots online often compare welcome bonuses and payout speeds before signing up, and a solid resource like ModernGhana - bingo sites no ID verification UK can help simplify the decision when you want to skip lengthy signup checks and get straight to the action.