Panitia Shalat Ied Lapangan Sumbersari Mentasarufkan Hasil Infak

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1446 H/ 2025 yang berlangsung pada Jum’at (6/6/2025) di Lapangan Sumbersari mendapatkan infak sebesar 20.403.000 rupiah. Melalui rapat Panitia yang berlangsung pada Jum’at malam ( 13/6/2025) bertempat di rumah Eka Endarto Dukuh, Sumbersari Moyudan. Adapun keputusan rapat memutuskan untuk Mentasarufkan hasil infak Shalat Idul Adha di Lapangan Sumbersari. Dari hasil Infak tersebut ditasrufkan untuk Panitia Takbir keliling 3 juta rupiah untuk PCM Moyudan melalui Panitia Pembangunan gedung dakwah sebesar 3.5 juta rupiah. Selanjutnya untuk Masjid Al Ikhlas Klisat 3 juta rupiah, mushala Al Ihllas Semingin, dan Mushala Al Islah Nasri masing-masing 1,5 juta rupiah. Untuk Lembaga Pendidikan SD Muhammadiyah Semingin dan TK Kartini Semi Asri masing-masing 500 ribu rupiah. Sedang untuk PAUD yaitu PAUD Kuncup Mekar, PAUD Aisyiah Arum Sari dan PAUD Tunas Bangsa masing-masing 250 ribu rupiah. Selain itu ditasyarufkan untuk TPA   AL Hikmah Tegalrejo, TPA Al- Ihklas Klisat, TPA MMS Semingin, TPA Ibnu Sina, dan TPA AL-Falah Sombangan, masing-masing 250 ribu rupiah. Sedangkan untuk PRM Tegalrejo, Klisat, Semingin, Tiwir dan Sombangan masing-masing mendapat 300 ribu rupiah. Untuk Panitia penyelenggara yang mempersiapkan pembuatan shof dan petugas infak mendapat bagian 1 juta rupiah. Sisa dari pentasyarufan tersebut dipergunakan untuk operasional dan kas panitia. ( Sugiyanto)

Loading

Kreatifitas Jamaah Mewarnai Gema Takbir Keliling Idul Adha 1446 H

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Lomba Gema Takbir Keliling Idul Adha yang digelar Forum Komunikasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sumbersari berjalan dengan meriah. Lomba Gema Takbir berlangsung pada Sabtu ( 7/6/2025 ) mengambil start dan finish lapangan Sumbersari, Moyudan, Sleman.Junaidi Ketua Panitia Gema Takbir Keliling Forum Komunikasi PRM Sumbersari dalam laporannya menyampaikan bahwa lomba Gema Takbir baru pertama kali diselenggarakan oleh Forum Komunikasi PRM, semoga pada tahun-tahun berikutnya bisa berlanjut. Selanjutnya Ia melaporkan bahwa Gema Takbir diikuti oleh 13 jamaah terdiri dari 12 regu dari Sumbersari dan 1 regu dari Sumberrahayu.“Pada Lomba Gema Takbir kali ini Panitia menyediakan Trophy bergilir dan trophy tetap untuk juara 1, untuk Juara 2, dan 3 juga mendapatkan trophy tetap ditambah juara harapan 1.2dan 3.” Tuturnya.Junaidi menambahkan selain trophy paniatia juga menyediakan uang pembinaan untuk juara 1 sebesar 1.5 juta. Untuk juara 2 dan 3 Masing-masing menerima 1.250.000 rupiah dan 1 juta rupiah. Sedangkan untuk juara harapan 1 s.d 3 masing-masing menerima 500 ribu rupiah. ” Selain itu semua peserta akan menerima penghargaan dari Panitia.” Pungkasnya.Selanjutnya Lurah Sumbersari Sukadi dalam sambutannya atas nama pemerintah Sumbersari memberikan apresiasi kepada Panitia dan peserta Takbir Keliling. Lebih lanjut Lurah Sumbersari mempersilahkan untuk menggunakan fasilitas Kalurahan baik lapangan maupun pendopo Kalurahan untuk kegiatan yang positif. Ia juga merasa bangga dengan kreatifitas peserta yang lebih menonjolkan budaya.” Budaya merupakan cara hidup yang berkembang yang dimiliki kelompok masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi, yang harus kita lestarikan.” Tuturnya.Selanjutnya Ia juga berharap agar peserta untuk menjaga ketertiban.” Jaga kebersamaan dan jalinan silaturahmi tetap diutamakan, semoga dari awal sampai akhir berjalan lancar.” Pungkasnya.Sedangkan Panewu Moyudan Agung Dwi Maryoto pada kesempatan memberikan sambutan menyampaikan atas nama Bupati Sleman mengapresiasi diselenggarakannya lomba Gema Takbir Keliling yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi PRM Sumbersari. Selanjutnya Ia juga menyampaikan terimakasihnya , sehingga bersama Forum Pimpinan Kapanewon bisa bersilaturahmi dengan warga Sumbersari. Panewu Moyudan juga berpesan kepada peserta. ” Bagi juara jangan bangga, dan yang kalah jangan kecil hati, harus tetap semangat.” Ujarnya.Selanjutnya Panewu Moyudan berkenan menyalakan obor dan menabuh beduk sebagai pertanda untuk peserta mengawali Takbir keliling.Hal yang cukup mbanggakan dari peserta mengambil berbagai tema yang memberikan semangat perjuangan umat Islam.Selain itu nuansa budaya sangarlah kental, baik dari aksesoris maupun dalam berbusana. Selain nuansa islami juga tidak meninggalkan budaya Jawa seperti kereta kencana dan lain sebagainya.( Sugiyanto / PCM Moyudan )

