Pentasyarufan Lazismu PCM Berbah kepada PA Ukwatul Aitam Berbah

Pentasyarufan Lazismu PCM Berbah kepada PA Ukwatul Aitam Berbah Penyerahan SIM C, Buka puasa dan Pentasyarufan Lazismu PCM Berbah ditujukan kepada anak asuh Panti Asuhan (PA) Ukwatul Aitam Babadan Berbah berlangsung di Soto mbah Doel padukuhan Jetak, Sendangtirto, Berbah, Sleman, DIY. Jumat 14 Maret 2025. Hadir dalam kegiatan Lurah Sendangtirto Amir Junawan, Bumdes Sendangtirto (Bayu Satrio Nugroho, Adat Muntaha) , tim Lazismu Berbah (H. Ardi Sehami, SAg, Saefu Rizal, SH, Aris Wibowo), dukuh Jetak Sigit, Babinsa Sendangtirto Tri Wiyono, pengasuh PA Ukwatul Aitam ( H. Kasmino Anhar, Bu Jannah, Bu Ardi). Pengurus PA Ukwatul Aitam H. Kasmino menyampaikan bahwa ketua PA Ukwatul Aitam Ustadz Anas Masduri tidak bisa hadir pada kegiatan buka puasa ini.Beliau menitipkan salam dan terimakasih atas undangan buka puasa, teriring doa semoga Lazismu PCM Berbah beserta donatur mendapatkan balasan pahala yang berlipat.H. Kasmino juga menyampaikan bahwa pada bulan Ramadhan ini anak asuh dan pengurus banyak mendapatkan limpahan barokah dari Allah melalui para donatur. Diantarnya sebanyaknya 17 Surat Ijin Mengemudi pengendara sepeda motor (SIM C) untuk anak asuh dan pengasuh PA Ukwatul Aitam. Dalam mendapatkan SIM diberikan kemudahan dan keringanan pembiayaan dari kepolisian.Juga nantinya akan mendapatkan santunan dari Lazismu PCM Berbah.” Beberapa hari yang lalu anak anak juga mendapat undangan buka bersama 25 orang dari Pakuwon Mall” jelas H. Kasmino. Babinsa Sendangtirto Tri Wiyono juga menyampaikan izin bahwa Kapolsek Berbah tidak bisa hadir dan mewakilkanya untuk menyampaikan SIM C bagi kemaren yang telah mengikuti dan lolos ujian untuk mendapatkan SIM C . Kapolsek berpesan melalui dirinya semoga setelah mendapatkan SIM C untuk lebih berhati hati ketika mengendarai sepeda motor, juga melengkapi perlengkapan motornya“Jangan lupa memakai helm pengaman , mentaati rambu rambu dan aturan yang berlaku bagi pengendara sepeda motor ” pesan Tri.Diingatkan saat ini kejahatan jalanan masih ada belum berhenti.Ingat untuk tidak keluar rumah pada malam hari kecuali bila memang mendesak dan harus dijalankan. “Sesuai perbub Sleman nomor 45 tahun 2020 tentang jam bejar anak” jelas Tri.Selanjutnya Tri Wiyono menyerahkan SIM C kepada yang berhak menerima. Ketua Badan Pengurus Lazismu H. Ardi Sehami dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa sesuai Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 25 bahwa yang berhak masuk surga adalah untuk orang yang beriman dan beramal Sholeh.Sedangkan ciri orang Sholeh yang pertama adalah orang menjalankan Sholat. Karena sholat sebagai identitas orang muslim dan mencegah dari perbuatan mungkar.Yang kedua orang yang suka belajar mengajarkan dan membaca Al Qur’an. Yang ketiga suka mendoakan kedua orang tua.Dan ciri orang sholeh yang ke-empat adalah orang suka bersedekah. Saling tolong menolong dalam kebaikan. Tidak kikir suka membantu” dan apa yang kita bantukan akan kembali pada kita dalam bentuk bantuan yang lain” jelas ustadz Ardi.Sedangkan ciri orang sholeh yang ke lima adalah orang yang suka menuntut ilmu atau belajar untuk mendapatkan ilmu.“Karena menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap Muslim. Dan Allah menaikan derajat dari pada yang lain” tambah Ardi.Sedangkan ciri orang Sholeh yang ke enam adalah orang yang selalu husnudzon berbaik sangka. Tidak berburuk sangka” pungkas Ustadz Ardi. Rep : Kusnadi Berbah Editor Arief H MPI PDM Sleman

Loading

KAJIAN RAMADHAN 1446 H IKATAN GURU AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL (IGABA) CABANG BERBAH

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Cabang Berbah bersama Majelis PAUD DASMEN Aisyiyah cabang Berbah dan Pengurus Harian PCA Berbah mengadakan Kajian Ramadhan 1446 H, yang bertempat di Masjid Al-Hikmah Krikilan, Tegaltirto Berbah, Sleman, DIY pada hari Senin s.d Rabu tanggal 10 s.d 12 Maret 2025. Ketua Majelis PAUD Dasmen Aisyiyah Berbah Hj. Esti Jumanah Menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang diadakan dibulan Ramadhan sebagai bentuk pembinaan dan pendampingan guru PAUD (KB-TK ABA) se cabang Berbah.“Dalam kegiatan ini guru diharapkan bisa untuk mengikuti materi-materi yang disampaikan” ucap Hj. Esti. Materi tersebut antara lain: Hafalan surat-surat pendek, praktek wudhu, sholat berjamaah. Materi kajian akan disampaikan oleh narasumber yaitu Dra. Sri Sumiyarsi., M.Pd., M.Si wakil ketua MTP PDA Sleman, “Diharapkan semua guru bisa mengikuti dari awal sampai akhir kegiatan selama 3 hari” tambah Hj Esti. Wakil Ketua PCA Berbah Hj. Yuliani Murtiningsih, S.Pdmengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada ibu Sri Sumiyarsi, atas waktunya. Untuk menjadi Narasumber dalam kajian ramadhan untuk guru IGABA.“Kajian ini dilaksanakan pada bulan Ramadhan selama 3 hari berturut turut dengan tema yang berbeda-beda” tambahnya.Tema yang diambil hari pertama mendidik anak teladan rosulullah, hari kedua bangga menjadi guru, dan tema hari ke-tiga yaitu Fiqih Sholat berjamaah bagi Wanita . Pada kesempatan itu juga disampaikan pemberian tali asih untuk GuruTetap Yayasan (GTY) non sertifikasi. “Semoga kegiatan ini terus berjalan dan semakin banyak ilmu yang didapatkan. Aamiin” pungkas Hj Yuliani. Wakil ketua MTP PDA Sleman Dra. Sri Sumiyarsi.,M.Pd.,M.Si sebagai narasumber menyampaikan supaya guru PAUD (KB-TK ABA) bisa mempraktekkan dengan benar-benar dan konsisten dalam melakukannya ilmu yang didapat .Terutama dalam penyampaiannya kepada peserta didik karena sebagai dasar utama.“Namun haruslah yang sesuai dengan tuntunan Himpunan Putusan Tarjeh (HPT) yang telah dianjurkan oleh PP Muhammadiyah” pesan Sri Sumiarsi. Kusnadi KIM Berbah

Loading

Hari Jadi ke-270 DIY, PW Muhammadiyah DIY: Tonggak Kesejarahan Harus Terus Menyala

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id PWM DIY memandang bahwa hari jadi DIY yang diperingati setiap 13 Maret merupakan momentum yang sangat penting untuk mempertegas dan memperjelas asal-usul DIY, sekaligus menjadi tonggak sejarah atas peran panjang DIY di Republik ini. Proses penetapan hari jadi ini memang telah memakan waktu cukup panjang, tetapi hasilnya sangat bermanfaat bagi masyarakat DIY untuk mengenal jati diri dan identitasnya yang pertama kali diumumkan Sultan HB ke I mengenai Daerah kewenangannya yang diberi nama Ngayogyakarta Hadiningrat. Tonggak kesejarahan itu harus terus menyala di setiap warga DIY, agar bisa merawat status ke-Istimewaan Yogyakarta. Karena itu, PWM DIY memberi apresiasi atas kerja keras Pemda DIY dalam memperjuangan penetapan dari jadi DIY sehingga bisa diakui dan diperingati setiap tanggal 13 Maret. PWM DIY sebagai gerakan Islam, Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Tajdid merupakan bagian tidak terpisahkan dari DIY. Organisasi yang didirikan di Kauman Yogyakarta pada 18 November 1912 ini telah ditetapkan sebagai bagian dari empat pilar penting DIY atau widya saka tunggal yang terdiri dari keraton-pakualaman, Muhammadiyah, Taman Siswa, pendidikan modern, dan pesantren. Karena itu, PWM DIY terus mendorong adanya sinergi, kohesi dan kolaborasi seluruh warga Muhammadiyah menyukseskan program-program Pemda DIY yang sesuai dengan karakter dan identitas Muhammadiyah. Sejumlah Bidang kehidupan yang terus dioptimalkan sinergi keduanya di antaranya dalam Bidang Pendidikan, kebudayaan, seni, sistem pertanian, ekonomi dan teknologi. PWM DIY berharap agar hari jadi DIY ini dijadikan momentum muhasabah (refleksi) untuk semakin meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai dasar keistimewaan dan peran kebangsaan yang diwariskan para pendahulu untuk dijadikan bekal bagi menata dan mengembangkan DIY sebagai Daerah Istimewa. Hal ini sangat penting dijadikan pondasi untuk bersinergi dan berkolaborasi untuk meningkatkan kemuliaan martabat manusia Jogja. Selamat hair jadi DIY Dr. Farid Setiawan S.Pd., M.Pd.I. Wakil Sekretaris PWM DIY

Loading

PUASA TAK SEKADAR MENAHAN LAPAR, TAPI JUGA MENAHAN DOSA DAN HAWA NAFSU

Musa Jundana, Lc Materi Hari Ke 7 Pendahuluan Puasa bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari segala bentuk dosa dan hawa nafsu. Oleh karena itu, puasa menjadi sarana untuk membersihkan diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Makna Puasa yang Sesungguhnya إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَسْخَبْ، فَإِنِ امْرُؤٌ شَاتَمَهُ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ “Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan jangan bertengkar. Jika ada seseorang yang mencacinya atau mengajaknya berkelahi, hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’” (HR. Bukhari No. 1904 dan Muslim No. 1151) الصِّيَامُ جُنَّةٌ مِنَ النَّارِ كَجُنَّةِ أَحَدِكُمْ مِنَ الْقِتَالِ “Puasa adalah perisai dari api neraka sebagaimana perisai salah seorang dari kalian dalam peperangan.” (HR. Ahmad No. 8634, Shahih) Cara Menghindari Dosa dan Mengendalikan Hawa Nafsu Saat Berpuasa Kesimpulan Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari dosa dan hawa nafsu. Dengan menjaga lisan, perbuatan, dan hati, kita dapat meraih keberkahan serta menjadi pribadi yang lebih bertakwa. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba yang lebih baik. Aamiin.

Loading

SEDEKAH DI BULAN RAMADHAN, PAHALA BERLIPAT GANDA JADI BEKAL AKHIRAT

Musa Jundana, Lc,  Materi Hari Ke 5 Pendahuluan Bulan Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah dan rahmat. Salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan dalam bulan ini adalah sedekah. Bersedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang luar biasa karena pahalanya dilipatgandakan oleh Allah SWT. Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi No. 663, Hasan Shahih) مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261) كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ “Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara di antara manusia.” (HR. Ahmad No. 17403, Shahih) Bentuk Sedekah yang Dianjurkan مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا “Barang siapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi No. 807, Shahih) Kesimpulan Sedekah di bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk meraih pahala berlipat ganda dan menjadi bekal di akhirat. Dengan berbagi rezeki kepada sesama, kita tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kita termasuk golongan yang gemar bersedekah dan mendapatkan keberkahan dari-Nya. Aamiin.

Loading

RAIH KEBERKAHAN SEPANJANG MASA DENGAN SAHUR & BERBUKA BERSAMA

Musa Jundana, Lc Materi Hari Kedua Pendahuluan Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Di dalamnya, umat Islam dianjurkan untuk menjalankan ibadah puasa dengan optimal, termasuk dengan menghidupkan sunnah sahur dan berbuka bersama. Kedua amalan ini tidak hanya memberikan manfaat fisik tetapi juga memiliki keutamaan spiritual yang luar biasa. Keutamaan Sahur تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً “Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari No. 1923 dan Muslim No. 1095) فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ “Pembeda antara puasa kita dan puasanya Ahli Kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim No. 1096) Keutamaan Berbuka Puasa مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا “Barang siapa memberi makan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi No. 807, shahih) إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةً مَا تُرَدُّ “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, saat berbuka ada doa yang tidak akan ditolak.” (HR. Ibnu Majah No. 1753, shahih) Cara Menghidupkan Sunnah Sahur & Berbuka Bersama لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ “Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari No. 1957 dan Muslim No. 1098) Kesimpulan Sahur dan berbuka adalah dua amalan yang memiliki keberkahan besar di dalamnya. Dengan menghidupkan sunnah ini, kita tidak hanya mendapatkan manfaat fisik tetapi juga keberkahan yang akan terus mengalir sepanjang masa. Semoga kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan meraih keberkahan dari setiap sunnah yang dianjurkan Rasulullah ﷺ. Aamiin.

Loading

Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah Dasar Unggulan Aisyiyah Ngemplak

Ngemplak, Pdmsleman.Or.id Ahad tanggal 22 Februari 2025 udara dan cuaca di lingkungan SD Unggulan Aisyiyah Ngemplak  sangat cerah mewarnai suasana pelantikan dan serah terima jabatan Kepala Sekolah SD Unggulan Aisyiyah Ngemplak terasa khidmat. Acara dimulai dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan pembacaan kalam ilahi oleh Ananda Javier Arfa dan sari tilawah oleh Ananda Damia Stakif yang keduanya siswa SDUA Ngemplak. Dalam sambutannya, Sri Sumiyarsi yang juga sebagai Pimpinan PDA yang membidangi bidang Pendidikan ,menyatakan bahwa “ hari ini adalah hari yang bersejarah dan  punya momentum yang luar biasa khususnya di PCA Cabang Ngemplak, karena SD Unggulan Aisyiyah Ngemplak adalah satu-satunya sekolah dasar yang dikelola Aisyiyah di Kabupaten Sleman”. Saat ini adalah event pertama Pelantikan Jabatan Kepala Sekolah SDUA Ngemplak dari Drs. H. Samino  Budisutomo kepada kepala Sekolah yang baru Putri Dwi Septiani, S.Pd. Selanjutnya , acara prosesi dilakukan langsung oleh Tim Pimpinan Daerah Aisyiyah Daerah Sleman yang dipimpin oleh Dra. Hanik Rosyada, M.Ag dan Sekretaris PDA Dra. Retni Endah Safitri, M.Ag. Mengakhiri acara pelantikan dan Sertijab Kepala Sekolah Unggulan Aisyiyah Ngemplak ini, dilanjutkan dengan pengajian Songsong Ramadhan 1446 H yang disampaikan oleh H.Harjaka, S.Ag,S.Pd,M.Pd. Selanjutnya dalam tausiyahnya ,Ketua PDM yang bermukim di dusun Mangsel itu menyampaikan bahwa “ hidup manusia itu tidak lain hanya  untuk ibadah kepada Alloh Swt.”. Kita akan memasuki bulan Ramadhan yaitu bulan untuk melaksanakan ibadah puasa yang waktunya sebulan penuh, yaitu waktu ibadah yang memang ditentukan waktunya agak lama. Adapun ibadah yang waktunya paling Panjang adalah “ibadah nikah”. Nikah menurut ajaran Islam adalah ibadah yang paling Panjang waktunya, karena setiap gerak langkah kita dalam memenuhi kebutuhan kluarga, bekerja, mencari ma’isyah untuk keluarga adalah bagian dri ibadah. Demikian inti pengajian songsong Ramadhan yang dibawakan pensiunan pegawai Kemenag Sleman itu dengan renyah, humoris dan penuh makna, mengakhiri acara ini ditutup dengan pembacaan doa oleh H.Harjaka. Reprotase H. AS Ardani PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Wisuda 142 Tahfiz dan Iqro SD Muhammadiyah Mantaran dan MI Muhammadiyah Muttaqin

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Wajah 142 peserta wisuda Tahfiz dan Iqro yang digelar di SD Muhammadiyah Mantaran dan MI Muhammadiyah Muttaqin di Aula Monumen Jogja Kembali Sleman pada Sabtu 22 Februari 2025 nampak ceria, para siswa yang telah berjuang menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an serta menyelesaikan pembelajaran Iqro. Dari total peserta, sebanyak 60 wisudawan berhasil menyelesaikan program Iqro, sementara 82 lainnya telah menuntaskan hafalan Al-Qur’an dalam program Tahfiz. Acara yang berlangsung khidmat ini juga dihadiri oleh sejumlah tamu undangan diantaranya perwakilan dari Kementerian Agama Sleman, Pembina Pendidikan Agama Islam (PAI) Marsyiyam, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Dikdasmen PNF Surahmat, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sleman Suparyanto, serta Ketua Komite Sekolah Ir. Wahyudi yang menjadi enjadi bukti nyata dukungan terhadap program Tahfiz dan Iqro yang terus berkembang. Dalam sambutannya, Surahmat menegaskan bahwa program Tahfiz telah menjadi salah satu program unggulan yang mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah. Ia menyampaikan bahwa dalam beberapa seleksi masuk Perguruan Tinggi serta instansi seperti TNI dan Polri, para hafiz mendapatkan prioritas khusus, bahkan memperoleh beasiswa melalui jalur Tahfiz. “Ini merupakan bukti bahwa hafalan Al-Qur’an memiliki nilai lebih di dunia akademik dan profesional. Oleh karena itu, teruslah berjuang dan tingkatkan hafalan kalian,” pesan Surahmat kepada para wisudawan. Selain prosesi wisuda, acara ini juga diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, termasuk penampilan hafalan Al-Qur’an dari beberapa siswa terbaik serta pemberian penghargaan kepada wisudawan dengan hafalan terbanyak. Para orang tua yang hadir tampak haru dan bangga menyaksikan buah hati mereka melangkah ke jenjang yang lebih tinggi dalam perjalanan spiritual mereka. Acara diakhiri dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kemudahan bagi para wisudawan dalam melanjutkan perjalanan ilmu dan keimanan mereka.

Loading

Haedar Nashir Sampaikan Lima Pesan untuk Kepala Daerah yang Baru Dilantik

YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir sampaikan selamat atas Pelantikan kepala daerah oleh Presiden RI, Prabowo Subianto pada Kamis (20/2) di Jakarta.Tak lupa Haedar mengajak bersyukur kepada Allah Yang Maha Kuasa serta berterima kasih kepada seluruh rakyat. Haedar juga berharap pasca pelantikan tidak perlu dirayakan secara berlebihan, sebab dipilih keterpilihan dan kemenangan itu ada beban dan tanggung jawab yang sangat besar. Sebagai bagian dari semangat berbagai spirit dan pemikiran selaku warga bangsa, Haedar dengan rendah hati mengajak kepada kepala daerah terlantik untuk memperhatikan lima hal penting. Pertama, para kepala daerah bersama keluarga, kerabat, dan lingkaran pendukungnya penting menghayati dan memaknai mandat politik itu sebagai amanat dan kepercayaan yang tinggi untuk dijalankan dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan hidup rakyat. “Mandat tersebut sepenuhnya demi dan untuk rakyat serta tidak untuk kepentingan diri, dinasti, dan kroni. Sebagaimana asa nilai demokrasi, maka perlakukan warga yang memilih maupun tidak memilih seluruhnya secara adil tanpa diskriminasi, sebagai wujud kepemimpinan kepala daerah untuk semua,” katanya. Kedua, semangat otonomi daerah yang diberikan konstitusi hendaknya dipahami dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk memajukan kehidupan daerah di berbagai bidang sejalan perwujudan cita-cita nasional. Haedar berharap otonomi daerah mesti berada dalam spirit Persatuan Indonesia dan berdiri tegak di atas koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu dia juga berpesan supaya menghindari penumbuhan ego kedaerahan yang dapat meluruhkan jiwa Bhineka Tunggal Ika. “Seluruh kepala daerah terpilih alangkah baiknya membangun jalinan erat keindonesiaan untuk satu Indonesia milik semua,” imbuhnya. Ketiga, daerah dengan seluruh kandungan kekayaan di dalamnya betul-betul dipergunakan dengan prinsip pasal 33 UUD 1945, yakni Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Dalam menjalin kerjasama dan membuka peluang investasi dengan pihak manapun baik domestik maupun asing hendaknya berada dalam koridor konstitusi tersebut. Jauhi kebijakan dan kerjasama yang merugikan kepentingan daerah dan rakyat serta masa depan Indonesia. Utamakan kesejahteraan warga dan kondisi lingkungan setempat. Kemiskinan, kesenjangan sosial, gizi buruk, stunting, dan berbagai masalah yang dihadapi warga masyarakat penting menjadi perhatian utama. Keempat, para kepala daerah harus selesai dengan dirinya dan bertekad sepenuh jiwa-raga untuk berkhidmat bagi kepentingan rakyat Indonesia. Jauhi segala bentuk korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, baik terselubung maupun terbuka. “Jalankan efisiensi sebagaimana telah menjadi political-will dan kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Segala bentuk mobilitas termasuk kunjungan kerja mesti memperhatikan asas efisiensi dan tidak bersifat pemborosan. Bagi rakyat uang seribu rupiah itu sangatlah berguna, sehingga penting para pimpinan daerah bersikap simpati, empati, dan peduli,” katanya. Kelima, para kepala daerah beserta elite masyarakat setempat dan nasional diharapkan menghadirkan keteladanan hidup dan spiritualitas luhur berbasis nilai-nilai agama, Pancasila, dan kebudayaan adiluhung bangsa. Rakyat saat ini memerlukan teladan kebaikan dari para pemimpinnya. “Seraya terus mengedukasi rakyat agar menjadi warga yang berkarakter kuat, disiplin, mandiri, beretika luhur, maju, dan mengembangkan solidaritas sosial yang baik antarsesama. Keberagamaan dan nilai dasar Ketuhanan Yang Maha Esa mesti menjadi landasan utama dalam perikehidupan elite dan warga bangsa di bumi Indonesia,” tutupnya.

Loading