Syawalan Keluarga Besar Muhammadiyah Ngaglik: Menyatukan Hati, Melanjutkan Amal Shalih

Ngaglik, Momentum Syawal selalu menjadi saat yang tepat untuk mempererat ukhuwah dan merekatkan kembali tali persaudaraan setelah sebulan penuh menunaikan ibadah Ramadhan. Hal inilah yang tergambar dalam kegiatan Halal bi Halal Syawalan Keluarga Besar Muhammadiyah Ngaglik, yang diselenggarakan pada Sabtu, 20 April 2024, di Masjid Ahmad Dahlan Rejodani, Ngaglik, Sleman. Acara yang penuh kehangatan ini dihadiri oleh berbagai elemen dalam lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah Ngaglik, antara lain Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngaglik, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Ngaglik, seluruh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Aisyiyah (PRA) se-Ngaglik, serta PCPM, PCNA, AUM se-Ngaglik, dan jamaah Masjid Ahmad Dahlan Rejodani. Acara ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat melanjutkan perjuangan dakwah yang tak pernah surut. Paduan Suara dan Semangat Kebangsaan Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan lagu Sang Surya dan Mars Aisyiyah yang dibawakan secara apik oleh paduan suara dari IGABA Ngaglik. Nuansa semangat dan kebanggaan sebagai kader Muhammadiyah sangat terasa dalam lantunan lagu-lagu tersebut. Dengan dipandu oleh dua moderator muda dan energik, Mbak Mumtaza dan Mbak Rikka, acara berjalan hangat namun tertib. Suasana syawalan terasa begitu akrab, mempertemukan berbagai generasi dalam satu panggung ukhuwah yang indah. Sambutan: Mengawali dengan Memaafkan dan Membangun Harapan Ketua PCM Ngaglik, Prof. Dr. Ir. H. Sukamta, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya syawalan sebagai momentum “memutihkan hati” dan memperbanyak maaf. Beliau juga memanfaatkan kesempatan ini untuk meluncurkan gerakan Wakaf Pembelian Tanah Masjid Ahmad Dahlan, dengan skema donasi sebesar Rp 50.000 per bulan selama 60 bulan, sebagai bagian dari ikhtiar membesarkan pusat dakwah Muhammadiyah di Ngaglik. Gerakan wakaf ini menjadi angin segar dan peluang amal jariyah bagi warga Muhammadiyah yang ingin terlibat dalam pengembangan Masjid Ahmad Dahlan sebagai Islamic Center masa depan. Laporan Capaian PCM Ngaglik: Masjid Ahmad Dahlan Bangkit Laporan capaian PCM Ngaglik disampaikan oleh Ust. Ari Wibowo, S.H.I., S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Ahmad Dahlan. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa Masjid Ahmad Dahlan kini telah tumbuh sebagai pusat dakwah Muhammadiyah Ngaglik. Dulu, masjid ini hanya dikenal sebagai tempat singgah musafir karena letaknya yang tidak berada di permukiman padat. Namun kini, dengan semangat kebersamaan dan pengelolaan yang progresif, berbagai kegiatan telah rutin digelar. Kajian Ahad Pagi yang dulunya hanya diikuti segelintir jamaah, kini mampu menghadirkan hingga 200 jamaah, dengan pengisi dari berbagai latar belakang keilmuan, dan disiarkan secara live streaming di kanal YouTube Ngaglik Berkemajuan. Selain itu, kegiatan tahsin Qur’an setiap Selasa ba’da