Loading

Qurban Lazismu DIY 1446H: Titipan Berkah dari BPKH untuk Umat

Moyudan,  Pdmsleman.Or.Id Lazismu DIY  pada Qurban Idul Adha 1446 H kali ini berkolaborasi  dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Indonesia  n untuk mengelola hewan qurban yang akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada hari Jum’at, 6 Juni 2025, dua ekor sapi diserahkan di Musholla At-Taqwa, Semingin Kidul, Sumbersari, Moyudan, Sleman, Yogyakarta untuk disembelih dan didistribusikan bagi warga setempat. Sofyan Haryanto, perwakilan dari KL Lazismu Moyudan, menjelaskan “ Alhamdulillah kami diberikan kepercayaan dan menjalankan tugas untuk mendistribusikan hewan dan daging kurban ke daerah-daerah sasaran bersama tim Lazismu sudah solid melalui program Qurban Untuk Ketahanan Pangan. Dengan program ini, masyarakat dari berbagai pelosok dapat merasakan manfaat dari qurban kali ini,” ujarnya. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dalam penghimpunan, pendistribusian, dan pelaporan qurban secara terintegrasi di seluruh wilayah DIY. Penentuan lokasi penyaluran hewan qurban dilakukan berdasarkan pengajuan, rekomendasi, dan hasil assessment yang dilakukan oleh Lazismu DIY bekerja sama dengan Lazismu di masing-masing tingkatan, khususnya di titik-titik kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta program penguatan akidah. Jefree Fahana, ST., M.Kom, Ketua Badan Pengurus Lazismu DIY, mengungkapkan rasa terima kasih kepada BPKH RI yang telah mempercayakan Sedekah Kurban melalui Lazismu DIY. “Semoga kita terus menjadi mitra BPKH dalam program-program kemaslahatan lainnya, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” harapnya. Dengan kolaborasi ini, diharapkan program qurban tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan ketahanan pangan di masyarakat. Semoga setiap titipan hewan qurban ini menjadi berkah dan membawa manfaat yang luas bagi umat. Reportase  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Tauhid yang Lurus Melahirkan Perbuatan Lahir Batin yang Lurus

