Turi, Pdmsleman.Or.Id Ahad Wage, 16 Maret 2025 (17 Syakban 1446 Hijriyah) bertempat di Barak Pengungsian Soprayan Girikerto berlangsung Pengajian Akbar songsong bulan suci Ramadhan 1446 H dan pelantikan pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah ( PRM PRA ) Girikerto Turi Sleman yang dihadiri sekitar 200 peserta. TK ABA Ponosaran di pra acara menampilkan sejumlah persembahan Hafalan surat At Tien oleh Kelompok TK B Gerak dan Lagu TK ABA Ponosaran oleh kelompok TK A serta suguhan beladiri Tapak Suci Putra Muhammadiyah dari SD Muhammadiyah Girikerto dengan tangkas menampilkan jurus secara beregu maupun tarung. Acara dibuka dengan Kalam Ilahi pembacaan Ayat Suci Al Quran Oleh R. Ahmad Zaenudin, S.Ag Kepala Sekolah SD Muh. Girikerto dilanjutkan dengan lantunan Indonesia Raya, Mars Sang Surya dan mars Aisyiyah. Acara inti yakni pelantikan Pengurus PRM Girikerto dengan Ketua H. Sumaryanto, SH. serta sekretaris Aris Suranto, S.Pd oleh Ketua Drs Bambang Rahmanto Dan Sekretaris PCM Turi H. Widyo Suroyo sedangkan Pelantikan PRA Girikerto dengan Ketua Ampriyantini S.Pd.AUD dan Sekretaris Anita Yuliani beserta jajaran. Dalam Sambutannya Bambang Rahmanto selaku Ketua PCM Turi berharap “ PRM PRA Girikerto segera bergerak mengkonsolidasikan syiar dakwah berkemajuan di Girikerto, salah satunya dengan pertemuan rutin dan mengadakan pengajian rutin”. Inti Pengajian Songsong Ramadhan 1446 H kali ini disampaikan oleh Ustadz Prof. drh. H. Agung Budiyanto, MP.Ph.D (Dosen /Wakil Dekan 1 F. Pertanian UGM) yang membahas tentang “ Jihad akhir zaman, beruntunglah orang-orang yang terpilih dan bersungguh-sungguh untuk berjuang di jalan Allah melalui persyarikatan memberantas kebodohan, kemiskinan disekitar kita, meskipun jadi ujung tombak dan tombok Insha Allah akan mendapatkan ganti dari yang tidak terduga-duga”. Nampak pula hadir dalam kesempatan ini Lurah Girikerto beserta Kamituwo, Dukuh Babadan, Bangunmulyo, Nangsri, Daleman dan 14 Takmir dan Jamaah Masjid se Girikerto antara lain Takmir masjid Al Iman Soprayan, Ar Rohmad Sorowangsan, Al Barokah Babadan, Al Hikmah Kuncen, At Taqwa Pancoh Kulon, Al Qodr Nangsri Lor, Darussalam Nangsri Kidul, Nurul Islam Glagahombo , Al Huda Daleman , Umar bin Khotob Somoitan, Aisyah Ponosaran Lor, Al Amin Ponosaran Kidul, Ar Rohman Bayan, Al Hidayah Surodadi Lor beserta Kepala Sekolah dan Guru SD Muhammadiyah Girikerto, TK ABA Ponosaran, Nganggring dan Kemirikebo serta diback up oleh KOKAM Turi dan Linmas setempat. Reportase Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Pengelolaan Administrasi dan Media Publikasi ‘Aisyiyah yang dilaksanakan pada Sabtu (15/2) di SMK Muhammadiyah 1 Sleman. Kegiatan ini guna meningkatkan pemahaman kesekretariatan di lingkungan PDA Sleman terutama pengelolaan administrasi dan media publikasi ‘Aisyiyah. Pada kegiatan ini Narasumber pertama Jamilatus Saudah, Sekretaris Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY menyampaikan bahwa “ Sekretaris adalah motor penggerak organisasi. Sekretaris mempunyai peran sebagai penghubung antara anggota organisasi dan pimpinan, pengelola administrasi dan dokumen organisasi, penyusun dan penyampai informasi dalam organisasi, dan sebagai koordinator kegiatan organisasi”. Ditambahkan oleh narasumber kedua, Sinta Maharani Humas bahwa “ semua kegiatan yang dilakukan ‘Aisyiyah sebaiknya dilaporkan dan dipublish sebagai bentuk syiar ‘Aisyiyah yang terus berkontribusi dalam memberi solusi permasalahan-permasalahan yang aktual di masyarakat”. Sekretaris sbagai penyempurna