![]()
Category Archives: Uncategorized
Lazismu Untuk Kesejahteraan Sesama
JAKARTA – Perjalanan Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional memasuki usianya yang ke -23, tepatnya jatuh pada, 04 Juli 2025. Pada hari ini, menandai dan memperingati dua dasawarsa kiprahnya dalam berkontribusi memberi untuk negeri. Kematangan gerakannya dalam gerakan filantropi Islam, tidak bisa dipisahkan dari organisasi Muhammadiyah dengan gerakan al-Maun-nya. Tema yang diusung adalah Lazismu Untuk Kesejahteraan Semua. Suatu tema yang memancarkan semangat bahwa melalui gerakan filantrofi Islam, Lazismu mamperkuat harapan dengan pilar-pilar programnya yang dibuktikan dengan pertumbuhan penghimpunan dan penyaluran nilai manfaat kepada Masyarakat luas. Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais dalam sambutannya mengatakan perjalanan Panjang Lazismu tidak akan bermakna tanpa kolaborasi dan dukungan masyarakat. Tema yang Lazismu hadirkan dalam milad ini, sebagai upaya mengejawantahkan Tanwir Muhammadiyah di Kupang, yaitu Menghadirkan Kemakmuran Untuk Semua. Dalam konteks ini, Lazismu harus memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada penerima manfaat. “Kita ingin semua dapatkan nilai manfaat itu dan hak – haknya secara proporsional,” katanya. Mujadid Rais mengatakan bahwa Lazismu dengan jaringan kantor layanannya yang tersebar di seluruh Indonesia, ada 1200 lebih kantor layanan di 33 provinsi, berusaha untuk berkontribusi. Misalnya, untuk tahun ini, Lazismu telah menyalurkan program Save Our School untuk renovasi sekolah sebanyak 300 unit sekolah. “Angka 300 masih kecil, tapi kita ingin sesuatu yang berdampak dari yang paling kecil,” jelasnya. Kami berharap, kawan-kawan Lazismu wilayah terus mendukung program ini selain untuk meningkatkan penghimpunan dan berkontribusi dengan hal sekecil apa pun. Tetapi istikomah memberikan dampak dan menjadi Lembaga amil zakat terpercaya. “Alhamdulillah selama tujuh tahun berturut-turut Lazismu mendapat opini WTP, ini tantangan kami dalam menjaga amanah untuk meningkatkan peran Lazismu di masa yang akan datang,” pungkasnya sekaligus mengucapkan terima kasih kepada mitra Lazismu yang hadir. Mewakili Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Izzul Muslimin bersyukur bahwa Bersama sama dapat mengikuti acara peringatan milad Lazismu ke 23, alhamdulillah kita menyaksikan perkembangan Lazismu yang luar biasa, dan pencapaian-pencapaiannya. “Pimpinan pusat Muhammadiyah mendorong agar Lazismu tetap profesional dan Amanah,” pungkasnya. Muhammadiyah turut merasakan betul manfaat dari program-program Lazismu terutama program-program yang dilaksanakan di luar negeri dan program-program lainnya. Kita berharap bisa terus meningkatkan dan memperbaiki kinerja serta memperkuat akuntabilitas sehingga akan berdampak pada semakin percayanya masyrakat dalam menyalurkan donasi berupa zakat, infak dan sedekahnya melalui Lazismu. Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menyampaikan selamat atas milad Lazismu yang ke-23. Semoga menjadi lembaga amil zakat yang sesuai taglinenya senantiasa memberi untuk negeri. Lazismu sebagai lembaga filantropi Islam, menurutnya lahir dari DNA Muhammadiyah melalui spirit berderma (charity). “Kelahiran Muhammadiyah melakukangerakan amal nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, salah satunya mewujud dalam pelembagaan Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO),” jelasnya. Poin saya, lanjut Abdul Mu’ti, Muhammadiyah dengan perkembangannya sebetulnya memberi kesempatan kepada para jamaahnya untuk bisa berderma untuk memberikan yang terbaik. Sekarang ini saya melihat bahwa ada realitas baru bahkan menjadi trend gerakan baru dalam aktivitas memberi. “Membangun Gerakan zakat tidak lagi sebagai panggilan iman tapi gerakan kebudayaan,” paparnya. Karena itu, sambungnya, gerakan berderma melaui lembaga resmi masih menjadi tantangan kultural yang tidak sepenuhnya mudah, karena orang tidak cukup memberi dan yang diberi tidak kelihatan ini soal psikologis dan kultur. “Tantangan kultural ini harus dijawab dan tantangan kelembagaan berupa kepercayaan adalah pilihan kita, jadi harus amanah dan terus membangun kepercayaan itu, sampai akhirnya selamat bagi Lazismu yang mendapat WTP,” tandasnya. Jauh lebih penting lagi, menurutnya adalah tafsir delapan asnaf perlu dipertajam kembali. Misalnya beasiswa untuk murid banyak, tapi perlu juga beasiswa untuk guru yang masih terbatas. Jadi akuntabilitas ini terus diperkuat yang diringi dengan kepercayaan sehingga hasilnya terlihat. Apalagi saya telah mengetahui Lazismu telah menyalurkan program pendidikan melalui Save our School untuk renovasi 300 sekolah di seluruh Indonesia. Yang dilakukan Lazismu luar biasa, sebagai Menteri, saya menyampaikan terima kasih kepad Lazismu atas kepeduliannya memperbaiki sekolah-sekolah yang ada. “Masih banyak program lain yang berdampak besar bagi kebermanfaatan untuk Masyarakat,” kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini. Dalam kesempatan itu, Lazismu juga meluncurkan program Save Our School sebagai salah satu pilar program pendidikan dengan merenovasi 300 unit sekolah di tanah air di momentum usianya yang ke 32. Selain itu, Lazismu juga melakukan penyaluran program peduli Kesehatan berupa bantuan kursi roda dan alat bantu dengar kepada penerima manfaat, serah terima Al-Qur’an untuk pelosok negeri kolaborasi bersama Gramedia, santunan untuk anak binaan panti asuhan Aisyiyah, simbolis kerjasama program peduli Kesehatan mental Bersama Rumah Cahaya, dan simbolis kerjasama program pendidikan, sosial dakwah, ekonomi dan lingkungan antara Lazismu dan Tokio Marine. Di penghujung acara Lazismu menggelar Talkshow menghadirkan Habib Husein Ja’far Al-Hadar pendakwah dan konten kreator islam dan Amelia Fauzia Guru Besar Filantropi Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang dipandu oleh moderator Ibnu Tsani.
![]()
Haedar Nashir Terima Penghargaan Bintang LVRI, Serukan Komitmen dan Nilai Keindonesiaan bagi Generasi Muda
JAKARTA, pdmsleman.or.Id JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menerima penghargaan Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) pada Kamis (10/7) di Jakarta. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan kontribusinya yang dinilai besar dalam mendukung perjuangan nilai-nilai kejuangan serta penguatan kelembagaan LVRI.Dalam sambutannya, Haedar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas penghargaan yang diterimanya. Ia mengaku terharu karena merasa belum sepenuhnya layak untuk menerima penghargaan tersebut, namun tetap menerimanya dengan penuh tanggung jawab moral. “Dengan rasa syukur kepada Allah, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penghargaan Bintang LVRI ini. Terus terang, kami merasa belum layak, namun penghargaan ini menjadi amanah dan inspirasi yang mendalam, baik bagi diri kami, keluarga, organisasi, maupun generasi bangsa,” ujar Haedar. Ia mengisahkan pertemuannya dengan pimpinan LVRI di Yogyakarta yang menyampaikan berbagai kisah perjuangan masa lalu. Pertemuan itu, menurutnya, membangkitkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menghidupkan kembali semangat juang dan pengorbanan para pejuang kemerdekaan di era kini. Haedar pun menegaskan pentingnya tiga hal untuk membangun Indonesia ke depan: komitmen, integritas, dan pengabdian tanpa pamrih.Haedar juga menyinggung figur Panglima Besar Jenderal Soedirman, tokoh yang berasal dari kalangan Muhammadiyah, sebagai teladan pengabdian dan komitmen luhur. “Jenderal Soedirman menjadi contoh ideal yang membumi tentang integritas dan pengabdian. Dalam usia muda, beliau menunjukkan kepemimpinan luar biasa dalam Perang Gerilya. Itulah teladan untuk generasi muda hari ini,” jelasnya. Nilai kedua yang disoroti Haedar adalah pentingnya menanamkan nilai-nilai keindonesiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menyatakan bahwa pewarisan nilai-nilai Pancasila tidak boleh sekadar simbolik, tetapi harus terwujud nyata dalam tindakan. “Warisan nilai itu mahal. Kita harus hidupkan dalam praksis sehari-hari, dipadukan dengan nilai agama dan budaya luhur bangsa,” tambahnya. Poin ketiga, Haedar menyerukan agar masa depan Indonesia dirancang dengan menggabungkan kemajuan intelektual dan teknologi (IPTEK) dengan kekayaan nilai-nilai luhur. Menurutnya, bangsa Indonesia harus menghindari dua ekstrem: kehilangan nilai karena mengejar kemajuan, atau stagnan karena hanya menjaga tradisi. “Perpaduan antara kemajuan dan nilai adalah kepentingan bersama agar kita bisa sejajar dengan bangsa-bangsa lain,” tuturnya.Sementara itu, Ketua Umum LVRI periode 2022—2027, Herman Bernhard Leopold Mantiri, menegaskan bahwa Bintang LVRI adalah penghargaan tertinggi yang hanya diberikan kepada tokoh yang memiliki jasa besar bagi LVRI dan perjuangan nilai-nilai kebangsaan. Ia menyebut komitmen Haedar Nashir, termasuk dalam renovasi kantor DPD LVRI Yogyakarta, sebagai wujud nyata dukungan terhadap LVRI.“Bintang LVRI tidak diberikan dengan mudah. Ini adalah bentuk penghargaan atas kontribusi besar dari Bapak Haedar Nashir dan Bapak Yendra Fahmi, yang kami rasakan manfaatnya sangat besar. Semoga kerja sama terus terjalin di masa depan,” kata Mantiri. Acara penganugerahan tersebut turut dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional, di antaranya Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti, serta sejumlah pimpinan dan kader Muhammadiyah. Hal tersebut menandai pertemuan antara generasi pejuang kemerdekaan dan generasi penerus bangsa dalam semangat kolaborasi membangun Indonesia yang berkeadaban.
![]()
G2RT MU – EMAS (KmE1): INOVASI MODEL G2RT MU LP UMKM PWM DIY UNTUK USIA EMAS PERTAMA DI INDONESIA
