Kajian Sabtu Pagi Masjid Baiturrahim Turi, Menguatkan Ibadah Pasca Ramadhan di Tengah Fenomena Syawalan

Facebook
Twitter
LinkedIn

Turi, Pdmsleman.Or.Id

Masjid Baiturrahim Turi kembali menggelar Kajian Sabtu Pagi pada Sabtu (18/4/2026) dengan menghadirkan Ustadz Drs. H. Sigit Warsito, MA. Kajian yang diikuti jamaah dari berbagai kalangan ini mengangkat tema “Hikmah Ibadah Pasca Ramadhan”, menyoroti pentingnya menjaga konsistensi ibadah setelah bulan suci berakhir.

Menurut Takmir Masjid, DR. H. Agus Nugroho S, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan umat agar tidak mengalami penurunan kualitas ibadah setelah Ramadhan.

Kajian ini menjadi pengingat bagi kita semua agar semangat ibadah yang telah dibangun selama Ramadhan tidak hilang begitu saja, tetapi justru terus ditingkatkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Ustadz Sigit Warsito menyoroti fenomena yang terjadi di masyarakat saat ini, yakni maraknya kegiatan syawalan yang masih berlangsung meskipun sudah memasuki bulan Dzulqa’dah. Ia menegaskan bahwa tradisi syawalan tidaklah dilarang, namun perlu disikapi secara proporsional.

Syawalan itu hukumnya mubah, boleh dilakukan. Namun yang menjadi masalah adalah ketika sesuatu yang mubah justru mengalahkan amalan sunnah yang dianjurkan, seperti puasa Syawal,” jelasnya.

Ia menambahkan, banyaknya agenda syawalan seringkali membuat umat Islam lalai dalam menjalankan ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar. Kondisi ini, menurutnya, perlu menjadi bahan evaluasi bersama.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Sigit juga mengangkat fenomena “futur” atau melemahnya semangat ibadah pasca Ramadhan. Ia mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yang menjelaskan bahwa setiap amal memiliki masa semangat dan masa penurunan.

Rasulullah mengingatkan bahwa siapa yang ketika semangat tetap berada dalam sunnah-Nya, maka ia termasuk orang yang beruntung. Sebaliknya, yang meninggalkan sunnah saat futur, maka ia termasuk orang yang merugi,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan pesan dari Umar bin Khattab terkait pentingnya menjaga keseimbangan ibadah. Ketika dalam kondisi semangat, umat dianjurkan memperbanyak amalan sunnah. Namun saat kondisi melemah, setidaknya tetap menjaga amalan wajib.

Tak hanya itu, kajian juga mengajak jamaah untuk melakukan muhasabah diri. Ustadz Sigit mengingatkan bahwa Allah telah menjanjikan berbagai keutamaan bagi orang yang bertakwa, di antaranya diberikan jalan keluar dari kesulitan dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Jika kita merasa belum mendapatkan apa yang dijanjikan Allah, maka perlu kita introspeksi diri. Jangan-jangan ibadah puasa kita belum benar-benar mengantarkan kita menjadi pribadi yang bertakwa,” ungkapnya.

Kajian yang berlangsung khidmat ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi jamaah untuk terus menjaga kualitas ibadah, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, semangat beribadah tetap terjaga dan memberikan dampak positif bagi kehidupan pribadi maupun sosial masyarakat.

Loading

Leave a Replay