Moyudan,Pdmsleman.Or.Id
Di masa penjajahan Belanda, masyarakat awam termasuk umat Islam tidak diperbolehkan untuk belajar di sekolah, sementara ilmu pengetahuan agama maupun umum sangat dibutuhkan agar warga masyarakat berpengetahuan, dan dapat menjalankan ajaran agama dengan baik dan benar. Sebelum Islam datang, di Nusantara sudah ada agama Hindu, Budha, animism dan dinamisme. Hal tersebut berpengaruh pada umat Islam dalam pengamalan agama. “Melihat kondisi seperti itu, Ahmad Dahlan tergerak agar umat bisa belajar dengan baik. Beliau kemudian mendirikan Muhammadiyah, sehingga umat bisa belajar, dapat menjalankan ajaran sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad,” terang Ustad Nursalim dari Bagian Tabligh Pimpinan Muhammadiyah Moyudan di depan Jamaah Musholla Al-Ukhuwwah Depok Sombangan XIII Sumbersari Moyudan Sleman, MInggu (1/3/2026), usai Sholat Tarawih.
Ustad Nursalim menegaskan Muhammadiyah bukanlah agama, tetapi sebuah organisasi atau persyarikatan umat yang dikelola dengan manajemen professional. Persyariktan memiliki beberapa bagian seperti Tabligh, Tarjih, Bidang Pendidikan, dan berbagai amal usaha “Bagian Tarjih misalnya membahas hukum-hukum dan tata cara ibadah, sehingga ummat tidak perlu lagi khawatir dalam menuaikan ajaran agama seperti bagaimana menunaikan sholat, zakat, puasa, haji dan lainnya,” papar Ustad Nursalim.
Muhammadiyah, lanjut Nursalim, memiliki kekayaan lebih dari 450 trilyun yang berasal dari ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) termasuk ribuan sekolah, universitas, poliklinik, rumah sakit. Selain itu persyarikatan juga memiliki panti asuhan, lembaga sosial hingga institusi keuangan dan investasi, imbuhnya. “Seluruh kekayaan itu milik persyarikatan Muhammadiyah, dikelola professional. Jangan ragu menjalankan ibadah dan ber-Muhammadiyah, namun tetap menghormati dan menghargai organisasi keagamaan lain,” pesannya.
Jarak antara saat Nabi Muhammad mengenalkan Islam dengan sekarang terpaut cukup lama, sehingga Muhammadiyah berfungsi menuntun umat beribadah sesuai dengan ajaran nabi, terhindar dari pengaruh budaya, agama, dan kepercayaan yang ada sebelumnya. Muhammadiyah didirikan yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di tahun 1912 itu untuk memurnikan ajaran Islam, memajukan pendidikan dan sosial, papar Ustad Salim. Ia juga mengajak seluruh jama’ah untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dengan memperbanyak amal, terlebih di bulan suci Ramadhan. Hubungan sosial kemasyarakatan pun perlu dijaga untuk mewujudkan ketentraman dan kesejahteraan bersama.
Berdasar surat Pimpinan Cabang Muhammadiyah Moyudan, pada Ramadhan 1447 H ini Majlis Tabligh menerjunkan 67 pendakwah, terbagi 13 kelompok, masing-masing terdiri dari 4 hingga 7 orang. Para da’I atau pendakwah sebelumnya diberi pembekalan, kemudian mengunjungi dan memberi ceramah di 39 masjid / musholla yang tersebar se-Kalurahan Sumbersari Moyudan.
Rep Giek Sugiyanto Moyudan
Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()






