Satu Abad Lebih Muhammadiyah: Konsisten Berideologi, Progresif Membangun Negeri

Oleh : Andhi Nugroho, S.S. Muhammadiyah yang didirikan di kampung Kauman lebih dari satu abad yang lalu bermula dari pengajian yang digagas oleh KH. Ahmad Dahlan. Beliau mengamati situasi kondisi masyarakat pada saat itu masih menerapkan praktik islam yang masih bercampur dengan tradisi lokal yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan hadits, dan rendahnya kualitas pendidikan umat dan keterbelakangan akibat penjajahan. Sehingga beliau menginginkan pemurnian ajaran islam sekaligus memajukan cara berpikir dan pendidikan umat. Pada awlnya KH Ahmad Dahlan mengajarkan surat Al-Maun. Pengajian tersebut dilaksanakan selama tiga bulan, sampai murid muridnya paham makna yang terkandung di dalam surat tersebut. Jauh sebelumnya K.H Ahmad Dahlan juga mengajarkan surat Al-Ashr. K.H. Ahmad Dahlan mengajarkan dan mengulang surat Al-Ashr selama tiga bulan. Dari kedua surat tersebut yang kemudian melahirkan tindakan sosial praksis dan peradaban Muhammadiyah hingga melintasi abad. Kini memasuki abad kedua, Muhammadiyah yang mengusung paham Islam Berkemajuan maupun gerakan pencerahan telah melakukan beberapa pencapaian dalam berbagai bidang kehidupan. Transformasi gerakan dari pengajian kecil di Kauman menuju organisasi global ini membuktikan bahwa semangat tajdid Muhammadiyah tidak pernah mandek. Memasuki abad kedua , panggung khidmatnya, manifesto Islam Berkemajuan tidak lagi sekedar merespon isu lokal,melainkan berkembang melintas batas negara. Sebagai pengejawantahan dari gerakan pencerahan yang adaptif terhadap zaman, Muhammadiyah kini dihadapkan pada agenda strategis baru meliputi, gerakan pencerahan, Transformasi dari fisik ke digital, menghadapi tantangan ideologis global, internasionalisasi gerakan, dan penguatan pilar ekonomi umat. Muhammadiyah mengusung gerakan pencerahan sesuai dokumen Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad ke Dua, yang menyatakan bahwa gerakan pencerahan (tanwir) merupakan praksis Islam yang berkemajuan untuk membebaskan, memberdayakan dan memajukan kehidupan[1]. Gerakan pencerahan dihadirkan untuk memberikan jawaban atas problem- problem kemanusiaan, menampilkan islam untuk menjawab masalah kekeringan rohani, dan mengembangkan relasi sosial yang berkeadilan tanpa diskriminasi, menjunjung tinggi toleransi dan kemajemukan, dan membangun pranata sosial yang utama. Melalui manifestasi gerakan pencerahan, Muhammadiyah konsisten mengemban misi dakwah dan reformasi (tajdid) untuk menghadirkan islam sebagai ajaran yang mengembangkan sikap tengahan (wasathiyyah), membangun perdamaian, menghargai kemajemukan, menghormati harkat dan martabat kemanusiaan laki-laki maupun perempuan, mencerdaskan kehidupan bangsa, menjunjung tinggi akhlak mulia dan memajukan kehidupan umat manusia. Di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat di berbagai bidang kehidupan, tak luput persyarikatan pun terkena dampaknya. Persyarikatan harus menyesuaikan dengan zaman, sesuai semangat tajdid. Teknologi adalah alat yang dinamis untuk mempermudah hidup manusia. Islam mendorong umatnya untuk terus mengeksplorasi potensi manusia dan melakukan inovasi dalam urusan duniawi (non ibadah mahdah) demi kemaslahatan manusia. Pengembangan organisasi tidak bisa berjalan dengan cara- cara konvensional. Digitalisasi adalah keniscayaan, yang menentukan rekevansi dan keberlanjutan organisasi. Upaya digitalisasi di Muhammadiyah dilakukan di beberapa bidang, seperti pembuatan platform MASA (sistem keanggotaan Muhammadiyah), SATUMU (Satu data Muhammadiyah), serta sistem informasi cabang dan ranting (SICARA)[2]. Perkembangan teknologi dan informasi membawa pengaruh yang sangat besar dalam penyebaran ideologi dari luar negeri. Siapa pun dapat mengakses video propaganda, manifesto atau pemikiran ideologis dari belahan dunia lain dengan sangat mudah melalui media sosial. Apalagi aplikasi pesan terenkripsi seperti Telegram memberikan kemudahan bagi kelompok ekstrimis global dalam menyebarkan narasi propaganda, modul pelatihan, maupun perekrutan tanpa terdeteksi pihak keamanan. Tidak ketinggalan algoritma media sosial menciptakan ruang gema (echo chamber) yang menyuguhkan konten ekstrim secara terus menerus. Dinamika geopolitis juga memberikan dampak penyebaran ideologi lintas negara. Ekstremis lokal sering merasa menjadi bagian dari gerakan global yang lebih besar sehingga mereka mendapat dukungan moral dan strategi dari luar negeri. Aliran dana dari aktor internasional ke gerakan bawah tanah, lembaga atau yayasan lokal pun turut menjadi jalan masuknya paham ideologi dari luar negeri. Teknologi dan geopolitik tidak akan mempan jika masyarakatnya kebal. Kesenjangan dan ketidakadilan merupakan lahan subur bagi ekstremis kiri maupun kanan. Ekstremis kiri menawarkan solusi untuk kesenjangan ekonomi. Sedangkan bagi masyarakat yang merasa identitas nya seperti budaya, agama, atau status sosialnya terancam akan menjadikan ideologi ekstrem kanan untuk menjadi benteng pertahanan. Menghadapi fenomena ini sebagimana telah dirumuskan dalam dokumen Keputusan Muktamar Seabad Muhammadiyah, tertulis bahwa umat islam dalam berhadapan dengan berbagai permasalahan dan tantangan kehidupan yang komplek dituntut untuk melakukan perubahan strategi dari perjuangan melawan sesuatu (aljihad li al muradhah) kepada perjuangan menghadapi sesuatu (al jihad li al Muwajahah) dalam wujud memberikan jawaban – jawaban alternatif terbaik untuk mewujudkan kehidupan yang lebih utama[3]. Muhammadiyah telah berekspansi ke luar negeri dengan bekerjasama dengan berbagai pihak di luar negeri. Di dalam bidang pendidikan yaitu mendirikan sekolah  atau universitas di luar negeri, seperti Universitas Muhammadiyah malaysia (UMAM), Muhammadiyah Australia College (MAC)[4]. Hal ini menunjukkan Muhammadiyah sebagai organisasi yang inklusif. Kehadiran MAC merupakan perwujudan usaha perdamaian lewat jalur pendidikan yang inklusif agar dunia bisa bersatu tanpa memandang latar belakang, agama, suku, status sosial, maupun kondisi fisik. Selain itu juga merupakan pengintegrasian islam dan barat dengan tetap merawat multikultural satu sama lain dan menghadapi era islamophobia atau bentuk-bentuk radikalisme lainnya dengan dakwah pencerahan Selain itu kerjasama internasional Muhammadiyah juga dilaksanakan dalam bidang kemanusiaan. Emergency Medical Team (EMT) yang dikelola Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) resmi terverifikasi oleh badan kesehatan dunia WHO sebagai tim medis darurat berstandar internasiona lpertama dari Indonesia dan yang ke-16 di dunia.[5] Muhammadiyah telah lama berkiprah di dunia internasional dengan mengirim tim kemanusiaan di berbagai belahan dunia. Misi kemanusiaan ini depelopori tokoh-tokoh Muhammadiyah seperti Din Samsudin, dan Syafii Maarif. Teologi Al-Maun menjadi asas gerakan yang mewujudkan keimanan dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Atas kontribusi tersebut Muhammadiyah mendapatkan penghargaan Internasional Zayed untuk Persaudaraan manusia (Zayed Award for Human Fraternity 2024).[6] Muktamar Muhammadiyah ke 47 Makasar meneguhkan dalam penguatan tiga pilar Gerakan Dakwah Muhammadiyah yaitu Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi Umat.[7] Hal ini merupakan wujud nyata dakwah amar ma’ruf nahi munkar runtuk memajukan umat dan melepaskan masyarakat dari kebodohan, kemiskinan, serta keterbelakangan. Muhammadiyah memperkuat ekonomi umat dengan membangun ekosistem bisnis terintegrasi, membentuk komunitas wirausaha, dan mengoptimalkan amal usaha. Beberapa strategi yang dilaksanakan,diantaranya membentuk wadah seperti Jaringan Saudagar Muhammadiyah, Serikat Usaha Muhammadiyah, Ikatan Saudagar dan Wirausaha Aisyiah, mengembangkan lembaga keuangan dan bisnis, memberikan pelatihan kewirausahaan, pendampingan legal dan akses permodalan. Melalui konsistensi gerakan pencerahan yang telah melintasi satu abad, Muhammadiyah membuktikan diri sebagai organisasi yang tidak pernah lelah merawat zaman. Dengan menghadapi tantangan digitalisasi, ideologi global, internasionalisasi, serta penguatan ekonomi umat, persyarikatanterus mengobarkan semangat tajdid dan teologi …