Maghrib, kajian rihlah, serta Pesantren Ramadhan dan kajian tarawih selama bulan Ramadhan menunjukkan keseriusan PCM dalam membumikan dakwah Islam berkemajuan. Tak hanya sisi spiritual, Masjid Ahmad Dahlan juga menggerakkan program sosial dan ekonomi berbasis jamaah, salah satunya adalah Gerakan Shadaqah Sampah (GSS). Dengan GSS, masjid berhasil mengumpulkan hampir 10 ton sampah anorganik, ribuan sampah elektronik, dan ratusan liter minyak jelantah. Hasil dari pengelolaan ini, antara lain digunakan untuk mendanai Pasar Ceria, sebuah pasar yang membagikan sayur dan lauk kepada jamaah dan warga sekitar setiap Ahad Wage. Melalui GSS pula, berdirilah GSS Mart, unit usaha kecil yang menjual kebutuhan rumah tangga dengan omset yang menjanjikan. Jelang Idul Fitri 2024, GSS Mart bahkan berhasil menjual lebih dari 300 paket parsel, dengan omset mencapai Rp 31 juta. Keberhasilan ini membawa Masjid Ahmad Dahlan menjadi peraih hibah Program 1.000 Cahaya dari PP Muhammadiyah kategori Green Masjid, serta juara 1 lomba video TikTok yang diadakan oleh LPCRPM PP Muhammadiyah. Tausiyah Ustadz Mujiman: Menjaga Amal, Menjaga Hati Sebagai puncak acara, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Mujiman, dai kondang dari Bantul yang akrab disebut “Dai Tarkam”. Dalam penyampaiannya yang ringan namun mengena, beliau mengajak seluruh jamaah untuk menjaga kesinambungan amal shalih yang telah dikerjakan selama bulan Ramadhan. Beliau menyebutkan tujuh hal yang perlu dijaga secara istiqamah, yaitu: “Jangan jadikan Ramadhan hanya momen sesaat. Bulan Syawal ini adalah momentum kita membuktikan bahwa kita telah berubah dan siap melanjutkan perjuangan,” ungkap beliau penuh semangat. Peran Garda Depan: KOKAM dan Para Senior Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kerja sama seluruh elemen, termasuk para senior PCM Ngaglik yang tetap hadir dan mendukung dengan penuh semangat. Tak kalah penting adalah peran KOKAM Ngaglik yang menjadi garda pengaman kegiatan, memastikan acara berjalan lancar dan tertib dari awal hingga akhir. Penutup: Makan Opor, Merajut Cinta Acara ditutup dengan makan opor bersama, sebuah tradisi khas Syawalan yang mempererat kebersamaan di tengah cita rasa khas Lebaran. Di sela-sela hidangan, canda dan obrolan hangat mewarnai suasana, membuktikan bahwa dakwah dan kebersamaan bisa berjalan beriringan dalam bingkai kekeluargaan yang erat. Syawalan Keluarga Besar Muhammadiyah Ngaglik bukan sekadar ajang temu dan salam-salaman. Ia adalah simbol kuatnya jaringan ukhuwah yang dibangun atas dasar iman, perjuangan, dan kesadaran kolektif untuk terus tumbuh dan berkembang. Masjid Ahmad Dahlan kini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi telah menjelma menjadi pusat gerakan kebaikan dan harapan baru Muhammadiyah di Ngaglik. Semoga semangat ini terus menyala, dan menjadikan setiap langkah warga Muhammadiyah sebagai jalan menuju ridha Allah Swt. reupload https://dmikabsleman.wordpress.com/2025/04/20/syawalan-keluarga-besar-muhammadiyah-ngaglik-menyatukan-hati-melanjutkan-amal-shalih/

