Sleman, Pdmsleman.Or.Id
Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman menggelar seminar kesehatan reproduksi bertajuk “Remaja Berakhlak dan Sehat: Perspektif Islam dalam Kesehatan Reproduksi” di Hall Baroroh, Gedung Siti Walidah Lantai 4 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti ratusan pelajar perwakilan SMU/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman.
Seminar tersebut bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi yang selaras dengan nilai-nilai akhlakul karimah. Penyelenggara menilai, remaja saat ini menghadapi tantangan serius, baik dari sisi kesehatan fisik maupun degradasi moral akibat arus informasi yang tidak terbendung.
Dalam sesi pemaparan, Anjarwati, S.SiT., MPH menjelaskan dari perspektif medis bahwa pemahaman terhadap fungsi organ reproduksi menjadi dasar penting bagi remaja. “Edukasi kesehatan reproduksi tidak boleh dianggap tabu. Justru dengan pemahaman yang benar, remaja dapat menjaga diri dari risiko penyakit maupun perilaku yang merugikan,” ujarnya.
Sementara itu, Royan Utsany, Lc., M.S.I menyoroti aspek keislaman dalam menjaga kehormatan diri. Ia menegaskan bahwa kesehatan fisik harus berjalan beriringan dengan kekuatan iman. “Remaja harus memiliki benteng akhlak. Menjaga kehormatan diri bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga perintah syariat yang melindungi manusia dari kerusakan,” katanya.
Materi edukasi juga diperkuat oleh Bhakti Gusti Walinegoro, S.IP., MPP yang memperkenalkan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta sebagai institusi pendidikan yang mengintegrasikan ilmu kesehatan dengan nilai-nilai Islam. Ia mendorong peserta untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan akademik yang mendukung pembentukan karakter.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Dr. Ismarwati, S.ST., S.KM., M.PH dari Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY, Dr. Yuli Isnaeni, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom dari unsur rektorat UNISA, serta jajaran pimpinan PDA Sleman dan Majelis Dikdasmen.
Ketua PDA Sleman, Dra. Hj. Hanik Rosyada, M.Ag dalam sambutannya menegaskan pentingnya pembinaan generasi muda secara menyeluruh. “Melalui seminar ini, kita ingin mencetak remaja Muhammadiyah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik dan memiliki benteng iman yang kuat,” tuturnya.
Ia menambahkan, peran keluarga, sekolah, dan organisasi seperti ‘Aisyiyah sangat strategis dalam membentuk karakter remaja di tengah tantangan globalisasi.
Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, termasuk diskusi interaktif yang membahas isu-isu aktual seputar pergaulan remaja dan kesehatan reproduksi. Panitia berharap, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan terselenggaranya seminar ini, PDA Sleman berharap para pelajar mampu menjadi agen perubahan yang mempromosikan gaya hidup sehat dan berakhlak di lingkungan sebaya. Edukasi berkelanjutan dinilai menjadi kunci dalam menciptakan generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berdaya saing di masa depan.
Agustina Suprobowati Sekretaris Majelis Kesehatan. PDA
Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()