Sleman Pada hari Rabu, tanggal 02 Juli 2025, bertempat di Masjid K.H. Sudja, LAZISMU PKU Muhammadiyah bersama dengan RS PKU Gamping dan Lembaga Pengembang Usaha Mikro Kecil Menengah (LP UMKM) Muhammadiyah menggelar Seminar Masa Persiapan Pensiun (MPP) Tahap 2 yang bertajuk Inkubasi Entrepreneur PKU Muhammadiyah. Kegiatan yang diselenggarakan selama dua (2) hari ini diikuti oleh 20 karyawan dari RS PKU Muhammadiyah Gamping yang telah memasuki masa pension (usia emas). Kegiatan ini merupakan persiapan pensiun para karyawan RS PKU Muhammadiyah Gamping. Pada kesempatan tersebut sesi dibuka oleh Juang Kurniawan S, M.Pd.B.I selaku Ketua Bidang Industri Mikro & Kecil, LP UMKM PWM DIY; sekaligus Kepala Lembaga Kemahasiswaan & Alumni UPY; yang juga Anggota Komtek 03 – 13 SNI G2RT. Berlanjut pada sesi materi oleh Rika Fatimah P.L., ST, M.Sc., Ph.D selaku Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur; Wakil Ketua Komtek 03 – 13 SNI G2RT; yang juga merupakan Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM); dan pengurus Bidang Industri Mikro & Kecil, LP UMKM PWM DIY, berkesempatan untuk menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Rika Fatimah dalam paparannya yang berjudul “G2RT MU – EMAS (KmE): Manajemen Ikonik (Visioner) Bisnis (& Legalitas)” menyampaikan bahwa ruh ekonomi Indonesia yakni Ekonomi Pancasila, yang memiliki 5 prinsip visioner utama dalm berkegiatan ekonomi yang pula tercermin dari kelima sila nya. Visioner adalah kemampuan untuk menciptakan dan mengartikulasikan sebuah visi yang realistis, kredibel, dan mendorong para pengikutnya untuk tumbuh dan berkembang menuju masa depan. Masa depan yang dimaksud bukan hanya satu tahun atau dua tahun ke depan, namun beyond kemampuan manusia untuk ‘mengatur’ salah satunya untuk masa depan anak cucu kita. “Orang yang visioner itu berarti orang yang selalu berdoa … tidak hanya untuk dirinya sendiri, namun juga untuk pasangan, anak, orang tua, juga masyarakat sekitar…sikap visioner ini merupakan investasi jangka panjang pada seseorang untuk memunculkan sifat ikhlas, pasrah, dan Lillahi Ta’ala kepada Allah SAW…’ ,” tutur Rika Fatimah. Rika melanjutkan sikap ini sejalan dengan peribahasa Jawa alon alon waton kelakon yang memiliki arti tindakan yang sabar, tidak terburu-buru atau tergesa-gesa, dan disertai dengan pemikiran yang masak ‘….yaitu tindakan penuh kesadaran dengan perencanaan matang dan bukan pemikiran yang lamban seperti yang kerap difahamkan di masyarakat luas…’. Sifat ikhlas, pasrah, dan Lillahi Ta’ala dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berwirausaha akan mengajarkan seseorang untuk selalu bersyukur atas rezeki yang diberikan oleh Sang Pencipta, karena bentuk rezeki tidak hanya terbatas pada finansial, namun juga dapat berbentuk kelapangan dan kemudahan dalam berkehidupa. Sejatinya tindakan tersebut tidak hanya dilakukan oleh usia produktif namun juga oleh masyarakat usia emas (senior citizen). Lebih lanjut, Rika Fatimah menyampaikan bahwa saat ini sebagian besar UMKM di Indonesia masih sebatas “Berjualan”, belum “Berbisnis”. Hal ini dapat dilihat bahwa penilaian kepada UMKM binaan Pemerintah diukur dengan omset yang diperoleh. Pudarnya keyakinan dalam masyarakat bahwa yang seharusnya dicari adalah “Rezeki”, dan itu yang seharusnya diyakini umat Muslim. “… rezeki sudah ada porsinya, dan Allah SAW memastikan bahwa rezeki tidak akan tertukar…semangat rezeki hakikatnya membuat setiap individu ingat kepada Zat yang menciptakan manusia … semangat rezeki tersebut digerakkan kembali