Loading

Kajian Rutin FK PRM Sumbersari

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Forum Koordinasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (FK PRM) Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman gelar pengajian rutin. Pengajian yang berlangsung setiap Ahad Pahing bertempat di Pendopo Kalurahan setempat.Dalam pengajian Ahad Pahing ( 20/4/2025) menghadirkan Ustadz Rafiul Wahyudi, S.E.I, M.E.I dosen UAD Yogyakarta, yang juga Pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PMW) Yogyakarta.Pada pengajian tersebut Ustazd Rafiul membeberkan bahwa Umat Muhammad yang paling baik ada dua golongan, yaitu orang yang panjang umurnya dan yang bertambah amal baiknya.Umur panjang antara 60 sampai 70 tahun walaupun masalah umur dalam genggaman Allah SWT. ” Kalaupun kita ada yang sudah berumur lebih dari 70 tahun berarti itu bonus.” Ungkapnya.Nabi Muhammad sendiri meninggal di usia 63 tahun, umur dapat diibaratkan sebuah lampu rambu lalu lintas di jalan. Hijau ibarat masih muda, kuning ibarat umur 30-50 tahun, sedangkan merah usia 60 tahun ke atas yang artinya siap mati.” Untuk itu marilah kita harus pandai-pandai memanfaatkan waktu untuk selalu beribadah dan berbuat baik.” Tandanya.Sedangakan umat terbaik yang kedua yaitu orang yang selalu bertambah amal sholihnya. Semakin bertambah usia semakin bertambah amal baiknya. “Insya Allah kalau kita semaki bertambah amal baiknya akan mendapatkan surga yang kekal abadi.” Pungkasnya.Pada kesempatan sebelumnya pengurus FK PRM Sumbersari Agus Winoto dalam sambutannya menyampaikan taqoballallahuminawaminkum, semoga amal ibadah puasa dan amalan Ramadhan yang sudah dilakukan mendapatkan pahala dari Allah. Selanjutnya Ia juga berharap agar para jamaah setelah melewati Kawah Candradimuka bulan Ramadhan agar bisa menjaga dan mempertahankan. ” Marilah kita tetap selalu istikkmah untuk mengisi kegiatan di masjid maupun mushala.” Pungkas Agus.(Rep : Giek- PCM MoyudanEditor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PWNA Turi- UMY Gelar Kajian Kesehatan Reproduksi dalam Islam: Menjaga Keseimbangan dan Keselarasan Hidup”.

Turi, Pdmsleman.Or.Id Rabu 19 Maret 2025, Pimpinan Cabang Nasyatul ‘Aisyiyah dan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kapanewon Turi berkolaborasi dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam mengadakan program pengabdian masyarakat yang dibalut dengan kegiatan Buka Bersama. Kolaborasi yang menyenangkan ini mengangkat tujuan utama yaitu capacity building. Peningkatan kapasitas ini membawa tema “Kesehatan Reproduksi dalam Islam: Menjaga Keseimbangan dan Keselarasan Hidup”. Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi, sekitar 40 peserta hadir dan menyimak dengan antusias materi yang diberikan pemateri. Kegiatan dimulai tepat pukul 17.00 WIB dan diakhiri pukul 17. 35 atau tepat saat adzan magrib dikumandangkan. Setiap peserta diberikan fasilitas snack dan makanan berat yang telah disediakan oleh panitia Buka Bersama. Pemateri dalam kegiatan ini hadir secara online karena berada di luar Kota Jogja. Adalah Tiffani Gany Sesaria M. Kes yang merupakan ahli di bidang kesehatan reproduksi atau dosen yang berasal dari Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya yang berada di Kota Cirebon Jawa Barat yang menyampaikan “ pentingnya hidup bersih dan sehat dalam menjaga fungsi reproduksi yang memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup kita”. Selanjutnya juga disampaikan, faktor makanan dan minuman yang kita masukkan ke dalam tubuh sehari-hari juga berpengarh dalam membentuk kesehatan reproduksi. Fungsi dari Kesehatan reproduksi generasi saat ini juga mempengaruhi kualitas generasi dimasa mendatang, atau yang akan kita sebut sebagai generasi emas. Secara keseluruhan beliau menyampaikan keseimbangan hidup dari pandangan kesehatan secara umum. Kemudian setelah materi selesai disampaikan, peserta memberikan beberapa pertanyaan yang menarik sebagai respon insight kesehatan reproduksi yang diberikan. Pertanyaan yang dilontarkan peserta membuat suasana diskusi menjadi aktif dan menyenangkan karena peserta memberikan perhatian pada kegiatan yang sedang berangsung. Salah satu pertanyaan yang diberikan adalah “Apa yang harus dilakukan supaya saat sedang menstruasi, kita tidak mengalami nyeri haid?”. Ini merupakan pertanyaan yyang menarik bagi kelompok perempuan karena menunujukkan kepedulian mereka pada badan mereka dan yang dirasakan setidaknya setiap sebulan sekali. Rasa sakit itu tentunya mengganggu aktivitas yang seimbang jika dibiarkan begitu saja, makan pertanyaan ini bagus karena memberikan alternatif solusi pemecahan maslah yang dihadapi perempuan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan berbuka bersama. Selain dihadiri dari Angkatan Muda Muhammadiyah yang meliputi PCNA dan PCPM, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan PCM dan PCA Turi Sleman. Mengingat waktu yang sangat terbatas, menyebabkan kegiatan ini dibagi menjadi 2 rangkaian kegiatan, dimana materi kesehatan reproduksi dalam mendorong keseimbangan keselarasan hidup dari perspektif islam yang akan disampaikan oleh Anisa Dwi Makrufi, M. Pd yang merupakan dosen di UMY sekaligus Pimpinan Cabamg Nasyiatul ‘Aisyiyah Turi menyampaikan materinya pada kegiatan kolaborasi serupa setelah Idul Fitri 1446 H nanti.