Loading

“Menjaga Sang Surya di Era Digital: Menguatkan Karakter Pelajar Muhammadiyah melalui Dakwah Pendidikan Islam Berkemajuan”

Rida Aliim, M.Pd Guru SMK Muhammadiyah 1 Sleman Mahasiswa Sekolah Kader Muhammadiyah #2 Sang Surya telah mendunia. Dua belas sinar semangat dakwah Muhammadiyah telah menyebar ke berbagai penjuru, serta berbagai perubahan zaman sudah dilewatinya. Kegelisahan K.H. Dahlan sudah terjawab dengan berkembangnya Muhammadiyah menjadi salah satu organisasi islam yang selalu berusaha mempertahankan identitasnya sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan semangat tajdid, yaitu pembaruan pemikiran dan praktik kehidupan umat yang berdasarkan Al Quran dan sunnah, kini persoalan persoalan keagamaan, pendidikan, sosial, kesehatan, dan kebangsaan sudah mendapatkan jawaban yang tepat dalam tindakan nyata.  Dalam dunia pendidikan saat ini, Muhammad Sayuti, Sekretaris PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa Muhammadiyah memiliki 5.500 Sekolah Muhammadiyah, 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Ketua Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi menambahkan Muhammadiyah memiliki lebih dari 20.000 TK/PAUD dan memiliki sekitar 1.07 juta murid pada tahun ajaran 2025/2026. Fakta tersebut menjadi bukti bahwa dengan semangat tajdid (pembaruan) dan islam berkemajuan mendorong Muhammadiyah untuk terus memiliki komitmen memperbaiki sistem pendidikan agar tetep eksis mengikuti perubahan zaman akan tetapi tetap berpegang teguh pada dasar tauhid yang benar. Muhammadiyah sangat konsisten dalam pengembangan pendidikan. Sebagai pendidik di Sekolah Muhammadiyah yang merupakan bagian kecil dari bidang pendidikan, sudah menjadi tanggung jawab kader persyarikatan dalam mewarnai dan mengembangkan serta mempertahankan karakteristik sekolah Muhammadiyah. Tanggung jawab tersebut dilakukan dengan niat dakwah yaitu menjadikan seluruh proses pendidikan sebagai bagian dari ibadah dan dakwah amar m`aruf nahi munkar. Dalam Muhammadiyah, sekolah itu tidak hanya sekedar ajang transfer ilmu akan tetapi menjadi mimbar dakwah dalam membentuk manusia berkemajuan. Niat dakwah dalam pendidikan Muhammadiyah dilandasi niat karena Allah (lilahita Ta`ala) yaitu, mendidik, mengajar, dan melayani murid diniatkan untuk mencari rida Allah, bukan semata-mata mencari gaji, jabatan, maupun penghargaan. K.H. Ahmad Dahlan telah berjuang mendirikan sekolah sebagai sarana dakwah, sedangkan kita saat ini, sebagai guru Muhammadiyah patut meneruskan perjuangannya dengan menjadi pendidik yang amanah, santun, dan mampu menjadi uswah hasanah.  Tantangan saat ini sangat berbeda dengan zaman K.H. Ahmad Dahlan. Pendidikan pada abad ini tidak hanya menuntut penguasaan kompetensi akademik atau keahlian teknis, melainkan juga berfokus pada penguatan nilai moral, karakter, dan integritas. Namun,  realitas di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan karakter pada generasi muda saat ini, khususnya murid yang tergolong dalam Generasi Z dan Alfa. Dominasi serta paparan teknologi digital yang tidak terfilter sering kali memicu pergeseran  nilai etika, menurunnya kedisiplinan, serta lunturnya integritas moral. Tantangan di era digital ini, diantaranya banyak beredar informasi hoax yang diterima, sehingga membuat murid gampang percaya. Murid tidak kritis dan tidak mencari informasi yang sebenarnya sehingga gampang terpengaruh. Selanjutnya fenomena penggunaan hand phone yang tidak terkontrol, berakibat menjadi adiksi, membuat murid malas beribadah, dan berdampak memiliki keterbatasan dalam interaksi sosial. Selain kedua hal tersebut, era digital ini juga secara tidak langsung memupuk budaya instan yang berdampak kepada sikap murid yang tidak bisa mengontrol kesabaran. Berkembangnya teknologi AI membuat siswa malas dalam mengerjakan tugas dikarenakan dengan mengetik soalnya saja, mereka sudah menemukan jawaban tanpa berpikir. Hal itu juga menyebabkan tingkat plagiasi murid meningkat. Dampak yang paling berat dalam berkembangnya era digital ini adalah dampak glamorisasi yang dapat menumbuhkan sikap flexing dan memaksakan diri yang berakibat kepercayaan diri serta adap yang semakin melemah. Dalam konteks lemahnya karakter ini, sangat berdampak buruk untuk generasi Muhammadiyah. Oleh karena itu penguatan fondasi religiusitas sebagai jangkar moral menjadi sebuah urgensi mutlak yang harus ditegakkan. Muhammadiyah hadir dengan konsep dakwah “Islam Berkemajuan yang Menggembirakan”. Konsep ini dapat diterapkan sebagai modal dasar dan inspirasi sebagai guru dalam menjembatani lemahnya karakter murid sebagai penerus kader Muhammadiyah di era digital. Semangat mengajar dengan ilmu, mendidik dengan akhlak, dan menggerakkan dengan keteladanan, Sekolah Muhammadiyah berupaya menumbuhkan generasi yang cerdas, beriman, berakhlak mulia, serta produktif. Islam berkemajuan mengajak murid untuk maju dalam ilmu dan karya. Islam yang menggembirakan menghadirkan suasana belajar yang ramah, optimis, dan penuh kasih sayang, sehingga murid tidak hanya memahami agama, akan tetapi juga mencintai dan mengamalkannya dalam kehidupan nyata. Sekolah juga dapat mengembangkan istrumen dan program internalisasi Janji Pelajar Muhammadiyah kepada murid agar nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemuhammadiyahan benar-benar hidup dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Dengan demikian akan lahir generasi pelajar Muhammadiyah yang memiliki karakter iman, ilmu, dan amal, serta menjadi pelopor Islam Berkemajuan yang menggembirakan di sekolah, keluarga, dan masyarakat. 1Aanardianto, “Muhammadiyah Tidak Pernah Cuti Melayani, dari Pendidikan sampai Pertanian,” Muhammadiyah, 8 Februari 2026, diakses 8 September 2026, https://muhammadiyah.or.id/2026/02/muhammadiyah-tidak-pernah-cuti-melayani-dari-pendidikan-sampai-pertanian/. 2 Timredaksi, “Sekolah Muhammadiyah Makin Dipercaya, Jumlah Peserta Didik Lampaui 1 Juta,” Muhammadiyah, 14 Juli 2026, diakses 8 September 2026, https://muhammadiyah.or.id/2026/07/sekolah-muhammadiyah-makin-dipercaya-jumlah-peserta-didik-lampaui-1-juta/.