dalam Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur…” ujar Rika Fatimah. G2R Tetrapreneur merupakan model inovasi gotong royong gerakan wirausaha berkelanjutan berkemampuan untuk penciptaan kemandirian dan kewibawaan asli Indonesia menuju produk ikonik global. Perkembangan model G2R Tetrapreneur dari tahun ketahun tidak hanya menyasar pada desa sebagai sebuah kelembagaan, namun juga kepada komunitas, maupun instansi sebagai penggerak ekonomi. Keluwesan model asli Indonesia ini dalam pelaksanaannya dibuktikan nyata dengan telah terbentuknya beberapa Unit G2R Tetrapreneur berbasis komunitas antara lain G2R Tetrapreneur Komunitas Kuliner binaan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemekop UKM) Republik Indonesia dengan nama G2RT KmK4. Selain itu, G2R Tetrapreneur juga telah diimplementasikan oleh Lembaga Pengembang Usaha Mikro Kecil Menengah (LP UMKM) Muhammadiyah PWM DIY. Sejalan dengan hal tersebut, pensiunan karyawan di RS PKU Muhammadiyah Gamping bersama pendampingan dari LazisMU DIY dan LP-UMKM PWM DIYh pada G2RT MU membentuk model G2RT Komunitas Emas pertama di Indonesia yaitu Unit G2R Tetrapreneur Komunitas Emas Pertama atau G2RT MU KmE1. Rika menjelaskan “…G2RT KmE1 ini memiliki pergerakan khas mengikuti karakter komunitasnya yaitu pensiun para karyawan RS PKU Muhammadiyah Gamping. Komunitas pension atau emas tersebut memiliki profil professional yang mumpuni sehingga kemampuan manajerial sangat sesuai jika diarahkan pada model bisnis hilir yang bekerjasama dengan produk unggulan (PU) G2RT dari kabupaten se-DIY baik perdesaaan, perkotaan, maupun G2RT komunitas lainnya…”. Produk-produk yang berasal dari Unit G2RT merupakan produk yang telah terjamin dan memiliki standarisasi G2R Tetrapreneur (SNI G2RT) karena telah melalui berbagai proses mulai dari produksi, pengemasan hingga manajerial bergotong royongnya. Sama halnya dengan berbagai standardisasi yang dikeluarkan oleh International Organization for Standardization (ISO), Standardisasi G2R Tetrapreneur ini juga mengatur para pelaku usaha untuk dapat memproduksi produk-produk kualitas global, tanpa meninggalkan jati diri bangsa, yaitu gotong royong. Sebagaimana standardisasi yang dikeluarkan oleh ISO, SNI G2R Tetrapreneur juga memiliki struktur atau tahapan-tahapan standardisasi yang jelas. G2RT KmE1 terdiri dari 9 (Sembilan) orang kepengurusan inti atau disebut juga sebagai Tim 9. Adapun Tim 9 terdiri dari Ketua, Ambassador, Manajer Tim, Operasional keuangan, Memahami Keuangan, Operasional Produk Unggulan (PU), Memahami Produk Unggulan (PU), Memahami Pasar, dan Memahami pesaing. Kepengurusan Tim 9 tersebut tentunya diperkuat dengan keanggotaan masing-masing fungsi harian dan kerjanya yang berkembang sesuai dengan perkembangan jumlah keanggotaan G2RT MU KmE1 kedepannya.
![]()
Berita Duka
Innalillahi wainnailaihi raji’un, Segenap Keluarga Besar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman turut berduka cita atas meninggalnya Ibu R. Ng. Sri Rohayati Puni Astuti Binti R. M. Prapto Harjono ( Istri H. Harjaka S,Ag, S,Pd MA Ketua PDM Sleman ) padaAhad, 6 Juli 2025 jam 12.00 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Semoga diampuni segala dosanya dan diterima segala amal baiknya ditempatkan di surga-Nya. Keluarga diberikan kesabaran. Aamiin. Aamiin Yaa Rabbal’alamiin.