Loading

Pentasyarufan Lazismu PCM Berbah kepada Relawan Muhammadiyah

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Lazismu PCM Berbah melakukan pentasyarufan kepada tokoh Muhammadiyah, pengurus dan relawan Lazismu Berbah pada hari Kamis 20 Maret 2025 bertempat di soto Mbah Doel Jetak, Sendangtirto, Berbah, Sleman, DIY. Ketua kantor Lazismu Berbah Saifu Rijal,SH. Menyampaikan banyak program yang telah di jalankan Lazismu Berbah, untuk bulan Ramadhan dan Iedul Fitri. Kegiatan yang sudah merupakan program rutin Lazismu Berbah. Diantaranya pentasyarufan untuk guru PAUD dan TK ABA Berbah untuk 74 guru sejumlah Rp 11.100.000. Bekerjasama dengan majelis Tablig PCM Berbah pembinaan masjid bernadzir wakaf Muhammadiyah Rp. 6 juta. Program tali asih sesepuh dan relawan Muhammadiyah serta pengurus Lazismu Berbah Rp 9.4 juta. Pembinaan AMM 2 juta. Posko lebaran 1.5 juta.Pentasyarufan santri Uswatul Aitam 4.25 juta. Perawatan dua unit Ambulanmu 20 juta. Peduli palestina 5 juta. Pembangunan gedung PDM 24 juta. Renovasi rumah wakaf 2.5 juta.“Semua program sudah dijalankan kecuali untuk perawatan ambulanmu masih perlu perjuangan” ucap Saefu.Sedangkan program yang dijalankan beberapa PRA adalah.PRA Tegaltirtoadalah santunan anak yatim dan duafa 76 paket Rp 12.920.000. Tali asih guru dan tendik TK ABA Semoyo 13 paket Rp 2.600.000. Untuk PRA Kalitirto santunan Duafa 32 paket Rp 3.200.00. pemberian anak yatim 32 paket Rp 4.800.000. Tali asih guru dan tendik TK dan KB Aisyah Kalitidu 17 paket Rp 2.550.000.Bingkisan untuk ustad Kalitirto 4 paket Rp 800.000.Untuk dana terhimpun sampai saat ini Rp 50.898.600. semua sudah tersalurkan sesuai program.“Terimakasih kepada semua donatur yang telah mempercayakan kepada Lazismu Berbah. Terimakasih kolaborasi , kerjasama karena dalam bermuhammadiyah itu adanya perjuangan dan terus menggerakkan” tutup Saefu. Sesepuh Muhammadiyah Berbah H Mohammad Toufan dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa dalam bulan Ramadhan ada dua peristiwa penting yaitu Lailatul Qadar dan Nuzulul Qur’an.Lailatul Qadar merupakan saat turunnya Al-Quran secara utuh dari lautulmakfut ke langit terdekat dengan bumi dan waktunya dirahasiakan. Sedangkan Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Al Qur’an yang pertama dari langit terdekat kepada Rosulullah pada tanggal 12 Ramadhan, “turunnya per ayat disesuaikan dengan kebutuhan saat itu” jelas H Taufan. Turunnya Al-Quran dimulai dengan Iqro membaca.Manusia bisa dikatakan cerdas didasari dengan membaca, mencoba, mendengarkan, melihat dan ekperimen “dengan itu semua menjadi pengertian dan mendapat ilmu yang lebih baik” tambah nya. Imam Ghozali menyampaikan bahwa Dunia tak kan bahagia tanpa Islam. Tetapi Islam yang demikian baik tidak akan mungkin dianut tanpa ada dakwah. Dakwah tidak akan mungkin bila tidak ada semangat jihat dan jihat tidak terlaksana bila imannya tidaklah kuat.” Sehingga iman adalah yang mendasari segala sesuatu dari perbuatan perbuatan yang baik” ungkap H Taufan.Dalam bermuhammadiyah tidak mengenal umur meski juga harus disadari kekuatan fisik. Jihat dalam arti luas diantaranya adalah berbakti kepada orang tua , menyantuni duafa dan mencari ilmu.Membantu orang yang kesulitan, menyantuni yatim dan duafa merupakan dakwah secara langsung dan itu sudah dilakukan Lazismu Berbah.“Semoga Lazismu Berbah lebih istiqoma dalam menebar kebaikan, semakin maju dan lebih banyak memberikan kemanfaatan bagi umat” pungkasnya Kusnadi Berbah

