Syawalan & Parenting  SD Muhammadiyah Semingin: Kolaborasi Kunci Lahirkan Generasi Sholih

Moyudan, PdmSleman.Or.Id  Kebersamaan yang hangat tercipta di Aula KHA Dahlan, Sabtu (4/4/2026), saat SD Muhammadiyah Semingin menggelar Syawalan dan Parenting yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga pengingat akan satu hal penting, yakni menjalin Silaturahmi dan Meraih Ridha Ilahi.Pengawas Sekolah Dasar Moyudan, Suranti,M.Pd dalam sambutannya menegaskan bahwa kesuksesan pendidikan anak adalah hasil dari kerja sama erat antara sekolah, paguyuban orang tua, dan pengurus komite. “Kepala sekolah, guru, dan pegawai tidak bisa bekerja sendiri. Mereka butuh dukungan dari orang tua, komite, serta pengurus Pendidikan Dasar Menengah Muhammadiyah,” ujar Suranti.Ia pun menekankan bahwa sinergi ini harus terus dipupuk demi kemajuan SD Muhammadiyah Semingin.Acara yang dihadiri oleh pengurus komite, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan, Lurah Sumbersari, hingga para wali murid kelas 1–6 ini juga menghadirkan tausiyah inspiratif dari Ketua PWM Sleman, H. Harjaka, S.Ag., S.Pd., M.Pd.I. Dalam tausiyahnya, Harjaka menyampaikan bahwa memilih sekolah Muhammadiyah adalah langkah tepat. Sebab, anak-anak tidak hanya diajarkan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga agama, budi pekerti, akhlakul karimah, dan karakter mulia. “Murid di Muhammadiyah dididik agama dan budi pekerti. Harapannya, mereka kelak menjadi anak sholih dan sholihah. Anak-anak inilah yang akan mendoakan orang tuanya,” paparnya.Harjaka juga mengajak seluruh orang tua untuk menjadi teladan dalam ibadah, aktif di masjid, serta mendampingi anak-anak dalam menegakkan sholat fardhu dan sunnah. Menurutnya, generasi muda yang gemar berkegiatan di masjid adalah investasi strategis bagi pembinaan umat dan regenerasi.Sementara itu, Drs. H. Sarjono,,M.Si perwakilan dari Bidang Pendidikan Dasar & Menengah (Diksdakmen) PCM Moyudan, memberikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih SD Muhammadiyah Semingin. Namun, ia mengingatkan agar semangat inovasi tidak pernah padam. “Guru-guru harus terus berkreasi dalam pembelajaran. Dukungan orang tua, PCM, PWM, dan pemerintah kalurahan juga sangat penting. Kembalikan kejayaan sekolah ini yang telah melahirkan tokoh-tokoh nasional, salah satunya Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah,” tegasnya.Pesan penuh semangat itu pun menjadi penutup yang menggerakkan. Harapannya, melalui Syawalan dan Parenting ini, komunikasi dan kolaborasi antara sekolah, orang tua, serta pemangku kebijakan akan semakin erat—demi lahirnya generasi penerus yang cerdas, berakhlak, dan membanggakan.Reporter: Edy S Moyudan

