WUJUDKAN KELUARGA SAKINAH, PCA MOYUDAN LAUNCHING BIKKSA

MOYUDAN PCA Moyudan pada Ahad pagi yang bermandikan cahaya (19/01/2025), PCA Moyudan menggelar kegiatan Launching BIKKSA (Biro Konsultasi Keluarga Sakinah Aisyiyah), dengan ketua, Ibu Dra.Hj.Kunti Anisah, S.Ag . Pagi itu Aula SMK Muhammadiyah 1 Moyudan penuh dengan ibu-ibu anggota Aisyiyah lengkap dengan balutan dresscode seragam batik hijau kombinasi warna kuning berkerudung kuning membuat ibu-ibu semakin anggun bersahaja. Acara ini lebih meriah dari biasanya, karena dibarengi dengan launching lagu Mars PCA Moyudan yang di aransemen dalam bentuk karawitan hasil ciptaan Raden Tumenggung Arka Yudha P Wiradipura dari Sanggar Cakra Adiluhung Prenggokusuman, Gedungkuning, Yogyakarta. Dalam wawancara bersama Ketua PCA Moyudan, Ibu Dra.Hj. Sita Winayah, beliau menyampaikan harapannya, agar Biro Konsultasi ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh keluarga di wilayah Kapanewon Moyudan baik secara online maupun tatap muka. Dengan bangga, Ibu Dra.Hj. Sita Winayah juga menyampaikan, bahwa PCA Moyudan menjadi terdepan karena satu-satunya yang mempunyai Mars PCA dalam bentuk karawitan. Disamping itu, acara ini sekaligus digunakan sebagai ajang konsolidasi dan pembinaan ruhani melalui pengajian antar Ranting Aisyiyah yang berjumlah 24 ranting di seluruh Kapanewon Moyudan. Hadir sebagai pembicara Ibu Dr. Hj. Adib Sofia, S.S.M.Hum, yang juga seorang mubalighot sekaligus Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dengan tema Keluarga Sakinah dan Dakwah Kultural. Ketahanan keluarga adalah embrio peradaban. Ibu menjadi sosok pelaku utamanya. Dibutuhkan ibu yang tangguh mental atau ruhiyahnya untuk mengusung misi peradaban.Ibu yang bijaksana lebih baik dari seribu polisi, kata seorang ahli jiwa dari Jerman.Ajakan untuk menjadi ibu yang tangguh modal utama ketahanan keluarga Aisyiyah (PCA myd)

Loading

BERKOMUNIKASI DEMI KEPENTINGAN ORGANISASI

Oleh : Haedar Nashir ( Ketua Umum PP Muhammadiyah ) Muhammadiyah itu organisasi Islam tertua yang sangat besar, sehingga radius pergerakannya luas sekali. Muhammadiyah bukan organisasi kecil dan pinggiran. Muhammadiyah jangan disamakan dengan ormas lain maupun lembaga-lembaga civil society yang lahir di kemudian hari seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi lokal. Muhammadiyah secara ideologis sebagai Gerakan Islam yang memiliki misi besar yaitu dakwah dan tajdid dengan usaha yang cakupannya berbagai aspek kehidupan. Daya jelajah gerakan Muhammadiyah sangatlah luas dari tingkat lokal, nasional, regional, hingga global. Pemikiran, sistem gerakan, dan amal usaha Muhammadiyah sangatlah kokoh dengan bingkai Risalah Islam Berkemajuan. Karenanya wajar dan menjadi keniscayaan jika hubungan organisasi yang didirikan oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan ini sejak awal hingga saat ini jangkauannya luas sekali. Para pimpinan Muhammadiyah terbiasa dan tidak ada kendala berkomunikasi dengan Presiden, para Menteri, pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara, tokoh partai politik, serta pala elite bangsa dan dunia. Itulah kekuatan organisasi Islam dengan tradisi besar! DNA Muhammadiyah Muhammadiyah sejak awal memiliki hubungan luas dengan organisasi manapun. Kiai Dahlan pelopor dalam pergaulan yang luas. Sejak awal Muhammadiyah menjalin hubungan baik dengan kalangan Sarekat Islam, Boedi Oetomo, Taman Siswa, organisasi keagamaan Kristen dan Katholik, dan lainnya. Kiai Ahmad Dahlan bergaul luas dengan Tjokroaminoto, dr Soetomo, dr Wahidin Soedi- rohusodo, Agus Salim, Alimin, Semaun, dan bahkan menjadi guru informal (inthilan, dzawil qurba) Soekarno muda. Kiai Dahlan berkomunikasi baik dengan tokoh Kristen dan Katholik dari Magelang maupun dokter-dokter Belanda. Kiai Dahlan dekat dengan Sultan Hamengkubuwono VII dan bahkan menjadi Penghulu Kraton Yogyakarta. Tokoh-tokoh Muhammadiyah setelah itu juga menyambung tradisi hubungan dan komunikasi insklusif dengan berbagai pihak. Kiai Mas Mansur selain dekat dengan tokoh Islam lain sampai menggagas lahirnya PII (Partai Islam In- donesia) dan Masyumi, juga dengan tokoh nasionalis. Mas Mansur masuk tokoh Empat Serangkai bersama Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ki Hajar Dewantara untuk persiapan kemerdekaan di era pemerintahan Jepang. Ki Bagus Hadikusumo menjadi Anggota penting di Badan Penyelidik Usaha-Usaha Per- siapan Kemerdekaan (BPUPK) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam persiapan kemerdekaan Indonesia, termasuk menjadi tokoh sentral dalam mencari solusi soal Piagam Jakarta bersama Kasman Singadimedjo. Kiai Badawi sangat dekat hubungannya dengan Presiden Soekarno, di saat situasi politik sangat genting di era akhir tahun 1950an dan awal tahun 1960an. Ketua PP Muhammadiyah tersebut tetap menjaga hubungan dan komunikasi baik dengan Presiden. Padahal ketegangan politik sangatlah tinggi dan problematik yang berujung pembubaran Masyumi serta tragedi G30S/PKI tahun 1965. Muhammadiyah saat itu bahkan memberikan anugerah DR (HC) kepada Soekarno di bidang pemikiran tauhid. Pak AR Fakhruddin yang memimpin Muhammadiyah sangat lama karena belum ada pembatasan masa kepemimpinan saat itu, dikenal dekat dengan Presiden Soeharto. Di kala pemimpin Orde Baru itu menerapkan kepemimpinan otoriter, depolitisasi Islam, dan penerapan asas tunggal Pancasila yang sangat ditentang umat Islam; Ketua PP Muhammadiyah itu masih tetap berkomunikasi baik dengan Soeharto. Kesimpulannya para pemimpin puncak dan tokoh Muhammadiyah sejak era awal sampai selanjutnya senantiasa menjalankan amanat kepemimpinannya melaksanakan hubungan dan komunikasi baik dengan para tokoh puncak pemerintahan dan organisasi lain demi kepentingan Muhammadiyah. Mereka tidak ada kendala berhubungan dan berkomunikasi, termasuk datang ke Istana Presiden maupun menemui tokoh lain dengan jiwa dan kepribadian Muhammadiyah yang kokoh dan fleksibel. Para pimpinan Muhammadiyah luas dan luwes, kata Prof Malik Fadjar. Tidak ada yang dikorbankan dalam berhubungan dan berkomunikasi dengan Presiden dan tokoh pemerintahan maupun tokoh lainnya di Republik ini. Marwah dan muruah diri serta organisasi tetap terjaga baik. Di situlah DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) yang menjadi ciri kuat serta darah daging Muhammadiyah. Kalau serba alergi dan anti komunikasi dengan pihak luar, justru tidak mencerminkan Muhammadiyah. Sekadar membawa selera sendiri. Apalagi dengan menyebarluaskan kebencian dan politisasi dalam hal relasi dan komunikasi dengan pihak lain, termasuk dengan pemerintah. Jangan bawa Muhammadiyah ke lorong sempit, kata Buya Syafii Maarif. Karakter Muhammadiyah Muhammadiyah sebagai organisasi melalui berbagai pemikiran keislaman dan ideologi gerakannya juga bersifat insklusif atau terbuka. Islam mengajarkan silaturrahmi, ta’awun, dan menjalin kerja sama dengan dasar iman, takwa, kebaikan, dan nilai-nilai luhur ajaran Islam lainnya. Misi menyempurnakan akhlak mulia dan menebar rahmatan lil-‘alamin itu sangatlah luas. Islam sebaliknya melarang Muslim memutuskan silaturrahmi, ghibah (menggunjing), tashahar (menganggap rendah orang lain) laqab (memberi julukan-julukan buruk), shuu-dhan (buruk sangka), fitnah, serta sifat-sifat buruk lainnya dalam berhubungan dan berkomunikasi dengan pihak lain. Muhammadiyah memiliki orientasi kemasyarakatan yang luas. Dalam Muqaddimah AD Muhammadiyah poin kedua disebutkan, bahwa “Hidup manusia bermasyarakat.”. Bacalah sifat-sifat tengahan, luwes, dan terbuka pada Kepribadian Muhammadiyah berikut ini: (1) Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan; (2) Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah Islamiyah; (3) Lapang dada, luas pandangan, de- ngan memegang teguh ajaran Islam; (4) Bersifat keagamaan dan kemasyarakatan; (5) Mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara yang sah; (6) Amar ma’ruf nahi munkar dalam segala lapangan serta menjadi contoh teladan yang baik; (7) Aktif dalam perkembangan masyarakat dengan maksud ishlah dan pembangunan, sesuai dengan ajaran Islam; (8) Kerja sama dengan golongan Islam mana pun juga dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan agama Islam serta membela kepentingannya; (9) Membantu pemerintah serta bekerja sama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun Negara untuk mencapai masyarakat adil dan makmur yang diridlai Allah SWT.; dan (10) Bersifat adil serta korektif ke dalam dan keluar dengan bijaksana. Dalam Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) tentang Kehidupan Bermasyarakat disebutkan, “Dalam hubungan-hubungan sosial yang lebih luas setiap anggota Muhammadiyah baik sebagai individu, keluarga maupun jama’ah (warga) dan jam’iyyah (organisasi) haruslah menunjukkan sikap-sikap sosial yang didasarkan atas prinsip menjunjung tinggi nilai kehormatan manusia, memupuk persaudaraan dan kesatuan kemanusiaan, mewujudkan kerja sama umat manusia menuju masyarakat sejahtera lahir dan batin, memupuk jiwa toleransi, menghormati kebebasan orang lain, menegakkan budi baik, menegakkan amanat dan keadilan, perlakuan yang sama, menepati janji, menanamkan kasih sayang dan mencegah kerusakan, menjadikan masyarakat yang shalih dan utama, bertanggung jawab atas baik dan buruknya masyarakat dengan melakukan amar makruf dan nahi munkar, berusaha untuk menyatu dan berguna/ bermanfaat bagi masyarakat, memakmurkan masjid, menghormati dan mengasihi antara yang tua dan yang muda, tidak merendahkan sesama, tidak berprasangka buruk kepada sesama, peduli kepada orang miskin dan yatim, tidak mengambil hak orang lain, berlomba dalam kebaikan, dan hubungan-hubungan sosial lainnya yang …

Loading

Pengajian Triwulan Perdana Pimpinan Cabang Muhammadiyah Berbah

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Majlis Tablig Pimpinan Cabang Muhammadiyah Berbah menyelenggarakan kegiatan pengajian triwulan, pengajian perdana pada hari Ahad 22 Desember 2024 bertempat di gedung Serbaguna Kalurah Jogotirto, Berbah, Sleman. Hadir dalam pengajian Ketua PCM Berbah H. Ahmad Muhajir Hanifi SAg ,Ketua Lazismu H. Ardi Sahemi, SAg, MPh, bendahara Lazismu Berbah Saeful Rizal, SH, Pengurus PCM PCA Berbah, Ketua dan pengurus PRM PRA, guru pamong sekolah Muhammadiyah serta warga Aisyah Muhammadiyah Berbah. Ketua PCM Berbah H. Ahmad Muhajir Hanifi, SAg. Mengajak mendoakan ketua PCA Berbah Hj. Isrodah yang sedang sakit, semoga beliau cepat sembuh.Hanifi juga menyampaikan bahwa pengajian triwulan bukan merupakan pengajian baru. Karena di setiap ranting Muhammadiyah sudah memiliki pengajian Ahad pagi masing masing Ranting Muhammadiyah. Namun setiap tiga bulan sekali dari pengajian rutin ranting digabungkan menjadi satu nanti tempatnya bergiliran. “Tujuan diadakan pengajian bersama-sama sebagai sarana syiar Muhammadiyah” Ucap Hanifi. Dalam pengajian ini Majlis Ekonomi menyediakan beras murah per pack tiga kilo dengan harga 40 ribu rupiah. Beras tersebut merupakan produksi dari Jaringan Petani Muhammadiyah (JATAM) .“Namun bagi para peserta yang mendapatkan voucher potongan harga 20 ribu rupiah. Voucher diperuntukkan bagi duafa , yatim dan pamong sekolah amal usaha Muhammadiyah” Pungkas Hanifi. Reportase Kusnadi KIM Berbah

Loading

‘Aisyiyah Dorong Hari Ibu sebagai Momentum Refleksi Kehidupan Perempuan Indonesia

YOGYAKARTA, Pdmsleman.Or.Id Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah mengatakan, memperingati Hari Ibu setiap 22 Desember menjadi momen refleksi bagi kehidupan perempuan di Indonesia. “Kekerasan terhadap perempuan masih menjadi isu utama, dengan banyak kasus yang belum terungkap atau terselesaikan,”tegas Salmah pada Ahad (22/12). Salmah mengungkapkan bahwa kekerasan dalam ranah personal seperti dalam rumah tangga pun lebih tinggi dibanding dalam ranah publik. Faktor budaya, kurangnya akses terhadap dukungan hukum, serta ketidaksetaraan menjadi tantangan utama dalam penanganan masalah ini. “Kita harus terus berupaya meningkatkan kesadaran dan menegakkan hukum guna melindungi hak-hak perempuan dan memberikan keadilan bagi perempuan. Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya, Menuju Indonesia Emas 2045. Selamat Hari Ibu 22 Desember 2024,”tutup Salmah. Sekadar diketahui, sayap organisasi perempuan Muhammadiyah, yaitu ‘Aisyiyah ikut terlibat dalam Kongres Perempuan Indonesia tahun 1928 dengan mengirimkan dua kadernya, yaitu Siti Hajinah Mawardi dan Siti Munjiyah yang berperan sebagai Wakil Ketua Kongres.Sementara itu, kader kultural Muhammadiyah yang lain, Siti Sukaptinah yang berperan sebagai Sekretaris I Kongres hadir mewakili Jong lslamiten Bond Afdeeling Wanita cabang Yogyakarta (JIBDA). Saat berusia 13 tahun, Siti Sukaptinah menjadi anggota Siswapraja Wanita Muhammadiyah, cikal-bakal Nasyiatul Aisyiyah.Sebagai organisasi yang memelopori emansipasi perempuan muslim di seluruh dunia, ‘Aisyiyah yang lahir lebih dulu pada 19 Mei 1917 ikut memberi warna terang bagi jalannya Kongres Perempuan pertama. Termasuk ikut memprakarsai berdirinya Kongres Wanita Indonesia (KOWANI).Pada Kongres Perempuan Indonesia I, Siti Munjiyah berpesan agar perempuan Indonesia selektif dalam mencontoh kemajuan dari dunia Barat. Hal-hal substantif yang bersifat keilmuan dan teknologi menurutnya dapat diadaptasi, sedangkan hal-hal yang bersifat moral, gaya hidup, dan materi tidak bisa dicontoh karena bertentangan dengan budaya ketimuran.Dengan adanya Kongres Perempuan, ‘Aisyiyah terdorong untuk memperkuat dan memperluas gerakan kepioneran yang telah dilakukan sejak awal berdiri, misalnya merintis pendidikan anak usia dini (Frobel School) tahun 1919 yang saat ini bernama TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA), pendidikan keaksaraan, pendirian musala perempuan pada 1922, kongres bayi, inovasi peningkatan derajat kaum perempuan, hingga penerbitan majalah Suara ‘Aisyiyah pada 1926.

Loading

Rektor UGM Paparkan Alasan Haedar Nashir Berhak Menerima Anugerah HB IX

YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menerima Anugerah Hamengku Buwono IX. Pemberian anugerah ini merupakan rangkaian Dies Natalis ke-75 Universitas Gadjah Mada (UGM).Haedar pun menyampaikan orasinya dalam Malam Orasi Penerima Anugerah Hamengku Buwono IX di Kagungan dalem Bangsal Sri Menganti, Kompleks Keraton Yogyakarta, Kamis (19/12) malam. Dalam sambutannya, Rektor UGM, Prof Ova Emillia, menjelaskan Anugerah Hamengku Buwono IX tahun 2024 merupakan penghargaan bagi Warga Negara Indonesia yang memenuhi sifat dan kriteria raja Keraton kesembilan itu. “UGM mengakui dan menjunjung tinggi jasa-jasa Sri Sultan Hamengku Buwono IX terhadap negara dan bangsa dalam rangka mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan, kemanusiaan, khususnya bagi pendirian, pembinaan, dan pengembangan UGM,” jelasnya. Ova menekankan bahwa Negara memerlukan figur dengan sifat-sifat keteladanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dan tokoh yang mampu berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa Indonesia.Ova memaparkan, terpilihnya Haedar Nashir sebagai penerima Anugerah ini karena UGM menilai Haedar merupakan tokoh terpilih yang konsisten dan berkomitmen menjalankan setiap tugas pengabdiannya dalam bidang Pendidikan, sosial, politik, dan kemanusiaan. “Selamat kepada Prof. Haedar Nashir, yang telah menerima Anugerah Hamengku Buwono IX tahun 2024,” terang Ova. “Penghargaan ini tentu menjadi amanah yang senantiasa harus dirawat agar karya tugas pengabdian di masa mendatang terus bertumbuh dan bermanfaat bagi kehidupan sosial masyarakat,” imbuhnya. Sementara, Sultan dalam sambutannya mengulas soal sejarah Haedar saat pertama memimpin Muhammadiyah pada periode 2015-2020 silam. Kemudian kembali memimpin pada periode kedua 2022-2027 dengan membawa cita-cita Muhammadiyah Unggul-Berkemajuan atau ‘Centre of Excellence’. “Jelas kiranya, bagi sosok Bapak Haedar Nashir, paradigma Islam yang rahmatan lil alamin dan role model Centre of Excellence bukanlah sebatas gagasan kosong, melainkan sebuah laku hidup Muhammadiyah di pentas nasional dan global,” jelas Sultan. Haedar pun menyampaikan ia merasa terhormat dan berterima kasih kepada seluruh pihak atas Anugerah yang ia terima. “Terima kasih saya sampaikan ke Bu Rektor (UGM), Keraton, dan tentunya ke Muhammadiyah yang telah memberi saya kesempatan untuk memperoleh Anugerah Hamengkubuwono IX ini dari UGM tercinta,” tuturnya. Dalam acara ini, Haedar menyampaikan orasinya yang bertajuk ‘Transformasi Mentalitas dan Kebudayaan Indonesia’. Ia menjelaskan, topik ini diangkat atas keprihatinannya terhadap sejumlah kejadian atau kasus belakangan ini. Kejadian atau kasus tersebut, kata Haedar, sebagai fakta sosial yang menunjukkan adanya krisis atau peluruhan moral dan etika luhur bangsa belakangan ini. Dalam acara tersebut, turut dihadiri Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wakil Gubernur DIY KGPAA Pakualam X, dan juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Loading

Commitment Building Program Character Based Muhiga-Sekarini School SMP Muhammadiyah 1 Gamping

Gamping, Pdmsleman.Or.Id SMP Muhammadiyah 1 Gamping selenggarakan kegiatan Commitment Building pegawaiProgram Character Based Muhiga-Sekarini School (CBM-SS) pada tanggal 14-15 Desember 2024 di Hotel Satriafi Kaliurang. Watini S.Pd selaku Kepala Sekolah menyampaikan dalam sambutannnya bahwa, “tujuan kegiatan commitment building program ini adalah untuk membangun dan memperkuat komitmen baik secara individu masing-masing pegawai atau satu kesatuan guru karyawan terhadap tujuan, visi, serta nilai-nilai dalam program Character Based Muhiga- Sekarini School (CBM-SS) di SMP Muhammadiyah 1 Gamping, sehingga dapat menciptakan rasa tanggung jawab, meningkatkan kerja sama tim, dan memastikan bahwa semua pihak terlibat berkomitmen untuk bekerja bersama dalam mencapai tujuan yang telah disepakati”. “Kegiatan ini mengimplementasikan Buku Pedoman CBM-SS yang telah disusun. Buku pedoman ini disusun sebagai acuan dalam membentuk dan mengembangkan sikap perilaku, pembiasaan dan internalisasi tata nilai sebagai perwujudan akhlak mulia peserta didik khususnya di SMP Muhammadiyah 1 Gamping. Dalam buku ini terdapat tujuh tata nilai yang merupakan rumusan dari hasil survei harapan dari orang tua, guru, dan peserta didik yang menjadi nilai utama yang ditanamkan kepada peserta didik SMP Muhammadiyah 1 Gamping. Selain itu buku pedoman tersebut juga memuat Standar Operasional Prosedur (SOP) kebiasaan SMP Muhammadiyah 1 Gamping baik di lingkungan sekolah maupun SOP di luar sekolah, terdapat pembiasaan kalimat toyyibah, ice breaking-jargon-motivasi, dan monitoring evaluasi CBM-SS. Akhlak mulia diharapkan dapat tertanam kuat dalam jiwa peserta didik atas dasar iman, sedemikian hingga dapat mewujudkan Visi sekolah yaitu Berakhlak Qur’ani, Unggul, Terpercaya”, tambah beliau. Dalam kegiatan Commitment Building pegawaiProgram Character Based Muhiga-Sekarini School (CBM-SS) mencakup pemaparan konsep program CBM-SS, 7(tujuh) tata nilai karakter CBM- SS, sekaligus mempraktekkan yang ada dalam buku pedoman, kontemplasi mengenal diri, dengan nara sumber utama Ir. H. Samiyanto, M. Sc. yang sekaligus sebagai pendamping program. Outbond yang sangat seru mengawali kegiatan di hari ke dua, menambah semarak, semangat dan semakin menjalin kekompakan guru karyawan SMP Muhammadiyah 1 Gamping, yang dilanjutkan dengan agenda materi monev CBM-SS. Dr. Ir. H. Samiyanto, M. Sc menyampaikan rangkuman dan refleksi kegiatan mencakup perjalanan manusia, Visi Misi manusia, Visi-misi-Strategy organisasi-individu, keunggulan akhlak siswa melalui CBM-SS, perlunya beberapa tata nilai sebagai andalan, jihad. Serta kebersamaan, kesatuan, kesabaran.   Kegiatan tersebut diakhiri dengan pembacaan ikrar komitmen bersama dan penandatanganan Commitment Building Program Character Based Muhiga-Sekarini School oleh seluruh guru karyawan SMP Muhammadiyah 1 Gamping. (Humas Muhiga)

Loading

125 Peserta Ikuti Gelaran Ujian Kenaikan Tingkat Tapak Suci Putera Muhammadiyah Sleman

Turi, Pdmsleman.Or.IdJum’at -Sabtu 13-14 Desember 2024 ratusan anggota Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pimda 03 Sleman mengikuti gelaran Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang diikuti oleh 125 peserta dari berbagai cabang.Acara yang berlangsung di SD Muhammadiyah Dadapan ini tidak hanya sebatas ujian, namun juga diisi dengan berbagai kegiatan positif lainnya seperti bakti sosial dengan membagikan sembako kepada 30 warga kurang mampu di lingkungan SD Muhammadiyah Dadapan sebagai bentuk kepedulian Tapak Suci terhadap sesama dan lingkungan sekitar.UKT kali ini bertujuan untuk menguji kemampuan peserta dalam berbagai aspek, mulai dari pemahaman agama Islam dan Muhammadiyah, ilmu pencak silat, pemahaman tentang organisasi, hingga pembinaan fisik dan mental dan pengetahuan tentang kesehatan olahraga.“Ujian Kenaikan Tingkat ini merupakan momen penting bagi para anggota untuk mengukur sejauh mana mereka menguasai materi yang telah diajarkan,” ujar tutur Arfan salah satu panitia acara.saat ditemui di sela-sela acara.Selain UKT, acara ini juga dimeriahkan dengan pawai ta’aruf yang bertujuan untuk memperkenalkan Tapak Suci kepada masyarakat luas, khususnya di wilayah Turi. Pawai yang diikuti oleh seluruh peserta ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar.Tidak hanya itu, peserta juga diajak untuk meninjau lokasi rencana pembangunan Gedung Dakwah Tapak Suci Pimda 03 Sleman di Utara dusun Kemiri Donokerto Turi.

Loading