Loading

AJAK KELUARGA SHALAT BERJAMAAH DI MASJID, SEMOGA SURGA JADI TEMPAT MENETAP

Materi Hari Ke 17 Disusun oleh : Musa Jundana, Lc Pendahuluan Shalat berjamaah di masjid memiliki banyak keutamaan, terutama jika dilakukan bersama keluarga. Selain mendapatkan pahala yang berlipat, shalat berjamaah juga menjadi sarana mempererat hubungan keluarga dalam ibadah kepada Allah SWT. Ini adalah amalan yang dapat membawa kita menuju surga. Keutamaan Shalat Berjamaah dalam Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah ﷺ bersabda: صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلاَةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً “Shalat berjamaah lebih utama dibandingkan shalat sendirian dengan keutamaan 27 derajat.” (HR. Bukhari No. 645, Muslim No. 650) Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً، وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً “Barang siapa bersuci di rumahnya lalu berjalan ke salah satu rumah Allah (masjid) untuk menunaikan shalat wajib, maka setiap langkahnya akan menghapus dosa dan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim No. 666) Rasulullah ﷺ bersabda: سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ … وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ “Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah di hari tiada naungan kecuali naungan-Nya… di antaranya adalah seseorang yang hatinya terpaut pada masjid.” (HR. Bukhari No. 660, Muslim No. 1031) Manfaat Mengajak Keluarga Shalat Berjamaah di Masjid Kesimpulan Mengajak keluarga untuk shalat berjamaah di masjid adalah amalan yang memiliki banyak keutamaan. Selain mendapatkan pahala yang berlipat, kebiasaan ini juga membangun nilai-nilai islami dalam keluarga dan menjadi jalan menuju surga. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan bagi kita semua untuk istiqamah dalam shalat berjamaah. Aamiin.

Loading

RAMADHAN, WAKTU TERBAIK UNTUK BERTAUBAT DARI DOSA DAN MAKSIAT

Materi Kultum Ramadhan Disusun oleh : Musa Jundana, Lc Materi Hari Ke 16 Pendahuluan Bulan Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan. Allah SWT membuka pintu taubat selebar-lebarnya bagi hamba-Nya yang ingin kembali ke jalan yang lurus. Inilah kesempatan terbaik untuk membersihkan diri dari dosa dan maksiat serta memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT. Keutamaan Taubat dalam Al-Qur’an dan Hadits Allah SWT berfirman: إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222) Rasulullah ﷺ bersabda: إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ “Ketika Ramadhan tiba, pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari No. 1899, Muslim No. 1079) Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari No. 38, Muslim No. 760) Cara Bertaubat dengan Sungguh-sungguh Kesimpulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan menyesali dosa, memperbanyak istighfar, dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya, semoga kita semua mendapatkan ampunan dan keberkahan dari-Nya. Aamiin.