Loading

Panitia Shalat Ied Lapangan Sumbersari Tasyarufkan Hasil Infak

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 yang berlangsung pada Jum’at ( 20/3/2026 ) telah berjalan dengan sukses, namun hasil infak tidak langsung di Tasyarufkan ke Masjid atau lembaga.Untuk itu pada Jum’at ( 3/4/2026 ) Panitia melakukan musyawarah membahas pentayarufan hasil infak tersebut, yang digelar di rumah Bapak H. Jazuli Sombangan, Sumbersari. Dalam laporannya Bendahara Panitia melaporkan bahwa pada pelaksanaan Sholat Ied di lapangan Sumbersari memperoleh 31.102.000 rupiah.Selanjutnya dengan kemufakatan seluruh Panitia hasil infak tersebut di Tasyarufkan untukBiaya penyelenggaraan Rp 2.550.000, PCM Moyudan Rp 5.000.000, PRM Tegalrejo Patran, PRM Klisat, PRM Semingin Nasri, PRM Tiwir dan PRM Sombangan masing-masing menerima 300.000 rupiah. Selanjutnya untuk tujuh Taman Pendidikan Al Qur’an ( TPA) se- Wilayah Sumbersari mendapat bagian masing-masing 500.000 rupiah. Sedangkan untuk SD Muhammadiyah Semingin mendapat 2.000.000 rupiah, TK Kartini Semi Asri, Paud Kuncup Mekar, Paud Tunas Bangsa dan Paud Aisyiyah Arum Sari, Masing-masing memperoleh 500.000 rupiah. Untuk tempat Ibadah masjid An Nashr, Masjid Makmur, dan Masjid Dakawon mendapat banyak 3.000.000 rupiah. Sedangkan Mushala Al Ikhlas, Mushalla Persatuan, dan Mushalla Jetis masing-masing Rp 1.500.000 rupiah. Untuk kelompok pembust shif dan pengedar infak Rp 1.000.000, sisa 52.000 rupiah untuk Kas Panitia. Selanjutnya Panitia merencanakan, untuk pelaksanaan sholat Idul Adha 1447.Rep Sugiyanto+ Moyudan

Loading

Pesan Khatib Sholat Ied di Lapangan Sumbersari : 3 Peran Umat Alumni Madrasah Ramadhan

Moyudan.Pdmsleman.Or.id Ramadhan telah memberi kesempatan kepada umat untuk memperbaiki diri, mengantarkan umat pada hari kemenangan. Berkat rahmat Allah SWT., umat mampu menahan lapar, dahaga, mengendalikan hawa nafsu hingga memperbanyak ibadah. Allah SWT. telah memberikan kehidupan, kesehatan, dan kesempatan menyambut Idul FItri dengan kebersihan hati. Ustad Heru Suprayitno menegaskan Idul Fitri bukan sekedar perayaan, tetapi awal dari ujian sesungguhnya. Bukan hanya merayakan kemenangan tetapi juga harus merenungkan apa yang harus dilakukan pasca Ramadan. Sebagai insan bertaqwa, sebagai alumni madrasah Ramadan, ada 3 JJJKperan penting umat. Pertama berperan untuk diri sendiri. Ramadan telah membentuk diri kita disiplin sholat, disiplin membaca Qur’an, disiplin menahan amarah, memperbanyak sedekah, serta manjauhi maksiat. “Kita harus menjadikan ibadah dan amal baik sebagai bagian dari hidup kita, bukan sekedar ritual musiman, dengan tetap istiqomah. Jangan biarkan semangat Ramadan mati begitu saja. Khusus kaum muda, remaja masjid, teruslah bersemangat mengurus kegiatan di masjid, jangan jauhkan dirimu dari masjid.” tegasnya. Kedua, berperan untuk keluarga, membangun rumah tangga dengan nilai-nilai Ramadan. Karena keluarga adalah benteng utama dalam membentuk peradaban. Jika ingin membangun bangsa yang kuat, mulailah dari keluarga yang kuat. Ramadan telah mengajarkan kepada kita arti kasih sayang, kebersamaan, dan tanggung jawab. Maka, setelah Ramadhan, kita harus terus membimbing keluarga dalam kebaikan, jangan biarkan rumah tangga diisi dengan kemaksiatan, pertengkaran dan kelalaian. Jadikan rumah tangga sebagai tempat penuh dengan ketenangan, ketaqwaan dan keberkahan. Sebagai suami, jadilah pemimpin yang adil dan bertanggung jawab. Sebagai istri, jadilah pendamping yang sholihah penuh kasih sayang. Sebagai orang tua, jadilah teladan bagi anak-anaknya. “Kita didik anak-anak menjadi generasi unggul dan kuat, kuat fisik, mental, ekonomi dan kuat keimanannya,” tegas khatib.Kedepan, anak-anak kita menghadapi tantangan yang tidak mudah, diperlukan mental kuat dengan terus memohon pertolongan Allah dengan sabar dan doa. Ketiga, berberan untuk bangsa, menjadi umat yang bermanfaat. Menukil Hadits Riwayat Ahmad, Khoirunnaas anfa’uhum linnaas. “Sebaik-baik umat adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.” Bangsa kita tidak hanya membutuhkan umat soleh individu, tetapi juga Soleh sosial yang peduli sesama dan peduli sosial. “Jangan hanya sibuk dengan ibadah pribadi, tetapi melupakan tanggungjawab sosial. Jangan hanya mencari pahala untuk diri sendiri, tetapi lupa menegakkan keadilan dan membela kebenaran di masyarakat,” tegasnya. Qur’an Al-Maidah: 2 mengajarkan umat untuk saling tolong-menolong dalam hal kebaikan dan taqwa, jangan bertolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. Di sinilah pentingnya sebuah organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, sebagai sarana untuk bersama-sama mencapai tujuan mulia dengan dakwah yang lebih baik, lebih terarah dan sistematis. Karena kebaikan yang tak terorganisir akan dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir. “Idul Fitri bukan akhir perjalanan ibadah, melainkan awal tantangan baru. Ramadhan telah menempa kita menjadi pribadi yang lebih baik, dan harus kita jaga dan kita terapkan nilai-nilai yang telah kita pelajari,” pungkasnya.Rep Sugiyanto Moyudan Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Kunjungan Majlis Tabligh Muhammadiyah Moyudan Teguhkan Umat Dalam Menjalankan Ajaran Islam