tugas pimpinan, maka banyak membaca dan membiasakan menulis laporan adalah sebuah keniscayaan. Kegiatan ini dihadiri ketua dan sekretaris Majelis/Lembaga Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Sleman, juga Ketua dan sekretaris Pimpinan Cabang Aisyiyah se-Kabupaten Sleman berjumlah 65 orang. Reportase Atika Wakil Sekretaris PDA Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Jumat, 14 Februari 2025 M / 15 Sya’ban 1446 H Koperasi “Cahaya Melati” Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sleman dengan BADAN HUKUM NO. 078/BH/XV.4/Kab.Slm/VIII/2011 yang beralamat di Padukuhan Dusun I, Desa Triharjo, Kec. Sleman, Kab. Sleman mengadakan Rapat Anggota Tahunan ke XIV bertempat di Rumah Makan Muara Kapuas Sawahan, Pandowoharjo, Sleman. Menurut Ketua Hj. Kusmiyati, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan “ di tahun ke 16 koperasi “Cahaya Melati” kami harap semakin maju dan bermanfaat bagi anggota dan masyarakat pada umumnya dan jumlah Anggota keseluruhan s.d. akhir Desember 2024 yakni 147 anggota. Sementara menurut Sekretaris Koprasi Bekti Pratiwi, S.Pt., S.Pd, hadir dalam rapat RAT kali anggota sebanyak 70 orang dari tujuh belas cabang, pengurus 7 orang, Pengawas 3 orang dan tamu undangan 2 orang. Hadir juga dalam kesempatan ini Dinas Koperasi Kabupaten Sleman, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Majelis Ekonomi DIY, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Sleman, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Majelis Ekonomi Sleman dan Anggota Koperasi “Cahaya Melati” PDA Sleman Beberapa kegiatan usaha yang telah dilakukan koprasi ini diantaranya Simpan pinjam, memasarkan produksi anggota dan mengikuti bazar-bazar dalam kegiatan tertentu. Sementara menurut hasil pemeriksaan yang telah dilakukan badan pengawas mengambil kesimpulan sebagai berikut bahwa ada anggota yang belum memenuhi kewajibannya, baik dalam membayar simpanan wajib maupun angsuran pinjaman. laporan kegiatan telah disajikan secara bulanan dengan baik dan penagihan pinjaman yang menunggak telah diselesaikan secara kekeluargaan sekaligus silaturahim ke rumah yang bersangkutan. Hj. Hanik Rosyada M.Ag selaku Ketua PDA Sleman memerikan apresiasi kepada Koprasi Cahaya melati yang telah berkiprah di tahun ke 16, semoga terus berkembang menjadi Koperasi Syariah di Sleman. Reportase Arief Hartanto MP PDM Sleman
Berbah, Pdmsleman.Or.id SMP Muhammadiyah Berbah menyelenggarakan Gelar Karya siswa pada hari Rabu 12 Februari 2025 bertempat di halaman SMP Muhammadiyah 1 Berbah. Krikilan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, DIY. Kegiatan dihadiri ketua Dikdasmen PDM Sleman Surahmad, SPd. Ketua PCM Berbah H. Ahmad Muhajir Hanifi, Kepala SMP Muhammadiyah 1 Berbah Tri Muriana Budianto, ST. Ketua Lazismu Berbah H. Ardi Sehami,S.Ag. Sekretaris Lazismu Berbah Aris Wibowo. Ketua PMI Berbah Dodit, guru karyawan dan siswa-siswi SMP Muhammadiyah 1 Berbah. Kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Berbah Tri Muriana Budianto, ST menyampaikan bahwa kegiatan gelar karya siswa SMP Muhammadiyah 1Berbah yang sering disebut SMP Muhammadiyah Krikilan (SMP Mukri) sudah empat kali diselenggarakan. Gelar karya kali ini menjadi istimewa karena dalam waktu bersamaan diadakan empat kegiatan yang berbeda.Yang pertama SMP Mukri bekerjasama dengan LAZISMU Berbah dan PMI Kapanewon Berbah PCM PCA berbah menyelenggarakan donor darah diikuti 80 pendonor mendapatkan 60 kantong darah.