![]()
KAJIAN AHAD PAGI | Ustadz M. Husnaini S.Pd.I., M.Pd.I., Ph.D. | 6 juli 2025
![]()
UAD Gelar Pelatihan AI Bagi UMKM Jogomukti Agar Bersaing di Era Digital
Berbah, Mahasiswa S3 prodi Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memberikan pelatihan Artificial Intelegensia (AI) atau Kecerdasan Buatan untuk pelaku usaha yang tergabung dalam Dulur Bakul Jogomukti Kalurahan Jogotirto. Bertujuan meningkat kemampuan berjualan melalui Al. Pelatihan berlangsung di warung Ngangkring Imbuh Kranggan 1, Jogotirto, Berbah Sleman Jumat 2025. Prof.Dr. Ir. Imam Riadi, M.Kom merupakan salah satu dosen pembimbing S3 Informatika UAD dalam sambutanya yang di bacakan Tri Rochmadi, MKom menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa program Doktor Informatika Universitas Ahmad Dahlan.Kegiatan ini juga merupakan program bentuk pengabdian masyarakat disebut program pengabdian kepada umat (Programat) Dengan dilakukannya pelatihan digital kepada UMKM Jogomukti diharapkan pelaku usaha yang tergabung dalam UMKM Jogomukti menguasai tehnologi di gital agar mampu bersaing di era digital.” UMKM harus secepatnya beradaptasi dengan kemajuan tehnologi. Bila tidak melakukan adaptasi nantinya akan tertinggal jauh” ucap Imam Riadi.“Tehnologi Al bukan sebagai pengganti manusia. Namun Al dipergunakan untuk mempermudah dan mempercepat proses usaha untuk menopang kelancaran usaha.” Tambah prof Imam. Disampaikan Prof Dr Muchlas, MT dosen S3 Informatika sekaligus Rektor UAD menyampaikan bahwa kita menyadari daya tarik Yogyakarta bukan hanya dari keindahan budayanya saja. Namun karena denyut nadi UMKM termasuk bapak ibu semua.” UMKM merupakan tulang punggung perekonomian, penyedia lapangan kerja serta penopang kesejahteraan masyarakat” ucap Muchlas.” Kita jadikan sinergi ini sebagai gerakan nyata. Mari kita buktikan bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dengan UMKM dapat menciptakan. ekosistem ekonomi yang lebih berdaya saing” tambahnya. Pelatihan sendiri berupa pelatihan foto dan editing produk menggunakan bantuan AI yang di berikan oleh Retno Wahyusari, M.Kom merupakan mahasiswa S3 Informatika UAD juga dosen informatika di STTR Blora.Untuk pelatihan konten video Kreatif dengan bantuan tehnologi Al oleh Joko Handoyo, M.Kom juga dosen STTR Blora . Selanjutnya adalah pelatihan copy Writting untuk membuat cerita menarik ketika memperkenalkan atau menjualkan produknya. Pelatihan bisnis disampaikan oleh Tri Rochmadi, M.Kom. mahasiswa S3 UAD juga sebagai dosen Universitas Alma Ata Yogyakarta Anggota DPRD kabupaten Sleman Mbah Wanto yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi yang tinggi atas kesediaan Perguruan Tinggi UAD sebagai komitmen dukungan kepada UMKM Jogomukti. Kusnadi Berbah
![]()
Membudayakan Kalender Hijriyah Perlu Perjuangan
Moyudan, Pdmsleman.Or.IdMemasuki tahun baru Hijriyah Masjid Al Falah menggelar pengajian yang berlangsung pada hari Kamis ( 26/6/2025 ) bertempat di Masjid Al Falah, Sombangan, Sumbersari, Moyudan, Sleman.Pengajian yang dihadiri ratusan jamaah Masjid Al Falah, Anggota dan Pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( PRM) beserta Pimpinan Aisyah ( PRA) Sombangan Raya.Sudiyono ketua takmir Masjid Al Falah dalam sambutannya, mengucapkan terimakasihnya kepada seluruh hadirin yang telah memenuhi undangan. Selanjutnya Ia menyampaikan kegiatan yang telah dilaksankan oleh takmir masjid diantaranya, majlis Al Kahfi, pengajian