Loading

Membekali kedisiplinan Siswa kelas XII dengan metode HEART

CAngkringan, Pdmsleman.Or.Id Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan adalah menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja atau berwirausaha. “Seorang entrepreneur harus mempunyai sikap mental kuat dan disiplin yang tinggi. Demikian pula dengan dunia kerja, dimanapun menuntut seluruh bagian di dalamnya mempunyai disiplin kerja sehingga dapat menghasilkan produktivitas yang baik/tinggi Tim pengabdian Universitas Ahmad Dahlan yang diketuai oleh Dr. Sutipyo R., M.Si. dengan anggota Dr. Yusron Masduki, M.Pd.I. dan Arif Budi Prasetya, M.Pd melakukan pengabdian di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah Cangkringan. “Tema pengabdian pada kali ini adalah Meningkatkan Kedisiplinan Siswa dengan metode Healthy Emotions Anchored in Rasulullah’s Teaching (Heart) ” tutur Sutipyo R. Pembinaan kedisiplinan ini dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2025 dengan peserta seluruh kelas XII SMK Muhammadiyah Cangkringan yang berjumlah 175 siswa. Materi yang diberikan oleh pemateri berkisar bagaimana kedisiplinan mempunyai peranan yang sangat penting dalam keberhasilan seseorang dalam bekerja dan berwirausaha. Kedisiplinan ditinjau dari sudut pandangan psikologi dalam pandangan Islam sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-harinya. Kedisiplinan selain dituntut oleh kehidupan masyarakat, kedisiplinan juga merupakan bagian dari implementasi ajaran Islam. Dalam ajaran Islam kedisiplinan sejalan dengan konsep taat dan istiqomah yang banyak di sebut dalam al-Qur’an dan Hadis. Sehingga seseorang yang bersikap dan berperilaku disiplin, berarti telah melakukan sebagian dari ajaran Islam. Dalam sirah nabawiyah tertulis dengan rapi bagaimana kedisiplinan memegang peranan penting atas kemajuan dari Islam itu sendiri. Ketidak disiplinan akan membuahkan kesuksesan dunia dan akhiran, sementara ketidak disiplinan akan membuahkan kehancuran. Salah satu contohnya adalah ketika perang Uhud, dimana beberapa prajurit Islam yang tidak disiplin dengan perintah Rasulullah kemudian meninggalkan puncak gunung Uhud untuk mengambil ghanimah, sehingga menjadi sumber kekalahan telak kaum Muslim yang sebelumnya sudah menang. Metode Healthy Emotions Anchored in Rasulullah’s Teaching (Heart) merupakan metode yang baru. Mekanisme pembinaannya untuk merubah perilaku seseorang dengan menggunakan ibrah atau contoh, serta dalil-dalil yang berasal dari al-Qur’an dan Hadis. Melalui ibrah dari sirah nabawayah yang dipadu dengan ayat-ayat al-Qur’an dan Hadis, diharapkan dapat menggugah audien melakukan evaluasi diri atau muhasabah dan akhirnya merubah perilakunya agar sesuai dengan tuntunan Islam. Walaupun sedang menjalankan ibadah puasa, peserta dan pemateri sangat bersemangat dalam melaksanakan acara ini. Ibu Titik Sunarti, S.Pd. sebagai kepala sekolah dan Ibu WAKA Kurikulum Siti Rahayu, S.Pd., sangat mengapresiasi keberadaan pengabdian ini dengan harapan dapat diresapi dan diimplementasikan oleh para siswa yang beberapa bulan lagi akan lulus sekolah.

Loading