Tiga Hal Yang Membuat Amal Manusia Bangkrut

Moyudan, Pdmsleman.Mu.or.Id Forum Koordinasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( FK PRM) Sumbersari kembali menggelar pengajian rutin Ahad Pahing, kali ini berlangsung pada Ahad ( 15/11/2025 ) bertempat di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.  Pada pengajian tersebut menghadirkan Ustadz Imam Triyono, S.Ag dengan mengambil tema amal shaleh. Di awal tausihnya imam mengutarakan bahwa amal shaleh manusia dapat digambarkan sebagai bukit, apabila tidak bisa bisa menjaga bukit tersebut bisa longsor. Selain itu amal shaleh dalam kehidupan bagaikan tabungan, yang bisa bertambah dan berkurang.” Untuk menjaga dan mempertahankan amal shaleh tersebut tergantung kepada kita sebagai pemiliknya.” Tandanya.  Lebih lanjut Imam menambahkan untuk menjaga agar amal shaleh tidak habis atau bangkrut harus menghindari tiga hal yaitu riya’ atau suka pamer, meremehkan orang lain dan merasa amalnya sudah cukup. “Riya’ dapat diartikan  menduakan Allah dengan yang lain.” Tandasnya. “Sedangkan perbuatan merendahkan orang lain itu larangan Allah, yang ditegaskan dalam Al Qur’an Surat Al  Hujrat ayat 11, yang artinya Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengilok-olok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka yang diperolok-olokan lebih baik dari mereka yang mengolok-olok.” Sambungnya.  Imam pun menambahkan bahwa  syarat untuk menghindari bangkrutnya amal shaleh dapat melakukan dia hal yaitu tidak sombong dan apabila diejek dibalas dengan doa.  Rep Sugiyanto PRM Sombangan Raya) Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Majelis Hukum Dan HAM  PCA Moyudan Bersama Majelis Dasmen Gelar Work Shop Bullying, Kekerasan dan Trafficking

 Moyudan. Pdmsleman.Or.id  Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Cabang Aisiyah (PCA) Moyudan bersama Majelis Dasmen PCA menggelar Sosialisasi Bullying, kekerasan, dan trafficing, bagi Guru Paud, TK dan perwakilan orang tua siswa Paud. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (2/8/2025) bertempat di Aula Kalurahan Sumberagung, Moyudan, Sleman.             Pada kesempatan tersebut Ketua Penyelenggara Eni Purwaningsih S.H., S.Pd  yang juga ketua Majelis Hukum dan HAM PCA Moyudan mengutarkan bahwa diselenggarakannya kegiatan tersebut merupakan sebuahn upaya untuk membekali para guru, pengasuh PAUD dan Wali Murid PAUD yang bernaung di bawah bendera Muhammadiyah dalam mengantisipasi terjadinya bullying, kekerasan maupun trafficing terhadap murid. Untuk itu kami mengambil tema’ Bersama Guru Lindungi Anak Dari Bullying, Kekerasan dan Trafficing’.             Karena Guru maupun pengasuh merupakan orang tua ke dua dari peserta didik, maka perlu tahu dan mengerti cara mengatasinya, sehingga jalannya pendidikan sesuai dengan yang diharapkan oleh orang tua dan seluruh stake holder. “Pada Sosialisasi ini kami menghadirkan Ibu Titi Pratiwi Widyaningsih, S.Psi. sebagai narasumber.” Ungkapnya.              Lebih lanjut Eni menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bekerjasama dengan Puspa Kasengsem ( Keluarga Sejahtera yang Sembada ) Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman. “Kami harapkan peserta untuk bisa mengikuti dengan baik, kalau ada permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan sehari-hari saat menjalankan tugas, nanti bisa untuk berkonsultasi.” Pungkasnya.             Titi Pratiwi Widyaningsih sebagi narasumber memaparkan bahwa bullying adalah tindakan agresif yang biasanya dilakukan seseorang untuk mengintimidasi atau mendominasi orang lain yang dinilai lebih lemah. Perilaku penyimpangan sosial ini dapat terjadi di mana saja, mulai dari lingkungan sekolah hingga lingkungan kerja. Seseorang yang dianggap lemah sering kali menjadi target bully. Dalam kegiatan sehari-hari, orang yang di-bully akan merasa kesulitan dalam mempertahankan dan melindungi dirinya sendiri.             Lebih lanjut Titi Pratiwi mejelaskan bahwa keinginan untuk melakukan bullying tidak muncul dengan sendirinya. Faktor penyebabnya dapat berasal dari lingkungan keluarga, sosial, maupun dari diri sendiri. Adapun beberapa penyebab seseorang melakukan bullying diantaranya anak melihat orang tua sering bertengkar, Pola asuh orang tua yang kurang sehat, merasa brendah diri. “ Faktor lainnya adalah  sulit bersosialisasi, cemburu dengan orang lain, ingin dierima dalam pergaulan, pengaruh dari game atau tontonsn yang tidak sesuai dengan usianya.” Tambahnya.             Terdapat beberapa jenis bullying yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sosial anak maupun orang dewasa, seperti bullying secara fisik, lisan, sosial, hingga di internet yang  biasa disebut dengan cyberbullying. Selanjutnya Titi Pratiwi juga menjelaskan cara mencegah bullying yaitu orang tua perlu mengambil peran aktif untuk mengatasi tanda-tanda perlakuan bullying yang ada pada anak. Adapun caranya untuk mencegah terjadinya bullying bagi anak  yang harus  dilakukan yaitu  orang tua harus lebih dekat dengan anak., orang tua harus mengajari anak cara mengendalikan stress. “ Beirkutnya adalah orang tua harus mengawasi penggunaan gawai pada anak dan mendisiplinkan anak tanpa kekerasan.” Pungkasnya. (Sugiyanto PCM Moyudan )