    Moyudan,Pdmsleman.Or.Id Di masa penjajahan Belanda, masyarakat awam termasuk umat Islam tidak diperbolehkan untuk belajar di sekolah, sementara ilmu pengetahuan agama maupun umum sangat dibutuhkan agar warga masyarakat berpengetahuan, dan dapat menjalankan ajaran agama dengan baik dan benar.    Sebelum Islam datang, di Nusantara sudah ada agama Hindu, Budha, animism dan dinamisme.  Hal tersebut berpengaruh pada umat Islam dalam pengamalan agama.  “Melihat kondisi seperti itu, Ahmad Dahlan tergerak agar umat bisa belajar dengan baik.  Beliau kemudian mendirikan Muhammadiyah, sehingga umat bisa belajar, dapat menjalankan ajaran sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad,” terang Ustad Nursalim dari Bagian Tabligh Pimpinan Muhammadiyah Moyudan di depan Jamaah Musholla Al-Ukhuwwah Depok Sombangan XIII Sumbersari Moyudan Sleman, MInggu (1/3/2026), usai Sholat Tarawih. Ustad Nursalim menegaskan Muhammadiyah bukanlah agama, tetapi sebuah organisasi atau persyarikatan umat yang dikelola dengan manajemen professional.  Persyariktan memiliki beberapa bagian seperti Tabligh, Tarjih, Bidang Pendidikan, dan berbagai amal usaha  “Bagian Tarjih misalnya membahas hukum-hukum dan tata cara ibadah, sehingga ummat tidak perlu lagi khawatir dalam menuaikan ajaran agama seperti bagaimana menunaikan sholat, zakat, puasa, haji dan lainnya,” papar Ustad Nursalim.   Muhammadiyah, lanjut Nursalim, memiliki kekayaan lebih dari 450 trilyun yang berasal dari ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) termasuk ribuan sekolah, universitas, poliklinik, rumah sakit.  Selain itu persyarikatan juga memiliki panti asuhan, lembaga sosial hingga institusi keuangan dan investasi, imbuhnya.  “Seluruh kekayaan itu milik persyarikatan Muhammadiyah, dikelola professional.  Jangan ragu menjalankan ibadah dan ber-Muhammadiyah, namun tetap menghormati dan menghargai organisasi keagamaan lain,” pesannya.  Jarak antara saat Nabi Muhammad mengenalkan Islam dengan sekarang terpaut cukup lama, sehingga Muhammadiyah berfungsi menuntun umat beribadah sesuai dengan ajaran nabi, terhindar dari pengaruh budaya, agama, dan kepercayaan yang ada sebelumnya. Muhammadiyah didirikan yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di tahun 1912 itu untuk memurnikan ajaran Islam, memajukan pendidikan dan sosial, papar Ustad Salim.  Ia juga mengajak seluruh jama’ah untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dengan memperbanyak amal, terlebih di bulan suci Ramadhan.  Hubungan sosial kemasyarakatan pun perlu dijaga untuk mewujudkan ketentraman dan kesejahteraan bersama. Berdasar surat Pimpinan Cabang Muhammadiyah Moyudan, pada Ramadhan 1447 H ini Majlis Tabligh menerjunkan 67 pendakwah, terbagi 13 kelompok, masing-masing terdiri dari 4 hingga 7 orang.  Para da’I atau pendakwah sebelumnya diberi pembekalan, kemudian mengunjungi dan memberi ceramah di 39 masjid / musholla yang tersebar se-Kalurahan Sumbersari Moyudan. Rep  Giek Sugiyanto Moyudan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kajian Malam Rabu Pon PRM Sombangan Raya