“Untuk para pendonor diucapkan terima kasih semoga menjadikan amal kebaikan dan bermanfaat bagi sesama” ucap Tri. Yang kedua pentas gelar karya menampilkan berbagai seni pertunjukan daerah oleh siswa-siswi SMP Mukri.Uniknya yang mereka saling merias teman yang akan tampil diacara gelar karya. Kegiatan ujian praktek seni budaya bidang merias.Yang terakhir ujian praktek prakarya lomba memasak aneka makanan.Kegiatan yang keempat adalah pentasyarufan atau pemberian shodaqoh kepada anak SD disekitar SMP Mukri. Pentasyarufan merupakan program Lazismu Berbah menyongsong datangnya bulan Ramadhan 1446 H.“Kegiatan gelar karya merupakan ajang membangun kepercayaan diri dan mengasah kreatifitas siswa-siswi” tambah Tri. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Berbah H. Ahmad Muhajir Hanifi, merasa bangga atas kegiatan Gelar Karya SMP Mukri sangat luar biasa , kali ini merupakan tahun keempat. Untuk tahun ini bekerjasama dengan kegiatan donor darah PMI Kapanewon PCM, PCA Berbah dengan Lazismu Berbah.Harapannya nanti setiap ada kegiatan Muhammadiyah bisa dibarengkan dengan kegiatan donor darah.” Kegiatan donor darah sebagai bentuk infak dan sodakah warga Muhammadiyah dan masyarakat umum. Meski untuk anak SMP belum bisa ikut donor darah karena batasan usia pendonor diatas 17 tahun. Menurut petugas PMI stok darah sangat terbatas sedangkan pemakaian donor darah terus meningkat dari waktu kewaktu. Dibutuhkan kepedulian warga untuk mendonorkan darahnya” ucap Muhajir.Ketua PCM Berbah juga memberikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan siswa-siswi SMP Mukri yang mempunyai bakat dan talenta luar biasa.“Ketika mendapatkan kesempatan untuk tampil bisa menyuguhkan pertunjukan menarik dan luar biasa” ungkapnya. Hal yang sama juga disampaikan oleh ketua Lazismu Berbah H Ardi dalam sambutannya. Yang juga memberikan apresiasi hadiah kepada salah satu siswi yang hasil riasnya paling cantik. Ketua dikdasmen PDM Sleman Surahmad,SPdmenyampaikan apresiasi kegiatan yang dilakukan SMP Mukri, Muhammadiyah Kreatif dengan kegiatan yang ditampilkan berupa tarian budaya tradisional, merias wajah , praktek memasak, donor darah dan pemberian bingkisan jelang Ramadhan untuk anak SD yang membutuhkan.Selanjutnya Surahmad memberikan apresiasi kepada perias terlucu, juga menyampaikan bahwa dalam dunia modern saat ini pintar saja belum cukup.“Pintar harus juga diiringi dengan kreativitas untuk nantinya bisa mencapai kesuksesan” pungkas Surahmad. Reportase Kusnadi KIM Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Moyudan – Pengajian rutin Forum Komunikasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( PRM) se- Sumbersari dilangsungkan pada hari Minggu ( 9/2/2025 ) bertempat di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman. Pada pengajian kali ini menghadirkan Ustadz dr. Alfu Rafdi direktur Klinik Pratama Aisyiyah Moyudan, dengan mengambil tema ‘Puasa dan Kesehatan’.Pada kesempatan tersebut Rafdi mengungkapkan bahwa tujuan puasa agar menjadi manusia yang bertakwa. Sebagai indikator takwa adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya.Sebagai implementasi melaksanakan perintah-Nya diantaranya yang termaktub dalam Al Qur’an Surat Al A’raf ayat 31. Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan supaya jangan berlebihan. ” Kalau kita makan berlebihan makan bisa menimbulkan penyakit, kolesterol, gula darah, dan penyakit lainnya.” Tandasnya.Selanjutnya Allah juga memerintahkan kita makan yang halal dan thoyib yang diperintahkan dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 168.” Kita diajarkan untuk makan yang halal dan thoyib atau bersih, makanan yang halal tapi tidak bersih bisa juga menimbulkan penyakit.” Tururnya.Lebih lanjut dokter Rafdi juga mengungkapkan bahwa konsep halaman Thoyiban mengajarkan tentang kualitas makan dan minum. Makanan dan minuman yang baik akan memberikan energi dan nutrisi yang diperlukan tubuh sehingga tubuh akan menjadi sehat. ” Selain itu makan minum yang halalan Thoyiban dapat membantu keseimbngan fisik dan mental.” Jelasnya.” Bagi orang yang beepuasa akan menjadi sehat karena pada awal sampai pertengahan puasa akan terjadi penyesuaian tubuh, selanjutnya akan terjadi pengeluaran yang tidak diperlukan tubuh kita, termasuk penyakit yang menyertai.” Imbuhnya.Sebelum acara inti Junaidi selalu pengurus Forum PRM Sumbersari menyampaikan bahwa kegiatan yang sudah berjalan semakin lama semakin bertambah pesertnya. Selanjutnya Ia juga mengajak kepada peserta untuk meningkatkan ibadah puasanya di bulan Ramadhan nanti.Giek – Editor: Wahdan Arifudin MPI PDM Sleman
Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan Selamat atas Hari Pers Nasional yang jatuh pada 9 Februari 2025. Peringatan tersebut dimaknai sebagai wujud penghargaan atas peran pers dalam mencerdaskan bangsa dan menjaga demokrasi Indonesia. Pers Indonesia menurut Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir pada Sabtu (8/2) mengatakan bahwa kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum (Pasal 2). Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial (Pasal 3). Pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah (Pasal 5). Pers nasional melaksanakan peranannya sebagai berikut : a. memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui; b. menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormat kebhinekaan; c. mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar; d. melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum; e. memperjuangkan keadilan dan kebenaran (Pasal 6). Karenanya, Haedar menekankan dalam memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini seluruh insan dan institusi pengelola pers atau media massa merefleksikan kaidah-kaidah normatif dan imperatif tersebut untuk dijadikan acuan dan implementasi di dunia pers. Bersamaan dengan itu, Haedar menyampaikan beberapa point yang perlu direfleksikan. Pertama, pers nasional saat ini diharapkan betul-betul menjalankan fungsinya secara untuh dan komprehensif bukan semata-mata fungsi kontrol sosial tetapi juga edukasi dan menyajikan informasi yang objektif, adil, mencerahkan, dan mencerdaskan bangsa. Dengan makin bebasnya ekosistem pers maka diharapkan tetap menjunjungtinggi kebenaran, kebaikan, dan nilai-nilai luhur kehidupan. Seraya menjauhi hoaks, provokasi, menebar kebencian dan permusuhan, serta hal-hal yang meluruhkan martabat, kebaikan, dan persatuan bangsa. “Azas cover both side mesti dipegang teguh seraya dikembangkan penyajian informasi yang memberi banyak pandangan agar tidak bersifat tendensius dan monolitik,” tegas Haedar. Kedua, pers nasional dalam usaha mencerdaskan bangsa diharapkan memberikan edukasi yang objektif, berbasis pengetahuan, dan memberi kesempatan kepada seluruh warga untuk menyerap informasi secara demokratis. “Berilah rakyat informasi yang lengkap dan sudut pandang dari berbagai aspek, sehingga tidak menimbulkan bias dan opini yang monolitik di hadapan rakyat. Rakyat berhak untuk memilah dan memilih informasi yang disajikan secara objektif, berimbang, dan demokratis. Hindari pencampuradukan fakta dan opini lebih-lebih yang bersifat tendensius dan hanya bersandarkan