Loading

Menjaga Ruh, Menjemput Masa Depan Pendidikan Muhammadiyah

 Pdmsleman. Or.Id Broto Purwanto, S.Pd., M.S.I. ,  Mahasiswa Sekolah Ideologi Muhammadiyah,       PWM. D.I.  Yogyakarta Angkatan ke 2 Pendidikan merupakan salah satu napas panjang perjuangan Muhammadiyah. Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah menempatkan pendidikan sebagai jalan strategis untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun manusia yang beriman, berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Kini, ketika perubahan zaman berlangsung semakin cepat, pendidikan Muhammadiyah kembali dihadapkan pada pertanyaan penting: seperti apa wajah pendidikan Muhammadiyah masa kini dan akan dibawa ke mana pada masa depan? Pendidikan Muhammadiyah masa kini berada dalam situasi yang penuh peluang sekaligus tantangan. Ribuan lembaga pendidikan Muhammadiyah terus melayani masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang. Bahkan, jumlah peserta didik Muhammadiyah dilaporkan telah mencapai lebih dari 1,07 juta siswa. Kepercayaan masyarakat juga terus didorong melalui peningkatan mutu akademik, pengembangan program MIPA, pembelajaran bilingual, bahasa asing, serta berbagai inovasi pendidikan. Namun, Muhammadiyah juga harus jujur melihat kenyataan bahwa kualitas sekolah belum sepenuhnya merata. Ada sekolah Muhammadiyah yang menjadi pilihan utama masyarakat, tetapi masih terdapat sekolah yang menghadapi persoalan jumlah peserta didik, mutu layanan, sumber daya manusia, dan tata kelola. Kondisi ini menunjukkan bahwa nama besar Muhammadiyah saja tidak cukup. Kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan kualitas nyata. Karena itu, sekolah Muhammadiyah masa kini harus berani melakukan tajdid atau pembaruan. Sekolah tidak boleh sekadar mengikuti perubahan, tetapi harus mampu menjadi pelopor perubahan. Guru perlu terus meningkatkan kompetensi, kepala sekolah harus memiliki kepemimpinan visioner, dan pembelajaran harus bergeser dari sekadar transfer pengetahuan menuju pembentukan cara berpikir, kreativitas, karakter, dan kemampuan memecahkan masalah. Di sinilah masa depan pendidikan Muhammadiyah perlu dibangun. Sekolah Muhammadiyah masa depan bukan hanya sekolah yang memiliki gedung bagus dan teknologi lengkap, tetapi sekolah yang mampu memadukan kecerdasan intelektual, spiritual, sosial, dan keterampilan. Kemajuan teknologi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), robotika, literasi digital, dan penguasaan bahasa asing harus berjalan bersama dengan penguatan iman, akhlak, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap budaya dan lingkungan. Pendidikan Muhammadiyah juga perlu memiliki daya saing global tanpa kehilangan jati dirinya. Pengembangan sekolah berstandar internasional, seperti Muhammadiyah Sapen Universal School, menunjukkan bahwa Muhammadiyah mulai menyiapkan model pendidikan yang mampu bersaing di tingkat ASEAN bahkan internasional. Namun, pendidikan global tersebut tetap harus berakar pada nilai Islam Berkemajuan dan budaya lokal. Tantangan terbesar Muhammadiyah ke depan bukan sekadar teknologi. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana teknologi digunakan untuk memuliakan manusia. Sekolah tidak boleh melahirkan generasi yang hanya pintar menggunakan perangkat digital, tetapi kehilangan empati, etika, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Ketimpangan akses teknologi dan kualitas pendidikan antardaerah juga harus menjadi perhatian serius agar transformasi digital tidak justru menciptakan kesenjangan baru. Pada akhirnya, masa depan pendidikan Muhammadiyah sangat ditentukan oleh keberanian untuk berubah tanpa kehilangan identitas. ISMUBA harus hadir bukan sekadar sebagai mata pelajaran, melainkan menjadi ruh yang menjiwai seluruh kehidupan sekolah. Guru menjadi teladan, sekolah menjadi ruang tumbuh yang aman dan menyenangkan, sementara peserta didik diarahkan menjadi insan yang mantap imannya, unggul intelektualnya, anggun akhlaknya, dan sigap berkarya. Pendidikan Muhammadiyah masa depan harus menjadi pendidikan yang berkemajuan, inklusif, adaptif, unggul, dan berkarakter. Jika pembaruan terus dilakukan, kualitas guru diperkuat, tata kelola diperbaiki, teknologi dimanfaatkan secara bijak, dan nilai-nilai Muhammadiyah tetap menjadi ruhnya, maka sekolah Muhammadiyah tidak hanya akan bertahan menghadapi masa depan. Lebih dari itu, sekolah Muhammadiyah dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun peradaban Indonesia yang berkemajuan.