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammdiyah ( PRM) Sombangan Raya secara rutin melakukan kajian setiap malam Rabu Pon. Pada kajian kali ini berlangsung pada Selasa (20/1/2026) bertempat di rumah Sugiyanto, Sombangan.  Dalam kajian kali ini disampaikan oleh dua pemateri H. Wakijo dan H. Abu Hanifah. H. Wakijo dalam materinya mengulas tentang keistimewaan perintah shalat. Shalat merupakan ibadah yang istimewa karena perintahnya secara langsung dari Allah. Berbeda dengan puasa, zakat, haji perintahnya melalui Malaikat Jibril. ” Sholat yang baik dan benar akan mengubah perilaku yang baik pula.” Ungkapnya. “Untuk itu marilah kita koreksi diri sudahkan sholat yang kita lakukan sudah memiliki pengaruh terhadap diri kita.” Sambungnya Selanjutnya Wakijo bahwa sebentar lagi kita masuk bulan Sa’ban, dimana bulan tersebut bagi tradisi Jawa digunakan untuk ngirim doa untuk leluhur. Tradisi tersebut tidak ada perintah, tetapi juga tidak ada larangan asal tidak menyimpang dari ajaran. “Mendoakan leluhur yang paling baik adalah setelah shalat 5 waktu.” Ujarnya.  Pemateri ke dua disampaikan oleh H.Abu Hanifah, S.Ag. M.A yang juga ketua PCM Moyudan. Dalam materinya Abu Hanifah mengungkapkan terimakasihnya kepada PRM Sombangan yang tetap melestarikan pengajian. “Indikasi Muhammadiyah hidup adalah semangat melestarikan pengajian.” Ujarnya.  Selanjutnya Abu mengajak kepada Ranting Muhammadiyah untuk mempersiapkan Ramadhan dengan gembira. Yang dimaksud gembira bahwa Ramadhan merupakan bulan yang istimewa dalam 1 tahun. ” Marilah kita persiapkan baik secara fisik maupun dengan rencana kegiatan yang istimewa juga.” Ungkapnya. Senada dengan Wakijo Abu juga mengupas tentang Shalat. ” Dalam sebuah hadist menyebutkan bahwa didepan rumah umsat islam diibaratkan mengalir sebuah sungai, dan umat idlam tersebut selama 24 jam mandi 5 kali.” Tandasnya. Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa dari hadist tersebut membuktikan kalau kita melaksanakan Shalat dengan baik maka akan dibersihkan dari dosa. Sebagai penutup materi Abu Hanifah menuturkan untuk menuju ibadah yang baik kita harus melaksanakan tiga I yaitu Iman, Islam, dan Ihsan. “Ketiga hal tersebut ibarat sebuah bangunan Iman sebagai pondasi, Islam sebagai dinding yang, sedangkan Ihsan sebagai atap.” Tandasnya.   Rep Sugiyanto PRM Sombangan Raya- Editor  Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Pupuk Berbahan Alam, Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Hasil Panen 