Loading

Ketua PDM Sleman Sampaikan Tausiah Pada Pengajian FK PRM Sumbersari

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id             Forum Koordinasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (FK PRM) Sumbersari menggelar pengajian rutin setiap Ahad Pahing. Pada pengajian Ahad Pahing (3/8/2025) bertempat di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman,  menghadirkan H. Harjaka, S.Pd,.S.Ag,. M.A. Ketua PDM Sleman.             Dalam pengajian yang mengambil tema ‘Kebangsaan dan Hikmah Kemerdekaan’ tersebut Harjaka mengawali tausiahnya mengutip penggalan nasehat Raden Ngabehi RanggaWarsita, seorang Pujangga Keraton Kasunanan Surakarta yang hidup pada masa Sunan Pakubuwono V hingga Paku Buwono VII.             Ki Rangga Warsita lahir pada 14 Maret 1802 dan meninggal pada tanggal   24 Desember 1873. Ia merupakan Pujangga besar Tanah Air, beliau mengungkapkan kalimat yang  sangat menyentuh. Kalimat tersebut samai saat ini masih sangat fmilier kita dengar. “Besuk bakal tumeka samijine jaman, Jaman mau wis padha keblinger. Kang bener  dianggep salah, kang salah dianggep bener,. Kepara kang salah dibaleni nganti mati-matian. Jaman mau diarani jaman edan, lamun ora nedan ora bakal keduman. Ananging mangertia sejatine, sak beja bejane wong ngedan isih luwih beja wong kang eling lan waspada. Wong kang jujurbakale makmur. Becik ketitik ala ketara iku bakal dadi kasunyatan.             Apa yang disebutkan Ki Rangga Warsita tersebut menggambarkan situasi kekinina yang menimpa Bangsa Indonesia, banyak orang melakukan kejahatan yang merugikan negara tidak mendapatkan hukuman semestinya. Tetapi sebaliknya orang yang tidak bersalah yang ingin memperbaiki negeri ini malah mendapatkan hukuman.             Selanjutnya Harjoko mengajak kepada Anggota Muhammadiyah untuk tetap dan selalu waspada dalam menghadapi segala situasi tersebut.” Kita jangan ikut larut dan mengikuti arus, tetapi harus bisa menyaring sebagi wujud dari Amar Ma’ruf Nahi Munkar.” Tandasnya             Lebih lanjut Harjaka mengutip Hadist yang diriwayatkan oleh As Dailami dari Ibnu Abbas RA. Dalam hadist itu disebutkan ada 3 macam orang sebagi perusak agama yaitu orang pintar yang jahat, penguasa yang dzalim, dan orang yang berijtihad (berfatwa) tetapi bodoh. : Dari Sabda Nabi tersebut dikettahui bahwa kehancuran agama dimulai dari perilaku buruk ketiga golongan tersebut.:Tandas Harjaka.             Ia Juga menambahkan bahwa orang-orang pandai yang berlaku jahat jika berkolaborasi dengan penguasa yang dzolim akan menghasilkan kepemimpinan yang tidak amanh. Selain itu juga akan menghasilkan produk-produk dan praktik hukum yang merugikan dan menyengsarakan rakyat. “Apalagi jika ditambah ijtihad yang tidak berdasarkan keilmuan yang memadai, makas akan menghasilkan praktik keagamaan yang menyimpang dan mendorong masyarakat jauh dari ajaran agama yang benar.” Imbuhnya.             Ketiga golongan tersebut diuraikan dengan cukup menarik yang dibingkai dengan metode dakwah dengan memadukan anatar materi keagamaan dan penyampaian budaya Jawa melaui tembang Macapat. “ Tembang Macapat seperti mijil, kinanthi, sinom hungga Pocong memiliki makna yang dalam sebagi nasehat bagi manusia, kita harus tetap memperhatikan pakem tembang  sepert guru gatra,guru wilangan, dan guru lagu.” Pungkas Harjaka.             Pada pengajian teesebut dihadiri rausan jamaah selain itu nampak hadir Ketua PCM Moyudan H.Abu Hanifah S.Ag.M.A,Penasehat PCM Moyudan Dr,H. Zainuddin Akhid, dan beberapa pengurus PCm, PCA Moyudan. (Sugiyanto / Anton RW PCM Moyudan )

Loading

Pengajian Rutin Ahad Pahing FK PRM Sumbersari

Moyudan, Pdmsleman.Or.IdForum Koordinasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( FK PRM) Sumbersari menggelar pengajian rutin setiap Ahad Pahing, bertempat di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.Pada pengajian Ahad Pahing (29/6/2025) menghadirkan Ustazd DR. Ir Anwarudin Hisyam M.Sc dosen Universitas Ahmad Dahlan ( UAD) Yogyakarta, sekaligus Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta.” Alhamdulillah sebelum pengajian dimulai kita menyanyikan lagu Kebangsaan kita.” Ungkapnya dalam mengawali tausiahnya.Dari syair lagu tersebut terungkap kalimat bangunlah jiwanya bangunlah badannya.” Hal tersebut mengandung maksud bahwa yang dibangun adalah jiwa atau rohsninya dari pada badan atau fisiknya.” Tandanya.Untuk membangun jiwa diperlukan berbagai cara untuk bisa mencapai sasaran. Muhammadiyah merupakan suatu pergerakan, yang berasal dari kata gerak.” Maka kita semua harus gerak untuk bisa mewujudkan cita-cita dan amal usaha Muhammadiyah.” Ungkapnya.Lebih lanjut Anwarudin mengupas dari surat Quraisy. Pada ayat kedua dari surat tersebut terdapat kata rihlah yang bisa diartikan perjalanan atau lebih keren bisa disebut piknik.Dalam piknik tersebut bukan sekedar piknik tetapi untuk mendapatkan sesuatu yang lebih berharga. “Dengan piknik kita mendapatkan literasi yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan cara kita untuk berdakwah, sesuai perkembangan.” Pungkasnya.Selesai pengajian dilanjutkan pemeriksaan kesehatan gratis oleh Mahasiswa Universitas Aisiyah ( UNISA) Yogyakarta.Rep Sugiyanto Moyudan

Loading

Panitia Shalat Ied Lapangan Sumbersari Mentasarufkan Hasil Infak

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1446 H/ 2025 yang berlangsung pada Jum’at (6/6/2025) di Lapangan Sumbersari mendapatkan infak sebesar 20.403.000 rupiah. Melalui rapat Panitia yang berlangsung pada Jum’at malam ( 13/6/2025) bertempat di rumah Eka Endarto Dukuh, Sumbersari Moyudan. Adapun keputusan rapat memutuskan untuk Mentasarufkan hasil infak Shalat Idul Adha di Lapangan Sumbersari. Dari hasil Infak tersebut ditasrufkan untuk Panitia Takbir keliling 3 juta rupiah untuk PCM Moyudan melalui Panitia Pembangunan gedung dakwah sebesar 3.5 juta rupiah. Selanjutnya untuk Masjid Al Ikhlas Klisat 3 juta rupiah, mushala Al Ihllas Semingin, dan Mushala Al Islah Nasri masing-masing 1,5 juta rupiah. Untuk Lembaga Pendidikan SD Muhammadiyah Semingin dan TK Kartini Semi Asri masing-masing 500 ribu rupiah. Sedang untuk PAUD yaitu PAUD Kuncup Mekar, PAUD Aisyiah Arum Sari dan PAUD Tunas Bangsa masing-masing 250 ribu rupiah. Selain itu ditasyarufkan untuk TPA   AL Hikmah Tegalrejo, TPA Al- Ihklas Klisat, TPA MMS Semingin, TPA Ibnu Sina, dan TPA AL-Falah Sombangan, masing-masing 250 ribu rupiah. Sedangkan untuk PRM Tegalrejo, Klisat, Semingin, Tiwir dan Sombangan masing-masing mendapat 300 ribu rupiah. Untuk Panitia penyelenggara yang mempersiapkan pembuatan shof dan petugas infak mendapat bagian 1 juta rupiah. Sisa dari pentasyarufan tersebut dipergunakan untuk operasional dan kas panitia. ( Sugiyanto)

Loading

Kreatifitas Jamaah Mewarnai Gema Takbir Keliling Idul Adha 1446 H

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Lomba Gema Takbir Keliling Idul Adha yang digelar Forum Komunikasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sumbersari berjalan dengan meriah. Lomba Gema Takbir berlangsung pada Sabtu ( 7/6/2025 ) mengambil start dan finish lapangan Sumbersari, Moyudan, Sleman.Junaidi Ketua Panitia Gema Takbir Keliling Forum Komunikasi PRM Sumbersari dalam laporannya menyampaikan bahwa lomba Gema Takbir baru pertama kali diselenggarakan oleh Forum Komunikasi PRM, semoga pada tahun-tahun berikutnya bisa berlanjut. Selanjutnya Ia melaporkan bahwa Gema Takbir diikuti oleh 13 jamaah terdiri dari 12 regu dari Sumbersari dan 1 regu dari Sumberrahayu.“Pada Lomba Gema Takbir kali ini Panitia menyediakan Trophy bergilir dan trophy tetap untuk juara 1, untuk Juara 2, dan 3 juga mendapatkan trophy tetap ditambah juara harapan 1.2dan 3.” Tuturnya.Junaidi menambahkan selain trophy paniatia juga menyediakan uang pembinaan untuk juara 1 sebesar 1.5 juta. Untuk juara 2 dan 3 Masing-masing menerima 1.250.000 rupiah dan 1 juta rupiah. Sedangkan untuk juara harapan 1 s.d 3 masing-masing menerima 500 ribu rupiah. ” Selain itu semua peserta akan menerima penghargaan dari Panitia.” Pungkasnya.Selanjutnya Lurah Sumbersari Sukadi dalam sambutannya atas nama pemerintah Sumbersari memberikan apresiasi kepada Panitia dan peserta Takbir Keliling. Lebih lanjut Lurah Sumbersari mempersilahkan untuk menggunakan fasilitas Kalurahan baik lapangan maupun pendopo Kalurahan untuk kegiatan yang positif. Ia juga merasa bangga dengan kreatifitas peserta yang lebih menonjolkan budaya.” Budaya merupakan cara hidup yang berkembang yang dimiliki kelompok masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi, yang harus kita lestarikan.” Tuturnya.Selanjutnya Ia juga berharap agar peserta untuk menjaga ketertiban.” Jaga kebersamaan dan jalinan silaturahmi tetap diutamakan, semoga dari awal sampai akhir berjalan lancar.” Pungkasnya.Sedangkan Panewu Moyudan Agung Dwi Maryoto pada kesempatan memberikan sambutan menyampaikan atas nama Bupati Sleman mengapresiasi diselenggarakannya lomba Gema Takbir Keliling yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi PRM Sumbersari. Selanjutnya Ia juga menyampaikan terimakasihnya , sehingga bersama Forum Pimpinan Kapanewon bisa bersilaturahmi dengan warga Sumbersari. Panewu Moyudan juga berpesan kepada peserta. ” Bagi juara jangan bangga, dan yang kalah jangan kecil hati, harus tetap semangat.” Ujarnya.Selanjutnya Panewu Moyudan berkenan menyalakan obor dan menabuh beduk sebagai pertanda untuk peserta mengawali Takbir keliling.Hal yang cukup mbanggakan dari peserta mengambil berbagai tema yang memberikan semangat perjuangan umat Islam.Selain itu nuansa budaya sangarlah kental, baik dari aksesoris maupun dalam berbusana. Selain nuansa islami juga tidak meninggalkan budaya Jawa seperti kereta kencana dan lain sebagainya.( Sugiyanto / PCM Moyudan )

Loading

Qurban Lazismu DIY 1446H: Titipan Berkah dari BPKH untuk Umat

Moyudan,  Pdmsleman.Or.Id Lazismu DIY  pada Qurban Idul Adha 1446 H kali ini berkolaborasi  dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Indonesia  n untuk mengelola hewan qurban yang akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada hari Jum’at, 6 Juni 2025, dua ekor sapi diserahkan di Musholla At-Taqwa, Semingin Kidul, Sumbersari, Moyudan, Sleman, Yogyakarta untuk disembelih dan didistribusikan bagi warga setempat. Sofyan Haryanto, perwakilan dari KL Lazismu Moyudan, menjelaskan “ Alhamdulillah kami diberikan kepercayaan dan menjalankan tugas untuk mendistribusikan hewan dan daging kurban ke daerah-daerah sasaran bersama tim Lazismu sudah solid melalui program Qurban Untuk Ketahanan Pangan. Dengan program ini, masyarakat dari berbagai pelosok dapat merasakan manfaat dari qurban kali ini,” ujarnya. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dalam penghimpunan, pendistribusian, dan pelaporan qurban secara terintegrasi di seluruh wilayah DIY. Penentuan lokasi penyaluran hewan qurban dilakukan berdasarkan pengajuan, rekomendasi, dan hasil assessment yang dilakukan oleh Lazismu DIY bekerja sama dengan Lazismu di masing-masing tingkatan, khususnya di titik-titik kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta program penguatan akidah. Jefree Fahana, ST., M.Kom, Ketua Badan Pengurus Lazismu DIY, mengungkapkan rasa terima kasih kepada BPKH RI yang telah mempercayakan Sedekah Kurban melalui Lazismu DIY. “Semoga kita terus menjadi mitra BPKH dalam program-program kemaslahatan lainnya, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” harapnya. Dengan kolaborasi ini, diharapkan program qurban tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan ketahanan pangan di masyarakat. Semoga setiap titipan hewan qurban ini menjadi berkah dan membawa manfaat yang luas bagi umat. Reportase  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Tauhid yang Lurus Melahirkan Perbuatan Lahir Batin yang Lurus

Moyudan , Pdmsleman.Or.Id Alunan takbir, tahlil dan tahmid membahana di bumi sebagai pertanda wujud syukur kepada sang Pencipta. Rumput hijau menjadi tempat bersujud sebagai bukti penyerahan diri kepada Illahi Rabbi. Hal tersebut dilakukan ribuan umat Islam untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1446 H. Salah satunya yang bertempat di Lapangan Sumbersari, Moyudan, Sleman. Sholat Ied yang berlangsung pada hari Jum’at ( 6/6/2025 ) dengan imam dan khatib H. Muhammad Qosim Ausath. S. Ag. Dalam mengawali khotbahnya Qosim mengutarakan bahwa dalam shalat tersebut adalah untuk mengenang kembali sosok agung Ibrahim, AS, Khalilullah, Abu Anbiya, Rasul Ulul Azmi, dan seorang Bapak Tauhid yang diakui  agama-agama besar dunia. Sosok  pilihan Allah di dunia, dan salah satu orang shaleh di akhirat. Sebagaimana termsktub dalam Al Qur’an Surat Albakarah ayat 130.Ibrahim disebut Bapak Tauhid karena ketegasannya, keistiqomahannya, dan revolusiiner dalam menyerukan keyakinan pada satu Tuhan di saat mayoritas mutlak manusia pada zamannya menyimpang dari Tauhid. ” Ibrahim muda lahir di tengah masyarakat yang kental dengan praktik zodiak, menyembah berhala dan bintang-bintang. Namun dengan akal jernihnya, Ibrahim muda tetap teguh dan kuat dalam pendirian.” Tandasnya. Lebih lanjut Qosim mengungkapkan bahwa Tauhid yang lurus pasti akan melahirkan perbuatan lahir batin yang lurus. Sebab ia lahir dari cinta kepada Allah. Salah satu puncak ketulusan iman, adalah mendermakan yang terbaik yang dimilikinya untuk dipersembahkan kepada-Nya sesuai perintah Allah dalam Surat Al-Imran ayat 92.” Pada praktiknya manusia tidak semudah membaca kisah dan berita. Faktanya, dalam hal berderma ini, kita semua tanpa kecuali memiliki watak buruk dalam jiwa.” Ujar QosimQosim. Sifat tamak merasuki jiwa seseorang, padahal tamak muncul karena hawa nafsu. Ketamakan adalah hasrat yang tak akan pernah terpuaskan, keinginan berlebih, yang tidak lagi mempedulikan etika dan dampaknya pada orang lain. ” Pada hari ini kita diperintahkan untuk berkurban, sebagai simbol menyembelih ketamakan terhadap segala sesuatu yang kita cintai di dunia ini.” Imbuh Qosim. Di akhir khutbahnya Qosim mengajak jamaah untuk  tunduk patuh dengan memelihara dan menjaga shalat 5 waktu. ” Dengan shalat melatih kita semua merendahkan diri, melatih kepstuhan hati, dan melatih menggunakan anggota badan untuk taat kepada Allah.” Pungkasnya. ( Sugiyanto PCM Moyudan)

Loading

Kajian Rutin PRM Sombangan Raya Bersama Ustadz H. Qosim Ausath

Moyudan,Pdmsleman.Or.Id Kajian Rutin PRM Sombangan Raya Bersama Ustadz H. Qosim AusathPimpinan Ranting Muhammadiyah ( PRM) Sombangan Raya, Sumbersari, Moyudan, Sleman menggelar kajian rutin setiap malam Rabu Pon. Kajian yang berlangsung pada Selasa ( 20/5/2025 ) di rumah Rahmat Anton Widodo.Kajian rutin yang dihadiri segenap PRM dan PRA Sombangan Raya tersebut juga rutin menghadirkan Ustadz H. Qosim Ausath S.Ag.Pada kajian kali ini Ustadz Qosim membahas tentang Shalat.Shalat yang dikerjakan di dunia tapi ngefek di akhirat, karena shalat yang akan dihisap pertama kali di akhirat.Selanjutnya Ustazd Qosim membeberkan hikmah dari shalatshalat. ” Hikmah dari shalat yaitu kita dilatih untuk merendahkan diri secara berlebihan. ” Ungkapnya.Perbuatan dan perkataan kaum Muslim tidak hanya merendahkan diri kepada Allah, tetapi dilanjutkan dengan kerendahan hati untuk taat dan patuh. Sejak awal kita shalat dengan mengucap takbiratul ikhram yang artinya mengharamkan sesuatu perbuatan, tindakan dan perkataan. ” Jadi dalam shalat dilarang untuk melakukan perbuatan, tindakan, dan perkataan selain yang disyariatkan.” Tandasnya.Adapun untuk bisa melaksankan shalat dengan khusuk harus mengingat 3 hal. Dari 3 hal tersebut yang pertama merupakan perintah sesuai dalam Al Qur’an Surat Thaha ayat 14, Allah memerintahkan untuk ingat kepada-Nya. Yang ke dua adalah larangan, Allah melarang yaitu hamba-Nya untuk lengah atau lalai dalam shalatnya, yang termaktub dalam Al Qur’an Surat Al-A’raf ayat 205.” Sedangkan yang ke tiga merupakan himbauan agar kita tidak shalat dalam keadaan mabuk, sesuai dengan Al Qur’an Surat An-Nisa, ayat 43.” Imbuhnya.Rep Sugiyanto/PRM Sombangan)

Loading