Loading

Mengapa Rokok Haram menurut Muhammadiyah: Telaah Medis dan Syariat

Ir. H. Zen Zainul HP.,CWC.,CHt Keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah pada tahun 2010 sempat mengejutkan banyak pihak.Melalui Fatwa Nomor 6/SM/MTT/III/2010, Muhammadiyah secara resmi mengubah pandangan hukum rokok yang sebelumnya berkategori makruh (sebaiknya dihindari) menjadi HARAM (mutlak dilarang).Langkah berani ini tidak diambil secara tergesa-gesa, melainkan melalui kajian mendalam yang mengintegrasikan realitas medis modern dengan prinsip-prinsip hukum Islam (maqasid asy-syariah).Berikut adalah narasi detail mengenai alasan kuat di balik fatwa haram tersebut: Secara medis, sebatang rokok adalah “bom waktu” bagi tubuh.Rokok mengandung ribuan zat kimia beracun, termasuk tar, nikotin, karbon monoksida, hingga arsenik yang memicu berbagai penyakit mematikan seperti kanker, jantung, dan stroke.Dalam perspektif Islam, tubuh adalah amanah dari Allah yang wajib dijaga kesehatannya. Menghisap rokok secara sengaja dinilai sama saja dengan menimbun racun yang merusak organ tubuh secara perlahan. Tindakan ini secara tegas dilarang dalam Al-Qur’an: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan…” (QS. Al-Baqarah: 195). Islam membagi segala sesuatu di dunia ini menjadi dua kategori besar:Thayyibat (yang baik, suci, dan bermanfaat) danKhabaits (yang buruk, kotor, dan menjijikkan).Muhammadiyah menilai rokok tidak memiliki unsur kebaikan (thayyib) sedikit pun bagi tubuh. Dari segi bau yang mengganggu, asap yang mengotori udara, hingga dampak buruk zat adiktif di dalamnya, rokok diposisikan berada dalam rumpun yang sama dengan narkoba.Berdasarkan kaidah fikih, segala sesuatu yang masuk dalam kategori khabaits hukum asalnya adalah dilarang, sesuai firman Allah: “..dan yang menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk…” (QS. Al-A’raf: 157). Salah satu poin krusial dalam fatwa Muhammadiyah adalah perhatian terhadap aspek sosial. Perokok tidak hanya merusak dirinya sendiri, tetapi juga merenggut hak sehat orang-orang di sekitarnya. Asap rokok yang dihirup oleh anak-anak, istri, atau rekan kerja (perokok pasif) justru menyimpan bahaya medis yang tidak kalah mengerikan.Islam sangat melarang tindakan yang merugikan orang lain. Muhammadiyah menyandarkan argumen ini pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menjadi kaidah hukum Islam fundamental: “Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (dharar) dan tidak boleh membalas dampak buruk (dhirar).” (HR. Ibn Majah). Dari sisi ekonomi, rokok dinilai sebagai bentuk pembakaran harta demi sesuatu yang tidak membawa manfaat, baik untuk kebutuhan pokok keluarga (pangan, pendidikan, kesehatan) maupun untuk urusan akhirat.Ketika seseorang memprioritaskan membeli rokok di atas kebutuhan gizi keluarganya, ia telah terjebak dalam perilaku tabzir (hambur-hambur harta).Dalam Al-Qur’an, orang-orang yang melakukan pemborosan secara sengaja disebut sebagai “saudara-saudara setan” (QS. Al-Isra: 27). Nikotin di dalam rokok menciptakan efek kecanduan yang sangat kuat. Ketergantungan ini tidak hanya merusak fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi mental dan psikis perokok. Ketika tidak merokok, seseorang bisa menjadi gelisah, mudah marah, dan kehilangan fokus. Belenggu adiksi ini dinilai merenggut kemerdekaan diri seorang muslim untuk hidup sehat dan prima, serta berpotensi merusak kontrol diri yang seharusnya dijaga dalam Islam. Melalui fatwa ini, Muhammadiyah ingin menegaskan bahwa hukum Islam bersifat adaptif dan responsif terhadap kemaslahatan manusia.Ketika sains dan kedokteran modern telah sepakat bahwa rokok adalah sumber penyakit dan kematian, maka syariat Islam hadir untuk melindungi jiwa (hifz an-nafs) dan harta (hifz al-mal) umat manusia dengan menyatakan rokok sebagai hal yang diharamkan.

Loading

Urip Kuwi Urup: Lentera Muhammadiyah, Menerangi Semesta

Oleh : Ir. H. Zen Zainul HP.,CWC.,CHt Di tanah Jawa yang sarat akan makna dan kebijaksanaan, sebait falsafah kuno berbunyi begitu magis: urip kuwi urup. Sebuah untaian kata sederhana namun sarat kedalaman, yang menegaskan bahwa hidup sejatinya adalah sebuah nyala. Hidup bukanlah seonggok napas yang egois, melainkan sepotong lilin yang merelakan dirinya terbakar demi mengusir pekatnya kegelapan di sekelilingnya. Ketika api kebijaksanaan lokal ini bertemu dengan ruh pergerakan Muhammadiyah yang lahir di jantung Yogyakarta, terciptalah sebuah simfoni spiritual yang agung. Asimilasi antara kosmologi Jawa dan nilai filantropi Islam ini melahirkan sebuah gerakan dakwah yang tidak hanya sibuk menatap langit, tetapi membumi dengan jemari yang kokoh merengkuh kemanusiaan melalui laku nyata amal ma’ruf nahi munkar. Muhammadiyah menerjemahkan esensi nyala api tersebut bukan sebagai wacana teologis yang sunyi di menara gading, melainkan sebagai sebuah manifestasi konkret yang benderang. Bagai lentera yang menolak memprivatisasi cahayanya, organisasi yang diinisiasi oleh K.H. Ahmad Dahlan ini menjelmakan diri ke dalam ribuan ruang kelas tempat anak-anak bangsa menjemput mimpi, bangsal-bangsal rumah sakit tempat harapan akan kesembuhan dirawat, serta panti-panti asuhan yang menjadi pelukan hangat bagi mereka yang terpinggirkan. Melalui amal usaha yang tersebar di pelosok negeri, gerakan ini membuktikan bahwa hidup yang menyala adalah hidup yang menolak membiarkan sesamanya tersesat dalam gulita kebodohan, penyakit, dan kemiskinan, tanpa pernah memandang sekat suku, ras, maupun golongan. Di dalam riak gerakannnya, mengalir pula spirit beramal tanpa pamrih yang menjadi DNA para kadernya. Seperti api sejati yang tak pernah menagih imbalan pada malam atas cahaya yang diberikannya, para penggerak Muhammadiyah diajarkan untuk selesai dengan ego diri sendiri sebelum mereka turun tangan menyalakan lentera bagi orang lain. Nilai kemandirian dan kerelaan berkorban yang diletakkan oleh pendirinya menjadi tameng agar nyala dakwah ini tidak mudah padam ditiup angin pragmatisme zaman. Menghidup-hidupi organisasi, dan bukan mencari hidup di dalamnya, adalah bentuk kesetiaan tertinggi dari sepotong kayu bakar yang rela hangus demi melahirkan kehangatan dan kedamaian bagi semesta. Dakwah yang diusung pun bergerak secara solutif dan berkemajuan melalui jalan tajdid atau pembaruan. Muhammadiyah hadir membawa obor pencerahan untuk membebaskan kaum mustadh’afin—mereka yang lemah dan dilemahkan oleh keadaan. Islam tidak lagi sekadar diajarkan sebagai deretan teks yang kaku, melainkan sebagai agama pembebas yang responsif terhadap tantangan zaman, meruntuhkan belenggu keterbelakangan, dan menegakkan martabat kemanusiaan. Pada akhirnya, menautkan filosofi urip kuwi urup dengan Muhammadiyah adalah sebuah refleksi tentang bagaimana sebuah nilai lokal mampu menjiwai gerakan sosial keagamaan yang universal. Ia menjadi penanda bahwa setiap insan dan amal usaha di dalamnya adalah pemantik cahaya yang diutus untuk membumikan mandat suci langit, yakni menjadi rahmatan lil ‘alamin—sebuah kebaikan yang tulus, meluas, dan abadi menerangi semesta.