pada satu sudut pandang. Hargai pilihan-pilihan baik kelompok-kelompok masyarakat secara bermartabat tanpa dihakimi sepihak sebagai wujud menghargai prinsip demokrasi,” tegas Haedar. Ketiga, pers nasional sebagai pilar demokrasi diharapkan tetap menjadi penjaga demokrasi dan berperan aktif dalam proses konsolidasi demokrasi Indonesia. Selain tetap konstruktif dan kritis dalam menyikapi kebijakan-kebijakan negara, diharapkan pers nasional ikut menciptakan budaya demokrasi yang moderat serta berbasis pada nilai-nilai luhur Pancasila, Agama, dan Kebudayaan Bangsa. “Demokrasi yang menjadi rujukan adalah Pancasila khususnya pasal 4 yakni “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”. Bukan demokrasi liberal yang sebebas-bebasnya tanpa keterikatan pada nilai dan sistem kehidupan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Haedar. Keempat, khusus media sosial dan digital sebagai media baru dalam kehidupan pers dan ekosistem nasional diharapkan tetap menjunjungtinggi nilai dan etika luhur yang hidup di tubuh bangsa yaitu Pancasila, Agama, dan Kebudayaan Bangsa. “Media digital dan teknologi Artificial Intelligence (AI) tidak disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan yang merugikan kepentingan umum termasuk untuk menebar keresahan, penipuan, pemerasan, dan merusak martabat orang lain. Kembangkan mekanisme self-editing yang seksama sebelum informasi dan segala bentuk sajian diangkat ke ruang publik. Pergunakan kedua media baru tersebut untuk memajukan kehidupan dan keadaban bangsa,” jelas Haedar. Kelima, dengan semakin masifnya perkembangan media digital dan media sosial maka meda cetak dan media konvensional lainnya semakin terancam keberadaannya. Seluruh pihak diharapkan tetap menjaga keberadaan dan keberlangsungan media cetak dan media konvensional sebagai bagian dari menjaga kebudayaan universal. Relasi sosial yang bersifat verbal dan langsung juga masih diperlukan dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan antar bangsa untuk menjaga keberadaan manusia sebagai Homo Sapiens. “Manusia dengan segala relasinya tidak dapat sepenuhnya dibentuk secara instrumental serta digantikan oleh teknologi digital, AI, dan alat mesin lainnya karena kedudukannya sebagai insan ciptaan Tuhan yang terbaik (fi ahsan at-taqwim) dan khalifah di muka bumi (khalifat fi al-ardl) yang melekat dengan sunatullah kehidupan,” tutur Haedar. Terakhir, Haedar berpesan bahwa pers sebagai media massa sejatinya merupakan media kebudayaan yang berbasis dan berorientasi pada pengembangan sistem pengetahuan kolektif manusia dalam kehidupan bersama, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan antarbangsa. Karenanya pers nasional mesti menjaga nilai dan pengetahuan adiluhung tentang kebenaran, kebaikan, dan etika kehidupan yang utama. Pers bukan media yang menjadi alat pragmatis semata, apalagi menjadi alat kepentingan politik dan ekonomi yang tidak sejalan dengan kepentingan luhur kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan berkehidupan di ranah global. Manusia dan bangsa tidak hanya memerlukan kebenaran, kebaikan, dan keutamaan hidup secara profan belaka tetapi juga dimensi yang sakral dan transenden sebagaimana diajarkan agama-agama. “Apalagi bila kebenaran yang disajikan bersifat parsial dan memuat kepentingan-kepentingan pragmatis tertentu. Manusia memerlukan nilai-nilai luhur kehidupan yang bersifat Ilahiah yang niscaya dihormati dalam sistem kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan ranah kemanusiaan universal,” tutup Haedar.