Moyudan , Pdmsleman.Or.Id Alunan takbir, tahlil dan tahmid membahana di bumi sebagai pertanda wujud syukur kepada sang Pencipta. Rumput hijau menjadi tempat bersujud sebagai bukti penyerahan diri kepada Illahi Rabbi. Hal tersebut dilakukan ribuan umat Islam untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1446 H. Salah satunya yang bertempat di Lapangan Sumbersari, Moyudan, Sleman. Sholat Ied yang berlangsung pada hari Jum’at ( 6/6/2025 ) dengan imam dan khatib H. Muhammad Qosim Ausath. S. Ag. Dalam mengawali khotbahnya Qosim mengutarakan bahwa dalam shalat tersebut adalah untuk mengenang kembali sosok agung Ibrahim, AS, Khalilullah, Abu Anbiya, Rasul Ulul Azmi, dan seorang Bapak Tauhid yang diakui  agama-agama besar dunia. Sosok  pilihan Allah di dunia, dan salah satu orang shaleh di akhirat. Sebagaimana termsktub dalam Al Qur’an Surat Albakarah ayat 130.Ibrahim disebut Bapak Tauhid karena ketegasannya, keistiqomahannya, dan revolusiiner dalam menyerukan keyakinan pada satu Tuhan di saat mayoritas mutlak manusia pada zamannya menyimpang dari Tauhid. ” Ibrahim muda lahir di tengah masyarakat yang kental dengan praktik zodiak, menyembah berhala dan bintang-bintang. Namun dengan akal jernihnya, Ibrahim muda tetap teguh dan kuat dalam pendirian.” Tandasnya. Lebih lanjut Qosim mengungkapkan bahwa Tauhid yang lurus pasti akan melahirkan perbuatan lahir batin yang lurus. Sebab ia lahir dari cinta kepada Allah. Salah satu puncak ketulusan iman, adalah mendermakan yang terbaik yang dimilikinya untuk dipersembahkan kepada-Nya sesuai perintah Allah dalam Surat Al-Imran ayat 92.” Pada praktiknya manusia tidak semudah membaca kisah dan berita. Faktanya, dalam hal berderma ini, kita semua tanpa kecuali memiliki watak buruk dalam jiwa.” Ujar QosimQosim. Sifat tamak merasuki jiwa seseorang, padahal tamak muncul karena hawa nafsu. Ketamakan adalah hasrat yang tak akan pernah terpuaskan, keinginan berlebih, yang tidak lagi mempedulikan etika dan dampaknya pada orang lain. ” Pada hari ini kita diperintahkan untuk berkurban, sebagai simbol menyembelih ketamakan terhadap segala sesuatu yang kita cintai di dunia ini.” Imbuh Qosim. Di akhir khutbahnya Qosim mengajak jamaah untuk  tunduk patuh dengan memelihara dan menjaga shalat 5 waktu. ” Dengan shalat melatih kita semua merendahkan diri, melatih kepstuhan hati, dan melatih menggunakan anggota badan untuk taat kepada Allah.” Pungkasnya. ( Sugiyanto PCM Moyudan)

Loading

Kajian Rutin PRM Sombangan Raya Bersama Ustadz H. Qosim Ausath

Moyudan,Pdmsleman.Or.Id Kajian Rutin PRM Sombangan Raya Bersama Ustadz H. Qosim AusathPimpinan Ranting Muhammadiyah ( PRM) Sombangan Raya, Sumbersari, Moyudan, Sleman menggelar kajian rutin setiap malam Rabu Pon. Kajian yang berlangsung pada Selasa ( 20/5/2025 ) di rumah Rahmat Anton Widodo.Kajian rutin yang dihadiri segenap PRM dan PRA Sombangan Raya tersebut juga rutin menghadirkan Ustadz H. Qosim Ausath S.Ag.Pada kajian kali ini Ustadz Qosim membahas tentang Shalat.Shalat yang dikerjakan di dunia tapi ngefek di akhirat, karena shalat yang akan dihisap pertama kali di akhirat.Selanjutnya Ustazd Qosim membeberkan hikmah dari shalatshalat. ” Hikmah dari shalat yaitu kita dilatih untuk merendahkan diri secara berlebihan. ” Ungkapnya.Perbuatan dan perkataan kaum Muslim tidak hanya merendahkan diri kepada Allah, tetapi dilanjutkan dengan kerendahan hati untuk taat dan patuh. Sejak awal kita shalat dengan mengucap takbiratul ikhram yang artinya mengharamkan sesuatu perbuatan, tindakan dan perkataan. ” Jadi dalam shalat dilarang untuk melakukan perbuatan, tindakan, dan perkataan selain yang disyariatkan.” Tandasnya.Adapun untuk bisa melaksankan shalat dengan khusuk harus mengingat 3 hal. Dari 3 hal tersebut yang pertama merupakan perintah sesuai dalam Al Qur’an Surat Thaha ayat 14, Allah memerintahkan untuk ingat kepada-Nya. Yang ke dua adalah larangan, Allah melarang yaitu hamba-Nya untuk lengah atau lalai dalam shalatnya, yang termaktub dalam Al Qur’an Surat Al-A’raf ayat 205.” Sedangkan yang ke tiga merupakan himbauan agar kita tidak shalat dalam keadaan mabuk, sesuai dengan Al Qur’an Surat An-Nisa, ayat 43.” Imbuhnya.Rep Sugiyanto/PRM Sombangan)