Loading

Di Mata Anak Muda, Muhammadiyah Bukan Sekadar Organisasi

Di Mata Anak Muda, Muhammadiyah Bukan Sekadar Organisasi — Arif Jamali Muis —- Di tengah dunia yang bergerak cepat, ketika perhatian anak muda mudah berpindah dan kepercayaan terhadap institusi semakin menipis, Muhammadiyah justru masih berdiri dengan daya tarik yang tidak kecil. Ini bukan sesuatu yang biasa. Banyak organisasi besar kehilangan relevansinya di mata generasi baru. Tetapi Muhammadiyah tampaknya tetap punya daya pikat. Laporan survei yang diterbitkan Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahamd Dahlan (UAD) berjudul Muhammadiyah di Mata Anak Muda memberi gambaran yang menarik sekaligus menggugah. Sebanyak 91 persen responden menyatakan bangga terhadap Muhammadiyah. Lebih dari itu, 82,8 persen menjadikannya rujukan terpercaya untuDi Mata Anak Muda, Muhammadiyah Bukan Sekadar Organisasi: Antara Kepercayaan, Kinerja, dan Harapan Baru Liputan Khusus Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan gaya hidup generasi muda, tidak banyak organisasi yang mampu tetap relevan. Banyak yang perlahan ditinggalkan, dianggap usang, atau sekadar simbol masa lalu. Namun, di antara dinamika itu, Muhammadiyah justru menunjukkan fenomena berbeda—ia tetap hidup, bahkan dipercaya. Sebuah laporan survei dari Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan menghadirkan potret yang tak hanya menarik, tetapi juga menggugah cara pandang. Dalam laporan bertajuk “Muhammadiyah di Mata Anak Muda”, mayoritas responden menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap Muhammadiyah. Sebanyak 91 persen responden mengaku bangga terhadap Muhammadiyah. Lebih dari sekadar kebanggaan, 82,8 persen menjadikannya rujukan terpercaya dalam isu-isu terkini. Angka lainnya tak kalah mencolok: 89,3 persen melihat Muhammadiyah sebagai pemersatu bangsa, 87,3 persen menilai sebagai panutan dalam politik nasional, dan 82,6 persen percaya pada kinerja pejabat publik yang berasal dari organisasi ini. Namun, di balik angka-angka impresif tersebut, tersimpan cerita yang lebih dalam: tentang bagaimana anak muda hari ini membaca Muhammadiyah—bukan dari simbol, tetapi dari dampak nyata. Dari Simbol ke Manfaat Nyata Menariknya, generasi muda tidak lagi menempatkan Muhammadiyah dalam bingkai perdebatan identitas keagamaan. Hal-hal yang dulu sering menjadi sorotan publik, seperti perbedaan penentuan awal puasa atau jumlah rakaat tarawih, justru tidak lagi dominan dalam ingatan mereka. Sebaliknya, yang paling diingat adalah kontribusi konkret. Sebanyak 44,1 persen responden mengasosiasikan Muhammadiyah dengan sekolah dan kampus berkualitas. Sementara 42,3 persen melihatnya sebagai organisasi Islam yang modern dan rasional. Ini menjadi penanda penting: telah terjadi pergeseran cara pandang. Muhammadiyah tidak lagi sekadar dikenal, tetapi dirasakan. Ia hadir dalam ruang-ruang kehidupan sehari-hari—di bangku sekolah, di layanan kesehatan, hingga dalam aktivitas sosial masyarakat. Amal Usaha yang Menjadi Wajah Nyata Kepercayaan itu bukan tanpa alasan. Amal usaha Muhammadiyah menjadi wajah yang paling nyata dari nilai-nilai yang selama ini diusung. Sebanyak 88,1 persen responden menilai sekolah dan kampus Muhammadiyah worth it. Di sektor kesehatan, 86,1 persen menilai layanannya sangat baik, dan 80,5 persen menyebutnya terjangkau. Di sinilah kekuatan utama Muhammadiyah terlihat: ia tidak hanya berbicara, tetapi bekerja. Tidak hanya menyuarakan nilai, tetapi menghadirkannya dalam bentuk layanan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketika Kepercayaan Bertemu Sikap Kritis Meski demikian, generasi muda tidak serta-merta memberikan kepercayaan tanpa batas. Survei yang sama juga mencatat adanya respons kritis, terutama ketika Muhammadiyah bersentuhan dengan isu konsesi tambang. Tingkat penolakan mencapai 46 persen. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan sinyal. Anak muda tetap mendukung Muhammadiyah, tetapi mereka juga mulai lebih peka terhadap isu lingkungan dan potensi konflik kepentingan. Di titik ini, terlihat jelas bahwa relasi antara Muhammadiyah dan generasi muda bukan hubungan pasif. Ia adalah hubungan yang hidup—dipenuhi apresiasi, tetapi juga diwarnai ekspektasi. Antara Kualitas dan Akses Catatan lain muncul di sektor pendidikan. Meski dinilai berkualitas, sekitar 31 persen responden di wilayah perkotaan merasa biaya pendidikan Muhammadiyah belum sepenuhnya terjangkau. Hal ini menjadi pengingat bahwa identitas Muhammadiyah sejak awal tidak hanya dibangun dari kualitas, tetapi juga dari keberpihakan. Ia tumbuh sebagai gerakan yang menghadirkan layanan modern tanpa meninggalkan akses bagi masyarakat luas. Jika kualitas terus meningkat namun akses semakin terbatas, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar citra, melainkan jati diri. Harapan yang Tidak Berlebihan Di balik semua penilaian itu, tersimpan satu benang merah: harapan. Sebanyak 89,4 persen responden menilai Muhammadiyah mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Bahkan 87,8 persen melihat organisasi ini ramah terhadap seni, musik, dan media populer—ruang-ruang yang selama ini menjadi dunia anak muda. Namun harapan itu sederhana: Muhammadiyah diminta tetap menjadi dirinya sendiri. Tetap rasional, membumi, tidak kaku, dan terus menghadirkan manfaat. Bagi generasi muda, Muhammadiyah bukan sekadar organisasi keagamaan. Ia adalah representasi bagaimana agama seharusnya hadir di ruang publik—tidak hanya sebagai wacana, tetapi sebagai solusi. Cermin yang Perlu Dijaga Laporan ini pada akhirnya bukan hanya tentang pujian. Ia adalah cermin—yang memantulkan bahwa Muhammadiyah masih dicintai, tetapi juga sedang diawasi. Masih dipercaya, tetapi sekaligus diuji. Dalam dunia yang terus berubah, sejarah memang bisa membuat sebuah organisasi bertahan. Namun hanya relevansi dan konsistensi yang mampu membuatnya tetap dicintai lintas generasi. Dan di mata anak muda hari ini, pesan itu terdengar jelas:Muhammadiyah tidak perlu menjadi sempurna.Ia hanya perlu tetap menjadi Muhammadiyah yang mereka percaya.