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Banyak keluhan petani bahwa bertani itu susah dan mahal. Anggapan tersebut bukan tiada alasan, karena memang banyak petani yang sudah menggarap sawahnya dengan biaya tinggi tetapi hasilnya tidak memuaskan bahkan terjadi gagal panen. Guna mematahkan anggapan tersebut Jamaah Tani Muhammadiyah ( Jatam ) Moyudan memperkenalkan teknologi Biosaka dengan menghadirkan penemunya Muhammad AnsarAnsar yang juga seorang Founder Teknologi Bio-SAKA Petani Muda Indonesia.  Acara digelar pada Ahad ( 18/1/2026 ) nertempat di Eduwisata Kebun Buah Bendosari, Sumbersari, Moyudan, Sleman.  kegiatan tersebut dikuti 80 peserta yang bukan hanya dari Moyudan tetapi berasal dari Kapanewon lain di Kabupaten Sleman bahkan ada yang berasal dari Kota Yogyakarta.  Ketua Jatam Moyudan Ihsan Efendy saat memberikan sambutan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan jawaban kenapa banyak usia produktif yang terkena diabetes, asam urat dan kolesterol. Ternyata hal tersebut disebabkan oleh pola makan, karena mereka lebih banyak mengonsumsi makan yang berbahan kimia. “Hal tersebut pernah dibuktikan, pada pemeriksaan kesehatan gratis yang di gelar PCM beberapa waktu yang lalu, dari jumlah peserta 50 orang dengan usia antara 35-55 tahun, 19 orang diantaranya terkena diabet.” Ungkap Ihsan. Lebih lanjut Ihsan menyampaikan bahwa untuk mencegah berbagai penyakit akibat pola makan tersebut, Jatam Moyudan mengadakan pengenalan pembuatan pupuk berbahan alam.  “Kali ini kami datangkan langsung penemunya Bapak Muhammad Ansar.”Tuturnya. Ihsan menambahkan bahwa kegiatan tersebit dikuti oleh 80 orang peserta yang datang dari beberapa Kapanewon dengan berbagai latar belakang profesi. “Yang hadir pada saat ini dari berbagai profesi ada dari pegawai, petani, kelompok pengelola sampah, kelompok eco enzym dan lain sebagainya.” Tandasnya.   Selanjutnya Muhammad Ansar sebagai narasumber memaparkan hasil temuannya. Hal yang pertama diperkenalkan hasil fermentasi berbahan alam yang dapat menghilangksn polusi  udara. Hal tersebut dibuktikan langsung dihadapan peserta. Pada saat itu panitia mengeluarkan bangkai ikan yang baunya menyengat bahkan sampai di luar ruangan, setelah disemprot dengan hasil temuannya tersebut dalam waktu singkat bau sudah hilang. “Tapi mohon maaf hasil temuan ini belum bisa kami jelaskan tata cara pembuatannya.” Ujarnya. “Bahan ini bisa disempeotkan pada kotoran hewan, tumpukan sampah dan trlempat yang bau, insya allah bau akan hilang.” Imbuhnya.  Selanjutnya Ansar memaparkan tentang pupuk organik dengan bahan rumput. Selama ini para petani banyak meninggalkan bahan alam sebagai pupuk, rumput yang kita anggap tanaman pengganggu sebenarnya bida dibuat menjadi pupuk. “Bahkan kita sering beranggapan yang bisa kita jadikan pupuk adalah kotoran hewan, hal tersebut pendapat yang salah. “Coba kita pikir secara logika, hewan memakan rumput kemudian kotorannya dibuang, kan secara logika rumput adalah sumbernya.” Tandasnya. Lebih lanjut Ia menegaskan bahwa rumput memiliki unsur hara dan nitrogen, unsur yang dibutuhkan tanaman. Untuk membuat pupuk berbahan rumput tidak sulit.”Masukan rumput ke dalam wadah dan rendam dengan air. Air rendaman air tersebut bisa kita jadikan pupuk.” Ucapnya. “Tidak perlu ditambah gula, karena rumput tersebut sudah mengandung unsur gula.” Sambungnya.Ansar menambahkan bahwa manfaat Biosaka level N 1 memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan  yaitu meningkatkan kualitas udara, air, dan tanah. “Sedangkan dari segi pertanian Biosaka level N 1 dapat meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan pertumbuhan tanaman, ketahansn tanaman dari penyakit dan hama.” Pungkas Ansar.  Rep  Sugiyanto PCM Moyudan   Editor  Arief HArtanto MPI PDM Sleman