Loading

SD Muhammadiyah Semingin Meraih 4 Tropy Kejuaraan Kompetisi Minat dan Bakat

Komite mendukung penuh semua kompetisi yang diikuti siswa-siswi, bahkan kompetisi yang diikuti oleh guru-guru sekolah tersebut. “Keikutsertaan dalam berbagai kompetisi merupakan wahana untuk mengasah prestasi, menguatkan mental dan karakter serta membentuk pribadi juara sesuai bidang yang ditekuni,” pungkas Eny Purwaningsih kepala SD Muhammadiyah Semingin. Rep Edy – KIM Moyudan)

Loading

Menipisnya Iman Akan Berpengaruh Pada Hilangnya Kejujuran Pada Diri Seseorang

Moyudan, Pdmsleman.Mu.Or.IdPelaksanaan Shalat Idul Fitri 1446 H serentak berlangsung pada Senin ( 31/3/2025 ). Salah satunya di Lapangan Sumbersari, Moyudan, Sleman.Shalat Id yang diikuti ribuan umat Muslim tersebut menghadirkan Imam dan Khatib H. Abu Hanifah Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah ( PCM) Moyudan.Dalam khotbahnya Abu Hanifah mengutarakan bahwa setelah sebulan menjalankan ibadah Ramadhan semoga menjadikan kita kepada hamba Allah yang bertakwa. Takwa merupakan golongan umat yang paling mulia di sisi Allah.” Setelah Ramadhan usai, hendaknya kita senantiasa tetap teguh dan istiqomah di dalam kebaikan dan ketakwaan kapanpun dan dimanapun.” Papar Abu.Selanjutnya Abu mengutarakan bagi orang yang berpuasa dengan benar tidak mungkin menjadi pendusta, berlaku curang, menjadi pencuri, koruptor dan sebagainya. Rendahnya kejujuran menjadi keprihatinan, bahkan terjadinya krisis moral yang sedang melanda bangsa kita. Salah satunya adalah hilangnya kejujuran pada sebagian Anak bangsa.” Menipisnya iman akan mempengaruhi hilangnya kejujuran pada diri seseorang.” Imbuhnya.Abu juga menambahkan dan berharap agar lulusan Madrasah Ramadhan menumbuhkan pribadi yang bertakwa dengan karakter mulia yang dihiasi dengan kemuliaan akhlak.Selanjutnya Ia juga menuturkan bahwa diharamkan masuk neraka bagi 4 pribadi yang Hayin, layun, salin, dan qoribu minannas.” Hayin yaitu rendah hati, layin yaitu lemah lembut, sahlin adalah memudahkan urusan sesama, sedangkan qoribu minannas adalah dekat dengan manusia.” Jelas Abu.Di akhir khutbahnya Abu menyampaikan bahwa PCM Moyudan akan segera membangun gedung dakwah, yang membuka penawaran investasi yang tidak akan rugi. Dengan memberikan amal jariyah dan turut berpartisipasi dalam pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Moyudan.” Segera lakukan langkah nyata untuk kemajuan agama Islam di Moyudan, ingat janji Allah. Barang siapa memberikan pinjaman kepada Allah dengan pinjamam yang baik, maka Allah akan mengembalikan berlipat ganda pahala untuknya dan diberikan surga.” Pungkas Abu.( Giek/PCM Moyudan)

Loading

Sikap Riya’ dan Membanggakan Diri Merusak Amal

Moyudan,Pdmsleman.Or.id Forum Komunikasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( PRM) se-Sumbersari menggelar pengajian rutin setiap Ahad Pahing. Pada pengajian yang berlangsung Ahad ( 16/3/2025 ) yang bertempat di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman menghadirkan Ustadz Dr. Nurdin Zuhdi. S. Th.I, M.Si dosen Unisa Yogyakarta., Dalam tausiahnya beliau menukil sebuah kisah Abu Yazid Al Bustoni, ketika dalam perjalanan diikuti seekor anjing. Setiap langkah selalu diikuti bahkan Abu Yazid mengangkat gamisnya. Ketika berhenti, anjing juga berhenti menatapnya dengan tajam sembari berkata Najis di hati tidak bisa dibasuh. Dari nukilan kisah tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa najis secara lahir bisa dibersihkan tetapi najis di hati sulit untuk dibersihkan.” Dari kisah tersebut merupakan ayat kauniyah, bahwa kita harus bersih dari sifat takabur, sombong, iri, dengki dan riyak.” Jelas Nurdin.Dalam Al qur’an Surat Anajm ayat 32 disebutkan, ” Yaitu mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan- kesalahan kecil. Sungguh Tuhanmu maha luas ampunan-Nya.” Ujarnya.Lebih lanjut Nurdin menyampaikan bahwa sifat Riyak dan membanggakan diri akan merusak amal yang sudah dilakukan.Selanjutnya Ia juga menjelaskan tentang puasa, bahwa puasa berasal dari shiam dan shoum. Shiam artinya menahan masuknya sesuatu dari luar ke dalam, sedangkan shoum menahan dari dalam ke luar. ” Marilah kita tingkatkan kualitas puasa kita dengan shiam dan Shoum.” Pungkasnya.Sebelum acara inti, Lurah Sumbersari pada kesempatan memberikan sambutan mrnyampsikan atas nama Pemerintah Kalurahan Sumbersari mengapresiasi Forum PRM Sumbersari yang dalam penyelenggaraan pengajian rutin peserta semakin bertambah.” Pendopo ini milik masyarakat silahkan digunakan untuk kegiatan masyarakat.” Ujarnya. Lebih lanjut Ia juga menyampaikan dengan diselenggarakan prngajian rutin berarti sudah membantu pemerintah dalam pembangunan Sumberdaya Manusia Sumbersari terutama pada mental spiritual. ” Dengan modal mental yang baik insya allah akan terwujud masyarakat yang berahklak mulia.’” Imbuhnya.Sedangkan Abu Hanifah Ketua Pimpinan Cabang Muhammadoyah ( PCM) Moyudan pada kesempatan mrmberikan sambutan mengungkapkan adanya pengajian rutin di Sumbersari ini bisa menginspirasi Kalurahan lain di Kapanewon Moyudan. Selanjutnya Ia berharap terus bersinergi antara PRM dan PCM dalam amar makruf nahi munkar. Reportase Gik/PCM Moyudan) Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pembinaan Kesehatan Dan Kesejahteraan Lansia Muhammadiyah Moyudan

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Sabtu 22 Februari 2025 udara cerah mengiringi kegiatan  pembinaan kesehatan Lansia Klinik Aisyiyah Moyudan. Kegiatan tersebut dikemas diawali Senam Lansia yang diikuti 65an orang dari lingkungan Muhammadiyah Moyudan dan sekitarnya, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan kesehatan dan  kesejahteraan oleh DR Triwshyuni Sukesi,M.Kes. Dalam pembinaannya, kata dosen UAD yang mukim di Jakal itu, bahwa “Lansia harus punya semangat untuk mandiri dan tidak boleh merasa sebagai orang yang sudah tidak berguna di masyarakat”. Lansia adalah merupakan orang yang telah sukses berjuang pada masanya dan tetap harus  semangat untuk hidup sehat, yang  harus ditumbuhkan dari  diri sendiri dengan menjalin komunikasi yang baik dalam komunitasnya, komunikasi yang baik ini yang akan membawa kebahagiaan di hari tua ini. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama MPKS PDM Sleman bekerjasama dengan Klinik Aisyiyah Moyudan. AS.Ardani Wakil PDM Sleman yang membidangi MPKS yang juga anggota BPH Klinik Aisyiyah dan Wahyu Purhantoro Ketua MPKS serta dr.   Alfu Rafdi Direktur Klinik Aisyiyah Moyudan hadir dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya,  dokter yang berasal di Godean itu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan dimasa yang akan datang setelah lebaran 1446 H kegiatan ini akan semakin diintensifkan. Reportase  AS Ardani PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading