Ketua PDM Sleman Pesankan 2 Hal untuk Lulusan dan Wali Murid SD Muhammadiyah Sidoarum

Sleman– SD Muhammadiyah Sidoarum, Godean menggelar acara Pelepasan dan Tutup Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan berlangsung di Rocket Convention Hall Sidomoyo, Godean, Kamis 4 Juni 2026. Acara dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah PDM Sleman, Majelis Dikdasmen Sleman, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Korwil Godean, Pengawas PAI, Pengawas SD, Pimpinan Aisyiyah Cabang Godean, serta seluruh wali murid kelas 6. “Didik Anak dengan 2 Pesan Lukmanul Hakim”H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., Ketua PDM Sleman, memberi apresiasi tinggi atas capaian TKA dan TKD siswa. Dalam sambutannya ia menekankan 2 pesan utama dari Surat Luqman untuk orang tua: “Dua hal ini modal dasar pendidikan karakter. Untuk mencetak anak cerdas dan berakhlakul karimah, sekolah Muhammadiyah adalah tempatnya,” tegas Harjaka.Ia juga menghimbau wali murid: “Sekolahkan putra-putri Bapak/Ibu ke sekolah Muhammadiyah sebagai pilihan utama. Sekolah negeri jadi pilihan kedua.” Rita Meutea, S.E.,M.Pd., Kabid Diksar Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, mengapresiasi prestasi SD Muhammadiyah Sidoarum. Untuk TKA dan TKD, sekolah ini rangking 2 se-Kapanewon Godean. Sementara Kapanewon Godean sendiri rangking 1 tingkat Kabupaten Sleman dan DIY. “Hasil ini kolaborasi semua pihak. Sekolah beri pendidikan terbaik, orang tua beri bimbingan di rumah, anak belajar optimal,” ujarnya. Meutea menambahkan komposisi kecerdasan anak: 60% intelektual, 20% spiritual, 20% emosional. Untuk menguatkan karakter, Disdikpora Sleman menerapkan pendidikan religius. “Anak SD muslim wajib bisa baca Al-Qur’an,” tegasnya. “Dengan ilmu hidup menjadi mulia, dengan agama hidup menjadi teratur, dengan seni hidup menjadi indah,” pungkasnya. Plt. Kepala SD Muhammadiyah Sidoarum, Yuni Puspitasari, S.Pd. M.Pd., melaporkan tahun ini sekolah meluluskan 55 siswa dari kelas Umar dan Abu Bakar. Selama 6 tahun, sekolah membekali ilmu, kecerdasan, dan pendidikan karakter. “Cerdas tanpa akhlakul karimah akan sia-sia,” katanya. Setelah 6 tahun, siswa dikembalikan ke orang tua. Ia berpesan: “Jagalah iman dan akhlak dengan baik. Sukses bukan karena tidak pernah gagal. Di manapun, jadilah kader Muhammadiyah.” Dengan slogan ICU: Islami, Cerdas, Unggul, SD Muhammadiyah Sidoarum meraih rata-rata nilai TKA & TKD 80,24 di tingkat Kapanewon. Dalam kesempatan tersebut sekolah memberikan kepada 5 murid dengan nilai tertinggi di sekolahnya. Peringkat 1 Muhammad Yusuf Wirawan dengan rata-rata nilai 97, 78. Peringkat 2, Yusra Labibah Al Aufa nilai rata-rata 95, 56. Alya Almira Rahmawati rangking 3 memperoleh nilai rata-rata 94,44. Selanjutnya Selena Alodya Hakim nilai rata-rata 93,33 peringkat 4, dan peringkat 5 Gendhis Arrumaisha Putri dengan nilai rata-rata 92,22.Sugiyanto Rep Moyudan

Loading

Idul Adha 1447 H di Sumbersari: 254 Hewan Kurban Disembelih, Pemkal Apresiasi Panitia

Moyudan, Pdmsleman.Or,Id Pelaksanaan Idul Adha 1447 H di Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman berjalan lancar. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah hewan kurban yang disembelih mencapai 89 ekor sapi dan 165 ekor domba atau kambing. Penyembelihan tersebar di beberapa masjid dan musholla se-Sumbersari. Sebagian besar dilaksanakan pada Rabu, ( 27/5/2026, dan sisanya pada Kamis, 28 /5/2026. Carik Sumbersari yang juga Bendahara PRM Sombangan Raya, Junaidi, mengatakan angka tersebut membuktikan kesadaran warga untuk beribadah kurban semakin meningkat. “Ini juga menunjukkan bahwa tingkat perekonomian di Sumbersari lebih baik dibanding sebelumnya,” ujarnya. Pemerintah Kalurahan Sumbersari memberikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara atas dedikasi dan integritasnya. Berkat kerja panitia, pelaksanaan Idul Kurban di wilayahnya berjalan lancar tanpa hambatan. Untuk tahun mendatang, Pemkal Sumbersari berharap para dukuh dapat melaporkan jumlah hewan kurban yang akan disembelih dari masing-masing padukuhan. Langkah ini bertujuan agar pemantauan dan pendataan oleh pemerintah kalurahan menjadi lebih akurat.Rep Sugiyanto Moyudan

Loading

Pandu HW Moyudan Sukses Gelar UKT SD Muhammadiyah se Moyudan

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Badan Kerjasama Sekolah (BKS) Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan hari Senin 25 Mei 2026 berhasil menyelenggarakan Syarat atau Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan bagi siswa-siswi kelas VI SD Muhammadiyah se Kapenewon Moyudan. UKT diselenggarakan di Kompleks SD Muhammadiyah Semingin, Sumbersari, Moyudan, Sleman sebagai tahapan dalam system kenaikan jenjang Kepanduan Hizbul Wathan berdasarkan tingkat usia. Athfal dari usia (7 – 10 tahun) ke remaja (Pengenal 11 – 15 tahun). UKT dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Pendidikan Dasar Dan Menengah (Dokdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan Drs. H. Djemidi. Dalam amanatnya menekankan bahwa Hizbul Wathan di lingkungan Lembaga atau AUM agar ditingkatkan kegiatannya. HW itu lebih tua dari Pramuka dan telah membawa kadernya menjadi Pahlawan Nasional, Jendral Sudirman. Berdasarkan laporan yang dibacakan oleh Ketua BKS PCM Moyudan Agus Maryanto, S.Ag. S.Pd. SD, tercatat 154 siswa-siswi yang ikut serta UKT itu datang dari 8 SD Muhammadiyah yang ada di Kapanewon Moyudan. Antara lain SD Muhammadiyah Ngijon 1, SD Muhammadiyah Ngijon 2, SD Muhammadiyah Karanganjir, SD Muhammadiyah Saren, SD Muhammadiyah Gamplong, SD Muhammadiyah Kedungbanteng 1, SD Muhammadiyah Kedungbanteng 2 dan SD Muhammadiyah Semingin. Agus Maryanta lebih lanjut melaporkan bahwa UKT kali ini meliputi praktek Ibadah Sholat berjama’ah, Kompetensi Dasar Hizbul Wathan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), Tali-temali dan Hasta Karya dari bahan janur untuk kemudian dibuat karya seni keris-kerisan, cambuk dan belalang. Dalam laporannya kepada para siswa Agus Mariyanta menegaskan agar para siswa mengerjakan tugas atau kegiatan-kegiatan yang ditetapkan dengan suasana rileks dan penuh gembira, karena kegiatan ini bisa dijadikan refreshing atau penyegaran setelah para siswa merampungkan menyelesaikan ujian akhir. Drs. Suparman selaku koordinator UKT tahun ini merupakan salah satu pembina HW di Moyudan, lebih lanjut menjelaskan bahwa “hasta karya dari bahan janur sengaja diangkat sebagai salah satu materi UKT. Ini dimaksudkan disamping untuk melestarikan karya seni tradisional atau warisan nenek moyang, juga dimaksudkan agar generasi muda bisa mengapresiasi dan mencintai karya-karya seni tradisional dari bahan janur agar tidak punah”. Selain itu Suparman yang juga Wakil Ketua Majelis Kader Dan Sumber Daya Insani ( MPKSDI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Moyudan ini menegaskan terdapat nilai-nilai pendidikan yang tinggi di dalam proses pembuatankarya seni dari janur ini. Antara lain melatih kesabaran dan ketelitian. Di dalam kehidupan itu perlu proses perjuangan yang panjang untuk mencapai cita-cita yang diinginkan, tidak bisa ujuk-ujuk atau langsung sukses, tegasnya. Jangan suka menerabas dan melanggar norma-norma kehidupan, ikuti proses yang ada, ujarnya. Ini sangat tepat dalam menanggulangi budaya generasi muda sekarang yang menginginkan apa-apa serba cepat dan instan ini. Demikian pesan-pesan dari Suparman di sela-sela para siswa sedang suntuk atau asyik mengerjakan tugas-tugas hasta karya. Panitia yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Pembina Hizbul Wathan SD Muhammadiyah se Moyudan terkesan bersemangat dan berharap kegiatan serupa bisa dilangsungkan kembali tahun depan. Rep Suparman Moyudan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

UMY Kembangkan Tungku Pembakar Sampah dan Kompor Jelantah Untuk Masyarakat

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ( UMY) terus mendorong pengembangan teknologi tepat guna untuk menjawab persoalan lingkungan dan energi. Salah satu inovasinya adalah tungku pembakar sampah dan kompor berbahan minyak jelantah. Hal tersebut diungkapkan oleh Ir. Aris Widyo Nugroho Ph.D dosen Prodi Teknik Mesin UMY, saat menyerahkan hibah peralatan tersebut ke Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( PRM) Sombangan Raya pada Ahad, ( 24/5/2026 ). Peralatan diterima langsung oleh ketua Takmir Masjid Al Falah Sombangan Sumbersari, Moyudan, Sleman. Dalam kesempatan tersrbut Aris juga menyebut bahwa dalam tim pengabdian masyarakat terdiri beberapa dosen dan mahasiswa. Selain dirinya, Ir. Sunardi, Ph.D, Aditya Kurniawan, ST, dan M Krisna dari unsur mahasiswa. Aris menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari program rutin pengabdian dosen dan mahasiswa UMY kepada masyarakat, yang bertujuan menghadirkan solusi praktis untuk persoalan lingkungan dan energi di tengah komunitas. “Masjid pada even tertentu menghasilkan cukup banyak sampah. Dengan alat ini residu bisa dikurangi dan pembakaran bisa berlangsung lebih tuntas,” ujar Aris. Aris menjelaskan bahwa tungku dirancang untuk mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus memanfaatkan limbah minyak jelantah atau oli bekas. “Selama ini kedua jenis limbah tersebut sering dibuang sembarangan dan mencari lingkungan,” tambahnya. Ia menjelaskan, tungku pembakar ssmpah dikembangkan dengan sistem pembakaran yang lebih efisien dan minim asap, sehingga bisa digunakan di lingkungan padat penduduk. Sementara itu, kompor berbahan bakar minyak jelantah atau oli bekas diolah menjadi bahan bakar alternatif yang bersih dan ekonomis untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi ganda, mengurangi pencemaran lingkungan dari sampah. Selain itu juga sekaligus membantu masyarakat menekan biaya energi rumah tangga. UMY berharap inovasi ini bisa diadopsi oleh masyarakat luas, kelompok usaha mikro, hingga lembaga sosial yang aktif dalam pengelolaan sampah dan pemberdayaan warga. – Rep Sugiyanto Moyudan

Loading

Panitia Aidin Sumbersari Gelar Rakor Persiapan Sholat Idul Adha 1447 H

Moyudan Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Panitia Aidin Sumbersari menggelar rapat koordinasi untuk mempersiapkan pelaksanaan Sholat Ied. Rakor dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026, bertempat di kediaman Sarja Prihatin, Tiwir VIII, Sumbersari, Moyudan, Sleman. Hasil rapat menetapkan H. Muhammad Wazid, S.Ag, M.A. sebagai Imam dan Khotib Sholat Ied yang akan dilaksanakan di Lapangan Sumbersari, pada Rabu (27/5/2026 ) pukul 06.30 WIB. Selain itu, disepakati pula penunjukan petugas pembuatan shaf dan pengumpul infak yang dikoordinir oleh Takmir Masjid Al-Ikhsan Papungan. Persiapan ini dilakukan agar pelaksanaan Sholat Idul Adha di Sumbersari berjalan tertib, khidmat, dan lancar.

Loading

SD Muhammadiyah Semingin Borong Tiga Piala dalam FLS2N Tingkat Kapanewon Moyudan

Moyudan, Pdmsleman.or.id Prestasi membanggakan kembali diukir oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah Semingin dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kapanewon Moyudan tahun 2026. Dalam kompetisi yang diikuti oleh 21 sekolah dasar se-Kapanewon Moyudan ini, kontingen SD Muhammadiyah Semingin berhasil membawa pulang tiga piala dari berbagai cabang lomba. Capaian gemilang tersebut dipersembahkan oleh Ananda Ahmad, yang berhasil meraih Juara 2 pada cabang lomba Melukis/Gambar Bercerita.,   Ananda Fatimah, yang menyabet gelar Juara Harapan 2 dalam cabang lomba Menyanyi. dan Ananda Reza dan Ananda Vino, yang tampil kompak hingga meraih Juara Harapan 2 pada cabang lomba Pantomim. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari kreativitas dan kerja keras siswa di bawah bimbingan para guru dan dukungan penuh dari pihak sekolah yang memang memiliki perhatian khusus pada pengembangan minat dan bakat siswa. Kepala SD Muhammadiyah Semingin, Eni Purwaningsih, S.H., S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan bangga yang mendalam atas torehan prestasi anak didiknya. Beliau menilai hasil ini adalah buah dari semangat pantang menyerah. “Alhamdulillah, anak-anak kita berhasil meraih tiga piala di FLS2N tingkat Kapanewon Moyudan. Semoga prestasi ini menginspirasi siswa yang lain untuk terus berkarya. Tetap semangat anak-anakku,” ujar Eni Purwaningsih memberikan motivasi. Prestasi ini juga tidak luput dari apresiasi para pengurus Komite Sekolah. Pihak komite menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para siswa dan berharap agar kerja sama antara sekolah, orang tua, dan siswa terus terjalin kuat demi meningkatkan prestasi di masa mendatang. Capaian di tingkat Kapanewon ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi SD Muhammadiyah Semingin untuk terus mencetak generasi yang unggul, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga dalam bidang seni dan budaya di wilayah Sleman.   Rep Sugiyanto  Moyudan

Loading

Syawalan & Parenting  SD Muhammadiyah Semingin: Kolaborasi Kunci Lahirkan Generasi Sholih

Moyudan, PdmSleman.Or.Id  Kebersamaan yang hangat tercipta di Aula KHA Dahlan, Sabtu (4/4/2026), saat SD Muhammadiyah Semingin menggelar Syawalan dan Parenting yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga pengingat akan satu hal penting, yakni menjalin Silaturahmi dan Meraih Ridha Ilahi.Pengawas Sekolah Dasar Moyudan, Suranti,M.Pd dalam sambutannya menegaskan bahwa kesuksesan pendidikan anak adalah hasil dari kerja sama erat antara sekolah, paguyuban orang tua, dan pengurus komite. “Kepala sekolah, guru, dan pegawai tidak bisa bekerja sendiri. Mereka butuh dukungan dari orang tua, komite, serta pengurus Pendidikan Dasar Menengah Muhammadiyah,” ujar Suranti.Ia pun menekankan bahwa sinergi ini harus terus dipupuk demi kemajuan SD Muhammadiyah Semingin.Acara yang dihadiri oleh pengurus komite, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan, Lurah Sumbersari, hingga para wali murid kelas 1–6 ini juga menghadirkan tausiyah inspiratif dari Ketua PWM Sleman, H. Harjaka, S.Ag., S.Pd., M.Pd.I. Dalam tausiyahnya, Harjaka menyampaikan bahwa memilih sekolah Muhammadiyah adalah langkah tepat. Sebab, anak-anak tidak hanya diajarkan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga agama, budi pekerti, akhlakul karimah, dan karakter mulia. “Murid di Muhammadiyah dididik agama dan budi pekerti. Harapannya, mereka kelak menjadi anak sholih dan sholihah. Anak-anak inilah yang akan mendoakan orang tuanya,” paparnya.Harjaka juga mengajak seluruh orang tua untuk menjadi teladan dalam ibadah, aktif di masjid, serta mendampingi anak-anak dalam menegakkan sholat fardhu dan sunnah. Menurutnya, generasi muda yang gemar berkegiatan di masjid adalah investasi strategis bagi pembinaan umat dan regenerasi.Sementara itu, Drs. H. Sarjono,,M.Si perwakilan dari Bidang Pendidikan Dasar & Menengah (Diksdakmen) PCM Moyudan, memberikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih SD Muhammadiyah Semingin. Namun, ia mengingatkan agar semangat inovasi tidak pernah padam. “Guru-guru harus terus berkreasi dalam pembelajaran. Dukungan orang tua, PCM, PWM, dan pemerintah kalurahan juga sangat penting. Kembalikan kejayaan sekolah ini yang telah melahirkan tokoh-tokoh nasional, salah satunya Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah,” tegasnya.Pesan penuh semangat itu pun menjadi penutup yang menggerakkan. Harapannya, melalui Syawalan dan Parenting ini, komunikasi dan kolaborasi antara sekolah, orang tua, serta pemangku kebijakan akan semakin erat—demi lahirnya generasi penerus yang cerdas, berakhlak, dan membanggakan.Reporter: Edy S Moyudan

Loading

Panitia Shalat Ied Lapangan Sumbersari Tasyarufkan Hasil Infak

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 yang berlangsung pada Jum’at ( 20/3/2026 ) telah berjalan dengan sukses, namun hasil infak tidak langsung di Tasyarufkan ke Masjid atau lembaga.Untuk itu pada Jum’at ( 3/4/2026 ) Panitia melakukan musyawarah membahas pentayarufan hasil infak tersebut, yang digelar di rumah Bapak H. Jazuli Sombangan, Sumbersari. Dalam laporannya Bendahara Panitia melaporkan bahwa pada pelaksanaan Sholat Ied di lapangan Sumbersari memperoleh 31.102.000 rupiah.Selanjutnya dengan kemufakatan seluruh Panitia hasil infak tersebut di Tasyarufkan untukBiaya penyelenggaraan Rp 2.550.000, PCM Moyudan Rp 5.000.000, PRM Tegalrejo Patran, PRM Klisat, PRM Semingin Nasri, PRM Tiwir dan PRM Sombangan masing-masing menerima 300.000 rupiah. Selanjutnya untuk tujuh Taman Pendidikan Al Qur’an ( TPA) se- Wilayah Sumbersari mendapat bagian masing-masing 500.000 rupiah. Sedangkan untuk SD Muhammadiyah Semingin mendapat 2.000.000 rupiah, TK Kartini Semi Asri, Paud Kuncup Mekar, Paud Tunas Bangsa dan Paud Aisyiyah Arum Sari, Masing-masing memperoleh 500.000 rupiah. Untuk tempat Ibadah masjid An Nashr, Masjid Makmur, dan Masjid Dakawon mendapat banyak 3.000.000 rupiah. Sedangkan Mushala Al Ikhlas, Mushalla Persatuan, dan Mushalla Jetis masing-masing Rp 1.500.000 rupiah. Untuk kelompok pembust shif dan pengedar infak Rp 1.000.000, sisa 52.000 rupiah untuk Kas Panitia. Selanjutnya Panitia merencanakan, untuk pelaksanaan sholat Idul Adha 1447.Rep Sugiyanto+ Moyudan

Loading

Pesan Khatib Sholat Ied di Lapangan Sumbersari : 3 Peran Umat Alumni Madrasah Ramadhan

Moyudan.Pdmsleman.Or.id Ramadhan telah memberi kesempatan kepada umat untuk memperbaiki diri, mengantarkan umat pada hari kemenangan. Berkat rahmat Allah SWT., umat mampu menahan lapar, dahaga, mengendalikan hawa nafsu hingga memperbanyak ibadah. Allah SWT. telah memberikan kehidupan, kesehatan, dan kesempatan menyambut Idul FItri dengan kebersihan hati. Ustad Heru Suprayitno menegaskan Idul Fitri bukan sekedar perayaan, tetapi awal dari ujian sesungguhnya. Bukan hanya merayakan kemenangan tetapi juga harus merenungkan apa yang harus dilakukan pasca Ramadan. Sebagai insan bertaqwa, sebagai alumni madrasah Ramadan, ada 3 JJJKperan penting umat. Pertama berperan untuk diri sendiri. Ramadan telah membentuk diri kita disiplin sholat, disiplin membaca Qur’an, disiplin menahan amarah, memperbanyak sedekah, serta manjauhi maksiat. “Kita harus menjadikan ibadah dan amal baik sebagai bagian dari hidup kita, bukan sekedar ritual musiman, dengan tetap istiqomah. Jangan biarkan semangat Ramadan mati begitu saja. Khusus kaum muda, remaja masjid, teruslah bersemangat mengurus kegiatan di masjid, jangan jauhkan dirimu dari masjid.” tegasnya. Kedua, berperan untuk keluarga, membangun rumah tangga dengan nilai-nilai Ramadan. Karena keluarga adalah benteng utama dalam membentuk peradaban. Jika ingin membangun bangsa yang kuat, mulailah dari keluarga yang kuat. Ramadan telah mengajarkan kepada kita arti kasih sayang, kebersamaan, dan tanggung jawab. Maka, setelah Ramadhan, kita harus terus membimbing keluarga dalam kebaikan, jangan biarkan rumah tangga diisi dengan kemaksiatan, pertengkaran dan kelalaian. Jadikan rumah tangga sebagai tempat penuh dengan ketenangan, ketaqwaan dan keberkahan. Sebagai suami, jadilah pemimpin yang adil dan bertanggung jawab. Sebagai istri, jadilah pendamping yang sholihah penuh kasih sayang. Sebagai orang tua, jadilah teladan bagi anak-anaknya. “Kita didik anak-anak menjadi generasi unggul dan kuat, kuat fisik, mental, ekonomi dan kuat keimanannya,” tegas khatib.Kedepan, anak-anak kita menghadapi tantangan yang tidak mudah, diperlukan mental kuat dengan terus memohon pertolongan Allah dengan sabar dan doa. Ketiga, berberan untuk bangsa, menjadi umat yang bermanfaat. Menukil Hadits Riwayat Ahmad, Khoirunnaas anfa’uhum linnaas. “Sebaik-baik umat adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.” Bangsa kita tidak hanya membutuhkan umat soleh individu, tetapi juga Soleh sosial yang peduli sesama dan peduli sosial. “Jangan hanya sibuk dengan ibadah pribadi, tetapi melupakan tanggungjawab sosial. Jangan hanya mencari pahala untuk diri sendiri, tetapi lupa menegakkan keadilan dan membela kebenaran di masyarakat,” tegasnya. Qur’an Al-Maidah: 2 mengajarkan umat untuk saling tolong-menolong dalam hal kebaikan dan taqwa, jangan bertolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. Di sinilah pentingnya sebuah organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, sebagai sarana untuk bersama-sama mencapai tujuan mulia dengan dakwah yang lebih baik, lebih terarah dan sistematis. Karena kebaikan yang tak terorganisir akan dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir. “Idul Fitri bukan akhir perjalanan ibadah, melainkan awal tantangan baru. Ramadhan telah menempa kita menjadi pribadi yang lebih baik, dan harus kita jaga dan kita terapkan nilai-nilai yang telah kita pelajari,” pungkasnya.Rep Sugiyanto Moyudan Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Kunjungan Majlis Tabligh Muhammadiyah Moyudan Teguhkan Umat Dalam Menjalankan Ajaran Islam

    Moyudan,Pdmsleman.Or.Id Di masa penjajahan Belanda, masyarakat awam termasuk umat Islam tidak diperbolehkan untuk belajar di sekolah, sementara ilmu pengetahuan agama maupun umum sangat dibutuhkan agar warga masyarakat berpengetahuan, dan dapat menjalankan ajaran agama dengan baik dan benar.    Sebelum Islam datang, di Nusantara sudah ada agama Hindu, Budha, animism dan dinamisme.  Hal tersebut berpengaruh pada umat Islam dalam pengamalan agama.  “Melihat kondisi seperti itu, Ahmad Dahlan tergerak agar umat bisa belajar dengan baik.  Beliau kemudian mendirikan Muhammadiyah, sehingga umat bisa belajar, dapat menjalankan ajaran sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad,” terang Ustad Nursalim dari Bagian Tabligh Pimpinan Muhammadiyah Moyudan di depan Jamaah Musholla Al-Ukhuwwah Depok Sombangan XIII Sumbersari Moyudan Sleman, MInggu (1/3/2026), usai Sholat Tarawih. Ustad Nursalim menegaskan Muhammadiyah bukanlah agama, tetapi sebuah organisasi atau persyarikatan umat yang dikelola dengan manajemen professional.  Persyariktan memiliki beberapa bagian seperti Tabligh, Tarjih, Bidang Pendidikan, dan berbagai amal usaha  “Bagian Tarjih misalnya membahas hukum-hukum dan tata cara ibadah, sehingga ummat tidak perlu lagi khawatir dalam menuaikan ajaran agama seperti bagaimana menunaikan sholat, zakat, puasa, haji dan lainnya,” papar Ustad Nursalim.   Muhammadiyah, lanjut Nursalim, memiliki kekayaan lebih dari 450 trilyun yang berasal dari ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) termasuk ribuan sekolah, universitas, poliklinik, rumah sakit.  Selain itu persyarikatan juga memiliki panti asuhan, lembaga sosial hingga institusi keuangan dan investasi, imbuhnya.  “Seluruh kekayaan itu milik persyarikatan Muhammadiyah, dikelola professional.  Jangan ragu menjalankan ibadah dan ber-Muhammadiyah, namun tetap menghormati dan menghargai organisasi keagamaan lain,” pesannya.  Jarak antara saat Nabi Muhammad mengenalkan Islam dengan sekarang terpaut cukup lama, sehingga Muhammadiyah berfungsi menuntun umat beribadah sesuai dengan ajaran nabi, terhindar dari pengaruh budaya, agama, dan kepercayaan yang ada sebelumnya. Muhammadiyah didirikan yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di tahun 1912 itu untuk memurnikan ajaran Islam, memajukan pendidikan dan sosial, papar Ustad Salim.  Ia juga mengajak seluruh jama’ah untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dengan memperbanyak amal, terlebih di bulan suci Ramadhan.  Hubungan sosial kemasyarakatan pun perlu dijaga untuk mewujudkan ketentraman dan kesejahteraan bersama. Berdasar surat Pimpinan Cabang Muhammadiyah Moyudan, pada Ramadhan 1447 H ini Majlis Tabligh menerjunkan 67 pendakwah, terbagi 13 kelompok, masing-masing terdiri dari 4 hingga 7 orang.  Para da’I atau pendakwah sebelumnya diberi pembekalan, kemudian mengunjungi dan memberi ceramah di 39 masjid / musholla yang tersebar se-Kalurahan Sumbersari Moyudan. Rep  Giek Sugiyanto Moyudan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading