Musa Jundana, Lc Materi Hari Ke 7
Pendahuluan
Puasa bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari segala bentuk dosa dan hawa nafsu. Oleh karena itu, puasa menjadi sarana untuk membersihkan diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Makna Puasa yang Sesungguhnya
- Menahan Diri dari Segala Bentuk Maksiat Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَسْخَبْ، فَإِنِ امْرُؤٌ شَاتَمَهُ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ
“Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan jangan bertengkar. Jika ada seseorang yang mencacinya atau mengajaknya berkelahi, hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’” (HR. Bukhari No. 1904 dan Muslim No. 1151)
- Puasa sebagai Perisai dari Api Neraka Rasulullah ﷺ bersabda:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ مِنَ النَّارِ كَجُنَّةِ أَحَدِكُمْ مِنَ الْقِتَالِ
“Puasa adalah perisai dari api neraka sebagaimana perisai salah seorang dari kalian dalam peperangan.” (HR. Ahmad No. 8634, Shahih)
Cara Menghindari Dosa dan Mengendalikan Hawa Nafsu Saat Berpuasa
- Mengontrol Emosi dan Perkataan Menahan amarah dan menghindari perkataan yang sia-sia adalah bagian dari kesempurnaan puasa.
- Menjaga Pandangan dan Perbuatan Menghindari hal-hal yang dapat membangkitkan syahwat serta menjaga perilaku dari tindakan yang dilarang oleh Allah SWT.
- Memperbanyak Ibadah Membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan memperbanyak shalat sunnah dapat mengalihkan fokus dari hawa nafsu menuju ketakwaan.
Kesimpulan
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari dosa dan hawa nafsu. Dengan menjaga lisan, perbuatan, dan hati, kita dapat meraih keberkahan serta menjadi pribadi yang lebih bertakwa. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba yang lebih baik. Aamiin.
![]()