bapak-bapak setiap malam Jum’at.” Selain itu TPA, dan insya allah ibu-ibu akan mengembangkan budaya kita dengan hadroh.” Tambahnya.Selanjutnya Sudiyono mengajak jamaah dalam memperingati tahun baru Hijriyah untuk mengajak semua keluarga untuk bersama-sama mrmakmurkan masjid.Pada kesempatan yang sama Agus Sartono Dukuh Sombangan dalam memberikan sambutannya menyampaikan apresiasi kepada takmir yang sudah menyelenggarakan pengajian untuk memperingati tahun baru Islam. Selanjutnya Ia juga menuturkan bahwa sewaktu dia masih kecil Masjid Al Falah tidak pernah absen menyelenggarakan peringatan Hari Besar Islam. “Saya sangat merindukan kegiatan tersebut bisa terulang waktu ini.” Ungkapnya.Sedangkan tausiah disampaikan oleh Ustadz Wargiyono. Dalam tausiahnya Ustadz Wargiyono menjelaskan bahwa tahun Hijriyah adalah merupakan tahun Umat Islam. Tahun Hiriyah dihitung sejak Nabi Muhammad SAW Hijrah dari Malah ke Madinah. Sebuah perjuangan umat Islam yang memerlukan tekad, kekuatan, tenaga dan niat yang ikhlas.” Alhamdulillah hari ini kita semua masih bisa menuangkan kalimat yang diridhai Allah, dengan syukur, istihgfar, tahmid dan tahlilan dengan ikhlas.” Tuturnya.Lebih lanjut Ustazd Wargiyono memaparkan Hijriyah berarti pindah dan berubah. Pindah dari tempat yang kurang baik menuju tempat yang lebih baik.” Berubah dari perilaku yang kurang baik menjadi yang lebih baik.” Tambahnya.Lebih lanjut Ia mengajak jamaah untuk membudayakan tahun baru Hijriyah untuk melakukan puasa Asyura.” Asyura artinya hari ke sepuluh, maka kita dianjurkan untuk melaksanakan puasa Asyura di hari ke sepuluh di bulan Muharam.” Tandasnya.Lebih lanjut Wargiyono mengupas keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-sehari. “Semoga kita semua termasuk orang yang ittiba’ kepada Rasulullah dan bisa meneladani dalam kehidupan sehari-hari.” Pungkasnya.( Sugiyanto)
![]()
Lima Hal Hati yang Bermasalah, Ust. Riski Asidqi, M.Pd
![]()
SEMARAK MILAD MUHAMMADIYAH KE-113 PCM BERBAH
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah dalam rangka menyemarakkan Milad Muhammadiyah ke-113 adakan kegiatan Khitanan Masal yang akan dihelat pada Ahad, 22 Juni 2025 mendatang. Ketua Pelaksana Zuhud Zuliyadi menyampaikan bahwa persiapan sudah mencapai 80%. Hal itu dikemukakan pada rapat koordinasi yang dilaksanakan pada Rabu, 18 Juni 2025 di SD Muhammadiyah Semoya Tegaltirto Berbah yang juga akan menjadi lokasi hajatan. Semua seksi diminta menyampaikan laporannya tentang progress kesiapannya, harapannya agar pada hari h nanti tidak banyak mengalami hambatan.Tim Medis PKU Muhammadiyah Berbah, dr. Maskur Junaidi menyatakan siap dengan lima dokter dan limabelas perawat sebagai pelaksana utama khitanan.Warsito, penanggungjawab seksi perlengkapan, menginformasikan bahwa identifikasi kebutuhan sudah dilakukan, layout lokasi dan petunjuk arah, dari meja pendaftaran, ruang edukasi, ruang tindakan, kamar mandi, sound system, dll. siap. Termasuk dua ambulance.Fadlan Mahadi, tokoh setempat, mengingatkan bahwa lokasi sekolah tidak termasuk jalan sekitar, untuk itu segera koordinasi dan sinergikan dengan pemangku lingkungan (dukuh), takmkir Masjid dan tetangga sekolah terutama untuk kepentingan parkir, dan pengaturan alur lalulitas.PCA siap dengan 500 dos snek dan nasi box. Hadir dalam acara ini selain panitia: PCM, PCA, KOKAM, PKU Muhammadiyah Berbah, PRM & PRA Tegaltirto dan AMM Tegaltirto. (M.A. Sanusi, KIM Berbah).
![]()