Loading

PCM Moyudan Berpartisipasi Dalam Pagelaran MSE #1

Sleman. Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah Sleman menggelar perhelatan akbar yang diberi nama Muhammadiyah Sleman Expo # 1 ( MSE #1 ). Kegiatan berlangsung di Sleman City Hall ( SCH) pada tanggal 9 – 11 Januari 2026. Dalam perhelatan tersebut menampilkan beberapa produks unggulan dari Muhammadiyah Bisnis Centra  ( MBC) dari masing-masing Pimpinan Cabang Muhammadiyah ( PCM) se- Kabupaten Sleman. Tidak ketinggalan MBC PCM Moyudan juga berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.   Ketua Majlis Bisnis, Ekonomi dan Pariwisata PCM Moyudan, Anton Sudarto menuturkan bahwa dalam kegiatan MSE tersebut PCM Moyudan menampilkan produk UMKM, produk MBC, dan produk Jamaah Tani Muhammadiyah ( Jatam) Moyudan. “Tidak ketinggalan kami juga menampilkan produk unggulan lainnya yaitu Lurik Moyudan.” Imbuh Anton.  Lebih lanjut Anton mengungkapkan bahwa MSE bisa menjadi sarana promosi MBC yang merupakan media Centra usaha di bawah Majlis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata PCM Moyudan. “Yang selama ini kami telah membuka stand usaha di Ruko SMK Muhammadiyah I Moyudan.” Tandasnya.  Ia juga mengungkapkan bahagianya karena pada Sabtu 10 Januari 2026, dalam kegiatan MSE stand PCM Moyudan dikunjungi langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah ( PDM) Sleman H. Harjaka, yang didampingi H. Abu Hanifah Ketua PCM Moyudan. Harjaka memberikan apresiasi atas partisipasinya PCM dalam kegiatan MSE. “Semoga Muhammadiyah semakin berkembang dan berdaya untuk kepentingan umat.” Ungkap Harjaka.-Rep  Sugiyanto PCM  Moyudan  Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Shodakoh Sampah Aisyiyah Betakan Berperan Dalam Kegiatan Sosial

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Shadakoh sampah merupakan suatu program dimana masyarakat mengumpulkan sampah yang bernilai ekonomis seperti plastik, kaleng, botol, kertas, dan lain-lain. pengumpulan barang tersebut dikelola oleh komunitas tertentu, dan hasilnya dijual untuk kepentingan sosial. Salah satu komunitas pengelola shadakoh sampah di Moyudan adalah Aisyiyah Betakan, Sumberrahayu, Moyudan Sleman. Kelompok tersebut sudah berdiri sejak tahun 2018, yang diketuai oleh Sita Winayah. Shadakoh sampah teesebut bermula dari sebuah keprihatinan, dimana banyak ibu-ibu di wilayah tersebut ada yang pinjam di bank plecit. Dari hal tersebut membuahkan suatu ide dari kelompok Aisyiyah, untuk dibentuk penglola shadakoh sampah, yang hasilnya digunakan untuk membantu yang memiliki pinjaman bank plecit. ” Disaat pengajian Ibu-ibu kami sampaikan rencana tersebut dan mendapatkan respon yang positif. ” Tutur Sita di rumshnya, Jum”at ( 12/12/2025 ). Lebih lanjut Ia mengutarakan bahwa dalam perkembangannya, hasil penjualan dari shadakoh sampah tersebut bisa digunakan untuk membantu warga yang sakit, biaya pengajian Ibu-ibu dan kegiatan sosial lainnya.” Bahkan untuk menanggulangi agar warga tidak terlibat pinjaman ke bank plecit atau rentenir, kami memberikan pinjaman ke warga tanpa bunga.” Sambungnya. Salah satu anggota Aisyiyah setempat Tri Sumiati menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebit Ibu-ibu atau keluarga sewaktu-waktu bisa mengumpulkan sampah anorganik di rumah sampah.” Selanjutnya kami pilah sesuai dengan jenisnya di hari Sabtu terakhir pada setiap bulannya.” Ungkap Tri. Tri, menambahkan bahwa anggota tidak terbatas, semua warga bisa mengumpulkan sampah rumah tangga. “Dengan demikisn semua warga bisa berkontribusi dalam membantu kegiatan sosial, walau berupa sampah.” Imbuhnya.Rep Sugiyanto Moyudan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Majelis  Ekonomi, Bisnis, Pariwisata PCM Moyudan Giat Sosialisasikan Jatam