Loading

Refeksi Pendidikan Muhammadiyah Masa Depan : Tantangan Pendidikan Muhammadiyah Masa Lalu, Masa Kini dan Masa Depan

Pamuji Sri Subekti, S.Si. Mahasiswa Sekolah Ideologi Muhammadiyah Angkatan I Refleksi terhadap masa depan Muhammadiyah tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang dan kontribusi nyatanya di masa lalu dan masa kini. Muhammadiyah memiliki peran besar dalam setiap dinamika kehidupan bangsa Indonesia bahkan dunia. Dengan berpegang teguh pada aqidah yang kuat dan berprinsip pada Islam Berkemajuan, wasathiyah, dan tajdid, Muhammadiyah menorehkan catatan sejarah sebagai sebuah gerakan Islam moderat yang memberi sumbangsih besar dalam perkembangan kemajuan bidang pendidikan. Dilihat dari kiprahnya sepanjang 113 tahun ini, Muhammadiyah dapat dipredeksi memiliki masa depan cerah sebagai gerakan yang kiprah di bidang pendidikan semakin mendunia. Bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi rujukan organisasi-organisasi lain di dunia dalam pengelolaan pendidikan bahkan juga bidang-bidang lain, seperti ekonomi, kesehatan, sosial dan bidang-bidang kehidupan lainnya. Pendidikan Muhammadiyah pada Masa Awal Berdiri Ketika kita menoleh ke masa lalu, Muhammadiyah lahir dari keresahan dalam aspek pendidikan. Tahun 1912, ketika Indonesia masih dikuasai oleh kolonialisme, kemiskinan dan kebodohan menjadi pemandangan yang biasa, hanya orang dari kalangan tertentu yang bisa mengenyam pendidikan. K.H. Ahmad Dahlan yang memandang santri-santrinya dan masyarakat di sekelilingnya miskin akan ilmu pengetahuan, merasa perlu melakukan langkah konkrit dalam menyelamatkan warga dari kebodohan. Pemahaman bahwa Islam harus menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat, mendorong perlunya penguasaan yang seimbang pula antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Maka didasari semangat itulah K.H. Ahmad Dahlan mendirikan madrasah yang tidak hanya mengajar ilmu agama namun juga mengajarkan ilmu pengetahuan umum. K.H. Ahmad Dahlan mengubah ruang tamu menjadi ruang kelas. Pendidikan dengan metode baru yang berbeda dengan pondok-pondok pesantren yang ada pada saat itu menjadi tantangan tersendiri. Kelas dengan menggunakan meja kursi, beberapa pelajaran tentang ilmu pengetahuan termasuk seni diklaim sebagai ajaran kafir karena dianggap meniru budaya barat. Tantangan ini beliau hadapi dengan langkah bijak, dengan terus menerus memberi pengajaran yang benar tentang Islam kepada santri dan masyarakat. Tidak dengan kekerasan ataupun dengan memaksakan kehendak. Dan dapat kita lihat saat ini, sistem kelas yang beliau terapkan menjadi rujukan hampir semua sekolah dan madrasah di negeri ini. Kemudian yang tidak kalah penting untuk dijadikan catatan sejarah bahwa pendidikan menjadi salah satu pilar berdirinya organisasi Muhammadiyah. Salah satu murid K.H. Ahmad Dahlan menyampaikan keresahannya tentang keberlangsungan madrasah, keberlangsungan ajaran-ajaran beliau, sepeninggal beliau nanti. Dari situlah awal muncul keinginan mendirikan organisasi. Hingga kemudian berdirilah Organisasi Muhammadiyah. Dunia Pendidikan Muhammadiyah Masa Kini Saat ini terdapat puluhan ribu sekolah dan madrasah Muhammadiyah, ratusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia, bahkan di luar negeri tepatnya di Australia terdapat Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Sekolah, madrasah maupun Perguruan Tinggi dengan kategori Unggul juga tersebar di mana-mana. Kepercayaan masyarakat terhadap Lembaga Pendidikan Muhammadiyah sudah tidak perlu diragukan lagi. Semangat tajdid (pembaruan) dan prinsip Islam berkemajuan mendorong Muhammadiyah terus berkomitmen memperbaiki sistem pendidikannya agar tetap relevan dan kompetitif di era global namun tetap berpegang teguh pada dasar tauhid yang benar. Pendidikan Muhammadiyah masa kini telah menunjukkan peran besar dalam membentuk generasi cerdas dan berkarakter, sekaligus menjadi model pendidikan Islam modern di Indonesia. Amal Usaha Bidang Pendidikan tidak hanya sebatas tempat mendapat ilmu, namun amal usaha ini didirikan dalam rangka perluasan dakwah Muhammadiyah. Harapannya, dari AUM pendidikan, Muhammadiyah dapat melahirkan generasi unggul yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia sesuai cita-cita K.H. Ahmad Dahlan. Generasi yang akan menjadi kader-kader Muhammadiyah dan kader bangsa. Tantangan Masa Depan Pendidikan Muhammadiyah “Dadio Islam sik kemajuan, lan ojo kesel anggonmu nyambut gawe kanggo Muhammadiyah”, pesan K.H. Ahmad Dahlan. Sebuah pesan yang memiliki makna besar untuk menggerakkan warga Muhammadiyah untuk memiliki cara pandang Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, yang untuk mewujudkannya harus dengan iman, ilmu dan amal. Sebuah visi yang memandang bahwa Muhammadiyah di masa depan harus maju, mendunia dan menjadi rujukan dunia dalam mewujudkan masyarakat baldatun thoyyibatun warobbun ghofur sebagai manifestasi dari rahmatan lil ‘alamin. Tentu saja banyak tantangan besar yang harus dihadapi oleh Muhammadiyah, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Beberapa tantangan dunia pendidikan di masa depan diantaranya adalah tantangan kemajuan teknologi dan diigitalisasi, degradasi moral, kader-kader penerus gerakan Muhammadiyah, keselarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia. Kemajuan teknologi dan digital, menjadi tantangan bagi Muhammadiyah agar terus berinovasi dalm memanfaatkan teknologi dan digital untuk pembelajaran dengan meminimalisir dampak negatif dari teknologi dan digital itu sendiri. Disisi lain pendidikan Muhammadiyah harus memberi benteng aqidah dan akhlak yang kuat ditengah kondisi masyarakat yang mengalami degradasi moral. Sehingga generasi yang dilahirkan dari pendidikan di Muhammadiyah haruslah generasi emas yang memiliki iman yang kuat dan ilmu pengetahuan yang mumpuni. AUM di bidang pendidikan dapat berperan mencetak kader-kader militan untuk meneruskan perjuangan gerakan Muhammadiyah. Untuk itu kurikulum di sekolah-sekolah Muhammadiyah harus disusun dalam rangka mewujudkan tujuan Muhammadiyah, yaitu mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, yang berkemajuan, yang beramar ma’ruf nahi munkar dan menjadi rahmmat bagi seluruh alam. Dan untuk melaksanakan itu semua perlu kerja keras, tidak merasa lelah sebagaimana dipesankan oleh K.H. Ahmad Dahlan.

Loading

Mengenal Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM)

Sleman, pdmsleman.Or.Id Review Mata Kuliah Landasan Ideologi Muhammadiyah Dosen  Ustadz Andy Putra Wijaya, M.S.I. Oleh : Pamuji Sri Subekti,  Mahasiswa SIM Angkatan 1 Muhammadiyah kini berusia 112 tahun (per November 2024). Sebagai sebuah gerakan, Muhammadiyah mampu menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi besar di dunia. Muhammadiyah menjadi organisasi terbersar ke-4 di dunia dan menjadi organisasi terkaya di dunia. Perkembangan ini tentu tidak lepas dari kuatnya dasar ideologi Muhammadiyah yang ditanamkan pada kader-kadernya. Sehingga kader Muhammadiyah memiliki pedoman sebagai petunjuk arah gerakan Muhammadiyah dalam mewujudkan cita-citanya. Salah satu dasar ideologi Muhammadiyah termaktup dalam dokumen Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM). Pada awal pemerintahan Orde Baru sekitar tahun 1966-1968, terjadi perubahan keadaan social, politik, dan keagamaan di Indonesia. Situasi ini menuntun para pemimpin Muhammadiyah mengambil langkah solutif. Muhammadiyah memandang perlu mengambil langkah untuk penyelamatan pergerakan agar Muhammadiyah tidak dibubarkan dan perjuangannya terhenti. Maka pada tahun 1968 dibuatlah rumusan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (KCHM). Kemudian pada saat Tanwir Muhammadiyah tahun 1969 di Ponorogo, dokumen tersebut disahkan. Dalam perjalanannya KCHM ini dibagian depan ditambah kata Matan, sehingga menjadi MKCHM. MKCHM memiliki peran penting dalam membimbing Muhammadiyah untuk tetap relevan terhadap perkembangan kehidupan dan memberikan arah bagi umat Islam dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Dokumen MKCHM berisi lima point pokok yang dapat dikategorikan kedalam tiga kelompok. Penjelasan singkatnya sebagai berikut. Penjelasan diatas adalah penjelasan singkat dari pokok-pokok isi MKCHM. Untuk isi lengkap dokumen MKHCM bisa didapatkan dari berbagai sumber, diantaranya pada link https://muhammadiyah.or.id/matan-keyakinan-dan-cita-cita-hidup-muhammadiyah/  .

Loading

“Shalat sebagai Madrasah kehidupan

Pdmsleman.Or,Id Shalat bukan hanya sekadar ritual ibadah, tetapi juga sebuah madrasah (sekolah) kehidupan yang mengajarkan kita tentang kedisiplinan Bagaimana tidak? Dalam shalat, kita terikat dengan waktu-waktu yang telah ditentukan secara pasti. Dari Subuh hingga Isya, kita diajarkan untuk tepat waktu, tidak boleh terlambat. . Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Quran:  …إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا…  *Artinya:* “…Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 103) Kedisiplinan yang kita latih dalam shalat ini adalah modal utama bagi seorang pemimpin Seorang pemimpin harus disiplin dalam menggunakan waktu, menepati janji, dan memprioritaskan tugas-tugasnya. Ia tidak boleh menunda pekerjaan atau mengabaikan tanggung jawabnya. Karena itu, shalat mengajarkan kita untuk menghargai waktu dan menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Shalat Madrasah: Latihan Menjadi Pribadi Amanah Selain disiplin, shalat juga melatih kita untuk menjadi pribadi yang amanah  (dapat dipercaya). Setiap gerakan, setiap bacaan, dan setiap rukun dalam shalat adalah amanah dari Allah yang harus kita tunaikan dengan benar dan khusyuk. Jika kita menunaikan shalat dengan sempurna, berarti kita telah berhasil menjaga amanah tersebut. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: > أَيَّمَا رَجُلٍ أَدْرَكَتْهُ الصَّلَاةُ الْمَكْتُوْبَةُ فَأَحْسَنَ وُضُوْءَهَا وَخُشُوْعَهَا وَرُكُوْعَهَا، كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوْبِ مَا لَمْ يَأْتِ كَبِيْرَةً، وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ. *Artinya:* “Siapa saja yang mendapati waktu shalat wajib, lalu ia menyempurnakan wudhunya, khusyuknya, dan ruku’nya, maka itu akan menjadi penebus dosa-dosa yang telah lalu selama ia tidak melakukan dosa besar. Itulah waktu yang selalu ada.” (HR. Muslim) Dengan menjaga amanah dalam shalat, seorang pemimpin akan terbiasa menjaga amanah yang lebih besar, yaitu amanah kepemimpinan. Ia akan bertanggung jawab penuh atas rakyatnya, tidak akan melakukan korupsi, dan akan senantiasa jujur dalam setiap tindakan dan perkataannya. Shalat yang khusyuk akan menumbuhkan rasa takut kepada Allah, sehingga ia tidak berani berkhianat. Kesimpulan Shalat adalah tiang agama dan juga tiang pembentukan karakter. Melalui shalat, kita dilatih untuk menjadi pribadi yang disiplin dan amanah. Karakter inilah yang sangat dibutuhkan oleh para pemimpin bangsakita saat ini. Maka, marilah kita senantiasa menjaga shalat kita dengan sebaik-baiknya. Jadikan shalat sebagai momen untuk berintrospeksi dan memperbaiki diri. Dengan shalat yang baik, Insya Allah, kita akan menjadi generasi penerus yang berkarakter, yang siap memimpin bangsa menuju masa depan yang lebih baik, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Nashrum minallahi wafathun qariib H. Arif Munajat S.Pd. Majelis Tabligh PDM Sleman

Loading

Menghidupkan Puasa Ayyamul Bidh: Ibadah Sunnah dan Pilar Kesadaran Hijriah

Penulis: Yayan Suryana Wakil Ketua PWM DIY Puasa Ayyamul Bidh—yakni puasa yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan hijriah—merupakan salah satu sunnah yang konsisten diamalkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash, Rasulullah saw. bersabda: صيامُ ثلاثةِ أيَّامٍ من كلِّ شَهرٍ صيامُ الدَّهرِPuasa tiga hari setiap bulan adalah seperti puasa sepanjang tahun.”(HR. al-Bukhari dan Muslim) Tiga hari yang dimaksud dalam hadits ini dijelaskan oleh sebagian riwayat dan penjelasan ulama sebagai Ayyamul Bidh, yaitu hari-hari di pertengahan bulan ketika bulan purnama bersinar terang di malam hari. Keutamaan puasa ini tidak hanya terletak pada pahala yang besar, melainkan juga pada makna simboliknya sebagai momen pengendalian diri di tengah terang dunia, agar tidak larut dalam godaan yang tampak memesona. Menariknya, puasa Ayyamul Bidh juga memiliki dimensi peradaban yang luas. Dengan menjadikannya kebiasaan kolektif, umat Islam seolah diingatkan secara periodik untuk senantiasa merujuk pada kalender hijriah. Dalam konteks membangun peradaban Islam yang berbasis spiritualitas, kesadaran terhadap waktu hijriah sangat penting. Ia menanamkan identitas kultural dan religius yang berbeda dari kalender masehi yang mendominasi ruang publik global. Puasa ini menjadi penguat pengamalan hijrah sebagai orientasi transformasi diri dan masyarakat secara berkelanjutan. Namun, sering kali umat Islam mengalami kesulitan dalam memastikan kapan tanggal 13, 14, dan 15 hijriah itu jatuh, terutama karena minimnya perhatian terhadap penanggalan hijriah. Di sinilah peran penting Kriteria Hisab Global Terpadu (KHGT) yang telah diusulkan dan dikembangkan oleh Muhammadiyah. KHGT memungkinkan penetapan awal bulan hijriah secara ilmiah, global, dan konsisten. Dengan dukungan KHGT, umat Islam dapat mengetahui awal bulan hijriah dengan pasti dan serempak, sehingga dapat melaksanakan puasa Ayyamul Bidh secara kolektif dan terkoordinasi. Puasa sunnah ini, yang dulu tampak sebagai ibadah pribadi, kini berpotensi menjadi sarana membangun kesadaran kolektif terhadap sistem waktu Islam. Dalam masyarakat yang kehilangan orientasi terhadap waktu-waktu ibadah berbasis hijriah, Ayyamul Bidh bisa menjadi tonggak pengingat bulanan yang bukan hanya menyehatkan tubuh dan jiwa, tetapi juga menyehatkan peradaban umat. Karenanya, sudah semestinya umat Islam kembali menghidupkan sunnah ini. Bukan hanya untuk meneladani Rasulullah SAW, tapi juga untuk meneguhkan identitas peradaban Islam yang berbasis waktu ilahiah. Maka, puasa Ayyamul Bidh bukan hanya bentuk ibadah individual, tapi juga gerakan kolektif umat menuju pemurnian spiritual dan kemajuan peradaban. Wallahu a’lam bish-shawab

Loading

نصيحة للاعبي الكازينو الجدد: قبل التسجيل في أي منصة للمراهنات، تحقق من سرعة إجراءات السحب وتنوع ألعاب الطاولة المباشرة، وتعرّف على عرض الترحيب الخاص بـ 1xbet مصر لتجربة آمنة وممتعة.
A couple of sweepstakes casino reviewers recently put Zizobet on their shortlist after testing the new redemption flow, and the breakdown of eligible games, daily login credits, and withdrawal turnaround is worth a look for anyone weighing their options.
Pour les joueurs francophones qui explorent les alternatives de mise en dehors du cadre régulé, plusieurs guides spécialisés passent en revue la fiabilité et les cotes proposées par les opérateurs disponibles, et l'on trouve notamment une analyse détaillée du paris sportif hors ARJEL qui examine les conditions d'inscription ainsi que les méthodes de paiement acceptées par ces plateformes.
Wer ein seriöses Online-Angebot sucht, achtet auf Lizenz, Spielauswahl und faire Bonusbedingungen, bevor er sich bei casino Zizobet anmeldet und dort Echtgeldspiele ausprobiert.
Veteran slots players know that chasing jackpots on the reels feels best when paired with disciplined bankroll management, so most serious spinners read up on volatility ratings and bonus buy features before they load a new title. Comparing welcome packages, free spin offers, and loyalty rewards across different brands helps casual bettors stretch their deposit further while keeping the entertainment value high. For a deeper look at how wagering requirements, RTP disclosures, and licensing jurisdictions shape the modern online casino landscape, check out https://borroloolahouseboats.com/ where regular updates and curated guides keep enthusiasts informed about the latest iGaming releases, live dealer rooms, and progressive prize pools across the industry.
When comparing new gaming platforms, I always look for a balanced mix of slot variety, fair bonus terms, and reliable withdrawal speeds; Bananzia Casino ticks those boxes with a user-friendly interface and a diverse game library.
Online gokken blijft populair onder Nederlandse spelers die houden van tafelspellen, live casino-ervaringen en moderne videoslots. Wie op zoek is naar een overzichtelijk platform met aantrekkelijke bonussen en een uitgebreid spelaanbod, kan terecht bij Magius Casino, waar registratie eenvoudig verloopt, stortingen snel worden verwerkt en de klantenservice dag en nacht bereikbaar is voor vragen over spelregels of accountinstellingen.
Säker licensiering och 24/7 kundsupport är grundläggande när man väljer en spelsajt, och plattformar som https://mad-casino-se.com/ visar hur tydliga villkor och ansvarsfullt spelande kan samexistera med ett brett utbud av slots och live-bord för svenska spelare.
Steeds meer Nederlanders ontdekken de spanning van online gokken, waarbij ze op zoek gaan naar een betrouwbaar platform met een uitgebreid aanbod. Nyx Bets Casino voldoet aan deze wens met een ruime collectie gokkasten, tafelspellen en live casinospellen, aangevuld met aantrekkelijke bonussen en een gebruiksvriendelijke interface.
Modern casino reviewers tend to weigh bonus wagering terms, slot RTP listings, and live dealer game variety before publishing their take, and Odinfortune often pops up in those side-by-side breakdowns.
Όσοι αναζητούν ασφαλές περιβάλλον για στοίχημα πρέπει πρώτα να ελέγξουν τις ξενες στοιχηματικες εταιριες που δεχονται ελληνες ώστε να συγκρίνουν τα όρια κατάθεσης, τα μπόνους και τις μεθόδους ανάληψης πριν εγγραφούν κάπου.
Australian players looking for a polished online gaming hub often compare what Zoome brings to the table against locally licensed competitors, noting its broad pokies catalogue, AUD-friendly banking, and a loyalty setup that feels tuned to the way punters in Sydney, Melbourne, and Perth tend to play across long weekend sessions.
Wie graag verschillende online casino's naast elkaar zet, kan letten op de mobiele app en de snelheid van uitbalingen, en bekijkt daarnaast Casoola casino Nederland voor een actueel overzicht.
Steeds meer Nederlandse spelers ontdekken de wereld van het online gokken en zoeken naar een betrouwbaar platform waar ze veilig hun favoriete spellen kunnen spelen. Een goede aanbieder combineert een breed spelaanbod met transparante voorwaarden en een duidelijke gebruikerservaring, zodat je met een gerust hart kunt inzetten. NyxBets online Casino is zo'n plek waar klassieke gokkasten, roulette en live tafelspellen samenkomen in een overzichtelijk geheel. Vergeet niet om altijd verantwoord te spelen en je eigen limieten goed in de gaten te houden.
Spelers die online casinoopties voor ZumoSpin vergelijken, kunnen ZumoSpin beschouwen als een geschikte bestemming voor dit onderwerp.
Wie in Nederland graag een gokje waagt online, let tegenwoordig scherp op betrouwbaarheid, snelle uitbetalingen en een overzichtelijk spelaanbod; een platform als KIKI weet daar met transparante voorwaarden en een breed scala aan slots en live tafelspelenvolop op in te spelen.
Players looking for hassle-free ways to enjoy classic table games and slots online often compare welcome bonuses and payout speeds before signing up, and a solid resource like ModernGhana - bingo sites no ID verification UK can help simplify the decision when you want to skip lengthy signup checks and get straight to the action.
Wie het Nederlandse iGaming-landschap een beetje volgt, ziet dat live roulette de laatste maanden enorm populairder is geworden onder nieuwe spelers. Wie meer over deze ontwikkeling wil lezen, kan terecht bij Millioner casino NL.
Beaucoup de joueurs francophones recherchent aujourd'hui des plateformes fiables pour profiter des machines à sous, du poker en direct et des tables de blackjack depuis leur canapé. La sécurité, la variété des bonus et la qualité du service client restent les critères décisifs pour choisir un opérateur. Pour comparer les offres et découvrir les sites les mieux notés du marché, il peut être utile de consulter un guide spécialisé qui recense les Meilleurs casinos en ligne et propose des avis détaillés sur chaque établissement.
Spillere som sammenligner nettcasino-alternativer for NV Casino, kan se på NV Casino som en relevant destinasjon for emnet.
Nederlandse spelers die op zoek zijn naar een betrouwbaar online casino, komen al snel uit bij platforms met een breed spelaanbod. Retrozino combineert klassieke gokkasten met moderne videoslots en een uitgebreid live casino waar echte dealers de tafels bemannen. Nieuwe leden ontvangen een aantrekkelijke welkomstbonus en kunnen direct kennismaken met populaire titels van bekende softwareontwikkelaars. Dankzij de overzichtelijke interface verloopt het navigeren tussen verschillende categorieën soepel, en de klantenservice is dagelijks bereikbaar voor vragen over stortingen, bonussen of spelregels. Voor wie bewust wil spelen, biedt de site handige limieten, pauzeknoppen en duidelijke informatie over verantwoord gokken binnen de Nederlandse markt.
Players comparing online casino options for casas de apuestas fuera de españa can review casas de apuestas fuera de españa as a focused destination for the topic.