Sleman, pdmsleman.Or.Id Review Mata Kuliah Landasan Ideologi Muhammadiyah Dosen Ustadz Andy Putra Wijaya, M.S.I. Oleh : Pamuji Sri Subekti, Mahasiswa SIM Angkatan 1 Muhammadiyah kini berusia 112 tahun (per November 2024). Sebagai sebuah gerakan, Muhammadiyah mampu menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi besar di dunia. Muhammadiyah menjadi organisasi terbersar ke-4 di dunia dan menjadi organisasi terkaya di dunia. Perkembangan ini tentu tidak lepas dari kuatnya dasar ideologi Muhammadiyah yang ditanamkan pada kader-kadernya. Sehingga kader Muhammadiyah memiliki pedoman sebagai petunjuk arah gerakan Muhammadiyah dalam mewujudkan cita-citanya. Salah satu dasar ideologi Muhammadiyah termaktup dalam dokumen Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM). Pada awal pemerintahan Orde Baru sekitar tahun 1966-1968, terjadi perubahan keadaan social, politik, dan keagamaan di Indonesia. Situasi ini menuntun para pemimpin Muhammadiyah mengambil langkah solutif. Muhammadiyah memandang perlu mengambil langkah untuk penyelamatan pergerakan agar Muhammadiyah tidak dibubarkan dan perjuangannya terhenti. Maka pada tahun 1968 dibuatlah rumusan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (KCHM). Kemudian pada saat Tanwir Muhammadiyah tahun 1969 di Ponorogo, dokumen tersebut disahkan. Dalam perjalanannya KCHM ini dibagian depan ditambah kata Matan, sehingga menjadi MKCHM. MKCHM memiliki peran penting dalam membimbing Muhammadiyah untuk tetap relevan terhadap perkembangan kehidupan dan memberikan arah bagi umat Islam dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Dokumen MKCHM berisi lima point pokok yang dapat dikategorikan kedalam tiga kelompok. Penjelasan singkatnya sebagai berikut. Penjelasan diatas adalah penjelasan singkat dari pokok-pokok isi MKCHM. Untuk isi lengkap dokumen MKHCM bisa didapatkan dari berbagai sumber, diantaranya pada link https://muhammadiyah.or.id/matan-keyakinan-dan-cita-cita-hidup-muhammadiyah/ .
![]()