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id  Majelis  Ekonomi, Bisnis, Pariwisata Pimpinan Cabang Muhammadiyah ( PCM) Moyudan giat mensosialisasikan Jamaah Tani Muhammadiyah ( Jatam). Hal tersebut dilatar belakangi banyaknya lahan persawahan yang dibiarkan nganggur di wilayah Moyudan. Padahal sawah merupakan sumber perekonomian keluarga, yang harus diberdayakan. Melihat kondisi tersebut Majelis  ekonomi, bisnis dan Pariwisata PCM Moyudan menggelar Pelatihan pertanian tanaman terpadu bagi jamaah Tani Muhammadiyah Moyudan. Ketua Majelis  ekonomi, bisnis dan Pariwisata PCM Moyudan Ihsan Efendi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut digelar pada Minggu, 30 November 2025 yang lalu, dan diikuti oleh 20 orang petani dari Ranting Muhammadiyah se Moyudan. ” Walau cuma diikuti oleh 20 orang, semoga peserta bisa membagikan ilmu yang didapat kepada anggota masyarakat atau jamaah.” Tutur Ihsan di rumahnya, Rabu (10/12/2025 ). Ihsan menambahkan kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara PCM Moyudan, Lazismu  Moyudan dan LPK Palem Madu., ” Kami mengambil tema integrated farming pertanian berkelsnjutan.” Imbuhnya. Ia juga menuturksn  bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mensosislisasikan Jatam, dan memberikan pengetahuan pertanian terpadu. “Sementara ini yang ada di masyarakat kita masih terbatas tanam padi, padi, pantun, dan belum melakukan pola tanam yang baik.” Tambah Ihsan “Selain itu para petani belum bisa memanfaatkan, , tanaman rumput yang kadang menjadi sarang tikus. Maka dari itu akan kami integrasikan pertanian dengan peternakan.’” Ia juga berharap Jatam bisa menjadi mitra usaha Kebun Buah Bendosari. Rep      : Sugiyanto Kontributor PCM Moyudan Editor  : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Tiga Hal Yang Membuat Amal Manusia Bangkrut

Moyudan, Pdmsleman.Mu.or.Id Forum Koordinasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( FK PRM) Sumbersari kembali menggelar pengajian rutin Ahad Pahing, kali ini berlangsung pada Ahad ( 15/11/2025 ) bertempat di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.  Pada pengajian tersebut menghadirkan Ustadz Imam Triyono, S.Ag dengan mengambil tema amal shaleh. Di awal tausihnya imam mengutarakan bahwa amal shaleh manusia dapat digambarkan sebagai bukit, apabila tidak bisa bisa menjaga bukit tersebut bisa longsor. Selain itu amal shaleh dalam kehidupan bagaikan tabungan, yang bisa bertambah dan berkurang.” Untuk menjaga dan mempertahankan amal shaleh tersebut tergantung kepada kita sebagai pemiliknya.” Tandanya.  Lebih lanjut Imam menambahkan untuk menjaga agar amal shaleh tidak habis atau bangkrut harus menghindari tiga hal yaitu riya’ atau suka pamer, meremehkan orang lain dan merasa amalnya sudah cukup. “Riya’ dapat diartikan  menduakan Allah dengan yang lain.” Tandasnya. “Sedangkan perbuatan merendahkan orang lain itu larangan Allah, yang ditegaskan dalam Al Qur’an Surat Al  Hujrat ayat 11, yang artinya Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengilok-olok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka yang diperolok-olokan lebih baik dari mereka yang mengolok-olok.” Sambungnya.  Imam pun menambahkan bahwa  syarat untuk menghindari bangkrutnya amal shaleh dapat melakukan dia hal yaitu tidak sombong dan apabila diejek dibalas dengan doa.  Rep Sugiyanto PRM Sombangan Raya) Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading